All We Need Is Love [Chapter 1]

Hi there! Hahaha it’s been long time since when I dunno. Here the fanfic that I found in AFF, I made this and got the permission from the author and I can remake this, not much I think. I have reason why this fanfic, because I think I have 1 new couple that I love. Hahaha. Takut ada yang ngga ngerti, pake indo aja deh :p nemu sambilan di girlgroup baru, apink, dan tiap saya suka girlgroup baru yang pertama saya cari itu yang ngga jauh beda dari taeyeon, dan ternyata nemu taeyeon kedua kalau menurut saya. Dan setelah itu langkah kedua adalah cari pasangannya. Dan ternyata pasangannya ni orang adalah taeyeon ketiga. Nahloo. Yaudahh, lama kelamaan ngikutin mereka jadi suka beneran kann. Hahaha. Yang taeyeon kedua itu park chorong, yang taeyeon ketiga itu yoon bomi. Tapi setelah liat beberapa moment, beberapa ff, beberapa FMV, ternyata mereka emang banyak yang nyebut kalau mereka turunannya TaeNy, dan saya setuju, chorong sebagai tiffany dan bomi sebagai taeyeon kalau versi saya, ngga tau versi yang lain. Hahh! Dan searching di AFF dapet dahhh ni TaeNy ChoMi, dan ceritanya juga jujur suka banget! Makanya saya minta izin ke authornya buat sedikit remake FF punya dia, dan dapet dehhh. Dann cukup sekian curhat saya, maaf kalau kepanjangan para reader. Here the link for the FF from the real Author (Taenggo99) : https://www.asianfanfics.com/story/view/847524/all-we-need-is-love-bomi-taeny-taeyeon-chomi

comment for my good’s and sorry for typo 🙌

***

Character :

Kim Taeyeon

Yoon Bomi

Tiffany Hwang

Park Chorong

Lee Sunkyu

Jung Eunji

 

Amnesia – 5 Second Of Summer

She Looks So Perfect – 5 Second Of Summer

A Sky Full Of Stars – Coldplay

MyMy – Apink

Sunday Monday – Apink

Tinkerbell – SNSD

Baby Mybe – SNSD

***

Sinar matahari pagi menerangi setiap sudut ruangan memberikan kesan pagi yang cerah. Taeyeon dengan malas menendang selimut yang menyelimuti tubuhnya semalaman. Matanya belum benar-benar terbuka karena sinar matahari yang membuatnya belum terbiasa dipagi ini. Berharap dia kembali menemukan posisi nyamannya untuk melanjutkan hibernasinya, masih sangat malas untuknya terbangun. Setelah beberapa saat dia menyerah dan membuka matanya, meregangkan tubuhnya kekanan dan kekiri, mengambil handphonenya yang tergeletak di meja kecil disamping tempat tidurnya.

Beberapa saat dia membaca beberapa artikel-artikel dan berita-berita disosial mediannya, asyik tenggelam dalam duniannya. Tangannya berhenti sesaat dia mendengar suara pintu kamarnya yang terbuka “taeyeon~ahh. Kau tak sarapan? Aku membuatkanmu waffle.” Gadis yang lebih pendek darinya berucap sambil menjatuhkan tubuhnya ke Kasur.

“yaah! My dookong! Go away!” taeyeon berdiri seketika, mencoba menarik peas mainannya yang tertindih teman baiknya, sambil menendang-nendang seperti anak kecil.

“aisshh! Siapa yang menendang teman terbaik, paling baik dan teristimewa seperti ini?!!! haa!? Gadis pendek itu mengomel dengan suara imutnya

taeyeon mengerinyitkan dahinya melihat tingkah laku temannya sambil memeluk mainan kesayangannya “aku!” sambil menjulurkan lidahnya.

“ohh sunkyu~ahh! Selagi kau ada disini, bantu aku membersihkan kasurku!” dia berkata tanpa dosa sambil berjalan menuju kamar mandi.

“yaaa!!” sunny kembali mengomel, tapi tetap membatunya membererskan kasurnya selagi taeyeon membersihkan tubuhnya.

Saat setelah selesai mandi taeyeon duduk dimeja makan, dilihatnya sunny sudah berdandan rapid an bersiap-siap. “tae, aku membawa mobilku untuk service bulanan. Apa hari ini kau akan berpergian? Aku akan mengantarmu.”

“emmhhh?” taeyeon berpikir sejenak sambil mengunyah-ngunyah waffle miliknya, tak lupa membuka handphonenya mengecek jadwal milikknya. “nope!” ini hari minggu dan dia tidak ada jadwal les vocal yang dia dirikan. Dia hanya aka nada performance di bar malam nanti.

Dia menikmati karirnya menjadi seorang vocal trainer. Hampir semua dari murid-muridnya menyuruhnya menjadi seorang idol. Suaranya yang terbilang luar biasa membuatnya terkenal, tak lepas dari pekerjaan sambilan yang diberikan oleh temannya yang mengelola bar, menjadikan taeyeon idol walau hanya disebuah bar. Tapi hal itu tak membuat taeyeon berkecil hati. Karena yang dia inginkan adalah menghibur orang-orang dengan suara indah yang dia miliki.

“okay then! See you later, giliranmu membuatkan makan malam untuk kita nanti, jangan lupa taeyeon~ahh!” ucap sunny sebelum beranjak keluar dari apartmentnya.

Taeyeon menyandarkan tubuhnya malas disofa. Mencari ide apa yang akan dia lakukan seharian ini. cuaca yang terik membuatnya malas keluar. Tak lama dia tenggelam dalam pikirannya dering handphone membuatnya tersadar. Dia melihat penelpon dilayar “BOM~AHHH!” dengan begitu semangat dia menjawab panggilan itu.

“unniee!!! I miss you! Apa kau kosong hari ini??” suara imut diseberang sana membuat taeyeon melonjat kegirangan. Hanya sunny dan adik tirinya yang bisa membuat taeyeon merasa aman dan nyaman.

“I miss you too Bom~ahh! I’m free today! Come here my baby!! kita bisa menghabiskan waktu seharian bersama sampai malam nanti.” Dia menawarkan.

“arraaa unnie! Kita bisa menonton film dan bercakap disitu? Akan ku belikan ice cream favoritemu unnie!” ucap bomi dengan kegirangan.

“yeahh bomi~ahh! I’ll be waiting! See ya!” dia tertawa kecil sebelum mengakhiri pembicaraan dengan adiknya.

Taeyeon tersenyum bangga. Dia tidak melihat bomi sebagai adik tirinya. Dia merasa kalau mereka berdua memang adik dan kakak. Like legit.

Setelah pembicaraan dengan adiknya, dia tidak bisa bisa berhenti memutar balik memory yang begitu indah dan buruk bersama dengan bomi. Bagaimana dia bisa terbuka hanya pada bomi sebelum dia bertemu dengan sunny, bagaimana protectivenya bomi pada dirinya padahal dia lebih muda dari dirinya, disisi lain dirinya juga sangat protective terhadap adiknya. Hanya saja bomi lebih sering memperlihatkan cinta untuk kakaknya lewat ucapan dan taeyeon lebih kepada perlakuan sebagai kakak.

Mereka sangat berbeda dan berlawanan. Tapi bomi berhasil melelehkan dingin dan passive sang kakak walau memekan waktu yang cukup lama.

“taeyeon~ahh. Kemari, appa mengenalkanmu pada bibi eva dan gadis kecil miliknya, bomi. Bomi 4 tahun lebih muda darimu.” Ayahnya menggandeng taeyeon mendekat pada wanita yang terlihat seumuran dengan umur ayahnya yang sedang menggandeng gadis kecil bomi.

Taeyeon memberi salam dengan sopan dan disisi lain gadis kecil itu berlari menuju tepat dihadapannya dan menarik-narik tangan taeyeon “hello unni, bomi disini” ucap gadis kecil itu dengan riang, tatapan matanya yang lucu dan polos membuat taeyeon terdiam sejenak.

Dan sejak saat itu pertama kalinya taeyeon tersenyum lembut pada seseorang setelah kepergian ibunya.

Walau dia saat ini berumur 11 tahun, dia sudah mengerti apa yang sedang terjadi saat ini. dia bisa melihat bagaimana ayahnya dan aunty eva begitu dekat dan memiliki rasa satu sama lain. Taeyeon yang hingga saat ini belum bisa dan tidak mau posisi ibunya tergantikan oleh wanita lain. Tetapi taeyeon juga tak ingin melihat ayahnya sendiri dan depresi menanggu keluarganya. Dia mulai bisa menerima keadaan walau memang sangat berat baginya. Tapi untuk ayahnya, dia akan berusaha menerima.

Malam itu ayahnya mengatakan akan berdiam ditempat aunty eva dan bermalam disana. Dia menatap kosong langit-langit dikamar dimana dia tertidur. Suasana baru membuatnya susah terlelap. Kembali dia teringat dengan ibunya. Dia tidak bisa mengelak, air mata kembali mengalir dipipinya, sebisa mungkin dia menyembunyikan isakkannya, tak ingin gadis kecil yang saat ini berbagi kamar denganya mendengar tangisannya.

“unnie, kenapa kau menangis?” gadis kecil itu bersuara dengan lembut dan wajahnya penuh dengan kekhawatiran dari tempat tidurnya.

“tak ada apa-apa bomi~ahh. Tidurlah.” Dia berbisik menyembunyikan suara paraunya sambil membelakangi bomi, dan menutup matanya sejenak.

Setelah beberapa saat tak ada suara, taeyeon merasa jika bomi telah terlelap tapi seketika dia merasakan sesuatu yang lembut menyentuh pipinya.

Taeyeon perlahan membuka matanya, membalikan badannya dan terlihat bomi berada tepat didepannya dengan kepalanya yang dia miringkan dengan sangat lucunya. Taeyeon terus menatap gadis kecil itu, penasaran apa yang akan dia lakukan selanjutnya.

Bomi mengedipkan matanya beberapa kali dan memperlihatkan boneka peas yang dia genggam dan memukul-mukul pipi taeyeon pelan dengan boneka itu beberapa kali. Taeyeon hanya terdiam dan bingung melihat tingkah laku bomi. Dan lagi, bomi kembali memukul-mukul taeyeon, dan sekarang bomi tersenyum saat melihat lucunya peas yang dia pikir melompat-lompat dipipi taeyeon.

Taeyeon tertawa pelan melihat tingkah gadis kecil itu. “bomi~ahh, apa itu? Apa yang kau lakukan?” ucap taeyeon disela-sela tawanya. Gadis kecil itu terlihat begitu manis dan lucu dimata taeyeon.

“ini dookong. Dan ini selalu membuatku merasa lebih baik saat aku merasa sedih, hanya dengan memeluknya unnie. It’s magic! Jadi aku memberikan magic ini padamu dan kuharap kau tidak sedih lagi unnie.” Ucap bomi polos.

Taeyeon merasa hangat didalam dadanya. Merasakan kembali perasaan hangat dan nyaman yang sudah lama tidak dia rasakan sejak terakhir dia tidur bersama dengan ibunya. Dan yang membuatnya lebih merasa bangga ada, bagaimana gadis kecil ini dengan polos mencoba membatunya.

“aigoo. Bomi~ahh. You’re so cute!” ucapnya sambil mencubit pelan pipi bomi. “come bomi~ahh, ayo tidur!” taeyeon merengkuh tubuh gadis kecil itu “good night bomi~ahh.” Ucap taeyeon sambil memeluk erat tubuh bomi. “good night unnie.”

Taeyeon beranjak dari tempatnya setelah mendengar bell pintu apartmentnya berbunyi. Dengan cepat dia membuka pintu dan terlihat gadis yang sangat berhaga dan sangat dia sayangi berdiri didepan pintu. Tanpa dia sadari sepasang tangan sudah melingkar sempurna dipinggangnya, sangat erat.

“unnie! I miss you so much!” ucap bomi sambil meringkuk manja dileher taeyeon.

“yaaa! Kita selalu bertemu setiap minggu! Pabo!” balas taeyeon sambil tertawa kecil walau dihatinya berkata dia juga sangat merindukan sosok gadis dihadapannya.

Bomi melepas pelukan, memampangkan poutnya membuat taeyeon kembali tertawa dan mengulurkan kedua tangannya, kembali meminta pelukan. “oke-oke bomi~ah. I miss you a lot really-really!”

“unnie, look here!” bomi memamerkan kantung plastic berisi es cream favourite kakaknya, sambil menggoyang-nggoyangkannya dengan bangga.

Ketika mereka berdua terduduk santai disofa, mereka kembali berbagi cerita tentang apa yang terjadi selama seminggu ini. Sudah menjadi kegiatan tetap mereka selama ini. saling terbuka, tak ada yang disembunyikan satu sama lain.

Bomi bercerita tentang bagaimana dosennya yang terus-terusan memberikan tugas yang menumpuk, dan cerita tentang salah satu temannya yang gila setelah terlalu banyak minum, dan banyak hal kecil yang terjadi satu minggu ini.

Taeyeon berbagi cerita tentang murid-muridnya yang semakin banyak, dan lagu-lagu baru yang sekarang masih dia tulis.

Setelah beberapa jam mereka berbagi cerita, akhirnya mereka memutuskan untuk menonton film yang mereka ambill dari ‘Sunday collections’ taeyeon berbalik menghadap bomi dan bertanya apakah ingin ice cream yang dia beli.

“bomi~ahh?” taeyeon menggoyangkan pergelangan tangan bomi karena tak ada jawaban darinya. Setelahnya bomi mendesis lemah, menarik kembali tangannya dan menatap taeyeon.

Kerutan diwajahnya seketika hilang, mengusahakan untuk bersikap biasa seperti sebelumnya, bomi tampak sangat nervous. “hmm?”

Taeyeon mengertukan wajahnya masih menatap heran tingkah adiknya, bomi tak berani menatap balik sang kakak, dengan nalarnya tatapan taeyeon mengarah pada pergelangan tangan bomi. Selanjutnya dia menarik tangan bomi dan menarik lengan panjang yang dikenakannya, terlihat memar yang cukup besar.

Matanya melebar saat taeyeon melihat memar itu “apa yang terjadi bom~ahh??”

Bomi mencoba menarik kembali tangannya tapi taeyeon tak mengizinkannya, mata taeyeon tetap mengarah tajam pada mata bomi. Bomi mencoba tersenyum, menutupi ketakutannya. “ahhh ini… aku terjatuh saat latihan dance dilapangan unnie. Tidak apa-apa unnie, don’t worry to much. Hehehe”

Bagaimanapun juga senyumannya hilang saat matanya bertemu dengan taeyeon, kembali dia mengalihkan pandangannya, tak berani menatap sang kakak.

“bom~ahh. Kau tau kau adalah pembohong yang buruk saat berada didepanku.” Ucap taeyeon tegas.

Bomi menggigit bibirnya dan mengalihkan tatapannya, masih tak berani menatap taeyeon.

“dia yang melakukan ini padamu kan??!” taeyeon mencoba melemparkan pertanyaan, tapi bomi masih tak menjawabnya. “yoon bomi!” taeyeon menaikan suaranya perlahan. Beraharap mendapat jawaban yang jelas dari sang adik.

Bomi tau, seharusnya dia menceritakannya, karena taeyeon sangat jarang memanggilnya dengan nama lengkapnya, taeyeon melakukan itu jika dia berada diposisi sedang marah atau serius. Jadi, bomi hanya menjawabnya dengan anggukan pelan.

Taeyeon mengepalkan tangannya sesaat setelah mendapatkan jawaban dari adiknya “that’s bitch. Aku tak peduli bagaimana dia menganiayaku dulu tapi bagaimana mungkin dia melakukan ini padamu? Dan kau! Kenapa kau tak bercerita padaku bom~ahh?” dia berdiri dan berjalan menjauh.

Bomi masih menggigit bibir bawahnya dan memeluk kedua lututnya sambil menatap taeyeon yang berjalan keluar kamarnya sambil membawa first aid kit. Film yang mereka putar terlupakan begitu saja. Taeyeon menghela nafas dan dengan lembut menarik tangan bomi dan mengoleskan healing cream untuknya.

Dia merintih kesakitan saat ibu tirinya menampar pipinya lagi. itu bukan masalah baginya, tapi sewaktu dia merasakan sengatan itu, dia tak bisa menahan betapa rindunya dia pada kedua orang tuanya dulu yang tak pernah melakukan hal kejam seperti ini.

“tidakkah aku menyuruhmu menyelesaikan pekerjaan ini, cuci piring dan cuci baju sampai 10pm!!? Jam berapa sekarang!? Dasar anak tak berguna!” ibu tirinya kembali marah-marah padanya. Kembali tamparan telak dipipinya untuk kesekian kalinya. Pipinya sudah memerah, merasa darah mengalir dibibirnya akibat tamparan yang begitu keras dan beberapa kali ia terima pada hari ini.

Dia memejamkan matanya kembali menunggu tangan jahat yang akan kembali mendarat bebas dipipinya tapi ternyata yang dia rasakan adalah pelukan hangan dari belakang tubuhnya.

“umma! Berhenti memukuli taeyeon unnie please!” taeyeon membuka matanya saat dia mengetahui pemilik suara itu, dan menyadari bomi menjadi perisai dari ibu tirinya.

“bomi~ahh! Pergi dari situ! Anak sialan dan pemalas ini harus diberi pelajaran” dia berusaha melepaskan bomi dari taeyeon, tapi pelukan erat dari bomi untu taeyeon semakin mengerat.

“umma! Andweee! Pukul aku jika kau ingin! Jangan sakiti taeyeon unnie!” bomi berteriak. Air matanya mengalir deras dipipinya. Tak ingin taeyeon menerima pukulan lagi dari ibunya.

“arrrrgggg!!!!” sang ibu tiri berteriak menyerah meninggalkan mereka berdua, berjalan cepat menuju kamarnya dengan membanting pintu keras.

Bomi melepas pelukannya, mengusap lembut pipi memar sang kakak. “unnie, ini pasti sangat sakit. Aku akan mengobatinya unnie, come” bomi membantu taeyeon berdiri, berjalan kekamarnya. Bomi mengoleskan pelan healing cream dipipi taeyeon.

Taeyeon berusaha menahan air matanya, tak ingin terlihat lemah dimata gadis kecil dihadapannya, sekali lagi dia tak ingin tampak sedih.

“unnie, mianhae” ucap bomi, masih dengan isakannya.

“ini bukan salahmu bom~ahh. Terimakasih kau kembali menjadi perisaiku. Tapi lebih baik jika kau tak melakukan itu, aku tak ingin kau yang terluka.” Taeyeon menepuk lembut puncak kepala adiknya memberikan senyuman padanya.

Dia tak ingin menyerah, dia terus berusaha bertahan dengan kehidupannya saat ini karena 2 alasan besar. Pertama, dia tak ingin membuat ibunya tercinta melihatnya menyerah semudah ini karena itu akan membuat mendiang sedih. Kedua, karena gadis berumur 14 tahun yang begitu mencintainya, sangat mencintainya, adiknya. Taeyeon tau itu.

“apa yang terjadi bom~ahh?” ucap taeyeon masih sambil mengusap lembut memar ditangan bomi

Bomi menghela nafas “gambling addiction. Dia membutuhkan uang lebih. Dia terus berkata padaku kalau ini yang terakhir dan dia akan menang untuk itu, dan mengambil kembali semuanya. Tapi saat aku bilang tidak akan memberinya lagi karena dia tidak akan berhenti..” bomi berhenti sejenak, menutup matanya, menahan air mata yang tertahan.

Taeyeon yang melihat itu membuatnya bergetar hebat, merengkuh sang adik kedalam pelukannya, memberikan kehangatan yang dia rindukan. Rasa ingin melindungi yang begitu besar dimiliki oleh taeyeon tak pernah pudar bagi bomi. Bomi adalah orang satu-satunya yang sangat penting bagi dirinya. Tak ingin melihat bomi merasakan sakit dan kesepian seperti ini.

Bomi kembali menghela napas melanjutkan ceritanya, “dia kembali lepas kendali dan mulai memukuliku. Dia bukan umma yang aku kenal. Ini, ini hanya sangat sulit, aku bekerja di café setelah kuliahku dan aku hanya tidur tak lebih dari 5 jam karena tugas-tugasku. Dan dia hanya mengambil semuanya. Dia sudah sangat banyak menghamburkan uang lebih-lebih karena dia meminjam uang dari banyak orang. Aku hanya, entahlah. Aku harus bagaimana lagi menghadapi ini.”

Bomi bergumam. Dia tak ingin menangis, dia memang gadis yang lembut, tapi kali ini dia tak ingin terlihat lemah hanya dengan menangis. Dia bukan tipe gadis yang mudah menumpahkan air matanya.

Setelah beberapa saat terdiam dan taeyeon hanya menenenangkan adiknya, dia berucap “apa kau ada pikiran untuk berhenti? Pergi darinya?”

Dengan cepat bomi menggelengkan kepalanya. Meskipun sekarang taeyeon berumur 21 tahun, dia sudah bebas secara hokum dari wanita menyeramkan itu. Taeyeon menganggap itulah kado terbaik baginya saat ini. Tapi disisi lain dia tau itu akan susah untuk bomi melakukan itu.

“aku tidak bisa meninggalkannya begitu saja unnie. Kerena dia adalah ibuku” ucap bomi. Taeyeon sudah tau jawaban dari bomi.

Taeyeon berjalan menuju kamarnya, dan kembali membawa dompet miliknya. Memberikan beberapa lembar uang cash untuknya.

“aku punya sedikit simpanan uang untuk bulan ini, pelanggan di bar memberikan tips lebih untukku karena penampilanku dan juga lagu-laguku, ambilah, kau membutuhkan ini. dan jangan kau berikan padanya.”

Bomi mengerutkan dahinya, ragu untuk menerima itu karena dia tau keadaan keuangan kakaknya tak jauh berbeda dari dirinya. Kakaknya hanya beruntung karena dia memiliki sunny sebagai teman baiknya. Karena jika kakaknya tak beruntung, maka sunny bisa mengerti keadaan kakaknya, menunda membayar biaya sewa.

“bom~ah kita berjanji akan saling ada satu sama lain kan? Ambilah. Ini tidak sebanding dengan perlakuan protectivemu yang sudah banyak kau lakukan dimasalalu untukku.” Taeyeon meletakan uang itu ditelapak tangan bomi dan menggenggam erat.

“gomawo unnie” bomi menatap kakaknya dengan senyuman kecil, benar-benar merasa kembali hidup setelah tau bahwa ada orang yang selalu ada untuk dirinya yang sudah lelah.

“yeahhh! This is what sister for.” Taeyeon membalas senyuman adiknya dengan manis. Berusaha meringankan suasan yang terjadi sambil menepuk lembut puncak kepala adiknya.

“just one more time, jika wanita jahanam itu kembali melakukan pada gadis berharga ini, aku tak akan tinggal diam!” ucap taeyeon dalam hati.

***

Dia terduduk dikursi belakang mobil, menikmati pemandangan indah diluar jendela. Dia sangat menyukai bagaimana langit yang begitu biru, terlihat sangat menenangkan. Karena keingintauannya yang begitu besar terhadap lingkungan, dia tak pernah berhenti untuk melihat bagaimana orang-orang diluar sana sibuk dengan kegiatan mereka, kemana orang-orang pergi dan bagaimana hari-hari mereka, apakah itu baik juga bagi dia nantinya.

“taeyeon~ahh, bagaimana dengan hari ini? apa kau menikmatinya?” ibunya yang sedang menyetir bertanya pada gadis itu sambil tersenyum melihat lucu dan imutnya gadis kecil itu.

Mereka berdua menghabiskan waktu dan bersenang-senang seharian di amusement park seharian tadi. Ayahnya mendapat free ticket karena perusahaannya menjadi sponsor untuk amusement park itu. Tapi sedihnya, sang ayah tidak bisa ikut karena ada meeting mendadak. Gadis kecil itu terlihat sangat sedih sebelumnya karena sangat ingin bermain bersama kedua orang tuanya.

“NE umma! Apa kita bisa bermain kesana lagi nanti? Aku ingin naik vikking lagi, bersama appa!” taeyeon dengan riang berucap.

Mendengar itu, sang ibu tertawa kecil “of course taeyeon~ahh! Bersama appa selanjutnya. Kau pasti sangat lelah setelah bermain seharian ini. tidurlah baby.”

Taeyeon tidak merasakan kantuknya yang ternyata datang sejak tadi karena terlalu riang. Dia memejamkan matanya, mencoba tertidur, dirasakannya mobil berhenti saat berada dilampu merah.

Saat dia hampir masuk kedalam alam mimpinya, dirasakannya mobilnya melaju dengan begitu cepat, terdengar suara sang ibu berteriak. Apa yang terjadi setelahnya itu terjadi begitu cepat bagi gadis kecil itu untuk mengerti. Tubuhnya  terasa bergetar hebat karena benturan yang dia terima, terdengar kaca pecah yang begitu nyaring. Dirasakan kepalanya yang sangat nyeri karena benturan dengan pintu mobil, dia perlahan membuka matanya.

Sebuah truck dari sisi kiri menabrak telak mobil mereka. Dia melihat ibunya yang terdiam bersandar pada steering mobil kedua tangannya yang tergerai lemas dikanan dan dikiri tubuhnya, darah  segar mengarlir tak terhenti dari kepalanya.

“ummmaaa??” panggil taeyeon, beberapa detik tak ada respon dari ibunya “umm..umma?” taeyeon terus berteriak dan mengguncang tubuh wanita itu, sebisa mungkin meminta jawaban dari sang ibu, tapi tetap tak ada jawaban.

“UMMAA!!” taeyeon membuka matanya lebar, nafasnya yang menggebu dan dirasakannya keringat dingin mengucur diseluruh tubuhnya, setelah beberapa saat dia berusaha tenang, dia tersadar ternyata hanya sebuah mimpi buruk yang sekali datang dalam tidurnya. Satu dari banyak mimpi buruk yang selalu dia dapat selama bertahun-tahun ini. dengan perlahan dia terduduk merapikan rambutnya yang berantakan.

Tangannya mengepal saat dia berusaha untuk menenangkan dirinya. Dia berjalan pelan menuju pantry, menghela nafas sebelum menegak segelas air untuk membasahi kerongkongannya yang kering.

Dia bersandar pada meja makaan dan kembali dia menghela nafas. Hal ini sudah dia alami sejak ayahnya pergi menyusul sang ibu karena penyakit yang dideritanya. Dan lagi taeyeon juga mendapat tekanan yang begitu luar biasa dari sang ibu tiri. Disaat seperti, bomi lahh yang dulu selalu membantu menenangkannya.

Bomi memang lebih muda darinya tapi dia selalu bisa memberikan apa yang taeyeon butuhkan saat taeyeon sendirian dan termenung sedih. Ceria dan positive itulah kepribadian bomi, sedangkan tertutup adalah kepribadian taeyeon.

“mimpi buruk lagi?” suara kantuk tiba-tiba terdengar olehnya.

“yaa! Kau mengagetkanku!” ucap taeyeon sambil mengelus dada.

Sunny menyalakan lampu sambil menatap bingung taeyeon “kau yang membuatku takut! Berdiri seperti itu dalam gelap!”

Taeyeon menatap tingkah sunny yang masih berada didepan refrigerator, mengambil sebungkus keripik membukanya dengan cepat “yaa! apa kau kerasukan roh sooyoung? Kenapa kau terlihat seperti hantu yang sedang lapar ditengah malam?”

Sunny menatap taeyeon tak terima sambil terus mengunyah keripiknya. “oh please! Jangan samakan aku dengan tiang shikshin itu!” sunny berhenti sejena sebelum melanjutkan “tae, apa kau mau mengikuti saranku untuk ikut terapi itu? Ini sudah sangat sering terjadi padamu, apa kau tak lelah?”

Sunny sudah menawarkan untuk mencoba hypnosis therapy yang bisa mengurangi bahkan menghilangankan beberapa masalah psikologi, dan taeyeon selalu menolaknya karena menurutnya dia tidak membutuhkan itu.

“mungkin ini sudah waktunya” gumam taeyeon.

***

Minggu selanjutnya. Taeyeon berdiri didepan bangunan klinik. Mengikuti saran dari teman baiknya untuk mengikuti terapi.

Dia menarik nafas sebelum melanjutkan langkahnya memasuki klinik.

“selamat pagi, apa ada yang bisa saya bantu?” ucap wanita muda yang berada dibelakang meja counter. Taeyeon masih sedikit ragu, mengikuti arah matanya yang mengeksplorasi sekitarnya. Tidak terlalu besar, luas dan terasa nyaman.

“emmhh. Saya sudah menelpon dan ingin bertemu dengan ms.. hwang? Sepuluh menit lagi.” dia merutuki dirinya sendiri karena hampir melupakan nama dokternya.

“ahh ne, Ms. Kim taeyeon benar? Silahkan menuju ruang paling pojok, Ms.Hwang baru saja menyelesaikan sesionnya dengan pasien sebelumnya” wanita itu tersenyum dan menunjukan ruangan pada taeyeon dengan sopan.

Dia mengetuk pintu beberapa kali sebelum dia mendengar suara asing dari dalam ruangan. “silahkan” dan dengan perlahan membuka pintu. Wajahnya sedikit terkejut saat dia disambut dengan wanita cantik yang terlihat seumuran dengannya. Rambut coklatnya yang terurai bebas terlihat cocok untuknya. Senyuman dimatanya yang mebuat taeyeon hampir lupa diri. “hi. Ms Kim Taeyeon?”

“ahhh.. Ne. Ms.Hwang right?” matanya terus menatap gadis dihadapannya. Sepasang mata yang cantik saat ternsenyum. “Well. Aku pikir lebih cantik dari milik bomi” taeyeon merutuki dalam hati.

“yes. Silahkan duduk taeyeon. Ahhh. Bisa aku memanggilmu seperti itu? Atau kau lebih nyaman dengan Ms.Kim?”

“Taeyeon it’s fine.”

“okay then, call me tiffany” sekali lagi senyuman dimata gadis itu membuat taeyeon hilang kesadarannya sesaat, merasa dirinya melihat hal yang sangat mustahil didunia, dan sekarang ada dihadapannya.

Setelah beberapa saat tiffany melihat dan membaca form didatanya, taeyeon tak melepas sama sekali padangannya pada gadis didepannya. “so, aku ingin apapun yang aku bicarakan atau aku tanyakan kuharap kau bisa menjawab dan terbuka, percaya padaku dan bekerja sama, dan setelah itu aku bisa mengurangi sedikit demi sedikit luka yang saat ini kau alami. How?”

Hangat dan tenangnya suara tiffany membuat hati taeyeon berdebar. Entah apa yang saat ini dia rasakan. “yeah. Sure!”dia menjawab datar, tak tau apa lagi yang harus diucapkan.

“that’s good then. Untuk pertama ini kita tidak melangkah terlalu jauh, aku tau akan sangat susah untuk terbuka pada orang yang baru saja kau temui, dan untuk session pertama ini, ceritakan tentang dirimu sedikit lebih jauh.” Ucap tiffany lembut.

“ohhh. Hmmm” taeyeon mengerutkan dahinya, mencari hal-hal yang menarik dari dirinya untuk diceritakan. Setelah beberapa saat tak ada respon dari taeyeon, tiffany tertawa kecil melihat taeyeon. Dan tawa kecil itu membuat taeyeon mengangkat pandangannya pada gadis dihadapannya.

“I will help you. Haii. Tiffany hwang miyoung. 25 years old. Aku tinggal cukup lama di LA saat aku kecil dan pindah kemari untuk melanjutkan studyku. Aku sangat menyukai warna pink, tapi aku tidak setuju jika aku dikatakan sangat terobsesi dengan warna pink.” Dia berhenti karena menyadari melihat taeyeon memperhatikan benda-benda dimejanya.

Pink pen, pink phone case, pink tablemap, pink mug, pink earphone, pink pink and pink… taeyeon menengok bingung kearah gadis yang sekarang sedang tertawa.

“what?” taeyeon menatap tiffany yang tak berhenti tertawa sambil mengerutkan dahi. Tiffany membasahi tenggorokannya sebelum bicara dengan meneguk minumannya. “jangan berpikiran sama seperti teman-temanku. Aku berharap.” Ucapnya pelan, hampir seperti berbisik.

“yeahhh, aku pikir kau sangat terobs- ahh. Yeahh, kau sengat menyukai pink aku rasa”

“tiffany menggelengkan kepalanya setelahnya menatap taeyeon. “dan kau juga salah satu dari mereka. Huff.”

“no no. errrr. Ahh dan kenapa kita membicarakan ini?” taeyeon mengerutkan dahi dan setelahnya mereka berdua tertawa lepas.

Session pertama berjalan dengan mereka mengetahui diri mereka satu sama lain, dan tak terasa waktu mereka selesai.

“okay, thankyou for today tiffany. Nice to see and know you.”

“yeahh. Me too. Well, kita bertemu lagi minggu depan taeyeon” tiffany kembali memberikan senyuman terindahnya pada taeyeon.

***

“Yoon bomi!!” dia mendengar suara berisik dari teman baiknya dari belakang sambil membereskan barang-barangnya dengan kesal. “yahh! Kenapa kau lama sekali jung eunji!? Aku sudah sangat lapar! Kau harus-” dia berhenti mengoceh saat dia lihat sahabatnya bersama orang lain.

“sorry. Ada sedikit masalah dengan audisi hari ini. ahh. Dia baekhyun kami bertemu saat audisi tadi, and baekhyun~ahh, dia bomi. My retarded friend and my lovely friend.” Jika tidak ada baekhyun disitu, bomi sudah pasti akan menghajarnya. Bomi memberikan silence glarenya pada eunji yang menertawakannya sebelum memberikan bow pada baekhyun. Dia berjanji akan menghajar eunji saat mereka hanya berdua karena membawa baekhyun saat ini. eunji tau kenapa bomi bertingkah seperti ini, eunji tau jika baekhyun adalah laki-laki yang disukai bomi.

“hi bomi. Nice to meet you today. Ahh, aku rasa aku harus duluan, teman-temanku menunggu dilapangan. Kita akan bertemu lain waktu, hangout together.” Baekhyun tersenyum sebelum pergi dari tempatnya.

“nice meeting you too.” Setelah melihat baekhyun menghilang dari pandangan, eunji melepaskan tawa puasnya pada bomi sambil memukul-mukul pelan lengan bomi. “yaa! bomi~ahh! Wajahmu seperti tomat sekarang!” ucap eunji disela-sela tawa lebarnya.

“YAHH! JUNG EUNJI! DAMN YOU! Kenapa kau tak memberitauku sebelumnya jika kau akan membawanya?” bomi merengek sambil mengacak-acak rambutnya.

“bomi~ahh, seharusnya kau berterima kasih padaku karena membawanya dan mengenalmu. Sudah berapa lama kau memendam suka padanya? Sudah waktunya kau melakukan sesuatu sebelum dia diambil alih. Hahahaha. Aku akan menceritakan ini pada taeyeon unnie.” Eunji masih tertawa tak tertahan sambil sesekali menepuk-nepuk pundak bomi.

Mereka mulai berjalan bersama, hari ini hari jumat dan mereka berencana akan hangout bersama ditempat taeyeon.

“ahhh! Why eunji~ahhh!? Kenapa kau membawanya? Aku belum siap bertemu dengannya, dan tadi. Damn! Jika dia tau aku sangat berisik, apa yang dia pikirkan?? Arrgghhh!” ucap bomi frustasi, dan sekali lagi membuat temannya tertawa keras.

“bomi~ahh! Berhenti bertingkah seperti itu! Kita lihat apa yang akan terjadi saat kita hangout dengannya nanti.” Bomi hanya menghela nafas. Tak tau apa yang akan dilakukannya selanjutnya saat bertemu lagi dengan baekhyun.

“tapi jika kau sangat berisik itu memang sudah menjadi rahasia umum bomi~ahh!” ucap eunji sambil berjalan cepat meninggalkan temannya yang sekarang benar-benar kesal dengan tingkahnya itu.

“YAHHH!” bomi berteriak sambil mengejar sahabatnya.

***

“yahhh! Kalian berdua bisa membunuhku jika seperti ini! kalian bukan anak kecil lagi, dan aku tak bisa menahan berat badan kalian” taeyeon berdiri menderita mendapat pelukan sangat erat dari kedua gadis itu.

“yeahh unnie, kau harus menyuruh adikmu berdiet, karena jika kau tau, dia sangat banyak makan dan-“ eunji berhenti saat dia melihat death glare dari sahabatnya.

“kalian berdua masih tetap sama ternyata.” sunny berjalan keluar dari ruangannya sambil menggelengkan kepalanya.

“hai sunkyu unnie!” bomi tersenyum memamerkan eyesmilenya. Taeyeon yang melihat itu membuatnya mengingat gadis yang belum lama dia temui. Taeyeon menggelengkan kepalanya menghilangkan pikiran itu.

Sebelum bomi bisa menghentikan temannya, eunji muali bercerita tentang bagaimana bomi dan laki-laki yang dia sukai. Dan bagaimana frustasinya bomi saat pertama kali bertemu karena tak ada persiapan. Dan mereka terus menggoda bomi. “bomi~ahh! Ingat, jangan lupa kau memperkenalnya pada unniemu! Aku perlu tau bagaimana dia, supaya aku bisa merelakan adik kesayanganku.” Goda taeyeon, bomi hanya menyembunyikan wajahnya dibalik bantal.

Mencoba mengalihkan topic, bomi bertanya tentang terapi yang diikuti unnienya, saat mereka berdua bercerita ditelpon dimalam sebelumnya.

“oh it’s good! Session yang diberikan sangat nyaman, I have good feeling about this.” Ucap taeyeon.

“good feeling? The session or the doctor? Ha?!” ucap sunny sambil menggoda taeyeon. Dan mendapat pukulan ringan darinya.

“who is the doctor unnie?” Tanya bomi penasaran.

“hmm. Tiffany Hwang. Why?” taeyeon bertanya balik.

“tiffany? Wait, tiffany hwang?” ucap bomi sedikit terkejut.

“yeahh. Aku tak begitu mengingat nama koreanya. Why? Kau mengenalnya?” taeyeon mengangkat alisnya bingung melihat reaksi dari bomi.

“dia sangat terkenal sebagai senior di sekolah! Dia selalu ada di Dean List tiap tahun, dan lulus dengan menjadi kebanggaan sekolah, aku dengar dia mendapat banyak tawaran pekerjaan dari berbagai perusahaan. Aku selalu ingin bertemu dengannya dan berbincang karena kita berada pada jurusan yang sama, tapi sulit karena aku tak begitu tau tentangnya.”

Taeyeon mengangguk, dia mendapat sedikit info tentang gadis itu. Pintar, baik, dan memiliki wajah yang cantik tak lupa, that beautiful eyesmile. “mungkin aku bisa membawamu bersamaku menemaniku mengikuti session darinya, jika dia mengizinkan.”

“ahhh!!! That’s good unnie! Kau memang unnie yang terbaik yang pernah aku miliki!” ucap bomi penuh semangat sambil memberikan aegyonya pada taeyeon.

“aigooo! This kid really cute! My cutie sister!” taeyeon mencubit pelan pipi bomi tak tahan melihat wajah lucu dari adiknya.

“yaahh! Kau sangat tidak adil. Bahkan aegyoku jauh lebih lucu darinya! Dan aku hanya mendapat pukulan jika aku memamerkan itu padamu! Cih!” sunny ikut berpartisipasi dalam perang aegyo dengan bomi karena merasa tak terima.

-tbc-

44 thoughts on “All We Need Is Love [Chapter 1]

  1. Ohhh oppaaaaaa,akhirnya dirimu comeback juga d dunia perFF an,
    Yeyyy,oppa bawa cerita baru,,
    Itu taeng kasian yak,punya trauma masa lalu,semoga aja ppany bisa nyembuhin dia,
    Oppa ff yg lama ga mau d lanjutin lagi? Sayang loh,padahal tuh ff kerennn bangett,heheheh

    • Hahaha. Iya nihhh. Mumpung lagi ngga begitu sibuk. Diusahain kelar ni ff soalnya tinggal translate doank. Kalau masalah ff yg lama maap, kayaknya nda isa. Udah susah nyari pencerahan. Hoho matatih udah mampi ama comment, ditunggu lagi diselanjutnya 😊😊

  2. wah seru ni ff nya .. yay taeny taeny taeny jjang! tp msh sgkat ktmu nya . wah tae bru ktmu pertma udh muja pany ehm apalg ikt trapi , ktmu trus , trus tmbuh bnih2 cnta d antara mreka .. eeaa~
    hahaha *sotoy gw
    lnjt thor *^▁^*

  3. Gw taunya member snsd aja🙂 klo a pink gx terlalu kenal ama membernya😦
    pertemuan pertama taeng langsung terpesona ama pany

  4. Annyeong
    hahahahahhahaha siiip bnget t emng ccok taeng sm bomi adek kk yg sling mlengkapi,,,cieeeeeeeee taeng ngak akn bosan tu terapi,,,,,fany cntik bnget pstilah taeng klepek2 wkwkwkwk,,,,ohhhhh bomi suka sm sech bebek????trus mau d knalkan sm taeng hadeuhhhh wkwkwkwkkw,,,
    Tnggal chrong tu yg blom ngol,,,
    Lnjut dech
    Ttap smngatttttt
    Gomaomao,,,,

    • Iyaaa. Makanya itu aku juga ngerasa cocok banget kalau bomi jadi adiknya taeng. Iya nihh. Duhh kasian bominya sebenernya kalau sama bebek. Wakakak 😜 sipp. Makasih uda mampir sama comment. Ditunggu aja 😊

  5. Et dah. Ingetin kalo gw salah yak. Prasaan udah lamaaaaaaaaaa bgt ye kagak apdet dimari ? Gak tau deh gw yg sotoy sok kenal apa emang gw dulu suka baca di mari gitu deh.

    Nah buat ff yg ini….. gw belum baca deng hehehe… nanti pas ti gw baca.

    Oke deh. Seneng gw kalo ada author yg lama balik lagi.

  6. annyeong^^ reader baru here,,salam kenal thor*bow
    ekhm taeny baru ketemu skali tapi taeng kyk nya dah ga bisa lupain ppany,,,cieee
    ntar klo chomi yg ketemu bakal kyk apa yah??
    penasaran ama kelanjutan nya…

  7. Wah ceritanya bagus thor suka suka suka pa lg pas prtemuan taeny yg taeng dbkin cengoh krna obsesi fany upsss😄

    G sabar ama klanjutanya mreka bakal punya rasakah?! smoga aja kkk😄

  8. Annyeong thor^^ new reader nih
    wah tiffany emang dr yg hebat, selalu melalui pendekatan yg manis untuk pasien2nya esp kim taeyeon :3
    ditunggu thor lanjutannya

  9. Itu ibu tirinya tae jahat banget yah,sm anak kandungnya juga jahat…. kasihan tae sama bomi di siksa begitu…. lanjut sm taeny nya….. sunny sahabat yg baik selalu membantu tae,sampai2 tmpat tidurnya tae di beresin juga sama sunny….. lanjutttt thor…..

  10. Thor klo Chomi turunan Taeny.. Turunan Yulsic ad ga thor.
    Pandangan pertama awal Taeny bertemu seolah2 Fany tu bidadari d mata Tae.. itu emak ny Bomi ratu judi kali yak..

  11. Baru pertama bertemu,s tae udah kepincut fany
    Mamanya bomi itu manusia apa mahkluk alien,kejam banget,masa anak sendiri di siksa
    Chorong kapan munculnya???

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s