[Chap 6] Back To Reach Your Love

———————————————————————————————————-

Author POV

Malam kelabu gelap kini menyelimuti seorang gadis. air mata dan isakan2 begitu menusuk gadis yg menemaninya. Sakit hati yg kini menjadi teman untuk tiffany.

“fany~ahh,, kau harus makan. Ini sudah sangat larut, wajahmu sudah sangat memerah gara2 terlalu banyak minum.” Yuri mengusap peluh yg memenuhi wajah tiffany, memberikan perhatian padanya. beberapa kali yuri mencoba untuk membujuk, tapi hasilnya tetap saja nihil, hanya isakan yg menjadi jawaban.

“waeyoo?? Dia sakit?” suara jessica mengejutkan mereka berdua.

“ohh,, chagiya.” Yuri dengan sigap mengalihkan pandangan jessica. tak ingin melihat tiffany yg sedang menangis, karena dia tau jika jessica tau, habislah tiffany.

“gwenchana yul.” Suara isakannya terdengar jelas, membuat jessica dan yuri tertegun melihatnya berjalan pergi.

Tiffany berjalan menjauh meninggalkan kedua gadis tadi, berjalan sempoyongan tanpa arah. Efek alcohol yg masih mengendap ditubuhnya masih terlalu kuat.

“fany~ahhh..” tanpa menghiraukan jessica, yuri bergegas merengkuh tiffany karena mengetahui apa yg sebenarnya terjadi dan pastinya membuat jessica kebingungan.

“yul gwenchana. Aku tak mau merusak hubungan orang. Tinggalkan aku dan tetap bersamanya, aku ingin sendiri. Jinnjja gwenchana.” Tiffany tersenyum miris dihadapan yuri, berusaha untuk tidak membuat yuri merasa kasian padanya. jelas sekali senyum paksaan itu muncul karena sakit hatinya yg sangat dalam. Tiffany berpikir ini terjadi sudah 2X dan kini dia benar2 sangat menderita.

————————

Tiffany POV

Kembali aku harus berteman dengan kesunyian, entahlah, kali ini aku benar2 tak ingin merasakan cinta, aku ingin sekali merasakan bagaimana rasanya membalas dendam. Tak pernah terpikirkan olehku jika aku menjadi seperti mereka berdua. Kim Taeyeon, Im Siwan. Kupikir itu akan sangat menyenangkan. Aku ingin merasakan bagaimana rasanya menyakiti hati seseorang. Dan kali ini aku sangat diselimuti kebencian, kebencian dengan apa yg namanya cinta, kebencian dengan kedua orang itu.

“fany~ahhh… gwenchana??” lagi2 suara bodoh yg selalu mengikutiku akhir2 ini kembali muncul.

“yaaaa!!!!!!! Kim Taeyeon! Bisakah kau pergi menjauh dariku!? Apa kau belum puas menyakitiku!?? Apa kau belum puas menghancurkanku!!!?? Haaaa!!! Murahan!!!” aku meneriakinya, aku benar2 sangat marah kali ini, untuk pertama kalinya aku benar2 ingin membunuh seseorang.

“jeballl!!! Menjauhlah dariku KIM TAEYEON!!! Kau tau!? Aku benar2 ingin membunuhmu!!” sekali lagi aku berteriak, dan kali ini entah kenapa air mata menyelimuti mataku.

“aku tak pernah bisa menjauh darimu. Aku tak akan melawan jika kau membunuhku! Jika kau benar ingin membunuhku, lakukanlah fany~ahh. Saat ini teman2 sedang tak ada di ruanganku.”

“huh!!! Apa kau menantangku!? Bodohhh!” dengan langkah cepat aku menuju keruangan wanita itu. wanita bodoh yg selalu hadir dalam pikiranku.

Ruangannya benar2 sepi. Teman2 tak ada disini. Kurasa mereka sedang keluar mencari makan. Dan ini kesempatanku untuk membunuhmu KIM TAEYEON!

“lakukanlah, sebelum teman2 datang.” Suara itu kembali datang.

DEGGG…DEGGG…DEGGG… jantungku terasa sangat sakit. Air mata kembali membasahi pipiku. Dihadapan gadis ini, kenapa aku selalu merasa iba padanya? aku tak ingin menjadi seorang pengecut yg dengan mudah menarik kata2ku sendiri. Aku ingin membunuhnya. Jebal! Lakukan fany~ahh! Kenapa kau seperti ini?? Dia yg menyakitimu! Dia yg pertama kali menghancurkanmu! Kenapa kau tak sanggup!? Kenapa kau hanya berucap saja?!?

“kenapa? Kenapa kau tak melakukannya? Bunuhlah dia! Bukankah dia yg kau pikir menyakitimu bukan?”

Aku terbujur kaku kali ini. Kata2nya benar2 pahit. Aku tak bisa melakukannya. Ya, yuri benar. Rasa sayangku ke dia masih tak bisa hilang, dia memang seorang peri yg mengacaukan pikiranku, dan membuatku menjadi seorang yg labil!
“fany~ahh!” kali ini yuri datang. Dia kembali menjadi penolongku, aku benar2 ingin meluapkan semua amarahku. Dia yg saat ini kubutuhkan.

“gwenchana?? Kenapa kau bersimpuh seperti ini?” yuri membantuku berdiri, merangkulku dalam pelukan hangatnya.

“yul, aku ingin membunuhnya. Tapi kenapa aku tak bisaaa???!!!” kubiarkan air mataku membasahi bagian belakang hoddienya, mengatakan apa yg sabenarnya aku inginkan.

“fany~ahh… kau bukan orang yg seperti itu. aku tak akan membiarkan tanganmu menjadi berdosa hanya karna sakit hati. Bukan dia yg bersalah. Dia tak punya salah padamu. Ikut aku.”
yuri menuntunku keluar ruangan. Dia kembali membawaku kesuatu tempat. Dan aku yakin, dia akan menggali isi hatiku.

————————

Selama dimobil, aku hanya terdiam membiarkan diriku dibawa olehnya pergi yg aku sendiri tak tau tujuan. Aku masih menangis, masih merasakan kekacauan dipikiran dan juga kehancuran hatiku. Mobil berhenti dengan mulusnya.

“fany~ahhh. Aku tak bermaksud ikut campur dalam urusan cintamu. Aku hanya ingin mengatakan padamu apa yg sebenarnya terjadi. Aku dan jessica berusaha untuk menceritakannya padamu, hanya kami yg tau, tapi entah kenapa taeyeon melarang kami menceritakan hal ini.” Tatapan kami kini bertemu.

“joon oppa. dia memang sejak awal memendam rasa pada taeyeon. Dan kau tau, taeyeon sama sekali tak merespon karena saat itu kau masih bersamanya, dan hingga saat itu kau melihat mereka berpelukan.” Ya.. itu yg membuatku mengakhiri kisahku dengan taeyeon, dan kurasa itu perbuatan benar.

“itu bukan karena taeyeon selingkuh. Itu karena lagi2 taeyeon menolaknya. Taeyeon menolaknya karena dia lebih mencintaimu. Hanya dirimu yg berharga baginya. Dia tak habis pikir karena kau mengakhiri hubungan kalian. Kau tau betapa kacaunya dia saat kau dengan cepat move on pada orang lain? Dia sama sepertimu saat ini. Tapi dia lebih parah. Taeyeon ingin mengakhiri hidupnya saat itu.” mendengar itu air mataku yg semula terhenti kini kembali mengalir.

“yuri~ahhh,, aku tak ingin mendengar lawakanmu. Apa kau tau? Saat ini aku benar2 menderita. Tak usah merasa kasian dan membuat cerita sebodoh itu.” setelah aku berucap, dia memberikan sebuah buku diary. Aku sangat mengenal buku itu. diary dengan warna biru muda.

“bacalah, dan kau benar2 akan menyesal.”

                                2012, April 27

Kim Taeyeon, kurasa kau bukanlah gadis yang beruntung. Benar bukan? Hahaha.

Kau kali ini terbuang. Kau yg kini hanya dibodohi oleh perasaan cinta.

Hwang Miyong, mianhe… aku tau kau salah paham, aku tau kau melihatnya.

Dan karena itu, kau mengakhiri hubungan ini. Aku akan bahagia jika kau bersama orang yg bisa membahagiakanmu.

Tak seperti aku yg membuatmu sakit hati. Kurasa aku sangatlah pengecut.

Tak mengatakan hal yg sebenarnya, dan aku yakin kau tak akan mendengarkannya.

Cintaku padamu masih sangat besar miyoung~ahh, tapi kini tak ada cinta untukku lagi.

Itu tak masalah, karena aku sendiri yang membuatnya salah.

Aku sempat berpikir untuk mengakhiri hidupku.

Tapi kurasa itu adalah suatu kebodohan yg dilakukan oleh orang sebodoh diriku.

Miyoung~ahh..

Munngkin kau memang tak tau seberapa dalam aku mencintaimu.

Aku sendiri juga tak tau seberapa dalamnya, karena itu terlalu dalam.

Masih ada beribu-ribu kata-kata manis yg masih kusimpan untukmu.

Dan kini tak mungkin untuk aku ucapkan.

Aku masih sangat ingin menggenggam tanganmu, masih ingin memelukmu,

Masih ingin merasakan kehangatanmu,

Dan aku masih ingin merasakan cintamu. Tapi kurasa itu sangat mendramatisir.

Hanya khayalan yg tersisa, karena sekarang sudah berakhir.

Aku tak akan terlihat sedih dihadapanmu.

Kau bisa dengan cepat berpaling, tapi tidak untuku.

Miyoung~ahhh, kuharap kau membantuku untuk tak terlihat sedih.

Gomawooo ♥

Serasa tertusuk puluhan ribu pisau yg kurasakan. Selama ini, dia hanya memendamnya, kenapa dia tak mengatakannya? Kenapa dia membiarkan aku pergi begitu saja yg padahal dia sangat menderita waktu itu. kenapa dia membuatku sebegini salah??

“fany~ahh.. diluar dia tampak kuat bukan? Tapi dihatinya dia sangat hancur. Taeyeon adalah orang yg setia. Dia sangat setia, dia tak akan membiarkan orang yg dia cintai menderita, tapi ini bukan kali pertama dia seperti ini.” Jelas yuri. Dan itu makin membuatku merasa perih. Masih tak habis pikir dengan apa yg terjadi sebenarnya.

——————————–

Author POV
ditempat ini peri cantik masih terbujur lemah, belum ada pergerakan2 selanjutnya. Teman2 yg lain juga masih komplit berjaga bersama, tak ingin meninggalkan peri itu sendirian.

“sicaa, dimana yuri?” sooyoung memecah keheningan. Hanya jessica, sooyoung dan sunny yg masih terbangun. Duo maknae dan hyoyeon sudah terlelap.

“menyadarkan seseorang yg mungkin takkan pernah sadar.” Jawab jessica sarkatis.

Seketika itu suasana kembali hening, meninggalkan mereka bertiga bersama sang peri yg masih tertidur lelap.

Perasaan sedikit mengganjal yg dirasakan jessica sangat mengganggunya, dan kali ini bukan karena yuri yg sedang bersama tiffany atau hal lainnya. Yg kini dia khawatirkan adalah sosok mungil yg terbaring dihadapannya. Detak jantung yg tergambar pada mesin medis kian lama kian menyurut lemah. Tak heran jika jessica merasakan kekhawatiran yg mendalam, dan tentunya bukan hanya jessica, kedua temannya yg sedang berada dalam ruangan itu ikut dalam kekhawatiran.

Semakin melemah…

“youngie~ahh.. kenapa makin melemah?? Apaa??” jessica menahan kata2nya, tak ingin pemikiran negativenya muncul terumbar. Bergegas sooyoung mencari dokter yg bertugas merawat gadis mungil itu. kembali mereka harus mengeluarkan air mata dan terus bersabar diluar ruangan, menanti hasil yg membahagiakan untuk gadis mungil itu.

Dengan sigap jessica mengambil handphonenya, menekan nomer 2 di speed dial yg jelas adalah yuri. Menceritakan tentang keadaan taeyeon yg semakin kritis. Dan itu disambut dengan sedikit teriakan terkejut dari yuri yg tandanya ikut merasakan kekhawatiran.

Tak butuh banyak waktu lama, mereka berdelapan kini berkumpul kembali menunggu pintu ruangan taeyeon terbuka, dan tampak dokter yg keluar dengan kabar baik.

“mianheee,, kali ini kami belum bisa menyelamatkannya, detak jantungnya sangat lemahh. Kurasa dia lelah disana untuk mempertahankan hidupnya.” Perkataan dari dokter yg membuat mereka terluka, haru dan tangis mengembara disetiap penjuru ruangan yg kini penuh dengan teman2 taeyeon. Bersimpuh lemah tak berdaya dihadapan gadis mungil itu. terus menangis, terisak dan masih sangat kencang. Jessica yg terus mengguncang2 tubuh gadis mungil. Dia tampak sangat kehilangan, seorang taeyeon yg sangat berharga untuknya.

—————————-

Tiffany POV

Berakhirkah??? Benarkah ini terjadi? Kehancuran hatiku yg kini bukan hanya menjadi kepingan atau butiran melainkan sudah benar2 menjadi debu tak terlihat. Egoku yg membuatnya tak bernyawa seperti ini. Bukankah itu sangat mengerikan? Disaat aku merasa begitu iba padanya, disaat aku benar2 merasa bersalah padanya dan disaat aku yg sekarang membutuhkannya walau dengan cara yg tiba2.. tapi kenapa kini dia hanya bisa pergi meninggalkanku yg menjadi sangat sangat dan sangat jahat melebih setan.

“fany~ahh..” suara lembut itu kini kembali datang. Gadis yang aku harap2kan kembali padaku saat ini. Gadis berharga yg telah kukhianati karena ego dan kebodohanku.

“taeyeon~ahh.. jebal jangan tinggalkan aku.” Aku tersungkur terjatuh diatas lantai dingin yg penuh asap putih mentupi bagian bawah tubuhku. Tempat asing yg hanya menyisakan diriku dengan gadis mungil itu.

“kenapa kau berpikiran seperti itu? apa kau mengira aku selemah itu fany~ahh??” suaranya yg diikuti gema’an membuatku sedikit merinding.

“aku masih terus bertahan. Untuk keluargaku, untuk teman2ku, dan juga untukmu. Kuharap kau mau menungguku, aku janji aku akan terbangun.” Dia tersenyum kearahku lembut dan setelah itu menghilang dengan ajaibnya, dan aku kembali pada pamandangan teman2ku yg masih memutari sosok mungil yg masih belum bernyawa, terus menangis tersendu menanti kembalinya sang peri dihadapan kami. Ini sudah kali keduanya nyawanya terlepas. Kali pertama aku masih terkejut, dan untuk kali ini entah kenapa aku sangat menderita melihat itu. perasaanku sangat labil, mungkin karena baru saja aku tau tentang segalanya, tentang taeyeon dan juga cintanya kepadaku. Apa ini sudah benar2 terlambat? Apa aku tak bisa kembali meraih cintanya, meminta dia kembali padaku? Ini semua adalah kesalahanku, kesalahn terbersar dalam hidup dengan mudah meninggalkannya yg kutau dia yg lebih dulu mengabaikanku.

“detaknya kembali bergerakk!!” teriak seorang suster yg masih ada disamping tubuh taeyeon. Aku mendekat, menggenggam tangannya erat, benar2 berharap dia kembali. Diseberangku jessica melakukan hal yg sama olehku. Tangannya yg basah dengan air mata masih terus menggenggamnya sejak tadi.

Aku terus berdoa didalam hati memohon pada Tuhan untuk kembali memberinya secercah harapan besar untuk kehidupannya. Menghadirkan bayang2nya dalam indra alam bawah sadarku, memflashback segala kebahagiaanku saat bersamanya menghabiskan waktu bersama, bersenang2 dan bersedih ria. Aku seperti baru tersadar dari hibernasiku, seperti tupai yg mengalami tidur panjang selama musim dingin, membuatku tak tau yg terjadi selama itu. dan kini saat semua sudah berakhir, aku baru saja terbangun dan menemukannya dalam keadaan lemah tak berdaya seperti ini yg membuatku semakin menyalahkan diriku sendiri.

Sementara aku tenggelam dalam pikiranku, tiba2 kurasakan hembusan angin yg menerpa helai2 rambutku, terasa sangat hangat seperti merasakan pelukan.

“fany~ahh,, kenapa ka uterus menangis?” suara lembut nan hangat berhembus ditelingaku. Sangat dekat. Aku merasa sangat tenang jika suaranya hadir, aku merasa dia benar2 hidup dan dekat denganku. Tapi aku tetap berharap dia akan kembali hidup, melihat wajahnya kembali, merasakan kekonyolannya yg selalu membuatku tersenyum bahkan tertawa terbahak-bahak.

“taeyeon~ahh. Aku tak ingin terlalu lama menunggumu. Aku merindukanmu, aku merindukan pelukanmu yg sesungguhnya.” Ucapku lirih. Aku merasa mengucapkannya, tapi dalam kenyataannya aku hanya membatin. Kurasa aku dan dia seperti memilik relasi telepathy yg sangat kuat. Entah sekarang dia ada didunia mana, aku berpikir dia sudah kembali ke dunia ini tapi kenapa dia masih hadir dalam bentuk bayang2 semu saja? Tak tampak dihadapan kami, aku pun hanya bisa merasakan dan mendengar, tak lebih dari itu.

“don’t cry fany~ahh. Aku akan semakin lemah jika melihatmu menangis, aku masih terus mencoba untuk terbangun. Jebal, you can help me if you don’t be cry.” Masih terasa sangat hangat. Aku merasa nyaman. Dia menyuruhku untuk tidak menangis, dia menginstruksikanku untuk menyemangatinya bukan menangisinya. Dalam kondisi apapun sekarang aku yakin kau akan kembali.

“arra.. aku tak akan menangis. I’m waiting for you. come on wake up.”

————————————

Author POV

Tiffany yg seketika tersenyum kearah taeyeon mengundang kecurigaan dimata jessica. dia berpikir kalau tiffany merasa sangat puas karena penderitaan yg dialami taeyeon. Tapi itu juga membuat jessica begitu bingung melihat tiffany yg terus menggenggam tangannya. Terus memperhatikan, senyum tiffany semakin mengembang menatap taeyeon. Bukan senyuman sinis, bukan senyuman kepuasan, tapi itu senyuman hangat yg sudah lama tak terlihat. Senyuman terhangat didepan taeyeon yg dulu sering tampak dan setelah itu pudar kini datang kembali membuat jessica merasa ada rasa senang, membuat jessica membuang segala pikiran buruk tentang tiffany.

“kenapa kau melihatku seperti itu? apa ada yg salah denganku?” ucap tiffany memecah suasana. Dia kembali memperlihatkan senyuman tulus dihadapan jessica dan juga teman2nya.

“annniii.. hanya sedikit bangga. Sudah lama aku tak menyaksikan itu.” jessica pun tersenyumm lembut. Menyisakan teman2nya yg lain dalam keadaan kebingungan.

“enghhh.” Erangan lembut dari sang peri menggugah seluruh orang dalam ruangan, membuat dokter yg masih berada disitu sambil memeriksa keadaanya pun ikut terkejut.

Mata sang peri sedikit demi sedikit terbuka, dia terbangun setelah beberapa hari dia mengalami kondisi yg sangat2 buruk bahkan sudah 2X dia harus tenggelam dalam kehidupan fana disana. Mengerjapkan mata beberapa kali mencoba menyesuaikan kondosi ruangan yg sangat terang membuatnya kembali terpejam.

“taeyeon~ahh…” teman2nya dengan reflect cepat menyerukan namanya. Taeyeon masih beberapa kali mengerjapkan matanya. Dia masih berusaha kembali, belum sepenuhnya dia hidup, sebagian dari rohnya belum kembali. Beberapa menit kemudian dia kembali terpejam, menyisahkan detakan normal pada control panel yg menyambung ditubuhnya. Itu semua membuat teman2 dan juga tim medis tersenyum lega.

“miyoung~ahh. Apa kita bisa bicara?” jessica menghampiri tiffany berbisik pelan dibelakang gadis itu tak ingin teman2 yg lain mendengar. Tiffany hanya mengangguk sebagai jawaban iya. Mereka berdua pergi keluar, dan tak semua dari teman2nya sadar akan kepergian mereka berdua. Yuri yg pasti sadar karena sedari tadi dia memperhatikan gerak-gerik tiffany dan juga kekasihnya itu.

——————————-

“see?” jessica buka suara. Jelas dia akan membuka perbincangan karena dia yg mengajak rekan bicaranya itu untuk bertemu 4mata.

“yeahh. Mianhe sooyeon~ahh. Aku menganggap kau sangat buruk selama ini. Apa kau meminta balasan akan apa yg aku limpahkan padamu?” tiffany dengan tenang menjawab apa yg jessica katakana. See. Jelas tiffany sadar jika jessica akan menjurus pada jawaban yg tadi tiffany ucapkan.

“annii. Just stay with her from now! I can trust you because now Hwang Miyoung is back. Apapun yg terjadi dengannya setelah ini jangan kau tinggalkan dia. Jebal, dia juga sangat berarti untukku.” ucap jessica tegas diawal kalimat dan sisanya dia ucapkan dengan lirih.

“aku serasa baru terbangun dari tidur panjangku. Could I be sorry? I’m not too late right? Aku sangat berterimakasih pada kekasihmu. Dia prankster yg sangat baik. aku menganggap kalian sebagai pengganggu hidupku selama aku bermimpi. and now I’ve awake. I love her, love again. whatever happens after this, I’ll be close to her side. Gomawoo sooyeon~ahh.” Tiffany memaparkan apa yg dia rasa. Dia terbuka kembali pada jessica.

“aku tau ini karma bagiku. Aku menerimanya. Mungkin aku terlalu kejam baginya. Aku masih mau untuk menerima penderitaan selanjutnya. Selama ini hanya dia yg tenggelam dalam kesendirian, dalam kesedihan dan sakit hati. Aku belum bisa memaafkan diriku sendiri. Aku berterimakasih untuk siwan oppa juga, karena dia aku bisa menanggung beban yg sama layaknya taeyeon yg dulu aku sakiti. Apa kau berfikir aku terlalu munafik untuk hal seperti ini?” tiffany melanjutkan.

“you’re so awesome fany~ahh! Aku membencimu jika kau seperti ini. Karena aku memiliki saingan. Diantara teman2 yg lain, kau dan aku merupakan face of awesome untuk masalah cinta, untuk masalah kata2 seperti tadi. Tapi kurasa kita sudah kalah telak dengannya. She’s really EPIC!”

Mereka berdua menghabiskan waktu mengobrol bersama. Ketenangan kini benar2 menyelimuti mereka dan yang lainnya. Tapi walau begitu tetap saja belum tau apa yg akan terjadi dengan taeyeon yg masih belum terbangun. Hanya rohnya yg masih berada disisi tiffany. taeyeon menjadi guardian angel untuknya. Tiffany sendiri jelas merasa sangat bingung karena itu. dia tak mengerti kenapa taeyeon menjadi malaikat baginya yg ternyata taeyeon masih kembali hidup. Rasa takut juga dirasakan oleh tiffany. dia tak mengatakan hal itu pada yg lainnya karena takut mereka akan kembali jatuh pada NEGTHINK.

—————————-

Tiffany POV

Setelah beberapa lama berbincang2 berdua dengan jessica, kami berdua kembali ke ruangan taeyeon. Dia kembali menempatkan posisinya disebelah kanan tempat tidur taeyeon. Aku memutuskan untuk duduk di sofa panjang, mengambil sesuatu dari saku hoddieku yg terslampir rapi dibantalan sofa itu. sesuatu yg membuatku sadar akan semuanya, yg membuatku sadar makna taeyeon untukku. kubuka lemabar demi lembar. Tulisan rapi dan berwarna mengihasi buku diary ini. Kucari lembar kosong untuk menuliskan sesuatu.

“You came and changed everything

Become more beautiful

You take my love sky-high

Makes Me feel complete

And make me whole to live

Together with you forever

You are the best for me

Now I want to stop time

When you’re near me

Flowers are blooming in my soul love

I learned right one for you”

———–

Mianhe Taeng, selama ini aku menganggap kau yg menyakitiku.

Tapi ternyata mataku terlalu tertutup untuk menyadari hal itu.

Kau yg diam tak menjelaskan padaku membuatku mati rasa.

Karena selama ini yg menyakiti adalah aku.

Aku terima segalanya jika nanti kau tak akan memaafkanku.

Aku sudah siap untuk itu.

Kurasa ini kurang berarti untukmu. Ini hanya sebuah coretan.

Coretan tak penting yg ditulis oleh gadis egois sepertiku.

Saranghae myTae

Hanya dengan tulisan seperti ini saja membuatku harus kembali mengeluarkan air mata. Dasar cengeng! Kau bisa cepat move on sebelumnya, dan kini kau berharap kembali lagi padanya. ya, aku merasa kemunafikanku kini benar2 memuncak! Hanya demi laki2 bodoh itu aku tega meninggalkan dirinya sampe seperti ini. Tiffany~shii.. apa kau yakin dia akan memaafkanmu?

————————————-

Taeyeon POV
mata ini sangat berat untuk terbuka, masih sangat betah untuk tertutup. Bukan hanya itu saja, seluruh tubuh terasa begitu berat. Sakit. Nafasku pun juga terasa tersengal-sengal seperti orang habis berlari-larian. Kubiarkan tak melawan, tapi suara2 diluar begitu berisik meneriaki namaku, seperti aku mau mati saja. Tapi aku merasa sangat tak nyaman dengan penutup mulut dan kabel2 yg berserakan diseluruh tubuhku, perasaan dikamarku hanya ada satu kabel, yaitu kabel yg terhubung dengan phoneku, tapi ini kenapa begitu banyak kabel disini? Apa aku sedang dalam proses menjadi sebuah robot? Kembali aku mencoba membuka mataku. Sinar menyilaukan menembus mata coklatku. Ingin rasanya kuangkat tanganku untuk menutupi pancaran sinar ini, tetapi sangat sulit.

“taeyeon~ahh. Gwenchana??” suara tak asing kini kembali menyeruak telingaku, berusaha mengingat suara siapa ini, karena pandanganku masih putih polos.

Lama kelamaan mulai terlihat bentuk2 dipandangaku. Mulai dari bentuk manusia, hingga bentuk lainnya yg mengelilingi ruangan dimana aku tertidur ini.

Kugerakan badanku perlahan, mencari posisi sempurna untuk aku kembali hidup.

“ya!?” ohhh.. kepalaku terplenjat melihat kepala orang didepanku, masih sangat kabur, tapi tak membuatku tak mengenali siapa dia. Sooyoung.

“enggh.” Kenapa aku susah sekali untuk berucap? Masker ini benar2 menggangguku.

Kini perlahan aku dapat melihat teman2ku melingkariku, berdiri memandangku. Ada apa sih sebenarnya yg terjadi padaku? Kenapa mereka tampak seperti itu? kupalingkan wajahku pada gadis disebelah kananku. Jessica. nah kannn… dia juga menangis. Membuatku sangat bingung.

“taeyeonn~ahhh..” ehh.. suara ini??

-TBC-

Maaf readers, lama hiatus. banyak alasan saya telat. haduhhhhhhh.. ada 4 alasan terbesar ni FF ndak update2. tapi ternyata saya lembur 3hari. selesai juga ^^ parah2

alasan 1 : itu karena saya ada mid, jadi nggak sempet buka laptop

alasan 2 : terlalu sibuk kegiatan kampus.

alasan 3 : update’an soshi yg begitu bejibun, jadi saya harus konsen ke downlaod.

alasan 4 : ngegame xD wkwwkwkwkwk

pokoknya mian,,, mian,,, miannnn dehhhh😦 hiks

22 thoughts on “[Chap 6] Back To Reach Your Love

    • yeeeyeyeye….akhirnya taeng sadr juga,kshn kan dia klo trlalu lma koma’a thor.
      Fany syukur lah km udh sadr dri tndkan bodoh km yg ninggalin taeng gto aja,,fuh
      Trmksh wt yul yg sudh bkn fany sadar,,& bwt jeti moga gak brntm lagi yaa…
      Di tunggu lanjutanya n semangat yaa thor.

  1. aku kedua…
    akhirnya update juga thor… wah, pany akhirnya sadar… emang harus ada org yg salah sebelum kita melihat org yg benar2 menjadi pasangan hidup kita…
    lanjut thor…..

  2. ehm setelah rumor fany ma si itu skarang malah disuguhin ff kyk gini bikin nangis lagi malem2 u.u
    super taengo emang paling TOP kok :**
    wlpn dlm bntk roh tp dia msh tetep jd guardian angel nya fany bener2 nunjukin seberapa besar cintanya ma fany n skarang fany bener2 sadar kan seberapa tulusnya taetae k dia
    ehm smoga tae gk semudah itu buat nrima fany kembali menurutku sih kurang kali ya penyiksaan yg diterima ma fany msk penyiksaannya cm smp fany diselingkuhin siwan aja bikin lbh dong thor bikin fany sengsara lg deh biar tau perjuangan dia buat ngerebut hati tae lg itu kyk apa
    kekeke*usul yg sangat amat menyesatkan*
    :p

  3. Fiuhhhh ahirnya fany sadar n taeng jg da siuman…
    Tapi lucu nih kid leader satu ini pas siuman. Ahahahaa…lucu banget ,
    Semoga taeng ƍäª lupa sm fany

    Ahirnya d lanjut jg, gpp di maafkn krn da mw updet aja da seneng.

    Sllu dtunggu klanjutannta
    Tq
    i

  4. Wah,,, dimaafin kok thor! Asalkan, ingat uga ma ff nih! Kkkkkk
    Akhirnya, sadar juga ntuh fany! And tae, yeyyy😀 siuman dari tidur panjang nya!
    YulSic, emang the best buat hubungan TaeNy!
    Lanjutkan yach thor? Semoga, gak lama lama yach? Kkkkkkk

  5. Maaf baru komen di chapter ini
    Ceritanya top banget thor, sempet kaget juga pas taeyeon dikabarkan meninggal bener bener ga ikhlas kalauauthor ini bikin taeng meninggal hhe dan syukurlan taeng udah sadar sekarang dan jangan sampai dia geger otak dan cuma ngelupain fany -_-
    Lanjut thor ^^

  6. Akhir’a… Kim taeyeon is back, and hwang miyoung is back too….
    Taeny is back….
    Huhuhuhuhu….
    Yes fany udh sadar….
    Hore!!!!!
    Senang’a…
    Itu suara fany fany tiffany-mu tae….
    D’tunggu lanjutan’a…

  7. sesuatuuu bgt itu fany bisa sadaarr..thx u yuwreee..!! XDD
    itu yg manggil taeyeon pas terakhir pasti ppany..? Ya kan ya dong..??
    Wkwkwk
    oke..cpet updet dehh..
    Thor minta pw dong..hadeuuh gak dbls2 nih ;(

  8. Annyeong,,,,,
    Akhirnyaa,updet,,,
    Hiks,bner” mngharukan gmna Taeyeon yng brsaha utk hdup kmbali,stelah dua kli hmpir tk brnyawa,,,hehh

    Fany akhirnya tahu,smoga stelah nie mreka BACK ,,,huhuuu
    D tunggu lnjutannya,,,,,,,,
    Fightaeng^^

  9. fany sadar nya telat ihh… tapi gpp yg penting fany balik lagi sama taetae..
    berharap setelah ini taeny back again.. hehehe
    “taeyeonn~ahhh..” ehh.. suara ini??
    suara ini adalah si TBC
    lagi2 tu tulisan nongol di tempat dan waktu yg ga tepat -___-
    jgn lama2 ya thor update nya hehehe😀

  10. eh teman teman sone tolong bantu vote taetiseo di acara 2012 mama
    kalian daftar dulu ke Mnet Asian Music Awards
    ini blog nya
    http://global.mnet.com/program/program_view.m?searchProgramVO.program_id=402

    kalau kalian udah daftar langung vote taetiseo yg gambarnya taeyeon, tiffany,seohyeon, dan kalau ost terbaik pilih taeyeon yah……. , , dan kalau punya teman yg sone coba kalian kirim kan blog yg di atas…. kalau kalian sone sejari pasti akan pilih taetiseon

  11. Hufffhh lega tae sadar,dari tadi hati w tegang gila,dada berasa sesak,bener” menegangkan!!
    Fany jahat banget sihh,ampe niat bunuh tae!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s