All We Need Is Love [Chapter 4]

Hai hai hai…. It’s been a long time! Maaf baru update, karena baru sempat. Dan ini saya kebut semalam gara-gara efek ngga isa tidur. Kerena saya harus nyelesaiin pra tugas akhir saya jadi mungkin chapter selanjutnya juga bakalan sedikit lama, tapi tetep bakal update kok. Jadi mohon kesabaran para readers ya. Hehehe. Okay this chap for you all. Comment dan saran sangat diharapkan biar makin semangat lanjutnya. Hohoho. Thanks for all my reader ^^

Dan kalau pengen baca versi affnya silahkan the real Author (Taenggo99) : https://www.asianfanfics.com/story/view/847524/all-we-need-is-love-bomi-taeny-taeyeon-chomi

***

Character :

Kim Taeyeon

Yoon Bomi

Tiffany Hwang

Park Chorong

Lee Sunkyu

Jung Eunji

 

Wanna Be – Apink

Good Morning Baby – Apink

Lovely Day – Apink

Let It Rain – SNSD

Indistructible – SNSD

Girls – SNSD

Not Alone – SNSD

Crying Out – CNBLUE

Sad Movie – BEAST

Problem – Ariana Grande

Blackstreet – No Diggity

***

Bomi sudah dalam perjalanan pulang menuju apartmentnya. Setelah lelah bekerja seharian karena merasa bosan dan hari ibi juga tidak ada kelas. Sesaat belum sempat membuka pintu, dia mendengar ibunya berteriak-teriak tak karuan, membuatnya mengurungkan niat untuk masuk kedalam rumah karena dia tau apa yang sekarang ibunya lakukan, mabuk.

Dia masih berdiri didepan pintu apartmentnya, berpikir sejenak apa yang akan dia lakukan. Dia mengeluarkan handphonya, mendial nomor sahabatnya. “hey supp bom~ahh!” dia mendengar logat busan yang kental dari sahabatnya.

“eunji~ahh. Bisakah kau menggunakan logat yang benar? Kau selalu memarahiku jika aku menggunakan logatku. Gosh! Apa yang kau lakukan hari ini?”

Keluarga eunji sesang mengadakan gathering dirumahnya. Dia meminta maaf kepada bomi karena tak bisa menemaninya bermain. Bomi sendiri juga tak ingin sahabatnya merasa bersalah, dia mencari alasan “no problem eunji~ah. Masih ada taeyeon unnie. Aku akan bermain dengannya” bomi bahkan tau jika taeyeon malam ini akan perform di bar.

Bomi tidak sadar jika dirinya sudah berjalan sampai di han river, sebelun menyadari aroma parfum yang tak asing baginya berjoging melewatinya, dan membuatnya terfokus pada gadis yang barusan melewatinya, dan membuatnya mengulas senyum lebar. “eunji~ah. Aku harus pergi. Jangan khawatirkan aku. Bye jung!” dan memutus sambungan sebelum eunji menjawab.

“chorong unnie!” bomi berteriak kearah gadis yang berjoging didepannya. Gadis itu mengurangi kecepatannya dan berbalik badan. Saat mengetahui siapa yang memanggilanya dan ternyata itu adalah bomi, dia kembali berbalik arah dan meneruskan jogingnya, bahkan lebih cepat dari sebelumnya.

“unnieeee! Aihhh. Kenapa kau larii?!!” bomi ikut berlali mengejar sambil berteriak-teriak dan membuat chorong menengok kebelakang dia pun semakin menambah kecepatanya.

Bomi tergeletak ditengah jalan setapak taman tak jauh dari posisi chorong dengan terengah-engah sambil melambaikan tanganya, mengisyaratkan chorong untuk berhenti berlari.

Chorong berhenti berlari menatap heran kearah bomi, diapun juga merasa lelah dna nafasnya tersengal-sengal. “yaa! Kenapa… kau… selalu… mengikutiku? Dasar stalker” ucap chorong yang masih mengatur nafasnya.

“aniiyaa! Hanya kebetulan. Dan seharusnya kau tak perlu berlari meninggalkanku unnie.” bomi melawan.

Chorong menjulurkan lidahnya dan kembali berjalan. Bomi terbangung dan berjalan bersampingan dengan chorong. Bomi tertawa dengan sendirinya sambil mengeluarkan handphonenya, dan memberikan kepada chorong. “ini sudah kali ketiganya kita beetemu unnie. Dan ingat tentang perjanjian kita, Phone number?”

Chorong hanya menatap tajam ke arah bomi sambil menyilangkan tangannya. “aku tidak bilang setuju dengan perjanjian itu.” ucapnya dingin.

“ahhh unniiiee~” bomi merengek dengan puppy facenya.

“aihhh whyyy?! Apa ini penting untukmu? Dan alasan macam apa itu. Pertemuan ketiga kalinya dan memberikan phone number. Cih!” chorong masih dalam state dinginnya. Tidak setuju dengan tingkah bomi.

“that’s because a fate i think. Dan ini sangat penting bagiku, karena…” bomi berhenti sejenak karena tidak menemukan alasan yang tepat. Ia tak menyangka otak dan hatinya merasakan hal yang seperti ini. ” emhhh… Karena mungkin kita akan bisa menjadi teman baik. Right?” lanjut bomi sambil memberikan winknya kearah chorong.

“aku tidak bilang ingin berteman denganmu dan aku bukan temanmu. I’m your unnie!”

“SEE!! Kau unnieku! Kau mengatakannya sendiri! Dan ini wajar jika aku meminta phone numbermu my unnie” ucap bomi sedikit berteriak.

Chorong menutup telinganya mendengar suara berisik dari gadis disebelahnya. “YAA!! Aku disebelahmu dan aku tidak tuli! Kau tak perlu berteriak seperti itu!” chorong dengan cepat mengambil handphone milik bomi dan menekan deretan nomor. It’s her number.

“unnie. Aku tau kau juga menginginkan nomorku kan?! Hehehe” bomi senang hati menangkap handphonya yang dilempar pelan oleh chorong kearahnya.

“whatever” chorong bergumam dan setelahnya ia melanjutkan jogingnya.

Bomi menghela nafasnya melihatnya kembali tertinggal “ahh unnie! Aku tidak memakai sepatu runninku dan tas dipungguku begitu berat.” rengek bomi aambil berusaha mengejae chorong.

“aiisshh! Aku tak menyuruhmu mengikutiku!” chorong kembali berhenti dan menghentak-hentakkan kakinya ditanah beberapa kali.

“ahhh unniee~ cutee really!”goda bomi. Ia ingin mencubit pipi chorong tapi dengan cepat chorong menangkisnya.

“alllright allright unnie. Teruskan jogingmu unnie. Dan tunggu telfon dariku” bomi melambaikan tangan sambil tersenyum memamerkan eyesmilenya membuat chorong tertegun melihatnya dan menggelengkan kepalanya mengembalikan pikirannya yang mengira itu senyumannya sangat cantik.

“lekas pulang. Tak usah mampir-mampir. Ini sudah terlalu malam.” chorong bergumam sebelum melanjutkan joggingya.

Memndengar itu membuat senyum bomi merekah makin lebar. “omo! Dia perhatian padaku?” pikir bomo dalam hati dan semakin membuatnya terlihat seperti orang idiot. “unniee! Wait for my call!” dia berteriak pada gadis yang berjoging sudah cukup jauh meninggalkannya.

***

Taeyeon mendapat 4 free tiket amusement park dari pihak kampus sebagai hadiah karena sudah membawa pulang kembali gelar juara yang sudah lama tidak diraih oleh music faculty di kampusnya.

Dia langsung memberitahukan kabar baik itu kepada bomi dan menyuruhnya untuk membawa eunji. Dia tau mereka berdua begitu menyukai berbagai wahana di amusement park. 3 orang sudah dan tersisa 1 tiket, karena sunny sedang sangat sibuk mengurus bisnis barunya dan sooyoung yang harus bersiap-siap untuk kembali bekerja. Hanya ada satu solusi yang tersisa. Tiffany.

“fany~ahh. Wanna come?” ucapnya lewat telphone.
“aku tak tau mengapa mereka memberiku sebanyaj ini. Hahaha.” lanjutnya.
Dan pastinya tiffany tidak menolak. “arrasso. I will come.”

The Day

Tiffany memacu mobilnya menuju apartment taeyeon untuk menjemput mereka bertiga, bomi dan eunji sudah sejak kemarin berada di apartment taeyeon karena terlalu tidak sabae untuk menunggu hari ini.

“hmmm. Taeyeon~ahh. Jangan bilang kau mengajakku karena kau membutuhkan supir?” gurau tiffany saat mereka bertiga masuj dalam mobil.

“aniiyaa. Aku mengajakmu karena aku tau kau butuh refreshing. Dan karena fans milikmu juga menginginkanmu ikut.” celetuj taeyeon sambil melirik kearah kedua dongsaengnya.

“just kidding taeyeon~ah. Oh btw. Hi bomi friend. Tiffany imnida.” tiffany menengok kebelakang menyapa eunji.

“ne annyeong tiffany unnie. I’m eunji.” balas eunji sedikit berteriak riang.

“dua monyet ini sangat berisik. Aku mengingatkanmu lebih dahulu fany~ah.” ucap taeyeon dan disambut oleh keributan dari kursi belakang.

“hahaha. Its ok taeyeon~ah. Karena aku juga salah satu dari mereka. Waaaaaa~” tiffany ikut bergabung bersama bomi dan eunji membuat taeyeon bergidik menggelengkan kepalanya.

Saat mereka sampai, bomi dan eunji sudah berlari sambil melihat peta taman bermain itu.
“kids! Hari ini kau harus menjadi guide tour. Apapun yang ingin kalian naiki, it’s okay for me. Ahh. Jika ingin membeli sesuatu, feel free. I got my pay” ucap taeyeon dengan nada sombong disambut pukulan ringan dipundaknya dari tiffany.

“ASSSAAA!!! Unnie! Cotton candy! There!” teriak bomi riang sambil menyeret eunji dan taeyeon. Tiffany yang melihat itu tertawa geli.

“this is bomi, and eunji.” taeyeon memberikan satu persatu cotton candy pada kedua adiknya. Melihat tiffany yang memandangi warna pink dari cotton candy itu membuat taeyeon mengulas senyum “you want that?” tanya taeyeon.

Tiffany mengangguk pelan “tapi aku tak yakin bisa menghabiskannya sendirian.”
“tae unnie! Kau juga seperti itu. So. Go Share then!” celetuk bomi. Eunji yang disebelahnya mengangguk menyetujui saran bomi.

Kedua unnie itu hanya tersipu mendengar celetukan bomi.

Merek menghabiskan waktu sembari menaiki beberapa permainan. Untuj yang terakhir kalinya mereka menyisakan roller coaster sebagai penutup.

“unnie! Kau terlihat seperti hantu-hantu diTV. Hahahaha” celetuk bomi melihat rambut taeyeon berantakan setelah menaiki roller coaster.

“yaaa! Jika kau tak mengkucir rambutmu, kau lebih terlihat seram bom~ahh! You just lucky!” balas taeyeon tak mau kalah sambil merangkul adiknya dan mengacak-acak rambutnya.

Mereka melanjutkan langkah mereka menuju bazzar sambil mencari makan untuk makan malam.

“unnie! Couple Hairband itu sangat lucuuuu!” bomi dan eunji berteriak sambil menyeret taeyeon menuju sebuah toko.

“unnieee~” bomi dan eunji memamerkan aegyo mereka.

“arraaa! Pilih yang kalian suka. On me! I cant resist your cutness” ucap taeyeon sambil bergidik melihat tingkah kedua dongsaengnya.

Mata taeyeon tertuju pada tiffany yang sedang menatap hairbands warna pink dihadapannya.
“kau suka?” dari sisi kanan taeyeon terus memperhatikan tiffany.

Tiffany yang tak sadar karena sedari tadi terus memperhatikan hairbands itu tersenyum malu sambil mengangguk pelan, tak bisa menahan karena sangat menginginkan benda itu. Pink!
Tanpa berpikir panjang taeyeon mengambil hairbands yang sejak tadi dipandangi oleh tiffany berjalan menuju kasir. Melihat itu senyum tiffany semakin melebar.

“thankyou unnieee!!” celetuk bomi dan eunji disambut senyuman dari taeyeon.

“here you go.” taeyeon berjalan menuju tiffany dan memakaikan  hairbans dikepala tiffany. Perlakuan taeyeon itu membuat tiffany semakin tersipu. Degup jantungnya yang semakin kencang.

“tha-thanyou.” ucapnya tergagap.

“unnie! Kau juga harus memakainya! Tiffany unnie tak mungkin memakai keduanya!” bomi yang sedari tadi memperhatikan kedua unnienya yang terlihat awkward.

“fany unnie!” bomi memberikan kode pada tiffany.

Tiffany yang mengerti maksud bomi hanya terdiam karena degup jantungnya yang semakin kencang membuatnya terdiam. Selanjutnya apa yang dilakukan taeyeon padanya dilakukan juga olehnya. Memakaikan couple hairband itu dikepala taeyeon. “cute~” bisik tiffany sambil terus mengulas senyumnya.

“unnie! Itu! Lets go!” bomi yang melihat sesuatu dari kejauhan kembali menyeret kedua unnienya.

“Haunted House!” teriak bomi.

“bom~ah! Lets take break! Unnie sangat lapar.” rengek taeyeon.

“unnie! Ini yang terakhir. Unniee~ahh!” kembali bomi merengek dan kembali taeyeon tak bisa mengelak dari aegyeo dan puppy eyes milik bomi.

“hahhh. Okee bom~ah.” jawab taryeon lemas.

“fany~ahh. You come?” taeyeon menengok kearah tiffany yang sedikit ragu. “oke. Kau tak perlu memaksakan diri. Bom-”

“aku ikut tae. Hehehe” tak ingin membuat bomi kecewa dan tak ingin taeyeon merasa bersalah tiffany memutuskan untuk masuk kedalam permainan itu walau dia tau bahwa dia tak cukup nyali dengan permainan itu karena hal yang paling ditakuti tiffany adalah serangga dan hantu.

Mereka mulai memasuki rumah hantu itu. Efek suara mulai membuat tiffany merasa takut. “pegang tanganku. Aku tau kau takut fany~ahh.” ucap taeyeon dengan nada serius.
Mereka beruntung karena didalam sangat gelap so, pipi merah mereka tak terlihat satu sama lain tentunya.

Selama didalam tiffany terus bersembunyi dibalik punggung taeyeon dan tak sekalipun melepas genggamannya dari tangan taeyeon. Sebaliknya apa yang dirasakan taeyeon bukanlah suasana menyeramkan, bahkan dia tak ingin keluar dari sini. It’s because tiffany.
Setelah terlihat tulisan exit. Taeyeon merasa sedikit kecewa karena moment indah mereka harus berakhir.

“kalian berdua! Just date!” bomi berteriak kearah kedua unnienya sambil berlari menghidari hukuman dari taeyeon.

***

‘unnie. Ini aku. Bomi! Apa kuliahmu sudah selasai?’ bomi menunggu balasan sambil terus memandangi handphonenya saat tak ada balasan setelah beberapa menit. Dia memutuskan untuk mengirim pesan lainnya.

‘unnie. Hari ini jam 3 nanti akan ada singing competition dan hari ini adalah semifinal. Dan sahabatku lolos. Apa kau mau pergi bersamaku? Jeball unnie? Buing buing~’.

Dan lagi. ‘unnie. Come on~ kau tidak akan menyesal pergi kesana. Promise!’
Bomi menghela nafas mengistirahatkan kepalanya diatas meja. Merasa sangat bosan karena kelasnya selesai lebih awal, dan dia sudah berjanji dengan eunji akan datang dan memberi dukungan.

Beberapa menit kemudian dia merasakan handphonenya bergetar, dengan cepat dia mengambilnya dan membaca ‘bomi? Who?’

Bomi mengeluarkan poutnya dan membalasnya cepat.
‘unnie! Why?!’

‘why? Why?’ Bomi terdiam sesaat. Tak tau harus membalas apa dan disisi lain dia sangat ingin chorong menemaninya.

‘hahaha. Okay okay. Just kidding. Kau tidak perlu menyepam seperti ini. Aku baru saja menyelesaikan kelasku.’

‘asssssaaaa! Unnie. Tunggu disana. Aku akan menyusulmu. Dont move unnie!’ setelah membalas bomi bergegas membereskan barang-barangnya dan berlari keluar kelas.

“unnie! Hows your day?.” setelah bertemu dengan chorong bomi kembali nampak ceria, matanya tak lepas dari wajah chorong. Terus memandangi sambil terus tersenyum.

“membosankan kupikir. Dan berhentilah melihatku seperti itu” balas chorong.

“well. Sekarang ada aku yang akan membuatmu tak bosan hari ini unnie!”

Mereka berdua berjalan menuju theatre dimana kompetisi bernyanyi diadakan. Bomi mencoba mencari temannya, tangannya tak lepas menggenggam tangan gadis dibelakangnya.

“jung eunji!!!” bomi berteriak sambil melambaikann kedua tangannya berkali-kali.

“yaahh! Berhenti seperti itu! Kau sangat memalukan!” chorong berusaha menghentikan tingkah gadis yang lebih muda darinya.

Bomi sendiri tak berhenti dan semakin keras berteriak, membuat chorong menyerah. Walaupun begitu chorong merasa terhibur karena tingkah gadis didepannya. Gadis yang ceria, mood maker. Membuatnya tak berhenti tersenyum.

“unnie! This is eunji! Pemilik suara terindah nomor 2setelah unnieku” bomi memperkenalkan sahabatnya.

“senang bertemu denganmu unnie” ucap eunji sambil memamerkan eyesmilenya.
Chorong membalas senyuman dari eunji dan memberinya semangat.

“ahhh unnie! Kenapa kau bersikap baik pada eunji dan kau baru saja bertemu dengannya.” bomi memamerkan poutnya. Membuat chorong kemabali tersenyum dan ingin terus menggodanya.

“why? Tak ada salahnya aku bersikap baik pada eunji.” eunji hanya tertawa melihat tingkah mereka. Setelahnya dia harus bersiap dibelakang panggung.

“eunji~ah! Fighting!” teriak bomi.

“gomawo bom~ah!”

Setelah kepergian eunji, mereka berdua keluar dari backstage mencari tempat duduk.
“yaaaa! Bom~ah!” satu suara tak asing membuat mereka menengok kesumber suara, membuat bomi tersenyum “awww. My little unnie!” sapaan bomi membuatnya mendapatkan jitakan ringan dikepalanya.

“unnie! Appoo! Bukankah panggilanku membuatmu terlihat lebih muda?” celetuk bomi tak terima.

“yaa! Aku lebih tinggi darimu. Dan apa yang kau katakan memang bukan hanya terlihat. Memang aku masih sangat muda” balas taeyeon bangga.

“arra! Gezz! Ahhh unnie. This-”

“ahhh! Kau pasti park chorong. Hahaha. Bomi banyak bercerita tentangmu” belum selesai bomi berucap taeyeon memotong dengan percaya diri.

“ahhh ne miss. Park chorong imnida.” chorong memberikan bow pada taeyeon. “jangan seperti itu. Membuatku terlihat tua chorong~ahh. Just unnie.” melihat tingkah unnienya yang begitu ceria dihadapan chorong, bomi merasa sedikit tak aman.

“ahhh. Ne taeyeon unnie. Apa yang bomi katakan padamu unnie?” tanya chorong sedikit akward menggunakan bahasa yang akrab pada orang yang baru saja ia temui.

“soooooo mannnnnyy. The good chorong~ahh.” sekali lagi taeyeon mengulas senyumnya sambil memamerkan gigi rapinya. Melirik kearah dongsaengnya sambil memberikan wink.
“stop it! Its dirty unnie!” ejek bomi melihat aegyo unnienya.

“well. Whatever bom~ah, kita bicarakan dirumah. Gonna sit? Setelah satu penampilan ini dan giliran eunji.”

Mereka kembali bercakap-cakap tentang banyak hal dan menyaksikan penampilan eunji yang terlihat memukau dengan suara angelicnya. Dan saat pengumuman juara. Eunji berhasil mengambil hati para juri dan membuatnya memilili vote tertinggi. Eunji memberikan thanks to nya

“yes. Untuk teman-teman atas dukungnya. Khusus untuk my little reckless! Yoon bomi! Tak lupa juga untuk taeyeon unnie! Ahhh. Miss taeyeon! Dia banyak berperan untuk piala ini. Gomawooo unnie!” setrlahnya tepuk tangan meriah dialhadiahkan untuk eunji dan meminta encore.

***

“yaaa! Yoon bomi! Hahaha. Jadi kau memiliki rasa untuknya? Awww. Park chorong for my love right? Hahaha” taeyeon tak habis-habis menggoda dongsaengnya.

“aa-aisshh! Unnie! Kenapa jadi aku? Unnie! Jangan mengalihkan pembicaraan!” ucap bomi jengkel.

“tapi memang benar adanya. Tak ada apa-apa antara aku dan tiffany.”

“unnie! Aku bisa melihat tatapanmu pada tiffany unnie. Sangat berbeda! Aku tau itu!” bomi tak mau kalah.

“dan aku juga bisa melihat tatapanmu yang begitu hangat untuk chorong bom~ahh.” debat taeyeon yang juga tak mau mengalah.

“woaaahh! Unnie! Thats my line! Aisshh!” bomi yang merasa kalah membalikan badanya memunggungi taeyeon

“bom~ah! Com~on! Cerita pada unnie! Apa yang hatimu katakan?”

“ahhhhhrrggg mooooollllaaa!” bomi menggeleng-gelengkan kepalanya.

Taeyeon menatap sejenak gadis dihadapannya. Setelahnya memberikan jitakan ringan dipuncak kepala gadis itu.

“what now? Appooo unnie!” bomi mengusap puncak kepalanya.

“tell me. Apa yang kau pikirkan saat melihatnya?” taeyeon kembali melontarkan pertanyaannya kali ini dengan nada sedikit lembut.

Bomi berpikir sejenak. “emmm. Seperti orang yang penting untukku? Aku merasa tenang saat melihatnya. Feel diferent? Ahhh molllaa!” bomi menutup wajahnya yang sekarang memerah dengan bantal.

“aku sangat mengenalmu bom~ah! Kau memiliki rasa yang besar untuknya. Jangan terlalu lama untuk mengakuinya! Go on! My little baby!” taeyeon merengkuh bomi kedalam rangkulannya dan kembali memberikan jitakan-jitakan kecil pada dongsaengnya.

***

Bomi berdiri didepan tempat karaoke sambil menengok kiri dan kanan menunggu gadis yg dia tunggu. Malam sebelumnya bomi mengajak chorong untuk menghabiskan waktu bersama karena hari ini adalah hari libur. Sesuai yang chorong minta, mengapa dia berdiri ditempat itu.
Dari kejauhan dia melihat gadis yang dia tunggu berjalan maaih dalam state mengantuk.

“chorong unnie! Here!” bomi berteriak san melambaikan tangannya kearah chorong dengan riang.

“ini masih terlalu pagi bom~ahh. Kau merusak tidur cantikku” ucap chorong merajuk.

“good morning to you too unnie~” balas bomi sengaja tak menanggapi rajukan gadis yang masih memamangkan poutnya.

“letscicigoooo!” bomi menarik chorong memasuki tempat karaoke. Mereka berdua memesan room untuk 2 orang dan snack.

Baru saja masuk chorong sudah menempatkan diri dan mulai mencari judul lagu yang akan dia nyanyikan.

“huh! Bahkan kau sangat bersemangat unnie!” ucap boki melihat tingkah chorong.

“aku ingin cepat menyelesaikan ini dan kembali tidur!” celetuk chorong.

“whatever unnie. Lets have fun! Yeahh!”

Mereka mulai menyanyikan beberapa lagu, dan suasana mulai semakin gila setelah bomi’s rap. Chorong tak henti-hentinya tertawa karena itu. Dia tak tau dirinya dan bomi bisa semakin dekat seperti ini. Bisa mulai merasa nyaman saat bersama bomi. Ada perasaan spesial yang dia rasakan, sudah hampir 1 bulan mereka saling kenal. Perasaan yang sebenarnya dia sendiri belum mengerti.

Suara alarm dalam room menandakan waktu mereka tak banyak tersisa membuat mereka kembali memilih lagu untuk penutup.

“lets sing together unnie!” ucap bomi.

“aku tak tau lagu ini.” balas chorong.

“heol~ arra. I’ll sing for you unnie”

I wanna be love love for you. I wanna be love love for you.

Every night, I sit by my window (be my baby my love)
Every night, I close my eyes (be my baby my love)
Without anyone knowing or anybody knowing, you whispered into my ears yeah

oh my boo~ I keep on seeing you Baby yoo hoo hoo I’m always thinking about you Baby dumdumduroo ddooddoo dumdumduroo ddooddoo I want to call you my baby yeah

Will it be alright to leave it as a dream Everyday day I’m thinking
Sometimes I imagine me being next to you
It’s alright if it’s a dream, I just want to see you even like that (what to do with me) Today I’m thinking of you again, on this dark night

Sometimes I sleep fitfully (be my baby my love)
It’s tiring thinking of you (be my baby my love)
But I encouraged myself that even like this I’m happy, yeah

Oh my boo time keeps on going Baby yoo hoo hoo I wonder if he wouldn’t forget me Baby dumdumduroo ddooddoo dumdumduroo ddooddoo I want to call you my baby yeah

Will it be alright to leave it as a dream Everyday day I’m thinking
Sometimes I imagine me being next to you
It’s alright if it’s a dream, I just want to see you even like that (what to do with me) Today I’m thinking of you again, on this dark night

I wanna be love love for you. I wanna be love love for you.
If I’m beside him, If I’m beside him
I wanna be love love for you. I wanna be love love for you. Wanna Call You My Love Oh

Melihat bomi bernyanyi, pikiran chorong kembali melayang. Perasaan yang selana ini dia rasakan saat bersama bomi semakin kuat. Entah perasaan macam apa dia sendiri tak mengerti. Dia tau dia sudah pernah merasakan yang seperti ini sebelumnya, tapi dalam hatinya dia masih belum mau untuk mengakui. Luka lama yang dia miliki masih terasa baru dan sia masih belum mau untuk terbuka walau gadis yang ada dihadapannya ini memiliki posisi yang spesial dihatinya.

Bomi sendiri merasa sedikit lega karena apa yang dia nyanyikan adalah perasaan sesungguhnya yang dia rasakan untuk chorong, tapi dia berpikir chorong mungkin tak mengetahuinya. ‘let it flow’

***

Ini sudah hari ketujuh setelah mereka menghabiskan waktu liburan mereka di tempat karaoke. Mereka masih tetap bertukar pesan lewat pesan. Hubungan mereka semakin dekat setelah bomi mengungkapkan perasaannya lewat lagu yang dia sendiri tak tau apa chorong menyadari itu.
Bomi dengan malas melanjutkan langkahnya keluar dari restaurant tempat dimana ia bekerja part time.

Setelah dia sampai didepan pintu apartment dia menyadari pintu apartmentnya tidak tertutup.
“hahhh! Umma mabuk lagi.” dia menghela nafas dan melanjutkan langkahnya. Saat memasuki ruang tamu dia terkejut karena isi apartmenya sangat berantakan. Suara gelas pecah membuatnya berjalan menuju pantry. Dua sosok laki-laki sedang menghamburkan isi pantry. “si-siapa kalian?” bomi mulai merasa takut melihat kedua laki-laki itu.

“woahhh! Ternyata wanita tua itu mempunyai gadis yang cantik!” salah satu dari mereka berjalan mendekat kearah bomi.

“a-apa yang kalian lakukan?!” bomi sedikit berteriak tergagap sambil menarik langkah mundur.

“diamana dia menyimpan uangnya?” pria itu berjalan semakin dekat kearah bomi. Bomi tak menjawab pertanyaan itu karena dia tak tau apa yang dimaksudkan.

“keluar dari sini! Atau aku akan menelfon polisi!” bomi mengancam sambil mencari ponselnya.

“kita lihat siapa yang lebih cepat.” belum sempat bomi bisa menemukan ponselnya kedua pria itu berlari kearah tubuh mungilnya.

Satu dari mereka mengambil kain dan membungkam mulut bomi dan yang lain mendorong tubuh bomi menuju tempat tidur. Kondisi seperti ini tak bisa membuat bomi melawan tubuh mungilnya tertindih.

Pria yang kini berada diatas tubuhnya dengan kasar merobek baju yang ia kenakan, menampakan bra miliknya sambil memamerkan smirk menjijikan dihadapan bomi. Bomi terus berusaha memberontak tapi apa daya, dia sudah sangat lelah.

Pria itu mulai menjelajahi tubuhnya. Kedua pria itu mulai melucuti kain yang menutupi tubuhnya. Bomi terus berteriak dan mencaci. Tapi tak ada suara yang keluar dari mulutnya. Desiran darah didalam tubuhnya memuncak sengatan-sengatan kecil yang dirasakannya membuatnya bungkam dan matirasa.

Dia mulai merasakan nyeri dan sakit dibagian kewanitaannya. Keringat dingin yang tak berhenti mengucur bercampur dengan air mata yang sedari tadi terus dia keluarkan. Dia kotor san ternoda secara paksa oleh dua anjing kelaparan yang kini memakan habis fisik dan psikisnya.

Dia terus memejamkan matanya, tak ingin menjadi saksi bahwa dirinya kini ternodai. Tamparan dipipinya, rambutnya yang terus dijambak dan belaian-belain kasar dan menjijikan ditubuhnya tak bisa dia hindari. Kejadian ini terjadi begitu cepat dan tak bisa dia elakkan. Dia hanya terkapar lemas diatas tempat tidurnya setelah kedua pria tadi meninggalkan banyak noda didirinya, tubuhnya yang membiru dan beberapa luka lecet dan bagian bawah tubuhnya yang terasa kaku membuatnya tak bisa bergerak. “un~tae~unnie”

***

I’m sorry

Sorry gaes. Hohoho.. Minggu ini sama minggu depan belom bisa update. Mid semester telah tiba, dan dosen bimbingan workshop saya nagih terus. Jadi baru isa update mulai senin besok seninnya lagi *ngerti kan yak? :p oke gaes. Segini dulu. Sengaja bikin ini supaya ngga dikira kabur lagi. Hehehe. Wait for me. Bubeye 😋

All We Need Is Love [Chapter 3]

hai hai hai. kembali lagi nihh.. hohoho… terikamasih sekali lagi buat readers yang udah pada mampir khususnya yang udah pada comment, maaf kalau belum isa bales satu-satu. but i really appreciate it. dan maap jika agak aneh bahasanya, yaa karena belum sepenuhnya dapet feel buat nulis. tapi saya tetep usahain dan lanjutin. maap kalau banyak typo. maklum udah tuak. hahahaaha xD enjoy all! :)

Here the link for the FF from the real Author (Taenggo99) : https://www.asianfanfics.com/story/view/847524/all-we-need-is-love-bomi-taeny-taeyeon-chomi

***

Character :

Kim Taeyeon

Yoon Bomi

Tiffany Hwang

Park Chorong

Lee Sunkyu

Jung Eunji

My Darling – Apink BnN

Secret – Apink

Letter To You – Aurette and The Polska Seeking Carnival

This – Ed Sheran

When You Love Someone – Endah and Rhesa

I Love You Anyway – Mocca

I think I’m In Love – Mocca

Everyday Love – SNSD

Girls – SNSD

Stay Girls – SNSD

Not Alone – SNSD

OMG – TaeTiSeo

***

Tiffany menyelesaikan pidatonya dengan senyumannya, dan disambut meriah oleh tepuk tangan dari para siswa. Dia memperhatikan keramaian yang berkumpul di auditorium dan menemukan bomi yang duduk dibarisan paling depan yang sedang mengacungkan ibu jari untuknya.

Ini adalah salah satu acara tahunan yang diadakan oleh facultas psikologi, dan tiffany ditunjuk oleh pihak universitas untuk berpidato sebagai alumni.

Dia kembali duduk dikursinya dan acara itu berlanjut. Dia merasa sangat terhormat diberi kesempatan untuk bisa berbicara didepan mahasiswa dan dosen sebagai alumni dan juga merasa bangga pada mereka yang juga diberi kesempatan sama sepertinya.

Setelah acara selesai, tiffany ditahan oleh keramain yang ingin meminta berfoto bersama, dan dengan senang hati tiffany mengiyakan. Dia melihat bomi masih terduduk menyaksikannya. Ulasan senyum diwajah bomi trrlihat begitu merekah. Bangga.

Setelah sesi foto-foto selesai dan tiffany mengucapkan goodbye pada mereka, dia mendengar suara bomi “the famous tiffany sunbae!”

Tiffany berbalik badan “oh bomi hobae! Ohh! Aku harus pergi. Tak ada waktu untuk foto bersama, mungkin lain waktu.” candanya.

“heol. Siapa yang bilang ingin berfoto bersama?” ejek bomi.

Tiffany mengangkat alisnya “ohhh! Jadi karena sekarang ada taeyeon, kau berbicara seperti ini padaku? Kukira kau mengidolakanku bom~ah”

“kau tetap idolku unnie. Tapi karena kau menyuruhku memanggilmu unnie, jadi aku akan memperlakukanmu sebagai unnieku! Ahhh. Bicara soal tae unnie, do you wanna find her? Aku berencana menemui temanku di fakultas music.”

Tiffany dengan senang hati menerima tawaran bomi, merangkul bomi seperti adiknya berjalan dengan riang tak lepas senyum dari wajahnya menuju fakultas music yang berbeda beberapa blok saja.

Dijalan tiffany menanyakan tentang hubungan bomi dengan baekhyun karena penasaran. Bomi menghela nafas karena ternyata taeyeon menceritakannya pada tiffany. Walaupun dia merasa sebal, disisi lain dia juga merasa bangga karena sekarang kakaknya sudah mau terbuka. Membuat kekhawatarin bomi berkurang saat melihat bagaimana kakaknya yang dulu, yang selalu menyimpan semua tentangnya sendirian.

Dan itu juga dirasakan oleh tiffany, dia juga merasa senang dan bangga merasa ingin menjadi lebih dari teman dengan taeyeon. Lebih dari yang istimewa.

Saat mereka berjalan dalam koridor mereka mendengar suara yang tak asing walaupun dari kejauhan terdengar begitu lembut. Dan mereka berdua yakin suara itu adalah milik taeyeon.
Seketika bomi berbinar-binar “ahh! Taeyeon unnie pasti ada disini unnie”.

Setelah mereka mengintip pintu studio terlihat sosok perempuan berdiri disitu sedang bernyanyi sambil memegang teks lagu ditangannya.

Bomi meletakan telunjuk dibibirnya mengisyaratkan tiffany untuk diam sambil membuka perlahan pintu studio.

Pintu studio sedikit berisik saat terbuka, tetepi taeyeon tidak memperdulikannya karena konsentrasi bernyanyi.

Saat taeyeon menghentikan nyanyiannya dan kembali mempelajari teks lagu, bomi berteriak kencang sambil mengangkat kedua tangannya diatas “UNNIEEEEE!!!”

Taeyeon berteriak dan hampir terjatuh karena terkejut sebelum berbalik badan dan melihat adiknya tertawa lepas dan puas.

“YA! Yoon Bomi!!!” taeyeon memberikan death glarenya sebelum menangkap bomi dan mengurung bomi dengan jurus heaslock miliknya, membuat bomi berhenti tertaws karena kehabisan udara.

Taeyeon menengeok dan melihat tiffany tertawa dengan gaya khasnya. Tertawa tanpa suara sambil bertepuk tangan dengan eyesmilenya.

Dan jurus headlock sekaramg berubah menjadi pelukan. Taeyeon dengan sengaja menepuk-nepuk butt milik bomi.

Tiffany yang sudah puas tertawa maju mendekati mereka berdua “that was really beautifull tae. Aku bisa merasakan emosimu dalam lagu tadi. Gosh! Kenapa kau tak menjadi penyanyi?”

Bomi merengek dan melepaskan pelukan dari taeyeon karena kakaknya mulai mencubit-cubit buttnya. “aaihhhh! Stop it byuntae!”

Taeyeon terkikik dan menampar pelan bomi’s butt “thanks fany~ahh. Ini sudah menjadi seperti pekerjaan sampinganku.” taeyeon menjawab pertanyaan tiffany.

“yeahhh! Aku akui. She is the best singer in the world, but still a pervert too.” celetuk bomi sambil bersembunyi dibalik tiffany.

“yang aku maksud seperti penyanyi. Memproduksi album dan menggelar concert. Dunia sangat merindukan suara seperti yang kau miliki.

Pujian tiffany padanya membuat Taeyeon menyeringai ” kau menyanjungku terlalu berlebihan fany~ah. Anyway. Bom~ah. Tadi eunji bilang akan menemuimu.”

Dengan wajah kaget bomi tergesa berlari keluar ruangan meninggalkan keduanya yang melihatnya dengan bingung. Taeyeon tau bagaimana eunji jika sudah terlalu lama terabaikan. Bisa saja bomi dimakan habis olehnya? Hanya tersisa tulang belulang.

“fany~ahh. Apa kau bisa membantuku?” taeyeon bertanya sambil melihat teks lagu miliknya.
Tanpa berpikir panjang tiffany mengangguk.

“bisakah kau menyanyikan lagu ini bersamaku?”

“EH. WHAT?” tiffany membelalakan matanya terkejut. Taeyeon tertawa kecil sambil menjelaskan lagu itu akan dinyanyikan duet bersama sunny di club tapi dia tidak bisa berlatih dengan benar tanpa partner yang menyanyikan bagian milik sunny.

Setelah banyaj bujukan sari taeyeon, tiffany setuju. Pertama kali dia merasa sangat malu tapi setelah mengulang beberapa kali, dia bisa menemukan emotionnya dalam lagu itu.

I don’t know how long

It’s been since we’ve loved each other

I still don’t know your heart for sure

I’m laughing like it’s okay

But in reality, I’m not

Why is my heart like this, like this, I don’t know

You’re the hot sun and in front of you I’m ice

I melt from your gaze, my anger releases

You’re the brilliant moon, my steps toward you

I fell in love, Baby you’re my Darling

 

My eyes are wet from tears

I was originally arrogant until I met you Woo

Don’t make it hard for me, it hurts

I love you so much (I’m so sad)

You, please know my heart

 

Taeyeon terkagum mendengar suara husky milik tiffany. Riffany yang bernyanyi sambil memejamkan mata, memberikan emosi tersendiri saat bernyanyi. Sama sepertinya yang selalu memejamkan mata mencerna setiap lyric yang terucap.

Setelah mereka selesai berduet, tiffany menutup wajahnya “ahhh this is so embarrassing. Aku bernyanyi jika saat aku sedang sendirian.”

Tiffany merasakan tangannya ditarik dengan perlahan dan menatap wajah gadis dihadapannya. “that was awesome fany~ah! Kenapa kau menyembunyikan suara seindah itu?” tayeon tertawa kecil.
Taeyeon kembali merasa senang karena menemukan something new dari gadis bereyesmile didepannya. Gadis yang sudah membuatnya merasakan hal yang berbeda.

***

Kuliah telah usai, bomi berjalan lenggang tanpa arah didalam kampus, karena rasa penat dan lelah dengan mata kuliah yang diambilnya. Jam menunjukan pukul 4pm dan dia tidak berpikiran untuk pulang. Eunji sedang ada project dan dia harus pergi bersama teman kelompoknya, membuat mereka berdua tidak bisa menghabiskan waktu bersama.

Itu bukan berarti bomi tidak mempunyai teman lain, karena bisa disebut bomi cukup populer di kampusnya. Dia hanya sedang butuh waktu sendiri karena merasa lelah menjadi energy pill bagi teman-teman lainnya. Satu-satunya teman yang tau luar dan dalam dirinya tak lain dan tak bukan ialah eunji, dimana dia bisa terbuka pada eunji.

Bomi berpikiran ingin mengunjungi unnienya karena dia tau hari ini taeyeon tidak ada jadwal private lesson, dan pasti masih ada di kampus.

Dia menengok kekanan dan kekiri dan menyadari saat ini sedang berada di fakultas kesehatan, dimana dia belum pernah mengunjungi fakultas itu karena memang tak ada keperluan apa-apa. Dia melihat ayunan ditengah taman dan merutuki kenapa di sekitar fakuktasnya tidak ada yang seperti itu.

Dia meletakkan dirinya disisi kanan ayunan, mulai mengayun perlahan sambil menatap kosong taman yang mengelilinginya. Memikirkan tentang betapa frustasinya masalah dirumah.

Dia benci karena kenyataannya dia merasa sangat lelah melakukan apapun saat dirinya menghabiskan waktu luangnya untuk mencari kerja sebagai tumpuan keluarga, biaya kuliah dan untuk membayar berbagai hutang ibunya. Cafe dimana dia bekerja sekarang sudah banyak pegawai. Jadi dia hanya bekerja saat weekend saja.

Ucapan taeyeon kembali terngiang dipikirannya. Taeyeon mengatakan untuk tidak khawatir tentang masalah keuangan, karena dia akan membantunya. Tapi bomi merasa, dia tak ingin terus-terusan bergantung pada unnienya.

Dia menunduk melihat kedua kakinya yang terayun. Berpikiran ingin mencari pekerjaan lagi. Dan sekali lagi, jika dia membayar hutang-hutang ibunya, ibunya tetap tidak akan berhenti berjudi, dan lebih parahnya adalah karena ibunya alcoholism.

Dia merasa cukup kuat untuk bertahan tetapi tidak bisa melawan balik, karena itu adalah ibu kandungnya.

Dia menghela nafasnya lagi karena beban pikiran itu sambil memejamkan matanya. Beberapa saat dia mendengar hela’an nafas.

Sekali, duakali, tigakali… Bomi membuka matanya dan menengok sebelahnya. Seorang gadis dengan rambut hitam panjang, poni yang menutupi dahinya terlihat lebih muda darinya, duduk diayunan disampingnya.

Gadis itu juga sedang memandang kosong kedepan. Boki terus memperhatikannya. Dia terlihat seperti bidadari. Pikiran bomi terganggu saat terdengar kembali helaan nafas dari gadis itu.

“hey! Stop sighing! Feel depresing you know.” sifat bomi yang blak-blak kan tak bisa menghentikan omongannya.

Gadis itu menengok kearah bomi dan menatap bomi tajam, sebelun kembali pada pandangan kosong yang sebelumnya. “kau juga melakukannya!”

Bomi menggigit bibirnya menyeringai malu-malu saat dia tau apa yang dikatakan gadis itu benar. “itu berarti kita berdua sama-sama sedang depresi. Yoon bomi, you?”

Gadis itu terlihay ragu-ragu sesaat sebelum bergumam “Park chorong”

Bomi hanya mengangguk menanggapi “so, apa yang sedang kau pikirkan? Wanna share?”

“aku rasa tak ada perlunya aku berbagi cerita denganmu” jawab gadis itu dingin.

Bomi mengangkat alisnya menanggipi bagaimana dinginnya gadis itu, tapi dia biarkan. Tiba-tiba muncul pikiran gila dari otaknya.

Dia berdiri menggapai tangan chorong menariknya untuk berdiri dari ayunan “let’s have ice cream! My treat!”

“wha-yaahh!! Lepaskan aku!” chorong hendak berteriak dan meminta tolong sebelum bomi menatapnya dengan senyumnya yang lucu. “it’s my treat. Bagaimana bisa kau menolak sebuah ice cream pada cuaca yang terbilang gerah seperti ini.”

Chorong menyerah dan membiarkan bomi membawanya kemana dia akan pergi.

Chorong mengistirahatkan kepalanya ditelapak tangannya, sikunya berada diatas meja. Dia menatap sambil menghela nafas ketika melihat bomi kembali kemejanya sambil membawa 2 cups ice cream.
Bomi terkikik dan memberikan sendok padanya.

Mereka menyantap dalam diam sebelum bomi mencoba bersuara “kau tidak menyukainya?”
Chorong melihat kearah bomi. Merasa sedikit gusar karena melihat bomi yang mencoba membuatnya tenang. Bomi mencoba untuk membantunya, tapi dirinya tidak ingin peduli dan bersikap dingin.

“nah. Hanya saja aku merasa aneh karena bersama orang asing dan makan ice cream bersama” chorong kembalo menghela nafas dan memainkan ice creamnya.

“well. Aku tau kau park chorong and kau tau aku yoon bomi. Jadi kita saling kenal. Jangan khawatir. Unnie tidak akan membuatmu keracunan dengan ice cream ini.”

Chorong mengangkat alisnya “unnie?”

“yeahh. Kau bisa memanggilku unnie. Tak perlu terlalu formal.” bomi mengulas senyum dengan eyesmilenya.

“emhhh. Berapa umurmu?” chorong bertanya meremehkan

“21. Why?”

“i’m 23 kid! Damn you!”

Mendengar itu bomi meminta maaf dengan wajahnya yang memerah merasa malu. “woaahh. Slow down unnie. I’m sorry okay. Kau terlihat lebih muda dariku unnie.”

Mereka melanjutkan menghabiskan ice creamnya dalam diam. Dan bomi merasakan keringat didahinya karena sedikit takut pada senior dihadapannya kerena tingkahnya. Dia merutuki dirinya sendiri dalam hati karena sedikit tidak sopan.

Mereka masih terduduk disitu dalam diam setelah ice cream mereka lenyap. Mereka berdua tak saling pandang. Bomi masih terus merutuki dirinya dalam hati karena menyeret seorang senior.
“aku harus pergi. Thanks for the ice cream. Here.” chorong beranjak dari tempatnya sambil menaruh beberapa uang diatas meja sebelum pergi.

Bomi hanya terdiam. Merasa sedikit lega setidaknya karena kini dia bisa merutuki dirinya dengan sedikit leluasa.

“that’s unnie is cute” gumamnya.

***

Taeyeon mengusap dahinya mencoba mencari solusi. Dia berencan bernyanyi duet dengan sunny malam ini. Sudah menjadi kebiasaan mereka tampil berdua setiap bulannya karena sunny adalah pemilik bar ini.

Dan sunny sedang tidak sehat hari ini. Suaranya yang parau karena flu membuatnya tak bisa tampil malam ini.

Taeyeon tak bisa menyalahkan sunny karena sunny biasanya menjaga kesehatannya dengan baik. Itu mungkin memang kondisi sunny yang tidak sehat.

Taeyeon teringat saat latihan duet dan mengira tiffany akan sangat baik untuk menggantikan posisi sunny. Karena memang terbukti kemampuan tiffamy sedikit diatas sunny jika masalah vocal.
Taeyeon tidak mau mengecewakan para pelanggan yang kembali memenuhi bar.

Bar milik sunny ini sedikit berbeda dari bar yang lain. Kare a disini siapapun boleh unjuk gigi. Sudah banyak band-band dan penyanyi yang tampil dan itupun juga para pelanggan yang tampil. Saling menikmati karena mereka disini menghargai kemampuan masing-masing dari seseorang. Bukan hanya menanyi, tapi juka bermain alat musik, atau dance, dan sebagainya. Karena itulah taeyeon tak ingin mengecewakan mereka semua.

Tersisa 10 menit sebelum penampilan taeyeon. Dia kembali harus membujuk tiffany beberapa kali untuk tampi duet bersamanya. Taeyeon beberapa kali meyakinkan tiffany jika mereka semua akan menyukai suaranya. Karena memang tiffany mempunyai skill. Karena dorongan tayeon dan teman-temannya tiffany tak punya kekuatsn untuk menolak. Akhirnya dia mau untuk berduet. Dan lagu yang dipilih taeyeon memang pernah dinyanyikan bersama dengannya. Jadi tak perlu waktu lama untuk penyesuaian.

“thanks fany~ah!” taeyeon dengan refleksnya memeluk tiffany, lalu menggandeng tangannya berjalan menuju backstage.

“calm down and look at me. Dengar, suaramu indah. Kau bisa melakukan ini dan aku yakin mereka akan menyukaimu. Trust me!” perkataan taeyeon membuat tiffany merasa tenang walau sekarang rasa grogi memenuhi dirinya. Tapi dia percaya pada taeyeon dan dengan itu saatnya mereka berdua melangkah keluar menuju stage.

Tepuk tangan dan teriakan yang meriah menyambut mereka. “hey again! Good night everyone. Malam ini seharusnya aku dan sunny yang tampil tapi karena sang boss tidak dalam stage fit.” teriakan kecewa dari para penonton terdengar riuh “but! here! Aku membawa seorang bidadari dengan suara yang tak kalah indah she is Tiffany. Dan aku yakin kalian akan menyukainya” mendengar itu para penonton kembali berteriak dan bertepuk tangan. Antusias dari mereka kembali muncul.

Tayeon menepuk lengan tiffany lembut. Memberikan tatapan hangat padanya. Tiffany membalas tatapan itu dengan eyesmilenya. Membuat tayeon juga merasa tenang.
“okay here we go!”

Sepanjang penampilan mereka berdua terus bertukar pandang. Saling menatap satu sama lain menciptakan eyecontact yang indah. Membuat penampilan mereka berdua semakin mempesona dan seluruh bar kini berteriak dengan penuh antusias.

“cheerrsss!” sooyoung berseru sambil mengangangkat gelasnya diikuti oleh taeyeon, tiffany dan bora. Setelah perform taeyeon dan tiffany kembali bergabung bersama dengan bora dan sooyoung, dan kembali membicarakan tentang duet mereka.

Orang-orang yang berlalu lalang melewati meja mereka terus memberikan pujian untuk tiffany, dan membuat pipi tiffany bertahan seperti tomat. Dia sangat berterima kasih kepada mereka karena pujian-pujian dari mereka, sambil memamerkan eyesmilenya yang cantik. Melihat itu taeyeon ikut merasa bangga dan terlihat dia terus tersenyum memandang tiffany. “I told you. Mereka akan menyukai penampilanmu. Kau mendapat fans baru fany~ah!” ucap taeyeon sambil bercanda.

“kurasa sunny akan mengijinkanmu sebagai artis disini jika kau mau.” Celoteh sooyoung disambut pukulan ringan dari tiffany sambil tertawa.

“yeahh. Sebenarnya tiffany memang dulunya bagian dari anggota paduan suara, dan aku tak tau mengapa diawal dia terus menolak. Heihh! Tiff, you’re so mean!” sambung bora sambil menyipitkan matanya menatap tiffany.

Taeyeon sedikit terkejut mendengar cerita tiffany dari bora “kenapa kau tak bilang padaku?”
“well. Kau tak bertanya padaku.” jawab tiffany sanbil terkikik ” itu sudah sangat lama, sekitar 10 tahun yang lalu? Since highschool.” tambah tiffany.

Mereka berempat berbincang-bincang sedikit lebih lama sebelum taeyeon berencana akan pulang, dan sooyoung harus melanjutkan shiftnya.

Tiffany menawarkan tumpangan untuk taeyeon karena bora membawa mobilnya sendiri.

“aku tidak mabuk tae. Jangan khawatir.” canda tiffany disambuy anggukan polos dari taeyeon. “this girl really cute. Super cute!” Melihat ekspresi taeyeon membuat tiffany merutuk dalam hati.
Dalam perjalan taeyeob tak berhenti memberikan complimentnya untuk tiffany. Karena dimata taeyeon. Penampilan tiffany tadi sunggu mengagumkan, dan kembali membuat wajah tiffany memerah.

“emhhh. Taeyeon~ahh. Siapa yang memilih lagu itu?” tiffany menengok kearah taeyeon.

“of course it’s me!” jawab taeyeon sambil. Menyibakkan rambutnya kebelakang, berlagak sombong.

“ahhh. It’s you?” taeyeon mengangguk ” then who is this?” tiffany kembali bertanya dan kini membuat taeyeon membelalakan matanya.

“who? What?”

“jangan berlagak bodoh taeyeon~ah. I know it! Dari riliknya benar-benar menggambarkan saat kau sedang jatuh cinta.” ucap tiffany sambil memberikan smirk evil pada taeyeon.

“aniiyaa.” jawab taeyeon pendek. Tak ingin memperpanjang pembahasan. Sudah jelas bukan, jika lagu itu memang untuk tiffany. Akhirnya taeyeon tau dan merasakan rasanya jatuh cinta. Saat menanyikan lagu itu, taeyeon tak pernah melepas pansangannya pada tiffany. Dan yang ia sendiri rasakan saat itu seperti dirinya terjatuh diawan yang lembut nyaman dan hangat. Hanya dengan menatap matanya.

“I really like you taeyeon~ahh.” satu kalimat itu berhasil membuat taeyeon memerah.

“thanks fany~ahh. And i’m too. Really really like you.” dan mereka berdua kini sama-sama memerah.

“thanks tae. Aku mendapat pengalaman besar hari ini” ucap tifdany dari dalam mobil setelah mereka sampai di depan apartment taeyeon.

“aku yang seharusnya berterima kasih padamu karena mau mengisi tempat sunny untuk berduet denganku. You really have a great voice tippany.” balasan taeyeon sambil memberikan winknya.

“good night tae. Have a nice sleep and dream then”

“you too fany~ah. And have a safe drive”

“bye!”

Tiffany merasa sedikit lega karena sekarang ia bisa tersenyum lebar mendengar kata-kata dari taeyeon. Dan dia sedikit merasa gila karena mulutnya yang tak bisa diajak kompromi, mengatakan bahwa dia menyukai taeyeon. Tapi itu tak membuatnya menyesal karena apa yang ia katakan benar adanya dan langsung dari hatinya, keluar begitu saja. Walaupun dia masih merasa bingung dengan perasaanya sendiri terhadap taeyeon. Dia mengakui jika kehangangatan dan rasa nyaman selalu ada ketika ia sedang bersama dengan taeyeon. Mulai dari humor yang dilontarkan, compliment tentang dirinya, dan juga tatapan hangat dari taeyeon saat dia menatap matanya. “aihhh! Apa yang sebanrnya ada dipikiranmu miyoung~ah!” tiffany merutuki dirinya sendiri.

***

Bomi berpamitan pada bossnya sebulum berjalan keluar meninggalkan cafe dimana dia bekerja. Menghela nafas panjang, memikirkan segala sesuatu yang dia kerjakan hari ini. Merasa sedikit lelah. Dia berjalan melenggang menikmati angin yang menghembusnya. Melihayly sepinya han river dari jarak tak begitu jauh dari temparnya, membuatnya menunda rencana istirahatnya walaupun sekarang sudah menunjukan pukul 10pm. Dia selalu menikmati berjalan-jalam sendirian di han river. Tenangnya air di sungai itu membuat merasa sedikit nyaman.

Ketenangan membuat pikirannya yang penuh dengan beban sedikit terlupakan. Dia kembali berjalan, melihat beberapa pasangan yang sedang menikmati waktu mereka. Boki melewati satu diantars beberapa pasangan itu, mencari tempat untuk duduk yang terasa pas dan tidak ada banyak orang. Dari jaraknya dia dapat melihat seseorang gadis yang sedang terduduk sambil memeluk lulutunya, terdengar isakan dari gadis itu. Bomi merasa tertarik karena sedikit tak asing dengan postur dari gadis itu.

“chorong unnie?” bomi memastikan.

Gadis yang sedang tertunduk itu mengangkat kepalanya menatap bomi. Wajahnya penuh dengan air mata walau dia terus berusaha mengusap-usapnya.

Tanpa berpikir panjang bomi duduk desebelahnya dan memberikan pelukan untuk gadis yang kali ini harus mengalah untuk melepaskan kesedihannya.

“let it all out unnie. It’s okay.” ucap bomi lenbut masih memeluk gadis itu. Perlakuan bomi membuat chorong menangis lebih deras dan isakannya semakin terdengar kencang. Melihat itu bomi merasakan hatinya yang bergejolak. Bomi semakin mengeratkan pelukannya mengusap-usap punggungnya, memberikan kenyamanan yang besar untuknya. Dan berharap akan berhenti menangis karena bomi merasa tak ingin melihat tangisan dari gadis itu.

Perlakuan protective darinya membuat dia mengingat bagaimana dulu dia sering melakukan itu untuk taeyeon, dan yang ingin dia lakukan adalah membantu menghilangkan kesedihan yang sedang “dirasakan unnienya.

“Bom~ahh. Entah apa yang akan terjadi jika setelah ini kau yang akan pergi jauh meninggalkanku. Setelah kepergian ayahku sekarang, aku merasa sangat takut jika setelahnya aku akan kehilanganmu dengan cepat.” Taeyeon terus menangis dipelukan bomi. Saat ini dia sangat membutuhkan kekuatan disaat dia hanya bisa tersungkur lemas didepan nisan sang ayah yang pergi menyusul ibunya.

“unnie. Aku bahkan tak ada keinginan untuk meninggalkanmu, yang aku inginkan hanya bersamamu, membuatmu merasa nyaman dan terus menyayangimu. Tae unnie, kau sangat berharga bagiku, aku akan terus ada untukmu, aku akan terus menjadi kesayanganmu.” Bomi mengusap lembut punggung taeyeon, memberikan rasa nyaman pada gadis yang sekarang tak berhenti menangis.

“unnie, ini kali pertama aku melihatmu menangis, dan aku begitu mengerti kesedihanmu. Dan melihatmu seperti ini, membuatku semakin ingin untuk bisa terus melindungimu. Aku tau aku lebih muda dariku dan aku tau kau tak akan setuju dengan ini. Tapi inilah keinginanku unnie. Kita akan terus bersama.” Ucap bomi, dia semakin mengeratkan pelukankannya untuk taeyeon.

Setelah beberapa saat, tangisan chorong mulai reda, dia melepas pelukan dan menatap bomi. Terlihat baju bomi yang sudah basah karena ulahnya.

“mianhe. aku membuat bajumu basah.” Chorong bergumam sambil menunjuk baju bomi.

Bomi melihat kebawah kearah bajunga sebelum dia kembali menatap chorong. “ini hanya baju unnie. Tak masalah. Apa kau sudah merasa baikan?”

Chorong hanya mengangguk dan kembali memeluk lututnya.

“kau bisa berteriak unnie, mengeluarkan amarahmu.” ucap bomi sambil menatap wajah chorong.

Kediaman tercipta beberapa saat, mereka berdua hanya menatap kosong kearah depan, kearah sungai.

“My ex. Dia kembali bermain hati. Aku melihatnya berjalan berdua dengan gadis lain lagi di mall hari ini. Aku pikir aku sudah bisa benar-benar melupakan setelah kami mengakhiri hubungan. Tapi ternyata kembali melihatnya bersama gadis lain, tetap saja aku merasa sakit.” Kembali ia bergumam. Menceritakan apa yang membuatnya menangis.

Bomi menatap gadis itu sambil mengerutkan keningnya. “dia tidak pantas mendapatkanmu unnie.”

Dan saat tidak ada jawaban dari gadis itu, bomi melanjutkan “dan kau terlalu baik untuknya. Setidaknya kau sudah tau seperti apa dia. Dia bukan untukmu unnie”

Chorong hanya menatap kedepan, tidak ada niatan untuk membalas apa yang dikatan bomi.

“ahhh unnie! Aku ingin menceritakanmu tentang apa yang terjadi padaku hari ini. Aku merasa ini sedikit lucu. Emmhh. Orang yang aku sukai, hari ini dia mengajakku hangout. Dan ternyata dia mengajakku hangout untuk bercerita bagaimana dia sedang menyukai orang lain, dan lucunya orang yang dia sukai itu adalah orang yang sangat dekat denganku, lucu bukan? Dan dia bilang itu adalah love at first sight, mendengar itu aku ingin menertawakannya, tapi dia juga temanku. Dan herannya, saat mendengar ceritanya, aku tak merasakan apa-apa. Mungkin memang aku merasa sedikit kecewa tapi entah kenapa aku tidak merasa sedih. Jadi mungkin, aku tak mempunya rasa apa-apa padanyakan?”

Dia terkiki dan kembali melirik gadis disebelahnya sambil menghela nafas. Dia tau bahwa dia tak akan mendapatkan jawaban atau respon dari gadis yang sekarang masih menatap kosong kearah sungai. Tapi dia merasa tak ingin meninggalkan gadis itu sendirian.

“mungkin memang dia bukan untukmu.” Chorong buka bicara.

Mereka berdua saling menatap. Bomi sedikit bergidik mendengar jawaban dari chorong. Chorong tersenyum melihat tampang bomi.

“thanks bomi~ah. Ini sudah larut, kau harus pulang.” Ucap chorong lembut sebelum berdiri. Sebelum chorong bisa melangkah, bomi menahan tangannya.

“unnie, ini kedua kalinya kita bertemu. Jika kita bertemu kembali untuk yang ketiga kalinya, kau harus memberiku nomor kontakmu, okay!? Bye unnie, and cheer up!” bomi tertawa sebelum berjalan pergi kearah yang berlawan dari chorong. Chorong sendiri hanya menggelengkan kepalanya tak percaya.

***

Bomi menjatuhkan tubuhnya dikasur milik taeyeon, bersamaan dengan sunny, mereka berdua sedang berkompetisi dalam game di handphone mereka.

Taeyeon berjalan masuk ke kamarnya sambil membawa snack. “yaa! kita bisa bermain diluar! Kenapa harus dikasurku?!”

Dia menghela nafas sesaat karena tak ada jawaban dari mereka berdua yang sangat serius dengan gamenya. Taeyeon menaruh snacknya diatas meja dan melompat dipunggung sunny dan bomi.

“ahhh! Yaa! get off me!!” pekik sunny.

“unniee! Aiihh! Don’t! aku bisa kalahh!” disisi lain bomi merengek. Mereka berdua masih terfokus pada layar mereka masing-masing.

Taeyeon memejamkan matanya tak menggubris celotehan mereka berdua yang kini berada dibawah punggungnya sambil menggeliat-geliat.

Mereka mendengar suara bell pintu, dan membuat taeyeon terbangun.

“AHHH UNNIEE! Aku kalahh! Ini semua karena tingkahmu!!” bomi kembali merengek dan menutup wajahnya dibalik bantal sedangkan sunny berteriak merayakan kemenangannya.

Taeyeon mengangkat kedua alisnya sambil mengusap-usap keningnya melihat tingkah mereka berdua sebelum berjalan keluar kamar untuk membuka pintu. Dia merasa sedang merawat dua ekor monyet dikamarnya.

“oh baekhyun~ah? Apa kau mencari bomi?” taeyeon sedikit terkejut melihat siapa yang berada didepan pintu.

Baekhyun menggaruk kepala bagian belakangnya “anni. Sebenarnya aku kemari untuk bertemu denganmu Ms.Kim.”

“me? Why?” taeyeon mengangkat dua alisnya bingung sambil menunjuk dirinya sendiri.

“yeahh, errmmm…” baekhyun berhenti sejenak sambil berdehem membasahi tenggorokannya. “Ms.Kim aku menyukaimu. Sejak saat pertama kali aku melihatmu. Aku tau, aku masih seorang pelajar, tapi aku hanya ingin mengungkapkan perasaanku, a-aku benar-benar menyukaimu. Emm.. jika suatu saaat nanti aku lulus, dan kau masih sendiri, setidaknya beri aku kesempatan, emm nuuna?”

Taeyeon melihat baekhyun dihadapannya dengan terkejut sebelum baekhyun menarik tangannya dan meletakan bouquet bunga digenggaman tangan taeyeon. “kuharap kau tak berubah saat melihatku Ms.Kim karena apa yang aku lakukan hari ini. hanya saja aku harus melakukan ini karena otakku yang benar-benar gila karenamu. Aku akan menerima dan sudah siap jika kau menolakku.”

Taeyeon mengedipkan matanya beberapa kali dan menemukan dirinya terbungkam tak berkata apa-apa karena masih shock. Tawa dan teriakan yang keras dari dua monyet dari kamarnya membuatnya tersadar.

“mianhe baekhyun~ah. Aku sekarang sudah memeliki orang lain. Ani, aku juga sedang merasakan sama seperti yang kau rasakan. Emm, apa bomi tau tentang ini?”

“yeah. Sebenarnya aku sudah bercerita padanya. Bahkan dia memberikan semangat untuk ini karena inilah kata hatiku. Dan. Emmmh… kurasa orang itu sangat beruntung karena sudah mengambil hatimu, Ms.Kim. dan, aku rasa aku harus pergi. Dan , jangan memperlakukanku berbeda karena aku melakukan ini Ms.Kim” ucap baekhyun sedikit tergagap karena rasa nervous.

“don’t worry baekhyun~ahh. Kau laki-laki yang berani. Dan aku harap kau bisa menemukan gadis yang cocok untukmu saat waktunya nanti.” Taeyeon tau apa yang dia lakukan benar, karena dia tak mau membuat anak itu merasa sedih.

Setelah kepulangan baekhyun, taeyeon berlari menuju kamarnya untuk menemukan bomi, dan ternyata dia sedang terperangkap dibawah tubuh sunny yang sedang menggelitikinya.

“unnie! Selamatkan akuu! Please!” bomi tertawa sambil mengeluarkan air matanya berusaha pergi dari siksaaan sunny.

Taeyeon hanya berdiri didepan pintu. “bom~ah! Kenapa kau tak menceritakan padaku tentang baekhyun?”

Pertanyaan dari taeyeon membuat mereka berdua berhenti bermain dan menatap kearah taeyeon. “apa yang terjadi dengan baekhyun?” Tanya sunny.

Taeyeon menceritakan apa yang terjadi barusan, terus menatap bomi meminta jawaban. Taeyeon berpikiran bahwa bomi sangat menyukai baekhyun. Tapi setelah mendengar penjelasan dari bomi, taeyeon merasa lega karena dia tak mau menjadi penghancur kebahagiaan adiknya.

“so unnie, jangan khawatir, itu hanya perasaan singkat saja, tak lebih”

Taeyeon menganggukan kepalanya dan tersenyum, sebelum itu berubah menjadi evil smirk sambil menatap sunny memberikan kode dengan winknya.

Bomi menyadari itu, tapi sebelum dia bisa menghindar dan lari, taeyeon dan sunny sudah menangkapnya cepat dan kembali menerima gelitikan dari kedua unnienya.

***

All We Need Is Love [Chapter 2]

Hellooo. here the update. thanks buat kunjungannya, udah mampir juga. spesial thanks buat yang udah comment, it’s mean alot for me, and comment again for my goods :) dan maaf kalau typo – typo ^^ nggak panjang-panjang, check it out.

Here the link for the FF from the real Author (Taenggo99) : https://www.asianfanfics.com/story/view/847524/all-we-need-is-love-bomi-taeny-taeyeon-chomi

***

Character :

Kim Taeyeon

Yoon Bomi

Tiffany Hwang

Park Chorong

Lee Sunkyu

Jung Eunji

 

Cater To You – Destiny Child

Take A Bow – Rihanna

Someone Like You – Adele

Mayday Mayday – BoA

Thank You – CNBlue

Wanna Be – Apink

U You – Apink

Day By Day – SNSD

Dear Mom – SNSD

***

Suara yg tak asing dari beberapa langganan menyapa taeyeon sesaat setelah taeyeon masuk kedalam bar. Dia tersenyum menyapa mereka sambil berjalan menuju kearah meja bartender menemui temannya.

“hei youngie~ahh.” dia menempatkan diri dikursi depan bar sambil menatap sooyoung yang sedang meracik mimuman para pelanggan.

“hey taenggoo! Ingin sesuatu?” ucapnya dengan riang melihat temannya.

“nah. Emmhh. Dimana sunkyu?” taeyeon mulai mencari sosok teman baiknya.

“hahh! Yaa! Apa hanya sunny yg selalu kau cari? I’m here you midget!” celetuk sooyoung dengan kesal sambil memamerkan aegyo murahan miliknya.

Taeyeon hanya menatap heran. “damn it! Stop that disgusting face!”

“two margaritas please” suara yang tak asing itu membuat taeyeon menengok keaeah sumber suara, menajamkan matanya pada gadis itu.

“ohh! Ms.hwang!?” dia bertanya terkejut saat menyadari gadis itu adalah tiffany. Tiffany dengan cepat menengok kearah taeyeon. Dia mengangkat alisnya sambil menunjuk gadis yang memanggilnya tadi. “ehh? Ohh! Taeyeon?!” tak berbeda dengan taeyeon. Wajahnya juga terkejut saat melihat taeyeon.

Taeyeon tertawa kecil dan menangguk sebagai jawaban, sedikit kecewa karena tiffany hampir melupakan namanya.

“wow hey. Kebetulan sekali. Taeyeon~ahh. Berhenti memanggilku ms hwang. Looks really old.” tiffany tertawa sembari memamerkan keindahan eyesmilenya. Taeyeon yang melihat itu kembali terpesona.

“who is this?” gadis disebelah tiffany bertanya pelan.

Tiffany mengenalkan sahabatnya, bora pada taeyeon, sebelu sooyoung memberikan minuman pada mereka. Mereka berbincang bincang sebelum taeyeon harus pergi untuk bersiap akan tampil.
Tiffany memandang taeyeon yang berjalan menjauh. Dia mengobservasi masa depan taeyeon saat mereka berbincang. Dia merutuki dirinya kenapa dia

Tidak menyadari kecantikan taeyeon saat sesion dengannya. Matanya yang lucu, hidung, telinga dan…bibirnya. Terlihat sangat cantik.

Disisi lain taeyeon merasa berbeda, kali ini dia merasa sedikit nervous sambil meregangkan otot-ototnya. “ini tak jauh berbeda dari penampilan-pemampilanku yang sebelumnya, tapi kenapa aku merasa sangat nervous. Damn it! Karena dia menonton? Arrgg!! What the hell going here?!” taeyeon merutuki dirinya dalam hati sambil menampar pipinya pelan. Mencoba mengembalikan kesadarannya.

Saat lampu sorot mulai menyala, dia berjalan menuju panggung kecil dengan senyum yang lepas dari wajahnya, disambut dengan tepuk tangan dari para pengunjung club.
“nice too see you again! Haii! Taeyeon menyapa mereka. Teriakan dan tepuk tangan terus mengiringinya.

“malam ini aku ingin menyanyikan sebuah lagu yang bercerita tentang seorang gadis yang menginginkan pasangannya menjadi kebahagiannya. Dan dia ingin memberikan hidupnya pada pasangannya. Jika kalian sudah memiliki cinta itu, pastikan kalian selalu menghargainya. Here for you all. Cater to you”

Let me cater to you

Cause baby this is your day

Do anything for my man

I got your slippers, your dinner, your dessert, and so much more

Anything you want just let me cater to you.

Inspire me from heart

Cant nothing tear us apart

You’re all i want in a man

I put my life in your hand

I got your slippers, your dinner, your dessert, and so much more

Anything you want just let me cater to you

Setelahnya penampilan itu, kembali tepuk tangan meriah dan teriakan dari pengunjung club terus terdengar dan setelahnya pengunjung mulai berteriak “encore encore encore”
Karena suasana hangat malam ini, sunny yang berdiri disamping stage memberikan kode pada taeyeon untuk menanggapi permintaan mereka.

“wooww! You all the best for me! Thanks for all the time. And here! Take a bow” tambah taeyeon sebelum kembali bernyanyi. Memberikan kode pada kru band dibelakangnya.

Oh. How about around of applause?

Standing ovation? Ooh. Oh yeaahh.

Yeah y-yeah yeahh.

You look so dumb right now

Standing outside my house

Trying to apologize

You’re so ugly when you cry

Please, just cut it out

Sekali lagi setelah penampilan selesai, tepuk tangan dan teriakan semakin meramaikan suasana club “thats for today. Thanks and have a great night everyone” ucap taeyeon dengan senyuman yang tak lepas darinya sebelum meninggalkan stage. Orang-orang mulai maju kedepan memberikan tips dikotak besar didepan panggung, merasa sangat terhibur dengab penampilan taeyeon malam ini.

“taeyeon~ahh. Siapa gadis itu?” sunny menyambut tayeon yang baru saja turun dari stage.

“huh? Gadis?” taeyeon bertanya balik mengangkat kedua alisnya.

“eeihhh! I know it! Tatapanmu tak pernah lepas darinya selama penampilan tadi”

“ahhh!!?? Kau menyadari itu? Damn it you midget! Stupid me!” taeyeon tak bisa menyembunyikan wajahnya yang memerah karena godaan sunny.

“who is she?” sunny kembali bertanya.

“tiffany” setelah dia berucap, satu tepukan lembut dipundaknya membuatnya berbalik. Tekejut melihat tiffany yang kini berada dibelakangnya. “taeyeon~ahh! Tadi itu sangat cantik. Aku tak tau kau punya suara seindah itu.” tiffany memuji. Membuat wajah taeyeon semakin memerah.

“ahhhh. T-thanks. Aku senang kau menikmatinya.” ucapnya. Dia menghela nafas lega karena lampu yang redup. Dia tak ingin tiffany melihat wajahnya yang terlihat seperti tomat sekarang.

Taeyeon memperkenalkan tiffany pada sunny sebelum sunny pergi untuk mencari sooyoung dan meninggalkan mereka berdua sambil memberikan wink pada taeyeon sebagai kode.
Saat mata mereka terkunci satu sama lain, mereka bertatapan sesaat bersamaan dengan
Yang sudah mulai awkward.

“umm. Kalau begitu aku pamit taeyeon~ahh. Bora menungguku diluar. Sampai bertemu lagi. And your performance really beautifull. I’m your fans now.” ucap tiffany kembali tersenyum dengan eyesmilenya yang indah. Membuat taeyeon berbunga-bunga.

“take care tiffany”

***

Bomi terus memperhatikan sekitar sambil sesekali melihat jam ditangannya. Mencoba untuk menemukan kakak tercintanya.

“bom~ahh!” suara itu membuat bomi menengok kebelakang melihat kakaknya yang kini sudah memeluknya. Memberikan senyuman pada kakaknya dan berjalan bersama menuju ke gedung fakultas music.

Dia mendengar dari eunji bahwa sekarang department music sedang mencari vocal trainer untuk mengganti guru senior yang akan pensiun. Dan dengan segera menyampaikan info itu untuk kakaknya. Dan dengan mudah taeyeon lolos interview. Yaa. Tak diragukan lagi kemampuan dari kakak kesayangannya itu.

Taeyeon menerima tawaran itu karena dari sisi payment dia akan mendapat lebih besar daripada private vocal yang dia tekuni. Dan yang terpenting taeyeon bisa lebih sering bertemu bomi walaupun mereka berbeda gedung.

“aku tau kau akan terkenal dengan cepat disini unnie. Berhenti panik seperti itu.” bomi tertawa kecil melihat tingkah kakaknya. Tayeon selalu panik jika dia dalam state nervous “aku terbiasa mengajar satu orang, dan sekarang aku harus mengajar 1 kelas. Omaigaad!” rengek taeyeon.

“ohh! Heyy bomi!” dua gadis itu menengok ke sumber suara bersamaan. “o-ohhh! Baekhyun. Hi!” bomi sedikit terkejut. Taeyeon menahan tawanya melihat adiknya yang sekarang memerah.
Baekhyun menatap taeyeon setelahnya kembali pada bomi “ahh. Dia kakakku. Taeyeon. Ani. Ms kim.” bomi menatap malu pada kakaknya.

“ewww. Ms Kim? Terasa sangat aneh jika panggilan itu keluar dari mulutmu” bisik taeyeon sebelum menatap baekhyun “hi! Baekhyun. New vocal trainer disini. Oh! Apakah bomi mempunyai reputasi buruk disini?” pertanyaan itu membuat bomi memukul pelan lengan taeyeon.

Baekhyun tertawa “nah. Dia sangat terkenal sebagai energy pill, sangat ceria” kalimat itu membuat bomi semakin memerah membuat taeyeon bergidik melihat tingkah adiknya.
Panggilan dari teman baekhyun membuatnya harus pergi. Membuat taeyeon kini lebih puas menggoda adiknya.

“kalian terlihat lucu” ucap taeyeon dan kembali menghadiahkan pukulan dilengannya.
Bomi berpamitan padanya untuk menuju kegedungnya. Membuat taeyeon kembali panik. Dia hanya berdiri didepan pintu kelas sambil terus-terusan menghela nafas. Menghinotis dirinya sendiri supaya berkurang rasa nervousnya.

Taeyeon mulai memperkenalkan diri didepan kelas sebelum memulai. Dia merasa lega karena
Baekhyun ternyata ada dalam kelasnya. Dan dia akan diberondong banyak pertanyaan oleh bomi jika tau baekhyun ada dikelasnya.

Kelas hari ini terasa lancar baginya. Disaat dia diminta untuk bernyanyi. Taeyeon tak menilak dan memperlihatkan sisi profesionalnya sebagai dosen dan juga sebagai penyanyi.
Seisi kelas terkagum pada suaranya membuat banyak pertanyaan yang mereka lontarkan untuk taeyeon.

Sesaat setelah kelas usai. Baekhyun menghampiri taeyeon. ” emm. Ms kim bisa aku minta contact-” belum selesai baekhyun berucap taeyeon memotong. “ahhh. Bomi?” baekhyun hanya mengangguk sebagai jawaban.

“sangat lebih baik jika kau menanyakan langsung padanya” taeyeon memberikan senyumnya pada baekhyun.

“ahhh. Okay ms kim. Emm. Kau memiliki suara yang indah by the way ms kim”
Taeyeon berterimakasih padanya sebelum beranjak dan merasa senang dalam hati karena mendapat berita baik untuk adiknya.

***

Suara desahan kerasa beberapa kali terdengar olehnya. Membuat dirinya merasa penasaran dan bangun dari kasurnya. Berjalan pelan menuju keruangan dimana sumber suara itu. Suara itu berasal dari kamar ayahnya. Pintu yang sedikit terbuka membuat suara itu terdengar lebih kerasa. Taeyeon sedikit ragu untuk mengintip, tapi rasa penasaran membuatnya tak menghentikan langkah.
Dia tak pernah menyesali apa yang dia lakukan saat itu.

Dia kembali ke kamarnya, memastikan bahwa bomi masih berada dalam alam mimpinya. Dia menarik selimut hingga menutupi seluruh tubuhnya. Apa yang dia lihat dan apa yang ayah dan ibu tirinya lakukan dia bisa memahami itu dan tau. Itu adalah kenyataan dimana ayahnya memang sudah bisa beranjak dari masalalu dari mendiang ibunya. Dia merasakan amarah dari dirinya yang begitu besar untuk ayahnya. Bagaimana mungkin semudah itu untuk melakukannya dengan orang lain. Apa itu cinta?

Tapi sembari waktu berjalan taeyeon merasakan bagaimana tatapan ayahnya untuk ibu tirinya itu sangat berbeda saat bersama dengan ibu kandungnya.

“aku merasa ayahku melakukan itu karena terpaksa. Aku merasa ayah hanya mencintai mendiang ibuku dan tidak pernah bisa beranjak darinya. Dan aku tau mengapa wanita itu mau bersama dengan ayahku. Uang. Aku melihat bagaimana terkejutnya saat pengacara ayahku mengumumkan bahwa dari 70% hartanya diberikan padaku. Yeahh. Dan akhirnya dia mengambil semuanya.” taeyeon tertawa pahit mengingat bagaimana tingkah laku ibu tirinya.

Tiffany mengangguk menanggapi cerita taeyeon dan mempelajari kisah dari gadis dihadapannya. Dia merasa lega karena ayahnya tidak ingin mencari pengganti dari mendiang ibunya.
“what is love for you taeyeon~ahh?”

pertanyaan itu membuat taeyeon terdiam sesaat. Tak tau harus menjawab apa. Setelah kepergian ibunya, dia tak pernah merasakan cinta lagi.

“i dont know. Emhh. Aku tau banyak orang yang mencintaiku dari berbagai sisi. Tapi apa yang kurasakan entahlahh. Apa aku membuatmu bingung?”

“nope. Aku tau kau taeyeon~ahh. Cinta memang sulit untuk dijelaskan karena itu adalah
sebuah perasaan. Dan saat ini aku rasa kau kehilangan kepercayaan dengan cinta itu. Karena jika kau memberikan cinta makan kau akan takut jika terabaikan” jelas tiffany. Perkataan itu membuat taeyeon kembali mengingat ibu kandungnya. Betapa besar cintanya untuk sang ibu.

“kau harus bisa melawan rasa takut ini taeyeon~ahh. Ahhh. Kau selalu bercerita tentang adik tirimu. Kau bilang kau begitu bangga padanya dan kau selalu bersikap protective padanya. Kau mencintainya tae. Adikmu adalah bukti bahwa cinta itu ada untukmu”. Pikiran taeyeon seketika merasa hangat saat mengingat adiknya. Ya. Dia sangat mencintai adiknya. Dia merasa hanya adiknyalah satu-satunya cinta yang dia miliki saat ini.

“thanks tiffany.” ucapnya bangga. Waktu berlalu dan banyak cerita dari dirinya yang dia bagikan pada tiffany dan itu membuat taeyeon merasa penasaran juga pada tiffany. Dia ingin mengetahui lebih tentang tiffany.

“that’s what are friend for right? Aku akan selalu ada untukmu taeyeon~ahh.” balas tiffany sambil memamerkan eyesmilenya. Taeyeon merasakan dadanya berdegup cepat setelah mendengar ucapan tiffany.

“tiffany. Apa kau ada waktu kosong besok? Dinner? Adik kecilku sangat ingin bertemu denganmu. You’re an idol for her.” ucap taeyeon. Dia merutuki dalam hati tentang keberanianya. Sudah menjadi nalurinya saat dia berhadapan dengan tiffany. Ada rasa yang begitu besar untuk tiffany.

“ahh! Sure!” dengan senang hati tiffany menerima karena memang itu yang dia inginkan.

“allright! I’ll text you for the time and place.” ucap taeyeon sembari keluar dari ruang terapi. Menyembunyikan wajahnya yang memanas sambil melonjak kegirangan. Disisi lain tiffany tak berhenti tersenyum.

“that’s cutie girl” Entah apa yang ada dipikirannya saat ini yang jelas tiffany hanya ingin ada untuk taeyeon apapun yang terjadi.

***

“mau kemana kauu!!?” dia mendengar suara ibunya sebelu. Keluar dari rumah.

“dinner dengan taeyeon unnie” dia menjawab tanpa berbalik melihat ibunya. Dengan cepat dia menutup pintu rumah tak ingin mendengar apapun jawaban dari ibunya.

Disisi lain taeyeon sudah terduduk dihalte bus sambil menunggu adiknya. “unnieee!!” teriak bomi riang.

Taeyeon menoleh kearah adiknya dan tersenyum hangat. Memberikan pelukan untuk adiknya.
“unnie, apa aku sudah terlihat cantik?” bomi memamerkan pakaiannya yang ia kenakan. Taeyeon menelusuri setiap inchi dari tubuh adiknya. “you always looks beautifull bom~ahh. Looks like me indeed” celetuk taeyeon. Bomi memukul pelan lengan taeyeon mendengar ucapannya.

Mereka berjalan menuju restaurant yang telah dipilih untuk bertemu tiffany. Mereka berangkat lebih awal, and surprised. Ternyata tiffany datang lebih dahulu dan berdiri didepan restaurant.

“Hi! Tiff. Apa kami membuatmu menunggu lama!” tanya taeyeon khawatir.

“nope! Aku baru saja sampai. Dont worry.” dia memastikan gadis dihadapannya tidak terlihat murung sebelum menatap bomi “ohh! Kau pasti bomi?”

“hello tiffany sunbae. Yes. I’m bomi” bomi memberikan bow memberi salam pada tiffany “ohh! Itu terlalu formal.” balas tiffany sambil tertawa pelan.

Melihat mereka berdua taeyeon hanya tersenyum. Dan menarik mereka berdua masuk kedalam restaurant.

Setelah mereka memesan makanan. Mereka menghabiskan waktu berbincang-bincang. Dan bomi terlihat begitu nyaman dengan tiffany. Taeyeon terus mengamati mereka berdua, dia tidak habis pikir karena mereka berdua begitu mirip. Kedua gadis itu sangat berlawanan dengannya. Mereka berdua sangat berisik, easygoing, dan selalu tertawa sambil memamerkan eyesmilenya.

“so tiffany unnie. Bagaimana dengan kakak tercintaku ini?” celetuk bomi disela-sela kunyahanannya.

“pertanyaan macam apa itu?” pertanyaan itu membuat taeyeon tersedak dan terbatuk membuatnya menatap tajam kearaha bomi.

“what? Aku hanya ingin tau kau bersikap baik terhadap my beloved Senior” jawab bomi dengan wajahnya yang polos. Taeyeon tau jika sekarang adiknya sedang menggodanya.

“beloved? Bagaimana denganku? Huh! Anak ini!” taeyeon bercanda menggeleng-gelengkan kepalanya seakan akan kecewa dan bomi hanya menjulurkan lidahnya menggoda kakaknya.

Melihat itu membuat tiffany tertawa. Bagaimana lucunya mereka berdua berinteraksi. “cute”
Ucap tiffany dalam hati. “unniemu sangat lucu. Membuatku terhibur dengan candaanya. Kurasa kita akan menjadi teman yang baik jika kita sering menghabiskan waktu bersama. Right tae?”

Mendengar jawaban itu membuat taeyeon memerah seketika. Dia berusaha menyembunyikan wajahnya dengan terfokus pada makanannya.

Setelah selesai mereka menghabiskan makanan mereka dan waktu mereka untuk pulang. “tae. Kau mau mencoba menyetir?”

Mendengar itu, bomi menatap kakaknya sejenak. Dia tau bahwa tiffany hanya membantu taeyeon menghilangkan luka dan ketakutannya. Bomi meleyakan telapak tangannya dipundak taeyeon. Memberi dukungan pada kakaknya “kami percaya padamu unnie. Kau pasti bisa” ucap bomi. Taeyeon merasa tergerak. Tak ingin mengecewakan mereka berdua.

“i trust you” ucapnya sambil menatap hangat tiffany dan selanjutnya memberikan senyuman pada bomi.

“aku bangga padamu unnie” bomi tak berhenti tersenyum melihat kakaknya merasa lebih baik dab berani.

Sesampainya didepan ruamh bomi taeyeon memberikan goodbye hug untuk adiknya. “kim taeyeon! Janga. Kau coba mendekati anakku!!” ibu tirinya keluar dengan amarahnya membuat mereka berdua menghentikan pelukan mereka. Taeyeon menarik tangan bomi mundur dibalik tubuh mungilnya.

Meremas pelan genggaman ditangannya mengisyaratkan pada bomi untuk tidak khawatir. “umma! Kau mabuk! Hentikan itu” bomi yang tau keadaan ibunya mencoba melerai peperangan perasaan yang sedang terjadi.

Tiffany keluar dari mobil berjalan pelan menuju taeyeon, menatap khawatir. “it’s okay” ucapan pelan itu membuat tiffany sedikit tenang.

“yoon bomi! Masuk kedalam!”

Bomi melepaskan genggaman taeyeon menatap taeyeon hangat. “aku akan baik-baik saja unnie. Dont worry. Tiffany unnie, bawa pulang kakakku dengan selamat please. Aku senang hari ini” ucap bomi sambil berjalan menjauh. Tiffany mengangguk

Bomi melepaskan genggaman taeyeon menatap taeyeon hangat. “aku akan baik-baik saja unnie. Dont worry. Tiffany unnie, bawa pulang kakakku dengan selamat please. Aku senang hari ini” ucap bomi sambil berjalan menjauh. Tiffany mengangguk.

“jika terjadi apa-apa dengannya. Aku tak akan tinggal diam, umma” ucap taeyeon sarkatis sambil menatap tajam ibu tirinya.

“dia anakku. Aku berhak atasnya” ibu tirinya menatap balik taeyeon. Bomi yang marah melihat itu berjalan cepar kearah ibunya dan menariknya masuk kedalam rumah. “take care unnies”

“dia akan baik-baik saja. Dia anak yang pintar benar?” ucap tiffany. Taeyeon tersenyum dan mengangguk sebagai jawaban.

-tbc-

All We Need Is Love [Chapter 1]

Hi there! Hahaha it’s been long time since when I dunno. Here the fanfic that I found in AFF, I made this and got the permission from the author and I can remake this, not much I think. I have reason why this fanfic, because I think I have 1 new couple that I love. Hahaha. Takut ada yang ngga ngerti, pake indo aja deh :p nemu sambilan di girlgroup baru, apink, dan tiap saya suka girlgroup baru yang pertama saya cari itu yang ngga jauh beda dari taeyeon, dan ternyata nemu taeyeon kedua kalau menurut saya. Dan setelah itu langkah kedua adalah cari pasangannya. Dan ternyata pasangannya ni orang adalah taeyeon ketiga. Nahloo. Yaudahh, lama kelamaan ngikutin mereka jadi suka beneran kann. Hahaha. Yang taeyeon kedua itu park chorong, yang taeyeon ketiga itu yoon bomi. Tapi setelah liat beberapa moment, beberapa ff, beberapa FMV, ternyata mereka emang banyak yang nyebut kalau mereka turunannya TaeNy, dan saya setuju, chorong sebagai tiffany dan bomi sebagai taeyeon kalau versi saya, ngga tau versi yang lain. Hahh! Dan searching di AFF dapet dahhh ni TaeNy ChoMi, dan ceritanya juga jujur suka banget! Makanya saya minta izin ke authornya buat sedikit remake FF punya dia, dan dapet dehhh. Dann cukup sekian curhat saya, maaf kalau kepanjangan para reader. Here the link for the FF from the real Author (Taenggo99) : https://www.asianfanfics.com/story/view/847524/all-we-need-is-love-bomi-taeny-taeyeon-chomi

comment for my good’s and sorry for typo 🙌

***

Character :

Kim Taeyeon

Yoon Bomi

Tiffany Hwang

Park Chorong

Lee Sunkyu

Jung Eunji

 

Amnesia – 5 Second Of Summer

She Looks So Perfect – 5 Second Of Summer

A Sky Full Of Stars – Coldplay

MyMy – Apink

Sunday Monday – Apink

Tinkerbell – SNSD

Baby Mybe – SNSD

***

Sinar matahari pagi menerangi setiap sudut ruangan memberikan kesan pagi yang cerah. Taeyeon dengan malas menendang selimut yang menyelimuti tubuhnya semalaman. Matanya belum benar-benar terbuka karena sinar matahari yang membuatnya belum terbiasa dipagi ini. Berharap dia kembali menemukan posisi nyamannya untuk melanjutkan hibernasinya, masih sangat malas untuknya terbangun. Setelah beberapa saat dia menyerah dan membuka matanya, meregangkan tubuhnya kekanan dan kekiri, mengambil handphonenya yang tergeletak di meja kecil disamping tempat tidurnya.

Beberapa saat dia membaca beberapa artikel-artikel dan berita-berita disosial mediannya, asyik tenggelam dalam duniannya. Tangannya berhenti sesaat dia mendengar suara pintu kamarnya yang terbuka “taeyeon~ahh. Kau tak sarapan? Aku membuatkanmu waffle.” Gadis yang lebih pendek darinya berucap sambil menjatuhkan tubuhnya ke Kasur.

“yaah! My dookong! Go away!” taeyeon berdiri seketika, mencoba menarik peas mainannya yang tertindih teman baiknya, sambil menendang-nendang seperti anak kecil.

“aisshh! Siapa yang menendang teman terbaik, paling baik dan teristimewa seperti ini?!!! haa!? Gadis pendek itu mengomel dengan suara imutnya

taeyeon mengerinyitkan dahinya melihat tingkah laku temannya sambil memeluk mainan kesayangannya “aku!” sambil menjulurkan lidahnya.

“ohh sunkyu~ahh! Selagi kau ada disini, bantu aku membersihkan kasurku!” dia berkata tanpa dosa sambil berjalan menuju kamar mandi.

“yaaa!!” sunny kembali mengomel, tapi tetap membatunya membererskan kasurnya selagi taeyeon membersihkan tubuhnya.

Saat setelah selesai mandi taeyeon duduk dimeja makan, dilihatnya sunny sudah berdandan rapid an bersiap-siap. “tae, aku membawa mobilku untuk service bulanan. Apa hari ini kau akan berpergian? Aku akan mengantarmu.”

“emmhhh?” taeyeon berpikir sejenak sambil mengunyah-ngunyah waffle miliknya, tak lupa membuka handphonenya mengecek jadwal milikknya. “nope!” ini hari minggu dan dia tidak ada jadwal les vocal yang dia dirikan. Dia hanya aka nada performance di bar malam nanti.

Dia menikmati karirnya menjadi seorang vocal trainer. Hampir semua dari murid-muridnya menyuruhnya menjadi seorang idol. Suaranya yang terbilang luar biasa membuatnya terkenal, tak lepas dari pekerjaan sambilan yang diberikan oleh temannya yang mengelola bar, menjadikan taeyeon idol walau hanya disebuah bar. Tapi hal itu tak membuat taeyeon berkecil hati. Karena yang dia inginkan adalah menghibur orang-orang dengan suara indah yang dia miliki.

“okay then! See you later, giliranmu membuatkan makan malam untuk kita nanti, jangan lupa taeyeon~ahh!” ucap sunny sebelum beranjak keluar dari apartmentnya.

Taeyeon menyandarkan tubuhnya malas disofa. Mencari ide apa yang akan dia lakukan seharian ini. cuaca yang terik membuatnya malas keluar. Tak lama dia tenggelam dalam pikirannya dering handphone membuatnya tersadar. Dia melihat penelpon dilayar “BOM~AHHH!” dengan begitu semangat dia menjawab panggilan itu.

“unniee!!! I miss you! Apa kau kosong hari ini??” suara imut diseberang sana membuat taeyeon melonjat kegirangan. Hanya sunny dan adik tirinya yang bisa membuat taeyeon merasa aman dan nyaman.

“I miss you too Bom~ahh! I’m free today! Come here my baby!! kita bisa menghabiskan waktu seharian bersama sampai malam nanti.” Dia menawarkan.

“arraaa unnie! Kita bisa menonton film dan bercakap disitu? Akan ku belikan ice cream favoritemu unnie!” ucap bomi dengan kegirangan.

“yeahh bomi~ahh! I’ll be waiting! See ya!” dia tertawa kecil sebelum mengakhiri pembicaraan dengan adiknya.

Taeyeon tersenyum bangga. Dia tidak melihat bomi sebagai adik tirinya. Dia merasa kalau mereka berdua memang adik dan kakak. Like legit.

Setelah pembicaraan dengan adiknya, dia tidak bisa bisa berhenti memutar balik memory yang begitu indah dan buruk bersama dengan bomi. Bagaimana dia bisa terbuka hanya pada bomi sebelum dia bertemu dengan sunny, bagaimana protectivenya bomi pada dirinya padahal dia lebih muda dari dirinya, disisi lain dirinya juga sangat protective terhadap adiknya. Hanya saja bomi lebih sering memperlihatkan cinta untuk kakaknya lewat ucapan dan taeyeon lebih kepada perlakuan sebagai kakak.

Mereka sangat berbeda dan berlawanan. Tapi bomi berhasil melelehkan dingin dan passive sang kakak walau memekan waktu yang cukup lama.

“taeyeon~ahh. Kemari, appa mengenalkanmu pada bibi eva dan gadis kecil miliknya, bomi. Bomi 4 tahun lebih muda darimu.” Ayahnya menggandeng taeyeon mendekat pada wanita yang terlihat seumuran dengan umur ayahnya yang sedang menggandeng gadis kecil bomi.

Taeyeon memberi salam dengan sopan dan disisi lain gadis kecil itu berlari menuju tepat dihadapannya dan menarik-narik tangan taeyeon “hello unni, bomi disini” ucap gadis kecil itu dengan riang, tatapan matanya yang lucu dan polos membuat taeyeon terdiam sejenak.

Dan sejak saat itu pertama kalinya taeyeon tersenyum lembut pada seseorang setelah kepergian ibunya.

Walau dia saat ini berumur 11 tahun, dia sudah mengerti apa yang sedang terjadi saat ini. dia bisa melihat bagaimana ayahnya dan aunty eva begitu dekat dan memiliki rasa satu sama lain. Taeyeon yang hingga saat ini belum bisa dan tidak mau posisi ibunya tergantikan oleh wanita lain. Tetapi taeyeon juga tak ingin melihat ayahnya sendiri dan depresi menanggu keluarganya. Dia mulai bisa menerima keadaan walau memang sangat berat baginya. Tapi untuk ayahnya, dia akan berusaha menerima.

Malam itu ayahnya mengatakan akan berdiam ditempat aunty eva dan bermalam disana. Dia menatap kosong langit-langit dikamar dimana dia tertidur. Suasana baru membuatnya susah terlelap. Kembali dia teringat dengan ibunya. Dia tidak bisa mengelak, air mata kembali mengalir dipipinya, sebisa mungkin dia menyembunyikan isakkannya, tak ingin gadis kecil yang saat ini berbagi kamar denganya mendengar tangisannya.

“unnie, kenapa kau menangis?” gadis kecil itu bersuara dengan lembut dan wajahnya penuh dengan kekhawatiran dari tempat tidurnya.

“tak ada apa-apa bomi~ahh. Tidurlah.” Dia berbisik menyembunyikan suara paraunya sambil membelakangi bomi, dan menutup matanya sejenak.

Setelah beberapa saat tak ada suara, taeyeon merasa jika bomi telah terlelap tapi seketika dia merasakan sesuatu yang lembut menyentuh pipinya.

Taeyeon perlahan membuka matanya, membalikan badannya dan terlihat bomi berada tepat didepannya dengan kepalanya yang dia miringkan dengan sangat lucunya. Taeyeon terus menatap gadis kecil itu, penasaran apa yang akan dia lakukan selanjutnya.

Bomi mengedipkan matanya beberapa kali dan memperlihatkan boneka peas yang dia genggam dan memukul-mukul pipi taeyeon pelan dengan boneka itu beberapa kali. Taeyeon hanya terdiam dan bingung melihat tingkah laku bomi. Dan lagi, bomi kembali memukul-mukul taeyeon, dan sekarang bomi tersenyum saat melihat lucunya peas yang dia pikir melompat-lompat dipipi taeyeon.

Taeyeon tertawa pelan melihat tingkah gadis kecil itu. “bomi~ahh, apa itu? Apa yang kau lakukan?” ucap taeyeon disela-sela tawanya. Gadis kecil itu terlihat begitu manis dan lucu dimata taeyeon.

“ini dookong. Dan ini selalu membuatku merasa lebih baik saat aku merasa sedih, hanya dengan memeluknya unnie. It’s magic! Jadi aku memberikan magic ini padamu dan kuharap kau tidak sedih lagi unnie.” Ucap bomi polos.

Taeyeon merasa hangat didalam dadanya. Merasakan kembali perasaan hangat dan nyaman yang sudah lama tidak dia rasakan sejak terakhir dia tidur bersama dengan ibunya. Dan yang membuatnya lebih merasa bangga ada, bagaimana gadis kecil ini dengan polos mencoba membatunya.

“aigoo. Bomi~ahh. You’re so cute!” ucapnya sambil mencubit pelan pipi bomi. “come bomi~ahh, ayo tidur!” taeyeon merengkuh tubuh gadis kecil itu “good night bomi~ahh.” Ucap taeyeon sambil memeluk erat tubuh bomi. “good night unnie.”

Taeyeon beranjak dari tempatnya setelah mendengar bell pintu apartmentnya berbunyi. Dengan cepat dia membuka pintu dan terlihat gadis yang sangat berhaga dan sangat dia sayangi berdiri didepan pintu. Tanpa dia sadari sepasang tangan sudah melingkar sempurna dipinggangnya, sangat erat.

“unnie! I miss you so much!” ucap bomi sambil meringkuk manja dileher taeyeon.

“yaaa! Kita selalu bertemu setiap minggu! Pabo!” balas taeyeon sambil tertawa kecil walau dihatinya berkata dia juga sangat merindukan sosok gadis dihadapannya.

Bomi melepas pelukan, memampangkan poutnya membuat taeyeon kembali tertawa dan mengulurkan kedua tangannya, kembali meminta pelukan. “oke-oke bomi~ah. I miss you a lot really-really!”

“unnie, look here!” bomi memamerkan kantung plastic berisi es cream favourite kakaknya, sambil menggoyang-nggoyangkannya dengan bangga.

Ketika mereka berdua terduduk santai disofa, mereka kembali berbagi cerita tentang apa yang terjadi selama seminggu ini. Sudah menjadi kegiatan tetap mereka selama ini. saling terbuka, tak ada yang disembunyikan satu sama lain.

Bomi bercerita tentang bagaimana dosennya yang terus-terusan memberikan tugas yang menumpuk, dan cerita tentang salah satu temannya yang gila setelah terlalu banyak minum, dan banyak hal kecil yang terjadi satu minggu ini.

Taeyeon berbagi cerita tentang murid-muridnya yang semakin banyak, dan lagu-lagu baru yang sekarang masih dia tulis.

Setelah beberapa jam mereka berbagi cerita, akhirnya mereka memutuskan untuk menonton film yang mereka ambill dari ‘Sunday collections’ taeyeon berbalik menghadap bomi dan bertanya apakah ingin ice cream yang dia beli.

“bomi~ahh?” taeyeon menggoyangkan pergelangan tangan bomi karena tak ada jawaban darinya. Setelahnya bomi mendesis lemah, menarik kembali tangannya dan menatap taeyeon.

Kerutan diwajahnya seketika hilang, mengusahakan untuk bersikap biasa seperti sebelumnya, bomi tampak sangat nervous. “hmm?”

Taeyeon mengertukan wajahnya masih menatap heran tingkah adiknya, bomi tak berani menatap balik sang kakak, dengan nalarnya tatapan taeyeon mengarah pada pergelangan tangan bomi. Selanjutnya dia menarik tangan bomi dan menarik lengan panjang yang dikenakannya, terlihat memar yang cukup besar.

Matanya melebar saat taeyeon melihat memar itu “apa yang terjadi bom~ahh??”

Bomi mencoba menarik kembali tangannya tapi taeyeon tak mengizinkannya, mata taeyeon tetap mengarah tajam pada mata bomi. Bomi mencoba tersenyum, menutupi ketakutannya. “ahhh ini… aku terjatuh saat latihan dance dilapangan unnie. Tidak apa-apa unnie, don’t worry to much. Hehehe”

Bagaimanapun juga senyumannya hilang saat matanya bertemu dengan taeyeon, kembali dia mengalihkan pandangannya, tak berani menatap sang kakak.

“bom~ahh. Kau tau kau adalah pembohong yang buruk saat berada didepanku.” Ucap taeyeon tegas.

Bomi menggigit bibirnya dan mengalihkan tatapannya, masih tak berani menatap taeyeon.

“dia yang melakukan ini padamu kan??!” taeyeon mencoba melemparkan pertanyaan, tapi bomi masih tak menjawabnya. “yoon bomi!” taeyeon menaikan suaranya perlahan. Beraharap mendapat jawaban yang jelas dari sang adik.

Bomi tau, seharusnya dia menceritakannya, karena taeyeon sangat jarang memanggilnya dengan nama lengkapnya, taeyeon melakukan itu jika dia berada diposisi sedang marah atau serius. Jadi, bomi hanya menjawabnya dengan anggukan pelan.

Taeyeon mengepalkan tangannya sesaat setelah mendapatkan jawaban dari adiknya “that’s bitch. Aku tak peduli bagaimana dia menganiayaku dulu tapi bagaimana mungkin dia melakukan ini padamu? Dan kau! Kenapa kau tak bercerita padaku bom~ahh?” dia berdiri dan berjalan menjauh.

Bomi masih menggigit bibir bawahnya dan memeluk kedua lututnya sambil menatap taeyeon yang berjalan keluar kamarnya sambil membawa first aid kit. Film yang mereka putar terlupakan begitu saja. Taeyeon menghela nafas dan dengan lembut menarik tangan bomi dan mengoleskan healing cream untuknya.

Dia merintih kesakitan saat ibu tirinya menampar pipinya lagi. itu bukan masalah baginya, tapi sewaktu dia merasakan sengatan itu, dia tak bisa menahan betapa rindunya dia pada kedua orang tuanya dulu yang tak pernah melakukan hal kejam seperti ini.

“tidakkah aku menyuruhmu menyelesaikan pekerjaan ini, cuci piring dan cuci baju sampai 10pm!!? Jam berapa sekarang!? Dasar anak tak berguna!” ibu tirinya kembali marah-marah padanya. Kembali tamparan telak dipipinya untuk kesekian kalinya. Pipinya sudah memerah, merasa darah mengalir dibibirnya akibat tamparan yang begitu keras dan beberapa kali ia terima pada hari ini.

Dia memejamkan matanya kembali menunggu tangan jahat yang akan kembali mendarat bebas dipipinya tapi ternyata yang dia rasakan adalah pelukan hangan dari belakang tubuhnya.

“umma! Berhenti memukuli taeyeon unnie please!” taeyeon membuka matanya saat dia mengetahui pemilik suara itu, dan menyadari bomi menjadi perisai dari ibu tirinya.

“bomi~ahh! Pergi dari situ! Anak sialan dan pemalas ini harus diberi pelajaran” dia berusaha melepaskan bomi dari taeyeon, tapi pelukan erat dari bomi untu taeyeon semakin mengerat.

“umma! Andweee! Pukul aku jika kau ingin! Jangan sakiti taeyeon unnie!” bomi berteriak. Air matanya mengalir deras dipipinya. Tak ingin taeyeon menerima pukulan lagi dari ibunya.

“arrrrgggg!!!!” sang ibu tiri berteriak menyerah meninggalkan mereka berdua, berjalan cepat menuju kamarnya dengan membanting pintu keras.

Bomi melepas pelukannya, mengusap lembut pipi memar sang kakak. “unnie, ini pasti sangat sakit. Aku akan mengobatinya unnie, come” bomi membantu taeyeon berdiri, berjalan kekamarnya. Bomi mengoleskan pelan healing cream dipipi taeyeon.

Taeyeon berusaha menahan air matanya, tak ingin terlihat lemah dimata gadis kecil dihadapannya, sekali lagi dia tak ingin tampak sedih.

“unnie, mianhae” ucap bomi, masih dengan isakannya.

“ini bukan salahmu bom~ahh. Terimakasih kau kembali menjadi perisaiku. Tapi lebih baik jika kau tak melakukan itu, aku tak ingin kau yang terluka.” Taeyeon menepuk lembut puncak kepala adiknya memberikan senyuman padanya.

Dia tak ingin menyerah, dia terus berusaha bertahan dengan kehidupannya saat ini karena 2 alasan besar. Pertama, dia tak ingin membuat ibunya tercinta melihatnya menyerah semudah ini karena itu akan membuat mendiang sedih. Kedua, karena gadis berumur 14 tahun yang begitu mencintainya, sangat mencintainya, adiknya. Taeyeon tau itu.

“apa yang terjadi bom~ahh?” ucap taeyeon masih sambil mengusap lembut memar ditangan bomi

Bomi menghela nafas “gambling addiction. Dia membutuhkan uang lebih. Dia terus berkata padaku kalau ini yang terakhir dan dia akan menang untuk itu, dan mengambil kembali semuanya. Tapi saat aku bilang tidak akan memberinya lagi karena dia tidak akan berhenti..” bomi berhenti sejenak, menutup matanya, menahan air mata yang tertahan.

Taeyeon yang melihat itu membuatnya bergetar hebat, merengkuh sang adik kedalam pelukannya, memberikan kehangatan yang dia rindukan. Rasa ingin melindungi yang begitu besar dimiliki oleh taeyeon tak pernah pudar bagi bomi. Bomi adalah orang satu-satunya yang sangat penting bagi dirinya. Tak ingin melihat bomi merasakan sakit dan kesepian seperti ini.

Bomi kembali menghela napas melanjutkan ceritanya, “dia kembali lepas kendali dan mulai memukuliku. Dia bukan umma yang aku kenal. Ini, ini hanya sangat sulit, aku bekerja di café setelah kuliahku dan aku hanya tidur tak lebih dari 5 jam karena tugas-tugasku. Dan dia hanya mengambil semuanya. Dia sudah sangat banyak menghamburkan uang lebih-lebih karena dia meminjam uang dari banyak orang. Aku hanya, entahlah. Aku harus bagaimana lagi menghadapi ini.”

Bomi bergumam. Dia tak ingin menangis, dia memang gadis yang lembut, tapi kali ini dia tak ingin terlihat lemah hanya dengan menangis. Dia bukan tipe gadis yang mudah menumpahkan air matanya.

Setelah beberapa saat terdiam dan taeyeon hanya menenenangkan adiknya, dia berucap “apa kau ada pikiran untuk berhenti? Pergi darinya?”

Dengan cepat bomi menggelengkan kepalanya. Meskipun sekarang taeyeon berumur 21 tahun, dia sudah bebas secara hokum dari wanita menyeramkan itu. Taeyeon menganggap itulah kado terbaik baginya saat ini. Tapi disisi lain dia tau itu akan susah untuk bomi melakukan itu.

“aku tidak bisa meninggalkannya begitu saja unnie. Kerena dia adalah ibuku” ucap bomi. Taeyeon sudah tau jawaban dari bomi.

Taeyeon berjalan menuju kamarnya, dan kembali membawa dompet miliknya. Memberikan beberapa lembar uang cash untuknya.

“aku punya sedikit simpanan uang untuk bulan ini, pelanggan di bar memberikan tips lebih untukku karena penampilanku dan juga lagu-laguku, ambilah, kau membutuhkan ini. dan jangan kau berikan padanya.”

Bomi mengerutkan dahinya, ragu untuk menerima itu karena dia tau keadaan keuangan kakaknya tak jauh berbeda dari dirinya. Kakaknya hanya beruntung karena dia memiliki sunny sebagai teman baiknya. Karena jika kakaknya tak beruntung, maka sunny bisa mengerti keadaan kakaknya, menunda membayar biaya sewa.

“bom~ah kita berjanji akan saling ada satu sama lain kan? Ambilah. Ini tidak sebanding dengan perlakuan protectivemu yang sudah banyak kau lakukan dimasalalu untukku.” Taeyeon meletakan uang itu ditelapak tangan bomi dan menggenggam erat.

“gomawo unnie” bomi menatap kakaknya dengan senyuman kecil, benar-benar merasa kembali hidup setelah tau bahwa ada orang yang selalu ada untuk dirinya yang sudah lelah.

“yeahhh! This is what sister for.” Taeyeon membalas senyuman adiknya dengan manis. Berusaha meringankan suasan yang terjadi sambil menepuk lembut puncak kepala adiknya.

“just one more time, jika wanita jahanam itu kembali melakukan pada gadis berharga ini, aku tak akan tinggal diam!” ucap taeyeon dalam hati.

***

Dia terduduk dikursi belakang mobil, menikmati pemandangan indah diluar jendela. Dia sangat menyukai bagaimana langit yang begitu biru, terlihat sangat menenangkan. Karena keingintauannya yang begitu besar terhadap lingkungan, dia tak pernah berhenti untuk melihat bagaimana orang-orang diluar sana sibuk dengan kegiatan mereka, kemana orang-orang pergi dan bagaimana hari-hari mereka, apakah itu baik juga bagi dia nantinya.

“taeyeon~ahh, bagaimana dengan hari ini? apa kau menikmatinya?” ibunya yang sedang menyetir bertanya pada gadis itu sambil tersenyum melihat lucu dan imutnya gadis kecil itu.

Mereka berdua menghabiskan waktu dan bersenang-senang seharian di amusement park seharian tadi. Ayahnya mendapat free ticket karena perusahaannya menjadi sponsor untuk amusement park itu. Tapi sedihnya, sang ayah tidak bisa ikut karena ada meeting mendadak. Gadis kecil itu terlihat sangat sedih sebelumnya karena sangat ingin bermain bersama kedua orang tuanya.

“NE umma! Apa kita bisa bermain kesana lagi nanti? Aku ingin naik vikking lagi, bersama appa!” taeyeon dengan riang berucap.

Mendengar itu, sang ibu tertawa kecil “of course taeyeon~ahh! Bersama appa selanjutnya. Kau pasti sangat lelah setelah bermain seharian ini. tidurlah baby.”

Taeyeon tidak merasakan kantuknya yang ternyata datang sejak tadi karena terlalu riang. Dia memejamkan matanya, mencoba tertidur, dirasakannya mobil berhenti saat berada dilampu merah.

Saat dia hampir masuk kedalam alam mimpinya, dirasakannya mobilnya melaju dengan begitu cepat, terdengar suara sang ibu berteriak. Apa yang terjadi setelahnya itu terjadi begitu cepat bagi gadis kecil itu untuk mengerti. Tubuhnya  terasa bergetar hebat karena benturan yang dia terima, terdengar kaca pecah yang begitu nyaring. Dirasakan kepalanya yang sangat nyeri karena benturan dengan pintu mobil, dia perlahan membuka matanya.

Sebuah truck dari sisi kiri menabrak telak mobil mereka. Dia melihat ibunya yang terdiam bersandar pada steering mobil kedua tangannya yang tergerai lemas dikanan dan dikiri tubuhnya, darah  segar mengarlir tak terhenti dari kepalanya.

“ummmaaa??” panggil taeyeon, beberapa detik tak ada respon dari ibunya “umm..umma?” taeyeon terus berteriak dan mengguncang tubuh wanita itu, sebisa mungkin meminta jawaban dari sang ibu, tapi tetap tak ada jawaban.

“UMMAA!!” taeyeon membuka matanya lebar, nafasnya yang menggebu dan dirasakannya keringat dingin mengucur diseluruh tubuhnya, setelah beberapa saat dia berusaha tenang, dia tersadar ternyata hanya sebuah mimpi buruk yang sekali datang dalam tidurnya. Satu dari banyak mimpi buruk yang selalu dia dapat selama bertahun-tahun ini. dengan perlahan dia terduduk merapikan rambutnya yang berantakan.

Tangannya mengepal saat dia berusaha untuk menenangkan dirinya. Dia berjalan pelan menuju pantry, menghela nafas sebelum menegak segelas air untuk membasahi kerongkongannya yang kering.

Dia bersandar pada meja makaan dan kembali dia menghela nafas. Hal ini sudah dia alami sejak ayahnya pergi menyusul sang ibu karena penyakit yang dideritanya. Dan lagi taeyeon juga mendapat tekanan yang begitu luar biasa dari sang ibu tiri. Disaat seperti, bomi lahh yang dulu selalu membantu menenangkannya.

Bomi memang lebih muda darinya tapi dia selalu bisa memberikan apa yang taeyeon butuhkan saat taeyeon sendirian dan termenung sedih. Ceria dan positive itulah kepribadian bomi, sedangkan tertutup adalah kepribadian taeyeon.

“mimpi buruk lagi?” suara kantuk tiba-tiba terdengar olehnya.

“yaa! Kau mengagetkanku!” ucap taeyeon sambil mengelus dada.

Sunny menyalakan lampu sambil menatap bingung taeyeon “kau yang membuatku takut! Berdiri seperti itu dalam gelap!”

Taeyeon menatap tingkah sunny yang masih berada didepan refrigerator, mengambil sebungkus keripik membukanya dengan cepat “yaa! apa kau kerasukan roh sooyoung? Kenapa kau terlihat seperti hantu yang sedang lapar ditengah malam?”

Sunny menatap taeyeon tak terima sambil terus mengunyah keripiknya. “oh please! Jangan samakan aku dengan tiang shikshin itu!” sunny berhenti sejena sebelum melanjutkan “tae, apa kau mau mengikuti saranku untuk ikut terapi itu? Ini sudah sangat sering terjadi padamu, apa kau tak lelah?”

Sunny sudah menawarkan untuk mencoba hypnosis therapy yang bisa mengurangi bahkan menghilangankan beberapa masalah psikologi, dan taeyeon selalu menolaknya karena menurutnya dia tidak membutuhkan itu.

“mungkin ini sudah waktunya” gumam taeyeon.

***

Minggu selanjutnya. Taeyeon berdiri didepan bangunan klinik. Mengikuti saran dari teman baiknya untuk mengikuti terapi.

Dia menarik nafas sebelum melanjutkan langkahnya memasuki klinik.

“selamat pagi, apa ada yang bisa saya bantu?” ucap wanita muda yang berada dibelakang meja counter. Taeyeon masih sedikit ragu, mengikuti arah matanya yang mengeksplorasi sekitarnya. Tidak terlalu besar, luas dan terasa nyaman.

“emmhh. Saya sudah menelpon dan ingin bertemu dengan ms.. hwang? Sepuluh menit lagi.” dia merutuki dirinya sendiri karena hampir melupakan nama dokternya.

“ahh ne, Ms. Kim taeyeon benar? Silahkan menuju ruang paling pojok, Ms.Hwang baru saja menyelesaikan sesionnya dengan pasien sebelumnya” wanita itu tersenyum dan menunjukan ruangan pada taeyeon dengan sopan.

Dia mengetuk pintu beberapa kali sebelum dia mendengar suara asing dari dalam ruangan. “silahkan” dan dengan perlahan membuka pintu. Wajahnya sedikit terkejut saat dia disambut dengan wanita cantik yang terlihat seumuran dengannya. Rambut coklatnya yang terurai bebas terlihat cocok untuknya. Senyuman dimatanya yang mebuat taeyeon hampir lupa diri. “hi. Ms Kim Taeyeon?”

“ahhh.. Ne. Ms.Hwang right?” matanya terus menatap gadis dihadapannya. Sepasang mata yang cantik saat ternsenyum. “Well. Aku pikir lebih cantik dari milik bomi” taeyeon merutuki dalam hati.

“yes. Silahkan duduk taeyeon. Ahhh. Bisa aku memanggilmu seperti itu? Atau kau lebih nyaman dengan Ms.Kim?”

“Taeyeon it’s fine.”

“okay then, call me tiffany” sekali lagi senyuman dimata gadis itu membuat taeyeon hilang kesadarannya sesaat, merasa dirinya melihat hal yang sangat mustahil didunia, dan sekarang ada dihadapannya.

Setelah beberapa saat tiffany melihat dan membaca form didatanya, taeyeon tak melepas sama sekali padangannya pada gadis didepannya. “so, aku ingin apapun yang aku bicarakan atau aku tanyakan kuharap kau bisa menjawab dan terbuka, percaya padaku dan bekerja sama, dan setelah itu aku bisa mengurangi sedikit demi sedikit luka yang saat ini kau alami. How?”

Hangat dan tenangnya suara tiffany membuat hati taeyeon berdebar. Entah apa yang saat ini dia rasakan. “yeah. Sure!”dia menjawab datar, tak tau apa lagi yang harus diucapkan.

“that’s good then. Untuk pertama ini kita tidak melangkah terlalu jauh, aku tau akan sangat susah untuk terbuka pada orang yang baru saja kau temui, dan untuk session pertama ini, ceritakan tentang dirimu sedikit lebih jauh.” Ucap tiffany lembut.

“ohhh. Hmmm” taeyeon mengerutkan dahinya, mencari hal-hal yang menarik dari dirinya untuk diceritakan. Setelah beberapa saat tak ada respon dari taeyeon, tiffany tertawa kecil melihat taeyeon. Dan tawa kecil itu membuat taeyeon mengangkat pandangannya pada gadis dihadapannya.

“I will help you. Haii. Tiffany hwang miyoung. 25 years old. Aku tinggal cukup lama di LA saat aku kecil dan pindah kemari untuk melanjutkan studyku. Aku sangat menyukai warna pink, tapi aku tidak setuju jika aku dikatakan sangat terobsesi dengan warna pink.” Dia berhenti karena menyadari melihat taeyeon memperhatikan benda-benda dimejanya.

Pink pen, pink phone case, pink tablemap, pink mug, pink earphone, pink pink and pink… taeyeon menengok bingung kearah gadis yang sekarang sedang tertawa.

“what?” taeyeon menatap tiffany yang tak berhenti tertawa sambil mengerutkan dahi. Tiffany membasahi tenggorokannya sebelum bicara dengan meneguk minumannya. “jangan berpikiran sama seperti teman-temanku. Aku berharap.” Ucapnya pelan, hampir seperti berbisik.

“yeahhh, aku pikir kau sangat terobs- ahh. Yeahh, kau sengat menyukai pink aku rasa”

“tiffany menggelengkan kepalanya setelahnya menatap taeyeon. “dan kau juga salah satu dari mereka. Huff.”

“no no. errrr. Ahh dan kenapa kita membicarakan ini?” taeyeon mengerutkan dahi dan setelahnya mereka berdua tertawa lepas.

Session pertama berjalan dengan mereka mengetahui diri mereka satu sama lain, dan tak terasa waktu mereka selesai.

“okay, thankyou for today tiffany. Nice to see and know you.”

“yeahh. Me too. Well, kita bertemu lagi minggu depan taeyeon” tiffany kembali memberikan senyuman terindahnya pada taeyeon.

***

“Yoon bomi!!” dia mendengar suara berisik dari teman baiknya dari belakang sambil membereskan barang-barangnya dengan kesal. “yahh! Kenapa kau lama sekali jung eunji!? Aku sudah sangat lapar! Kau harus-” dia berhenti mengoceh saat dia lihat sahabatnya bersama orang lain.

“sorry. Ada sedikit masalah dengan audisi hari ini. ahh. Dia baekhyun kami bertemu saat audisi tadi, and baekhyun~ahh, dia bomi. My retarded friend and my lovely friend.” Jika tidak ada baekhyun disitu, bomi sudah pasti akan menghajarnya. Bomi memberikan silence glarenya pada eunji yang menertawakannya sebelum memberikan bow pada baekhyun. Dia berjanji akan menghajar eunji saat mereka hanya berdua karena membawa baekhyun saat ini. eunji tau kenapa bomi bertingkah seperti ini, eunji tau jika baekhyun adalah laki-laki yang disukai bomi.

“hi bomi. Nice to meet you today. Ahh, aku rasa aku harus duluan, teman-temanku menunggu dilapangan. Kita akan bertemu lain waktu, hangout together.” Baekhyun tersenyum sebelum pergi dari tempatnya.

“nice meeting you too.” Setelah melihat baekhyun menghilang dari pandangan, eunji melepaskan tawa puasnya pada bomi sambil memukul-mukul pelan lengan bomi. “yaa! bomi~ahh! Wajahmu seperti tomat sekarang!” ucap eunji disela-sela tawa lebarnya.

“YAHH! JUNG EUNJI! DAMN YOU! Kenapa kau tak memberitauku sebelumnya jika kau akan membawanya?” bomi merengek sambil mengacak-acak rambutnya.

“bomi~ahh, seharusnya kau berterima kasih padaku karena membawanya dan mengenalmu. Sudah berapa lama kau memendam suka padanya? Sudah waktunya kau melakukan sesuatu sebelum dia diambil alih. Hahahaha. Aku akan menceritakan ini pada taeyeon unnie.” Eunji masih tertawa tak tertahan sambil sesekali menepuk-nepuk pundak bomi.

Mereka mulai berjalan bersama, hari ini hari jumat dan mereka berencana akan hangout bersama ditempat taeyeon.

“ahhh! Why eunji~ahhh!? Kenapa kau membawanya? Aku belum siap bertemu dengannya, dan tadi. Damn! Jika dia tau aku sangat berisik, apa yang dia pikirkan?? Arrgghhh!” ucap bomi frustasi, dan sekali lagi membuat temannya tertawa keras.

“bomi~ahh! Berhenti bertingkah seperti itu! Kita lihat apa yang akan terjadi saat kita hangout dengannya nanti.” Bomi hanya menghela nafas. Tak tau apa yang akan dilakukannya selanjutnya saat bertemu lagi dengan baekhyun.

“tapi jika kau sangat berisik itu memang sudah menjadi rahasia umum bomi~ahh!” ucap eunji sambil berjalan cepat meninggalkan temannya yang sekarang benar-benar kesal dengan tingkahnya itu.

“YAHHH!” bomi berteriak sambil mengejar sahabatnya.

***

“yahhh! Kalian berdua bisa membunuhku jika seperti ini! kalian bukan anak kecil lagi, dan aku tak bisa menahan berat badan kalian” taeyeon berdiri menderita mendapat pelukan sangat erat dari kedua gadis itu.

“yeahh unnie, kau harus menyuruh adikmu berdiet, karena jika kau tau, dia sangat banyak makan dan-“ eunji berhenti saat dia melihat death glare dari sahabatnya.

“kalian berdua masih tetap sama ternyata.” sunny berjalan keluar dari ruangannya sambil menggelengkan kepalanya.

“hai sunkyu unnie!” bomi tersenyum memamerkan eyesmilenya. Taeyeon yang melihat itu membuatnya mengingat gadis yang belum lama dia temui. Taeyeon menggelengkan kepalanya menghilangkan pikiran itu.

Sebelum bomi bisa menghentikan temannya, eunji muali bercerita tentang bagaimana bomi dan laki-laki yang dia sukai. Dan bagaimana frustasinya bomi saat pertama kali bertemu karena tak ada persiapan. Dan mereka terus menggoda bomi. “bomi~ahh! Ingat, jangan lupa kau memperkenalnya pada unniemu! Aku perlu tau bagaimana dia, supaya aku bisa merelakan adik kesayanganku.” Goda taeyeon, bomi hanya menyembunyikan wajahnya dibalik bantal.

Mencoba mengalihkan topic, bomi bertanya tentang terapi yang diikuti unnienya, saat mereka berdua bercerita ditelpon dimalam sebelumnya.

“oh it’s good! Session yang diberikan sangat nyaman, I have good feeling about this.” Ucap taeyeon.

“good feeling? The session or the doctor? Ha?!” ucap sunny sambil menggoda taeyeon. Dan mendapat pukulan ringan darinya.

“who is the doctor unnie?” Tanya bomi penasaran.

“hmm. Tiffany Hwang. Why?” taeyeon bertanya balik.

“tiffany? Wait, tiffany hwang?” ucap bomi sedikit terkejut.

“yeahh. Aku tak begitu mengingat nama koreanya. Why? Kau mengenalnya?” taeyeon mengangkat alisnya bingung melihat reaksi dari bomi.

“dia sangat terkenal sebagai senior di sekolah! Dia selalu ada di Dean List tiap tahun, dan lulus dengan menjadi kebanggaan sekolah, aku dengar dia mendapat banyak tawaran pekerjaan dari berbagai perusahaan. Aku selalu ingin bertemu dengannya dan berbincang karena kita berada pada jurusan yang sama, tapi sulit karena aku tak begitu tau tentangnya.”

Taeyeon mengangguk, dia mendapat sedikit info tentang gadis itu. Pintar, baik, dan memiliki wajah yang cantik tak lupa, that beautiful eyesmile. “mungkin aku bisa membawamu bersamaku menemaniku mengikuti session darinya, jika dia mengizinkan.”

“ahhh!!! That’s good unnie! Kau memang unnie yang terbaik yang pernah aku miliki!” ucap bomi penuh semangat sambil memberikan aegyonya pada taeyeon.

“aigooo! This kid really cute! My cutie sister!” taeyeon mencubit pelan pipi bomi tak tahan melihat wajah lucu dari adiknya.

“yaahh! Kau sangat tidak adil. Bahkan aegyoku jauh lebih lucu darinya! Dan aku hanya mendapat pukulan jika aku memamerkan itu padamu! Cih!” sunny ikut berpartisipasi dalam perang aegyo dengan bomi karena merasa tak terima.

-tbc-

Like Yesterday [Chapter 1/2]

Cast :     Kim Taeyeon

Hwang Miyoung

Jung Sooyeon

Kwon Yuri

Nickhun

Lee Sunwoong (Tablo)
Genre : Romance, Drama, YURI

***

Like Yesterday – J

Fly – Epik High

Even In My Dream – G.O (MBLAQ)

She – DBSK

I Gave You – ShinHwa

Love Song – ShinHwa

Lie – BigBang

Not Over You – BoA

Distance – Boa

Mistake – SNSD

Tears – SNSD

I’m Not Alone – Kim Taeyeon

Fix You – ColdPlay

My Love Like A Star – Demi Lovato

Ordinary Day – Vanessa Carlton

Something About You – Chrystian

Because Of You – Keith Martin

—————————————————————————————————————–

Kau tidak perlu mengucapkan apa-apa lagi

Tapi jika kau menginginkan kembali bersamaku

Aku akan selalu menunggu

***

fall-leaves-cup-photo-wallpaper-1920x1080

Taeyeon POV

Percaya. Kehangatan yang sejak lama kunikmati dalam lingkup kisah cintaku, berusaha selalu terjaga keutuhannya, tak kusangka tembok kokoh itu hancur juga. Hanya karena satu kata yang ternyata sangat mematikan dalam hubungan kami. Kepercayaan. Benar adanya jika cinta memang tak sempurna tanpa rasa saling percaya. Dan ternyata aku juga yang akhirnya merasakan itu. Tertinggalkan, terabaikan, dan tersakiti. Itu lah aku yang sekarang ini. Aku bukan lagi wanita bahagia yang memiliki seorang malaikat manis disisiku. Malaikat yang setiap waktu selalu memberikan segalanya untukku. Aku patut menyesal dengan keadaan ini. Aku menyia-nyiakan cintanya yang sedemikian besar untukku. Sempat ada rasa cinta yang terabaikan dariku untuknya. Tapi ternyata aku bukanlah seorang yang bisa setia. Memberikan cinta seutuhnya untuk satu orang, hanya satu orang. Aku tak melakukan itu. Aku bermain perasaan dengannya. Lebih tepatnya aku mempermainkan perasaannya. Dan kali ini aku yang mendapat imbasnya.

Like yesterday. Aku ingin kembali ke hari-hari kemarin. Aku ingin memperbaiki segalanya. Aku ingin melupakan semuanya. Aku ingin menganggap semua ini tak pernah terjadi dihari-hariku yang sekarang. Merombak semua rangkaian hidupku, dimana aku hanya bisa mencintainya. Hanya dia seorang.

Besar kesalahanku padanya. Aku tau kini dia sangat jauh dariku. Aku tak tau dimana dirinya, aku tak tau bersama siapa dia sekarang. Jujur, aku sangat merindukannya. Aku takut untuk menghubunginya. Aku takut akan penolakan. Aku yakin penolakan itu akan memukulku kencang. Memang itu yang seharusnya aku terima. Hanya saja aku berharap kau tak mengatakan itu walau aku berbuat seperti ini.

Pantaskah aku jika kau sempat mencintaiku? Pantaskah aku jika aku mengharap kau kembali lagi disampingku? Aku tau kau tak akan bertanya, kenapa aku meninggalkanmu. Kerena aku tau, penghianat sepertiku tak akan pernah menggapai kebahagiaan. Aku gagal.

Menguap. Segalanya menguap seperti kopi panas dihadapanku saat ini. Lambat laun akan menjadi dingin. Dan akhirnya rasa sempurna dari kopi itu akan hilang. Hambar. Aku mengerti segalanya. Keadaan, dan takdir memang susah untuk ditentukan. Hanya tertebak dan mungkin juga tebakan itu lebih banyak meleset daripada mendekati tepat.

Aku bisa merasakan betapa beratnya menjadi dirimu. Aku hanya takut jika kisah cintaku kini berhenti dan tidak kembali lagi. Aku hanya bisa mengharap kau menengokku kembali dan melihat air mata ini. Air mata penyesalan karena menyia-nyiakan hari-harimu yang ternyata hanya kau gunakan untuk mencintai orang bodoh seperti diriku.

9 March. Hari ini. Aku hanya bisa menikmati hari jadiku yang ke 20 ini sendirian. Kunyalakan lilin yang tertancap kokoh diatas kue tart kecil dihadapanku. Mengucapkan sebuah permohonan yang sedari tadi hanya bisa kurutuki dalam hati kecilku. Alone.

 “happy birthday my lovely venus.” aku masih mengingatnya dengan pasti saat dia mengucapkan kalimat itu. Aku hanya mengulas senyum tipis menanggapi kejutan dipagi hari darinya. Saat itu aku tak bisa merasakan apa-apa. Aku buta akan cintanya yang begitu besar untukku.

Penyesalan selalu datang diakhir. Mengapa aku harus melakukan semua ini? Dan akhirnya aku lelah dengan segalanya. Karena ternyata memang aku tak cukup baik untukmu. Jadi, aku menjanjikan diriku sendiri, suatu saat nanti ketika bagian cinta kita kembali lagi, Tersenyum dan membiarkanmu pergi, berharap yang terbaik untukmu. Biarkan diriku disini selalu merasa bersalah. Tapi semua itu akan tetap menjadi memory terindah untukku.

“seperti inikah kim taeyeon yang kukenal? Huh! Menyedihkan.” Satu suara membangunkanku dari lamunan. Aku menengok kearah sang pemilik suara. Menatapnya sebentar, memperhatikan wajah mengejek yang kini terulas diwajahnya.

“oppa. Bisakah kau mengetuk pintu atau memencet bel sebelum masuk ke rumah orang?” aku kembali mengalihkan pandanganku. Kembali bersandar nyaman dikursi balkon yang sedari tadi menemaniku sendirian.

Baru beberapa detik aku memejamkan mata, sesuatu yang dingin menyentuh dahiku. “hanya ini yang bisa ku lakukan dihari ulang tahunmu.” Dia menempelkan sekaleng jus jeruk didahiku. Aku terdiam menatapnya. Dia adalah seorang sahabat terdekatku, bahkan aku sudah menganggapnya sebagai seorang kakak. Setiap aku sedang bersedih, dia yang selalu berhasil mencairkan pikiranku.

“sunwoong oppa~”

“datanglahh. Aku tak akan menolakmu jika kau datang padaku disaat kau membutuhkan teman. Aku sudah menganggapmu seperti adik kecilku. Aku akan ikut bersedih jika melihatmu seperti ini.” Aku masih menatapnya, merasa tersentuh dengan apa yang baru saja dia ungkapkan. Ucapan tadi membuatku merasa sedikit tenang, karena masih ada sunwoong oppa yang tak pernah berhenti menghiburku.

Masih banayk orang yang sangat berharga disekitarku. Tapi entahlah… Aku masih merasa kurang sempuran dengan semua ini. Masih ada yang hilang. Masih ada banyak hal yang membuatku merasa seperti ini. Hanya karena dia, hal tersebut menjadi besar, dan ternyata memang membuatku selalu merasa tertekan. Semlua memang karena aku.

***

Hari ini aku dan sunwoong oppa bersama akan melihat drama musical. Tadi pagi tiba-tiba dia datang dengan teriakan – teriakan yang membuatku terbangun dari tidurku. Dan ternyata itu semua hanya karena dia ingin memerkan tiket yang berhasil dia beli.

“taeyeonn~ahhh. Cepat sedikit. Aku tak ingin duduk dibelakang dan hanya bisa melihatnya dari jauh.” Dia menarik tanganku, mempercepat langkahku yang ternyata sejak tadi aku sudah tertinggal langkah darinya. Dasar maniak girl group.

“aahhhhh! Woongie hyungg!” seseorang berteriak dari depan kami berdua. Soerang laki-laki dengan postur tinggi. Dia sedikit berlari menghampiri kami.

“khuniieee!” kini keduanya saling berteriak, dan tingkah mereka itu membuat banyak orang disekitar kami menengok kearah kami pastinya.

“yaaa!! Sudah kuduga kau pasti ada disini hyungnimm..” aku hanya bisa berdiri dan mendengar percakapan mereka.

“bahkan aku juga berpiran seperti itu. Kau sendirian?”

“aniii… aku bersama seseorang.” Kini mata lelaki itu mengarah padaku. Memandangku sejenak lalu tersenyum.

“akhirnya kau melepas status lajangmu hyungnimm..”

“she’s just my little sister. Taeyeon~ahh. Kukenalkan kau pada temanku.” Kini sunwoong oppa menarik tanganku. Reflect aku sedikit terkejut karena sedari tadi aku hanya mendengarkan dan melamun saja.

“a-annyeeoonng. Kim Taeyeon imnida.” Kupasang senyum termanis yang pernah aku miliki. Laki-laki dihadapanku kini membalas senyumku tak kalah lembut. Aku rasa dia bukan kelahiran korea. Wajahnya lebih condong kearah wajah barat. Aku akui laki-laki ini memang tampan.

“neeee kim taeyeon~shiii. Nickhun imnida.”

Satu bunyi ringtone membuat kami dia setelah beberapa menit mengobrol.

“ahhhh.. mianheee… arrraaa.. aku akan segera masuk… baguslahhh kalau kau sudah memesan tempat yang paling nyaman. Neee~”

“hyung, taeyeon~shii. Kita harus segera masuk, atau kita akan ketinggalan acara musicalnya.”

“ahhh iyaaa!” dengan cepat sunwoong oppa berubah dalam mode panik, Karena ternyata sudah lebih dari 10 menit kami mengobrol. Benar-benar pecinta girl band.

Kami mulai memasuki theater, nickhun oppa lebih dulu meninggalkan kami berdua karena dia harus mencari temannya yang sudah lebih dulu masuk kedalam. Dinginnya air con membuatku merapatkan jacket yang kukenakan. Duduk dan mulai menikmati musical ini. Bisa dibilang lumayan menghibur karena siapapun castnya, aku juga termasuk dalam penggila musical. Tak jauh berbeda dari sunwoong oppa, dan juga dia. Hwang miyoung. Andai saja aku masih bersamanya, kurasa kali ini aku akan duduk berdampingan dengannya disini.

1 jam lebih berlalu dan musical telah selesai. Kuregangkan seluruh ototku yang terasa pegal karena terlalu lama duduk.

“taeyeon~ahhhh… aku laparrrr..” laki-laki disebelahku kini mulai beraegyo. Aku menatapnya heran. Orang ini, sudah berumur tapi tetap saja bertingkah seperti anak-anak.

“yaa!! Kenapa kau melihatku seperti itu? Jangan sampai kau jatuh hati padaku! Huh!” jitakan ringan mendarat tikepalaku, membuatku reflect sedikit mengerang.

“oppaaa! Kau terlalu berharap. Aku bukan tipeku! Dan lagi-“

“hyuuuuunggnnimmmmm~” satu seruan membuatku tak melanjutkan kalimatku. Dengan cepat, aku dan sunwoong oppa menengok bersamaan kearah datangnya sumber suara. Nickhun oppa. Dannn

*deeeeegggggggg

Seketika satu sentakan dari dalam mengenaiku telak. Sosok gadis dihadapanku saat ini membuatku nyaris terjatuh jika sunwoong oppa tak menyangga pinggangku. Aku menutup mata seketika, pening kini menyerangku. Melahap seluruh kesadaranku. Rasanya aku tak ingin membuka mataku. Kurasakan tubuhku semakin melemas. Tak ada tenaga. Kenapa harus seperti ini tiba-tiba? Kenapa harus secepat ini aku kembali merasakan rasa sakit ini? Apa ini hanya visualku saja? Kalau iya, aku tak ingin ini menjadi nyata. Aku belum merasa siap dan pantas untuk menampakan wajahku dihadapannya. Aku masih takut untuk itu.

“Taeyeon~ahh. Gwenchaannaa?” kurasakan satu usapan lembut dipipiku. Aku masih tetap terpejam. Berusaha menyingkirkan rasa pening yang kini benar-benar menghajarku. Aku masih tak percaya, ini kenyataan atau hanya sebuah halusinasi belaka yang memang akhir-akhir ini sering muncul dalam mimpiku.

Aku mencoba terbangun dan membuka mata, menatap lurus kearah gadis yang kini berada dihadapanku. Dia tertunduk, kenapa? Aku hanya ingin memastikan dan berharap gadis itu bukan dirinya. Aku belum siap untuk menampakan diriku dihadapannya, aku akan terus merasa bersalah jika saat ini dia benar-benar hadir dihadapanku.

“hyung, taeyeon~shii. Perkenalkan. Dia kekasihku. Hwang miyoung.” Kekasih? Aku tersentak. Rasa tercekat ditenggorokanku datang tiba-tiba. Kelu. Aku ingin enyah dari sini, aku ingi berlari dan berteriak sekeras mungkin. Kurasakan dekapan sunwoong oppa mengerat. Ya. Dia tau segalanya, dia tau tentang kisah cintaku dengan gadis itu. Dia tau segalanya. Aku hanya bisa merasa lemas saat ini.

“ahhhh.. khunie, sepertinya kami harus buru-buru pulang. Kurasa dia sedang tak enak badan.” Ucap sunwoong oppa. Gomawooo oppaa. Kau benar-benar penyelamatku.

“ahhh,, jinnjjaaa? Taeyeon~shii, gwenchanaa?” aku mendongakkan kepalaku, sebentar menatap nickhun oppa dan mengangguk dan tersenyum tipis, kembali kutatap gadis itu, masih sama. Dia tetap tertuduk diam. Mianhee miyoung~ahh. Jongmal mianhe.

***

Kembali kurasakan kesepian, dan sepi. Malam yang cerah dengan purnama dan bintang-bintang yang membantu penerangan dibumi. Berbeda halnya disini. Dikamar ini. Begitu gelap. Aku hanya bisa menatap jendela kamarku yang tertutup. Memandang daun-daun yang terjatuh karena angin dari pohong didepan rumahku.

Kuraih sebuah buku dari meja kecil disamping tempat tidurku. Buku diary berwarna pink. Entah kenapa aku tak pernah bosan membaca dan sering sekali hanya memandang coretan-coretan sang pemilik diary ini. Kurasa hanya ini yang bisa kubuka saat aku sangat merindukannya. Dan ternyata setiap waktu aku selalu membukanya.

Flash Back

“miyoung~ahh.. hadiah untukmu!” taeyeon kecil berteriak kegirangan sambil berlari kearah tiffany.

Tiffany yang sedikit terkejut karena kedatangan taeyeon membelalakan matanya. Kedatangan taeyeon yang ternyata lebih cepat dari yang diperkirakan.

“taetae,, kenapa kau kembali secepat ini?”

“karena aku merindukanmu. Ini untukmu, dan ini untukku. Aku ingin kau mengisi segalanya yang kau rasakan diantara kita berdua didairy ini. Dan suatu saat nanti jika kita sudah besar, kita bisa saling menukar. Kau memegang punyaku, dan aku memegang punyamu.” Taeyeon kecil tersenyum menatap tiffany kecil. Mereka berdua masih terlihat sangat polos dan tentunya satu sama lain sudah memiliki rasa yang terpendam.

Diary itullah yang akhirnya menyatukan mereka saat mereka tumbuh dewasa.

End Flash Back

Hmmm… miyoung~ahh.. aku ingin mendengarkan lagu yang kau tulis didiary ini. Mendengarkan kata-kata cinta yang indah yang ada didalam lyricnya. Akan lebih mengesankan jika kau bisa menyanyikan lagu itu saat aku akan pergi tidur. Sepertinya sangat menyenangkan. Mimpi yang sangat indah bukan? Huh!

Setiap kali aku membaca diary ini, aku merasa sama dengan saat aku membaca novel cinta, dan aku bisa membayangkan kalau tokoh utamanya adalah aku dan dirinya. Aku sudah membacanya hingga selesai, dan hanya ada namaku dan juga dia.

Kututup kembali buku diary ini, dan kudekap dalam pelukanku. Membayangkan dirinya kini berada didepanku dan tersenyum lembut penuh dengan rasa kasih sayang seperti yang selalu dia peruntukan untukku dulu. Kembali aku harus merutuki diriki karena kembali aku terus merasa sangat bodoh. Aku yang melepaskan, dan aku sendiri yang saat ini menderita karena merindukan belaian cinta darinya. Kurasa ini tak adil untuknya. Jaid ini yang selama ini dia rasakan? Seperti inikah rasanya jika cinta itu bertepuk sebelah tangan. Ternyata benar-benar sangat menyiksa.

Kuraih handphoneku, kali ini  kuberanikan diri menghubunginya.

“yeoboseo” terdengar jawaban canggung dari seberang sana. Dia mengangkat. Tak menolakku?

“pany~ahh.. emmm~ kau tak keberatan jika kita bertemu sekarang?” ucapku sedikit tergagap. Jebal. Aku mohon miyoung~ahh..

Beberapa saat tak terdengar jawaban. “aku hanya ingin meminta maaf dan memulai kembali. Memperbaik hubungan kita.” Lanjutku.

Masih tak ada jawaban. Hanya suara nafas yang terdengar. “jeball. Kali ini saja. Aku tak akan mengganggumu lagi setelah ini.” Aku kembali memohon. Aku benar-benar berharap dia menerimanya. Setidaknya aku sangat ingin memperbaik hubungan ini. Aku tau jika aku memintanya kembali, itu akan percuma, dia tak akan kembali menerimaku. Aku tau ketakutannya. Dan lagi, khunie oppa sudah menjadi penggantiku. Dia berhak untuk bahagia.

“pany~ahh… arraseooo, aku tau kau masih tak akan mau berbicara denganku. Apapun jawabnmu, aku akan tetap menunggumu ditempat pertama kali kita bertemu. Aku tau kau masih mengingatnya. Tempat yang juga menjadi awal hubungan cinta kita. Gomawo karena masih mau menerima telfonku.” Aku memutuskan sambungan. Bergegas keluar kamarku, mengambil kunci mobil dan hoddieku.

***

30 menit berlalu. Dia belum juga datang. Udara dingin yang menerpa tak kuhiraukan. Aku masih tetap akan menunggunya. Menunggu hal yang tak pasti yang juga sia-sia. Tapi aku tetap yakin kalau dia akan datang. Entah darimana datangnya keyakinan itu, aku sendiri juga tak mengerti.

Aku menatap langit malam yang semakin mendung. Bintang yang mulai menghilang diganti dengan awan gelap yang mulai beriringan diatasku. Sepertinya aku tak menyadari sedari tadi kalau malam ini akan hujan.

Taman ini ternyata masih sama. Aku masih merasakan udara keindahan dimasa lalu, dimana aku dan dirinya sering menghabiskan waktu pulang sekolah kami ditempat ini. Membangun istana impian dengan pasir-pasir ini. Aku berjongkok diatas pasir-pasir yang dulu sering kami bangun menjadi istana. Aku rindu akan itu. Tanganku mulai beradu dengan pasir-pasir, membentuk bongkah demi bongkah menjadi bangunan istana kecil. Rintik air mulai berjatuhan dikulitku. Aku masih melanjutkan aktifitasku hingga akhirnya terbentuk sudah istana kecil ini. Aku tersenyum memandangnya. Kuraih handphoneku, dan kufoto. Masih kutatap hasil jepretan tadi. Kembali membayangkan masa laluku. Rintik air yang awalnya perlahan jatuh, kini semakin deras mengguyur. Mulai membasahi seluruh tubuhku.

“hujan.” Aku berucap pasrah. Kubaringkan tubuhku diatas pasir. Menatap bulir-bulir air yang dengan deras mengeroyokku. Kutatap jam dipergelangan tanganku. 50menit berlalu. Aku masih bersikokoh untuk tetap menunggunya. Taman ini tak terlalu jauh dengan rumahnya.

Aku mulai memejamkan mataku, sedikit nyeri saat air hujan yang deras jatuh tepat dimataku. Dan beberapa menit kemudian hujan berhenti. Benarkah? Aku masih mendengar derasnya air yang berjatuhan. Aku mencoba mengusap mataku dan mulai membukanya. Seorang gadis dengan payung berwarna pink berdiri tepat dihadapanku. Aku kembali mengusap mataku, mengurangi pandanganku yang kabur. Tiffany? Benarkah? Apa aku hanya bermimpi? Dia benar-benar datang.

“miyoung~ahhh..” aku terbangun dan terduduk saat benar-benar yakin kalau gadis yang ada dihadapanku ini adalah tiffany. Dia tak bergeming, menatapku lekat, ada tatapan kesedihan disana. Badanku yang semula sudah bergetar karena terguyur hujan, kini semakin menjadi dengan tatapan matanya yang tak biasa.

“bukan seperti ini caranya. Aku tau kau akan tetap menungguku, tapi aku tak ingin kau melakukan hal bodoh seperti ini.” Kali ini sikapnya membuatku kembali berfikir, kembali menuangkan segala penyesalanku dalam hati. Perlakuan sederhana yang membuatku masih merasa sangat bersalah. Dia menyelimutiku dengan hoddienya. Perhatiannya untukku masih sama. Seperti inikah cinta itu bekerja? Dan apakah selama ini aku harus memanggul gelar orang bodoh karena tak menyadari itu?

“mianhe miyoung~ahh.” Satu kata terucap dari mulutku dengan sangat bergetar. Kediaman dan kecanggungan tiba-tiba nampak diantara kami berdua, menyisakan suara rintik hujan yang semakin deras. Tak terasa airmataku mulai mengalir. Aku berharap dia tak akan melihat air mata ini. Air mata penyesalan yang sia-sia. Menyedihkan.

“a-aku menyesal untuk semuanya. Ya, aku menyesal karena mengkhianatimu.” Aku kembali berucap, masih tak kalah bergetar dengan sebelumnya. Bukan hanya bibirku yang kelu karena merasa sangat bodoh mengucapkan itu, tapi karena hati yang memaksa tubuhku untuk ikut merasakan getarannya. Kupaksa tatapanku untuk mengarah menghadapnya, rasanya berat untuk memperlihatkan air mataku dihadapannya. Dia hanya tertunduk. Seperti inikah sakitnya? Aku benci rasa sakit ini. Aku benci dengan apa yang kulakukan.

Masih diam, tak ada kata-kata yang terucap darinya. Aku tau ini akan terjadi, mudah untuk tertebak. Dia terlalu sakit menghadapi semua ini.

“mianhe. Aku seharusnya tak melakukan ini. Tak seharusnya aku yang saat ini sangat kau benci datang dihadapanmu, dan hanya bisa membuatmu semakin merasa tersakiti.” Aku menghela nafas sejenak, menghapus air mataku yang juga tak kunjung berhenti.

“miyoung~ahh. Aku ingin berusaha menerima segalanya. Aku akan menerima kebahagiaanmu sebagai kebahagiaanku juga, meskipun kau sekarang tak bersamaku. Ini hukuman untukku. Selama ini kau yang menanggung sakitnya, dan aku berharap kau bisa melepasnya, biarkan aku sendiri yang menanggunya. Sebagai ganti masa lalumu yang terbuang sia-sia hanya untukku. Gomawo, karena kau masih sudi menemuiku dan ini. Kukembalikan padamu. Perhatianmu selama ini akan kukenang.” Aku mengembalikan hoddienya yang sedari tadi menyelimutiku, mengurangi beban kedingananku. Aku beranjak berdiri, berjalan menjauh menuju mobilku.

Ini yang terakhir. Yang terakhir untuk bisa melihatnya. Aku akan terluka setelah ini. Sangat terluka. Aku terima itu. Kini hanya sendiri yang menjadi temanku. Cinta benar-benar akan menghilang dariku, menjauh sejauh mungkin, karena kurasa aku tak layak untuk mendapatkan cinta.

***

Tiffany POV

Kenapa aku harus melihatnya? Kenapa aku harus melihat air mata itu? Air mata yang sangat jarang aku lihat saat aku masih bersamanya. Dan lagi, kenapa aku harus kembali merasa terluka? Hanya dengan melihat air mata itu? Dia yang menyakitiku. Dia yang meninggalkanku. Dan dia juga yang tega mengkhianatiku. Kenapa aku harus tersakiti hanya dengan melihat air mata dan mendengar ucapan bodoh dari dirinya? Kenapa aku masih merasa ingin terus memperhatikannya? Kenapa ini terjadi? Kenapa masa laluku begitu tega mencabik-cabik habis kebahagiaanku? Sudah lebih dari 1 tahun. Tapi aku masih merasakan sakit yang mandalam? Karena cinta pertama? Atau karena aku yang terlalu bodoh, mudah sekali jatuh dalam penyiksaan batin oleh cinta.

Dia berjalan menjauh. Aku hanya bisa melihat punggungnya. Terlihat jelas, punggunya yang bergetar dari sini. Andai saja kau tau taeyeon~ahh. Sampai sekarang hanya dirimu yang selalu hadir disaatku bermimpi. Entah itu mimpi indah, dan juga mimpi burukku.

Aku berusaha mencari kebahagiaanku. Kebahagiaan yang kau katakana suram dimasa laluku. Ya, aku mendapatkan kebahagiaan itu sekarang. Tapi kenapa aku merasa kau masih menarikku kencang? Aku merasa kau masih berada dalam hidupku, walaupun aku sudah berusaha keras untuk mengusirnya jauh-jauh.

Memang benar, aku sangat membencimu. Aku merasa kalau rasa benciku padamu kini tak pernah akan padam. Aku tak ingin itu padam. Tapi mengapa kau harus seperti ini? Kenapa kau harus menangisi penyesalanmu sendiri? Kau membuatku sesak sesaat karena ucapanmu. Sekuat itukah rasa cintaku untukmu?

Andai saja aku bisa melihat masa depanku, aku tak ingin pernah menerimamu dalam kehidupanku. Malahan, aku tak ingin melihat, bahkan mengenalmu. Itu menyiksaku sekarang. Semakin menyiksa, meninggalkan scars yang sangat besar disini. Dilubuk hatiku yang terdalam. Aku bisa membayangkan, kini kau sangat kesepian. Dan seharusnya aku merasa sangat senang dengan itu. Aku ingin tertawa lepas karena kau merasakan apa yang dulu kau torehkan dalam dihatiku. Dan nyatanya, terbalik. Aku hanya merasa semakin sakit melihatmu sampai seperti ini. Penyesalanmu hanya udara kotor untukku. Yang seharusnya aku buang dan tak lagi aku hirup, semudah aku mengganti karbon dioksida dalam tubuhku menjadi oksigen segar.

Air hujan semakin mengguyurku. Berjatuhan sangat kencang dibalik paying yang kukenakan sebagai penghalang. Aku menatap bentukan-bentukan pasir yang mulai runtuh karena hujan dihadapanku. Ini mengingatkanku dimasa lalu, saat aku dan dirinya belum mengenal cinta. Masih sangat awam untuk merasakan hal itu.

Jika saja aku bisa berenkarnasi, aku ingin sekali menjadi pasir ini, supaya aku bisa menatapnya bahagia. Senyumnya yang tulus dan masih polos dimasa lalu. Senyuman terhangat yang ternyata lenyap saat aku dan dirimu semakin menyatu.

“kau bilang ini bahagia? Ini semakin menyakitiku jika kau tau.” Aku berucap tak kalah bergetar saat dia mengucapkan kata-katanya tadi. Aku sampai saat ini masih belajar untuk tetap berjuang dengan cinta yang saat ini aku jalin bersama nickhun oppa. Aku tak ingin mengecewakannya, aku menerimanya sebagai masa depanku. Aku ingin beranjak menjauh dari masa laluku. Berusaha menempatkan segalanya yang dulu aku terima saat masih bersama dirinya. Dia hanyalah kenangan indah yang mungkin bagiku susah untuk terabaikan, tapi aku tak bisa terus-terusan egois pada perasaanku. Aku takut jika nantinya aku akan mengorbankan banyak hati.

Sempat aku beranggapan, ‘what I’m supposed to do when I feel the best part of me is always you’ kata-kata itu terlalu sulit untuk aku lupakan. Bagaimana bias aku lakukan itu? Labil? It’s me. Tapi setidaknya aku akan tetap berusaha untuk sepenuhnya mencintai kekasihku saat ini. Mencintainya seperti saat aku mencintai masalaluku, atau bahkan aku bisa lebih dari itu.

Aku berani meninggalkan masalulu, dan aku juga harus bertanggung jawab atas itu. Dia memang terlalu berarti sampai sekarang. Aku tak bisa mengabaikan itu. Aku masih sangat sering merindukannya, jujur itu aku lakukan. Seandainya dia tau, mengapa aku sangat mencintainya. Tapi sayang, Tuhan belum menghendaki kau dan aku bersama. Aku tak akan memaksakan itu. Karena kembali lagi pada perkataan banyak orang yang mengatakan bahwa ‘jodoh ada di tangan Tuhan’ maka aku hanya bisa berdoa.

Aku tak akan menyia-nyiakan kesempatanku kali ini. Tuhan kembali mendatangkan calon pendamping hidupku, kupertahankan itu. Dan tetaplah dalam kenangan dihatiku yang paling dalam untuknya. Kim Taeyeon. Nama itu sangatlah berharga bagiku. Terimakasih untuk masalalu yang indah dulu.

***

Taeyeon POV

“appa, ummaaa! Aku harus brangkat sekarang. Aku tak ingin ketinggalan pesawat.” Aku berlari kearah appa dan ummaku, memeluk mereka dengan erat. Aku akan sangat merindukan mereka.

“dan saat aku pulang nanti, akan kuperlihatkan hasil kerja kerasku pada kalian.” Aku melanjutkan dengan semangat

“taeyeon~ahh. Appa dan umma percaya, kau akan menjadi orang sukses disana. Kau adalah kebanggaan kami berdua. Berjuanglah. Dan jangan lupa sering-seringlah menghubingi kami” aku mengangguk. mereka berdua mulai menciumiku dan memelukku.

“oppa. Gomawo untuk semuanya. Jaga diri baik-baik. Jangan sampai kau sakit gara-gara aku jauh darimu untuk waktu yang mungkin terbilang sangat lama.” Aku memeluk Sunwoong oppa, menepuk-nepuk punggungnya.

Hari ini aku akan melanjutkan karirku di London. Mengejar kebahagianku disana.

“taeyeon~ahh. Kuharap kau juga bisa seperti itu. Kau itu mengkhawatirkan. Aku masih berat hati jika harus membiarkanmu hidup sendiri disana. Kau-“

“arraaaa oppa… aku tak akan membiarkanmu seperti itu. Aku akan jaga baik-baik diriku. Dan suatu saat nanti saat kembali lagi kemari, giliranku untuk menjagamu. Oppa, aku harus bergegas, pesawatku akan segeara terbang.” Aku mengacak pelan rambutnya. Dia hanya mengangguk. Kuharap dia benar-benar bisa menjaga kesehatannya.

“taeyeon~ahh. Hubungi aku jika kau ada waktu. Jangan membiarkanku kesepkan!” baru beberapa langkah, dia kembali berteriak. Dasar!

“arraaa oppa! Aku akan menemanimu saat aku sedang ada waktu luang. Akan kuhubungi kau setiap malam.”

***

Cinta itu sederhana,

Jika memang tak mampu untuk membuatnya tertawa,

Maka cukuplah dengan tidak membuatnya merasa terluka.

Taeyeon POV

5 years ago…

Tahun dengan cepat berlalu, aku tetap seperti ini. Diriku yang dulu, hanya berbeda situasi. Aku sudah berhasil merengkuh kesuksesanku di London. Merasa sangat bangga dengan apa yang saat ini aku jalani dan dapatkan. Sebuah perusahaan besar yang dulunya dikelola oleh seorang yang kukenal baik, kini jatuh ditanganku. Beliau mewariskan segalanya padaku. Dia adalah pamanku. 2 tahun yang lalu saat beliau meregang nyawa dan kembali pada sang pencipta. Aku tak menyangka jika segalanya akan beralih padaku. Aku sempat berpikir, beliau mewariskan semua ini untukku karena istrinya telah mendahuluinya, dan beliau juga tak mempunyai keturunan. Saat-saat terakhir, sang pengacara berbicara padaku bahwa beliau mempercayakan segalanya ditanganku karena aku mampu untuk menyukseskan kerja kerasnya. Dan sampai saat ini, aku masih terus dan akan tetap berusaha melanjutkan itu semua. Menjadikan perusahaan ini tertanama. Jika bukan karena beliau, mungkin aku tak akan sesukses saat ini.

Hari ini terasa sangat panjang. Sangat melelahkan rasanya. Meeting dibeberapa tempat membuatku kembali merasa pusing. Kondisiku hari ini memang tak sepenuhnya mendukung. Kurasa efek obat tidur yang kutenggak semalam kembali menimbulkan efek sampingnya.

“taeyeon~ahh.. berhenti meminum obat tidur! itu akan menghajar kepalu saat kau terbangun. Dan akhirnya seperti ini.” Omel gadis disebelahku. Aku menatapnya sesaat dan kembali terfokus pada layar handphoneku..

“anak ini benar-benar.” Satu gerakan darinya membuatku kembali menatapnya.

“aaaa… sicaaa, arraaaa! Aku tak akan menelan obat itu lagi. Itu semua gara-gara kau tak membuatkanku susu coklat panas. Kau meninggalkanku tersadar sendirian.” Aku memasang muka cemberut. Menunduk akan tingkah gadis disebelahku yang sudah mengambil handphone yang tadi kugenggam.

“kenapa kau tak membuat sendiri? Huh? Dasar manja” kini dia menundukan kepalanya, mencari mataku. Menengadahkan pipiku dengan kedua belah tangannya.

“mianhe taeyeon~ahh, semalam aku benar-benar lelah. Aku janji akan kubuatkan kau susu hangat saat kita sampai nanti” dia tersenyum lembut, masih dalam posisi yang sama. Tatapannya yang tulus membuatku selalu merasa bahagia.

Jessica adalah rekan kerjaku sekaligus sebagai teman paling dekat sejak aku datang ke London. Dia selalu memperhatikanku, aku menyayanginya.

Dibalik semua itu, Jessica merupakan korban dari cinta. Dan itu membuatku mengingat masa laluku sebagai orang yang menyianyiakan kekasih yang sangat mencintaiku. Jessica sangat mengingatkanku pada dirinya. Aku masih merasakan getaran rindu untuknya. Aku sangat sering bertemunya, bertemunya didalam mimpi indahku serta mimpi burukku.

Aku yakin saat ini dia sudah benar-benar bahagia. Aku tau itu, dia adalah tipe penyayang. Sama seperti Jessica. Dia sempurna. Tapi sayang, aku menyianyiakan itu semua. Entah kenapa sampai sekarang rasa salahku belum juga pudar.

“taeyeon~ahh, apa kau baik-baik saja?” satu sentuhan lembut dipundakku menyadarkanku dari lamunannku. Aku menatapnyanya sekilas lalu tersenyum manis. Berusaha menghilangkan rasa kekhawatirannya untukku.

“nona, apa saya harus menjemputmu pagi nanti?” ucap pelayanku.

“annioo ahhjussi. Aku akan berangkat sendiri besok. Kau beristirahatlah. Terimakasih untuk hari ini, mianhe kerena merepotkanmu.” Ucapku kembut.

“gwenchana nona, ini sudah menjadi kewajiban saya. Saya pamit nona. Jika nona membutuhkan bantuan, saya akan selalu siap.” Dia kembali berucap. Pelayanku yang satu ini memang yang terbaik menurutku. Walaupun masih baru, tapi aku salut atas kerjanya.

“gomawo ahhjussi,” aku kembali tersenyum padanya, hingga akhirnya dia mulain menjalankan mobil.

“taeyeon~ahh. Bersihkan tubuhmu, dan aku akan membuatkan susu hangat untukmu. Go!!!!” perintah Jessica setelah kami berdua masuk kedalam rumah..

Aku dan Jessica tinggal serumah. Aku sengaja mengajaknya tinggal karena kami disini sama-sama sendirian dan juga berasal dari korea. Dan lagi, Jessica sangat benci dengan sendiri. Dia selalu merasa takut oleh itu. Dan akhirnya kuputuskan untuk menagajaknya tinggal bersamaku.

“this is it” Jessica menyodorkan nampan dengan sandwich dan susu hangat. Terlihat jelas uap air yg menyembul dari susu itu. Dia benar-benar sangat perhatian.

“gomawoooo cicuuhh~ahhh.” Aku mengeluarkan aegyoku padanya. Dia membalasnya dengan mencubit pipi kiriku.

Aku menyalakan tv, mengganti-ganti chanel, mencari acara yang tepat dengan malam ini, kurasa film action akan pas. Mataku terpaku sesaat pada tv, dan tak sadar mulut masih penuh dengan sandwich yang kumakan.

“ya! Kunyahh! Dasar!” Jessica menepuk lembut lengan kiriku, membuatnya sedikit memekik karena terkejut. Untungnya aku tak mengeluarkan seluruh isi mulutku. Aku menepuk-nepuk pelan dadaku, berusaha melancarkan proses penelanaku. Mataku tetap terpaku pada adegan seru ditv.

“taengie~ahh. Apa kau tak merasa rindu dengan keluargamu dan teman-temanmu? Apa liburan besok kau tak ingin pulang?” ucapnya disela-sela sepinya ruang tengah. Aku menyesap susu panas darinya sebelum menjawab pertanyaannya.

“aku tak bisa meninggalkanmu sendirian Jessica. Ahhh! Bagaimana jika tahun ini, kita kembali ke Korea. Kurasa kau juga merindukan segalanya disana.” Ucapku dengan penuh semangat.

“tapi taeng, aku tak memiliki siapa-siapa disana.” Dengan cepat keadaannya berubah, yang sebelumnya ceria, kini memurung. Aku menyambutnya dengan rangkulan hangat, kurengkuh dia dalam rangkulanku, menepuk-nepuk pundaknya.

“gwenchana. Masih ada aku yang akan selalu menemanimu. Aku sangat ingin bertemu dengan seseorang yang sudah kuanggap sebagai kakakku. Aku ingin memperkenalkannya denganmu”

“nugu?”

“kau akan tau nantinya. Sekarang kau tidur. dan asal kau tau, aku sudah memesan tiket penerbangan untukmu dan untukku kemarin. Kita akan berangkat besok. Berkemas-kemas, dan segera tidur. arra!? Aku akan menunggumu disini selagi kau berkemas-kemas.” Aku menarikknya untuk berdiri dan mendorong pelan tubuhnya.

“yaaa!!! Kenapa mendadak?! Ishhhhh!!”

Aku hanya tersenyum menanggapi omelannya.

Besok adalah pertama kalinya aku pulang kerumah, untuk pertama kalinya setelah aku hidup dinegara ini. Aku sudah sangat tak sabar menunggu besok. Appa, umma, sunwoong oppa, aku akan mengejutkan kalian. Aku memang sengaja tak mengabari mereka terlebih dahulu karena itulah tujuanku.

Sebenarnya masih ada satu nama lagi yang masuk daftar kerinduanku. Tapi aku tak ingin berharap banyak. Aku sudah berjanji tak akan menemuinya lagi. Aku tak ingin mengganggu hidupnya. Aku sudah merelakannya untuk bahagia. Hwang Miyoung.

***

Jennnnngggg….Jennnnnggggg. author yang asli update nihhhh ^^ hahahaha. Udah lama banget sebenernya mau ngeluarin ni FF, tapi karena saya merasa readers masih menikmati FF This Love, jadi terundur sampe sekarang.

Dan semoga ni FF nggak mengecewakan ^^

This Love [Chapter 5]

Chapter 5

Bagaimana bisa kau meminta ku untuk  mendapatkan kebahagiaan ku yang lain saat kau tau bahwa kebahagian ku itu adalah kamu.

 Heart-photography-6960592-2560-1920

Flasback POV

“seobang bangun..” suara itu terdengar  meminta pada kekasihnya yang kini sedang tertidur dengan lelap.
“eunghh~~..” yuri  hanya mengerang pelan.
jessica yang terlihat gemas dengan wajah yuri  saat tertidur pun hanya tersenyum dan membuatnya tak tahan untuk mengecup setiap sudut wajah yuri.
mulai dari kening turun ke mata, lalu kedua pipi yuri,hidung yuri dan terakhir ia mengecup kilat bibir yuri.
“isshh.. aku bilang bangun” pinta jessica dan sekali lagi memberikan kecupan singkat di bibir yuri saat kekasihnya tak memberi respon padanya.
yuri masih tidak bergeming bahkan tidak sedikit pun membuka matanya,
“seobang banguuunnn…” kini jessica merengek manja sambil kembali mengecup kilat bibir yuri.

Tanpa di duga yuri langsung memeluk erat tubuh jessica,kini posisi jessica sudah berada di atas tubuh yuri.
“kau  terlalu berisik baby, mengganggu saja..” yuri berkata dengan suara huskynya sambil menghirup aroma rambut kekasihnya
jessica yang ada di pelukan yuri pun membalas pelukan yuri,
“jangan salahkan aku, kau yang sulit untuk di bangunkan” ujar jessica sambil membenamkan wajahnya di lekukan leher yuri.

Yuri meraih telepon gengganggamnya yang berada di meja samping tempat tidurnya, ia melihat jam pada layar handphonenya tanpa melepas jessica.
“yaa.. kau lihat ini bahkan jam setengah 3 pagi dan kau membangunkan huh?” yuri pura-pura kesal pada jessica.
jessica kini mengangkat kepalanya menatap yuri dan tertawa kecil penuh arti.
“baiklah nona  jung berikan alasan mu membangunkan ku” pinta yuri pada jessica.
“hehe.. aku hanya tidak bisa tidur sayang, tadi aku sudah keluar kamar dan menonton tivi sendirian. Lalu aku duduk sendiri juga di balkon tapi tetap saja aku tidak bisa tidur, aku bosan sendiri” jawab jessica sambil menatap yuri dengan mata yang di buat sepolos mungkin.
“yaa!! Jangan menatap ku seperti itu atau aku akan memakan mu sekarang juga” ancam yuri, jessica pun semakin tak bisa menahan tawanya.
“lalu kenapa kau tak memakan ku saja seobang” jessica setengah berbisik dan sengaja mengeluarkan suaranya se sexy mungkin untuk menggoda kekasihnya.
“menantang ku huh..” ucap yuri tak kalah menggoda.
sesaat bibir mereka pun sudah menempel satu dengan yang lain saling mengecup lalu berganti saling menyesap dan melumat bibir masing-masing seolah tak ada waktu lagi untuk mereka esok hari. Ciuman mereka bukan lah ciuman penuh nafsu dan gairah yang hanya untuk memuaskan keinginan masing-masing  tapi ciuman ini terkesan lebih manis karena mereka menggunakan rasa cinta, cinta yang teramat dalam dan hanya mereka yang dapat merasakannya.

Mereka melepaskan tautan bibir itu saat mereka berdua merasa membutukan oksigen.
“saranghae baby” ucap yuri pelan sambil mengecup lembut dahi jessica, jessica hanya membalas dengan senyum manis dan mengangguk pelan.
“setelah ini apa yang kau inginkan baby” tanya yuri sambil membelai lembut pipi jessica dan menyelipkan rambut jessica ketelinga jessica.
“mmm.. bagaiamana jika kita berjalan-jalan saja sekarang” usul jessica.
“kau mau kemana ini bahkan sudah dini hari” jawab yuri mengeratkan tangannya di pinggang  jessica.
“hanya berkeliling entah lah yang penting aku ingin menghirup udara segar yul..” kembali jessica merengek pada yuri.
“aigooo.. berhenti melakukannya, kau tak akan bisa seimut sunny, wajah mu terlalu dewasa untuk merengek kau tau.” Yuri pun tertawa dan merasa senang berhasil menggoda kekasihnya
“Ya!! Aku tidak setua itu, aku juga bisa terlihat imut seperti sunny” protes jesica sambil memukul pelan bahu yuri dan mengerucutkan bibirnya menunjukkan wajah kesalnya.
“kekasih macam apa kau yang tidak pernah bisa memuji ku, menyebalkan” lanjut jessica menatap yuri tajam.
“owhh.. kekasih ku sedang marah” yuri masih terkikik.
“dengar aku tau kau dalah orang yang tidak bisa di puji, saat aku memujimu imut, cantik atau apapun kau akan selalu bersikap dan menunjukkan sisi seperti itu setiap saat dan kau akan menunjukkan juga pada orang lain. Aku tidak suka itu” ujar yuri sambil mengecup bibir jessica yang mengerucut.
“aku hanya ingin kau untuk ku bukan untuk orang lain, cantik mu hanya untuk ku, aegyo mu hanya untuk ku, kehangatan mu hanya untuk ku, sifat manjamu hanya untuk ku bahkan aku hanya ingin kau berbagi kekesalan mu hanya untuk ku. Kau sudah mengerti sekarang nona Jessica Jung Sooyeon?” tanya yuri dan menatap mata jessic yang tersipu.
“so cheesy, kau bukan kwon babo ku jika sudah seperti ini” ucap jessica sambil tertawa.
“hahaa… makanya jangan pernah memancing ku untuk bersikap se cheesy ini pada mu” yuri menjulur kan lidahnya seolah meledek jessica.

“bangunlah baby, kita mencari angin segar sekarang” perintah yuri dan langsung dituruti oleh jessica, iya bangkit dari posisinya yang menindih diri yuri dan merapikan rambutnya.
“kajja kita pergi” ujar yuri yang kini sudah berdiri di tepi ranjang dan mengulurkan tangannya pada jessica.
“piggy back” jessica kembali merengek, entah kenapa seorang kwon yuri tak akan pernah bisa menolak apapun permintaan seorang Jessica jung, pesona Jessica sangat berhasil membuatnya bertekuk lutut.

“hmm.. kau tau punggung mu adalah punggung ternyaman yang pernah aku punya” ujar jessica sambil menyandarakan kepalanya ke punggung yuri yang kini menggendongnya.

 

Flashback POV end

***

Author POV

“apa kau yakin akan pulang ke dorm malam ini?” hyun joong menatap jessica yang menyandarkan tubuhnya di jok mobil.
“mmm aku sudah berjanji pada yoona untuk pulang oppa”  jawab jessica  sambil menutup matanya menghilangan sejenak lelahnya.
“baiklah kalau itu maumu” hyun joong melajukan mobil nya.

Sejak pertengkaran dengan Yuri, Jessica memang memilih untuk menghindar sejenak dan menghabiskan waktu kosongnya dengan menyibukkan diri  sekedar untuk merawat tubuhnya di perawatan kecantikan,  berbelanja  ataupun kegiatan yang lain apapun  yang penting ia dapat mengalihkan segala  hal yang membuatnya sedikit setres dan tertekan akan hubungan nya dengan Yuri yang tak disangka akan seperti ini.

Tak bisa dipungkiri apa yang terjadi dengan hubungannya dengan kekasihnya tak pernah di sangka oleh Jessica, hubungannya dengan yuri memang  bukan tanpa konflik seperti pasangan lainnya keduanya sering terlibat pertengkaran2 kecil namun seberat apapun keduanya selalu berusaha saling terbuka dan bisa menyelesaikan masalah mereka. Tapi kini untuk masalah yang bahkan jessica tak tahu apa sebabnya membuatnya harus benar2 bisa bersabar untuk menghadapi semua ini.

Di perjalanan baik Hyun Joong maupun Jessica sibuk akan pemikiran mereka masing2 Jessica yang tak bisa berhenti memikirkan Yuri dan Hyun Joong yang hanya berkonsentrasi dengan mobil yang ia kendarai. Sesekali ia melirik Jessica yang duduk di sebelahnya yang  menikmati jalanan kota seoul lewat kaca mobilnya.
Hyun joong tak ingin memulai pembicaraan dengan jessica ia tahu gadis yang sebenarnya sudah lama ia cintai ini sedang memikirkan orang lain yang sangat ia cintai.

Selama pertengakaran Yuri dan Jessica Hyun joong lah orang yang setia menemani Jessica dan selalu berusaha ada untuk Jessica sesibuk apapun ia akan selalu menyempatkan waktunya untuk selalu ada di samping Jessica.
dulu mungkin ia bisa di bilang memiliki obsesi sendri bersama jessica tapi seiring berjalannya waktu Hyun joong merasa bahwa Jessica tak akan pernah berpaling dari seorang Kwon yuri itu membuatnya berfikir bahw ia tak bisa memaksakan perasaan Jessica terhadapanya. Baginya yang terpenting ia tetap bisa menjaga Jessica dan selalu ada untuk wanita yang ia cintai sekalipun Jessica tak pernah bisa membalas rasa cinta itu padanya.

Tak terasa mobil Hyun joong kini sudah berada di area parkir Apartement SNSD .
“sudah sampai” ucap Hyun joong singkat  namun Jessica tidak meresponnya, diliriknya Jessica yang kini ternyata sedang tertidur di mobilnya.
“hmmm.. kau sangat lelah yah?” Hyun joong berkata lembut sambil mendekatkan wajahnya kearah Jessica
“bahkan kau sangat cantik saat tertidur” ucap Hyun joong lagi sambil menggerakkan tangannya untuk merapikan rambut Jessica yang menutupi sebagian wajah Jessica
“apa semua sesakit itu bagimu? Tenang lah kau masih memiliki ku” Hyun joong melanjutkan meskipun tanpa mendapat respon dari Jessica.
“eungh~~” jessica melenguh pelan sambil membuka matanya.
“kita sudah sampai oppa?” tanyanya sambil mengusap matanya pelan
Hyun joong merasa Jessica sangat imut saat melakukannya pun tak dapat menahan dirinya untuk tidak mencubit pipi Jessica.
“cute” ucap hyun joong sambil tersenyum manis pada wanita di hadapannya.
“appo isshh” jessica mengerucutkan bibirnya sambil mengelus pipinya sendiri yang sedikit merasa nyeri karena cubitan Hyun joong.
“sudah sampai kenapa tak membangunkan ku, kau tukang taksi yang payah” protes Jessica yang hanya di tanggapi tawa oleh Hyun joong
“aku sudah membangunkan mu princess tpi kau yang tak bangun2 jangan salahkan aku” Hyun joong mengacak pelan rambut Jessica.
“isshh kau membuatnya berantakan tau” protes jessica sambil merapikan rambutnya.

Sementara itu saat Hyun Joong dan Jessica sedang bercanda di dalam mobil, Yuri yang baru saja sampai untuk membeli perlengkapan yang kurang untuk makan malam mereka  hanya bisa menatap tajam dua sosok itu.
tak bisa di pungkiri saat ini hatinya sangat ingin meledak rasanya, ada rasa sakit dan juga cemburu melihat Jessica dan Hyun joong terlihat bahagia ketika bersama.
Sooyoung yang pergi bersama yuri dan juga ikut melihat Jessica dan Hyun joong hanya bisa mengusap pelan bahu Yuri ia sangat tau Yuri akan sangat cemburu saat melihat Jessica bersama Hyun Jong jangankan melihat mereka saat mendengar Jessica menghabiskan waktu bersama Hyun joong pun Yuri sudah sangat cemburu.
sebelumnya mobil yuri lebih dulu sampai di parkiran saat yuri dan sooyoung ingin keluar keduanya melihat sebuah mobil  yang juga baru sampai, Yuri tau itu adalah mobil milik hyun joong dan ia menahan dirinya untuk tidak keluar dari mobil, ingin melihat sedekat apa Jessica dan Hyun joong.
ia melihat saat hyun joong membenarkan rambut jessica,ia melihat saat hyun joong mencubit pipi jessica, ia melihat saat hyun joong membelai rambut jessica ya yuri melihat semuanya.

“mm.. baiklah aku rasa sudah waktunya aku masuk oppa aku rasa para member sudah menunggu ku” jessica melepas seatbelt .
“yaa.. masuk lah aku juga harus pulang besok pagi aku harus pergi ke hongkong” jawab hyun joong tersenyum manis pada Jessica
“okay.. bye Mr. Hyun, nikmatilah pekerjaan mu besok” pamit Jessica sembari keluar dari mobil Hyun joong.
hyun joong pun tersenyum dan mengangguk sembari menutup kaca mobil dan melajukan mobilnya.

Saat  jessica berjalan kearah elevator yang kan mengantarkannya ke dorm  jessica sedikit terkejut saat melihat Yuri dan juga Sooyoung yang baru saja keluar dari mobil Yuri.
raut wajah yuri benar2 menunjukkan ia sangat kesal dan ada sedikit rasa senang di hati jessica ia yakin yuri melihatnya dengan Hyun joong tadi dan tak pelak lagi yuri langsung terbakar cemburu.
“hei Youngie aa.. dari mana kalian” sapa jessica
“ini kami membeli bahan2 yang kurang untuk makan malam kita” ucap soo menunjukkan kantong belanjaan ia dan yuri.
sementara yuri hanya diam dengan wajah yang dingin, Yuri adalah orang yang tidak bisa di tebak ia terkadang bisa sangat ceria tapi ia juga kan cepat berubah mood nya saat sesuatu hal yang tak ia sukai terjadi dan asal kau tau yuri sangat lah buruk dalam hal menutupi mood nya jika sudah jelek.

yeoboseyo.. aahhh unnie sudah mau sampai baiklah aku menunggu unnie di parkiran mobil saja” sooyoung terlihat menerima teelpon dari kakaknya.
“yul, sica kalian masuk ke dorm duluan saja aku masih menunggu Soo jin unnie di sini, ia ingin mengantarkan barang ku yang tertinggal di rumahnya” jelas sooyoung.

Jessica dan yuri kini hanya saling menatap, Yuri berfikir inilah adalah moment  yang sangat tidak pas bagaimana mungkin ia akan masuk ke elevator hanya berdua dengan Jessica saat rasa cemburunya kini sangat lah memuncak, ia tak ingin kembali terjebak saat jessica mulai memancingnya.
sementara itu juga jessica pun merasa ini akan menjadi canggung bagi keduanya.
“mmm tidak aku akan disini menunggumu soo” tolak Yuri
“tak usah yul, aku yakin para member sudah menunggu kalian untuk  makan malamnya” jawab sooyoung meyakinkan.
“ aku lelah aku rasa aku akan masuk duluan saja” Jessica tiba2 bersuara dengan gaya cuek yang dimilikinya
“ya.. jika kau lelah masuk lah,dan yul kau juga bisa masuk dengan sica terlebih dahulu” pinta sooyoung.
dalam hati yuri hanya bisa mengumpat ia merindukan Jessica tapi ia benar2 tak ingin jika saat ini dan dalam kondisi seperti ini ia hanya akan berdua bersama jessica waluapun menggunakan elevator ke lantai 19 itu sangat cepat tapi tidak jika hati mu sedang tak nyaman sepert i yuri.

Setelah akhirnya yuri berusaha menolak namun gagal juga kini Yulsic sudah memasuki elevator hanya berdua.
hening dan canggung hanya itu yang terasa di elevator itu, baik Jessica ataupun yuri merasa sama2 canggung dan bingung untuk memulai pembicaraan apa yang bisa membuat mereka bisa lebih santai.
“apa kabarmu?” yuri akhirnya memecahkan keheningan diantara mereka.
“kau menanyakan kabar ku seolah2 kita tidak pernah bertemu dalam waktu yang lama.” Ucap Jessica dingin
glek  yuri menelan salivanya bagaimana tidak ia hanya berusaha menghilangkan kecanggungan diantara mereka yang kini tercipta dan menanyakan kabar hanya itu yang terlintas di kepala yuri kini, tapi benar kata Jessica untuk apa dia menanyakan kabar jika ia setiap hari bisa melihat Jessica meskipun hanya di pertemukan untuk pekerjaan mereka. Lagi ia sangat terlihat bodoh jika sudah begini.
“lalu apa yang kau lakukan seharian tadi?” tanya yuri , ia sebenarnya sangat ingin mengetahui kemana saja kekasihnya seharian ini apakah iya mengahabiskan waktunya bersam hyun joong.
“aku tidak ada jadwal dan seharian ini aku hanya menghabiskan waktuku bersama hyun joong oppa” jawab Jessica santai tapi di balik itu ia ingin melihat yuri kembali cemburu.
“ohh bersamanya ya” jawab yuri singkat dan tak bisa di pungkiri dari nada bicaranya ia benar2 cemburu.
jessica yang menyadari yuri sedang cemburu pun merasa sangat puas dalam hati nya setidaknya ia tau yuri masaih sama seperti dulu sangat cemburu jika tau ia dan hyun joong bersama dan jika sudah begitu bisa di pastikan jika yuri masih sangat mencintainya.
“huum.. ia bahkan rela mengorbankan waktu free nya hanya untuk menemani ku hari ini” jessica semakin berusaha membuat yuri cemburu padanya,
“baguslah kalian terlihat cocok jika bersama” yuri berusaha menanggapinya dengan setenang mungkin.
“benarkah? Banyak orang mengatakan begitu” sica kini tersenyum puas sementara yuri merasa hatinya sesak dan juga ia benar2 cemburu.
“ kalau begitu kenapa tidak bersama saja” ucap yuri ketus
“mmm… tidak untuk sekarang, tapi aku tak tau mungkin akan seperti itu dalam waktu dekat ini” sica menjawab tenang.
“iyaaa dia lelaki tampan dan sempurna kau pantas bersamanya beda dengan diri ku” ucap yuri yang kini benar2 tak bisa mentupi lagi rasa cemburunya mendengar semua jawaban jessica
“bagi ku cinta bukan se simple itu, tapi tidak ada yang tak mungkin suatu saat nanti antara aku dan oppa” jawab Jesica lagi
“baguslah cari kebahgiaan mu dan bersamanya itu jauh lebih baik” jawab yuri yang kini sudah menaikkan nada bicara dan sudah tak bisa mengontrol rasa cemburunya, saat itu juga pintu elevator terbuka dan mereka sudah sampi di lantai 19  dorm  soshi.

Yuri pun langsung keluar tanpa melihat jessica dan terlihat dari derap langkahnya ia begitu kesal.
“babo masih sangat mencintai ku tapi ingin melepas ku, kau tak akan bisa Kwon” ucap jessica sambil tersenyum senang dan melangkah kan kakinya di belakang yuri.
Braak!!! Yuri membuka pintu dorm dengan kencang ia kesal sangat kesal rasa cemburu itu sudah menumpuk di ubun2nya.
“Ya!! Kwon yuri bisakah kau pelan2, mengagetkan saja kau tau” taeyeon yang terkejut dengan suara pintu pun reflek meninggikan suaranya
mianhe”  ucap yuri singkat sambil menaruh kantong belanjaan di atas meja makan.
jessica yang di belakang yuri pun ikut menaruh kantong belanjaan yang dititipkan oleh sooyoung.
“kau sedang kenapa yul?” tanya tiffany sambil mengeluarkan barang2 dari kantong belanjaan yang di bawa yuri dan jessica.
“tidak hanya sedikit lelah” elak yuri yang kini melangkahkan kakinya menuju ruang tengah dorm  mereka.

Tiffany dan taeyeon k ini menatap Jessica yang tersenyum sendiri.
“apa yang kau lakukan dengan seobang mu huh?” tanya taeyeon
aniyo.. aku tak melakukan apapun, hanya mungkin ia cemburu” jawab Jessica sambil sedikit berbisik pada pasangan taeny
“memangnya kenapa?” tanya tiffany ingin tau
“ia melihat ku bersama hyun joong oppa, kau tau kan bagaimana sensitifnya ia jika melihat aku bersama oppa” jessica menjawab tenang.
“hahaha… si babo sedang cemburu?”  taeyeon tertawa
“sayang pelankan suaramu jika yuri mendengarnya ia kan semakin kesal” tegur  tiffany pada kekasihnya.
“hahahah… ini lucu baby “ taeyeon tetap tertawa, terkadang memang membernya ini terlihat sangat kekanakan  dalam menjalin hubungan.

“eomma” suara Yoonna mengalihkan obrolan taeny dan Jessica, kini ia sudah memeluk Jessica dari belakang. Melingkarkan kedua tangannya di bahu jessica sambil menyandarkan kepalanya di bahu Jessica
“ouuww.. my baby yoongie apa kau merindukan ku” tanya Jessica sambil mengusap lembut rambut Yoona yang ada di belakangnya.
neoumu..neoumu.. bogoshipoyeo, aku fikir kau tak akan datang malam ini unnie jawab Yoona manja .
jessica membalikkan badannya menghadap Yoona dan menangkupkan kedua tangannya ke pipi Yoona, tak bisa di pungkiri diantara member selain Yuri sebagai kekasihnya Jessica sangat bergantung pada Yoona juga. Dongsaeng yang kini berdiri dihadapannya memang selalu bisa membuatnya tertawa lepas bahkan saat Yuri mengacuhkannya beberapa hari ini sejak konflik diantara mereka, Jessica bisa tertawa lepas hanya bila di hadapan Yoona.
Yoona terkadang bisa sangat menjadi pelindung bagi Jessica, bisa juga sangat manja dengan Jessica dan bisa menjadi penghibur hati Jessica jika sedang memikirkan hubungannya dengan Yuri.

“bukan kah aku sudah berjanji padamu kemarin, kau lupa aku bukan orang yang suka ingkar janji hmm..” ucap jessica lembut pada Yoona
“aku fikir akan begitu mengingat kau begitu sibuk menghabiskan waktu dengan ahjushi itu” Yoona mengerucutkan bibirnya
ahjushi nugu?”  tanya Jessica
“Oppa kesayangan mu unnie” Yoona memutar bola matanya membuat jessica tertawa.
“kau cemburu huh?” goda Jessica
“bukan aku tapi appa kwon ku yang babo” ucap Yoona menyeringai
“memangnya dia peduli” ucap Jessica menyipitkan matanya
“dia hanya berpura2 tak peduli tapi kenyataannya di sudah terpancing oleh mu” jawab Yoona sambil menjulurkan lidahnya bergaya mengejek Jessica
“hahaha… sekali babo tetap babo” tawa Jessica
“aigoo.. kalian berdua selalu seolah memiliki dunia sendiri jika bersama pantas saja jumlah shipper kalian semakin bertambah banyak” tegur Taeyeon menginterupsi obrolan unnie dan dongsaeng itu
“dari mana kau tau unnie?” tanya Yoona
“hei aku selalu mengecek para Sone apa yang sedang mereka bicarakan,apa yang sering mereka debatkan dan apa yang sedang menjadi topic hangat mereka” jawab Taeyeon santai
“dan kau tau selain hubungan ku yang katanya renggang dengan Jessica kini kau dan unnie mu ini yang banyak mereka bicarakan” lanjut taeyeon
“kau menjadi stalker bagi sone kita” tanya Yoona
“tentu saja iya” jawab taeyeon cepat “aku rasa bukan hanya fans yang bisa selalu menjadi stalker untuk idolnya. Tapi idol juga harus tau tentang fans mereka sehingga mereka bisa tau apa yang fans ingin dari mereka dan apa saja yang butuh kita klarifikasi, aku rasa jika begitu kita akan lebih dekat dengan mereka”  Taeyeon sambil menata rapi makanan di atas meja makan
“benar juga” yonna mengangguk
“aku masih heran kenapa sone berfikir aku dan kau terlibat perang dingin taeng” tanya jessica pada taeyeon yang berdiri di seberang meja.
taeyeon hanya menyeringai.
“babo jelas saja karna kita terlihat sangat jarang berinteraksi baik di panggung atau di manapun sica, padahal jika kita ingat dulu kau dan aku cukup sering terlihat bersama” jelas taeyeon santai.
“hmm kau benar apa kita terlihat ada masalah?” tanya Jessica lagi
“apa kau merasa memiliki masalah dengan ku?” taeyeon tersenyum jahil
“Ya!! Pendek aku serius” protes Jessica
“hahahaha… kau jangan lupa sebelum kita bersama dengan kekasih kita sekarang kau dan aku hampir berpacaran bukan dan saat itu terlihat sangat jelas kita sering bersama. Tapi seiring berjalannya waktu kita nyatanya tidak bisa bersama karena kita lebih cocok sebagai sahabat bukan? Setelah itu kita memiliki  cerita cinta masing2 dan memiliki kekasih masing2 bukan” taeyeon mengaduk jjajangmyun di hadapannya mencampurkan bumbu dengan mienya.
“lalu kau selalu asik berlovey dovey dengan seobang mu begitu juga aku dengan miyoung” lanjut taeyeon.
“hmmm benar juga apakah mereka juga lupa jika aku pernah mangatakan tentang ini di salah satu acara Variety show. Saat MC bertanya siapa member yang dulu dekat tapi sekarang tidak, aku menunjuk dirimu tapi sudah aku jelaskan jika aku dan dirimu menjauh karena jadwal kita yang sama2 padat dan jarang menghabiskan waktu bersama bukan?” jessica mencoba megingat kejadin dulu dan taeyeon pun menganggukkan kepalanya
“hmmm aku rasa mereka lupa itu sica” jawab taeng

“kadang sone lebih tau apa yang terjadi pada kita dari pada diri kita sendiri hahaha.. tapi itu makanya aku mencintai mereka. Sekalipun kita tak mengenal mereka satu persatu tapi ikatan batin kita dengan mereka sangat lah kuat, bahkan mereka adalah orang2 yang sadar jika kita sedang sakit sekalipun kita sudah  berpura2 terlihat baik2 saja”  Jessica tersenyum manis.
“itulah yang membuat ku sangat berterima kasih pada mereka” ujar taeyeon
“semuaaa…. makanan sudah siap mari kita makaaannn” teria taeyeon pada semua membernya yang masih menyebar di apartement mereka.
sunny yang terlihat baru bangun tidur berjalan ke arah panty, yuri yang baru saja selesai mandi mengikuti sunny dari belakang dan di susul oleh hyoyeon dan seohyun yang sedang ngobrol  di ruang tengah dorm mereka.

Taeyeon tersenyum melihat semua wajah membernya, ada rasa senang di hatinya melihat mereka bisa berkumpul seperti ini. Biasanya ia hanya bisa menghabiskan waktunya bersama hyoyeon dan tiffany di apartement sebesar ini.
“miyoung mana?” tanya taeyeon pada membernya saat menyadari kekasihnya belum ada di pantry
“mungkin di kamarnya taeng” jawab yuri sambil duduk.
“sebentar aku akan memanggilnya ” taeyeon melangkah menjauh dari pantry dan menuju ke kamar kekasihnya.
di bukanya pintu kamar tiffany pelan sambil memasukkan sebagian kepalanya di kamar tiffany, taeyeon tersenyum dorky saat dilihatnya kekasihnya yang sedang memainkan iPadnya di kursi riasnya.

“miyoung aahh.. makanan sudah siap ayo kita makan baby” taeyeon melangkah mendekati tiffany
“sebentar sayang tadi manager oppa menelpon ku ia mengatakan besok jadwal ku ada sedikit pengunduran” jelas tiffany sambil menggenggam tangan taeyeon yang kini berdiri di hadapnnya.
“diundur bagaimana?”tanya taeyeon sambil mnegelus lembut rambut tiffany
“entah lah kata manager oppa pihak panitia sedikit ada masalah” jelas tiffany
taeyeon tersenyum dan menarik lembut kekasihnya untuk berdiri .
“lupakan biar manager oppa yang mengurus semua itu sayang, lebih baik kita keluar member lain sudah menunggu kita” taeyeon menggenggam tangan tiffany dan di balas senyuman manis oleh wanita yang bisa meluluhkan siapa saja yang melihat senyumnya.

“unnie berhenti minum aku tak ingin kau mabuk” tegur seohyun pada yoona yang sedang menuangkan soju ke gelasnya
“tenang hyunie aku tak akan mabuk aku hanya minum sedikit aku janji” yoona tersenyum sambil meneguk minuman beralkohol itu
“ tak ada masalah jika kita sedikit berpesta jika bersama jo hyun aaahh” ujar yuri tersenyum pada seohyun
“ne.. aku mengerti unnie tapi kalian akan benar2 mati jika kalian mengkonsumsi semua ini lihat lah” tunjuk seohyun dengan semua makanan yang tersaji di meja makan mereka.
“dari dulu sampai sekarang kau tak pernah bisa mengganti kata2 mu yang itu jika kami sudah mengkonsumsi  jung food  dan juga alkohol hyunie” sooyoung berniat meledek maknae mereka
“karen aku peduli makanya aku mengur kalian” jawab seohyun tenang
“hei.. kau kenapa sayang seperti kau sensitif sekali hari ini” yoona memeluk seohyun dari samping
“entah hari ini aku juga merasa sangat sensitif, maafkan aku jika membuat kalian tidak nyaman” tanya seohyun pelan smbari menarik nafas dalam
“ahhh… ayolah harusnya hari ini kita bisa menikmati  kebersamaan ini” tegur yuri
“ mmm yul unnie benar, lupakan lah mari kita makaaaannn” ujar yoona bersemangat
Chup~ yoona mencium kilat pipi seohyun “ lupakan yang tadi baby” yoona menatap seohyun sambil tersenyum pada kekasihnya

“kalian anak2 kurang ajar bisanya mulai makan tanpa menunggu kami” suara taeyeon terdengar di pantri tempatnya dan member berkumpul
“salah sendiri kalian terlalu lama tidak tau kah kalain kami sangat lapar” jawab sooyoung sambil melahap santapan di hadapannya
“telan dulu makanan mu baru bicara shiksin” ejek taeyeon pada sooyoung
“baby ini untuk mu, makan lah” tawar tiffany menyodorkan piring yang berisi makan malam mereka pada taeyeon.
“my miyoung always understand me” taeyeon tersenyum bangga dan mengecup kilat bibir tiffany
“aisshh… bisakah kalian menahan hormon kalian, ini tempat makan “ tegur hyoyeon yang melihat leader dan membernya kembali mengumbar kemesraan mereka
“ne.. hyo mama” koor taeny sambil tertawa
sementara itu tanpa sadar saat taeny sedang berlovey dovey di hadapan mereka yulsic yang saling berseberangan meja pun langsung saling tatap, dulu mereka juga tak akalah mesra dengan tiffany dan taeyeon merka bahkan sering melakukan hal itu kapan saja mereka maw tapi kini mereka hanya bisa menjadi penonton untuk taeyeon dan tiffany.
Yuri langsung melepas kontak mata itu diantara mereka dan melanjutkan makannya.

***

Di  sudut ruangan tempat latihan 2pm wooyoung terlihat duduk menyendiri dan tidak bergabung dengan para membernya.
lelaki tampan itu terlihat asik hanyut dengan dunianya sendiri dunia dimana ia bisa mengenang masa lalunya.
ia terlihat memainkan Ipad di tangannya menikmati  foto seorang wanita yang masih amat ia cintai sampai detik ini.
Kim Taeyeon tak akan ada satupun yang dapat menolaki pesona wanita bertubuh mungil dan sangat terlihat kekanakan di usianya yang sudah beranjak dewasa semua akan terhanyut oleh pesonanya itu, begitu pula Wooyoung mantan kekasihnya yang sudah2 bertahun2 memutusukan hubungan cintanya dengan taeyeon.
terkadang  Wooyoung menyesali semuanya, ia menyesal sudah melakukan hal bodoh menghianati  taeyeon dengan wanita lain yang sebenarnya hanya menjadi cinta sesaatnya.

“kau hidup sangat bahagia sekarang taenggo” ucap wooyoung sambil tersenyum
“sedangkan aku bisa di bilang menyedihkan” lanjutnya lagi sambil tetap memandangi foto taeyeon
“tiffany orang yang tepat untuk mu, bahkan aku tak pernah memandang mu rendah dengan hubungan yang kau jalani dengan siapa pun itu. Bagi ku asal kau bahagia itu sudah cukup” wooyoung menghela napasnya
“sudah ku tebak kau tak akam pernah bisa melupakannya” sebuah suara mengalihakn perhatian taeyeon dari foto yang terpampang di Ipadnya
“aisshhh menganggu saja” wooyoung memasang wajah kesalnya
“hahaha.. sampai kapan kau akan seperti, hei mana wooyoung yang ku kenal senang tebar pesona dengan para wanita itu” taecyeon merangkul pundak Wooyoung sambil menggodanya
“ya.. kau tau itu tak mudah bagi ku” ucap wooyoung pelan

Taecyeon mendorong pelan kepala wooyoung
“kalau sudah seperti ini kau ingin menyalahkan siapa huh?” taecyeon duduk bersila
“tidak ada yang bisa ku salahkan karena semua ini aku benar2 kesalahanku tapi aku sangat menyesalinya” jawab wooyoung lemah
“sudah tau begini kau menyesal? Hah aku rasa itu adalah hal yang sangat bodoh. Kau yang membuat semua menjadi seperti ini” taecyeon melanjutkan
“iya aku tau tapi entah lah aku benar2 merindukannya hyung” wooyoung kembali menghela nafasnya
“akan ku hajar kau jika berani menggoda taeyeon kembali” taecyeon berpura2 mengancam wooyoung
“aku hanya butuh satu hari aja untuk kembali berkencan dengannya hyung” wooyoung kini benar2 tak bisa menutupi rasa rindunya.
hanya sehari ya wooyoung hanya ingin satu hari saja ia dan taeyeon bisa kembali hanya untuk menghilangkan rasa rindunya pada taeyeon. Wooyoung sangat mencintai taeyeon tapi karena sebuah perselingkuhannya dengan salah satu  hoobae ia harus kehilangan taeyeon.

Pada dasarnya taeyeon adalah orang yang sangat sensitif jika sudah berhubungan dengan sebuah kata sayang , ia rela mengorbankan apapun yang ia miliki jika ia sudah menyayangi seseorang dan  ia bisa sangat lemah saat ia mulai tersakiti. Tapi jangan fikir ia tipe pendendam ia hanya akan sulit untuk bisa move on  jika sudah tersakiti tapi dia bukan orang yang sulit memaafkan.

“akan ku hajar kau jika menyakiti tiffany juga ” lanjut taecyeon
“yaa… kan aku hanya menginginkan itu belum tentu juga taeyeon mau” wooyoung memasang muka cemberutnya
“hahhaha… saat ini hidup taeyeon hanya terisi dengan  tiffany dan aku yakin ia tak akan memikirkan hal lain” tawa taecyeon
“makanya itu aku tak yakin”  ucap wooyoung pelan
“carilah wanita lain yang bisa membuat mu jatuh cita lagi” taecyeon menepuk pundak wooyoung pelan sambil berdiri
“itu juga aku usahakan” jawab wooyoung singkat dan ikut berdiri untuk melanjutkan latihan mereka

***

beberapa member kini sedang berkumpul di ruang tengah
“ya.. taeyeon kau curang!! “ protes sunny saat taeyeon mematikan game yang sedang mereka mainkan
“hahahha… aku tak ingin kalah aku tak mau kalah lagi dengan mu” taeyeon tertawa puas
“aisshh.. mana boleh begitu kau yang menantang ku duluan bodoh” sunny memasang wajah kesalnya, sementara taeyeon tak bisa menghentikan tawanya melihat wajah kesal sunny
“aku bosan kau selalu menang dari ku” taeyeon merong
“isshhh dasar pendek curang” sunny masih kesal
“yaa! Kau ukur sana tinggi badan mu ” kini taeyeon yang protes dan memasang wajah kekanakannya
“ya..ya.. kau dan aku memang lebih tinggi kau tapi nyatanya otak ku dengan otak mu masih pintaran otak ku” kini sunny membalas taeyeon
“mwo?? Kau menantang ku huh?”taeyeon mulai kesal
mendengar taeyeon yang mulai kesal dan panas ia mulai tertawa mengejek sengaja untuk membuat leadernya tertantang untuk melanjutkan permainanannya.
“baiklah kau menantang ku sunkyu, mari lanjutkan game ini” taeyeon kembali memegang stick untuk kembali bermain
“hahaha.. liat saja taenggo kali ini aku akan membantai mu lebih dari yang tadi” sunny tak kalah bersemangat

sementara para member di ruang tengah sedang menikmati waktu kebersamaan mereka seperti yang terlihat jessica dan yoona sedang berbagi cerita kini posisi yoona merebahkan kepalanya di pangkuan jessica lalu satu tangan jessica mengelus lembut rambut yoona benar2 terlihat seperti ibu yang memperlakukan anaknya
lalu ada seohyun yang bernyanyi dan memainkan piano terdengar merdu namun semua keindahan yang seohyun sajikan dihancurkan seketika dengan tingkah konyol sooyoung dan hyoyeon yang terlihat berdansa tak jelas dan menyanyi2 keras.

“yul kenapa menyendiri” tegur tiffany pada yuri yang terlihat duduk sendiri di balkon apartement mereka menyenderkan tubuhnya di kursi panjang yang ada
“hei.. tiff” sapa yuri dengan senyum hangatnya
tiffany mendekat dan duduk di kursi samping yuri, ia mengahadap kan wajahnya ke yuri
“aku lihat dari tadi kau tak henti2nya minum yul” tegur  tiffany
“ehehehe.. bukan kah sudah biasa aku begini” yuri menunjukkan senyum dorkynya sambil memainkan gelas berisi minuman beralkohol itu
“aku hapal dengan mu yul jangan membohingi ku, aku tau kau suka minum tapi tidak separah ini jika kau  baik2 saja” tiffany menatap kedalam mata yuri
“ada apa dengan mu dan jessie” tanya tiffany to the point
“seperti yang kau lihat tak begitu baik” jawab yuri kembali menyesap wine yang ada ditangannya
“kali ini apa yang menjadi masalah utamanya?” tanya tiffany
“tak ada hanya mungkin aku yang terlalu cemburu melihatnya dekat dengan Hyun joong oppa” bohong yuri

Bagi yuri tak ada pilihan lain selain berbohong pada tiffany karena jika ia jujur itu sama saja ia membuat taeyeon  juga dalam masalah, ia sudah sepakat pada taeyeon untuk menutupi ini semua dari pasangan mereka bukan berarti mereka tak ingin mencoba menyelesaikan semua ini dengan pasangan mereka tapi mereka hanya tak ingin baik tiffany dan jessica tersakiti jika tau apa yang diinginkan Mr.park pada hubungan mereka.

“hmm.. aku mengerti yul tapi jika kau tak coba bicarakan dengan jessie maka kalian tak akan bisa menyelesaikan semua” saran tiffany
“aku tau tiff tapi bagi ku hanya waktu saja yang tak ada untuk mulai membahas ini dengan sica’ jawab yuri pelan
“kau tau beberapa waktu lalu jessica menangis saat kita latihan” tiffany mulai bercerita
“saat itu ia hanya melihat poto kalian berdua di Iphonenya setelah itu ia termeneung sendiri dan tiba2 menangis, saat aku mendatanginya ia langsung memelukku dan ia menangis keras di pelukan ku saat itu jessi bilang bahwa ia sangat mencintai mu mu yul dan aku sangat bisa merasakan jika ia sangat tersakiti” jelas tiffany
yuri langsung mengepalkan tangannya erat mendengar kisah tiffany tentang jessica, lagi ia merasa mebuat jessica tersakiti lagi oleh tingkahnya
“lalu setelah itu apakah dia menangis lagi fany ahh?” tanya yuri dan di jawab gelengan oleh tiffany
“aku rasa setelah itu jessi bisa sedikit tenang yul, yah walapun tak bisa di pungkiri ia terlihat murung” jelas tiffany lagi
“aku tak berguna sangat tak berguna fany ahh, selalu saja aku membuatnya terluka” ucap yuri lirih dan dengan suara serak menahan tangis
tiffany mendekat pada yuri mengusap pundak yuri pelan
“yul coba kau bicarakan semuanya pada jessi, aku rasa kau sangat kekanakan jika kau tiba2 mengacuhkan jessie hanya karena ia dekat dengan Hyun joong oppa” ujar tiffany pelan
“aku yakin kau sangat tau sebesar apa rasa cinta jessi kepada mu dan aku yakin kau pun begitu, hubungan kalian terlalu kuat untuk di pisahkan. Apalagi jika hanya karena alasan bodoh macam itu” lanjut tiffany
“jessi orang yang keras kepala dan menyukai kebebasan tapi ia kan jadi penurut jika itu kau yang menghentikannya” jelas tiffany lagi
yuri hanya tertunduk ia tak menyangka bahwa jessica begitu tersakiti saat ini
“aku hanya butuh waktu fanny ah untuk menjelaskan semua ini pada sica” ucap yuri
“aku sangat mencintainya bagi ku ia segalanya ” yuri tak bisa menahan air matanya lagi
“sshhh… berhenti menangis yul , kau hanya butuh menyiapakan waktu untuk bisa menyelesaikan semua ini” tiffany memeluk yuri
yuri hanya bisa menangis mengeluarkan semua beban yang ada di hatinya

“miyoung aku kesal si pendek itu mengalahkan ku terus” taeyeon tiba2 muncul dan melapor pada kekasihnya yang kini memeluk yuri
seketika tiffany langsung tersenyum melihat wajah kekasihny yang kesal seperti itu semakin menunjukkan wajah imutnya
“yaa.. kwon kau kenapa” taeyeon menangkup kedua pipi yuri agar yuri menatapnya
“kau habis menangis?” tanya taeyeon yang kini dapat tatapan dari kekasihnya untuk tak bertanya pada yuri
“ani aku hanya ingin bermesraan dengan tiffany, taeng” yuri yang sudah mulai stabil pun menggoda taeyeon
“ucapkan sekali lagi ku patahkan tulang mu babo” taeyeon menjawab kesal
“auuu… your taetae is overptect fany” yuri kembali menggoda leadernya
“yaa!! Ppany ah lepaskan tangan mu darinya” tegur taeyeon saat melihat kekasihnya masih melingkarkan tangannya di pinggang yuri
“mmm yul badan mu hangat sekali” tiffany juga ikut menggoda kekasihnya yang kini semakin kesal
“yaa!! Apa2 an kau ppany ahh.. issh kalian menyebalkan” taeyeon menghentakkan kakinya sebelum melangkah pergi masuk kembali ke dorm mereka

Seketika tiffany dan yuri tak bisa menahan tawa mereka melihat tingakah kekasih dan leader mereka bersikap sangat kekanakan
“hahaha.. fany ahh masuk lah ikuti dia, taeyeon sangat sensitif jika property nya di ganggu” yuri masih tertawa
“hahhaaha.. kau tau selain sikap dewasanya dan hangatnya sisi pencemburu berat yang ia miliki itu yang membuat ku semakin jatuh cinta padanya yul” tiffany juga masih tertawa
“ ya.. aku tau tak ada leader yang seunik dia fany ahh, kau segera lah masuk sebelum ia benar2 marah padamu” pinta yuri
“ne.. arraseo aku masuk duluan yul dan cepat selesaikan masalah mu dengan jessi” tiffany berdiri dan mengusap lembut rambut yuri
“hmm… aku usahakan. aku ingin masuk juga berkumpul dengan yang lain” yuri dan tiffany melangkah masuk bersama
tiffany langsung masuk kekamarnya untuk membujuk taeyeon sementara yuri ikut bergabung dengan sooyoung dan hyoyeon yang masih berpesta sendiri

***

Tiffany membuka pintu kamarnya perlahan namun ia tak melihat sosok taeyeon di dalam sana
ia pun memutuskan untuk mencari taeyeon di kamarnya
tiffany tersenyum saat di lihatnya gadis mungil itu menutupi seluruh tubuhnya dengan selimut, tanpa fikir panjang tiffany langsung  naik keatas ranjang dan duduk di atas perut taeyeon. Sontak hal itu mengejutkan taeyeon
“yaa… mengagetkan saja” ucap taeyeon kesal sementara tiffany masih tersenyum enggan berpindah posisi
“aku datang kesini hanya untuk minta maaf pada my taetae karena sudah membuatnya kesal” tiffany berusaha membuka selimut yang menutupi wajah menggemaskan kekasihnya
“permintaan maaf di tolak” ucap taeyeon singkat
“ahhhh.. begitu kalau begitu aku tak akan beranjak dari sini” goda tiffany
“dan kau akan membuat ku terbunuh dengan berat badanmu” jawab taeyeon dibalik selimutnya

Tiffany yang tak sabar pun membuka selimut yang menutupi wajah kekasihnya, namun taeyeon yang masih merajuk pun menutup matanya tak ingin melihat tiffany yang masih duduk di perutnya
cup~
satu kecupan lembut di berikan tiffany pada kekasihnya
“hei..  bahkan Yuri itu member mu sendiri tae” ucap tiffany lembut sambil mengusap pelan pipi taeyeon
“aku tau, tapi asal kau tau dia juga member yang palling sering membuatku cemburu” jawab taeyeon ketus
tiffanny tersenyum
“bukan kah kau tau yuri dan aku sangat dekat” tiffany masih mengusap pipi taeyeon
“iya saking dekatnya kalian, si hitam itu seperti monyet yang selalu bergelantungan jika dengan mu” kini taeyeon membuka matanya dan menatap tiffany dengan wajah sebalnya
“aigoo.. sampai kapan cemburuan mu hilang huh?” tiffany mencubit kedua pipi taeyeon sedikit memainkannya
“sampai kau tak membuat ku cemburu lagi dengan tidak melakukan banyak skinship dengan yang lain” taeyeon mengerucutkan bibirnya
“my cute taetae” tiffany yang gemas melihat wajah taeyeon pun mengecup kilat kekasihnya
“Ya!! Masih sempat menciumku juga hah?” taeyeon terlihat kesal
“mwo?? Kau tak ingin aku mencium mu lagi??  baiklah jika itu yang kau mau” tiffany pura2 kesal untuk memancing taeyeon
ia pun pura2 menggeser tubuhnya seakan ingin meninggalkan taeyeon di kamarnya
“kau mau kemana? Jangan pergi” taeyeon dengan sigap menggenggam erat tangan tiffany
tiffany yang masih membelakangi taeyeon pun tersenyum puas
“bukan kah kau menolak ku? Lalu untuk apa aku disini” tantang tiffany
“isshhh… jangan seperti ini jika tak ada kau bagaimana aku bisa tidur nyenyak” taeyeon mengerucutkan lagi bibirnya
“kau bisa memeluk guling dookong mu bukan?” tiffany masih mempertahankan wajah pura2 kesalnya
“aku yang sedang nagmbek kenapa kau yang marah2 sekarang” taeyeon memasang muka melasnya
“disinilah hanya dengan ku ppany –ah” pinta taeyeon seperti merengek
tiffany yang tak tahan melihat wajah kekasihnya segera  menundukkan wajahnya mensejajarkan wajahnya pada taeyeon. Seketika tanpa komanda taeyeon mengecup kilat bibir tiffany sembari menyeringai dengan wajah kekanakan
“babo” tiffany menepuk pelan kepala taeyeon
ia pun kini kembali duduk di ranjang taeyeon mendekatkan tubuhnya pada kekasihnya
taeyeon langsung memeluk erat tubuh tiffany menyadrakan kepalanya di ceruk leher tiffany
tiffany membelai lembut rambut taeyeon
“jangan bersikap kekanakan begini sayang aku tak suka” pinta tiffany lembut
taeyeon tak menjawab hanya bisa mengeratkan pelukannya
“kau bisa percaya pada ku, tae kau lah satu2nya dan aku tak pernah berniat dekat dengan siapa pun apalagi menyerahkan hati ku pada orang lain” lanjut tiffany
“aku hanya takut pany- ahh” suara taeyeon terdengar serak
tiffany menjauh kepala taeyeon yang bersandar padanya menatap langsung ke bola mata taeyeon dalam
“kau tau penghianatan itu masih menyisakan trauma dalam diri ku, aku bukan tak mempercayaimu tapi ahh aku tak mengerti” taeyeon menunduk lemah
“tatap aku tae” pinta tiffany, taeyeon pun menurutinya
“lihat lah mata ku, aku hanya mencintaimu tidak dengan yang lain. Aku bisa dekat dengan siapa pun aku bisa saja berselingkuh dengan siapa pun. Tapi kau tau aku tak pernah memikirkannya, aku hanya ingin kan kau tae, aku hanya memikirkan mu” tiffany berucap serius
“mianhe” jawab taeyeon singkat kembali memeluk  tiffany erat
“cukup percaya pada ku dan aku kan menjaga semua itu” tiffany meyakinkan dan di jawab anggukan kecil oleh taeyeon

“sudah malam lebih baik kita tidur saja tae besok kau ada jadwal pagi2 bukan”  tiffany mengajak taeyeon untuk merebahkan tubuhnya
“hmmm peluk aku dan jangan lepaskan miyoungie” suara taeyeon manja
“aigoo.. aku benar2 mengurus bayi tua jika begini” canda tiffany lagi sembari  mengecup lembut kening taeyeon
“tak akan aku tak kan melepaskan mu tae” ucap tiffany pelan sembari memeluk taeyeon erat

***

“Yaa… kalian berhenti minum” tegur sooyoung pada yuri dan sunny yang sedang taruhan minum
“aku masih kuat baby” sunny menyeringai pada kekasihnya
“kau masih kuat tapi kau tak lihat si bodoh itu sudah benar2 mabuk sayang” jawab sooyoung ketus
“isshhh.. bukan salah ku ia yang menantang ku duluan soo” protes sunny
“aku tak peduli hentikan sekarang juga sunny-ah” pinta sooyoung
“aisshh… sunkyu kekasih mu berisik sekali” yuri protes dengan gaya mabuknya
“kau diam babo.. aku tak ingin mengurus orang mabuk berat apalagi sampi mengurus mu muntah2 nanti” sooyoung mulai marah
sunny yang menyadari bahwa sooyoung sudah mulai serius untuk melarang mereka pun segera menaruh gelas yang berisi alkohol itu ke meja ruang tengah tepat mereka kini berkumpul
“baiklah aku berhenti sayang jadi jangan marah” sunny mulai beraegyo
“dan aku harap kau juga menaruh botol yang ada di tangan mu itu babo” ucap sooyoung tegas
“no.. aku tak mau aku masih kuat minum soo” tolak yuri
“aku bilang berhenti kau akan membunuh diri mu sendiri Kwon yuri, lihat kau sudah menghabiskan 10 botol soju dan hampir 1 botol wine. Kau isshhh” sooyoung berusaha mengambil botol soju yang ada di tangan yuri namun yuri segera menjauhkannya dari  jangkauan sooyoung
“aku bilang tidakk!! Yaa tidaak…” yuri mulai menaikkan nada bicara
“anak ini benar2 menguji kesabaran ku” sooyoung mulai berang
“aku bilang taruh botol itu dan berhenti minum Kwon Yuri!!” bentak sooyoung

Pasangan taeny yang baru saja ingin tidur pun keluar dari kamar taeyeon saat mendengar sedikit keributan antara member mereka
“suara mu terlalau tinggi soo” tegur taeyeon dengan wajah mengantuknya
“kau.. kau kemari lah dan hentikan si bodoh ini” tunjuk sooyoung sambil meminta taeyeon untuk menghentikan tingkah membernya ini
“yuri-ah berhentilah kau benar2 akan menghancurkan diri mu sendiri” tegur taeyeon
“aniyo.. taenggo aku baik2 saja jangan khawatir kan aku” yuri tetap menolak dan mulai berbicara tak jelas seperti orang mabuk pada umumnya
“berhenti yul” taeyeon ingin mengambil botol yang ada di tangan yuri yang duduk di lantai namun kembali yuri menjauhkan dari jangkauan taeyeon
“yul” taeyeon masih berusaha menjauhkan botol berisi minuman beralkohol itu dari tangan yuri tapi masih gagal juga
seketika ada tangan lain yang berhasil mengambil botol soju itu dari tangan yuri. Jessica yang tak tahan melihat tingkah yuri yang menguji kesabaran para membernya dengan menolak untuk berhenti minum pun membuat jessica yang tadi duduk berusaha tak peduli akhirnya mengambil alih juga
“kalian tidur lah biar si bodoh ini aku yang mengurus” jessica sudah memasang wajah tanpa ekspresinya
“tapi biar kami yang meng-” ucapan sooyoung terhenti saat jessica menatapnya tajam
seolah mengerti dengan sikap jessica yang menahan emosinya agar tak meledak dari tadi akibat kekasihnya ini , para member pun memutuskan untuk kembali kekamarnya masing2

“jangan bersikap keras padanya jessi” pinta tiffany sambil mengusap pelan bahu jessica dan mengikuti langkah kekasihnya kmbali kekamar
“bodoh” jessica menendang pelan badan yuri yang tersungkur di lantai
sesaat kemudian jessica berusaha memapah yuri dan membawa tubuh yuri untuk tidur di ranjangnya.
“kebiasaan mu masih sama, berkeringat saat mabuk  babo seobang” jessica tersenyum tipis dan mengelap keringat yang terlihat di kening yuri
“aku tau kau menyembunyikan sesuatu dari ku yul, dan sesuatu itu pasti sangat menyakiti mu” jessica masih mengelap wajah yuri
“bisakah kita selesaikan bersama jangan seperti ini, aku tersiksa yul” jessica mulai menitikkan air matanya, namun ia melap cepat air mata itu
jessica merebahkan tubuhnya di sebelah yuri menatap wajah yuri seperti malam2 sebelumnya
perlahan ia mendekatakan tubuhnya ke tubuh yuri yang sudah terhanyut ke alam mimpi, memeluk tubuh yuri dan membenamkan tubuhnya ke dada yuri merasakan kehangatan tubuh itu kembali dan membiarkan dirinya ikut terlelap dan terhanyut dalam mimpi bersama seobangnya.

***

Paginya yuri bangun dengan kepala yang teramat pusing dan juga merasakan berat pada bahu nya ia berusaha membuka matanya pelan, sedikit terkejut melihat jessica yang kini  tidur disampingnya dan memeluk tubuhnya erat.
yuri masih tak percaya ia pun mulai membelai lembut wajah cantik jessica menyingkarkan rambut yang menghalangi pemandangannya. Ada rasa senang dan takut saat menyadari itu benar2 jessica.
senang karena ia bisa melihat wajah jessica yang masih tertidur di pagi hari dan memeluknya erat seperti ini satu moment yang amat yuri rindukan semenjak hubungan mereka menjauh, namun ia takut juga ia takut tak bisa mengendalikan semua perasaannya lagi
yuri mulai berkaca2 tanpa mengalihkan pandangannya pada jessica
mianhe baby ..  love u so much” yuri tetap menatap wajah jessica
love u more seobang”  jessica membuka mata tersenyum dan tiba2 mengecup bibir yuri cepat
membuat yuri membelalakan matanya tak percaya benar2 terkejut dengan apa yang di lakukan jessica

 

TBC

===> aaaaa >.< sorry readers yang nungguin. akhir2 ini sibuk banget gara2 kegiatan kulaih. authornya juga lagi bolak-balik urusan sekeripsi. jadi telat updatenya. sebenernya udah dikirim dari kemarin sama authornya, tapi karena sayanya yg memang belon ada waktu, jadi mundur 2 hari. sekali saya minta maap ^^ hehehe.. caoooo dahh! sampai bertemu di next chap. semangatin buat authornya yeaaaaa :)

This Love [Chapter Four]

Chapter 4

Aku tak pernah menuntut apapun tentang cinta yang kuinginkan hanya bisa bersama mu tanpa keraguan

Heart-photography-6960592-2560-1920

Taeyeon POV

Kepala ku masih terasa pusing. Jelas saja bagaimana tidak? Aku baru bisa tdur jam 2 pagi dan satu jam kemudian tiba-tiba Nickhun oppa menelfon ku, meminta ku kembali membujuk wooyoung oppa yang lagi-lgai mabuk..

Hhhh~~.. meskipun Wooyoung oppa mantan kekasih ku dan sempat membuat ku terluka  tapi aku tak bisa membiarkannya begitu saja.

Kami sudah sama-sama sepakat untuk menjalani hubungan normal setelah kami memutuskan untuk berpisah bisa di bilang  ‘dari teman menjadi teman’.  Mungin hal ini akan terasa sulit bagi mantan pasangan kekasih lainnya. Bersikap akrab seolah tak terjadi apa-apa, dan membangun hubungan pertemanan yang nyaman setelah kau tau kau di khianati oleh mantan kekasih mu itu.

Jangan tanya apakah saat wooyoung oppa mengkhianati ku dulu aku tak merasa kecewa, Sedih Atau patah hati. Dan dengan mudah pasti tau jawabannya, siapa yang tak merasakan semua hal itu saat hubungan mu dan kekasih mu terjalin begitu manisnya dan boom! semua itu harus berakhir karena sebuah penghianatan. Aku sempat terpuruk karena hal ini, menyendiri dan sering mengabaikan orang-orang yang ada di dekat ku. Itulah dampaknya bagiku.

Di waktu itulah aku menyadari bahwa aku mengabaikan seseorang yang benar-benar mencintaiku dan sangat perduli padaku. Hwang miyoung. Dia lah yang pada akhirnya membantu ku benar-benar melewati masa keterpurukan itu, menghapus semua rasa ketidak percayaan  ku akan cinta, membantu ku bisa berdiri saat aku aku terjatuh, perlahan  memenuhi ruang hati ku yang sempat kosong dan membantu ku menata semua yang berantakan itu kembali tertata rapi.

Aku sudah sampai di club malam yang di tunjukkan oleh Nickhun oppa, aku sangat tau club malam ini karna tempat ini salah satu club malam yang sering di datangi Hyoyeon. Dentuman musik, bau alkohol dan juga asap rokok yang tercium di sana sini membuat kepala ku pusing, aku bukan lah orang yang suka tempat semacam ini aku lebih suka ketenangan, menghabiskan waktu ku bersama kekasih ku.

“babo cepat pulang aku sudah mengantuk” aku menghampiri Wooyoung oppa dan memukul pelan lengannya yang terlihat mabuk dan menyandarkan kepalanya dimeja bar. Nickhun oppa hanya melihat ku dan menggelengkan kepalanya pada ku.

“taeyeon ~~aah kau datang?” sapa Wooyoung oppa yang masih mabuk, tanpa banyak bicara aku menarik tangannya dan memapahnya perlahan untuk keluar dari club ini.

Seperti biasa lelaki ini tak pernah menolak ku, sesampainya di mobil aku mendorong perlahan tubuhnya masuk kedalam mobil.

Ku biarkan ia merebahkan kepalanya di pangkuan ku dan Nickhun oppa mengendarai mobil ku menuju dorm mereka. Sesampainya aku di dorm mereka, kembali ku pasang penyamaran ku dan memapahnya sampai masuk ke dorm mereka dan merebahkan tubuh Wooyoung oppa dikasurnya dibantu oleh nickhun oppa.

“dia putus cinta lagi oppa?” tanya ku pada Nickhun oppa yang duduk di sebelah wooyoung oppa, nickhun oppa pun mengangguk dan tersenyum pada ku.

“kau seperti tak tau saja jika ia patah hati seperti apa?”  nickun oppa terkekeh

“sejak putus dengan mu dia terlalu banyak berpindah hati taeng dan akan sama, berakhir dengan patah hati dan yaahhh mabuk seperti ini” lanjut nickhun oppa.

Aku hanya tertawa miris, sambil berusaha perlahan melepaskan genggaman tangannya dari tanganku.
“siapa suruh dulu menjadi penghianat” canda ku sambil mendorong perlahan kepala wooyoung oppa dan hal itu membuat nickhun oppa hanya tersenyum.

“ahh oppa aku sudah sangat mengantuk dan aku rasa ppany pasti mencari ku” aku menguap sambil berdiri dari kasur itu

“aku pulang dulu, jika ada apa-apa kau bisa menghubungi ku kembali” aku menepuk pelan pundak nickhun oppa.

“hmm terima kasih taeng, maaf sudah mengganggu mu malam ini” ujar nickhun sambil tersenyum.

“bukan hanya mengganggu tapi kau dan si bodoh ini sudah sangat mengganggu. kau tau” kata ku sambil mengepalkan tangan ku berpura-pura akan memukul nickhun oppa.

“hahhahha,,, okay SNSD leader’s maafkan aku. Karna jika bukan dirimu anak ini tak akan mau pulang” ucap nickhun tersenyum lebar.

“hahaha… jaga dia baik-baik oppa, dia sangat mengerikan saat patah hati” aku melangkahkan kaki ku keluar kamar wooyoung oppa.

***

Normal POV

Taeyeon baru sampai dormnya saat ia melangkah masuk ia melihat seseorang yang sangat ia cintai duduk di sofa, menyandarkan kepalanya di lengan sofa sambil memeluk guling kesayangan taeyeon.

Melihat tingkah kekasihnya yang terlihat begitu imut pun taeyeon sempat terkekeh sambil menghampiri kekasihnya.

“kenapa sudah bangun ppany ~~ ah?” tegur taeyeon kepada kekasihnya sambil membelai lembut rambut tiffany

Tiffany yang sedikit terkejut dengan kehadiran taeyeon yang tiba-tiba hanya mentap taeyeon sesaat.

“bagaiman mungkin aku bisa tidur nyenyak saat aku menyadari kekasih ku yang memeluk ku dengan nyaman tiba-tiba saja menghilang” ucap tiffany dengan nada datar.

“apa kau marah pada ku?” jawab taeyeon sambil menggenggam  tangan tiffany.

“menurut mu?” tanya tiffany balik sambil memicingkan matanya

“hmm.. tadi wooyoung oppa mabuk lagi dan harusnya kau salahkan sahabat  mu nickhun oppa yang mengganggu tidur nyenyak ku dan meminta ku untuk menjemput mereka di club itu” jelas taeyeon sambil satu tangannya mengelus lembut kepala belakang tiffany.

“mabuk lagi? Patah hati lagi?” tanya tiffany dan di jawab anggukan dan senyuman oleh Taeyeon.
“whoaaamm.. apa lagi jika bukan itu” jawab taeyeon sambil menguap.

aigoo… sampai kapan Woyooung oppa terus begitu taeng, hmm dia bisa membunuh dirinya sendiri secara perlahan” ucap tiffany dengan raut wajah agak cemas
“ mungkin dia masih sangat menginginkan ku untuk kembali padanya”. Ucap taeyeon sambil memberikan smirk pada kekasihnya

Tiffany yang sadar bahwa kekasihnya tengah menggodanya pun hanya memukul lengan taeyeon pelan.
“hei wooyoung oppa itu sangat tampan dan kau tau dia juga sangat sexy, sayang sekali kan jika dia menghabiskan waktunya hanya untuk bocah nakal seperti dirimu, bagaimana jika dia berkencan saja dengan ku?” tanggapan tiffany ini pun sontak membuat taeyeon langsung memasang wajah cemburunya
“YAA!! Tanggapan macam apa itu miyoung~ah, kau hanya milik ku hanya aku. Jangan pernah berpikir untuk bersama orang lain selain aku” ucap taeyeon cemberut sambil memeluk tubuh tiffany dari samping secara posesif.
tiffany pun tak bisa menahan tawanya melihat tingkah kekasihnya yang sekali lagi sangat pencemburu dan kau tau sangat posesif.
“makanya jangan memulai bodoh, kau tak akan berhasil jika kau menginginkan aku cemburu mendengar kata- kata mu tadi” kini tiffany sudah mengganti posisinya untuk duduk di pangkuan taeyeon sambil menangkupkan kedua tangannya pada kedua sisi pipi taeyeon.
“aku rasa kau sangat hapal pada ku bukan, aku tak akan menunjukkan rasa cemburu pada siapapun sekali pun itu kau” ujar tiffany sambil mengecup bibir taeyeon kilat.

“tapi aku juga ingin mendengar atau pun melihat mu cemburu pada ku sayang?” rengek taeyeon, hal itu  kembali membuat tiffany tertawa.
“jangan samakan aku dengan diri mu tae,  aku bukan kau yang tidak bisa menutupi rasa cemburu mu meskipun itu di hadapan banyak orang, jangankan aku dekat dengan orang lain dengan member kita pun kau tak bisa menutupi kecemburuan mu. Payah” tiffany mencubit gemas kedua pipi tayeon yang kini mengerucutkan bibirnya.
“aku bukannya tidak pernah cemburu padamu tae, tentu saja aku pernah merasakan hal itu saat kau dekat dengan siapa saja dan itu terlihat sangat dekat aku juga merasakan cemburu. Tapi bagi ku, aku tidak perlu lagi meragukan mu karena sudah terlalu banyak bukti yang kau tunjukkan bahwa memang aku yang hanya kau cintai, saling mempercayai dan juga bisa menjaga kepercayaan dari kita. Aku rasa itu akan semakin menguatkan cinta kita, bukan dengan cemburu buta tak jelas. Bukan begitu?” tiffany kini mengusap lembut wajah taeyeon.

“ahhh jika kau begini bagaimana mungkin aku tak semakin mecintaimu, saranghae my yeppunie” ujar taeyeon memeluk erat tubuh kekasihnya dan menenggelamkan kepalanya sambil mencium lembut tengkuk tiffany.
“yaa.. berhenti tae gelii” kikik tiffany namun bukannya melepaskan ciumannya taeyeon justru semakin memperdalam ciumannya di tengkuk tiffany dan menyesapnya kuat sehingga meninggalkan sedikit jejak di leher mulus itu.
“aku bilang berhenti taeng, siang nanti aku ada pemotretan majalah dan aku akan menghajarmu jika kau meninggalkan bekas disana” ucap tiffany sambil merusaha menjauhkan kepala taeyeon, taeyeon pun menarik kepalanya sambil tertawa.
“siapa suruh kau selalu mebuat ku tak bisa mengendalikan diriku sayang” bisik taeyeon secara seduktif.
“berhenti atau kau akan tidur di kamar mu selama satu minggu penuh dan jangan harap ada morning kiss atau ciuman-ciuman yang lain” ancam tiffany.
Andwe.. No.. baiklah aku tak akan melanjutkan yang tadi tidak” jawab taeyeon kekanakan segera dan kembali memeluk tiffany erat.
“anak pintar, kalau begitu aku mandi dulu” tiffany beranjak dari pangkuan taeyeon, namun tangannya di tahan oleh taeyeon.
“boleh aku ikut mandi bersama mu ppany aah~~” tanya taeyeon penuh harap.
“boleh tapi tak akan ada jatah..”
taeyeon segera memotong pembicaraan tiffany “aaahhh tidak..tidakk.. kau mandi saja dulu sendiri sana, aku akan mandi nanti setelah mu”.
“hahahaha…  my cuttie baby” tiffany mengelus kepala taeyeon dan mendekatkan wajahnya kepada taeyeon mengecup kilat bibir kekasihnya dan melanjutkan langkahnya kembali ke kamar untuk mandi.
“sekali mandi bersama bisa-bisa aku tak akan mendapat jatah selama satu bulan.. Aigoo  itu mengerikan” ucap taeyeon lirih sambil kembali merebahkan tubuhnya ke sofa.

***

Yuri POV
di sinilah aku sekarang menyandarkan kepala di sofa apartement ku dan kekasih ku Sica.
Kekasih? Masihkah aku menjadi kekasihnya saat ini? Aku tak bisa mengelak pertengkaran ku tadi pagi dengan Jessica. Itu membuat sesak hati ku, kata terakhir sebelum dia meninggalkan ku di apartement ini untuk tidak akan melepaskan ku masih jelas terekam dalam otak ku.
Hei bukan hanya dia yang tak mau melepaskan ku jika kau tau isi hati ku,aku SANGAT tak igin melepaskannya begitu saja. Tak akan mudah bagi ku juga itu jelas kalian tidak akan tau seberapa besar aku mencintainya sampai detik ini. Tapi aku tak bisa berbuat apa-apa jika pada akhirnya aku harus memilih antara mempertahankan cinta ku dengan Jessica atau  persahabatan ku dengan Kim Taeyeon.

Ini bukan lagi masalah siapa yang lebih penting dari pada siapa. Dua orang itu sangat penting bagi hidup ku, Kim taeyeon sahabat ku yang sangat ku sayangi, ku hormati dan sudah sangat sering mengorbankan dirinya sendiri untuk diri ku. Dan juga, Jessica. Wanita yang tak kalah berartinya bagi ku dalam hidup ini seorang wanita cantik yang memiliki hati yang baik dan selalu membuat ku terbuai dengan semua sikapnya, kesabarannya juga yang bisa menghadapi ku saat aku mulai membuatnya kecewa .

Hhhh~~ aku menghela nafas berat saat ini memejamkan mata ku sambil tetap menyandarakan kepala ku di sofa ini mengingat semua kejadian dimana kedua pilihan ini jatuh dihadapanku. Aku tak ingin memilih. Aku bukan tipe orang yang mudah untuk memilih. Jika bisa, aku akan mempertahankan kedua-duanya. Cinta sangat berarti untukku. Tapi jika hanya ada cinta, tak ada teman disisiku, maka sama saja. Sebaliknya, jika tak ada cinta, maka hampalah hidupku ini.

Saat itu kami baru saja comeback ke panggung music setelah satu tahun lebih kami tidak mengeluarkan album baru kami,  hubungan ku dengan Jessica masih berjalan normal seperti biasanya tak ada yang menghalangi kami untuk saling mengungkapakan perasaan kami bahkan saat kami mengadakan konser kami di  Thailand banyak mereka yang menyatakan diri sebagai yulsic shipper begitu terlihat sangat antusias saat kami menunjukkan sedikit skinship kami di atas panggung seolah semua sudah mendukung hubungan kami dan menerima kami apa adanya sebagi idola mereka.

Tapi semua keindahan hubungan kami saat itu langsung seolah terhenti saat wakil CEO Management kami menyodorkan foto ku dengan jessica dan taeyeon dengan tiffany sedang berciuman di dua tempat yang berbeda, saat itu lah wakil CEO kami langsung memanggil ku dengan Taeyeon ke ruangannya, tak bisa di pungkiri aku dan taeyeon sangat takut menghadapi kemarahan besar Mr. Park .

Flashback on

“Bodoh apa yang sudah kalian lakukan huh??! Kata Mr. Park dengan muka merah padamnya menahan emosi dan saat itu aku dan taeyeon hanya bisa tertunduk tak berani mengeluarkan sepatah kata pun padanya.
“kalian menjijikan
! Kim Taeyeon sekarang ku tanya pada mu bisa kah kau jelaskan pada ku tentang foto mu ini dengan Tiffany?” tanya Mr. Park dengan suara yang masih menunjukkan kemarahannya.
“aaa…ak..aku minta maaf Paman Park foto ii…itu memang aku dan tiffany” jawab taeyeon tergagap terdegar jelas dari suaranya iya sangat takut.
BRAAAKK!!! Mr.Park menggebrak meja kerjanya yang berhasil membuat ku dan Teyeon semakin ketakutan menghadapi kemarahannya.

Setelah itu Mr. Park mengalihkan pandangannya pada ku dan menatap ku tajam “dan ini apa KWON YURI?!” tanya Mr. Park pada ku sambil membentak ku.
“ii..iitu.. ehm juga benar foto ku dengan jessica paman Park” jawab ku tak kalah gugup dengan Taeyeon tadi.
kali in sebuah majalah cukup tebal mendarat tepat di kepala ku cukup keras aku memahami kemarahan besar Mr. Park ini aku tau ini akan mencoreng semuanya dan juga berakibat buruk bagi perusahaan kami.

“BODOH!! seBODOH itu kah kalian huh!!” Mr. Park masih dengan amarahnya yang memuncak.
“kalian ingin menghancurkan semua orang dengan hubungan menjijikan ini hah?? Menghancurkan semua yang sudah susah payah kalian raih?!” Mr. Park mengusap wajahnya kasar.
“Kim Taeyeon dan Kau Kwon Yuri tatap aku sekarang jangan hanya bisa menunduk kan kepala kalian!” perintah Mr. Park dengan masih membentak kami berdua.
aku dan Taeyeon kini mencoba mengumpulkan semua keberanian kami menatap wajah pria yang kami tau sangat menyayangi kami seperti anaknya sendiri ini, 
dia masih sangat terlihat emosi dengan perbuatan kami berdua.
foto yang menunjukkan saat aku dan jessica berciuman di taman  dekat apartment kami dan foto taeny yang terlihat berciuman panas di dalam mobil itu jelas membangkitkan kemarahan Mr. Park dan aku berusaha memhami kemarahannya, aku tau apa yang kami lakukan sangat membuatnya kecewa.

Hubungan kami sebenarnya sudah di ketahuinya sejak lama dan ia membebaskan pilihan kami tapi ia selalu memperingatkan kami untuk harus bisa menahan diri kami jika di depan public jangan sampai kami membuat skandal akan hubungan yang kami jalani dan menghancurkan tak hanya nama kami pribadi tapi juga semua orang yang bersangkutan dengan kami.
ya.. bagaimana pun hubungan kami bukan lah hubungn yang mudah untuk di jalani dan di terima banyak orang tak semua orang memiliki pemikiran yang terbuka tentang apa yang sudah kami pilih ini, Mr.park adalah tak hanya Wakil CEO perusahaan ini lebih dari itu dia sangat menyanyangi kami layaknya anak sendiri
.
dia yang setia mendampingi kami, dia yang melindungi kami dari banyak orang yang membenci kami saat awal debut dan dia juga yang tak pernah berhenti memberi kami semangat saat kami berada di bawah tekanan saat kami memulai karir kami di grup ini.

 “tadi pagi paket berisi foto-foto kalian itu masuk keruangan ku. pengirimnya mengancam akan memberikan foto-foto itu ke surat kabar yang sangat terkenal jika saja kita tak memberikannya uang yang ia minta” Mr. Park menghela nafas panjangnya.
“kalian benar
-benar hampir membuat jantung ku copot, jika saja aku tak segera mengirimnya uang yang ia minta dan meminta polisi untuk menangkap orang itu, selesailah kalian hanya dengan foto-foto bodoh itu, saat aku selesai mentransfer uang padanya aku langsung meminta polisi melacak di mana asal orang itu dari data-data dirinya melalui no rekenignya dan berdasarkan data-data yang ia isi saat membuat buku rekening tabungan” Mr. Park kembali mengusap pelan wajahnya dengan kedua telapak tangannya.
“dan kalian tau dia adalah mantan penata rias kalian dulu yang di pecat lantaran ketahuan mencuri barang milik Jessica , Goo eunsoo jika kalian masih ingat orangnya”.

aku yang mendengar penjelasan Mr. Park pun terkejut bukan kah Jessica sudah melindungi  Eunsoo unnie saat ia ketahuan mencuri gelang milik jessica, jessica lah yang meminta pada Mr. Park untuk tak memecatnya dan memberikan Eunsoo unnie kesempatan untuk memperbaiki dirinya tapi memang saat itu Mr. Park yang tak ingin kejadian tidak mengenakan itu kembali terulang pun akhirnya tetap memecatnya, dendam kah dia pada kami sehingga dia melakukan semua itu? Entah lah aku masih tak mengerti alasan kenapa eunsoo unnie begitu tega pada kami sampai-sampai ia menguntit kami dan mengambil foto kami saat sedang berkencan sepert itu.

“maaf kan aku tapi sepertinya karena kejadian ini aku harus benar-benar tegas pada kalian dan pasangan kalian, aku tak ingin kalian mengahancurkan diri kalian sendiri dan grup kalian dengan apa yang sudah kalian lakukan. Aku rasa kalian sangat mengerti aku sudah sangat berusaha untuk memahami dan menghormati apapun keputusan kalian termasuk pilihan kalian untuk menjalin hubungan dengan sesama member seperti ini” Mr. Park duduk sambil menyandarkan bahunya ke kursi kerjanya tetap menatap kami tapi kali ini amarah yang tadi terlihat sangat meledak-ledak mulai perlahan mereda.
“taeyeon aahh~~… yuri aah~~ jika aku meminta kalian untuk memutuskan hubungan kalian dengan pasangan kalian masing
-masing apa kalian mau?” pertanyaan dari Mr. Park kini berhasil membuat ku dan Taeyeon tersentak kaget. Ini pilihan. Pilihan yang bisa membuat aku dan taeyeon jatuh dalam kesedihan. Bagaimana bisa aku melepaskan Jessica? Dan aku yakin taryron pun tak akan pernah bisa melepaskan tiffany. Sudah hampir 6 tahun mereka menjalin hubungan. Aku yakin itu sangat susah untuknya.

“aku tau ini tak akan mudah bagi kalian, kalian berdua sudah lama menjalin hubungan spesial itu tapi aku rasa jika aku membiarkan kalian tetap menjalin hubungan seperti ini sangat mungkin akan terjadi lagi. Saat ini kalian bisa saja berkata tak akan mengulangi semua itu tapi siapa yang akan tau apa yang terjadi nanti” Mr. Park kembali menghela napas panjangnya.

“aku tau di luar sana sangat banyak yang menyukai kalian, shipper kalian juga tak sedikit aku tau itu saat awal kalian debut tapi tak semua shipper pun benar-benar menginginkan kalian menjalin hubungan yang nyata, ketika mereka tahu jika kalian menjalin hubungan pasti tak sedikit pula dari mereka akan tidak terima, taeyeon ahh~~.. Yuri ahh~~ kalian sangat tau hubungan kalian ini berbeda dengan hubungan lainnya, bagaimanapun hal ini masih sangat tabu dan aku tak bisa menjamin saat mereka tau kalian menjalin hubungan ini, mereka akan tetap mencintai kalian.

“aku hanya tak ingin kalian mengorbankan semua yang kita awali dengan susah payah, kalian pasti masih sangat ingat bagaimana kalian pertama kalinya menghibur siswi-siswi di sebuah sekolah dengan panggung sempit dan juga tanpa pendingin ruangan saat itu kalian berkeringat sekali bahkan jessica sampai terduduk lemah hampir pingsan setelah menyelesaikan perform kalian, atau saat awal-awal debut kalian menghadapi serangan dari banyak antifanys yang sangat tidak menyukai kalian. Hampir setiap hari kalian menerima cacian, teror dan juga perlakuan kasar dari haters kalian.
tapi perlahan dengan kesabaran , tekat yang kuat dan juga kekompakan kalian
, kalian bisa berdiri tegap di atas panggung besar dan mengadakan konser di sana sini bahkaan nama So Nyeo Si Dhae yang membuat kalian awalnya hampir menangis karena nama grup yang kalian anggap menyedihkan itu kini di teriakan di mana-mana, tak hanya di negeri kita tapi juga dunia”

Aku dan taeyeon tak bisa lagi menahan air mata kami saat mendengar semua yang MR. Park ucapkan mengingat semua yang telah kami perjuangkan dan mendapat hasil seperti ini, bukan lah hal yang mudah mungkin jika saat itu kami bersembilan tak saling menguatkan dan team kerja kami pun tak saling menguatkan untuk terus menerus berjuang menghadapi semua ketidaknyamanan itu kami pastikan tak ada SNSD yang kalian tau saat ini. dan jika itu bukan kami, aku pastikan siapapun yang berada di posisi kami saat itu tak akan kuat secara mental maupun psikis. Tapi kembali lagi bond antar member yang kami miliki bisa mengalahakan segala hal berat yang menghadang kami saat itu.

“apa kah perpisahan kami jalan satu-satunya?” akhirnya taeyeon memecahkan keheningan di ruangan kerja Mr. Pak ini
Mr.Park mengangguk “ aku rasa iya taeyeon ahh~~
 aku tau kau dan tiffany. Kalian sudah menjalin hubungan special sebelum debut. Bahkan kalian adalah couple pertama di group. Tapi mungkin memang ini jalan satu-satunya” jawab Mr. Park dengan nada menyesal.
“jika memang beg
tiu baik lah aku akan mencoba untuk berpisah dengan tiffany” ucap taeyeon pelan dengan suara bergetar.
aku hanya bisa menatap taeyeon yang duduk di sebelah ku dengan tatapan tak percaya, aku sangat tau bagaiamna besarnya rasa cinta taeyeon dan tiffany tak akan mudah baginya begitu juga bagi ku dan jessica.
“berikan kami pilihan lain 
paman park aku mohon” mohon ku pada MR. Park kali ini dia hanya menunduk sambil memijat pelan pelipisnya.
diam sejenak seolah ia sedang menguras otaknya untuk memberi kami pilihan dalam menyelesaikan masalah ini.

“salah satu pasangan dari kalian harus putus, itu keputusan ku sekarang tinggal kalian yang memilih yuri dengan jessica atau taeyeon dengan tiffany yang putus, karena jika kalian semua tetap seperti ini aku tak ingin mengambil resiko akan ada yang tau tentang hubungan kalian. Hal ini aku lakukan karena aku tau kalian yang paling di sorot soal kedekatan kalian di bandingkan pasangan lainnya, karena tidak bisa di pungkiri kalian cukup terlihat jelas ada sesuatu tapi semua itu berhasil di tutupi dengan kata persahabatan tapi aku juga yakin fans kalian tak bodoh mereka tak hanya butuh bantahan dari mulut kalian yang menyatakan kalian sahabat baik tapi gessture kalian mengatakan lebih. Jika ada yang putus diantara kalian maka aku kan mensetting beberapa moment kalian dengan member lainnya seperti misalkan yuri dengan tiffany,sunny atau yang lain dan taeyeon dengan jessica,hyoyeon atau member lain jadi semua kecurigaan para fans dengan hubungan kalian sebenarnya akan bisa teralihkan.  Jika tak ada yag mau mengalah maka aku yang akan kesusahan untuk menutupi hubungan kalian, kalian terlalu nampak jika sudah bersama dan itu kan memusingkan ku untuk mensetting moment kalian dengan member lainnya.” Jelas Mr. Park

“ tapi bukan kah Sone pun tau bagaimana Bond kami pada sesama member dan Bond kami bukan sesuatu settingan aku rasa kau sangat tau itu paman? Kami saling menyayangi sesama member terlepas dari masing-masing kami berpacaran, hubungan kami bukan lagi tentang member yang berada di grup yang sama tapi saudara. 9 saudara yang sudah menjadi satu.” Jawab taeyeon lantang dan aku pun mengangguk –anggukan kepala ku membenarkan kata-katanya.
“aku tau tae.. kedekatan kalian bukan lah settingan heii.. aku sangat kenal kalian semua dan juga ikatan kuat yang tersimpan diantara kalian, tapi bukan Bond kalian yang ku maksud di sini tapi skinship kalian
, sadar tidak sadar kalian berempat itu yang paling nampak menjalin hubungan jika kalian sadar skinship kalian itu bagaimana diatas panggung eyecontact,holding hand, back hug banyak lagi yang menunjukkan jika kalian itu sepasang kekasih.
oleh karena itu, di sini aku ingin membuat skinship itu seolah semua sama antara kalian dengan member lainnya, pure skinship persaudaraan kalian mengerti apa yang ku maksud?” tanya Mr. Park.

“sekarang aku beri kalian waktu untuk saling berpikir dan memutuskan pilihan apa yang harus kalian ambil” aku dan taeyeon pun langsung keluar ruangan paman Park dengan wajah yang lesu dan sangat tertekan.
yang benar saja kami harus membuat keputusan pasangan mana yang haru putus, sementara aku dengan taeyeon sangat mencintai pasangan kami mereka adalah hidup kami.

“aku masih bingung taeng” ucap ku lemas
“ini berat yul sangat
 berat untuk kita hadapi tapi tak ada pilihan kita memang harus bisa memilih” taeng bersuara tenang.
“biarkan aku yang melepaskan jessica taeng.” Ucap ku pelan hal itu secara otomatis membuat taeyeon menghentikan langkahnya dan menatap ku tajam.
“bodoh aku leader dan aku yang harus bisa melindungi memberku  yul.” Ucap taeyeon masih dengan nada tegasnya.
“kau sudah sangat banyak berkorban taeng untuk kami, khususnya untuk ku” aku menundukkan kepala ku mengingat kembali semua kejadian yang terjadi dulu 3 tahun yang lalu di mana taeyeon melindungi ku dari kecelekaan mobil yang hampir merenggut nyawa kami.
saat itu aku dan taeyeon baru saja selesai dengan kegiatan kami dan aku memaksa taeyeon untuk menemani ku minum, saat 
perjalanan pulang mobil kami di tabrak oleh minibus yang melaju kencang dari arah berlawanan dan kecelakaan itu tak terhindarkan, saat itu harusnya aku yang teluka parah karena aku berada di samping taeyeon yang tengah menyupir tapi ia melindungi dengan merengkuh tubuh ku untuk masuk kepelukannya. Benturan keras pun mengahantam kepala taeyeon, ia di larikan ke Rumah sakit dan harus koma selama hampir satu bulan.
setelah kejadian itu aku merasa bersalah pada teyeon seandainya saja aku tak bersikeras memintanya  untuk menemani ku mungkin saat ini ia tak akan merasakan semua penderitaannya itu.
saat itu teyeon hampir saja kehilangan nyawanya saat dokter melakukan CT-Scan dokter mendiagnosa taeyeon sedang menderita “Epidurall Hematoma” yaitu perdarahan yang terjadi diantara pembungkus otak dan retaknya tulang belakang menurut dokter hal ini disebabkan oleh retaknya tulang kepala taeyeon akibat trauma akan benturan keras di kepalanya.
tapi aku patut sangat berterima kasih pada tuhan untuk tidak mengambil taeyeon secepat itu, setelah dokter melihat hasil CT-scan dokter langsung melakukan tindakan medis tidak dengan operasi memang karena menurut informasi yang ku tau apa yang tejadi dengan taeyeon masih bisa di sembuhkan dengan pemberian terapi dan setelah taeyeon sadar ia harus menjalani fisioterapi agar melatih saraf
-saraf motoriknya.

Tak hanya itu penderitaan taeyeon setelah kecelakaan itu taeyeon juga harus merasakan kesakitan yang luar biasa pada tangan kanannya tak bisa di pungkiri kecelakaan itu menyisakan cidera pada tangan taeyeon juga dokter mengatakan bahwa ada saraf-saraf taeyeon di bagian punggung belakang sebelah kanannya terjepit dan dokter meminta taeyeon untuk di terapi juga, namun saat itu taeyeon menolak mentah-mentah. ia mengatakan pada kami bahwa ia sudah sangat muak melewati segala macam bentuk fisioterapi.
itulah alasan utama ku memilih pilihan ku untuk mengorbankan hubungan ku dengan jessica.

Dari kecil taeyeon sudah sangat baik pada ku ia sudah sangat bersikap seperti seoarang leader dan juga melindungi semampunya, ia selalu rela mengorbankan dirinya sendiri hanya untuk melindungi ku dan juga member lain, jangan sepelekan badan kecil mungilnya yang terlihat menggemaskan ini jika kau tau Kim taeyeon adalah leader yang sebenarnya. jiwa dan rasa tanggung jawabnya sangat luar biasa.

“yul.. kenapa tiba-tiba diam?” tanya taeyeon saat aku asik dengan pemikiran ku yang mengingat kejadian bersejarah dalam hidup ku itu.
“aniyoo.. tak ada hanya mengingat semua pengorabanan mu pada ku taeng” jawab ku pelan
“haha.. 
kau bercanda? pengorabanan yang mana huh?” tanya teyeon mengeluarkan tawa dorkynya
“jangan pura
-pura lupa taeng.. itu adalah sejarah dalam hidup ku” jawabku serius.
“cihh kau serius sekali ini kah kkab yul yang ku kenal?” taeyeon masih berusaha menggoda ku.
“taeyeon ahh~~” rengek ku padanya
taeyeon menghentikan tawanya dan  mengangguk “ehmm.. arsseo jika yang kau maksud kecelakaan itu, jangan pernah anggap aku berkorban karena mu. Aku hanya melakukan apa yang bisa ku lakukan pada saudara ku yul, dan jika saat itu aku yang celaka itu semua bukan salahmu tuhan memang sudah mentakdirkan semua itu terjadi pada ku dan yah aku sebagai makhluk ciptaanya tak pernah bisa berlari dari takdir yang sudah ada bukan?” taeyeon masih dengan suara tenangnya.
“biarkan kali ini aku dan tiffany yang berpisah yul kau jalani saja hubungan dengan jessica aku yakin kalian tak akan bisa berpisah”taeyeon mengusap pelan pundak ku
“dan kau fikir kau bisa berpisah begitu saja dengan tiffany taeng? Aku yakin tidak” kata ku tegas taeyeon hanya terseyum simpul pada ku
“cinta.. aku sangat mencintai  
tiffany yul, bagi ku dia adalah kehidupan ku. tapi saat ini aku rasa bukan lagi tentang itu,aku tidak boleh egois yul bagaiman pun kau member ku dan kau tau kalian adalah tanggung jawab ku” jelas teyeon, yang hanya bisa membuat ku berdiam dan meneteskan air mata ku lagi. Taeyeon mendekatkan dirinya pada ku dan memeluk tubuh ku, itu semakin membuat ku ingin menangis dalam pelukannya.

keesokan harinya aku menemui paman park dan menjelaskan padanya bahwa aku sudah memutuskan untuk menjauhi jessica perlahan dan memutuskan hubungan ku dengannya. Aku beralasan jika paman Park memaksa Taeny yang putus maka mereka akan rugi karena taeny bisa mendatangkan uang yang cukup banyak  bagi perusaahan ini, shipper mereka sangat banyak dan mereka bisa di bilang pasangan yang paling terkenal dari pada kami, belum lagi dengan kemampuan taeny dalam olah vokal perusahaan bisa menjadikan mereka sub unit atau juga kemampuan mereka yang sama2 ahli dalam hal MC. Aku tau sudah sangat banyak pekerjaan yang meminta taeyeon dan tiffany untuk bekerja sama. Apa lagi jika mereka berdua diikutkan dalam variety show seperti halnya WGM. Kurasa rating acara itu akan meningkat drastis. hal itu pula yang ku jadikan alasannya. Paman park pun akhirnya membenarkan semua alasan ku dan menyetujui keputusan ku.

Flash back END

***

Sore itu dorm SNSD terlihat ramai dengan hampir semua membernya berkumpul karena memang kebetulan jadwal mereka baik secara grup maupun pribadi sedang kosong.
“baik ceritakan pada ku bagaimana akahirnya kau bisa di maafkan oleh sunkyu mu youngie ahh~~” tanya hyoyeon antusias.
“aku menjelaskan padan my bunny bahwa saat itu aku tak bermaksud melakukan itu dengan hyesung oppa, aku menjelaskan lagi padahal saat itu aku sedang menunggunya pulang dari kegiatan nya.” Sooyoung menyendok makanannya
“susah memang menjelaskan padanya tapi dengan usaha yang benar-benar kulakukan akhirnya sunkyu mau memaafkan ku.” Lanjut Sooyoung
“apa setelah ini kau berniat mengulangi perbuatan mu lagi” jawab yuri menggoda sooyoung
“jika ia mengulanginya lagi akan ku pastikan tak akan lagi ada SooSun couple di dorm ini” jawab Sunny yang mendekati meja makan sambil membawa jus jeruk dan duduk di samping kekasihnya.

Sooyoung yang tau yuri menanyakan itu dengan sengaja saat tau sunny mendekati mereka pun hanya melotot menatap Yuri kesal dan hanya di tanggapi oleh seringaian usil dari Yuri.
“Tidak.. bunny aku tak akan mengulanginya lagi aku sudah, aku sudah berjanji pada mu” Sooyoung berusaha meyakinkan kekasihnya
hal ini membuat taeyeon,yuri,hyoyeon,yoona dan seohyun tetawa melihat wajah ketakutan Sooyoung yang seperti anak kecil kena hukum oleh gurunya.
“aku harap kau bisa menjaga kepercayaan ku youngie ahh~~” kata Sunny sambil mengelus pelan kepala Soyooung.
wajah takut sooyoung tadi pun berubah jadi sumringah mengingat kekasih nya kembali keperlaukannya semula yang memanjakannya hanya dengan sentuhan lembut seperti ini.

“issshhh bagaimana jika kini aku yang menjitak mu, bukan kah Yoongie dan Hyo sudah mendapat jatah mreka untuk menjitak mu. Taeng juga” goda yuri lagi sambil berpura2 berdiri mengangkat tangannya mengarahkan kepada Sooyoung bersiap untuk menjitak.
“jangan pernah macam-macam dengannya buluk, sudah cukup kekasih ku mendapat kan siksaan dan hukuman dari ku dan member yang lain” sunny menarik kepala sooyoung dan mendekapnya seolah melindungi Sooyoung, Sooyoung yang merasa terbela dengan kekasihnya pun tersenyum puas dan menjulurkan lidahny pada Yuri.
“iya lagi pula jitakan dari 3 orang sudah membuat ku hampir gegar otak jika kau tau, ah tidak lebih tepatnya dua jitakan keras dan satu lemparan garpul bodoh! Bunny sakiiittt” rengek Soyooung berlebihan.
“ya..yaa.. berhenti aku benar2 mual melihat mu unnie” sela Yoona yang terlihat kesal melihat ulah unnienya.
“memang sakit kok” jawab Sooyoung tetap bersikap kekanakan
“kau tau jika Yoong hanya bisa melempar mu dengan garpu aku bisa saja melempar mu dengan piring makanan ini jika kau mau” ucap yuri dengan suaranya yang di buat sedingin mungkin.
“tuh kan..tuh kan kalian senang sekali menyiksa kalian memang jahat” Sooyoung masih merengek.
“jangan berlebihan yooungie ahh~~ kau membuat ku mual kali ini”kata2 sunny itu sontak membuat tawa bagi member yang sengaja membully Sooyoung siang ini.

“berisik sekali kalian” terlihat tiffany dengan wajahnya yang baru bangun tidur dan suaranya yang masih parau berjalan pelan keruang makan
baby kami mengganggumu huh? Kemarilah” sambut  taeyeon mengulurkan tangannya dan meminta kekasihnya untuk mendekat padanya yang duduk di meja makan.
“sangat suara kalian terlalu kencang sampai aku terbangun” jawab tiffany yang kini sudah duduk di pangkuan taeyeon.
“mianhe.. kami memang kelepasan tadi saat menggoda Sooyoung” kini tangan taeyeon sudah melingkar sempurna di perut tiffany, memangku kekasihnya dipagi hari.
“kau mau?”  taeyeon menyodorkan potongan buah segar pada tiffany tanpa banyak bicara tiffany membuka mulutnya menerima suapan kekasihnya.
“kalian sudah berbaikan?” tanya tiffany yang melihat Soosun kembali mesra seperti biasanya dan mereka berdua pun mengangguk sambil tersenyum senang.
“hahaha.. bagus lah aku tak lama2 melihat perang pasangan kekasih di dorm ini” kata tiffany sambil memberikan acungan jempol pada Soosun.
“fany kau tau selama satu minggu tak di sapa oleh my bunny  itu sangat lah membuat ku menderita” lapor Sooyoung pada tiffany.
“makanya jika kau tak ingin di hukum lagi jangan pernah ulangi kesalahan itu” jawab tiffany yang 
tak akan” jawab Sooyoung singkat dan memeluk Sunny.

Saat mereka mengobrol dan saling berbagi cerita tentang fashion,syuting dan kegiatan mereka yang lain di luar kegitan grup.
terdengar suara pintu dorm  terbuka dan menampakkan sosok Jessica salah satu member mereka yang tidak ikut bergabung di dorm.
eomma bogoshipo..” sapa yoona yang terdengar antusias melihat unnie kesayangannya datang.
aigoo.. my aegy kekeke” jessica langsung memeluk hangat Yoona
“sangat merindukan ku kah” tanya jessica pada Yonna yang mememeluk erat perutnya, yoona hanya mengangguk.
“mmmm.. kau tau sudah berapa hari kita tidak berkumpul bersama dan aku sangat merindukan itu, akhir-akhir ini kau sibuk unnie bahkan setelah kau liburan di Paris kau bahkan tidak pernah menghabiskan waktu mu di dorm  bersama kami” terang yoona masih tetap memeluk Jessica
mianhe baby.. setelah liburan kemarin aku memang pulang kerumah. Umma meminta ku untuk menghabiskan waktu di rumah, entah lah akhir2 ini Mrs. Jung sangat ingin dimanjakan oleh ku maupun soojung~ie” jelas Jessica sambil tersenyum.

Yoona melepaskan pelukannya dari Jessica.
“jika begitu malam ini tidurlah di dorm kita makan malam bersama dengan yang lainnya juga” pinta Yoona seolah merengek.
jessica menatap yuri sekilas yang berada di samping Yoona, namun tak sesuai harapan yuri seolah mengacuhkannya bahkan seolah menyibukkan dirinya dengan cereal yang ia makan.
jessica menatap Yoona dan tersenyum hangat “mianhe dear.. aku tak bisa untuk hari ini, aku sudah ada janji” jawab jessica.
mendengar jessica sedang ada janji yuri pun sontak menolehkan kepalanya menatap Jessica mata mereka bertemu.
“dengan siapa?” tanya yoona penuh selidik.
jessica tetap menatap yuri “ Hyun Joong oppa, dia juga masih menunggu di luar” jawab Jessica pelan.
kini ia menatap Yoona hangat dan menangkupkan kedua tangannya pada dongsaeng kesayangannya.
“besok aku janji akan mengahabiskan waktu di dorm seharian bersama kalian okeey..” jessica terlihat seperti seorang ibu jika sudah menghadapi Yoona di banding member lainnya memang Yoona yang paling manja dengannya bahakan jika sudah manjanya kambuh Jessica tak akan bisa bebas menghabiskan waktu dengan yuri.
Dulu…

Yuri tetap berusaha memfokuskan dirinya untuk makan dan berusaha untuk menghilangkan rasa cemburunya saat Jessica menyebutkan nama Kim Hyun Joong.
diantara lelaki yang sempat di gosipkan atau sahabat-sahabat Jessica yang dekat dengannya Hyun joong adalah orang yang cukup sering membuatnya sangat cemburu, bahkan tak jarang yuri sering merajuk jika ia tau Jessica bertemu dengan Hyun Joong.
namun kini ia tak bisa melakukan apa pun, melarang Jessica untuk pergi dengan Hyun Joong sama saja akan menimbulkan harapan lagi bagi Jessica untuk memperbaiki hubungan mereka, dan perpisahan yang sudah Yuri janjikan pada Mr. Park tak akan benar2 terjadi.

“baiklah aku pergi dulu, aku tak ingin membuat Hyun Joong oppa menunggu ku lama” ujar jessica sambil mengecup lembut kening Yoona.
“unnie..” Yoona menahan pergerakan tangan Jessica seolah berat melepaskannya.
“aku janji besok akan menemani kalian di sini okey.. aku tak bisa lama aku hanya ingin mengambil iPhone ku yang tertinggal” Jawab jessica sambil mengelus lembut pipi Yoona
melambaikan tangannya ke member lain

“aku tagih janji mu besok unnie” teriak yooan kencang dan hanya di jawab acungan jempol Jessica yang dudah hilang di balik pintu dorm mereka.
“akhir-akhir ini aku sering mendengarnya menghabiskan waktu dengan Hyun Joong oppa, Yul apa kah Jessica meminta izin dulu terhadap mu?” tanya Sooyoung pada Yuri yang duduk dihadapannya.
aniyo.. tak perlu izin segala ia bisa pergi dengan siapa pun yang ia mau?” jawab yuri dengan nada dingin.
“ehhmm.. aku rasa aku lelah.. aku ingin tidur dulu” pamit yuri dengan wajah kesalnya tiba-tiba. Para member  yang menyadari atmosfer tak biasa dari Yuri pun hanya diam dan mengangguk membiarakan Yuri masuk kedalam kamarnya.

“apa Yulsic sedang bertengkar hebat?” tanya Sooyoung ingin tahu.
“entah lah tapi bisa saja itu terjadi, Yuri unnie akhir-akhir ini juga bersikap tak biasa pada Jessica unnie, jika ia dulu seolah tak bisa di jauhkan dengan Jessica unnie kini berbeda ia terkesan menghindar.” Yoona menghela napas sejenak.
“dan Jessica unni sebenara yang kau katakan unnie ia akhir2 ini sering menghabiskan waktunya bersama Hun joong oppa , padahal sudah sangat jelas Yuri unnie sangat tidak suka jika Jessica unnie terlalu dekat dengan Hyun Joong oppa” terang Yoona.
“mmm.. biarkan itu menjadi urusan mereka kids” pinta taeyeon tenang.
para member pun mengerti dan kini mereka sudah mengganti topik bahasan.

***

Jessica baru saja akan membuka pintu dorm untuk keluar, dan saat yang bersamaan Yuri sudah berdiri di hadapannya. Ia ingin masuk ke dalam dorm  pandangan mereka saling bertemu.
lewat sorot mata itu nampak dua pasangan itu sangat merindukan satu dengan yang lain dan tak bisa di pungkiri mata itu masih saling menatap penuh cinta, Yuri yang tak ingin terhanyut pun segera mengalihkan pandangannya dari mata indah itu.
“kau mau kemana sica?” tanya yuri
“keluar bersama Hyun Joong oppa” jawab Jessica singkat
“ohh.. hati-hati dan aku harap kau bisa memenuhi janjimu pada Yoona untuk bisa makan malam di dorm malam ini” pinta Yuri tenang.
Tenang? Aku pastikan Yuri saat ini hanya berusaha setenang mungkin dan tidak terpancing untuk menunjukkan rasa cemburunya lagi2 dengan Kim Hyun Joong.
sebenarnya bukan tanpa alasan jika Yuri sangat cemburu pada Hyun Joong, lelaki tampan itu sudah sangat menginginkan Jessica sebagai kekasihnya tapi ia tau jika Jessica sudah milik Yuri, dan ia tak ingin menghancurkan hubungan Jessica dengan Yuri.
tapi pernah suatu saat Hyun Joong meminta Yuri melepaskan Jessica dan membiarkan ia yang menjadi kekasih Jessica sontak hal itupun di tolak oleh Yuri yang berujung Yuri marah pada Hyun joong.
setelah sedikit perdebatannya dengan Hyun Joong mereka secara sadar tak sadar saling bersaing untuk Jessica, saat itu Hyun Joong sering menunjukkan perhatinnya pada Jessica seolah ia berusaha membuat Jessica berpaling dari Yuri. Mulai dari mengirimi Jessica paket makanan jika Jessica sedang syuting atau kegiatan lainnya, mengirimi mawar putih yang merupakan bunga favorit Jessica hampir setiap hari ke dorm SNSD dan tak jarang ia mengirimkan pesan teks  yang Yuri anggap berlebihan.

Semua usaha yang Hyun Joong lakukan tapi berakhir tak sesuai harapan Jessica tetap menganggapnya hanya sekedar kaka laki2 baginya tak ada yang lebih, karena seberusahanya seorang Kim hyun Joong pada kenyataannya tak bisa mengubah semua isi hati Jessica yang sudah ia berikan pada Kwon Yuri, ya hanya nama itu bukan yang lain.

“akan aku usahakan yul” jawab Jessica singkat sambil melangkah pegi keluar dorm mereka
yuri hanya bisa menatap nanar punggung Jessica yang perlahan menjauh pergi darinya.
“bisakah kau tetap di dorm bersama ku saja sica?” yuri menrik napasnya panjang.
“aku merindukan mu baby  sangat merindukan mu” ucap yuri lirih sambil mengusap air mata yang mulai perlahan keluar.

TBC

Note : Saya tidak akan pernah berpikir seberapa banyak komen yang masuk dalam setiap updatean FF ini, yang saya fikirkan hanya para reader yang menantikan kelanjutan FF saya yang masih sangat banyak kekurangan, sedikit apa pun jumlah orang yang mau membaca tulisan ini saya hanya ingin bertanggung jawab untuk menuntaskan semua rasa penasaran orang-orang yang sudah bersedia mengikuti FF ini J

Yuhuuyyyyyy! Tepuk tangan buat authornya. sebagai yang punya WP, saya juga mengucapkan terima kasihhh #lambai2tangan :3

This Love [Chapter Three]

Chapter 3

Meninggalkan dan di tinggalkan adalah sebuah kata yang terlihat sederhana namun terasa sulit untuk bisa diterima

 

Heart-photography-6960592-2560-1920

Author POV

Perlahan yuri melangkahkan kakinya mendekati jessica yang  tertidur pulas di kamar mereka, di tatapnya wajah cantik jessica. Ia tak ingin melakukannya tapi sepertinya otak dan hatinya tak bisa berada dalam satu jalan.

Ia tak ingin menyentuh jessica, berusaha menahan segala gejolak dan keinginan itu, tapi nyatanya ia kalah melawan keinginan dirinya sendiri, dibelainya lembut pipi jessica sambil menghapus bekas air mata yang terlihat masih basah.

‘”eungh..  jangan pergi seobang jangan lagi” jessica bergumam lirih dalam tidurnya. Perih, itu lah yang kini ia rasakan melihat jessica yang terlihat begitu menderita.

yuri  merebahkan tubuhnya di samping jessica di tatapnya dalam wajah cantik itu, di usapnya lembut dari alis, kelopak mata yang tertutup, hidung, dan turun kebibir  tipis itu, dimana biasanya jessica sangat suka berceloteh manja padanya. Dan bibir yang selalu menjadi candu bagi yuri sendiri.

“bermimpi buruk huh? Bermimpi saat aku meninggalkan mu?” yuri tetap mengusap lembut pipi jessica “ jangan lagi baby, aku tak ingin kau menangis karena orang seperti ku. Hiduplah bahagia baby jangan buat kau tersiksa karena ku”.

Di kecupnya bibir tipis itu didiamkan nya bibirnya tetap menempel pada bibir jessica seketika  air mata itu keluar dari mata  yuri.

“maafkan aku sayang, maaf” ucap yuri lagi, lirih, sebelum di rengkuhnya tubuh jessica yang mengurus akhir2 ini, “satu malam ini saja ku mohon biarkan seperti ini tuhan ucap yuri dalam hati sebelum ia memejamkan matanya ikut tertidur di samping jessica sambil tetap memeluk tubuh jessica. Membiarkan malam ini kembali pada malam-malam sebelumnya saat yuri dan jessica sealu berbagi kehangatan pelukan seperti ini.

***

Jesicca POV

Kehangatan ini, aroma tubuh ini, sepertinya ini miliknya. Ya hanya Kwon yuri, aku terlalu menghapalnya.

Apa aku sedang bermimpi? Jika iya, biarkan aku terus seperti ini aku tidak ingin bangun, biarkan aku merasakan semua ini kembali. Kehangatan ini, pelukan ini dan rasa terlindungi ini, membuat ku semakin nyaman untuk memejamkan mata. Aku tak akan ingin terbangun jika selamanya akan tetap seperti ini. Aku tak akan mau meninggalkan mimpi indah ini. Betapa rindunya aku, tak bisa terpungkiri jika ternyata aku sangat merindukannya. Segalanya yang ada padanya membuatku sangat rindu.

Beberapa saat kemudian

Aku membuka mata ku meraba tempat tidur itu berharap aku bisa menemukan sosoknya, kembali tidur di sini bersama ku dan berharap apa yang aku rasakan tadi malam bukan hanya mimpi manis pelengkap tidur ku saja. Tapi saat ku alihakan mata ku kesamping KOSONG aku tak menemukan siapapun hanya ada frame foto itu yang tergelatak, foto ku dan yuri saat kami berlibur ke  Eropa. Di foto itu, kami berdua terlihat sangat bahagia, aku yang tertawa lebar dalam rangkulannya dan ia mengecup mesra pipi ku. Betapa manisnya moment kami berdua saat itu. Mengahabiskan waktu senggang kami berdua. Aku ingin kembai seperti itu. Tapi, kini aku tak yakin jika keinginan ini akan menjadi sebuah petasan yang indah.

aku hanya bisa menghela napas panjang tersenyum miris pada diriku sendiri, ku lihat jam, sudah menunjukkan jam 10 pagi aku segera beranjak dari tempat tidur ku dan membersihkan diri ku di kamar mandi.

Setengah jam kemudian aku melangkahkan kaki ku keluar kamar aku merasa lapar. Aku  sedikit bingung mencium aroma masakan yang menyeruak di ruangan ini. Apa ini karena aku begitu kelaparan sampai-sampai rasa-rasanya aku mencium aroma masakan disini?

Kaki ku melangkah semakin mendekati asal aroma masakan itu semakin mendekat ke pantry aroma itu semakin kuat tercium, namun ada hal yang membuat ku terkejut. Apa yang ku lihat kini di depan mataku membuat ku membelalakkan mata.
Yuri? Kwon yuri? Dia disini sepagi ini? Apa aku salah lihat.

Aku pun semakin mendekatkan diriku padanya “yul kau kah itu?” tanyaku pada orang itu.

Dan benar itu adalah yuri, dia memalingkan wajahnya  yang tadi sedang terfokus pada peralatan masak  yang ada di hadapannya. Kini ia menatap ku dan tersenyum hangat.

“selamat pagi baby..” dia menyapaku dan mematikan kompor itu mengambil piring besar sambil terlihat sibuk menyajikan masakannya, “aku sudah menyiapkan nasi goreng kimchi kesukaannmu, duduk lah” ia memerintah ku dan seolah tersihir seperti orang bodoh, aku melangkahkan kaki ku ke meja makan kini aku duduk dan menghadap padanya. Memandang punggung indahnya dari belakang.

lidah ku terasa kelu, masih sangat terkejut. Ia kini di hadapan ku menyiapkan makan untuk ku, dan ya! Tadi malam aku berarti tidak bermimpi, saat aku merasakan ia sedang memelukku. Aku menggelengkan kepala ku berusaha menyadarkan diri ku sendiri untuk tidak berlebihan menjabarkan sesuatu yang belum tentu terjadi tadi malam. Jangan membuat ku gila yul. Apa sekarang aku masih berada dalam dunia mimpi? Dunia fatamorgana yang susah untuk dipercaya?

“kau kenapa hmm? Seperti tampak bingung sekali” yuri kini berdiri  tepat dihadapanku, di dekatkannya wajahnya dengan wajah ku, menatap mataku seperti biasa penuh kehangatan.

Aku masih diam tak menjawab pertanyaannya. Tak bisa ku pungkiri aku terkejut dan tak bisa kupungkiri juga dada ku  terasa berdegup kencang sama seperti pada awal aku  menyukainya dulu, harusnya hal ini sudah tak ku rasakan lagi karena sudah 4 tahun kami menjalin hubungan cinta. Tapi mengingat semua yang terjadi dengan hubungan kami akhir-akhir ini, wajar rasanya jika aku merasakan hal itu lagi.

Kini ia mengusap pelan bahu ku “sica kau baik-baik saja kan?” tanyanya. Dan kini wajahnya semakin mendekat, selanjutnya menempel kan dahinya ke dahi ku. Tuhan kal ini apa lagi Kwon yuri isshh.

aaa..annniyoo yul aku baik-baik saja” jawab ku gugup dan menatap wajahhnya yang terasa amat dekat dengan ku sampai-sampai aku bisa merasakan hembusan napasnya.

“baiklah, kalau begitu mari kita makan princess aku yakin kau sangat lapar “ yuri menegakkan tubuhnya, berjalan pelan dan duduk berseberangan dengan ku. Dia tersenyum dan menuangkan makanan itu ke piring sebelum memberikannya pada ku.

“makan lah jangan kebanyakan melamun” tegur yuri lagi, entah aku seperti robot yang kini menuruti semua perintahnya. Perlahan-lahan sesuap demi sesuap aku memakan sarapan pagi ini, aku masih seperti orang bodoh bahkan aku dan dia masih sibuk dengan kegiatan makan kami masing-masing. Bisa dibilang situasi ini sangatlah canggung untuk kami. Rasanya aku ingin pergi dari sini, tapi saraf motorikku tak mengizinkannya. Aku ingin menghindari kecanggungan ini. Tapi tak tau harus berbuat apa.

Aku masih mencuri pandang padanya dan saat aku masih menikmati wajahnya, yuri  seolah tau,  kini ia balas menatap ku, sontak hal itu membuat ku tersedak.

“uhuuuk..uhuk..uhukkk” aku terbatuk, tersedak makananku sendiri dan membuat yuri segera berdiri dan mengambilkan air putih untuk ku.

“isshhh kau ini kenapa sampai tesedak seperti ini?” raut muka yuri kini terlihat khawatir dan ia mengusap-usap bahu ku seolah hal itu dapat bisa mengurangi rasa sakit di tenggorokan ku.

“sudah reda?” tanyanya saat aku sudah tak terlalu terbatuk lagi, aku hanya mengangguk.

Yuri tiba-tiba menepuk pelan kepala ku “ babo” ucapnya singkat sebelum membersihkan meja makan dan membawa semua peralatan makan yang kotor itu ke tempat pencucian piring.

***

Normal POV

Yuri  mulai mebersihkan piring-piring yang kotor tadi, sementara jessica masih duduk dan memandangi punggung yuri. Jessica sangat menikmati moment seperti ini, baginya punggung yuri adalah punggung terbaik yang pernah ia tau.

Perlahan jessica menggerakkan kakinya melangkah mendekati yuri yang terlihat berkonsentrasi dengan kegiatannya, entah apa yang ada di pikiran jessica kini tiba-tiba saja ia memeluk yuri dari belakang, melingkarkan tangannya di pinggang ramping yuri dan menyandarkan kepalanya di punggung belakang.

Yuri yang merasakan pelukan tiba-tiba itu pun merasa terkejut dan seketika menghentikan kegiatannya tadi, namun ia tak bisa menampik begitu saja pelukan jessica, bagaimanapun hal ini salah satu moment yang ia rindukan selama kurang lebih setahun ini.

Back Hug seperti ini adalah salah satu hal yang sering jessica lakukan pada yuri dulu, ia selalu merasa nyaman saat menyandarakan kepalanya di bahu yuri.

Sesaat yuri tersadar, “sica apa yang sedang kau lakukan” tanya yuri pelan sambil melepaskan tangan jessica yang melingkar di pinggangnya.
jessica menghela napasnya “hannya memeluk kekasih ku, apa itu tidak boleh?” tanya jessica yang kini menatap mata yuri dalam
yuri pun menggeleng “tak ada yang salah sica tapi..”

“tapi apa Kwon Yuri? Kenapa kau seolah menolak ku?” tanya jessica yang terlihat sedih.
Yuri pun menggigit bibir bawahnya, ia kini bingung akan mengutarakan jawaban seperti apa pada jessica, yuri hanya bisa menundukkan kepalanya.
“jawab aku yuri~ahh. jawab..” jessica menaikkan nada suaranya “ selama in aku sudah menahan semuanya yul, aku menahan diri untuk tidak bertanya, apa yang membuat mu berubah pada ku, aku menahan diri ku sebisa mungkin yul” ucap jessica masih terdengar nada emosi sebelum ia menarik napasnya dalam.
“kau mungkin tak pernah mengerti yul seberapa aku merindukanmu, seberapa aku tersiksa dengan semua perubahan ini, setiap aku menyendiri, yang kulakukan hanya menangis. Dan bodohnya tangisan itu karena aku sangat merindukanmu! kau hampir membuatku gila Kwon yuri! “ Jessica diam sejenak sebelum kembali berucap.

Kembali di tatapnya wajah yuri  “aku tidak pernah bertanya yul, aku tidak pernah melakukan protes pada mu, aku sengaja mendiamkan mu dan semua perubahan ini karena aku yakin kau akan kembeli seperti dulu yul. Kwon yuri ku yang bodoh tapi penyayang, Kwon yuri ku yang selalu ada untuk ku, Kwon yuri yang selalu memeluk ku hangat, Kwon yuri ku yang tidak pernah lelah menghibur ku saat aku dalam kesedihan, Kwon yuri ku yang selalu menjadi penyemangat ku, bahkan Kwon yuri yang selalu bisa membuat ku ingin berada di dekatnya. Selamanya!” jessica pun tak bisa menahan air matanya untuk tidak terjatuh “aku rindu itu yul sangat merindukan semua hal yang ada dalam dirimu.” ucap jessica pedih.

Yuri hanya bisa berdiri terpaku. Untuknya, membuat jessica menangis adalah hal yang paling ia benci, melihat jessica yang begitu tersakiti seperti ini membuat yuri mengumpati dirinya sendiri, yuri pun mengepalkan tangannya menyalurkan segala kesalnya.

“jika kau merasa tersiksa dengan ku, maka pergi lah sica cari kebahagian mu.” Yuri menarik napas panjang sesaat “ aku tak akan pernah bisa membahagiakan mu”

Ucapan yuri langsung membuat Jessica menatap tajam dirinya, mecari kebenaran dalam setiap ucapan yuri. Matanya memerah padam. Masih dengan segala emosi yang memuncak diubun-ubun. Apa yang yuri ucapkan barusan membuatnya harus bertengkar dengan hati. Bertengkar dengan otaknya. Sangat menyakitkan. Bendungan sudah benar-benar pecah didalam jiwanya.

***

“unnie kenapa dorm sangat sepi kemana yang lain? aku bosannnnn…” yoona menghampiri hyoyeon yang kini sedang membuat sandwich untuk sarapan paginya.
hyoyeon memalingkan wajahnya dan tersenyum pada yoona yang terlihat menyandarkan kepalanya pada meja makan, “hmmm.. taeyeon dan tiffany pagi-pagi sekali sudah pergi yoong mereka bilang ingin mengantar si hitam itu ke dokter hewan. Yuri dan Jessica mereka, entahlah dari semalam aku tak mendapat kabar dari mereka, sooyoung masih tidur di kamarnya sepertinya iya sedang bertengkar dengan sunkyu” ucap hyoyeon seolah berbisik pada yoona. “Dan kekasih mu dia ada jadwal kuliah bukan pagi ini?” Tanya hyoyeon dan di jawab anggukan oleh yoona.

“huuhh.. mereka sibuk masing-masing. Menyebalkan” ucap yoona lemah dan sambil mengerucutkan bibirnya.

Hyoyeon yang sudah selesai masak pun melangkah mendekati yoona di meja makan sambil membawa sepiring sandwich yang baru ia buat. “sudah jangan banyak mengeluh makan lah, ini akan menghilangkan rasa bosaan mu” ujar hyoyeon sambil mengusap kepala yoona lembut.

“aaahhh mommy hyoo kau memang selalu mengerti apa yang ku mau hehehe… sandwich ini enaaakkk…” ucap yoona riang sambil memakan makanannya dengan penuh semangat hyoyeon hanya menggeleng melihat tingkah dongsaeng nya ini yang terlihat sangat mengerikan dan seperti monster jika melihat makanan apapun di hadapannya.

Saat yoona asik memakan sandwich nya, dengan refleks cepat ia menangkupkan kedua tangannya ke piring itu seolah melindungi makanan yang ada di hadapannya, kau tau kenapa yoona melakukan itu? Karena kini ada seorang shiksin lagi yang sudah mendekati meja makan dan duduk di hadapan yoona dan yoona tak ingin santapan lezatnya di rebut seperti biasa oleh Shiksin itu.

“eh tumben sekali tidak langsung merebutnya” ucap yoona pelan sambil memandang ke arah sooyoung yang kini duduk di depannya sambil meyandarkan kepalanya ke meja terlihat tak bersemangat.

“unnie kau baik-baik saja kan?” tanya yoona yang melihat sikap tak biasa membernya ini.

Sooyoung pun mengangkat kepalanya dan menggeleng pelan “aku baik2 saja yoong” jawab sooyoung tanpa semangat.

“jujur lah kau pasti sedang ada masalah kan? Kau bertengkar dengan sunkyu unnie?” tanya yoona lagi penasaran dan kini hanya di jawab dengan anggukan lemah oleh sooyoung

“hmmm.. baiklah cerita kan padaku unnie siapa tau aku bisa membantumu” ucap yoona pelan.

“aku tidak mengerti seberapa besar kesalahan ku yoong hwaa” jawab sooyoung sambil merengek.
sooyoung akhirnya menceritakan dari awal saat ia sedang berjalan-jalan ke taman dekat  dorm mereka, dia yang sedang menghirup udara malam sambil menunggu sunny yang pulang dari jadwal syutingnya. Saat sooyoung sedang asik menghirup udara bebas itu tiba-tiba hyesung menghampirinya dan memulai pembicaraannnya tentang masa lalu mereka sampai pada hyesung yang mencium sooyoung dan entah mengapa bukannya menolak tapi sooyoung malah membalas ciuman dari mantan kekasihnya itu, sampai pada akhirnya sunny melihatnya dan marah besar dengan sooyoung.

Saat sooyoung menceritakan semua itu, ia merasakan sebuah benda keras mendarat di dahinya “YA!!! Appo babo” ucap sooyoung dengan suara tinggi menatap tajam yoona yang menjadi tersangka utama pelemparan garpu kecil itu yang mendarat di kening sooyoung meninggalkan bekas merah.

“siapa suruh bersikap bodoh seperti itu unnie?” ucap yoona santai

“ini namanya kekerasan dalam rumah tangga bodohh.. aisshh kau dan taeyeon tak ada bedanya suka sekali menyiksa ku saat aku sedang bersedih gundah gulana seperti ini” ucap sooyung dengan kata-kata berlebihan.

“yaa..yaa.. berhenti berbicara seperti itu, kau menjiikan tau” ucap yoona sambil melotot, berpura-pura akan memukul sooyoung.

“kalau aku jadi sunny unnie aku tak akan hanya berlari dan menangis tapi aku patah kan dulu kaki hyesung oppa dan juga melemparkan mu ke sungai han” ucap yoona memasang tampang seriusnya

Sooyoung pun hanya menelan ludahnya mendengar kata-kata yang yoona ucapkan “ kau bahkan lebih brutal dari si kecil itu” kata sooyoung sambil memasang wajah takutnya.
ya bisa di bilang yoona adalah orang yang paling anti tentang kata perselingkuhan, baginya berselingkuh itu adalah hal yang sangat jahat yang di lakukan orang lain pada pasangannya.

“ada apa dengan wajah kalian berdua.. ommo sooyoung~ahh ada apa dengan kening mu?” hyoyeon yang baru saja kembali ke dapur dari kamar mandi pun memecahkan keheningan antara sooyoung dan yoona dan terkejut saat dilihat kening sooyoung memerah.

“gara-gara anak nakal itu unnie hwaaaaa” rengek sooyoung sambil memeluk pinggang hyoyeon.

Hyoyeon yang bingung pun menolehkan kepalanya pada yoona “ kau apakan dia yoong.. aigoo  kalian seperti ini anak kecil saja, berebut makanan lagi?” tanya hyoyeon sambil mengusap pelan kening sooyoung yang masih memerah.

“tanyakan saja pada si bodoh itu” ucap yoona yang masih kesal, kini tatapan hyoyeon pun beralih ke sooyoung yang masih menyandarkan kepalanya di perut hyoyeon.
“ada apa youngie~ahh? kenapa yoona jadi telihat kesal seperti itu pada mu hmm?” tanya hyoyeon

Sooyoung pun menghela napas panjangnya sebelum berbicara pada hyoyeon “kemarin sore saat aku menunggu sunny di taman dekat dorm tiba-tiba hyesung oppa muncul di hadapan ku dan ia seperti biasa meminta ku kembali, dan detik selanjutnya ia mencium ku dan dengan bodohnya aku malah membalas ciumannya. Dan kau tau sunny melihat langsung semua itu.. Begitulah kira2”sooyoung kembali mengulang kejadian itu kesekian kalinya dengan member yang berbeda.

Tuk! Kini giliran hyoyeon yang mendartkan jitakannya pada sooyoung walaupun tak sekeras taeyeon dan tak sesakit lemparan garpu kecil milik yoona tetapi itu berhasil membuat sooyoung semakin kesal dengan sikap para membernya.

“ya!!! Kali ini kau…” tunjuknya pada hyoyeon, melepas pelukannya dari hyoyeon dan mengusap kepalanya “ kalian jahat sekali padaku, tadi malam taeng sudah menjitak ku dengan keras, pagi ini anak itu yang melempar ku dengan garpu sialan ini dan sekarang giliran mu.. kalian keterlaluan pada ku, memang hanya tiffany yang bisa bersikap lembut pada ku dan mengerti aku..” omel sooyoung kesal pada hyoyeon dan yoona hal itu pun membuat duo anggota prangster itu tersenyum usil pada sooyoung

“salah mu sendiri bersikap bodoh” ucap hyoyeon santai ia pun kini menatap sooyoung dengan mata usilnya “ apakah hyesung oppa adalah good kisser sampai kau bisa terlarut sepert itu youngie~ahh?” tanya hyoyeon setengah berbisik, sengaja menggoda sooyoung.

Sooyoung pun langsung menggelengkan kepalanya, terlihat kekanakan “ NO.. my bunny is the best kisser tak ada yang lain” ucap sooyoung kekanakan hal itu pun membuat hyoyeon dan yoona tertawa melihat tingkah sooyoung.

“good kisser didorm ini tak lain dan tak bukan adalah taeyeon unnie. Walau dia belum pernah tersentuh bibir orang lain selain tiffany unnie. Tapi aku akui, jika kim taeyeonlah pemegang title itu.” Celetuk yoona disertai anggukan dari hyoyeon.

“bocah itu! Kenapa dia terkenal sekali?” ucap sooyoung.
“lalu kenapa kau bisa membiarkan dia mencium mu huh? Bahkan parahnya lagi kau membalasnya. Kau ini benar-benar.. isshh” hyoyeon memotong pembicaraan sambil menggelengkan kepalanya.

“selesaikan dengan baik-baik dan akui kesalahan mu jika kau tak ingin masalah semakin larut sooyoung~ahh saran hyoyeon sambil menepuk pelan kepala sooyoung dan sooyoung pun hanya membalas dengan anggukan lemah.

“aku sudah berusaha, tapi sunny  tak mau mendengarkan ku bahkan pagi-pagi sekali dia sudah meninggalkan dorm.. bagaimana ini “ kata sooyoung lemah memasang wajah memelasnya.

“biarkan sunny meredam emosinya dulu setelah itu kau coba bicarakan padanya, kau harus bisa meyakinkan sunny bahwa semua itu hanya salah paham dan kau tak ada perasaan apapun lagi untuk hyesung oppa. Yang terpenting kau mengakui kesalahan mu dan bisa membuktikan pada sunny untuk tidak mengulanginya lagi” saran hyoyeon lagi yang di tanggapi anggukan oleh yoona juga.

“benar yang hyoyeon unnie katakan kau harus mengakui kesalahan mu dan benar-banr membuktikan untuk tidak mengulanginya lagi, jika kau mengulanginya lagi aku yang akan turun tangan langsung menempelkan bibir mu kesepatu sunny unnie.” Kata yoona dengan suara yang mengancam sooyoung.

“isshh.. kau keturunan penjagal ya?? Kenapa ucapan mu sebrutal itu.. aigoo kau menyeramkan yoong~aahh~~”  kini sooyoung memasang wajah kekanakannya pada yoona yang membuat yoona tersenyum menang.
“makanya jangan macam-macam” ucap yoona sambil mengangkat sedikit dagunya, berlagak bangga pada diri sendiri.

“aku yakin jika taeyeon unnie akan melakukan hal yang sama padamu, bahkan mungkin lebih kejam dariku. Apa kau mau?” lanjut yoona.

“cihh bergaya sekali kau.. aku diam karena memang aku salah tapi saat aku tak salah dan kau memperlakukan ku seperti itu lagi akan ku habisi kalian berdua!” ucap sooyoung kesal dan hanya di balas tawa oleh hyoyeon dan yoona.

***

“apa kau bilang yul?” tanya jessica menatap tajam yuri. Kini keduanya saling menatap satu sama lain.

“pergilah jessica jung dan cari kebahagiaan mu aku tak bisa membuat mu bahagia” ulang yuri lagi, sulit bagi yuri mengeluarkan kalimat itu pada jessica tapi ini adalah kesempatan baginya untuk berpisah dengan jessica meskipun itu sangat berat.

Jessica memejamkan matanya dan mengepalkan tangannya erat. Iya menaraik nafas panjang “ katakan bahwa kau sudah tak mencintai ku Kwon yuri” ucap jessica berusaha setenang mungkin menahan amarah nya.

“lihat aku ketika aku bicara padamu kwon yuri!!! Lihat aku!!” ucap jessica dengan penuh emosi

“iya!! Aku sudah tidak mencintai mu lagi. Tidak lagi jessica jung soo yeon!!” jawab yuri dengan tak kalah membentak jessica

Sakit,pedih, kecewa, bingung semua yang jessica rasa kini bercampur aduk. Namun jessica bertahan ia berusaha setenang mungkin dan menahan air mata itu jatuh, ia tak ingin terlihat lemah yang nyatanya memang ia sangatlah lemah dan rapuh. Ia tak ingin terlihat cengeng bagaimanapun rasa kesal di hati jessica menumbuhkan rasa gengsi pada dirinya untuk tak terlihat lemah di mata yuri.

“ucapkan sekali lagi yul” pinta jessica dengan suara bergetarnya menahan amarah, tetap di tatapnya tajam wajah yuri

Yuri menghela napasnya dalam “ aa..aku sudah tak mencintai mu lagi jessica jung ku minta kau pergi dan cari kebahagian mu pada orang lain bukan aku.” Meskipun itu sangat menyakitkan bagi yuri tapi ia tak ada pilihan lain.

Namun tanpa di duga jessica memajukan tubuhnya mendekat yuri menarik tengukuk yuri dan merapatkan bibirnya pada yuri. Ciuman kali ini bukan lah ciuman manis yang biasa mereka berdua bagi, ciuman kali ini adalah ciuman kemarahan, kekesalan dan kekecewaan yang menjadi satu.

Jessica menahan tengkuk yuri untuk tetap menempelkan bibirnya dan bibir yuri, di lumatnya bibir yuri kasar. Yuri berusaha melepaskan ciuman jessica tapi entah kenapa kali ini tenaga jessica seoah lebih kuat darinya.

“hmmppfftt… si..mmptt.. lepaskan” ucap yuri di sela ciuman itu namun jessica tak memperdulikan permintaan yuri rasa kesal dalam hati semakin membuatnya memperdalam ciuman itu. Yuri pun seolah terbawa dan kini tak lagi memberontak ia seakan terbawa saat jessica melakukan ciuman itu padanya.

Sesaat setelah ciuman yang cukup panas antara keduanya jessica pun melepaskan perlahan ciuman itu perlahan membuka matanya dan menempatkan tangannya tepat di jantung yuri.

Jesisica tersenyum sinis “bahkan ini masih sangat berdetak kencang saat kita berciuman kwon yuri” ujarnya sambil menatap dalam mata yuri “dan kau mengatakan kau sudah tak mencintaiku huh?” jessica menggeleng “tidak! Kwon yuri kau bisa membohongi orang lain tentang perasaan mu tapi tidak dengan ku, kau adalah pembohong yang buruk soal cinta Kwon yuri”.

Kata-kata jessica pun membuat yuri menelan ludahnya bodoh kenapa kau tak bisa menutupinya yuri~ahh? rutuknya pada diri sendiri.

“tapi tenang aku akan mengikuti permainan mu yul, apa yang kau mau akan aku turuti. Tapi jangan harap aku mau melepaskan mu saat kau benar-benar tak yakin pada ucapan mu sendiri bahwa kau sudah tak mencintaiku” ucap jessica tenang sembari meninggalkan yuri yang masih berdiri kaku dan merutuki kebodohan yang lagi-lagi kalah untuk menahan keinginannya saat harus menghadapi jessica. Sebisa mungkin ia menahan emosinya, tapi semua itu gagal. Ia menginginkan perpisahan yang ternyata keinginan itu menjadi keinginan palsu baginya. Sangat mustahil ia bisa memutuskan hubungannya dengan Jessica. Semata-mata hanya Jessica lahh sumber cinta baginya.

 

***

Malam hari di dorm SNSD

miyoungie~~~  aku tak bisa tidur lagi” tubuh mungil itu masuk kedalam kamar kekasihnya sambil membawa boneka kesayangannya. Wajahnya terlihat sangat kekanakan.

Tiffany yang sebenarnya baru ingin memejamkan matanya pun sontak membuka matanya saat mendengar suara bernada manja itu, iya tersenyum dan menepuk ranjang seolah memberi perintah pada kekasihnya untuk merebahkan tubuh mungil itu di sampingnya.

Dengan segera taeyeon pun merebahkan tubuhnya di samping tiffany tanpa kata-kata ia memeluk erat tubuh kekasihnya.

“kenapa tak bisa tidur lagi sayang?” tanya tiffany dengan suara lembut dan hanya di jawab gelengan kepala oleh taeyeon.

Taeyeon pun mengeratkan pelukannya pada tiffany, berusaha memejamkan matanya dalam dekapan kekasihnya “ usap bahu belakang ku dan tidurkan aku ppany~ah” pinta taeyeon.

Tiffany pun menuruti permintaan taeyeon dan mengusap lembut bahu taeyeon sambil sesekali mendaratkan kecupan-kecupan ringan pada taeyeon. Menghirup aroma rambut taeyeon yang sangat ia sukai, ikut memejamkan matanya bersama taeyeon. Tak lama taeyeon pun memejamkan matanya dalam pelukan tiffany.

Tiffany selalu tau apa yang membuat taeyeon bisa merasa nyaman dan itu yang membuat taeyeon tak bisa melepaskan dirinya pada tiffany perlakuan kecil tiffany selalu berhasil membuat taeyeon jatuh dalam kesempurnaan hidupnya.

Jam menunjukkann sudah jam 3 pagi taeyeon merasakan getaran di sebelahnya ia berusaha mengabaikan namun semakin diabaikan semakin getaran itu mengganggu taeyeon, karena tak ingin kekasihnya ikut terganggu taeyeon pun melepaskan dekapan tiffany padanya mengambil benda kecil itu dan melangkahkan kakinya ke kamar mandi.

yoboseo..” suara taeyeon yang masih mengantuk pun terdengar serak.

“taeyeon bisakah kau membantu ku?” jawab suara di seberang sana sesaat taeyeon mengangkat telpon darinya.

“ apa oppa,, kau tak lihat ini jam berapa bahkan aku baru tertidur satu jam yang lalu kau tau?” tanya taeyeon kesal

“mianhe.. taeyeon~ aahh. Aku tak tau lagi meminta tolong pada siapa jika bukan kau” jawab lelaki itu.

“hmmm kali ini apa?” jawab taeng malas.

“wooyoung mabuk di bar dan ia tak mau di bawa pulang taeng, dari tadi juga di menyebut-nyebut nama mu. Aku bingung harus bagaimana membujuknya untuk pulang” tutur nickhun.

Ya kini nickhun dan wooyoung berada di salah satu bar ternama di korea, mereka menghabiskan malam dengan berpesta. Dan seperti biasa wooyoung mabuk dan sangat sulit untuk membujuknya pulang.

Hanya taeyeon yang mampu membujuk wooyoung pulang, bisa dikatakan meskipun status mereka adalah mantan kekasih tapi wooyoung sampi detik ini selalu menuruti segalanya yang taeyeon minta.

“hmm araa.. aku akan kesana. Di bar biasa kan? Tanya taeyeon sembari melangkahkan kakinya keluar kamar mandi mendekati kekasihnya yang masih terlelap tidur.
“ya tempat biasa taeng” jawab nickhun, tanpa basa basi taeyeon pun menutup sambungan telponnya sembari membenarkan posisi selimut tiffany dan mencium lembut kening tiffany.

Ia keluar kamar dan memakai hoodie pink yang di hadiahkan tiffany padanya, menyambar kunci mobil dan meninggalkan dorm ke bar yang sudah di sebutkan nickhun.

 

TBC

Say Thank you so much buat sang author Tante Epaaaa yg semangat update ^^

This Love [Chapter Two]

Heart-photography-6960592-2560-1920

 

 

Aku masih di sini untuk menunggu.. dan selalu bersabar untuk bisa merasakan hangat mu kembali.

 

Hening
seketika suasana yang hangat dan penuh keceriaan antara taeyeon dan yuri tadi langsung berubah menjadi hening.
kata-kata taeyeon tadi sontak menyadarkan yuri akan kehadiran seseorang  yang nyaris tak ia perdulikan kehadirannya akhir-akhir ini.
“yuri~ahh, kau baik-baik saja?” tanya taeyeon ragu saat melihat ekspresi wajah yuri yang terlihat tegang.
yuri tak bersuara hanya anggukan yang ia lakukan, gesture tubuh yuri yang seolah tidak nyaman itu pun membuat taeyeon reflek untuk mengusap punggung yuri.

Taeyeon, ya dia sangat tau apa yang baru saja ia ucapkan, menimbulkan sesak bagi membernya ini,  sebagai leader ia sangat tau bagaimana karakter yuri maupun member lainnya.
yuri yang terlihat lincah dan sedikit autis, humoris dan sangat ceria jauh di dasar dirinya adalah orang yang sangat rapuh dan sangat sensitif, apa lagi itu berhubungan dengan cinta.
yuri akan menjadi sosok yang paling lemah dan menyedihkan jika sudah menyangkut dengan hal-hal yang berhubungan dengan hati, bisa dibilang hampir sama dengan taeyeon.
hanya saja taeyeon masih sangat mampu untuk menyembunyikan semua itu dibalik sifatnya yang dork dan selalu ceria. Berbeda dengan yuri ia terlalu sulit untuk bisa menahan dirinya ketika ia harus mengahadapi hal yang menyangkut perasaan. Seperti contohnya adalah cinta.

“mianhe yuri~ahh tak seharusnya aku membicarakan hal ini saat kau lelah seperti ini” lanjut taeyeon.
yuri pun mengarahkan pandangannya menghadap taeyeon yang duduk di sampingnya, ia menggeleng dan tersenyum pada leadernya.
“aniyo taeng, ini bukan salah mu wajar jika kau mengatakan itu” yuri menghela nafas sejenak
“tapi aku rasa aku sedang tidak ingin membicarakan hal ini dulu tae, aku harap kau mengerti” lanjut yuri yang kini sudah mulai berdiri.
“aku rasa sudah terlalu larut, aku lelah, aku ingin tidur dulu. Dan juga lebih baik kau segera pergi untuk tertidur.” yuri pun meninggalakan taeyeon sendiri di ruang tengah itu dan masuk kedalam kamarnya.
“mianhe yuri~ahh, aku tau ini semua karena diriku” lirih taeyeon

***

Author POV
Pagi ini dorm SNSD terlihat lenggang masing-masing member sudah pergi untuk melakukan kegiatan mereka, yang tersisa saat ini hanya yuri yang baru saja terbangun dari tidurnya.
“jam sepuluh ya? Hmmm..” yuri menguap, “sepi sekali.” yuri pun bangkit dan pergi keluar kamar.
melangkahkan kakinya ke pantry  namun seketika  yuri terkejut melihat seseorang yang terlihat duduk di meja makan membelakanginya dan terlihat asik larut dalam dunianya sendiri sampai tidak menyadari bunyi pintu kamar yang yuri tutup tadi.
“sica” tegur yuri singkat menyebut namanya, yuri sangat hapal sosok itu. Entah akan di lihat dari mana pun ia sangat tau jessica meski ia membelakanginya seperti ini.
jessica pun langsung memalingkan wajahnya menghadap ke sosok yang kini berdiri tak jauh dari belakangnya.
“yuri~ahh” jawab sica singkat sambil menunjukkan senyum termanisnya untuk yuri.
yuri pun melanjutkan langkahnya mendekati refrigerator, mengambil air minum dan meneguknya secara cepat.
sica tak bergeming, ia bingung ingin melakukan apa pada yuri. Sendirinya bahkan takut jika yuri kembali menanggapinya secara dingin seperti biasanya. Kini yang dia lakukan hanya memandang sosok yuri yang kini berdiri membelakanginya.
setelah selesai minum yuri pun menatap jessica yang terlihat bermain dengan handphonenya.
“kau tak ada schedule hari ini?” yuri bertanya
sica yang sedikit kaget mendengar yuri memulai pembicaraan pun akhirnya menatap yuri lama, entah apa yang ada di pikiran jessica ia merasa bimbang ia merasa senang yuri memulai pembicaraan dengannya.
“aa..aniyo.. tak ada, kau sendiri?” Dengan ragu akhirnya jessica pun bertanya kembali pada yuri.
yuri hanya menjawab dengan gelengan.
“ tidak. hari ini aku juga free. Kalau begitu, aku kembali ke kamar. Aku masih ingin melanjutkan tidurku. Rasanya masih sangat lelah.” yuri pun langsung melangkah ke kamarnya meninggalkan jessica yang tak melepaskan tatapannya pada punggung yuri, ingin rasanya ia berlari dan memeluk yuri hanya untuk mengucapkan aku merindukan mu atau selamat beristirahat seobang tapi entah jessica kini merasa tubuhnya menjadi kaku dan ada sedikit rasa takut jika ia melakukan itu pada yuri . PENOLAKAN. Ya satu kata itu yang paling ia benci dalam hidupnya, jessica sangat benci ketika ia ditolak dan diabaikan. Kini yang bisa ia lakukan hanya tetap duduk dan menatap punggung yuri yang pergi menjauh dan semakin menjauh dengan tatapan kerinduan.
“apakah hal sekecil itu begitu sulit bagi mu kwon yuri?” ucap jessica lirih.

***

Tiffany POV
uhhh… kenapa siang ini begitu panas tak seperti biasanya, di tambah lagi tadi aku harus melakukan pemotretan ditempat terbuka. hufftt..
aaaahhh… tidak..tidak tiffany kau tidak boleh mengeluh, kau harus bisa mensyukuri semua yang kau dapat sekarang, karena diluar sana sangat banyak orang yang bermimpi bisa menjadi seperti mu sekarang ini.
aku  masih mengendarai mobil ku menyusuri jalanan menuju studio musik menjemput kekasih ku yang dari tadi merengek memintaku menjemputnya.

Kekasih ku itu  entah kenapa selalu saja mempunyai banyak cara untuk menarik perhatian ku , itu yang sampai saat ini membuat ku tak bisa melepaskannya begitu saja. dia pernah mengatakan padaku bahwa moodnya akan berbeda jika ia bersama ku. Dengan dia yang tidak sedang bersama ku. Seolah terbawa suasana, aku pun memiliki perasaan yang sama dengannya. Aku tak bisa tenang walau hanya sebentar berpisah darinya , jika ia tidak bersama ku setidaknya ia menghubungi ku sekedar  memberitahukan apa yang dia lakukan dan apa dia sudah makan atau belum itu sudah cukup membuat ku tenang dan juga senang. Entah lah ini terdengar berlebihan memang, tapi mungkin itu lah yang di namakan saling KETERGANTUNGAN antara kami berdua. Aku dan dia. Tiffany dan Taeyeon.

Bersikap tenang, bertanggung jawab dan rela mengorbankan dirinya demi para membernya itu lah Kim Taeyeon yang aku kenal sampai saat ini. Sekali pun ia sangat sering, bahkan hampir tiap hari bersikap kekanakan tapi kau akan menemukan sisi seorang leader jika itu berhubungan dengan para  membernya ia akan bersikap seperti seorang ibu, kakak dan juga penuh tanggung jawab ketika para membernya terlibat dalam sebuah masalah. Seprti contohnya saat dulu aku terlibat sedikit konflik dengan jessica, ia tak segan-segan memarahi ku sekalipun aku kekasihnya karna memang itu adalah kesalahan ku dan seperti yang kau tebak aku tidak akan berani padanya jika ia sudah marah. Karena jika hal itu terjadi maka itu adalah masalah yang benar-benar sudah keterlaluan baginya. Masalah kecilpun jika itu menyangkut group, dia akan tetap turun tangan. Dia memiliki karisma untuk itu. Tampak luar hanyalah topeng untuknya, tapi didalamnya, tersimpan banyak sekali kotak yang tertutup rapat, dimana kotak tersebut tersembunyi banyak sekali secret tentangnya.
Kini mobil ku sudah dekat dengan studio dimana kekasihku berlatih untuk bernyanyi. Tanpa perlu aku masuk ia sudah menyambut ku dengan dork laugh nya. Ia  terlihat seperti anak-anak dengan stylenya sekarang. Mengenakan T-shirt Iron man, celana hot pants berbahan jeans dan menggunakan topi yang sengaja di balik kebelakang. Cute. Hanya itu yang bisa terlintas di pikiran ku.
mobil ku pun segera menghampirinya, ia berlari kecil kesebelah kanan sisi mobilku dan masuk masih tetap dengan tawa kecilnya, duduk disebelahku.
chu~~  ia memberikan ku kecupan ringan di pipi , aku membalasnya dengan senyuman dan langsung menjalankan  mobil ku.
“apa perlu aku yang menyetir? Kau terlihat sangat lelah hari ini” taeyeon mengelus bahu ku lembut dan menunjukkan raut khawatirnya pada ku.
aku pun terpaksa memalingkan pandanganku sejenak untuk menatapnya dan balas menggenggam tangannya, “tidak sayang aku tidak lelah, lagi pula aku tidur tepat waktu tadi malam” aku menghela napas ku pelan “ memangnya kau! yang bahkan tidak tidur dari kemarin malam sampai saat ini” aku menunjukkan ekspresi seolah sedang marah dengan ekspresi cemberut.
“mian tapi tadi malam insomnia ku kambuh” taeyeon kini membelai lembut pipiku. Skinship yang paling aku suka dalam hubungan kami.
“aku tau. Tapi kenapa kau tidak membangunkanku, tau begitu aku bisa menemanimu daann..”

“dan menjadikan mu zombie pada besok harinya?” taeyeon memotong cepat pembicaraan ku dan menggelengkan kepalanya. Ekspresi wajah cutenya itu  membuat ku tak bisa menahan diri untuk tidak tertawa. Tanpa mengucapkan itupun aku otomatis akan tetap tertawa dengan hanya melihatnya.
“aku sangat hafal tentang mu sayang, jika kau kurang tidur besoknya mood mu akan sangat buruk dan tak jarang kau marah hanya untuk hal-hal yang sepele. Aku tidak ingin mengambil resiko seperti itu. Aku takut jika aku akan menjadi korbanmu.” taeyeon melanjutkan pembicaraannya yang ku akui itu sangat benar, aku memang bukan penggila tidur seperti jessica tapi aku akan kehilangan mood ku tiba-tiba jika waktu istirahat ku berkurang dan kau tau siapa lagi yang akan ku jadikan pelampiasan jika bukan kekasih ku ini.
“hahahaha…. anak pintar” aku pun menepuk – nepuk pelan kepalanya memperlakukannya seperti anak kecil, lihat saja sebentar lagi dia akan marah.
“Ya! Jangan perlakukan aku seperti anak kecil. Ahhhh! Miyoung~ahhh!” bingo benar yang ku katakan kan? Taeyeon akan marah jika di perlakukan seperti itu. Salah siapa dia memiliki muka babyface diumurnya yang sudah dibilang tua. Emmm… tapi kenyataannya aku satu line dengannya. Tapi aku tak mau tau. Wajahnya akan tetap selalu seperti anak TK.
aku hanya tertawa dan kembali menjalankan mobil ku saat lampu hijau sudah menyala.

 

***

Author POV
“sudah kau lakukan apa yang telah kau janjikan?” suara seorang pria yang kini menatap tajam sosok dihadapannya sambil menyesap sedikit demi sedikit kopi yang tersedia dimeja kerjanya itu.
wanita yang duduk berseberangan dengannya membalas tatapan mata lelaki itu.
“aku sedang berusaha menjauhinya, aku harap kau bisa mengerti ini tidak mudah bagi ku paman”
lelaki itu pun hanya menghela nafas dan menggelengkan kepalanya pelan.
“kau yang memilih semua keputusan ini kwon yuri, tapi kenapa kau sendiri yang terjebak dalam keputusan mu huh?” lelaki itu menyandarkan punggungnya ke sofanya yang terlihat empuk itu dan kembali menatap lawan bicaranya yang tak lain adalah kwon yuri.

Yuri menundukkan kepalanya. Ia bingung harus berbicara apa lagi dengan lelaki ini
“maafkan aku paman, ini berat bagi ku. Sangat berat” yuri menjawab lirih sambil menahan air matanya untuk tidak menetes.
“kwon Yuri, bukan aku tidak mengerti perasaan mu tapi jika kau tak melepaskan jessica segera, aku takut petinggi manajemen kita tau dan ku rasa kau juga tau apa akibatnya bagi semua” lelaki itu menghela napasnya.
“saat aku memberikan mu pilihan itu dulu kau dengan tegas memilih untuk mengorbankan hubungan mu dengan jessica, sekarang kau malah mengulur – ngulur seperti ini”
lelaki itu pun beranjak dari kursinya mengahampiri yuri dan mengulurkan tangannya mengusap pelan kepala yuri dengan penuh kasih sayang seperti seorang ayah kepada anaknya.
“aku menganggapmu dan member lainnya seperti anak ku sendiri yuri~ahh, kita memulai semua dari bawah bersama-sama, sampai saat kalian bisa seperti ini. Kau tau betapa aku juga merasakan sakit melihat  kalian yang seperti ini” lagi-lagi lelaki itu menghela nafas “ tapi tak ada yang bisa kita lakukan yuri~ahh. itu pilihan mu, kau yang memilih untuk mengorbankan hubungan mu dari pada mengorbankan hubungan member mu yang lain dan aku harap kau bisa menjalankan keputusan mu itu” sosok itu kini beranjak pergi dari ruangannya.
meninggalkan yuri yang kini menangis terisak mengeluarkan semua rasa sesak di dalam hatinya.

“aku tetap akan memberi waktu. Aku tau kau akan berusaha keras. Karena aku sangat mengenalmu. Kau yang terbaik kwon yuri.” Sebelum meninggalkan ruangannya, lelaki itu tetap menyempatkan memberi ketenangan bagi yuri.
pilihan itu memang terasa sangat sulit baginya, melepas jessica bukan lah hal yang mudah. Bagaimanapun jessica teramat berarti bagi yuri. Jessica lah orang yang bisa membuat yuri bangkit dari keterpurukannya dulu, meninggalakan segala masa lalu kelamnya sampai ia bisa menjadi yuri yang lebih baik seperti sekarang ini.

 

***

“BRAKK!!!” Pintu dorm itu tiba2 terbuka dengan keras seorang bertubuh kecil sedang berjalan terburu dan di belakangnya sosok tinggi itu pun mengikuti langkah wanita kecil itu.
“bunny maafkan aku, tadi aku hanya tak sengaja bertemu dengannya” sooyoung masih berusaha mengejar sunny yang terlihat sedang emosi.
hal itu pun sempat mengagetkan taeyeon dan tiffany yang masih asik bercengkrama di ruang tengah dorm mereka bermain-main dengan semua peliharaan mereka.

Sunny pun terlihat tak mau mendengar kan kata-kata sooyoung iya tetap melangkahkan
kakinya masuk kekamar dan membanting pintu kamar sekencang mungkin.
“bunny dengarkan aku dulu jangan seperti ini sayang” sooyoung tetap berusaha membujuk kekasihnya di balik pintu kamar sunny.
taeyeon dan tiffany pun hanya menatap bingung pada sooyoung yang terlihat frustasi saat melihat kekasihnya marah seperti itu padanya.
ia pun terlihat menyerah dan melangkahkan kakinya kearah sofa. Mengahempaskan tubuhnya diantara taeyeon dan tiffany dengang lemas.
“kenapa dia mudah sekali marah? Aiiisshhhhh!” sooyoung pun mengehela napas panjang.
Taeyeon menatap sooyoung “kali ini apa lagi huh?” tanya nya pada sooyoung

“entah lah dia marah besar pada ku untuk hal yang bukan sepenuhnya salah ku. Hhaaahh! Jinnjjaa!” sooyoung memasang wajah kesalnya

Tiffany pun mengelus pundak sooyoung berusaha meredakan emosi membernya ini “ceritakan pada kami ada apa youngie~ahh?” tanya tiffany tenang.
“hmmm.. tadi aku sedang duduk-duduk di taman dekat apartement ini sendiri, lalu kau tau apa?” tanya sooyoung pada taeyeon dan tiffany keduanya yang tak mengerti pun menggelengkan kepalanya bersamaan.

“tiba-tiba Hyesung oppa mendatangi ku, kau tau kan jika dia menemui ku apa lagi yang akan dia bahas jika bukan meminta ku untuk kembali padanya. seribu kali pun aku menolak seribu kali pula ia akan mengucapkan itu lagi” .

“ lalu entah kenapa tiba-tiba ia menciumku” sooyoung mengucapkannya pelan  sementara taeyeon dan tiffany yang mendengar hal itu pun tak bisa menutupi keterkejutannya.

omo.. lalu apa kau menamparnya?” tanya tiffany, jeda sesaat sebelum sooyoung menggelengkan kepalanya pelan

ani.. akuu tidak menamparnya, aku diamkan saja bahkan aku juga membalas ciumannya” ucap sooyoung dengan suara pelan lagi.
PLETAAK!! Sebuah jiatakan yang cukup kencang pun mendarat di kepala sooyoung dan itu adalah  hadiah spesial dari leadernya sendiri “babo, pantas saja sunkyu sampai mengamuk seperti itu!” kata taeyeon.
“aiisssshhh!! Jinjjjaa! Appoyoo taengie~ahh!, hwaaa fany~ahh! kau ini aku kan sedang sedih kenapa kau semakin menambah rasa sakitnya?” ucap sooyoung sambil berpura-pura menangis dan memeluk tiffany.

“Ya! Berhenti minta perlindungan dari kekasih ku! Bodoh!” taeyeon pun semakin menaikkan suara nya “ lagi pula kau mencari penyakit mu sendiri! Youngie~ahh! Baboo!” lanjut taeyeon.
tiffany yang melihat taeyeon yang sedikit kesal dengan sooyoung pun menatap taeyeon seolah mengatakan “jangan marahi dia lagi sayang” taeyeon yang mengerti akan tatapan tiffany pun menghela napasnya kesal.
“kenapa kau bisa membalasnya ha? Apa kau masih mencintai hyesung oppa?” tanya tiffany lembut

“anniiyyoo fany~ahh! aniiyyoo.. aku sudah tidak mencintainya lagi tapi aku juga tidak mengerti kenapa aku bisa larut dalam ciumannya begitu saja bahkan sampai aku tak menyadari bahwa sunny melihat ku dengannya. Bagaimana ini?” Jawab sooyoung sambil merengek dan memeluk tiffany erat
“ya!! Hentikan bermanja-manja dengan kekasih ku, kau nakal! kau anak nakal! isshhh ” taeyeon pun terlihat kesal kali ini.
“unniiee! berhenti memarahi ku, sekarang  bantu aku agar sunkyu tidak marah lagi dengan ku. Aku mohon” ucap sooyoung, kembali merengek, kini ia seperti anak kecil  yang merengek kepada kedua orang tuanya.

“kalau kau bukan member ku, sudah ku gantung kau di luar dorm” jawab taeyeon yang masih kesal.
Tiffany masih mengusap-usap punggung sooyoung yang kini masih ada di dalam pelukannya “sudahalah kau istirahat dulu. besok kita bicarakan lagi, biarkan sunny meredakan emosinya dulu percuma juga jika kau memaksa kan untuk membicarakannya pada sunny, saat ini dia tidak akan mau mendengarkanmu youngie~ahh.”
sooyoung pun menghela napas untuk kesekian kalinya dan mengangguk dan lanjut berdiri “baiklah aku ke kamar dulu. Anyeong miyoung unnie, taeyeon babo!” celetuk sooyoung.

“yaaaa!!!” taeyeon yang merasa tak terima dengan ucapan sooyoung, hendak berdiri dan akan memberi pelajaran padanya. Tapi tangan tiffany dengan cepat, menahan tangan mungil itu. Dan memberikan tatapan peringatan. Seakan taeyeon yang masih tak terima, hanya bisa mengerutkan bibirnya.
tiffany pun meberikan senyuman pada sooyoung “tidurlah, kita seleseaikan ini besok” sooyoung membalas senyum tiffany lemah.
“anak itu benar-benar membuat status darahku naik malam-malam begini hahh!” saat sooyoung sudah tiba di kamarnya, taeyeon pun kembali menyandarakan tubuhnya ke sofa.

Tiffany hanya tersenyum dan menyandarkan kepalanya ke bahu kekasihnya dan melingkarkan tangannya pada pinggang taeyeon.
“kurasa sooyoung hanya terjebak dalam suasana sesaat saja tae” ucap tiffany

“tapi itu tak bisa dibenarkan” debat taeng singkat.

“yaa.. aku mengerti. Dan ini pasti menyakitkan bagi sunny. Tapi menyalahkan sooyoung terus menerus pun tidak ada gunanya, kita hanya bisa menegur jika ada member yang melakukan kesalahan. Bukan untuk menghakimi mereka, biarkan mereka menyelesaikan urusan mereka masing-masing. Kita tidak perlu mencampuri terlalu jauh karena mereka sudah sangat dewasa untuk menyelesaikan masalah mereka masing-masing, itu kan yang selalu kau katakan pada ku” ucap tiffany sembari mengeratkan pelukannya pada taeyeon dan menghirup aroma tubuh taeyeon yang begitu ia sukai.
“emhhh.. Kau benar sayang. Kau memang pandai.” taeyeon menyeringai sekaligus menggoda tiffany.

“that’s me! fany..fany.. tiffany” kata tiffany membanggakan dirinya sendiri dan tertawa memamerkan deretan gigi rapi dan putihnya sekaligus memamerkan eyesmilenya yang selalu menjadi kebangganya.
aigoo bisa kah sehari saja kau tidak terlihat cantik miyoung~ahh” ucap taeyeon sambil mengecup bibir kekasihnya.
“mianhe kim taeyeon, aku sudah di takdirkan menjadi orang yang terlalu cantik. Jadi mau bagaimanapun ekspresiku, aku tetap cantik. hahaha” tiffany  pun mengucapaknnya dengan tertawa renyahnya.
taeyeon pun hanya menggelengkan kepalanya mendengar pengakuan yang emmmm.. ya memang benar di ucapakan oleh kekasihnya, baginya tak ada satu pun moment yang dapat membuat wajah tiffany mengecewakan di matanya.

Taeyeon semakin mengeratkan pelukannya pada tiffany “miyoung~ahh, berjanjilah pada ku, semuanya akan tetap seperti ini selamanya, jangan pernah berubah sedikit pun” ucapan taeyeon dan intonasi serius taeyeon pun membuat tiffany mendongakkan wajahnya dan menatap dalam mata taeyeon di tangkupukannya kedua tangannya ke pipi taeyeon, tiffany pun tersenyum.
“aku berjanji tae, semua akan tetap seperti ini sayang. Tidak ada yang berubah, baik aku maupun diri mu karena kim taeyeon adalah tiffany hwang dan tiiffany hwang adalah  kim taeyeon, aku rasa kau tau kita terikat dalam hal yang tidak mudah di pisahkan.” Kata-kata tiffany begitu terdengar meyakinkan di telinga taeyeon, membuat taeyeon tersenyum bahagia, kembali di ciumnya bibir tiffany kali ini bukan hanya sekedar kecupan ringan tapi ciuman panjang penuh cinta yang terasa manis bagi keduanya.

 

***

Dentuman keras music itu terdengar memggema di seluruh sudut ruangan klub mlam ini, yuri masih saja meneguk minuman beralkohol itu sudah bergelas-gelas ia habiskan. Tapi sendirinya terus dan terus menambah minuman beralkohol itu masuk ke tubuhnya, saat ia akan meminum sekali lagi sebuah tangan kekar menahan yuri.
ditariknya yuri secara paksa keluar dari klub itu, yuri yang sudah mabuk pun seolah tak bisa menahan tarikan lelaki itu. Dibiarkan lelaki itu tetap menariknya sampai kini ia ada di parkiran mobil.

Lelaki itu membuka pintu mobilnya dan mendorong pelan yuri untuk duduk di kursi penumpang.

“bodoh,sampai kapan kau mau menyiksa dirimu sendiri? Babo~yyaa!” kata itu yang keluar saat lelaki itu sudah duduk didalam mobil.

“aku tidak mabuk oppa, biarkan aku masuk lagi aku masih ingin menyegarkan otak ku” ujar yuri memohon

“no way! tidak akan ku biarkan kau masuk lagi bodoh, kau rasakan sendiri! untuk menegakkan kepalamu saja kau tak bisa” ucap lelaki itu lari melarang yuri

“isshhh Jaebum oppa! Tega sekali kau” yuri memejamkan matanya, ia tak bisa berbohong kepalanya terasa berat sangat pusing saat ini.

“terserah kau bilang aku tega atau apapun aku akan tetap melarang mu, kita disini dulu sampai mabuk mu itu berkurang baru aku akan mengantar kan mu ke dorm. Aku tak akan mengambil resiko dengan netizens yang bisa saja memergoki ku sedang memapah mu mabuk” ucap jaebum yang kini menatap yuri.

“terserah pada mu saja oppa” yuri membalas singkat sambil memejamkan matanya.

Beberapa waktu kemudian pengaruh alkohol itu seolah berkurang di tubuh yuri, jaebum pun menepati janjinya saat di lihatnya yuri sudah sedikit sadar. Ia langsung menyalakan mobilnya.

“kau ingin aku mengantar mu kemana yul?”

“antarkan aku ke partement ku saja oppa” jawab yuri datar

“apartement mu dengan sica atau…” tanya jaebum ragu.

“iya apartement ku dengan sica, aku ingin menghabiskan malam ini di sana” jawab yuri lagi. Jaebum pun mengangguk mengerti.

“ baiklah aku akan mengantarkan mu kesana sesuai yang kau mau, aku tau kau merindukannya kan?” Tanya nya lagi

Sesak rasanya saat jaebum menanyakan itu, tapi pertanyaan sekaligus pernyataan itu memang benar adanya. Dia sangat merindukan jessica. Dia yang biasa menghabiskan hampir 24 jam waktunya dengan Jessica, merasakan pelukan jessica, menikmati sikap manja jessica, mendapat kecupan ringan dari jessica semuanya ia sangat rindukan kini.
tapi tak ada yang bisa yuri lakukan, ia sudah memutuskan dan ia harus bisa mempertanggungjawabkan keputusannya untuk bisa menjauhi jessica dan melepaskan, ya melepaskan tapi hal itu sangat menyesakan baginya sampai detik ini pun yuri sangat amat tak yakin ia bisa melepaskan jessica dan menyandang status sebagai mantan kekasih jessica jung sooyeon. Ini semua membuatnya gila secara perlahan

“sampai kapan kau akan menyiksa diri kalian seperti ini yuri~ahh?” jaebum kembali membuka dengan bertanya tenang padaa yuri. Dan lagi-lagi yuri hanya bisa menghela nafasnya

“entah lah oppa aku bingung” jawab yuri sedih “kau tau betapa aku mencintainya dan melepasnya bukan hal yang mudah bagi ku oppa. Tapi aku harus” lagi yuri hanya bisa menangis kali ini.

Mungkin di depan para member atau orang lainnya yuri bisa menutupi segala kesedihannya ini, yuri terlihat tak peduli dan tetap bersikap konyol seperti biasanya tapi yuri tak pernah bisa menutupi perasaan sebeneranya hanya pada dua orang yaitu Park Jaebum dan Kim Taeyeon, hanya di depan mereka berdua yuri berani jujur apapun yang dirasakannya, hanya dengan mereka berdua lah yuri tidak akan berhasil memasang poker face miliknya. Dan hanya mereka berdua yang tau betapa rapuhnya seorang Kwon yuri.

Tak terasa mobil yang di kendarai jaebum dan yuri sudah ada di depan apartement. Jaebum yang merasa gadis disebelahnya benar-benar kacau ikut merasa dirinya sedih. Yuri adalah sosok adik bagi jaebum, bukan hanya yuri sebenarnya, Jaebum juga menganggap Jessica sebagai adiknya. Oleh karena itulah, ia sangat ingin melindungi mereka berdua.

“sudah sampai babo” jaebum tersenyum dan mengusap lembut rambut yuri

gomawo oppa” ucap yuri singkat

“yuri fighting” jaebum memberikan senyuman dan mengepalkan tangannya tanda memberikan semangat pada yuri “jangan siksa diri mu terlalu lama yul, karena ini juga akan menyiksanya dan aku berharap kau bisa bersabar dengan semua ini, jika kau ingin mabuk lagi panggil aku dulu sebelumnya arra?” ia kembali mengusap kepala yuri seperti adiknya sendiri.

ne.. aku mengerti kau bawel sekali oppa!” yuri pun tersenyum pada lawan bicaranya dan membuka pintu mobil sport  itu.

Tak lama mobil itu pun langsung melaju meninggalakan apartement yang ditempati oleh yuri juga jessica, iya ini adalah aparetement yang mereka beli bersama. Lebih tepatnya apertement ini adalah kado cinta dari yuri untuk jessica yang ia belikan dua tahun yang lalu saat ulang tahun jessica.

Yuri segera keluar dari lift dan melangkahkan kakinya kekamar apartementnya, saat sudah di depan kamar bernomor 518 di tempelkannya ibu jari pada alat pendectetor yang tertempel di pintu apartement itu. Secara otomatis pintu apartement itu pun terbuka. Yuri masuk dan mengganti sepatunya dengan sandal rumah yang sudah tesedia namun dirinya merasa janggal saat di lihat sepasang  sepatu lagi di sana.

Yuri pun melangkahkan kakinya masih heran di tambah lagi lampu-lampu di apartement ini menyala terang seperti ada orang lain selain yuri. Apa dia ada di sini  batin yuri.

Dilangkahkan lagi kakinya kekamar yang dulu sering ia gunakan bersama jessica jika keduanya ingin menghabiskan waktu hanya berdua.

Saat ia membuka pintu kamar yuri pun melihat sosok itu tidur, ia mendekati sosok itu dan melihat ada bekas air mata dipipi gadis itu, air mukanya menunjukkan kesedihan,kepedihan dan juga kerinduan sekalipun dalam tidurnya.

Sosok itu terlihat tidur pulas sembari memeluk frame foto dimana tergambar dirinya dan yuri.

“maafkan aku sooyeon~ahh, maafkan aku karena aku sangat mencintaimu” ucap yuri lirih.

 

TBC

FF hanya sebuah wadah untuk seorang author menumpahkan segala imajinasinya yang ada
jadi reader yang bijaksan untuk bisa membedakan antara sesuatu yang REAL dan hanya IMAJINASI mungkin itu lebih baik J

FF ini hanya bentuk hiburan bukan sesuatu yang patut untuk di contoh karena sesuatu yang salah itu akan lah tetap salah tak ada hal yang bisa membenarkannya.