This Love [Chapter Three]

Chapter 3

Meninggalkan dan di tinggalkan adalah sebuah kata yang terlihat sederhana namun terasa sulit untuk bisa diterima

 

Heart-photography-6960592-2560-1920

Author POV

Perlahan yuri melangkahkan kakinya mendekati jessica yang  tertidur pulas di kamar mereka, di tatapnya wajah cantik jessica. Ia tak ingin melakukannya tapi sepertinya otak dan hatinya tak bisa berada dalam satu jalan.

Ia tak ingin menyentuh jessica, berusaha menahan segala gejolak dan keinginan itu, tapi nyatanya ia kalah melawan keinginan dirinya sendiri, dibelainya lembut pipi jessica sambil menghapus bekas air mata yang terlihat masih basah.

‘”eungh..  jangan pergi seobang jangan lagi” jessica bergumam lirih dalam tidurnya. Perih, itu lah yang kini ia rasakan melihat jessica yang terlihat begitu menderita.

yuri  merebahkan tubuhnya di samping jessica di tatapnya dalam wajah cantik itu, di usapnya lembut dari alis, kelopak mata yang tertutup, hidung, dan turun kebibir  tipis itu, dimana biasanya jessica sangat suka berceloteh manja padanya. Dan bibir yang selalu menjadi candu bagi yuri sendiri.

“bermimpi buruk huh? Bermimpi saat aku meninggalkan mu?” yuri tetap mengusap lembut pipi jessica “ jangan lagi baby, aku tak ingin kau menangis karena orang seperti ku. Hiduplah bahagia baby jangan buat kau tersiksa karena ku”.

Di kecupnya bibir tipis itu didiamkan nya bibirnya tetap menempel pada bibir jessica seketika  air mata itu keluar dari mata  yuri.

“maafkan aku sayang, maaf” ucap yuri lagi, lirih, sebelum di rengkuhnya tubuh jessica yang mengurus akhir2 ini, “satu malam ini saja ku mohon biarkan seperti ini tuhan ucap yuri dalam hati sebelum ia memejamkan matanya ikut tertidur di samping jessica sambil tetap memeluk tubuh jessica. Membiarkan malam ini kembali pada malam-malam sebelumnya saat yuri dan jessica sealu berbagi kehangatan pelukan seperti ini.

***

Jesicca POV

Kehangatan ini, aroma tubuh ini, sepertinya ini miliknya. Ya hanya Kwon yuri, aku terlalu menghapalnya.

Apa aku sedang bermimpi? Jika iya, biarkan aku terus seperti ini aku tidak ingin bangun, biarkan aku merasakan semua ini kembali. Kehangatan ini, pelukan ini dan rasa terlindungi ini, membuat ku semakin nyaman untuk memejamkan mata. Aku tak akan ingin terbangun jika selamanya akan tetap seperti ini. Aku tak akan mau meninggalkan mimpi indah ini. Betapa rindunya aku, tak bisa terpungkiri jika ternyata aku sangat merindukannya. Segalanya yang ada padanya membuatku sangat rindu.

Beberapa saat kemudian

Aku membuka mata ku meraba tempat tidur itu berharap aku bisa menemukan sosoknya, kembali tidur di sini bersama ku dan berharap apa yang aku rasakan tadi malam bukan hanya mimpi manis pelengkap tidur ku saja. Tapi saat ku alihakan mata ku kesamping KOSONG aku tak menemukan siapapun hanya ada frame foto itu yang tergelatak, foto ku dan yuri saat kami berlibur ke  Eropa. Di foto itu, kami berdua terlihat sangat bahagia, aku yang tertawa lebar dalam rangkulannya dan ia mengecup mesra pipi ku. Betapa manisnya moment kami berdua saat itu. Mengahabiskan waktu senggang kami berdua. Aku ingin kembai seperti itu. Tapi, kini aku tak yakin jika keinginan ini akan menjadi sebuah petasan yang indah.

aku hanya bisa menghela napas panjang tersenyum miris pada diriku sendiri, ku lihat jam, sudah menunjukkan jam 10 pagi aku segera beranjak dari tempat tidur ku dan membersihkan diri ku di kamar mandi.

Setengah jam kemudian aku melangkahkan kaki ku keluar kamar aku merasa lapar. Aku  sedikit bingung mencium aroma masakan yang menyeruak di ruangan ini. Apa ini karena aku begitu kelaparan sampai-sampai rasa-rasanya aku mencium aroma masakan disini?

Kaki ku melangkah semakin mendekati asal aroma masakan itu semakin mendekat ke pantry aroma itu semakin kuat tercium, namun ada hal yang membuat ku terkejut. Apa yang ku lihat kini di depan mataku membuat ku membelalakkan mata.
Yuri? Kwon yuri? Dia disini sepagi ini? Apa aku salah lihat.

Aku pun semakin mendekatkan diriku padanya “yul kau kah itu?” tanyaku pada orang itu.

Dan benar itu adalah yuri, dia memalingkan wajahnya  yang tadi sedang terfokus pada peralatan masak  yang ada di hadapannya. Kini ia menatap ku dan tersenyum hangat.

“selamat pagi baby..” dia menyapaku dan mematikan kompor itu mengambil piring besar sambil terlihat sibuk menyajikan masakannya, “aku sudah menyiapkan nasi goreng kimchi kesukaannmu, duduk lah” ia memerintah ku dan seolah tersihir seperti orang bodoh, aku melangkahkan kaki ku ke meja makan kini aku duduk dan menghadap padanya. Memandang punggung indahnya dari belakang.

lidah ku terasa kelu, masih sangat terkejut. Ia kini di hadapan ku menyiapkan makan untuk ku, dan ya! Tadi malam aku berarti tidak bermimpi, saat aku merasakan ia sedang memelukku. Aku menggelengkan kepala ku berusaha menyadarkan diri ku sendiri untuk tidak berlebihan menjabarkan sesuatu yang belum tentu terjadi tadi malam. Jangan membuat ku gila yul. Apa sekarang aku masih berada dalam dunia mimpi? Dunia fatamorgana yang susah untuk dipercaya?

“kau kenapa hmm? Seperti tampak bingung sekali” yuri kini berdiri  tepat dihadapanku, di dekatkannya wajahnya dengan wajah ku, menatap mataku seperti biasa penuh kehangatan.

Aku masih diam tak menjawab pertanyaannya. Tak bisa ku pungkiri aku terkejut dan tak bisa kupungkiri juga dada ku  terasa berdegup kencang sama seperti pada awal aku  menyukainya dulu, harusnya hal ini sudah tak ku rasakan lagi karena sudah 4 tahun kami menjalin hubungan cinta. Tapi mengingat semua yang terjadi dengan hubungan kami akhir-akhir ini, wajar rasanya jika aku merasakan hal itu lagi.

Kini ia mengusap pelan bahu ku “sica kau baik-baik saja kan?” tanyanya. Dan kini wajahnya semakin mendekat, selanjutnya menempel kan dahinya ke dahi ku. Tuhan kal ini apa lagi Kwon yuri isshh.

aaa..annniyoo yul aku baik-baik saja” jawab ku gugup dan menatap wajahhnya yang terasa amat dekat dengan ku sampai-sampai aku bisa merasakan hembusan napasnya.

“baiklah, kalau begitu mari kita makan princess aku yakin kau sangat lapar “ yuri menegakkan tubuhnya, berjalan pelan dan duduk berseberangan dengan ku. Dia tersenyum dan menuangkan makanan itu ke piring sebelum memberikannya pada ku.

“makan lah jangan kebanyakan melamun” tegur yuri lagi, entah aku seperti robot yang kini menuruti semua perintahnya. Perlahan-lahan sesuap demi sesuap aku memakan sarapan pagi ini, aku masih seperti orang bodoh bahkan aku dan dia masih sibuk dengan kegiatan makan kami masing-masing. Bisa dibilang situasi ini sangatlah canggung untuk kami. Rasanya aku ingin pergi dari sini, tapi saraf motorikku tak mengizinkannya. Aku ingin menghindari kecanggungan ini. Tapi tak tau harus berbuat apa.

Aku masih mencuri pandang padanya dan saat aku masih menikmati wajahnya, yuri  seolah tau,  kini ia balas menatap ku, sontak hal itu membuat ku tersedak.

“uhuuuk..uhuk..uhukkk” aku terbatuk, tersedak makananku sendiri dan membuat yuri segera berdiri dan mengambilkan air putih untuk ku.

“isshhh kau ini kenapa sampai tesedak seperti ini?” raut muka yuri kini terlihat khawatir dan ia mengusap-usap bahu ku seolah hal itu dapat bisa mengurangi rasa sakit di tenggorokan ku.

“sudah reda?” tanyanya saat aku sudah tak terlalu terbatuk lagi, aku hanya mengangguk.

Yuri tiba-tiba menepuk pelan kepala ku “ babo” ucapnya singkat sebelum membersihkan meja makan dan membawa semua peralatan makan yang kotor itu ke tempat pencucian piring.

***

Normal POV

Yuri  mulai mebersihkan piring-piring yang kotor tadi, sementara jessica masih duduk dan memandangi punggung yuri. Jessica sangat menikmati moment seperti ini, baginya punggung yuri adalah punggung terbaik yang pernah ia tau.

Perlahan jessica menggerakkan kakinya melangkah mendekati yuri yang terlihat berkonsentrasi dengan kegiatannya, entah apa yang ada di pikiran jessica kini tiba-tiba saja ia memeluk yuri dari belakang, melingkarkan tangannya di pinggang ramping yuri dan menyandarkan kepalanya di punggung belakang.

Yuri yang merasakan pelukan tiba-tiba itu pun merasa terkejut dan seketika menghentikan kegiatannya tadi, namun ia tak bisa menampik begitu saja pelukan jessica, bagaimanapun hal ini salah satu moment yang ia rindukan selama kurang lebih setahun ini.

Back Hug seperti ini adalah salah satu hal yang sering jessica lakukan pada yuri dulu, ia selalu merasa nyaman saat menyandarakan kepalanya di bahu yuri.

Sesaat yuri tersadar, “sica apa yang sedang kau lakukan” tanya yuri pelan sambil melepaskan tangan jessica yang melingkar di pinggangnya.
jessica menghela napasnya “hannya memeluk kekasih ku, apa itu tidak boleh?” tanya jessica yang kini menatap mata yuri dalam
yuri pun menggeleng “tak ada yang salah sica tapi..”

“tapi apa Kwon Yuri? Kenapa kau seolah menolak ku?” tanya jessica yang terlihat sedih.
Yuri pun menggigit bibir bawahnya, ia kini bingung akan mengutarakan jawaban seperti apa pada jessica, yuri hanya bisa menundukkan kepalanya.
“jawab aku yuri~ahh. jawab..” jessica menaikkan nada suaranya “ selama in aku sudah menahan semuanya yul, aku menahan diri untuk tidak bertanya, apa yang membuat mu berubah pada ku, aku menahan diri ku sebisa mungkin yul” ucap jessica masih terdengar nada emosi sebelum ia menarik napasnya dalam.
“kau mungkin tak pernah mengerti yul seberapa aku merindukanmu, seberapa aku tersiksa dengan semua perubahan ini, setiap aku menyendiri, yang kulakukan hanya menangis. Dan bodohnya tangisan itu karena aku sangat merindukanmu! kau hampir membuatku gila Kwon yuri! “ Jessica diam sejenak sebelum kembali berucap.

Kembali di tatapnya wajah yuri  “aku tidak pernah bertanya yul, aku tidak pernah melakukan protes pada mu, aku sengaja mendiamkan mu dan semua perubahan ini karena aku yakin kau akan kembeli seperti dulu yul. Kwon yuri ku yang bodoh tapi penyayang, Kwon yuri ku yang selalu ada untuk ku, Kwon yuri yang selalu memeluk ku hangat, Kwon yuri ku yang tidak pernah lelah menghibur ku saat aku dalam kesedihan, Kwon yuri ku yang selalu menjadi penyemangat ku, bahkan Kwon yuri yang selalu bisa membuat ku ingin berada di dekatnya. Selamanya!” jessica pun tak bisa menahan air matanya untuk tidak terjatuh “aku rindu itu yul sangat merindukan semua hal yang ada dalam dirimu.” ucap jessica pedih.

Yuri hanya bisa berdiri terpaku. Untuknya, membuat jessica menangis adalah hal yang paling ia benci, melihat jessica yang begitu tersakiti seperti ini membuat yuri mengumpati dirinya sendiri, yuri pun mengepalkan tangannya menyalurkan segala kesalnya.

“jika kau merasa tersiksa dengan ku, maka pergi lah sica cari kebahagian mu.” Yuri menarik napas panjang sesaat “ aku tak akan pernah bisa membahagiakan mu”

Ucapan yuri langsung membuat Jessica menatap tajam dirinya, mecari kebenaran dalam setiap ucapan yuri. Matanya memerah padam. Masih dengan segala emosi yang memuncak diubun-ubun. Apa yang yuri ucapkan barusan membuatnya harus bertengkar dengan hati. Bertengkar dengan otaknya. Sangat menyakitkan. Bendungan sudah benar-benar pecah didalam jiwanya.

***

“unnie kenapa dorm sangat sepi kemana yang lain? aku bosannnnn…” yoona menghampiri hyoyeon yang kini sedang membuat sandwich untuk sarapan paginya.
hyoyeon memalingkan wajahnya dan tersenyum pada yoona yang terlihat menyandarkan kepalanya pada meja makan, “hmmm.. taeyeon dan tiffany pagi-pagi sekali sudah pergi yoong mereka bilang ingin mengantar si hitam itu ke dokter hewan. Yuri dan Jessica mereka, entahlah dari semalam aku tak mendapat kabar dari mereka, sooyoung masih tidur di kamarnya sepertinya iya sedang bertengkar dengan sunkyu” ucap hyoyeon seolah berbisik pada yoona. “Dan kekasih mu dia ada jadwal kuliah bukan pagi ini?” Tanya hyoyeon dan di jawab anggukan oleh yoona.

“huuhh.. mereka sibuk masing-masing. Menyebalkan” ucap yoona lemah dan sambil mengerucutkan bibirnya.

Hyoyeon yang sudah selesai masak pun melangkah mendekati yoona di meja makan sambil membawa sepiring sandwich yang baru ia buat. “sudah jangan banyak mengeluh makan lah, ini akan menghilangkan rasa bosaan mu” ujar hyoyeon sambil mengusap kepala yoona lembut.

“aaahhh mommy hyoo kau memang selalu mengerti apa yang ku mau hehehe… sandwich ini enaaakkk…” ucap yoona riang sambil memakan makanannya dengan penuh semangat hyoyeon hanya menggeleng melihat tingkah dongsaeng nya ini yang terlihat sangat mengerikan dan seperti monster jika melihat makanan apapun di hadapannya.

Saat yoona asik memakan sandwich nya, dengan refleks cepat ia menangkupkan kedua tangannya ke piring itu seolah melindungi makanan yang ada di hadapannya, kau tau kenapa yoona melakukan itu? Karena kini ada seorang shiksin lagi yang sudah mendekati meja makan dan duduk di hadapan yoona dan yoona tak ingin santapan lezatnya di rebut seperti biasa oleh Shiksin itu.

“eh tumben sekali tidak langsung merebutnya” ucap yoona pelan sambil memandang ke arah sooyoung yang kini duduk di depannya sambil meyandarkan kepalanya ke meja terlihat tak bersemangat.

“unnie kau baik-baik saja kan?” tanya yoona yang melihat sikap tak biasa membernya ini.

Sooyoung pun mengangkat kepalanya dan menggeleng pelan “aku baik2 saja yoong” jawab sooyoung tanpa semangat.

“jujur lah kau pasti sedang ada masalah kan? Kau bertengkar dengan sunkyu unnie?” tanya yoona lagi penasaran dan kini hanya di jawab dengan anggukan lemah oleh sooyoung

“hmmm.. baiklah cerita kan padaku unnie siapa tau aku bisa membantumu” ucap yoona pelan.

“aku tidak mengerti seberapa besar kesalahan ku yoong hwaa” jawab sooyoung sambil merengek.
sooyoung akhirnya menceritakan dari awal saat ia sedang berjalan-jalan ke taman dekat  dorm mereka, dia yang sedang menghirup udara malam sambil menunggu sunny yang pulang dari jadwal syutingnya. Saat sooyoung sedang asik menghirup udara bebas itu tiba-tiba hyesung menghampirinya dan memulai pembicaraannnya tentang masa lalu mereka sampai pada hyesung yang mencium sooyoung dan entah mengapa bukannya menolak tapi sooyoung malah membalas ciuman dari mantan kekasihnya itu, sampai pada akhirnya sunny melihatnya dan marah besar dengan sooyoung.

Saat sooyoung menceritakan semua itu, ia merasakan sebuah benda keras mendarat di dahinya “YA!!! Appo babo” ucap sooyoung dengan suara tinggi menatap tajam yoona yang menjadi tersangka utama pelemparan garpu kecil itu yang mendarat di kening sooyoung meninggalkan bekas merah.

“siapa suruh bersikap bodoh seperti itu unnie?” ucap yoona santai

“ini namanya kekerasan dalam rumah tangga bodohh.. aisshh kau dan taeyeon tak ada bedanya suka sekali menyiksa ku saat aku sedang bersedih gundah gulana seperti ini” ucap sooyung dengan kata-kata berlebihan.

“yaa..yaa.. berhenti berbicara seperti itu, kau menjiikan tau” ucap yoona sambil melotot, berpura-pura akan memukul sooyoung.

“kalau aku jadi sunny unnie aku tak akan hanya berlari dan menangis tapi aku patah kan dulu kaki hyesung oppa dan juga melemparkan mu ke sungai han” ucap yoona memasang tampang seriusnya

Sooyoung pun hanya menelan ludahnya mendengar kata-kata yang yoona ucapkan “ kau bahkan lebih brutal dari si kecil itu” kata sooyoung sambil memasang wajah takutnya.
ya bisa di bilang yoona adalah orang yang paling anti tentang kata perselingkuhan, baginya berselingkuh itu adalah hal yang sangat jahat yang di lakukan orang lain pada pasangannya.

“ada apa dengan wajah kalian berdua.. ommo sooyoung~ahh ada apa dengan kening mu?” hyoyeon yang baru saja kembali ke dapur dari kamar mandi pun memecahkan keheningan antara sooyoung dan yoona dan terkejut saat dilihat kening sooyoung memerah.

“gara-gara anak nakal itu unnie hwaaaaa” rengek sooyoung sambil memeluk pinggang hyoyeon.

Hyoyeon yang bingung pun menolehkan kepalanya pada yoona “ kau apakan dia yoong.. aigoo  kalian seperti ini anak kecil saja, berebut makanan lagi?” tanya hyoyeon sambil mengusap pelan kening sooyoung yang masih memerah.

“tanyakan saja pada si bodoh itu” ucap yoona yang masih kesal, kini tatapan hyoyeon pun beralih ke sooyoung yang masih menyandarkan kepalanya di perut hyoyeon.
“ada apa youngie~ahh? kenapa yoona jadi telihat kesal seperti itu pada mu hmm?” tanya hyoyeon

Sooyoung pun menghela napas panjangnya sebelum berbicara pada hyoyeon “kemarin sore saat aku menunggu sunny di taman dekat dorm tiba-tiba hyesung oppa muncul di hadapan ku dan ia seperti biasa meminta ku kembali, dan detik selanjutnya ia mencium ku dan dengan bodohnya aku malah membalas ciumannya. Dan kau tau sunny melihat langsung semua itu.. Begitulah kira2”sooyoung kembali mengulang kejadian itu kesekian kalinya dengan member yang berbeda.

Tuk! Kini giliran hyoyeon yang mendartkan jitakannya pada sooyoung walaupun tak sekeras taeyeon dan tak sesakit lemparan garpu kecil milik yoona tetapi itu berhasil membuat sooyoung semakin kesal dengan sikap para membernya.

“ya!!! Kali ini kau…” tunjuknya pada hyoyeon, melepas pelukannya dari hyoyeon dan mengusap kepalanya “ kalian jahat sekali padaku, tadi malam taeng sudah menjitak ku dengan keras, pagi ini anak itu yang melempar ku dengan garpu sialan ini dan sekarang giliran mu.. kalian keterlaluan pada ku, memang hanya tiffany yang bisa bersikap lembut pada ku dan mengerti aku..” omel sooyoung kesal pada hyoyeon dan yoona hal itu pun membuat duo anggota prangster itu tersenyum usil pada sooyoung

“salah mu sendiri bersikap bodoh” ucap hyoyeon santai ia pun kini menatap sooyoung dengan mata usilnya “ apakah hyesung oppa adalah good kisser sampai kau bisa terlarut sepert itu youngie~ahh?” tanya hyoyeon setengah berbisik, sengaja menggoda sooyoung.

Sooyoung pun langsung menggelengkan kepalanya, terlihat kekanakan “ NO.. my bunny is the best kisser tak ada yang lain” ucap sooyoung kekanakan hal itu pun membuat hyoyeon dan yoona tertawa melihat tingkah sooyoung.

“good kisser didorm ini tak lain dan tak bukan adalah taeyeon unnie. Walau dia belum pernah tersentuh bibir orang lain selain tiffany unnie. Tapi aku akui, jika kim taeyeonlah pemegang title itu.” Celetuk yoona disertai anggukan dari hyoyeon.

“bocah itu! Kenapa dia terkenal sekali?” ucap sooyoung.
“lalu kenapa kau bisa membiarkan dia mencium mu huh? Bahkan parahnya lagi kau membalasnya. Kau ini benar-benar.. isshh” hyoyeon memotong pembicaraan sambil menggelengkan kepalanya.

“selesaikan dengan baik-baik dan akui kesalahan mu jika kau tak ingin masalah semakin larut sooyoung~ahh saran hyoyeon sambil menepuk pelan kepala sooyoung dan sooyoung pun hanya membalas dengan anggukan lemah.

“aku sudah berusaha, tapi sunny  tak mau mendengarkan ku bahkan pagi-pagi sekali dia sudah meninggalkan dorm.. bagaimana ini “ kata sooyoung lemah memasang wajah memelasnya.

“biarkan sunny meredam emosinya dulu setelah itu kau coba bicarakan padanya, kau harus bisa meyakinkan sunny bahwa semua itu hanya salah paham dan kau tak ada perasaan apapun lagi untuk hyesung oppa. Yang terpenting kau mengakui kesalahan mu dan bisa membuktikan pada sunny untuk tidak mengulanginya lagi” saran hyoyeon lagi yang di tanggapi anggukan oleh yoona juga.

“benar yang hyoyeon unnie katakan kau harus mengakui kesalahan mu dan benar-banr membuktikan untuk tidak mengulanginya lagi, jika kau mengulanginya lagi aku yang akan turun tangan langsung menempelkan bibir mu kesepatu sunny unnie.” Kata yoona dengan suara yang mengancam sooyoung.

“isshh.. kau keturunan penjagal ya?? Kenapa ucapan mu sebrutal itu.. aigoo kau menyeramkan yoong~aahh~~”  kini sooyoung memasang wajah kekanakannya pada yoona yang membuat yoona tersenyum menang.
“makanya jangan macam-macam” ucap yoona sambil mengangkat sedikit dagunya, berlagak bangga pada diri sendiri.

“aku yakin jika taeyeon unnie akan melakukan hal yang sama padamu, bahkan mungkin lebih kejam dariku. Apa kau mau?” lanjut yoona.

“cihh bergaya sekali kau.. aku diam karena memang aku salah tapi saat aku tak salah dan kau memperlakukan ku seperti itu lagi akan ku habisi kalian berdua!” ucap sooyoung kesal dan hanya di balas tawa oleh hyoyeon dan yoona.

***

“apa kau bilang yul?” tanya jessica menatap tajam yuri. Kini keduanya saling menatap satu sama lain.

“pergilah jessica jung dan cari kebahagiaan mu aku tak bisa membuat mu bahagia” ulang yuri lagi, sulit bagi yuri mengeluarkan kalimat itu pada jessica tapi ini adalah kesempatan baginya untuk berpisah dengan jessica meskipun itu sangat berat.

Jessica memejamkan matanya dan mengepalkan tangannya erat. Iya menaraik nafas panjang “ katakan bahwa kau sudah tak mencintai ku Kwon yuri” ucap jessica berusaha setenang mungkin menahan amarah nya.

“lihat aku ketika aku bicara padamu kwon yuri!!! Lihat aku!!” ucap jessica dengan penuh emosi

“iya!! Aku sudah tidak mencintai mu lagi. Tidak lagi jessica jung soo yeon!!” jawab yuri dengan tak kalah membentak jessica

Sakit,pedih, kecewa, bingung semua yang jessica rasa kini bercampur aduk. Namun jessica bertahan ia berusaha setenang mungkin dan menahan air mata itu jatuh, ia tak ingin terlihat lemah yang nyatanya memang ia sangatlah lemah dan rapuh. Ia tak ingin terlihat cengeng bagaimanapun rasa kesal di hati jessica menumbuhkan rasa gengsi pada dirinya untuk tak terlihat lemah di mata yuri.

“ucapkan sekali lagi yul” pinta jessica dengan suara bergetarnya menahan amarah, tetap di tatapnya tajam wajah yuri

Yuri menghela napasnya dalam “ aa..aku sudah tak mencintai mu lagi jessica jung ku minta kau pergi dan cari kebahagian mu pada orang lain bukan aku.” Meskipun itu sangat menyakitkan bagi yuri tapi ia tak ada pilihan lain.

Namun tanpa di duga jessica memajukan tubuhnya mendekat yuri menarik tengukuk yuri dan merapatkan bibirnya pada yuri. Ciuman kali ini bukan lah ciuman manis yang biasa mereka berdua bagi, ciuman kali ini adalah ciuman kemarahan, kekesalan dan kekecewaan yang menjadi satu.

Jessica menahan tengkuk yuri untuk tetap menempelkan bibirnya dan bibir yuri, di lumatnya bibir yuri kasar. Yuri berusaha melepaskan ciuman jessica tapi entah kenapa kali ini tenaga jessica seoah lebih kuat darinya.

“hmmppfftt… si..mmptt.. lepaskan” ucap yuri di sela ciuman itu namun jessica tak memperdulikan permintaan yuri rasa kesal dalam hati semakin membuatnya memperdalam ciuman itu. Yuri pun seolah terbawa dan kini tak lagi memberontak ia seakan terbawa saat jessica melakukan ciuman itu padanya.

Sesaat setelah ciuman yang cukup panas antara keduanya jessica pun melepaskan perlahan ciuman itu perlahan membuka matanya dan menempatkan tangannya tepat di jantung yuri.

Jesisica tersenyum sinis “bahkan ini masih sangat berdetak kencang saat kita berciuman kwon yuri” ujarnya sambil menatap dalam mata yuri “dan kau mengatakan kau sudah tak mencintaiku huh?” jessica menggeleng “tidak! Kwon yuri kau bisa membohongi orang lain tentang perasaan mu tapi tidak dengan ku, kau adalah pembohong yang buruk soal cinta Kwon yuri”.

Kata-kata jessica pun membuat yuri menelan ludahnya bodoh kenapa kau tak bisa menutupinya yuri~ahh? rutuknya pada diri sendiri.

“tapi tenang aku akan mengikuti permainan mu yul, apa yang kau mau akan aku turuti. Tapi jangan harap aku mau melepaskan mu saat kau benar-benar tak yakin pada ucapan mu sendiri bahwa kau sudah tak mencintaiku” ucap jessica tenang sembari meninggalkan yuri yang masih berdiri kaku dan merutuki kebodohan yang lagi-lagi kalah untuk menahan keinginannya saat harus menghadapi jessica. Sebisa mungkin ia menahan emosinya, tapi semua itu gagal. Ia menginginkan perpisahan yang ternyata keinginan itu menjadi keinginan palsu baginya. Sangat mustahil ia bisa memutuskan hubungannya dengan Jessica. Semata-mata hanya Jessica lahh sumber cinta baginya.

 

***

Malam hari di dorm SNSD

miyoungie~~~  aku tak bisa tidur lagi” tubuh mungil itu masuk kedalam kamar kekasihnya sambil membawa boneka kesayangannya. Wajahnya terlihat sangat kekanakan.

Tiffany yang sebenarnya baru ingin memejamkan matanya pun sontak membuka matanya saat mendengar suara bernada manja itu, iya tersenyum dan menepuk ranjang seolah memberi perintah pada kekasihnya untuk merebahkan tubuh mungil itu di sampingnya.

Dengan segera taeyeon pun merebahkan tubuhnya di samping tiffany tanpa kata-kata ia memeluk erat tubuh kekasihnya.

“kenapa tak bisa tidur lagi sayang?” tanya tiffany dengan suara lembut dan hanya di jawab gelengan kepala oleh taeyeon.

Taeyeon pun mengeratkan pelukannya pada tiffany, berusaha memejamkan matanya dalam dekapan kekasihnya “ usap bahu belakang ku dan tidurkan aku ppany~ah” pinta taeyeon.

Tiffany pun menuruti permintaan taeyeon dan mengusap lembut bahu taeyeon sambil sesekali mendaratkan kecupan-kecupan ringan pada taeyeon. Menghirup aroma rambut taeyeon yang sangat ia sukai, ikut memejamkan matanya bersama taeyeon. Tak lama taeyeon pun memejamkan matanya dalam pelukan tiffany.

Tiffany selalu tau apa yang membuat taeyeon bisa merasa nyaman dan itu yang membuat taeyeon tak bisa melepaskan dirinya pada tiffany perlakuan kecil tiffany selalu berhasil membuat taeyeon jatuh dalam kesempurnaan hidupnya.

Jam menunjukkann sudah jam 3 pagi taeyeon merasakan getaran di sebelahnya ia berusaha mengabaikan namun semakin diabaikan semakin getaran itu mengganggu taeyeon, karena tak ingin kekasihnya ikut terganggu taeyeon pun melepaskan dekapan tiffany padanya mengambil benda kecil itu dan melangkahkan kakinya ke kamar mandi.

yoboseo..” suara taeyeon yang masih mengantuk pun terdengar serak.

“taeyeon bisakah kau membantu ku?” jawab suara di seberang sana sesaat taeyeon mengangkat telpon darinya.

“ apa oppa,, kau tak lihat ini jam berapa bahkan aku baru tertidur satu jam yang lalu kau tau?” tanya taeyeon kesal

“mianhe.. taeyeon~ aahh. Aku tak tau lagi meminta tolong pada siapa jika bukan kau” jawab lelaki itu.

“hmmm kali ini apa?” jawab taeng malas.

“wooyoung mabuk di bar dan ia tak mau di bawa pulang taeng, dari tadi juga di menyebut-nyebut nama mu. Aku bingung harus bagaimana membujuknya untuk pulang” tutur nickhun.

Ya kini nickhun dan wooyoung berada di salah satu bar ternama di korea, mereka menghabiskan malam dengan berpesta. Dan seperti biasa wooyoung mabuk dan sangat sulit untuk membujuknya pulang.

Hanya taeyeon yang mampu membujuk wooyoung pulang, bisa dikatakan meskipun status mereka adalah mantan kekasih tapi wooyoung sampi detik ini selalu menuruti segalanya yang taeyeon minta.

“hmm araa.. aku akan kesana. Di bar biasa kan? Tanya taeyeon sembari melangkahkan kakinya keluar kamar mandi mendekati kekasihnya yang masih terlelap tidur.
“ya tempat biasa taeng” jawab nickhun, tanpa basa basi taeyeon pun menutup sambungan telponnya sembari membenarkan posisi selimut tiffany dan mencium lembut kening tiffany.

Ia keluar kamar dan memakai hoodie pink yang di hadiahkan tiffany padanya, menyambar kunci mobil dan meninggalkan dorm ke bar yang sudah di sebutkan nickhun.

 

TBC

Say Thank you so much buat sang author Tante Epaaaa yg semangat update ^^

37 thoughts on “This Love [Chapter Three]

  1. yulsic mkin complicated aj deh.
    sedihhhhh, mreka sma2 trsiksa😥
    tp yul akhirny larut dlm ciuman sicca ya. mnndakan bgt klo yul msh amt syang ke sica. please yul jgn tinggaln sicca, cz kbhgian sicca ad pdamu yul😦

    soo ksian dpt 2 jitakn lg dr hyo n yoong yg sblmny udh dpt dr kid leader. poor soo😀
    oke, smga cpt klar tuh kslhphamnny.

    aduhhh, feeling g enk bgt sm hbungn taeny.
    mngkin gra2 si nichkun tlpn ksh kbr wooyoung mbuk. trus tae ngbujuk plg, panny tw tae sm mntan pcarny ad d bar. trus cekcok taeny, ujung2ny mrahan nih. #sinetron abis😀

  2. Wah yuri gak bsa bhong ma jessica……saking cintanya mpi klepek” pas d cium sica….
    Aduh tawng kok prgi sih ntr kena masalah lgi kyak soo =__=semoga aja nggak^^
    Lanjut thor gw nunggu bgt ni next chapx

  3. Anneyoung aq reader bru lam kenal..wah ni ff menyedhkan sekali ada apa dngan yulsic?
    ok dtunggu kelanjutannya! ^_^

  4. annyeong…

    Soo di hajar sana-sini yah😦
    Yulsic complicated banget😦 meskipun mereka belum putus (bnerkan) dan ucapan Jessica itu yg mau mengikuti permainan Yuri?? ckckck
    Taeny kek nya bntar lagi bkl ada drama deh,semisal Soo mungkin yg salah paham..

  5. Ahh.. Buat scene terakhir. Bener bener sweet. Tapi, bener bener punya feeling yang gak enak buat hubungan taeny kedepan. Tahulah. Wooyoung kekeh pengen taeyeon yang dateng. Ahh. Nichkhun, ngapain lagi nelpon tae u.u
    Yulsic. Bener bener pisah nih :((
    Ahh.. Soo semangat buat minta maap sama sunny nih. Harus berusaha #plakk

  6. Yull jgn nangung mslah mu sndri donk lbhh baik omongin ma member laen ea ..
    Sedihh bgt sumpahh liat yulsic hampir putus ..
    Untung sica gx kmkan emosi ..
    Fiuhhhhh …
    Taeng bkin konflik nie …

  7. kayaknya drama di dorm soshi bertambah nih
    belum jga selesai konflik yulsic dan soosun eh udah mau ada konflik lain
    itu kenapa taeng mau sich, jangan2 kejadiannya hampir sama lgi kyak yg soosun alamin, wooyoung kan mabuk jadi bisa ngelakuin apa aja di luar kesadarannya
    kyaknya seru tuh kalo semua couple soshi berantem termasuk yoonyhun, biar gak setengah2 sakit hatinya

  8. hadeeehhhhh,,,,
    yulsic knapa jd gitu,,,, sica sabar ya, tp untung sica ttp yakin klo yul msh sayang ama dia,,,
    Yulsic Jjang….
    kayanya bsk2 Taeny nih yg bakalan ada kesalah pahaman,,,
    hadeehhh

  9. Hiks…hiks T_T yulsic mkin bikin galau aja!

    Kasian soo dapat 2 kekerasan dri yoong dan hyo,rasain siapa suruh balas ciuman hyesung!

    Jngan bilang tar fany salah faham trus taeny juga bakal brantem dan bikin galau??

  10. uhhh…yulsic dan soosun complicated masalahnya,
    yah tae pergi hanya untuk membujul wooyoung…tar kalo fany tau gmn ?🙂

  11. Kyaaa makin ketjeh ajah itu mak jjesjung .. Aku padamu unniee,, luv luv youu *full aegyo😀 nohh..dasar kwonpabo, kemana mana juga pabo kan diia ..ckckck😐 sica~yaa,, kalo punggung taengoo gimana? Bagus juga kan, xixixi *lirik taengsic moment😉 hmmm berasa makin pengen jedotin soo ke tembok deh,, haha😡 ihh..itu tae ke bar menemui wooyoung? Paparazi ckckck ..bisa terjadi sesuatu nwehh🙂 *cari popcorn
    *duduk manis nunggu next update ..😀

  12. makin complicated aja hubungan yulsic, untung aja sica tetep yakin yuri masih cinta ma dia walaupun ujung2nya sica ngikutin permainan yuri, kasian yuri jadi serba salah gitu knp ga omong aja sama member lain buat yari solusinya
    taeny kaya mo mengikuti jejak soosun nih…
    sooyoung bener2 pabo, mang pantes dapet kekerasan dalam rumah tangga kakakak….

  13. yulsic T.T
    aku kretek /?/ bacanya </3
    ini part nyesek thor :"
    oke ditunggu kelanjutaan , Ini ff yang bener2 selalu aku tunggu ~

  14. Yah hub yulsic ribet bin rumit,n rada gk nak Ñε̲̣̣̣̥ε̲̣̣̣ε̲̣̣ε̲̣. Dengan hub taeny selanjut@…
    N ditunggu chaptr slnjut@..
    Gomawo..

  15. nyesek bner klau d posisi yulsic….
    sma2 msi cinta tpi d paksa buat putus… sica bklan ikutin permainan yuri smbil cri sebab knp yuri berubah…

    filing ak taeny bklan slah paham n cekcok nih…

    youngie kasian bner dpt 2 jitakan gratis dr hyo n yoong…

  16. Yulsic complicated banget ye, untung taeny kgak ikut”n…hohoho
    Ge belum tau mau komen apa, gw belum baca chap 1 deh kyaknya, chap 2 gw pernah baca kalo nggak salah #plak #pelupa akut

    Gw balik k chap 1 dulu deh ya,
    Babai thor, jaga kesehatan n keep writing..
    Hwaitiing..!!ヽ(^。^)ノ

  17. hwaaa~ YulSic makin rumit T-T

    Youngie, kamu emg pantes dijitak (O.O)/*(_._)

    “good kisser didorm ini tak lain dan tak bukan adalah taeyeon
    unnie. Walau dia belum pernah tersentuh bibir orang lain selain tiffany unnie. Tapi aku akui, jika kim taeyeonlah pemegang title itu.” :ngakak wkwkwk Byuntaeng dilawan hahaha

    bau baunya sih TaeNy bakal muncul masalah nih gegara wooyoung

  18. hbungan yulsic makin bundel ja nich…😦
    Yul sbnarnya apa sich yg kmu lkuin smpe2 harus ninggalin sica kslahn pa yg kau prbuat seobang?
    Soo ksian amat yak dmarahin sna-sni pda jitakin dia and yg lbih prah lg yoong nglempar dia pkai grpu knp g sklian tu kursi kkk (“^_^)v Peace..
    Wduh akankah da bdai antara taeny smoga ja enggak😥 mami papi plis jgn brtengkar ya ksian anak mu ini(?) -_-”
    Smoga mami fany ntar ngertiin papi taeng🙂

  19. Kasian amat psngan yulsic thor, psti sica lg galau tngkat dewa tuh, wkwkwkw
    tu rsain lo youngie sruh sp ngebls kiss’a hyesung oppa, di lmpar garpu ama yoong kn, untung bkn palu, hahaha
    lnjt thor

  20. sedih bnget liat hubngan yulsic, nyesek baca nih chap:-(:-(:-(
    duh kyknya taeny bakaln rumit jg nih….
    aigooo kasian soo dpt bnyak jitakn:-):-):-):-)

  21. Hadeeehhhhh udah kayak gado-gado ni yulsic ckckckck

    IniI jugaaa bocahh kid mau bikin masalaaahh jugaaa apaaa aigooooooo. .
    Penasaaaraaaaannnnn next partnyaaaa😀

    *ngibriiitttt ke sebelaaahhh dehh*

    Kereeennnnnnnnn thorrrrr (y) feelnyaaa dapeeetttt bingiiiitttt heee

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s