All We Need Is Love [Chapter 2]

Hellooo. here the update. thanks buat kunjungannya, udah mampir juga. spesial thanks buat yang udah comment, it’s mean alot for me, and comment again for my goods🙂 dan maaf kalau typo – typo ^^ nggak panjang-panjang, check it out.

Here the link for the FF from the real Author (Taenggo99) : https://www.asianfanfics.com/story/view/847524/all-we-need-is-love-bomi-taeny-taeyeon-chomi

***

Character :

Kim Taeyeon

Yoon Bomi

Tiffany Hwang

Park Chorong

Lee Sunkyu

Jung Eunji

 

Cater To You – Destiny Child

Take A Bow – Rihanna

Someone Like You – Adele

Mayday Mayday – BoA

Thank You – CNBlue

Wanna Be – Apink

U You – Apink

Day By Day – SNSD

Dear Mom – SNSD

***

Suara yg tak asing dari beberapa langganan menyapa taeyeon sesaat setelah taeyeon masuk kedalam bar. Dia tersenyum menyapa mereka sambil berjalan menuju kearah meja bartender menemui temannya.

“hei youngie~ahh.” dia menempatkan diri dikursi depan bar sambil menatap sooyoung yang sedang meracik mimuman para pelanggan.

“hey taenggoo! Ingin sesuatu?” ucapnya dengan riang melihat temannya.

“nah. Emmhh. Dimana sunkyu?” taeyeon mulai mencari sosok teman baiknya.

“hahh! Yaa! Apa hanya sunny yg selalu kau cari? I’m here you midget!” celetuk sooyoung dengan kesal sambil memamerkan aegyo murahan miliknya.

Taeyeon hanya menatap heran. “damn it! Stop that disgusting face!”

“two margaritas please” suara yang tak asing itu membuat taeyeon menengok keaeah sumber suara, menajamkan matanya pada gadis itu.

“ohh! Ms.hwang!?” dia bertanya terkejut saat menyadari gadis itu adalah tiffany. Tiffany dengan cepat menengok kearah taeyeon. Dia mengangkat alisnya sambil menunjuk gadis yang memanggilnya tadi. “ehh? Ohh! Taeyeon?!” tak berbeda dengan taeyeon. Wajahnya juga terkejut saat melihat taeyeon.

Taeyeon tertawa kecil dan menangguk sebagai jawaban, sedikit kecewa karena tiffany hampir melupakan namanya.

“wow hey. Kebetulan sekali. Taeyeon~ahh. Berhenti memanggilku ms hwang. Looks really old.” tiffany tertawa sembari memamerkan keindahan eyesmilenya. Taeyeon yang melihat itu kembali terpesona.

“who is this?” gadis disebelah tiffany bertanya pelan.

Tiffany mengenalkan sahabatnya, bora pada taeyeon, sebelu sooyoung memberikan minuman pada mereka. Mereka berbincang bincang sebelum taeyeon harus pergi untuk bersiap akan tampil.
Tiffany memandang taeyeon yang berjalan menjauh. Dia mengobservasi masa depan taeyeon saat mereka berbincang. Dia merutuki dirinya kenapa dia

Tidak menyadari kecantikan taeyeon saat sesion dengannya. Matanya yang lucu, hidung, telinga dan…bibirnya. Terlihat sangat cantik.

Disisi lain taeyeon merasa berbeda, kali ini dia merasa sedikit nervous sambil meregangkan otot-ototnya. “ini tak jauh berbeda dari penampilan-pemampilanku yang sebelumnya, tapi kenapa aku merasa sangat nervous. Damn it! Karena dia menonton? Arrgg!! What the hell going here?!” taeyeon merutuki dirinya dalam hati sambil menampar pipinya pelan. Mencoba mengembalikan kesadarannya.

Saat lampu sorot mulai menyala, dia berjalan menuju panggung kecil dengan senyum yang lepas dari wajahnya, disambut dengan tepuk tangan dari para pengunjung club.
“nice too see you again! Haii! Taeyeon menyapa mereka. Teriakan dan tepuk tangan terus mengiringinya.

“malam ini aku ingin menyanyikan sebuah lagu yang bercerita tentang seorang gadis yang menginginkan pasangannya menjadi kebahagiannya. Dan dia ingin memberikan hidupnya pada pasangannya. Jika kalian sudah memiliki cinta itu, pastikan kalian selalu menghargainya. Here for you all. Cater to you”

Let me cater to you

Cause baby this is your day

Do anything for my man

I got your slippers, your dinner, your dessert, and so much more

Anything you want just let me cater to you.

Inspire me from heart

Cant nothing tear us apart

You’re all i want in a man

I put my life in your hand

I got your slippers, your dinner, your dessert, and so much more

Anything you want just let me cater to you

Setelahnya penampilan itu, kembali tepuk tangan meriah dan teriakan dari pengunjung club terus terdengar dan setelahnya pengunjung mulai berteriak “encore encore encore”
Karena suasana hangat malam ini, sunny yang berdiri disamping stage memberikan kode pada taeyeon untuk menanggapi permintaan mereka.

“wooww! You all the best for me! Thanks for all the time. And here! Take a bow” tambah taeyeon sebelum kembali bernyanyi. Memberikan kode pada kru band dibelakangnya.

Oh. How about around of applause?

Standing ovation? Ooh. Oh yeaahh.

Yeah y-yeah yeahh.

You look so dumb right now

Standing outside my house

Trying to apologize

You’re so ugly when you cry

Please, just cut it out

Sekali lagi setelah penampilan selesai, tepuk tangan dan teriakan semakin meramaikan suasana club “thats for today. Thanks and have a great night everyone” ucap taeyeon dengan senyuman yang tak lepas darinya sebelum meninggalkan stage. Orang-orang mulai maju kedepan memberikan tips dikotak besar didepan panggung, merasa sangat terhibur dengab penampilan taeyeon malam ini.

“taeyeon~ahh. Siapa gadis itu?” sunny menyambut tayeon yang baru saja turun dari stage.

“huh? Gadis?” taeyeon bertanya balik mengangkat kedua alisnya.

“eeihhh! I know it! Tatapanmu tak pernah lepas darinya selama penampilan tadi”

“ahhh!!?? Kau menyadari itu? Damn it you midget! Stupid me!” taeyeon tak bisa menyembunyikan wajahnya yang memerah karena godaan sunny.

“who is she?” sunny kembali bertanya.

“tiffany” setelah dia berucap, satu tepukan lembut dipundaknya membuatnya berbalik. Tekejut melihat tiffany yang kini berada dibelakangnya. “taeyeon~ahh! Tadi itu sangat cantik. Aku tak tau kau punya suara seindah itu.” tiffany memuji. Membuat wajah taeyeon semakin memerah.

“ahhhh. T-thanks. Aku senang kau menikmatinya.” ucapnya. Dia menghela nafas lega karena lampu yang redup. Dia tak ingin tiffany melihat wajahnya yang terlihat seperti tomat sekarang.

Taeyeon memperkenalkan tiffany pada sunny sebelum sunny pergi untuk mencari sooyoung dan meninggalkan mereka berdua sambil memberikan wink pada taeyeon sebagai kode.
Saat mata mereka terkunci satu sama lain, mereka bertatapan sesaat bersamaan dengan
Yang sudah mulai awkward.

“umm. Kalau begitu aku pamit taeyeon~ahh. Bora menungguku diluar. Sampai bertemu lagi. And your performance really beautifull. I’m your fans now.” ucap tiffany kembali tersenyum dengan eyesmilenya yang indah. Membuat taeyeon berbunga-bunga.

“take care tiffany”

***

Bomi terus memperhatikan sekitar sambil sesekali melihat jam ditangannya. Mencoba untuk menemukan kakak tercintanya.

“bom~ahh!” suara itu membuat bomi menengok kebelakang melihat kakaknya yang kini sudah memeluknya. Memberikan senyuman pada kakaknya dan berjalan bersama menuju ke gedung fakultas music.

Dia mendengar dari eunji bahwa sekarang department music sedang mencari vocal trainer untuk mengganti guru senior yang akan pensiun. Dan dengan segera menyampaikan info itu untuk kakaknya. Dan dengan mudah taeyeon lolos interview. Yaa. Tak diragukan lagi kemampuan dari kakak kesayangannya itu.

Taeyeon menerima tawaran itu karena dari sisi payment dia akan mendapat lebih besar daripada private vocal yang dia tekuni. Dan yang terpenting taeyeon bisa lebih sering bertemu bomi walaupun mereka berbeda gedung.

“aku tau kau akan terkenal dengan cepat disini unnie. Berhenti panik seperti itu.” bomi tertawa kecil melihat tingkah kakaknya. Tayeon selalu panik jika dia dalam state nervous “aku terbiasa mengajar satu orang, dan sekarang aku harus mengajar 1 kelas. Omaigaad!” rengek taeyeon.

“ohh! Heyy bomi!” dua gadis itu menengok ke sumber suara bersamaan. “o-ohhh! Baekhyun. Hi!” bomi sedikit terkejut. Taeyeon menahan tawanya melihat adiknya yang sekarang memerah.
Baekhyun menatap taeyeon setelahnya kembali pada bomi “ahh. Dia kakakku. Taeyeon. Ani. Ms kim.” bomi menatap malu pada kakaknya.

“ewww. Ms Kim? Terasa sangat aneh jika panggilan itu keluar dari mulutmu” bisik taeyeon sebelum menatap baekhyun “hi! Baekhyun. New vocal trainer disini. Oh! Apakah bomi mempunyai reputasi buruk disini?” pertanyaan itu membuat bomi memukul pelan lengan taeyeon.

Baekhyun tertawa “nah. Dia sangat terkenal sebagai energy pill, sangat ceria” kalimat itu membuat bomi semakin memerah membuat taeyeon bergidik melihat tingkah adiknya.
Panggilan dari teman baekhyun membuatnya harus pergi. Membuat taeyeon kini lebih puas menggoda adiknya.

“kalian terlihat lucu” ucap taeyeon dan kembali menghadiahkan pukulan dilengannya.
Bomi berpamitan padanya untuk menuju kegedungnya. Membuat taeyeon kembali panik. Dia hanya berdiri didepan pintu kelas sambil terus-terusan menghela nafas. Menghinotis dirinya sendiri supaya berkurang rasa nervousnya.

Taeyeon mulai memperkenalkan diri didepan kelas sebelum memulai. Dia merasa lega karena
Baekhyun ternyata ada dalam kelasnya. Dan dia akan diberondong banyak pertanyaan oleh bomi jika tau baekhyun ada dikelasnya.

Kelas hari ini terasa lancar baginya. Disaat dia diminta untuk bernyanyi. Taeyeon tak menilak dan memperlihatkan sisi profesionalnya sebagai dosen dan juga sebagai penyanyi.
Seisi kelas terkagum pada suaranya membuat banyak pertanyaan yang mereka lontarkan untuk taeyeon.

Sesaat setelah kelas usai. Baekhyun menghampiri taeyeon. ” emm. Ms kim bisa aku minta contact-” belum selesai baekhyun berucap taeyeon memotong. “ahhh. Bomi?” baekhyun hanya mengangguk sebagai jawaban.

“sangat lebih baik jika kau menanyakan langsung padanya” taeyeon memberikan senyumnya pada baekhyun.

“ahhh. Okay ms kim. Emm. Kau memiliki suara yang indah by the way ms kim”
Taeyeon berterimakasih padanya sebelum beranjak dan merasa senang dalam hati karena mendapat berita baik untuk adiknya.

***

Suara desahan kerasa beberapa kali terdengar olehnya. Membuat dirinya merasa penasaran dan bangun dari kasurnya. Berjalan pelan menuju keruangan dimana sumber suara itu. Suara itu berasal dari kamar ayahnya. Pintu yang sedikit terbuka membuat suara itu terdengar lebih kerasa. Taeyeon sedikit ragu untuk mengintip, tapi rasa penasaran membuatnya tak menghentikan langkah.
Dia tak pernah menyesali apa yang dia lakukan saat itu.

Dia kembali ke kamarnya, memastikan bahwa bomi masih berada dalam alam mimpinya. Dia menarik selimut hingga menutupi seluruh tubuhnya. Apa yang dia lihat dan apa yang ayah dan ibu tirinya lakukan dia bisa memahami itu dan tau. Itu adalah kenyataan dimana ayahnya memang sudah bisa beranjak dari masalalu dari mendiang ibunya. Dia merasakan amarah dari dirinya yang begitu besar untuk ayahnya. Bagaimana mungkin semudah itu untuk melakukannya dengan orang lain. Apa itu cinta?

Tapi sembari waktu berjalan taeyeon merasakan bagaimana tatapan ayahnya untuk ibu tirinya itu sangat berbeda saat bersama dengan ibu kandungnya.

“aku merasa ayahku melakukan itu karena terpaksa. Aku merasa ayah hanya mencintai mendiang ibuku dan tidak pernah bisa beranjak darinya. Dan aku tau mengapa wanita itu mau bersama dengan ayahku. Uang. Aku melihat bagaimana terkejutnya saat pengacara ayahku mengumumkan bahwa dari 70% hartanya diberikan padaku. Yeahh. Dan akhirnya dia mengambil semuanya.” taeyeon tertawa pahit mengingat bagaimana tingkah laku ibu tirinya.

Tiffany mengangguk menanggapi cerita taeyeon dan mempelajari kisah dari gadis dihadapannya. Dia merasa lega karena ayahnya tidak ingin mencari pengganti dari mendiang ibunya.
“what is love for you taeyeon~ahh?”

pertanyaan itu membuat taeyeon terdiam sesaat. Tak tau harus menjawab apa. Setelah kepergian ibunya, dia tak pernah merasakan cinta lagi.

“i dont know. Emhh. Aku tau banyak orang yang mencintaiku dari berbagai sisi. Tapi apa yang kurasakan entahlahh. Apa aku membuatmu bingung?”

“nope. Aku tau kau taeyeon~ahh. Cinta memang sulit untuk dijelaskan karena itu adalah
sebuah perasaan. Dan saat ini aku rasa kau kehilangan kepercayaan dengan cinta itu. Karena jika kau memberikan cinta makan kau akan takut jika terabaikan” jelas tiffany. Perkataan itu membuat taeyeon kembali mengingat ibu kandungnya. Betapa besar cintanya untuk sang ibu.

“kau harus bisa melawan rasa takut ini taeyeon~ahh. Ahhh. Kau selalu bercerita tentang adik tirimu. Kau bilang kau begitu bangga padanya dan kau selalu bersikap protective padanya. Kau mencintainya tae. Adikmu adalah bukti bahwa cinta itu ada untukmu”. Pikiran taeyeon seketika merasa hangat saat mengingat adiknya. Ya. Dia sangat mencintai adiknya. Dia merasa hanya adiknyalah satu-satunya cinta yang dia miliki saat ini.

“thanks tiffany.” ucapnya bangga. Waktu berlalu dan banyak cerita dari dirinya yang dia bagikan pada tiffany dan itu membuat taeyeon merasa penasaran juga pada tiffany. Dia ingin mengetahui lebih tentang tiffany.

“that’s what are friend for right? Aku akan selalu ada untukmu taeyeon~ahh.” balas tiffany sambil memamerkan eyesmilenya. Taeyeon merasakan dadanya berdegup cepat setelah mendengar ucapan tiffany.

“tiffany. Apa kau ada waktu kosong besok? Dinner? Adik kecilku sangat ingin bertemu denganmu. You’re an idol for her.” ucap taeyeon. Dia merutuki dalam hati tentang keberanianya. Sudah menjadi nalurinya saat dia berhadapan dengan tiffany. Ada rasa yang begitu besar untuk tiffany.

“ahh! Sure!” dengan senang hati tiffany menerima karena memang itu yang dia inginkan.

“allright! I’ll text you for the time and place.” ucap taeyeon sembari keluar dari ruang terapi. Menyembunyikan wajahnya yang memanas sambil melonjak kegirangan. Disisi lain tiffany tak berhenti tersenyum.

“that’s cutie girl” Entah apa yang ada dipikirannya saat ini yang jelas tiffany hanya ingin ada untuk taeyeon apapun yang terjadi.

***

“mau kemana kauu!!?” dia mendengar suara ibunya sebelu. Keluar dari rumah.

“dinner dengan taeyeon unnie” dia menjawab tanpa berbalik melihat ibunya. Dengan cepat dia menutup pintu rumah tak ingin mendengar apapun jawaban dari ibunya.

Disisi lain taeyeon sudah terduduk dihalte bus sambil menunggu adiknya. “unnieee!!” teriak bomi riang.

Taeyeon menoleh kearah adiknya dan tersenyum hangat. Memberikan pelukan untuk adiknya.
“unnie, apa aku sudah terlihat cantik?” bomi memamerkan pakaiannya yang ia kenakan. Taeyeon menelusuri setiap inchi dari tubuh adiknya. “you always looks beautifull bom~ahh. Looks like me indeed” celetuk taeyeon. Bomi memukul pelan lengan taeyeon mendengar ucapannya.

Mereka berjalan menuju restaurant yang telah dipilih untuk bertemu tiffany. Mereka berangkat lebih awal, and surprised. Ternyata tiffany datang lebih dahulu dan berdiri didepan restaurant.

“Hi! Tiff. Apa kami membuatmu menunggu lama!” tanya taeyeon khawatir.

“nope! Aku baru saja sampai. Dont worry.” dia memastikan gadis dihadapannya tidak terlihat murung sebelum menatap bomi “ohh! Kau pasti bomi?”

“hello tiffany sunbae. Yes. I’m bomi” bomi memberikan bow memberi salam pada tiffany “ohh! Itu terlalu formal.” balas tiffany sambil tertawa pelan.

Melihat mereka berdua taeyeon hanya tersenyum. Dan menarik mereka berdua masuk kedalam restaurant.

Setelah mereka memesan makanan. Mereka menghabiskan waktu berbincang-bincang. Dan bomi terlihat begitu nyaman dengan tiffany. Taeyeon terus mengamati mereka berdua, dia tidak habis pikir karena mereka berdua begitu mirip. Kedua gadis itu sangat berlawanan dengannya. Mereka berdua sangat berisik, easygoing, dan selalu tertawa sambil memamerkan eyesmilenya.

“so tiffany unnie. Bagaimana dengan kakak tercintaku ini?” celetuk bomi disela-sela kunyahanannya.

“pertanyaan macam apa itu?” pertanyaan itu membuat taeyeon tersedak dan terbatuk membuatnya menatap tajam kearaha bomi.

“what? Aku hanya ingin tau kau bersikap baik terhadap my beloved Senior” jawab bomi dengan wajahnya yang polos. Taeyeon tau jika sekarang adiknya sedang menggodanya.

“beloved? Bagaimana denganku? Huh! Anak ini!” taeyeon bercanda menggeleng-gelengkan kepalanya seakan akan kecewa dan bomi hanya menjulurkan lidahnya menggoda kakaknya.

Melihat itu membuat tiffany tertawa. Bagaimana lucunya mereka berdua berinteraksi. “cute”
Ucap tiffany dalam hati. “unniemu sangat lucu. Membuatku terhibur dengan candaanya. Kurasa kita akan menjadi teman yang baik jika kita sering menghabiskan waktu bersama. Right tae?”

Mendengar jawaban itu membuat taeyeon memerah seketika. Dia berusaha menyembunyikan wajahnya dengan terfokus pada makanannya.

Setelah selesai mereka menghabiskan makanan mereka dan waktu mereka untuk pulang. “tae. Kau mau mencoba menyetir?”

Mendengar itu, bomi menatap kakaknya sejenak. Dia tau bahwa tiffany hanya membantu taeyeon menghilangkan luka dan ketakutannya. Bomi meleyakan telapak tangannya dipundak taeyeon. Memberi dukungan pada kakaknya “kami percaya padamu unnie. Kau pasti bisa” ucap bomi. Taeyeon merasa tergerak. Tak ingin mengecewakan mereka berdua.

“i trust you” ucapnya sambil menatap hangat tiffany dan selanjutnya memberikan senyuman pada bomi.

“aku bangga padamu unnie” bomi tak berhenti tersenyum melihat kakaknya merasa lebih baik dab berani.

Sesampainya didepan ruamh bomi taeyeon memberikan goodbye hug untuk adiknya. “kim taeyeon! Janga. Kau coba mendekati anakku!!” ibu tirinya keluar dengan amarahnya membuat mereka berdua menghentikan pelukan mereka. Taeyeon menarik tangan bomi mundur dibalik tubuh mungilnya.

Meremas pelan genggaman ditangannya mengisyaratkan pada bomi untuk tidak khawatir. “umma! Kau mabuk! Hentikan itu” bomi yang tau keadaan ibunya mencoba melerai peperangan perasaan yang sedang terjadi.

Tiffany keluar dari mobil berjalan pelan menuju taeyeon, menatap khawatir. “it’s okay” ucapan pelan itu membuat tiffany sedikit tenang.

“yoon bomi! Masuk kedalam!”

Bomi melepaskan genggaman taeyeon menatap taeyeon hangat. “aku akan baik-baik saja unnie. Dont worry. Tiffany unnie, bawa pulang kakakku dengan selamat please. Aku senang hari ini” ucap bomi sambil berjalan menjauh. Tiffany mengangguk

Bomi melepaskan genggaman taeyeon menatap taeyeon hangat. “aku akan baik-baik saja unnie. Dont worry. Tiffany unnie, bawa pulang kakakku dengan selamat please. Aku senang hari ini” ucap bomi sambil berjalan menjauh. Tiffany mengangguk.

“jika terjadi apa-apa dengannya. Aku tak akan tinggal diam, umma” ucap taeyeon sarkatis sambil menatap tajam ibu tirinya.

“dia anakku. Aku berhak atasnya” ibu tirinya menatap balik taeyeon. Bomi yang marah melihat itu berjalan cepar kearah ibunya dan menariknya masuk kedalam rumah. “take care unnies”

“dia akan baik-baik saja. Dia anak yang pintar benar?” ucap tiffany. Taeyeon tersenyum dan mengangguk sebagai jawaban.

-tbc-

31 thoughts on “All We Need Is Love [Chapter 2]

  1. Eeeerrrr taeny malu malu nih 😆
    Bomi sayang banget ya sama taeng 😔 tapi itu ada baekhyun 😑

    Semoga bakal selalu ada sweer moment diantara merekaaaa. Gue degdegan banget thor ini moment” taeny. Kkekkeeke

    Ibu tiri taeng bener” brengsek sekaliii. Huaaaaa *tinju*

  2. annyeong
    Hahahhahhaha wkwkwkwkk ktwa dech lhat intraksi taeny malu malu mau nya itu bkin gmesssss,,,,,,,smpat ngak fokus bca sdkit intraksi tae sm bebek iuhhhhhhhhh gmn y ssah bwat d jelaskan,,,,,,duhhhh taeny itu bnr2 mnis hal kecil tp pnuh mkna,,,dan bwat umma ny bomi smga cpt smbuh dri gila alkhol ny,,dan sdar klw tae itu ank yg baik dan bsa jdi kk yg dpat mlindungi bomi,,,,
    Lnjut dech dtunggu
    Tttap smngatttt cuy
    Gomaomao,,,

  3. Choorong Choorong ny cpt2 d keluar-in dunk thor.. mudah2an ni ff ga stak d tengah jln kaya ff ff yg laen ny yak thor.. xixixixi..

  4. awww taeny msh malu” nih,,,
    ck jgn sampe ntar baek malah suka ama ms kim -_-
    aduuuh tuh si umma ganggu aja dah,,taeng mending bomi lu bawa aje,,

  5. asikkk taeny sah mulai deket, kayanya taeyeon juga udh memendam perasaan suka nya tuhh,, mereka malumalu gituuuu..
    ish, kenapa taeyeon ama bomi cute banget sih kalo berinteraksi gituuuuu hehehe ^_^

  6. taeny sdikit ada kmajuan mskpun msh sling mendam rasa ehem ehem ohoy haha
    waduh khwatir gw ma boomi , tkt d apa2in ma emaknye , sadis dasar !!

  7. lucu liat kelakuan taeny mirip remaja yang baru jatuh cinta, malu2 mau gitu hehe…
    ada si bebek jg disini lucu bgt, kyknya baek suka jg tuh sm bomi buktinya minta contact nya bomi…next dah^^

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s