All We Need Is Love [Chapter 3]

hai hai hai. kembali lagi nihh.. hohoho… terikamasih sekali lagi buat readers yang udah pada mampir khususnya yang udah pada comment, maaf kalau belum isa bales satu-satu. but i really appreciate it. dan maap jika agak aneh bahasanya, yaa karena belum sepenuhnya dapet feel buat nulis. tapi saya tetep usahain dan lanjutin. maap kalau banyak typo. maklum udah tuak. hahahaaha xD enjoy all!🙂

Here the link for the FF from the real Author (Taenggo99) : https://www.asianfanfics.com/story/view/847524/all-we-need-is-love-bomi-taeny-taeyeon-chomi

***

Character :

Kim Taeyeon

Yoon Bomi

Tiffany Hwang

Park Chorong

Lee Sunkyu

Jung Eunji

My Darling – Apink BnN

Secret – Apink

Letter To You – Aurette and The Polska Seeking Carnival

This – Ed Sheran

When You Love Someone – Endah and Rhesa

I Love You Anyway – Mocca

I think I’m In Love – Mocca

Everyday Love – SNSD

Girls – SNSD

Stay Girls – SNSD

Not Alone – SNSD

OMG – TaeTiSeo

***

Tiffany menyelesaikan pidatonya dengan senyumannya, dan disambut meriah oleh tepuk tangan dari para siswa. Dia memperhatikan keramaian yang berkumpul di auditorium dan menemukan bomi yang duduk dibarisan paling depan yang sedang mengacungkan ibu jari untuknya.

Ini adalah salah satu acara tahunan yang diadakan oleh facultas psikologi, dan tiffany ditunjuk oleh pihak universitas untuk berpidato sebagai alumni.

Dia kembali duduk dikursinya dan acara itu berlanjut. Dia merasa sangat terhormat diberi kesempatan untuk bisa berbicara didepan mahasiswa dan dosen sebagai alumni dan juga merasa bangga pada mereka yang juga diberi kesempatan sama sepertinya.

Setelah acara selesai, tiffany ditahan oleh keramain yang ingin meminta berfoto bersama, dan dengan senang hati tiffany mengiyakan. Dia melihat bomi masih terduduk menyaksikannya. Ulasan senyum diwajah bomi trrlihat begitu merekah. Bangga.

Setelah sesi foto-foto selesai dan tiffany mengucapkan goodbye pada mereka, dia mendengar suara bomi “the famous tiffany sunbae!”

Tiffany berbalik badan “oh bomi hobae! Ohh! Aku harus pergi. Tak ada waktu untuk foto bersama, mungkin lain waktu.” candanya.

“heol. Siapa yang bilang ingin berfoto bersama?” ejek bomi.

Tiffany mengangkat alisnya “ohhh! Jadi karena sekarang ada taeyeon, kau berbicara seperti ini padaku? Kukira kau mengidolakanku bom~ah”

“kau tetap idolku unnie. Tapi karena kau menyuruhku memanggilmu unnie, jadi aku akan memperlakukanmu sebagai unnieku! Ahhh. Bicara soal tae unnie, do you wanna find her? Aku berencana menemui temanku di fakultas music.”

Tiffany dengan senang hati menerima tawaran bomi, merangkul bomi seperti adiknya berjalan dengan riang tak lepas senyum dari wajahnya menuju fakultas music yang berbeda beberapa blok saja.

Dijalan tiffany menanyakan tentang hubungan bomi dengan baekhyun karena penasaran. Bomi menghela nafas karena ternyata taeyeon menceritakannya pada tiffany. Walaupun dia merasa sebal, disisi lain dia juga merasa bangga karena sekarang kakaknya sudah mau terbuka. Membuat kekhawatarin bomi berkurang saat melihat bagaimana kakaknya yang dulu, yang selalu menyimpan semua tentangnya sendirian.

Dan itu juga dirasakan oleh tiffany, dia juga merasa senang dan bangga merasa ingin menjadi lebih dari teman dengan taeyeon. Lebih dari yang istimewa.

Saat mereka berjalan dalam koridor mereka mendengar suara yang tak asing walaupun dari kejauhan terdengar begitu lembut. Dan mereka berdua yakin suara itu adalah milik taeyeon.
Seketika bomi berbinar-binar “ahh! Taeyeon unnie pasti ada disini unnie”.

Setelah mereka mengintip pintu studio terlihat sosok perempuan berdiri disitu sedang bernyanyi sambil memegang teks lagu ditangannya.

Bomi meletakan telunjuk dibibirnya mengisyaratkan tiffany untuk diam sambil membuka perlahan pintu studio.

Pintu studio sedikit berisik saat terbuka, tetepi taeyeon tidak memperdulikannya karena konsentrasi bernyanyi.

Saat taeyeon menghentikan nyanyiannya dan kembali mempelajari teks lagu, bomi berteriak kencang sambil mengangkat kedua tangannya diatas “UNNIEEEEE!!!”

Taeyeon berteriak dan hampir terjatuh karena terkejut sebelum berbalik badan dan melihat adiknya tertawa lepas dan puas.

“YA! Yoon Bomi!!!” taeyeon memberikan death glarenya sebelum menangkap bomi dan mengurung bomi dengan jurus heaslock miliknya, membuat bomi berhenti tertaws karena kehabisan udara.

Taeyeon menengeok dan melihat tiffany tertawa dengan gaya khasnya. Tertawa tanpa suara sambil bertepuk tangan dengan eyesmilenya.

Dan jurus headlock sekaramg berubah menjadi pelukan. Taeyeon dengan sengaja menepuk-nepuk butt milik bomi.

Tiffany yang sudah puas tertawa maju mendekati mereka berdua “that was really beautifull tae. Aku bisa merasakan emosimu dalam lagu tadi. Gosh! Kenapa kau tak menjadi penyanyi?”

Bomi merengek dan melepaskan pelukan dari taeyeon karena kakaknya mulai mencubit-cubit buttnya. “aaihhhh! Stop it byuntae!”

Taeyeon terkikik dan menampar pelan bomi’s butt “thanks fany~ahh. Ini sudah menjadi seperti pekerjaan sampinganku.” taeyeon menjawab pertanyaan tiffany.

“yeahhh! Aku akui. She is the best singer in the world, but still a pervert too.” celetuk bomi sambil bersembunyi dibalik tiffany.

“yang aku maksud seperti penyanyi. Memproduksi album dan menggelar concert. Dunia sangat merindukan suara seperti yang kau miliki.

Pujian tiffany padanya membuat Taeyeon menyeringai ” kau menyanjungku terlalu berlebihan fany~ah. Anyway. Bom~ah. Tadi eunji bilang akan menemuimu.”

Dengan wajah kaget bomi tergesa berlari keluar ruangan meninggalkan keduanya yang melihatnya dengan bingung. Taeyeon tau bagaimana eunji jika sudah terlalu lama terabaikan. Bisa saja bomi dimakan habis olehnya? Hanya tersisa tulang belulang.

“fany~ahh. Apa kau bisa membantuku?” taeyeon bertanya sambil melihat teks lagu miliknya.
Tanpa berpikir panjang tiffany mengangguk.

“bisakah kau menyanyikan lagu ini bersamaku?”

“EH. WHAT?” tiffany membelalakan matanya terkejut. Taeyeon tertawa kecil sambil menjelaskan lagu itu akan dinyanyikan duet bersama sunny di club tapi dia tidak bisa berlatih dengan benar tanpa partner yang menyanyikan bagian milik sunny.

Setelah banyaj bujukan sari taeyeon, tiffany setuju. Pertama kali dia merasa sangat malu tapi setelah mengulang beberapa kali, dia bisa menemukan emotionnya dalam lagu itu.

I don’t know how long

It’s been since we’ve loved each other

I still don’t know your heart for sure

I’m laughing like it’s okay

But in reality, I’m not

Why is my heart like this, like this, I don’t know

You’re the hot sun and in front of you I’m ice

I melt from your gaze, my anger releases

You’re the brilliant moon, my steps toward you

I fell in love, Baby you’re my Darling

 

My eyes are wet from tears

I was originally arrogant until I met you Woo

Don’t make it hard for me, it hurts

I love you so much (I’m so sad)

You, please know my heart

 

Taeyeon terkagum mendengar suara husky milik tiffany. Riffany yang bernyanyi sambil memejamkan mata, memberikan emosi tersendiri saat bernyanyi. Sama sepertinya yang selalu memejamkan mata mencerna setiap lyric yang terucap.

Setelah mereka selesai berduet, tiffany menutup wajahnya “ahhh this is so embarrassing. Aku bernyanyi jika saat aku sedang sendirian.”

Tiffany merasakan tangannya ditarik dengan perlahan dan menatap wajah gadis dihadapannya. “that was awesome fany~ah! Kenapa kau menyembunyikan suara seindah itu?” tayeon tertawa kecil.
Taeyeon kembali merasa senang karena menemukan something new dari gadis bereyesmile didepannya. Gadis yang sudah membuatnya merasakan hal yang berbeda.

***

Kuliah telah usai, bomi berjalan lenggang tanpa arah didalam kampus, karena rasa penat dan lelah dengan mata kuliah yang diambilnya. Jam menunjukan pukul 4pm dan dia tidak berpikiran untuk pulang. Eunji sedang ada project dan dia harus pergi bersama teman kelompoknya, membuat mereka berdua tidak bisa menghabiskan waktu bersama.

Itu bukan berarti bomi tidak mempunyai teman lain, karena bisa disebut bomi cukup populer di kampusnya. Dia hanya sedang butuh waktu sendiri karena merasa lelah menjadi energy pill bagi teman-teman lainnya. Satu-satunya teman yang tau luar dan dalam dirinya tak lain dan tak bukan ialah eunji, dimana dia bisa terbuka pada eunji.

Bomi berpikiran ingin mengunjungi unnienya karena dia tau hari ini taeyeon tidak ada jadwal private lesson, dan pasti masih ada di kampus.

Dia menengok kekanan dan kekiri dan menyadari saat ini sedang berada di fakultas kesehatan, dimana dia belum pernah mengunjungi fakultas itu karena memang tak ada keperluan apa-apa. Dia melihat ayunan ditengah taman dan merutuki kenapa di sekitar fakuktasnya tidak ada yang seperti itu.

Dia meletakkan dirinya disisi kanan ayunan, mulai mengayun perlahan sambil menatap kosong taman yang mengelilinginya. Memikirkan tentang betapa frustasinya masalah dirumah.

Dia benci karena kenyataannya dia merasa sangat lelah melakukan apapun saat dirinya menghabiskan waktu luangnya untuk mencari kerja sebagai tumpuan keluarga, biaya kuliah dan untuk membayar berbagai hutang ibunya. Cafe dimana dia bekerja sekarang sudah banyak pegawai. Jadi dia hanya bekerja saat weekend saja.

Ucapan taeyeon kembali terngiang dipikirannya. Taeyeon mengatakan untuk tidak khawatir tentang masalah keuangan, karena dia akan membantunya. Tapi bomi merasa, dia tak ingin terus-terusan bergantung pada unnienya.

Dia menunduk melihat kedua kakinya yang terayun. Berpikiran ingin mencari pekerjaan lagi. Dan sekali lagi, jika dia membayar hutang-hutang ibunya, ibunya tetap tidak akan berhenti berjudi, dan lebih parahnya adalah karena ibunya alcoholism.

Dia merasa cukup kuat untuk bertahan tetapi tidak bisa melawan balik, karena itu adalah ibu kandungnya.

Dia menghela nafasnya lagi karena beban pikiran itu sambil memejamkan matanya. Beberapa saat dia mendengar hela’an nafas.

Sekali, duakali, tigakali… Bomi membuka matanya dan menengok sebelahnya. Seorang gadis dengan rambut hitam panjang, poni yang menutupi dahinya terlihat lebih muda darinya, duduk diayunan disampingnya.

Gadis itu juga sedang memandang kosong kedepan. Boki terus memperhatikannya. Dia terlihat seperti bidadari. Pikiran bomi terganggu saat terdengar kembali helaan nafas dari gadis itu.

“hey! Stop sighing! Feel depresing you know.” sifat bomi yang blak-blak kan tak bisa menghentikan omongannya.

Gadis itu menengok kearah bomi dan menatap bomi tajam, sebelun kembali pada pandangan kosong yang sebelumnya. “kau juga melakukannya!”

Bomi menggigit bibirnya menyeringai malu-malu saat dia tau apa yang dikatakan gadis itu benar. “itu berarti kita berdua sama-sama sedang depresi. Yoon bomi, you?”

Gadis itu terlihay ragu-ragu sesaat sebelum bergumam “Park chorong”

Bomi hanya mengangguk menanggapi “so, apa yang sedang kau pikirkan? Wanna share?”

“aku rasa tak ada perlunya aku berbagi cerita denganmu” jawab gadis itu dingin.

Bomi mengangkat alisnya menanggipi bagaimana dinginnya gadis itu, tapi dia biarkan. Tiba-tiba muncul pikiran gila dari otaknya.

Dia berdiri menggapai tangan chorong menariknya untuk berdiri dari ayunan “let’s have ice cream! My treat!”

“wha-yaahh!! Lepaskan aku!” chorong hendak berteriak dan meminta tolong sebelum bomi menatapnya dengan senyumnya yang lucu. “it’s my treat. Bagaimana bisa kau menolak sebuah ice cream pada cuaca yang terbilang gerah seperti ini.”

Chorong menyerah dan membiarkan bomi membawanya kemana dia akan pergi.

Chorong mengistirahatkan kepalanya ditelapak tangannya, sikunya berada diatas meja. Dia menatap sambil menghela nafas ketika melihat bomi kembali kemejanya sambil membawa 2 cups ice cream.
Bomi terkikik dan memberikan sendok padanya.

Mereka menyantap dalam diam sebelum bomi mencoba bersuara “kau tidak menyukainya?”
Chorong melihat kearah bomi. Merasa sedikit gusar karena melihat bomi yang mencoba membuatnya tenang. Bomi mencoba untuk membantunya, tapi dirinya tidak ingin peduli dan bersikap dingin.

“nah. Hanya saja aku merasa aneh karena bersama orang asing dan makan ice cream bersama” chorong kembalo menghela nafas dan memainkan ice creamnya.

“well. Aku tau kau park chorong and kau tau aku yoon bomi. Jadi kita saling kenal. Jangan khawatir. Unnie tidak akan membuatmu keracunan dengan ice cream ini.”

Chorong mengangkat alisnya “unnie?”

“yeahh. Kau bisa memanggilku unnie. Tak perlu terlalu formal.” bomi mengulas senyum dengan eyesmilenya.

“emhhh. Berapa umurmu?” chorong bertanya meremehkan

“21. Why?”

“i’m 23 kid! Damn you!”

Mendengar itu bomi meminta maaf dengan wajahnya yang memerah merasa malu. “woaahh. Slow down unnie. I’m sorry okay. Kau terlihat lebih muda dariku unnie.”

Mereka melanjutkan menghabiskan ice creamnya dalam diam. Dan bomi merasakan keringat didahinya karena sedikit takut pada senior dihadapannya kerena tingkahnya. Dia merutuki dirinya sendiri dalam hati karena sedikit tidak sopan.

Mereka masih terduduk disitu dalam diam setelah ice cream mereka lenyap. Mereka berdua tak saling pandang. Bomi masih terus merutuki dirinya dalam hati karena menyeret seorang senior.
“aku harus pergi. Thanks for the ice cream. Here.” chorong beranjak dari tempatnya sambil menaruh beberapa uang diatas meja sebelum pergi.

Bomi hanya terdiam. Merasa sedikit lega setidaknya karena kini dia bisa merutuki dirinya dengan sedikit leluasa.

“that’s unnie is cute” gumamnya.

***

Taeyeon mengusap dahinya mencoba mencari solusi. Dia berencan bernyanyi duet dengan sunny malam ini. Sudah menjadi kebiasaan mereka tampil berdua setiap bulannya karena sunny adalah pemilik bar ini.

Dan sunny sedang tidak sehat hari ini. Suaranya yang parau karena flu membuatnya tak bisa tampil malam ini.

Taeyeon tak bisa menyalahkan sunny karena sunny biasanya menjaga kesehatannya dengan baik. Itu mungkin memang kondisi sunny yang tidak sehat.

Taeyeon teringat saat latihan duet dan mengira tiffany akan sangat baik untuk menggantikan posisi sunny. Karena memang terbukti kemampuan tiffamy sedikit diatas sunny jika masalah vocal.
Taeyeon tidak mau mengecewakan para pelanggan yang kembali memenuhi bar.

Bar milik sunny ini sedikit berbeda dari bar yang lain. Kare a disini siapapun boleh unjuk gigi. Sudah banyak band-band dan penyanyi yang tampil dan itupun juga para pelanggan yang tampil. Saling menikmati karena mereka disini menghargai kemampuan masing-masing dari seseorang. Bukan hanya menanyi, tapi juka bermain alat musik, atau dance, dan sebagainya. Karena itulah taeyeon tak ingin mengecewakan mereka semua.

Tersisa 10 menit sebelum penampilan taeyeon. Dia kembali harus membujuk tiffany beberapa kali untuk tampi duet bersamanya. Taeyeon beberapa kali meyakinkan tiffany jika mereka semua akan menyukai suaranya. Karena memang tiffany mempunyai skill. Karena dorongan tayeon dan teman-temannya tiffany tak punya kekuatsn untuk menolak. Akhirnya dia mau untuk berduet. Dan lagu yang dipilih taeyeon memang pernah dinyanyikan bersama dengannya. Jadi tak perlu waktu lama untuk penyesuaian.

“thanks fany~ah!” taeyeon dengan refleksnya memeluk tiffany, lalu menggandeng tangannya berjalan menuju backstage.

“calm down and look at me. Dengar, suaramu indah. Kau bisa melakukan ini dan aku yakin mereka akan menyukaimu. Trust me!” perkataan taeyeon membuat tiffany merasa tenang walau sekarang rasa grogi memenuhi dirinya. Tapi dia percaya pada taeyeon dan dengan itu saatnya mereka berdua melangkah keluar menuju stage.

Tepuk tangan dan teriakan yang meriah menyambut mereka. “hey again! Good night everyone. Malam ini seharusnya aku dan sunny yang tampil tapi karena sang boss tidak dalam stage fit.” teriakan kecewa dari para penonton terdengar riuh “but! here! Aku membawa seorang bidadari dengan suara yang tak kalah indah she is Tiffany. Dan aku yakin kalian akan menyukainya” mendengar itu para penonton kembali berteriak dan bertepuk tangan. Antusias dari mereka kembali muncul.

Tayeon menepuk lengan tiffany lembut. Memberikan tatapan hangat padanya. Tiffany membalas tatapan itu dengan eyesmilenya. Membuat tayeon juga merasa tenang.
“okay here we go!”

Sepanjang penampilan mereka berdua terus bertukar pandang. Saling menatap satu sama lain menciptakan eyecontact yang indah. Membuat penampilan mereka berdua semakin mempesona dan seluruh bar kini berteriak dengan penuh antusias.

“cheerrsss!” sooyoung berseru sambil mengangangkat gelasnya diikuti oleh taeyeon, tiffany dan bora. Setelah perform taeyeon dan tiffany kembali bergabung bersama dengan bora dan sooyoung, dan kembali membicarakan tentang duet mereka.

Orang-orang yang berlalu lalang melewati meja mereka terus memberikan pujian untuk tiffany, dan membuat pipi tiffany bertahan seperti tomat. Dia sangat berterima kasih kepada mereka karena pujian-pujian dari mereka, sambil memamerkan eyesmilenya yang cantik. Melihat itu taeyeon ikut merasa bangga dan terlihat dia terus tersenyum memandang tiffany. “I told you. Mereka akan menyukai penampilanmu. Kau mendapat fans baru fany~ah!” ucap taeyeon sambil bercanda.

“kurasa sunny akan mengijinkanmu sebagai artis disini jika kau mau.” Celoteh sooyoung disambut pukulan ringan dari tiffany sambil tertawa.

“yeahh. Sebenarnya tiffany memang dulunya bagian dari anggota paduan suara, dan aku tak tau mengapa diawal dia terus menolak. Heihh! Tiff, you’re so mean!” sambung bora sambil menyipitkan matanya menatap tiffany.

Taeyeon sedikit terkejut mendengar cerita tiffany dari bora “kenapa kau tak bilang padaku?”
“well. Kau tak bertanya padaku.” jawab tiffany sanbil terkikik ” itu sudah sangat lama, sekitar 10 tahun yang lalu? Since highschool.” tambah tiffany.

Mereka berempat berbincang-bincang sedikit lebih lama sebelum taeyeon berencana akan pulang, dan sooyoung harus melanjutkan shiftnya.

Tiffany menawarkan tumpangan untuk taeyeon karena bora membawa mobilnya sendiri.

“aku tidak mabuk tae. Jangan khawatir.” canda tiffany disambuy anggukan polos dari taeyeon. “this girl really cute. Super cute!” Melihat ekspresi taeyeon membuat tiffany merutuk dalam hati.
Dalam perjalan taeyeob tak berhenti memberikan complimentnya untuk tiffany. Karena dimata taeyeon. Penampilan tiffany tadi sunggu mengagumkan, dan kembali membuat wajah tiffany memerah.

“emhhh. Taeyeon~ahh. Siapa yang memilih lagu itu?” tiffany menengok kearah taeyeon.

“of course it’s me!” jawab taeyeon sambil. Menyibakkan rambutnya kebelakang, berlagak sombong.

“ahhh. It’s you?” taeyeon mengangguk ” then who is this?” tiffany kembali bertanya dan kini membuat taeyeon membelalakan matanya.

“who? What?”

“jangan berlagak bodoh taeyeon~ah. I know it! Dari riliknya benar-benar menggambarkan saat kau sedang jatuh cinta.” ucap tiffany sambil memberikan smirk evil pada taeyeon.

“aniiyaa.” jawab taeyeon pendek. Tak ingin memperpanjang pembahasan. Sudah jelas bukan, jika lagu itu memang untuk tiffany. Akhirnya taeyeon tau dan merasakan rasanya jatuh cinta. Saat menanyikan lagu itu, taeyeon tak pernah melepas pansangannya pada tiffany. Dan yang ia sendiri rasakan saat itu seperti dirinya terjatuh diawan yang lembut nyaman dan hangat. Hanya dengan menatap matanya.

“I really like you taeyeon~ahh.” satu kalimat itu berhasil membuat taeyeon memerah.

“thanks fany~ahh. And i’m too. Really really like you.” dan mereka berdua kini sama-sama memerah.

“thanks tae. Aku mendapat pengalaman besar hari ini” ucap tifdany dari dalam mobil setelah mereka sampai di depan apartment taeyeon.

“aku yang seharusnya berterima kasih padamu karena mau mengisi tempat sunny untuk berduet denganku. You really have a great voice tippany.” balasan taeyeon sambil memberikan winknya.

“good night tae. Have a nice sleep and dream then”

“you too fany~ah. And have a safe drive”

“bye!”

Tiffany merasa sedikit lega karena sekarang ia bisa tersenyum lebar mendengar kata-kata dari taeyeon. Dan dia sedikit merasa gila karena mulutnya yang tak bisa diajak kompromi, mengatakan bahwa dia menyukai taeyeon. Tapi itu tak membuatnya menyesal karena apa yang ia katakan benar adanya dan langsung dari hatinya, keluar begitu saja. Walaupun dia masih merasa bingung dengan perasaanya sendiri terhadap taeyeon. Dia mengakui jika kehangangatan dan rasa nyaman selalu ada ketika ia sedang bersama dengan taeyeon. Mulai dari humor yang dilontarkan, compliment tentang dirinya, dan juga tatapan hangat dari taeyeon saat dia menatap matanya. “aihhh! Apa yang sebanrnya ada dipikiranmu miyoung~ah!” tiffany merutuki dirinya sendiri.

***

Bomi berpamitan pada bossnya sebulum berjalan keluar meninggalkan cafe dimana dia bekerja. Menghela nafas panjang, memikirkan segala sesuatu yang dia kerjakan hari ini. Merasa sedikit lelah. Dia berjalan melenggang menikmati angin yang menghembusnya. Melihayly sepinya han river dari jarak tak begitu jauh dari temparnya, membuatnya menunda rencana istirahatnya walaupun sekarang sudah menunjukan pukul 10pm. Dia selalu menikmati berjalan-jalam sendirian di han river. Tenangnya air di sungai itu membuat merasa sedikit nyaman.

Ketenangan membuat pikirannya yang penuh dengan beban sedikit terlupakan. Dia kembali berjalan, melihat beberapa pasangan yang sedang menikmati waktu mereka. Boki melewati satu diantars beberapa pasangan itu, mencari tempat untuk duduk yang terasa pas dan tidak ada banyak orang. Dari jaraknya dia dapat melihat seseorang gadis yang sedang terduduk sambil memeluk lulutunya, terdengar isakan dari gadis itu. Bomi merasa tertarik karena sedikit tak asing dengan postur dari gadis itu.

“chorong unnie?” bomi memastikan.

Gadis yang sedang tertunduk itu mengangkat kepalanya menatap bomi. Wajahnya penuh dengan air mata walau dia terus berusaha mengusap-usapnya.

Tanpa berpikir panjang bomi duduk desebelahnya dan memberikan pelukan untuk gadis yang kali ini harus mengalah untuk melepaskan kesedihannya.

“let it all out unnie. It’s okay.” ucap bomi lenbut masih memeluk gadis itu. Perlakuan bomi membuat chorong menangis lebih deras dan isakannya semakin terdengar kencang. Melihat itu bomi merasakan hatinya yang bergejolak. Bomi semakin mengeratkan pelukannya mengusap-usap punggungnya, memberikan kenyamanan yang besar untuknya. Dan berharap akan berhenti menangis karena bomi merasa tak ingin melihat tangisan dari gadis itu.

Perlakuan protective darinya membuat dia mengingat bagaimana dulu dia sering melakukan itu untuk taeyeon, dan yang ingin dia lakukan adalah membantu menghilangkan kesedihan yang sedang “dirasakan unnienya.

“Bom~ahh. Entah apa yang akan terjadi jika setelah ini kau yang akan pergi jauh meninggalkanku. Setelah kepergian ayahku sekarang, aku merasa sangat takut jika setelahnya aku akan kehilanganmu dengan cepat.” Taeyeon terus menangis dipelukan bomi. Saat ini dia sangat membutuhkan kekuatan disaat dia hanya bisa tersungkur lemas didepan nisan sang ayah yang pergi menyusul ibunya.

“unnie. Aku bahkan tak ada keinginan untuk meninggalkanmu, yang aku inginkan hanya bersamamu, membuatmu merasa nyaman dan terus menyayangimu. Tae unnie, kau sangat berharga bagiku, aku akan terus ada untukmu, aku akan terus menjadi kesayanganmu.” Bomi mengusap lembut punggung taeyeon, memberikan rasa nyaman pada gadis yang sekarang tak berhenti menangis.

“unnie, ini kali pertama aku melihatmu menangis, dan aku begitu mengerti kesedihanmu. Dan melihatmu seperti ini, membuatku semakin ingin untuk bisa terus melindungimu. Aku tau aku lebih muda dariku dan aku tau kau tak akan setuju dengan ini. Tapi inilah keinginanku unnie. Kita akan terus bersama.” Ucap bomi, dia semakin mengeratkan pelukankannya untuk taeyeon.

Setelah beberapa saat, tangisan chorong mulai reda, dia melepas pelukan dan menatap bomi. Terlihat baju bomi yang sudah basah karena ulahnya.

“mianhe. aku membuat bajumu basah.” Chorong bergumam sambil menunjuk baju bomi.

Bomi melihat kebawah kearah bajunga sebelum dia kembali menatap chorong. “ini hanya baju unnie. Tak masalah. Apa kau sudah merasa baikan?”

Chorong hanya mengangguk dan kembali memeluk lututnya.

“kau bisa berteriak unnie, mengeluarkan amarahmu.” ucap bomi sambil menatap wajah chorong.

Kediaman tercipta beberapa saat, mereka berdua hanya menatap kosong kearah depan, kearah sungai.

“My ex. Dia kembali bermain hati. Aku melihatnya berjalan berdua dengan gadis lain lagi di mall hari ini. Aku pikir aku sudah bisa benar-benar melupakan setelah kami mengakhiri hubungan. Tapi ternyata kembali melihatnya bersama gadis lain, tetap saja aku merasa sakit.” Kembali ia bergumam. Menceritakan apa yang membuatnya menangis.

Bomi menatap gadis itu sambil mengerutkan keningnya. “dia tidak pantas mendapatkanmu unnie.”

Dan saat tidak ada jawaban dari gadis itu, bomi melanjutkan “dan kau terlalu baik untuknya. Setidaknya kau sudah tau seperti apa dia. Dia bukan untukmu unnie”

Chorong hanya menatap kedepan, tidak ada niatan untuk membalas apa yang dikatan bomi.

“ahhh unnie! Aku ingin menceritakanmu tentang apa yang terjadi padaku hari ini. Aku merasa ini sedikit lucu. Emmhh. Orang yang aku sukai, hari ini dia mengajakku hangout. Dan ternyata dia mengajakku hangout untuk bercerita bagaimana dia sedang menyukai orang lain, dan lucunya orang yang dia sukai itu adalah orang yang sangat dekat denganku, lucu bukan? Dan dia bilang itu adalah love at first sight, mendengar itu aku ingin menertawakannya, tapi dia juga temanku. Dan herannya, saat mendengar ceritanya, aku tak merasakan apa-apa. Mungkin memang aku merasa sedikit kecewa tapi entah kenapa aku tidak merasa sedih. Jadi mungkin, aku tak mempunya rasa apa-apa padanyakan?”

Dia terkiki dan kembali melirik gadis disebelahnya sambil menghela nafas. Dia tau bahwa dia tak akan mendapatkan jawaban atau respon dari gadis yang sekarang masih menatap kosong kearah sungai. Tapi dia merasa tak ingin meninggalkan gadis itu sendirian.

“mungkin memang dia bukan untukmu.” Chorong buka bicara.

Mereka berdua saling menatap. Bomi sedikit bergidik mendengar jawaban dari chorong. Chorong tersenyum melihat tampang bomi.

“thanks bomi~ah. Ini sudah larut, kau harus pulang.” Ucap chorong lembut sebelum berdiri. Sebelum chorong bisa melangkah, bomi menahan tangannya.

“unnie, ini kedua kalinya kita bertemu. Jika kita bertemu kembali untuk yang ketiga kalinya, kau harus memberiku nomor kontakmu, okay!? Bye unnie, and cheer up!” bomi tertawa sebelum berjalan pergi kearah yang berlawan dari chorong. Chorong sendiri hanya menggelengkan kepalanya tak percaya.

***

Bomi menjatuhkan tubuhnya dikasur milik taeyeon, bersamaan dengan sunny, mereka berdua sedang berkompetisi dalam game di handphone mereka.

Taeyeon berjalan masuk ke kamarnya sambil membawa snack. “yaa! kita bisa bermain diluar! Kenapa harus dikasurku?!”

Dia menghela nafas sesaat karena tak ada jawaban dari mereka berdua yang sangat serius dengan gamenya. Taeyeon menaruh snacknya diatas meja dan melompat dipunggung sunny dan bomi.

“ahhh! Yaa! get off me!!” pekik sunny.

“unniee! Aiihh! Don’t! aku bisa kalahh!” disisi lain bomi merengek. Mereka berdua masih terfokus pada layar mereka masing-masing.

Taeyeon memejamkan matanya tak menggubris celotehan mereka berdua yang kini berada dibawah punggungnya sambil menggeliat-geliat.

Mereka mendengar suara bell pintu, dan membuat taeyeon terbangun.

“AHHH UNNIEE! Aku kalahh! Ini semua karena tingkahmu!!” bomi kembali merengek dan menutup wajahnya dibalik bantal sedangkan sunny berteriak merayakan kemenangannya.

Taeyeon mengangkat kedua alisnya sambil mengusap-usap keningnya melihat tingkah mereka berdua sebelum berjalan keluar kamar untuk membuka pintu. Dia merasa sedang merawat dua ekor monyet dikamarnya.

“oh baekhyun~ah? Apa kau mencari bomi?” taeyeon sedikit terkejut melihat siapa yang berada didepan pintu.

Baekhyun menggaruk kepala bagian belakangnya “anni. Sebenarnya aku kemari untuk bertemu denganmu Ms.Kim.”

“me? Why?” taeyeon mengangkat dua alisnya bingung sambil menunjuk dirinya sendiri.

“yeahh, errmmm…” baekhyun berhenti sejenak sambil berdehem membasahi tenggorokannya. “Ms.Kim aku menyukaimu. Sejak saat pertama kali aku melihatmu. Aku tau, aku masih seorang pelajar, tapi aku hanya ingin mengungkapkan perasaanku, a-aku benar-benar menyukaimu. Emm.. jika suatu saaat nanti aku lulus, dan kau masih sendiri, setidaknya beri aku kesempatan, emm nuuna?”

Taeyeon melihat baekhyun dihadapannya dengan terkejut sebelum baekhyun menarik tangannya dan meletakan bouquet bunga digenggaman tangan taeyeon. “kuharap kau tak berubah saat melihatku Ms.Kim karena apa yang aku lakukan hari ini. hanya saja aku harus melakukan ini karena otakku yang benar-benar gila karenamu. Aku akan menerima dan sudah siap jika kau menolakku.”

Taeyeon mengedipkan matanya beberapa kali dan menemukan dirinya terbungkam tak berkata apa-apa karena masih shock. Tawa dan teriakan yang keras dari dua monyet dari kamarnya membuatnya tersadar.

“mianhe baekhyun~ah. Aku sekarang sudah memeliki orang lain. Ani, aku juga sedang merasakan sama seperti yang kau rasakan. Emm, apa bomi tau tentang ini?”

“yeah. Sebenarnya aku sudah bercerita padanya. Bahkan dia memberikan semangat untuk ini karena inilah kata hatiku. Dan. Emmmh… kurasa orang itu sangat beruntung karena sudah mengambil hatimu, Ms.Kim. dan, aku rasa aku harus pergi. Dan , jangan memperlakukanku berbeda karena aku melakukan ini Ms.Kim” ucap baekhyun sedikit tergagap karena rasa nervous.

“don’t worry baekhyun~ahh. Kau laki-laki yang berani. Dan aku harap kau bisa menemukan gadis yang cocok untukmu saat waktunya nanti.” Taeyeon tau apa yang dia lakukan benar, karena dia tak mau membuat anak itu merasa sedih.

Setelah kepulangan baekhyun, taeyeon berlari menuju kamarnya untuk menemukan bomi, dan ternyata dia sedang terperangkap dibawah tubuh sunny yang sedang menggelitikinya.

“unnie! Selamatkan akuu! Please!” bomi tertawa sambil mengeluarkan air matanya berusaha pergi dari siksaaan sunny.

Taeyeon hanya berdiri didepan pintu. “bom~ah! Kenapa kau tak menceritakan padaku tentang baekhyun?”

Pertanyaan dari taeyeon membuat mereka berdua berhenti bermain dan menatap kearah taeyeon. “apa yang terjadi dengan baekhyun?” Tanya sunny.

Taeyeon menceritakan apa yang terjadi barusan, terus menatap bomi meminta jawaban. Taeyeon berpikiran bahwa bomi sangat menyukai baekhyun. Tapi setelah mendengar penjelasan dari bomi, taeyeon merasa lega karena dia tak mau menjadi penghancur kebahagiaan adiknya.

“so unnie, jangan khawatir, itu hanya perasaan singkat saja, tak lebih”

Taeyeon menganggukan kepalanya dan tersenyum, sebelum itu berubah menjadi evil smirk sambil menatap sunny memberikan kode dengan winknya.

Bomi menyadari itu, tapi sebelum dia bisa menghindar dan lari, taeyeon dan sunny sudah menangkapnya cepat dan kembali menerima gelitikan dari kedua unnienya.

***

18 thoughts on “All We Need Is Love [Chapter 3]

  1. aahhh taeyeon bomi cute^^
    taeny oh taeny, cepet jadian dong ah hehehe
    yes chonmi udah ketemu nih, hihihi lucu banget chorong dikira lebih lebih muda, emang tampangnya lebih muda dari bomi, bener aja sih kalo dikira lebih muda darinya wkwkwkwk

  2. kyaaaaaaa sumpah yeee,,hubungan kakak adek taebomi bener” cute,,,
    ekhm chomi berawal dgn pertemuan yg dingin dan diakhiri dgn pertemuan yg manis di pinggir kali han*plakkk,,hahahaha
    cieee taeny dah mulai brani nyatain perasaan masing” nih,,,mskpun msh tahap i like you,,bentar lg jg i lop you >3<

  3. Annyeong
    Cieeeeeee taeny sdh sling suka t awwwww jngn lm2 bruan jdian hahahah…..asihhhh ckckckk bebek pkai acra nmbak tae sgla syukur dech d tolak hahahahha,,,krna hati tae cma bwat fany seorang,,,,,
    Nahhhhh ini dia akhirnya chomi ktmu jga,,,ckckckckkc bomi sotoy mntang2 chorong trlihat lbih muda d kra adek ny wkwkwkwkkwkkkk,,,,
    Lnjut dech
    Ttap smngatttttttt
    Gomaomaooooooo,,,,,,

  4. Jadi penasaran sama chorong dan bomii , sempet liat beberapa ff yang ada taeny sama couple chorong dan bomi kayanya mereka lucu hahaha chorong itu apink bukan ? Apa mereka couple juga di apink sama kaya taeny ?

  5. Aish…ternyata si bebek sukanya sama tae, gw kirain suka sama chorong, salah tebak nih hehe…
    chorong malah ketemu bomi, jangan2 ntar malahan jadi sukanya sama bomi nih…
    Akhirnya tae ngakuin juga perasaannya yg mulai jatuh cinta sama fany, sayangnya tae belum ngungkapin langsung ke fany…
    Next dah…ditunggu kelanjutannya^^

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s