All We Need Is Love [Chapter 4]

Hai hai hai…. It’s been a long time! Maaf baru update, karena baru sempat. Dan ini saya kebut semalam gara-gara efek ngga isa tidur. Kerena saya harus nyelesaiin pra tugas akhir saya jadi mungkin chapter selanjutnya juga bakalan sedikit lama, tapi tetep bakal update kok. Jadi mohon kesabaran para readers ya. Hehehe. Okay this chap for you all. Comment dan saran sangat diharapkan biar makin semangat lanjutnya. Hohoho. Thanks for all my reader ^^

Dan kalau pengen baca versi affnya silahkan the real Author (Taenggo99) : https://www.asianfanfics.com/story/view/847524/all-we-need-is-love-bomi-taeny-taeyeon-chomi

***

Character :

Kim Taeyeon

Yoon Bomi

Tiffany Hwang

Park Chorong

Lee Sunkyu

Jung Eunji

 

Wanna Be – Apink

Good Morning Baby – Apink

Lovely Day – Apink

Let It Rain – SNSD

Indistructible – SNSD

Girls – SNSD

Not Alone – SNSD

Crying Out – CNBLUE

Sad Movie – BEAST

Problem – Ariana Grande

Blackstreet – No Diggity

***

Bomi sudah dalam perjalanan pulang menuju apartmentnya. Setelah lelah bekerja seharian karena merasa bosan dan hari ibi juga tidak ada kelas. Sesaat belum sempat membuka pintu, dia mendengar ibunya berteriak-teriak tak karuan, membuatnya mengurungkan niat untuk masuk kedalam rumah karena dia tau apa yang sekarang ibunya lakukan, mabuk.

Dia masih berdiri didepan pintu apartmentnya, berpikir sejenak apa yang akan dia lakukan. Dia mengeluarkan handphonya, mendial nomor sahabatnya. “hey supp bom~ahh!” dia mendengar logat busan yang kental dari sahabatnya.

“eunji~ahh. Bisakah kau menggunakan logat yang benar? Kau selalu memarahiku jika aku menggunakan logatku. Gosh! Apa yang kau lakukan hari ini?”

Keluarga eunji sesang mengadakan gathering dirumahnya. Dia meminta maaf kepada bomi karena tak bisa menemaninya bermain. Bomi sendiri juga tak ingin sahabatnya merasa bersalah, dia mencari alasan “no problem eunji~ah. Masih ada taeyeon unnie. Aku akan bermain dengannya” bomi bahkan tau jika taeyeon malam ini akan perform di bar.

Bomi tidak sadar jika dirinya sudah berjalan sampai di han river, sebelun menyadari aroma parfum yang tak asing baginya berjoging melewatinya, dan membuatnya terfokus pada gadis yang barusan melewatinya, dan membuatnya mengulas senyum lebar. “eunji~ah. Aku harus pergi. Jangan khawatirkan aku. Bye jung!” dan memutus sambungan sebelum eunji menjawab.

“chorong unnie!” bomi berteriak kearah gadis yang berjoging didepannya. Gadis itu mengurangi kecepatannya dan berbalik badan. Saat mengetahui siapa yang memanggilanya dan ternyata itu adalah bomi, dia kembali berbalik arah dan meneruskan jogingnya, bahkan lebih cepat dari sebelumnya.

“unnieeee! Aihhh. Kenapa kau larii?!!” bomi ikut berlali mengejar sambil berteriak-teriak dan membuat chorong menengok kebelakang dia pun semakin menambah kecepatanya.

Bomi tergeletak ditengah jalan setapak taman tak jauh dari posisi chorong dengan terengah-engah sambil melambaikan tanganya, mengisyaratkan chorong untuk berhenti berlari.

Chorong berhenti berlari menatap heran kearah bomi, diapun juga merasa lelah dna nafasnya tersengal-sengal. “yaa! Kenapa… kau… selalu… mengikutiku? Dasar stalker” ucap chorong yang masih mengatur nafasnya.

“aniiyaa! Hanya kebetulan. Dan seharusnya kau tak perlu berlari meninggalkanku unnie.” bomi melawan.

Chorong menjulurkan lidahnya dan kembali berjalan. Bomi terbangung dan berjalan bersampingan dengan chorong. Bomi tertawa dengan sendirinya sambil mengeluarkan handphonenya, dan memberikan kepada chorong. “ini sudah kali ketiganya kita beetemu unnie. Dan ingat tentang perjanjian kita, Phone number?”

Chorong hanya menatap tajam ke arah bomi sambil menyilangkan tangannya. “aku tidak bilang setuju dengan perjanjian itu.” ucapnya dingin.

“ahhh unniiiee~” bomi merengek dengan puppy facenya.

“aihhh whyyy?! Apa ini penting untukmu? Dan alasan macam apa itu. Pertemuan ketiga kalinya dan memberikan phone number. Cih!” chorong masih dalam state dinginnya. Tidak setuju dengan tingkah bomi.

“that’s because a fate i think. Dan ini sangat penting bagiku, karena…” bomi berhenti sejenak karena tidak menemukan alasan yang tepat. Ia tak menyangka otak dan hatinya merasakan hal yang seperti ini. ” emhhh… Karena mungkin kita akan bisa menjadi teman baik. Right?” lanjut bomi sambil memberikan winknya kearah chorong.

“aku tidak bilang ingin berteman denganmu dan aku bukan temanmu. I’m your unnie!”

“SEE!! Kau unnieku! Kau mengatakannya sendiri! Dan ini wajar jika aku meminta phone numbermu my unnie” ucap bomi sedikit berteriak.

Chorong menutup telinganya mendengar suara berisik dari gadis disebelahnya. “YAA!! Aku disebelahmu dan aku tidak tuli! Kau tak perlu berteriak seperti itu!” chorong dengan cepat mengambil handphone milik bomi dan menekan deretan nomor. It’s her number.

“unnie. Aku tau kau juga menginginkan nomorku kan?! Hehehe” bomi senang hati menangkap handphonya yang dilempar pelan oleh chorong kearahnya.

“whatever” chorong bergumam dan setelahnya ia melanjutkan jogingnya.

Bomi menghela nafasnya melihatnya kembali tertinggal “ahh unnie! Aku tidak memakai sepatu runninku dan tas dipungguku begitu berat.” rengek bomi aambil berusaha mengejae chorong.

“aiisshh! Aku tak menyuruhmu mengikutiku!” chorong kembali berhenti dan menghentak-hentakkan kakinya ditanah beberapa kali.

“ahhh unniee~ cutee really!”goda bomi. Ia ingin mencubit pipi chorong tapi dengan cepat chorong menangkisnya.

“alllright allright unnie. Teruskan jogingmu unnie. Dan tunggu telfon dariku” bomi melambaikan tangan sambil tersenyum memamerkan eyesmilenya membuat chorong tertegun melihatnya dan menggelengkan kepalanya mengembalikan pikirannya yang mengira itu senyumannya sangat cantik.

“lekas pulang. Tak usah mampir-mampir. Ini sudah terlalu malam.” chorong bergumam sebelum melanjutkan joggingya.

Memndengar itu membuat senyum bomi merekah makin lebar. “omo! Dia perhatian padaku?” pikir bomo dalam hati dan semakin membuatnya terlihat seperti orang idiot. “unniee! Wait for my call!” dia berteriak pada gadis yang berjoging sudah cukup jauh meninggalkannya.

***

Taeyeon mendapat 4 free tiket amusement park dari pihak kampus sebagai hadiah karena sudah membawa pulang kembali gelar juara yang sudah lama tidak diraih oleh music faculty di kampusnya.

Dia langsung memberitahukan kabar baik itu kepada bomi dan menyuruhnya untuk membawa eunji. Dia tau mereka berdua begitu menyukai berbagai wahana di amusement park. 3 orang sudah dan tersisa 1 tiket, karena sunny sedang sangat sibuk mengurus bisnis barunya dan sooyoung yang harus bersiap-siap untuk kembali bekerja. Hanya ada satu solusi yang tersisa. Tiffany.

“fany~ahh. Wanna come?” ucapnya lewat telphone.
“aku tak tau mengapa mereka memberiku sebanyaj ini. Hahaha.” lanjutnya.
Dan pastinya tiffany tidak menolak. “arrasso. I will come.”

The Day

Tiffany memacu mobilnya menuju apartment taeyeon untuk menjemput mereka bertiga, bomi dan eunji sudah sejak kemarin berada di apartment taeyeon karena terlalu tidak sabae untuk menunggu hari ini.

“hmmm. Taeyeon~ahh. Jangan bilang kau mengajakku karena kau membutuhkan supir?” gurau tiffany saat mereka bertiga masuj dalam mobil.

“aniiyaa. Aku mengajakmu karena aku tau kau butuh refreshing. Dan karena fans milikmu juga menginginkanmu ikut.” celetuj taeyeon sambil melirik kearah kedua dongsaengnya.

“just kidding taeyeon~ah. Oh btw. Hi bomi friend. Tiffany imnida.” tiffany menengok kebelakang menyapa eunji.

“ne annyeong tiffany unnie. I’m eunji.” balas eunji sedikit berteriak riang.

“dua monyet ini sangat berisik. Aku mengingatkanmu lebih dahulu fany~ah.” ucap taeyeon dan disambut oleh keributan dari kursi belakang.

“hahaha. Its ok taeyeon~ah. Karena aku juga salah satu dari mereka. Waaaaaa~” tiffany ikut bergabung bersama bomi dan eunji membuat taeyeon bergidik menggelengkan kepalanya.

Saat mereka sampai, bomi dan eunji sudah berlari sambil melihat peta taman bermain itu.
“kids! Hari ini kau harus menjadi guide tour. Apapun yang ingin kalian naiki, it’s okay for me. Ahh. Jika ingin membeli sesuatu, feel free. I got my pay” ucap taeyeon dengan nada sombong disambut pukulan ringan dipundaknya dari tiffany.

“ASSSAAA!!! Unnie! Cotton candy! There!” teriak bomi riang sambil menyeret eunji dan taeyeon. Tiffany yang melihat itu tertawa geli.

“this is bomi, and eunji.” taeyeon memberikan satu persatu cotton candy pada kedua adiknya. Melihat tiffany yang memandangi warna pink dari cotton candy itu membuat taeyeon mengulas senyum “you want that?” tanya taeyeon.

Tiffany mengangguk pelan “tapi aku tak yakin bisa menghabiskannya sendirian.”
“tae unnie! Kau juga seperti itu. So. Go Share then!” celetuk bomi. Eunji yang disebelahnya mengangguk menyetujui saran bomi.

Kedua unnie itu hanya tersipu mendengar celetukan bomi.

Merek menghabiskan waktu sembari menaiki beberapa permainan. Untuj yang terakhir kalinya mereka menyisakan roller coaster sebagai penutup.

“unnie! Kau terlihat seperti hantu-hantu diTV. Hahahaha” celetuk bomi melihat rambut taeyeon berantakan setelah menaiki roller coaster.

“yaaa! Jika kau tak mengkucir rambutmu, kau lebih terlihat seram bom~ahh! You just lucky!” balas taeyeon tak mau kalah sambil merangkul adiknya dan mengacak-acak rambutnya.

Mereka melanjutkan langkah mereka menuju bazzar sambil mencari makan untuk makan malam.

“unnie! Couple Hairband itu sangat lucuuuu!” bomi dan eunji berteriak sambil menyeret taeyeon menuju sebuah toko.

“unnieee~” bomi dan eunji memamerkan aegyo mereka.

“arraaa! Pilih yang kalian suka. On me! I cant resist your cutness” ucap taeyeon sambil bergidik melihat tingkah kedua dongsaengnya.

Mata taeyeon tertuju pada tiffany yang sedang menatap hairbands warna pink dihadapannya.
“kau suka?” dari sisi kanan taeyeon terus memperhatikan tiffany.

Tiffany yang tak sadar karena sedari tadi terus memperhatikan hairbands itu tersenyum malu sambil mengangguk pelan, tak bisa menahan karena sangat menginginkan benda itu. Pink!
Tanpa berpikir panjang taeyeon mengambil hairbands yang sejak tadi dipandangi oleh tiffany berjalan menuju kasir. Melihat itu senyum tiffany semakin melebar.

“thankyou unnieee!!” celetuk bomi dan eunji disambut senyuman dari taeyeon.

“here you go.” taeyeon berjalan menuju tiffany dan memakaikan  hairbans dikepala tiffany. Perlakuan taeyeon itu membuat tiffany semakin tersipu. Degup jantungnya yang semakin kencang.

“tha-thanyou.” ucapnya tergagap.

“unnie! Kau juga harus memakainya! Tiffany unnie tak mungkin memakai keduanya!” bomi yang sedari tadi memperhatikan kedua unnienya yang terlihat awkward.

“fany unnie!” bomi memberikan kode pada tiffany.

Tiffany yang mengerti maksud bomi hanya terdiam karena degup jantungnya yang semakin kencang membuatnya terdiam. Selanjutnya apa yang dilakukan taeyeon padanya dilakukan juga olehnya. Memakaikan couple hairband itu dikepala taeyeon. “cute~” bisik tiffany sambil terus mengulas senyumnya.

“unnie! Itu! Lets go!” bomi yang melihat sesuatu dari kejauhan kembali menyeret kedua unnienya.

“Haunted House!” teriak bomi.

“bom~ah! Lets take break! Unnie sangat lapar.” rengek taeyeon.

“unnie! Ini yang terakhir. Unniee~ahh!” kembali bomi merengek dan kembali taeyeon tak bisa mengelak dari aegyeo dan puppy eyes milik bomi.

“hahhh. Okee bom~ah.” jawab taryeon lemas.

“fany~ahh. You come?” taeyeon menengok kearah tiffany yang sedikit ragu. “oke. Kau tak perlu memaksakan diri. Bom-”

“aku ikut tae. Hehehe” tak ingin membuat bomi kecewa dan tak ingin taeyeon merasa bersalah tiffany memutuskan untuk masuk kedalam permainan itu walau dia tau bahwa dia tak cukup nyali dengan permainan itu karena hal yang paling ditakuti tiffany adalah serangga dan hantu.

Mereka mulai memasuki rumah hantu itu. Efek suara mulai membuat tiffany merasa takut. “pegang tanganku. Aku tau kau takut fany~ahh.” ucap taeyeon dengan nada serius.
Mereka beruntung karena didalam sangat gelap so, pipi merah mereka tak terlihat satu sama lain tentunya.

Selama didalam tiffany terus bersembunyi dibalik punggung taeyeon dan tak sekalipun melepas genggamannya dari tangan taeyeon. Sebaliknya apa yang dirasakan taeyeon bukanlah suasana menyeramkan, bahkan dia tak ingin keluar dari sini. It’s because tiffany.
Setelah terlihat tulisan exit. Taeyeon merasa sedikit kecewa karena moment indah mereka harus berakhir.

“kalian berdua! Just date!” bomi berteriak kearah kedua unnienya sambil berlari menghidari hukuman dari taeyeon.

***

‘unnie. Ini aku. Bomi! Apa kuliahmu sudah selasai?’ bomi menunggu balasan sambil terus memandangi handphonenya saat tak ada balasan setelah beberapa menit. Dia memutuskan untuk mengirim pesan lainnya.

‘unnie. Hari ini jam 3 nanti akan ada singing competition dan hari ini adalah semifinal. Dan sahabatku lolos. Apa kau mau pergi bersamaku? Jeball unnie? Buing buing~’.

Dan lagi. ‘unnie. Come on~ kau tidak akan menyesal pergi kesana. Promise!’
Bomi menghela nafas mengistirahatkan kepalanya diatas meja. Merasa sangat bosan karena kelasnya selesai lebih awal, dan dia sudah berjanji dengan eunji akan datang dan memberi dukungan.

Beberapa menit kemudian dia merasakan handphonenya bergetar, dengan cepat dia mengambilnya dan membaca ‘bomi? Who?’

Bomi mengeluarkan poutnya dan membalasnya cepat.
‘unnie! Why?!’

‘why? Why?’ Bomi terdiam sesaat. Tak tau harus membalas apa dan disisi lain dia sangat ingin chorong menemaninya.

‘hahaha. Okay okay. Just kidding. Kau tidak perlu menyepam seperti ini. Aku baru saja menyelesaikan kelasku.’

‘asssssaaaa! Unnie. Tunggu disana. Aku akan menyusulmu. Dont move unnie!’ setelah membalas bomi bergegas membereskan barang-barangnya dan berlari keluar kelas.

“unnie! Hows your day?.” setelah bertemu dengan chorong bomi kembali nampak ceria, matanya tak lepas dari wajah chorong. Terus memandangi sambil terus tersenyum.

“membosankan kupikir. Dan berhentilah melihatku seperti itu” balas chorong.

“well. Sekarang ada aku yang akan membuatmu tak bosan hari ini unnie!”

Mereka berdua berjalan menuju theatre dimana kompetisi bernyanyi diadakan. Bomi mencoba mencari temannya, tangannya tak lepas menggenggam tangan gadis dibelakangnya.

“jung eunji!!!” bomi berteriak sambil melambaikann kedua tangannya berkali-kali.

“yaahh! Berhenti seperti itu! Kau sangat memalukan!” chorong berusaha menghentikan tingkah gadis yang lebih muda darinya.

Bomi sendiri tak berhenti dan semakin keras berteriak, membuat chorong menyerah. Walaupun begitu chorong merasa terhibur karena tingkah gadis didepannya. Gadis yang ceria, mood maker. Membuatnya tak berhenti tersenyum.

“unnie! This is eunji! Pemilik suara terindah nomor 2setelah unnieku” bomi memperkenalkan sahabatnya.

“senang bertemu denganmu unnie” ucap eunji sambil memamerkan eyesmilenya.
Chorong membalas senyuman dari eunji dan memberinya semangat.

“ahhh unnie! Kenapa kau bersikap baik pada eunji dan kau baru saja bertemu dengannya.” bomi memamerkan poutnya. Membuat chorong kemabali tersenyum dan ingin terus menggodanya.

“why? Tak ada salahnya aku bersikap baik pada eunji.” eunji hanya tertawa melihat tingkah mereka. Setelahnya dia harus bersiap dibelakang panggung.

“eunji~ah! Fighting!” teriak bomi.

“gomawo bom~ah!”

Setelah kepergian eunji, mereka berdua keluar dari backstage mencari tempat duduk.
“yaaaa! Bom~ah!” satu suara tak asing membuat mereka menengok kesumber suara, membuat bomi tersenyum “awww. My little unnie!” sapaan bomi membuatnya mendapatkan jitakan ringan dikepalanya.

“unnie! Appoo! Bukankah panggilanku membuatmu terlihat lebih muda?” celetuk bomi tak terima.

“yaa! Aku lebih tinggi darimu. Dan apa yang kau katakan memang bukan hanya terlihat. Memang aku masih sangat muda” balas taeyeon bangga.

“arra! Gezz! Ahhh unnie. This-”

“ahhh! Kau pasti park chorong. Hahaha. Bomi banyak bercerita tentangmu” belum selesai bomi berucap taeyeon memotong dengan percaya diri.

“ahhh ne miss. Park chorong imnida.” chorong memberikan bow pada taeyeon. “jangan seperti itu. Membuatku terlihat tua chorong~ahh. Just unnie.” melihat tingkah unnienya yang begitu ceria dihadapan chorong, bomi merasa sedikit tak aman.

“ahhh. Ne taeyeon unnie. Apa yang bomi katakan padamu unnie?” tanya chorong sedikit akward menggunakan bahasa yang akrab pada orang yang baru saja ia temui.

“soooooo mannnnnyy. The good chorong~ahh.” sekali lagi taeyeon mengulas senyumnya sambil memamerkan gigi rapinya. Melirik kearah dongsaengnya sambil memberikan wink.
“stop it! Its dirty unnie!” ejek bomi melihat aegyo unnienya.

“well. Whatever bom~ah, kita bicarakan dirumah. Gonna sit? Setelah satu penampilan ini dan giliran eunji.”

Mereka kembali bercakap-cakap tentang banyak hal dan menyaksikan penampilan eunji yang terlihat memukau dengan suara angelicnya. Dan saat pengumuman juara. Eunji berhasil mengambil hati para juri dan membuatnya memilili vote tertinggi. Eunji memberikan thanks to nya

“yes. Untuk teman-teman atas dukungnya. Khusus untuk my little reckless! Yoon bomi! Tak lupa juga untuk taeyeon unnie! Ahhh. Miss taeyeon! Dia banyak berperan untuk piala ini. Gomawooo unnie!” setrlahnya tepuk tangan meriah dialhadiahkan untuk eunji dan meminta encore.

***

“yaaa! Yoon bomi! Hahaha. Jadi kau memiliki rasa untuknya? Awww. Park chorong for my love right? Hahaha” taeyeon tak habis-habis menggoda dongsaengnya.

“aa-aisshh! Unnie! Kenapa jadi aku? Unnie! Jangan mengalihkan pembicaraan!” ucap bomi jengkel.

“tapi memang benar adanya. Tak ada apa-apa antara aku dan tiffany.”

“unnie! Aku bisa melihat tatapanmu pada tiffany unnie. Sangat berbeda! Aku tau itu!” bomi tak mau kalah.

“dan aku juga bisa melihat tatapanmu yang begitu hangat untuk chorong bom~ahh.” debat taeyeon yang juga tak mau mengalah.

“woaaahh! Unnie! Thats my line! Aisshh!” bomi yang merasa kalah membalikan badanya memunggungi taeyeon

“bom~ah! Com~on! Cerita pada unnie! Apa yang hatimu katakan?”

“ahhhhhrrggg mooooollllaaa!” bomi menggeleng-gelengkan kepalanya.

Taeyeon menatap sejenak gadis dihadapannya. Setelahnya memberikan jitakan ringan dipuncak kepala gadis itu.

“what now? Appooo unnie!” bomi mengusap puncak kepalanya.

“tell me. Apa yang kau pikirkan saat melihatnya?” taeyeon kembali melontarkan pertanyaannya kali ini dengan nada sedikit lembut.

Bomi berpikir sejenak. “emmm. Seperti orang yang penting untukku? Aku merasa tenang saat melihatnya. Feel diferent? Ahhh molllaa!” bomi menutup wajahnya yang sekarang memerah dengan bantal.

“aku sangat mengenalmu bom~ah! Kau memiliki rasa yang besar untuknya. Jangan terlalu lama untuk mengakuinya! Go on! My little baby!” taeyeon merengkuh bomi kedalam rangkulannya dan kembali memberikan jitakan-jitakan kecil pada dongsaengnya.

***

Bomi berdiri didepan tempat karaoke sambil menengok kiri dan kanan menunggu gadis yg dia tunggu. Malam sebelumnya bomi mengajak chorong untuk menghabiskan waktu bersama karena hari ini adalah hari libur. Sesuai yang chorong minta, mengapa dia berdiri ditempat itu.
Dari kejauhan dia melihat gadis yang dia tunggu berjalan maaih dalam state mengantuk.

“chorong unnie! Here!” bomi berteriak san melambaikan tangannya kearah chorong dengan riang.

“ini masih terlalu pagi bom~ahh. Kau merusak tidur cantikku” ucap chorong merajuk.

“good morning to you too unnie~” balas bomi sengaja tak menanggapi rajukan gadis yang masih memamangkan poutnya.

“letscicigoooo!” bomi menarik chorong memasuki tempat karaoke. Mereka berdua memesan room untuk 2 orang dan snack.

Baru saja masuk chorong sudah menempatkan diri dan mulai mencari judul lagu yang akan dia nyanyikan.

“huh! Bahkan kau sangat bersemangat unnie!” ucap boki melihat tingkah chorong.

“aku ingin cepat menyelesaikan ini dan kembali tidur!” celetuk chorong.

“whatever unnie. Lets have fun! Yeahh!”

Mereka mulai menyanyikan beberapa lagu, dan suasana mulai semakin gila setelah bomi’s rap. Chorong tak henti-hentinya tertawa karena itu. Dia tak tau dirinya dan bomi bisa semakin dekat seperti ini. Bisa mulai merasa nyaman saat bersama bomi. Ada perasaan spesial yang dia rasakan, sudah hampir 1 bulan mereka saling kenal. Perasaan yang sebenarnya dia sendiri belum mengerti.

Suara alarm dalam room menandakan waktu mereka tak banyak tersisa membuat mereka kembali memilih lagu untuk penutup.

“lets sing together unnie!” ucap bomi.

“aku tak tau lagu ini.” balas chorong.

“heol~ arra. I’ll sing for you unnie”

I wanna be love love for you. I wanna be love love for you.

Every night, I sit by my window (be my baby my love)
Every night, I close my eyes (be my baby my love)
Without anyone knowing or anybody knowing, you whispered into my ears yeah

oh my boo~ I keep on seeing you Baby yoo hoo hoo I’m always thinking about you Baby dumdumduroo ddooddoo dumdumduroo ddooddoo I want to call you my baby yeah

Will it be alright to leave it as a dream Everyday day I’m thinking
Sometimes I imagine me being next to you
It’s alright if it’s a dream, I just want to see you even like that (what to do with me) Today I’m thinking of you again, on this dark night

Sometimes I sleep fitfully (be my baby my love)
It’s tiring thinking of you (be my baby my love)
But I encouraged myself that even like this I’m happy, yeah

Oh my boo time keeps on going Baby yoo hoo hoo I wonder if he wouldn’t forget me Baby dumdumduroo ddooddoo dumdumduroo ddooddoo I want to call you my baby yeah

Will it be alright to leave it as a dream Everyday day I’m thinking
Sometimes I imagine me being next to you
It’s alright if it’s a dream, I just want to see you even like that (what to do with me) Today I’m thinking of you again, on this dark night

I wanna be love love for you. I wanna be love love for you.
If I’m beside him, If I’m beside him
I wanna be love love for you. I wanna be love love for you. Wanna Call You My Love Oh

Melihat bomi bernyanyi, pikiran chorong kembali melayang. Perasaan yang selana ini dia rasakan saat bersama bomi semakin kuat. Entah perasaan macam apa dia sendiri tak mengerti. Dia tau dia sudah pernah merasakan yang seperti ini sebelumnya, tapi dalam hatinya dia masih belum mau untuk mengakui. Luka lama yang dia miliki masih terasa baru dan sia masih belum mau untuk terbuka walau gadis yang ada dihadapannya ini memiliki posisi yang spesial dihatinya.

Bomi sendiri merasa sedikit lega karena apa yang dia nyanyikan adalah perasaan sesungguhnya yang dia rasakan untuk chorong, tapi dia berpikir chorong mungkin tak mengetahuinya. ‘let it flow’

***

Ini sudah hari ketujuh setelah mereka menghabiskan waktu liburan mereka di tempat karaoke. Mereka masih tetap bertukar pesan lewat pesan. Hubungan mereka semakin dekat setelah bomi mengungkapkan perasaannya lewat lagu yang dia sendiri tak tau apa chorong menyadari itu.
Bomi dengan malas melanjutkan langkahnya keluar dari restaurant tempat dimana ia bekerja part time.

Setelah dia sampai didepan pintu apartment dia menyadari pintu apartmentnya tidak tertutup.
“hahhh! Umma mabuk lagi.” dia menghela nafas dan melanjutkan langkahnya. Saat memasuki ruang tamu dia terkejut karena isi apartmenya sangat berantakan. Suara gelas pecah membuatnya berjalan menuju pantry. Dua sosok laki-laki sedang menghamburkan isi pantry. “si-siapa kalian?” bomi mulai merasa takut melihat kedua laki-laki itu.

“woahhh! Ternyata wanita tua itu mempunyai gadis yang cantik!” salah satu dari mereka berjalan mendekat kearah bomi.

“a-apa yang kalian lakukan?!” bomi sedikit berteriak tergagap sambil menarik langkah mundur.

“diamana dia menyimpan uangnya?” pria itu berjalan semakin dekat kearah bomi. Bomi tak menjawab pertanyaan itu karena dia tak tau apa yang dimaksudkan.

“keluar dari sini! Atau aku akan menelfon polisi!” bomi mengancam sambil mencari ponselnya.

“kita lihat siapa yang lebih cepat.” belum sempat bomi bisa menemukan ponselnya kedua pria itu berlari kearah tubuh mungilnya.

Satu dari mereka mengambil kain dan membungkam mulut bomi dan yang lain mendorong tubuh bomi menuju tempat tidur. Kondisi seperti ini tak bisa membuat bomi melawan tubuh mungilnya tertindih.

Pria yang kini berada diatas tubuhnya dengan kasar merobek baju yang ia kenakan, menampakan bra miliknya sambil memamerkan smirk menjijikan dihadapan bomi. Bomi terus berusaha memberontak tapi apa daya, dia sudah sangat lelah.

Pria itu mulai menjelajahi tubuhnya. Kedua pria itu mulai melucuti kain yang menutupi tubuhnya. Bomi terus berteriak dan mencaci. Tapi tak ada suara yang keluar dari mulutnya. Desiran darah didalam tubuhnya memuncak sengatan-sengatan kecil yang dirasakannya membuatnya bungkam dan matirasa.

Dia mulai merasakan nyeri dan sakit dibagian kewanitaannya. Keringat dingin yang tak berhenti mengucur bercampur dengan air mata yang sedari tadi terus dia keluarkan. Dia kotor san ternoda secara paksa oleh dua anjing kelaparan yang kini memakan habis fisik dan psikisnya.

Dia terus memejamkan matanya, tak ingin menjadi saksi bahwa dirinya kini ternodai. Tamparan dipipinya, rambutnya yang terus dijambak dan belaian-belain kasar dan menjijikan ditubuhnya tak bisa dia hindari. Kejadian ini terjadi begitu cepat dan tak bisa dia elakkan. Dia hanya terkapar lemas diatas tempat tidurnya setelah kedua pria tadi meninggalkan banyak noda didirinya, tubuhnya yang membiru dan beberapa luka lecet dan bagian bawah tubuhnya yang terasa kaku membuatnya tak bisa bergerak. “un~tae~unnie”

***

22 thoughts on “All We Need Is Love [Chapter 4]

  1. huwaaaa, apa2an. siapa laki2 itu. beraninya menyentuh anak kecil nan imut itu. duhhh… Taeyeon kemana lagi. apa jadinya hubungan bomi ma chorong, kalo kayak gini?

  2. Ga tega sama Bomi.. astaga.. kemana tu nenek sihir..
    Kuharap setelah ini Tae bakal bawa Bomi buat tinggal bareng sama dia aja..
    Bomi harus jujur tuh ke Chorong
    Tae juga.. katakan apa yg kamu rasakan pada Fany..
    Next

  3. what the hell!omo!scene terakhir bener” bikin esmosi!
    yakkk kmna lg tuh nenek lampir?!
    aish moga aj abis ini bomi di bawa ama taetae,,kaga usah tinggal di situ lg,,,
    taetae jg cepet tuh nyatain perasaan nya ppany,,sblm di embat org..
    bomi jg cepet jujur ke chorong,,,

  4. Bohong itu yang di haunted house , kalo kenyataannya mah taeyeon yang takut bukan tiffany hahahaha
    Tapi ini kapan full taeny nya thorr , pengen bgt taeny moment nih

  5. Annyeong
    Jiahahahahaha taeng modus t,,,,,bruan nytain t cnta ny nnti fany d ambil orang,,,,
    arggghhhhhh bomi ksian bnget,,,dmn umma ny yg suka mbuk2 itu lht gr2 dia ank gdis ny yg jdi korban,,,,smga taeng cpt dtang,,dan mmbwa bomi untuk tnggal brsma ny,,,,,
    Ok siiip
    Ttap smngatttt
    Gomaomao,,,,

  6. Apa yg kan trjadi selanjutnya dg bomi?
    Apa dia akn mnjauhi chorong?
    Kmna jg tae, apa tae dan bomi tdk tggal satu rumah?,.
    Trlalu banyak prtanyaan sih, soale gk tau dg ceritanya,.
    Lnjut ^^

  7. kamfret dasar terong2an#kebawa emosi
    itu gimana sama bomi’a?yah kasian bomi’a thor😦
    keren thor…sukses bikin ane senyum2 pas chomi main “kejar2an” dan bikin ane esmoni dibagian akhir chap ini😐
    lanjut ya thor…penasaran sama chomi’a T.T

  8. O MY GODDD.. BOOMM~AAHHH….
    What happen with her..? Parahh abiss..
    Speachless…
    Ahhhhhhhh kenapa mesti TBC di saat” kya gini..?
    Cpet update thorr…. ga sabar nunggu..
    Kasian uri Bomi…

  9. yaa ampun itu siap si laki” bejat yg nyentuh bomi, taeng kemana..tolongin itu bomi, mg aja chorong bs nolong bomi, tae jujur aja sm fany klo suka, fany jg kynya suka tuh

  10. Annyeong, new readers🙂 heol.. setelah bacanya jd iri sma bomi enak bgt ya diperlakuin gtu sma tae unnie, kan pngen :’v tp ah kjam bgt sih yng berani perkosa bomi -.- smngat yaa thor, yoroshiku! ^-^

  11. bomi aaaa…… sedih banget baca yg terakhir, kenapa harus seperti itu..!!
    apa yg akan Di lakukan taengoo selanjutnya???

  12. Jahat banget tuh dua orang, tega sama bomi…huwaaaa kasian banget gara2 ibunya yg pemabuk tuh….
    Taeny moment nya suka banget…

  13. Wait wait wait!!! Gw bru nyadar bknkah wp ne yg da jdul ff nya “this love” yg cuma smpe chap 5 n “like yesterday” yg blom kelar?

  14. Aduhh taeny udahlah jadian buru,, hatinya udah pada saling suka tuh wkwkwk
    Ahh bomi,, bomi-ah :”(
    Sedih kesel emosi baca bagian terakhir,,
    Bomi-ah apa yang terjadi selanjutnya yaaa,, sedih banget bomi diperlakukan kaya gitu.: “(

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s