This Love [Chapter Two]

Heart-photography-6960592-2560-1920

 

 

Aku masih di sini untuk menunggu.. dan selalu bersabar untuk bisa merasakan hangat mu kembali.

 

Hening
seketika suasana yang hangat dan penuh keceriaan antara taeyeon dan yuri tadi langsung berubah menjadi hening.
kata-kata taeyeon tadi sontak menyadarkan yuri akan kehadiran seseorang  yang nyaris tak ia perdulikan kehadirannya akhir-akhir ini.
“yuri~ahh, kau baik-baik saja?” tanya taeyeon ragu saat melihat ekspresi wajah yuri yang terlihat tegang.
yuri tak bersuara hanya anggukan yang ia lakukan, gesture tubuh yuri yang seolah tidak nyaman itu pun membuat taeyeon reflek untuk mengusap punggung yuri.

Taeyeon, ya dia sangat tau apa yang baru saja ia ucapkan, menimbulkan sesak bagi membernya ini,  sebagai leader ia sangat tau bagaimana karakter yuri maupun member lainnya.
yuri yang terlihat lincah dan sedikit autis, humoris dan sangat ceria jauh di dasar dirinya adalah orang yang sangat rapuh dan sangat sensitif, apa lagi itu berhubungan dengan cinta.
yuri akan menjadi sosok yang paling lemah dan menyedihkan jika sudah menyangkut dengan hal-hal yang berhubungan dengan hati, bisa dibilang hampir sama dengan taeyeon.
hanya saja taeyeon masih sangat mampu untuk menyembunyikan semua itu dibalik sifatnya yang dork dan selalu ceria. Berbeda dengan yuri ia terlalu sulit untuk bisa menahan dirinya ketika ia harus mengahadapi hal yang menyangkut perasaan. Seperti contohnya adalah cinta.

“mianhe yuri~ahh tak seharusnya aku membicarakan hal ini saat kau lelah seperti ini” lanjut taeyeon.
yuri pun mengarahkan pandangannya menghadap taeyeon yang duduk di sampingnya, ia menggeleng dan tersenyum pada leadernya.
“aniyo taeng, ini bukan salah mu wajar jika kau mengatakan itu” yuri menghela nafas sejenak
“tapi aku rasa aku sedang tidak ingin membicarakan hal ini dulu tae, aku harap kau mengerti” lanjut yuri yang kini sudah mulai berdiri.
“aku rasa sudah terlalu larut, aku lelah, aku ingin tidur dulu. Dan juga lebih baik kau segera pergi untuk tertidur.” yuri pun meninggalakan taeyeon sendiri di ruang tengah itu dan masuk kedalam kamarnya.
“mianhe yuri~ahh, aku tau ini semua karena diriku” lirih taeyeon

***

Author POV
Pagi ini dorm SNSD terlihat lenggang masing-masing member sudah pergi untuk melakukan kegiatan mereka, yang tersisa saat ini hanya yuri yang baru saja terbangun dari tidurnya.
“jam sepuluh ya? Hmmm..” yuri menguap, “sepi sekali.” yuri pun bangkit dan pergi keluar kamar.
melangkahkan kakinya ke pantry  namun seketika  yuri terkejut melihat seseorang yang terlihat duduk di meja makan membelakanginya dan terlihat asik larut dalam dunianya sendiri sampai tidak menyadari bunyi pintu kamar yang yuri tutup tadi.
“sica” tegur yuri singkat menyebut namanya, yuri sangat hapal sosok itu. Entah akan di lihat dari mana pun ia sangat tau jessica meski ia membelakanginya seperti ini.
jessica pun langsung memalingkan wajahnya menghadap ke sosok yang kini berdiri tak jauh dari belakangnya.
“yuri~ahh” jawab sica singkat sambil menunjukkan senyum termanisnya untuk yuri.
yuri pun melanjutkan langkahnya mendekati refrigerator, mengambil air minum dan meneguknya secara cepat.
sica tak bergeming, ia bingung ingin melakukan apa pada yuri. Sendirinya bahkan takut jika yuri kembali menanggapinya secara dingin seperti biasanya. Kini yang dia lakukan hanya memandang sosok yuri yang kini berdiri membelakanginya.
setelah selesai minum yuri pun menatap jessica yang terlihat bermain dengan handphonenya.
“kau tak ada schedule hari ini?” yuri bertanya
sica yang sedikit kaget mendengar yuri memulai pembicaraan pun akhirnya menatap yuri lama, entah apa yang ada di pikiran jessica ia merasa bimbang ia merasa senang yuri memulai pembicaraan dengannya.
“aa..aniyo.. tak ada, kau sendiri?” Dengan ragu akhirnya jessica pun bertanya kembali pada yuri.
yuri hanya menjawab dengan gelengan.
“ tidak. hari ini aku juga free. Kalau begitu, aku kembali ke kamar. Aku masih ingin melanjutkan tidurku. Rasanya masih sangat lelah.” yuri pun langsung melangkah ke kamarnya meninggalkan jessica yang tak melepaskan tatapannya pada punggung yuri, ingin rasanya ia berlari dan memeluk yuri hanya untuk mengucapkan aku merindukan mu atau selamat beristirahat seobang tapi entah jessica kini merasa tubuhnya menjadi kaku dan ada sedikit rasa takut jika ia melakukan itu pada yuri . PENOLAKAN. Ya satu kata itu yang paling ia benci dalam hidupnya, jessica sangat benci ketika ia ditolak dan diabaikan. Kini yang bisa ia lakukan hanya tetap duduk dan menatap punggung yuri yang pergi menjauh dan semakin menjauh dengan tatapan kerinduan.
“apakah hal sekecil itu begitu sulit bagi mu kwon yuri?” ucap jessica lirih.

***

Tiffany POV
uhhh… kenapa siang ini begitu panas tak seperti biasanya, di tambah lagi tadi aku harus melakukan pemotretan ditempat terbuka. hufftt..
aaaahhh… tidak..tidak tiffany kau tidak boleh mengeluh, kau harus bisa mensyukuri semua yang kau dapat sekarang, karena diluar sana sangat banyak orang yang bermimpi bisa menjadi seperti mu sekarang ini.
aku  masih mengendarai mobil ku menyusuri jalanan menuju studio musik menjemput kekasih ku yang dari tadi merengek memintaku menjemputnya.

Kekasih ku itu  entah kenapa selalu saja mempunyai banyak cara untuk menarik perhatian ku , itu yang sampai saat ini membuat ku tak bisa melepaskannya begitu saja. dia pernah mengatakan padaku bahwa moodnya akan berbeda jika ia bersama ku. Dengan dia yang tidak sedang bersama ku. Seolah terbawa suasana, aku pun memiliki perasaan yang sama dengannya. Aku tak bisa tenang walau hanya sebentar berpisah darinya , jika ia tidak bersama ku setidaknya ia menghubungi ku sekedar  memberitahukan apa yang dia lakukan dan apa dia sudah makan atau belum itu sudah cukup membuat ku tenang dan juga senang. Entah lah ini terdengar berlebihan memang, tapi mungkin itu lah yang di namakan saling KETERGANTUNGAN antara kami berdua. Aku dan dia. Tiffany dan Taeyeon.

Bersikap tenang, bertanggung jawab dan rela mengorbankan dirinya demi para membernya itu lah Kim Taeyeon yang aku kenal sampai saat ini. Sekali pun ia sangat sering, bahkan hampir tiap hari bersikap kekanakan tapi kau akan menemukan sisi seorang leader jika itu berhubungan dengan para  membernya ia akan bersikap seperti seorang ibu, kakak dan juga penuh tanggung jawab ketika para membernya terlibat dalam sebuah masalah. Seprti contohnya saat dulu aku terlibat sedikit konflik dengan jessica, ia tak segan-segan memarahi ku sekalipun aku kekasihnya karna memang itu adalah kesalahan ku dan seperti yang kau tebak aku tidak akan berani padanya jika ia sudah marah. Karena jika hal itu terjadi maka itu adalah masalah yang benar-benar sudah keterlaluan baginya. Masalah kecilpun jika itu menyangkut group, dia akan tetap turun tangan. Dia memiliki karisma untuk itu. Tampak luar hanyalah topeng untuknya, tapi didalamnya, tersimpan banyak sekali kotak yang tertutup rapat, dimana kotak tersebut tersembunyi banyak sekali secret tentangnya.
Kini mobil ku sudah dekat dengan studio dimana kekasihku berlatih untuk bernyanyi. Tanpa perlu aku masuk ia sudah menyambut ku dengan dork laugh nya. Ia  terlihat seperti anak-anak dengan stylenya sekarang. Mengenakan T-shirt Iron man, celana hot pants berbahan jeans dan menggunakan topi yang sengaja di balik kebelakang. Cute. Hanya itu yang bisa terlintas di pikiran ku.
mobil ku pun segera menghampirinya, ia berlari kecil kesebelah kanan sisi mobilku dan masuk masih tetap dengan tawa kecilnya, duduk disebelahku.
chu~~  ia memberikan ku kecupan ringan di pipi , aku membalasnya dengan senyuman dan langsung menjalankan  mobil ku.
“apa perlu aku yang menyetir? Kau terlihat sangat lelah hari ini” taeyeon mengelus bahu ku lembut dan menunjukkan raut khawatirnya pada ku.
aku pun terpaksa memalingkan pandanganku sejenak untuk menatapnya dan balas menggenggam tangannya, “tidak sayang aku tidak lelah, lagi pula aku tidur tepat waktu tadi malam” aku menghela napas ku pelan “ memangnya kau! yang bahkan tidak tidur dari kemarin malam sampai saat ini” aku menunjukkan ekspresi seolah sedang marah dengan ekspresi cemberut.
“mian tapi tadi malam insomnia ku kambuh” taeyeon kini membelai lembut pipiku. Skinship yang paling aku suka dalam hubungan kami.
“aku tau. Tapi kenapa kau tidak membangunkanku, tau begitu aku bisa menemanimu daann..”

“dan menjadikan mu zombie pada besok harinya?” taeyeon memotong cepat pembicaraan ku dan menggelengkan kepalanya. Ekspresi wajah cutenya itu  membuat ku tak bisa menahan diri untuk tidak tertawa. Tanpa mengucapkan itupun aku otomatis akan tetap tertawa dengan hanya melihatnya.
“aku sangat hafal tentang mu sayang, jika kau kurang tidur besoknya mood mu akan sangat buruk dan tak jarang kau marah hanya untuk hal-hal yang sepele. Aku tidak ingin mengambil resiko seperti itu. Aku takut jika aku akan menjadi korbanmu.” taeyeon melanjutkan pembicaraannya yang ku akui itu sangat benar, aku memang bukan penggila tidur seperti jessica tapi aku akan kehilangan mood ku tiba-tiba jika waktu istirahat ku berkurang dan kau tau siapa lagi yang akan ku jadikan pelampiasan jika bukan kekasih ku ini.
“hahahaha…. anak pintar” aku pun menepuk – nepuk pelan kepalanya memperlakukannya seperti anak kecil, lihat saja sebentar lagi dia akan marah.
“Ya! Jangan perlakukan aku seperti anak kecil. Ahhhh! Miyoung~ahhh!” bingo benar yang ku katakan kan? Taeyeon akan marah jika di perlakukan seperti itu. Salah siapa dia memiliki muka babyface diumurnya yang sudah dibilang tua. Emmm… tapi kenyataannya aku satu line dengannya. Tapi aku tak mau tau. Wajahnya akan tetap selalu seperti anak TK.
aku hanya tertawa dan kembali menjalankan mobil ku saat lampu hijau sudah menyala.

 

***

Author POV
“sudah kau lakukan apa yang telah kau janjikan?” suara seorang pria yang kini menatap tajam sosok dihadapannya sambil menyesap sedikit demi sedikit kopi yang tersedia dimeja kerjanya itu.
wanita yang duduk berseberangan dengannya membalas tatapan mata lelaki itu.
“aku sedang berusaha menjauhinya, aku harap kau bisa mengerti ini tidak mudah bagi ku paman”
lelaki itu pun hanya menghela nafas dan menggelengkan kepalanya pelan.
“kau yang memilih semua keputusan ini kwon yuri, tapi kenapa kau sendiri yang terjebak dalam keputusan mu huh?” lelaki itu menyandarkan punggungnya ke sofanya yang terlihat empuk itu dan kembali menatap lawan bicaranya yang tak lain adalah kwon yuri.

Yuri menundukkan kepalanya. Ia bingung harus berbicara apa lagi dengan lelaki ini
“maafkan aku paman, ini berat bagi ku. Sangat berat” yuri menjawab lirih sambil menahan air matanya untuk tidak menetes.
“kwon Yuri, bukan aku tidak mengerti perasaan mu tapi jika kau tak melepaskan jessica segera, aku takut petinggi manajemen kita tau dan ku rasa kau juga tau apa akibatnya bagi semua” lelaki itu menghela napasnya.
“saat aku memberikan mu pilihan itu dulu kau dengan tegas memilih untuk mengorbankan hubungan mu dengan jessica, sekarang kau malah mengulur – ngulur seperti ini”
lelaki itu pun beranjak dari kursinya mengahampiri yuri dan mengulurkan tangannya mengusap pelan kepala yuri dengan penuh kasih sayang seperti seorang ayah kepada anaknya.
“aku menganggapmu dan member lainnya seperti anak ku sendiri yuri~ahh, kita memulai semua dari bawah bersama-sama, sampai saat kalian bisa seperti ini. Kau tau betapa aku juga merasakan sakit melihat  kalian yang seperti ini” lagi-lagi lelaki itu menghela nafas “ tapi tak ada yang bisa kita lakukan yuri~ahh. itu pilihan mu, kau yang memilih untuk mengorbankan hubungan mu dari pada mengorbankan hubungan member mu yang lain dan aku harap kau bisa menjalankan keputusan mu itu” sosok itu kini beranjak pergi dari ruangannya.
meninggalkan yuri yang kini menangis terisak mengeluarkan semua rasa sesak di dalam hatinya.

“aku tetap akan memberi waktu. Aku tau kau akan berusaha keras. Karena aku sangat mengenalmu. Kau yang terbaik kwon yuri.” Sebelum meninggalkan ruangannya, lelaki itu tetap menyempatkan memberi ketenangan bagi yuri.
pilihan itu memang terasa sangat sulit baginya, melepas jessica bukan lah hal yang mudah. Bagaimanapun jessica teramat berarti bagi yuri. Jessica lah orang yang bisa membuat yuri bangkit dari keterpurukannya dulu, meninggalakan segala masa lalu kelamnya sampai ia bisa menjadi yuri yang lebih baik seperti sekarang ini.

 

***

“BRAKK!!!” Pintu dorm itu tiba2 terbuka dengan keras seorang bertubuh kecil sedang berjalan terburu dan di belakangnya sosok tinggi itu pun mengikuti langkah wanita kecil itu.
“bunny maafkan aku, tadi aku hanya tak sengaja bertemu dengannya” sooyoung masih berusaha mengejar sunny yang terlihat sedang emosi.
hal itu pun sempat mengagetkan taeyeon dan tiffany yang masih asik bercengkrama di ruang tengah dorm mereka bermain-main dengan semua peliharaan mereka.

Sunny pun terlihat tak mau mendengar kan kata-kata sooyoung iya tetap melangkahkan
kakinya masuk kekamar dan membanting pintu kamar sekencang mungkin.
“bunny dengarkan aku dulu jangan seperti ini sayang” sooyoung tetap berusaha membujuk kekasihnya di balik pintu kamar sunny.
taeyeon dan tiffany pun hanya menatap bingung pada sooyoung yang terlihat frustasi saat melihat kekasihnya marah seperti itu padanya.
ia pun terlihat menyerah dan melangkahkan kakinya kearah sofa. Mengahempaskan tubuhnya diantara taeyeon dan tiffany dengang lemas.
“kenapa dia mudah sekali marah? Aiiisshhhhh!” sooyoung pun mengehela napas panjang.
Taeyeon menatap sooyoung “kali ini apa lagi huh?” tanya nya pada sooyoung

“entah lah dia marah besar pada ku untuk hal yang bukan sepenuhnya salah ku. Hhaaahh! Jinnjjaa!” sooyoung memasang wajah kesalnya

Tiffany pun mengelus pundak sooyoung berusaha meredakan emosi membernya ini “ceritakan pada kami ada apa youngie~ahh?” tanya tiffany tenang.
“hmmm.. tadi aku sedang duduk-duduk di taman dekat apartement ini sendiri, lalu kau tau apa?” tanya sooyoung pada taeyeon dan tiffany keduanya yang tak mengerti pun menggelengkan kepalanya bersamaan.

“tiba-tiba Hyesung oppa mendatangi ku, kau tau kan jika dia menemui ku apa lagi yang akan dia bahas jika bukan meminta ku untuk kembali padanya. seribu kali pun aku menolak seribu kali pula ia akan mengucapkan itu lagi” .

“ lalu entah kenapa tiba-tiba ia menciumku” sooyoung mengucapkannya pelan  sementara taeyeon dan tiffany yang mendengar hal itu pun tak bisa menutupi keterkejutannya.

omo.. lalu apa kau menamparnya?” tanya tiffany, jeda sesaat sebelum sooyoung menggelengkan kepalanya pelan

ani.. akuu tidak menamparnya, aku diamkan saja bahkan aku juga membalas ciumannya” ucap sooyoung dengan suara pelan lagi.
PLETAAK!! Sebuah jiatakan yang cukup kencang pun mendarat di kepala sooyoung dan itu adalah  hadiah spesial dari leadernya sendiri “babo, pantas saja sunkyu sampai mengamuk seperti itu!” kata taeyeon.
“aiisssshhh!! Jinjjjaa! Appoyoo taengie~ahh!, hwaaa fany~ahh! kau ini aku kan sedang sedih kenapa kau semakin menambah rasa sakitnya?” ucap sooyoung sambil berpura-pura menangis dan memeluk tiffany.

“Ya! Berhenti minta perlindungan dari kekasih ku! Bodoh!” taeyeon pun semakin menaikkan suara nya “ lagi pula kau mencari penyakit mu sendiri! Youngie~ahh! Baboo!” lanjut taeyeon.
tiffany yang melihat taeyeon yang sedikit kesal dengan sooyoung pun menatap taeyeon seolah mengatakan “jangan marahi dia lagi sayang” taeyeon yang mengerti akan tatapan tiffany pun menghela napasnya kesal.
“kenapa kau bisa membalasnya ha? Apa kau masih mencintai hyesung oppa?” tanya tiffany lembut

“anniiyyoo fany~ahh! aniiyyoo.. aku sudah tidak mencintainya lagi tapi aku juga tidak mengerti kenapa aku bisa larut dalam ciumannya begitu saja bahkan sampai aku tak menyadari bahwa sunny melihat ku dengannya. Bagaimana ini?” Jawab sooyoung sambil merengek dan memeluk tiffany erat
“ya!! Hentikan bermanja-manja dengan kekasih ku, kau nakal! kau anak nakal! isshhh ” taeyeon pun terlihat kesal kali ini.
“unniiee! berhenti memarahi ku, sekarang  bantu aku agar sunkyu tidak marah lagi dengan ku. Aku mohon” ucap sooyoung, kembali merengek, kini ia seperti anak kecil  yang merengek kepada kedua orang tuanya.

“kalau kau bukan member ku, sudah ku gantung kau di luar dorm” jawab taeyeon yang masih kesal.
Tiffany masih mengusap-usap punggung sooyoung yang kini masih ada di dalam pelukannya “sudahalah kau istirahat dulu. besok kita bicarakan lagi, biarkan sunny meredakan emosinya dulu percuma juga jika kau memaksa kan untuk membicarakannya pada sunny, saat ini dia tidak akan mau mendengarkanmu youngie~ahh.”
sooyoung pun menghela napas untuk kesekian kalinya dan mengangguk dan lanjut berdiri “baiklah aku ke kamar dulu. Anyeong miyoung unnie, taeyeon babo!” celetuk sooyoung.

“yaaaa!!!” taeyeon yang merasa tak terima dengan ucapan sooyoung, hendak berdiri dan akan memberi pelajaran padanya. Tapi tangan tiffany dengan cepat, menahan tangan mungil itu. Dan memberikan tatapan peringatan. Seakan taeyeon yang masih tak terima, hanya bisa mengerutkan bibirnya.
tiffany pun meberikan senyuman pada sooyoung “tidurlah, kita seleseaikan ini besok” sooyoung membalas senyum tiffany lemah.
“anak itu benar-benar membuat status darahku naik malam-malam begini hahh!” saat sooyoung sudah tiba di kamarnya, taeyeon pun kembali menyandarakan tubuhnya ke sofa.

Tiffany hanya tersenyum dan menyandarkan kepalanya ke bahu kekasihnya dan melingkarkan tangannya pada pinggang taeyeon.
“kurasa sooyoung hanya terjebak dalam suasana sesaat saja tae” ucap tiffany

“tapi itu tak bisa dibenarkan” debat taeng singkat.

“yaa.. aku mengerti. Dan ini pasti menyakitkan bagi sunny. Tapi menyalahkan sooyoung terus menerus pun tidak ada gunanya, kita hanya bisa menegur jika ada member yang melakukan kesalahan. Bukan untuk menghakimi mereka, biarkan mereka menyelesaikan urusan mereka masing-masing. Kita tidak perlu mencampuri terlalu jauh karena mereka sudah sangat dewasa untuk menyelesaikan masalah mereka masing-masing, itu kan yang selalu kau katakan pada ku” ucap tiffany sembari mengeratkan pelukannya pada taeyeon dan menghirup aroma tubuh taeyeon yang begitu ia sukai.
“emhhh.. Kau benar sayang. Kau memang pandai.” taeyeon menyeringai sekaligus menggoda tiffany.

“that’s me! fany..fany.. tiffany” kata tiffany membanggakan dirinya sendiri dan tertawa memamerkan deretan gigi rapi dan putihnya sekaligus memamerkan eyesmilenya yang selalu menjadi kebangganya.
aigoo bisa kah sehari saja kau tidak terlihat cantik miyoung~ahh” ucap taeyeon sambil mengecup bibir kekasihnya.
“mianhe kim taeyeon, aku sudah di takdirkan menjadi orang yang terlalu cantik. Jadi mau bagaimanapun ekspresiku, aku tetap cantik. hahaha” tiffany  pun mengucapaknnya dengan tertawa renyahnya.
taeyeon pun hanya menggelengkan kepalanya mendengar pengakuan yang emmmm.. ya memang benar di ucapakan oleh kekasihnya, baginya tak ada satu pun moment yang dapat membuat wajah tiffany mengecewakan di matanya.

Taeyeon semakin mengeratkan pelukannya pada tiffany “miyoung~ahh, berjanjilah pada ku, semuanya akan tetap seperti ini selamanya, jangan pernah berubah sedikit pun” ucapan taeyeon dan intonasi serius taeyeon pun membuat tiffany mendongakkan wajahnya dan menatap dalam mata taeyeon di tangkupukannya kedua tangannya ke pipi taeyeon, tiffany pun tersenyum.
“aku berjanji tae, semua akan tetap seperti ini sayang. Tidak ada yang berubah, baik aku maupun diri mu karena kim taeyeon adalah tiffany hwang dan tiiffany hwang adalah  kim taeyeon, aku rasa kau tau kita terikat dalam hal yang tidak mudah di pisahkan.” Kata-kata tiffany begitu terdengar meyakinkan di telinga taeyeon, membuat taeyeon tersenyum bahagia, kembali di ciumnya bibir tiffany kali ini bukan hanya sekedar kecupan ringan tapi ciuman panjang penuh cinta yang terasa manis bagi keduanya.

 

***

Dentuman keras music itu terdengar memggema di seluruh sudut ruangan klub mlam ini, yuri masih saja meneguk minuman beralkohol itu sudah bergelas-gelas ia habiskan. Tapi sendirinya terus dan terus menambah minuman beralkohol itu masuk ke tubuhnya, saat ia akan meminum sekali lagi sebuah tangan kekar menahan yuri.
ditariknya yuri secara paksa keluar dari klub itu, yuri yang sudah mabuk pun seolah tak bisa menahan tarikan lelaki itu. Dibiarkan lelaki itu tetap menariknya sampai kini ia ada di parkiran mobil.

Lelaki itu membuka pintu mobilnya dan mendorong pelan yuri untuk duduk di kursi penumpang.

“bodoh,sampai kapan kau mau menyiksa dirimu sendiri? Babo~yyaa!” kata itu yang keluar saat lelaki itu sudah duduk didalam mobil.

“aku tidak mabuk oppa, biarkan aku masuk lagi aku masih ingin menyegarkan otak ku” ujar yuri memohon

“no way! tidak akan ku biarkan kau masuk lagi bodoh, kau rasakan sendiri! untuk menegakkan kepalamu saja kau tak bisa” ucap lelaki itu lari melarang yuri

“isshhh Jaebum oppa! Tega sekali kau” yuri memejamkan matanya, ia tak bisa berbohong kepalanya terasa berat sangat pusing saat ini.

“terserah kau bilang aku tega atau apapun aku akan tetap melarang mu, kita disini dulu sampai mabuk mu itu berkurang baru aku akan mengantar kan mu ke dorm. Aku tak akan mengambil resiko dengan netizens yang bisa saja memergoki ku sedang memapah mu mabuk” ucap jaebum yang kini menatap yuri.

“terserah pada mu saja oppa” yuri membalas singkat sambil memejamkan matanya.

Beberapa waktu kemudian pengaruh alkohol itu seolah berkurang di tubuh yuri, jaebum pun menepati janjinya saat di lihatnya yuri sudah sedikit sadar. Ia langsung menyalakan mobilnya.

“kau ingin aku mengantar mu kemana yul?”

“antarkan aku ke partement ku saja oppa” jawab yuri datar

“apartement mu dengan sica atau…” tanya jaebum ragu.

“iya apartement ku dengan sica, aku ingin menghabiskan malam ini di sana” jawab yuri lagi. Jaebum pun mengangguk mengerti.

“ baiklah aku akan mengantarkan mu kesana sesuai yang kau mau, aku tau kau merindukannya kan?” Tanya nya lagi

Sesak rasanya saat jaebum menanyakan itu, tapi pertanyaan sekaligus pernyataan itu memang benar adanya. Dia sangat merindukan jessica. Dia yang biasa menghabiskan hampir 24 jam waktunya dengan Jessica, merasakan pelukan jessica, menikmati sikap manja jessica, mendapat kecupan ringan dari jessica semuanya ia sangat rindukan kini.
tapi tak ada yang bisa yuri lakukan, ia sudah memutuskan dan ia harus bisa mempertanggungjawabkan keputusannya untuk bisa menjauhi jessica dan melepaskan, ya melepaskan tapi hal itu sangat menyesakan baginya sampai detik ini pun yuri sangat amat tak yakin ia bisa melepaskan jessica dan menyandang status sebagai mantan kekasih jessica jung sooyeon. Ini semua membuatnya gila secara perlahan

“sampai kapan kau akan menyiksa diri kalian seperti ini yuri~ahh?” jaebum kembali membuka dengan bertanya tenang padaa yuri. Dan lagi-lagi yuri hanya bisa menghela nafasnya

“entah lah oppa aku bingung” jawab yuri sedih “kau tau betapa aku mencintainya dan melepasnya bukan hal yang mudah bagi ku oppa. Tapi aku harus” lagi yuri hanya bisa menangis kali ini.

Mungkin di depan para member atau orang lainnya yuri bisa menutupi segala kesedihannya ini, yuri terlihat tak peduli dan tetap bersikap konyol seperti biasanya tapi yuri tak pernah bisa menutupi perasaan sebeneranya hanya pada dua orang yaitu Park Jaebum dan Kim Taeyeon, hanya di depan mereka berdua yuri berani jujur apapun yang dirasakannya, hanya dengan mereka berdua lah yuri tidak akan berhasil memasang poker face miliknya. Dan hanya mereka berdua yang tau betapa rapuhnya seorang Kwon yuri.

Tak terasa mobil yang di kendarai jaebum dan yuri sudah ada di depan apartement. Jaebum yang merasa gadis disebelahnya benar-benar kacau ikut merasa dirinya sedih. Yuri adalah sosok adik bagi jaebum, bukan hanya yuri sebenarnya, Jaebum juga menganggap Jessica sebagai adiknya. Oleh karena itulah, ia sangat ingin melindungi mereka berdua.

“sudah sampai babo” jaebum tersenyum dan mengusap lembut rambut yuri

gomawo oppa” ucap yuri singkat

“yuri fighting” jaebum memberikan senyuman dan mengepalkan tangannya tanda memberikan semangat pada yuri “jangan siksa diri mu terlalu lama yul, karena ini juga akan menyiksanya dan aku berharap kau bisa bersabar dengan semua ini, jika kau ingin mabuk lagi panggil aku dulu sebelumnya arra?” ia kembali mengusap kepala yuri seperti adiknya sendiri.

ne.. aku mengerti kau bawel sekali oppa!” yuri pun tersenyum pada lawan bicaranya dan membuka pintu mobil sport  itu.

Tak lama mobil itu pun langsung melaju meninggalakan apartement yang ditempati oleh yuri juga jessica, iya ini adalah aparetement yang mereka beli bersama. Lebih tepatnya apertement ini adalah kado cinta dari yuri untuk jessica yang ia belikan dua tahun yang lalu saat ulang tahun jessica.

Yuri segera keluar dari lift dan melangkahkan kakinya kekamar apartementnya, saat sudah di depan kamar bernomor 518 di tempelkannya ibu jari pada alat pendectetor yang tertempel di pintu apartement itu. Secara otomatis pintu apartement itu pun terbuka. Yuri masuk dan mengganti sepatunya dengan sandal rumah yang sudah tesedia namun dirinya merasa janggal saat di lihat sepasang  sepatu lagi di sana.

Yuri pun melangkahkan kakinya masih heran di tambah lagi lampu-lampu di apartement ini menyala terang seperti ada orang lain selain yuri. Apa dia ada di sini  batin yuri.

Dilangkahkan lagi kakinya kekamar yang dulu sering ia gunakan bersama jessica jika keduanya ingin menghabiskan waktu hanya berdua.

Saat ia membuka pintu kamar yuri pun melihat sosok itu tidur, ia mendekati sosok itu dan melihat ada bekas air mata dipipi gadis itu, air mukanya menunjukkan kesedihan,kepedihan dan juga kerinduan sekalipun dalam tidurnya.

Sosok itu terlihat tidur pulas sembari memeluk frame foto dimana tergambar dirinya dan yuri.

“maafkan aku sooyeon~ahh, maafkan aku karena aku sangat mencintaimu” ucap yuri lirih.

 

TBC

FF hanya sebuah wadah untuk seorang author menumpahkan segala imajinasinya yang ada
jadi reader yang bijaksan untuk bisa membedakan antara sesuatu yang REAL dan hanya IMAJINASI mungkin itu lebih baik J

FF ini hanya bentuk hiburan bukan sesuatu yang patut untuk di contoh karena sesuatu yang salah itu akan lah tetap salah tak ada hal yang bisa membenarkannya.

 

 

33 thoughts on “This Love [Chapter Two]

  1. ishh… jd yuri dsruh ninggalin sica
    pantesan aja yuri cman negur sica seadanya…
    sicababy nangis krn rindu seobang ny…

    youngie enteng bner jwb ny…
    gmn sunny gk mrah…kissu sma mntan n ngebales tuh ciuman

    dtnggu lanjuta ny

  2. Hah.. Yul disuruh sama siapa tuh buat ngelepasin sica? U.u bener bener tersiksa lagi yulsica nya😥
    Ckck. Soo, jadi itu maslahnya. Diajak balikan lagi. Terus, ngebales ciuman mantan. Pantesan sunny langsung marah abis -_-
    Huahhhhh aku suka dengan moment taeny haha. Sweet sweet. Semoga, tetap bersama mereka nya #plakk

  3. jiah.. pabo yoongie kalo gitu mah jangankan sunkyu.. gue liat adegan kiss di drama lo sampai mencak2 -_-

    hem.. trus yulsic bakal gimana😦

  4. annyeong…

    jadi karena sebuah tuntutan yah yg mengharuskan Yuri untuk menjauhi Ssica😦
    kek nya hub.Yulsic yg seperti ini,lambat laun akan terjadi juga deh pada pasangan lainnya,bner ga?

  5. siapa sih tuh yg ngasih yuri pilihan bwt ninggalin sicbaby trus knpa taeny enggak???
    Hadeuh soo mnta di jewer bgt tu orang,,hehehehehe
    Semoga yulsic cpt putus & jessica pnya pacar baru n yuri nyesel deh…haha

  6. hai thor…
    yg tau dunia per ff an mah udah paham kale
    kalo ini hnya hiburan semata…
    hiburan gratis lbh tepatnya ^_^

    hmm… sica kasihan bgd…
    napa yuri g jujur ajah ma sica… trz dibicarain baik2
    hahahaha
    oke lanjutkan imajinasimu thorrrr…..

  7. yahhhh taeny sllu sweet. tp pas tae blg “miyoung~ahh,
    berjanjilah pada ku, semuanya akan
    tetap seperti ini selamanya, jangan
    pernah berubah sedikit pun” itu kya ada firasat bruk deh kdepany trhdp taeny. entah knp aku fkir bgtu.
    okee, abaikan😀

    hahaha, soo emg cri mati itu sm sunny. jlas aj sunny mrah. jlas2 soo bls ciuman hyesung wkwk smg cpet klar mslahny.

    itu yg sruh yul pisah dr sica manager oppa.ya? ahh yul ksian bgt. tp knp taeny n soosun ga d pisahin jg ya? patuy d prtnyakan (?)
    oke, lnjut next chapny kak🙂

  8. Emm. . .gmna itu nsib na yulsic. . .kasian yul naggung bebnx brt, sica jg, em taeny jga, dn dtmbh lagi mslh soosun. . .huuff. . .okelah. . .dlnjuuuuut. . . .

    Keep spirit. . . .
    Dn bnr bnget tuh himbauan atau peringatan yg d bawah itu. . . .hehehehe. . .i like. . .😀

  9. sdh bgt thor
    andwe jgn smp yulsic bubar,jk it trjadi kcian sica
    yuri sdh b’korban bnyk dmi sica baby
    cpt update y jgn lm lm hehe

  10. paling gak suka liat Yulsic jauh2an atau berantem,,,
    yul for sica n sica for yul,,
    knapa soo malah membalas ciumannya, ua iyalah sunny bunny marah,,,
    hadeeh ada2 aza,,,

  11. Pantesan si yul d sruh ptus ma sica gra2 manajemen ea …
    Fiuhh yul rela berkorban demi member2 lain ea ..
    Tpi sica gx tw apa2 ..
    Ksian dya knpa tba2 d jauhin ma yul …
    Setuju ma pndpat ea author …
    Xeexexee

  12. ooh jd yuri d suru lepasin sica, pantesan dia brubah. Kasian bgt yulsic thor. Gw harap gk ada yg lepas melepasin ya. Yulsic brsatulah lg.

  13. tinggal taeny yg masih baikan
    dari kata2 fany tadi kayaknya akan terjadi sesuatu sama hubungan mereka deh…………..

  14. Ugh, kacian yul. Dya pzth terzikza bgt nglakuin ni xmua. Cpa yg nyruh dya bwt nglepasin sica? Lee sooman yak?
    Lnjut!

  15. Yyyaa yulsic jgn dpisahin dong.. Tu org main suruh2 aja ya.. Smg mrk baik2 aja n gak pisah.. Taeny romantis bgt ya, -̶̶•-̶̶•̸Ϟ•̸Thank You•̸Ϟ•̸-̶̶•-̶. Thor dlanjut

  16. Yang salah itu tetap salah ..ckk tapi sakit untuk menyalahkan hal yang salah itu ..jadi gimana? Huuftt ..menyedihkan ..meski real nya yulsic lage ada moment2 betebaran, tapiii yang lalu itu ga mungkin bisa diilangin gitu ajaaa ..aku masih takut nanti yulsic ngilang lagi ..hufttt

    *galau

    *curcol🙂 aku suka banget chapt ini kak,, meski ga ada nangis nangis nyaa tapi aku malah kebawa nangis ..*lenjeh ..

    Yulsic yeongwonhii😐

  17. setelah yul yang dipaksa ninggalin sica, ntar tae dapat giliran buat ninggalin ppany??? jangan ya au ssi (egois), udah dibilang diawal kan kalo taeny itu saling ketergantungan, tae adalah ppany begitu juga sebaliknya, ikatan mereka kan kuaaaaaaat banget, kalo pisah nanti akan terjadi sesuatu di tubuh soshi (mikirnya gitu)

  18. napa yul harus disuruh ninggalkan sica? seharusnya yang lain juga disuruh ninggalkan.
    jgn2 paman itu punya rencana busuk…
    tunggu lanjutan.

  19. Taeng udah punya firasat kali yak, sampe minta janji”n begitu ama ppany..
    Aiiisshh, drama oh drama #plak

  20. pantesan yul berubah karna harus berpisah toh ma jessica ?
    ya iyalah sunny marah,liat sooyoung kisseu ma hyesung dan dibalas pula…ckck

  21. kasian yul nanggung semuanya sendiri, kenapa cuma hubungan yulsic dongan yang di permasalahin sedangkan yang lainnya engga
    soo pabo, ya iya lah sunny marah, rang u ya juga bales yium
    teany masih adem2 aja hubungannya, malah bertambah sweet…

    ditunggu kelanjutannya ya thor

  22. annyeong New reader here kkkk ~
    langsung komen disini aja ya thor ^^
    hwaa yuri knpa harus jauhin sica? T^T
    ini ff ngejleb banget, suka2, lanjut thor T.T

  23. Waduh knp yul hrus ninggalin sica mang knp?? Ksian yulsic hbunganya bru trkena badai nih lain halnya dg taeny tetep adem ayem mlah makin sweet nih couple kkk^ ~
    Ni youngie jd orang koq g sensitive yak!! Terang ja sunkyunya ngamuk gtu liat pcrnya ciuman ma mntanya hadeh…>.<
    Smoga yulsic cpat trselsaikan deh mslahnya

  24. moment taeny slalu saja sweet, bikn ane senyum2 sndiri hehehehe…..
    itu yg dipanggil yuri paman,sp ya?duh kasian yulsic, ngenes bngt nasibnya:-(:-(:-(

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s