[Chap 5] Back To Reach Your Love

 

terlambat sehari nih saya… huhuhu.. mianhee readers, saya lagi sakit nih, jadi telat lagi updatenya -_- yg penting saya udah sempatkan untuk update🙂 yukk langsung cekidot. gooooo!! happy reading all.

—————————————————————————————————————

 

Author POV
bau obat2an begitu mengeras dihidung, suara2 dari mesin medis yang terdengar sedikit memilukan. Gadis mungil yg terbaring lemas dengan sedikit harapan masih terus berjuang di alam bawah sadarnya untuk kembali menari-nari di dunia nyata. Dekapan, genggaman yang mungkin tak bisa dia rasakan, terus dilakukan oleh orang2 disekitarnya. Orang tua, kakak, adik, dan juga teman2nya berkumpul mengitari gadis mungil itu.

“taeyeon~ahh,, banguunnlahh.. apa kau tak merindukan oppamu ini? Kau bilang kau akan bertanding game bersamaku.” Seorang namja terus bersimpuh ditepi kasur, dan terus mengelus-elus rambut gadis mungil itu.

Penuh isakan didalam ruangan itu. setelah 3jam gadis mungil itu berjibaku dengan alat2 oprasi, tapi dia belum juga tersadar dari koma.

Dokter yang menangi oprasi mengatakan kalau nyawa gadis itu benar2 diujung tanduk, dibantu dengan oprasi kesempatan hidupnya hanya 27% banyak terjadi patah tulang ditubuhnya. Bahu sebelah kanan, betis sebelah kanan, dan ternyata setelah hasil ronsen keluar ada 2 tulang rusuknya yang patah. Dokter memperkirakan kecelakaan ini benar2 tragis, dan jika dia berhasil hidup, 2-3tahun dia akan mengalami kelumpuhan dikakinya.

“appa, umma.. apa taeyeon unnie bisa sembuh??” adik kecil taeyeon pun juga merasakan kesedihan yang mendalam.

“hayeon,, unniemu pasti sembuhh.. dia gadis yang super duper kuat. Umma jamin itu.” sang ibu mengusap kepala hayeon.

“eomooni,, kami akan menghantar kalian sampai kebandara.” Ucap sooyoung.
“gomawooo sooyoung~shhii.. kami bisa menggunakan taxi, kalian temani taeyeon saja.”

“annii eomooni, masih ada sunny dan yang lainnya. Hanya aku yang akan mengantar kalian.” Balas sooyoung dengan senyumannya.

Beberapa patah percakapan, membuat keluarga taeyeon menyetujui tumpangan yang ditawarkan sooyoung untuk sampai di bandara. Kesibukan mereka memang tak bisa ditinggalkan. Tapi atas kebaikan teman2 taeyeon, sang ibu benar2 percaya penuh pada mereka, dan sempat bilang jika kedelapan gadis itu adalah saudara taeyeon.

————————————

Author POV
setelah kepulangna keluarga taeyeon, kini gentian teman2nya yang menunggui taeyeon. Sooyoung, sunny, yoona, seohyun, dan hyoyeon yang saat itu ada di rumah sakit.

“unnie, wajah taeyeon unni sepertinya menanadakan kalau dia sedang tak nyaman.” Maknae menghampiri taeyeon, dan mengusap keningnya, mencoba memberi sedikit kehangatan dibagian sana.

Tubuh taeyeon yang penuh dengan kabel2 dan perban membuat dia benar2 tak nyaman walau dia sedang dalam keadaan koma. Dia masih bisa merasakan itu.

“yaaa! Kiiddoo! Cepatlah bangun. Apa kau tak merindukanku?? Apa kau tak lelah? Kau sudah tertidur selama 2 hari penuh. Jika kau bangun nanti, aku janji akan kupinjamkan psp milik sunny padamu.” Sooyoung mencoba berbicara pada taeyeon sambil menggenggam tangannya. Sooyoung sangat yakin taeyeon bisa mendengar suaranya.

“taeng unnie.. aku yoona. Kuharap kau tak melupakanku nantinya. Cepatlah bangunn,, baru 2 hari tak melihatmu tersenyum membuatku sangat sedih.” Yoona pun ikut serta.

Masih dengan mata tertutup dan wajahnya penuh keringat yang mengucur dari setiap penjuru pori2nya. Sangat tak nyaman pastinya. Gadis mungil ini masih berusaha bertahan hidup, harapan 27% dia manfaatkan dengan maksimal dialam bawah sana.

——————————–

 

Tiffany POV

Ini hari kedua dia berada dirumah sakit, dan aku belum mau untuk mengunjunginya. Aku benar2 membutuhkan siwan oppa saat ini,, sangat membutuhkan pelukannya untuk mendapatkan ketenangan dan kehangatan. Ini bukan salahku, sama sekali 100% salahnya karena mengabaikannku dulu, sangat sakit dibuatnya oleh karena itu aku belum mau untuk mengunjunginya, belum sampai aku bisa menghilangankan perasaan sakitku yg dibuatnya.

“fany~ahh,, apa kau tak mau ikut??” yuri menghampiriku dan kembali mengajakku ke rumah sakit.

Aku hanya menggeleng sebagai jawabannya, dia menghela nafas panjang..

“kau tak hharus selalu mengajaknya yul, biarkan saja. Dia bukan orang baik. ayo berangkat, aku ingin segera melihat taeyeon.” Saut sica tanpa menatapku, perkataannya yg sarkatis tadi benar2 membuatku naik darah dan ingin balik mengomelinya, tapi aku itu percuma, dia punya banyak jawaban untuk balik memojokanku.

Mereka berdua pergi meninggalkanku, dan kini sepi kembali menyelimutiku. Siwan oppa dari sore tadi hingga saat ini belum sama sekali menelfonku, hanya tadi pagi dia menyempatkan menelfonku untuk membangunkan ku. Sangat bosan!

Menghembuskan tubuhku di sofa, mencari tempat dan posisi nyaman, memandang ke langit2, mencoba tenggelam dalam suasana tenang.

*****

“miyoung~ahhh, bangunn.. aku tak kuat mengangkat tubuhmuu..” suara lembut menembus telingaku hingga aku tersadar dari tidurku.

“taeyeonnn??” aku terkejut tak karuan, menyadari kehadirannya tepat dihadapanku.

“happy birthday miyoung~ahhh.. aku akan selalu mencintaimu sepenuh hati, apapun yg akan terjadi, ingat itu, kau tetap akan menjadi miyoungku selamanya. Berbaliklah.” Kenapa dia mengatakan seperti ini? Apa tadi yg dia katakan kenyataan? Apa ini fakta, kalau dia masih mencintaiku?. Tidak mungkin, yg dia cintai joon oppa dan bukan aku.

“bukti cintaku padamu, jadi kuharap kau harus terus menjadi kunciku Aku pun begitu, aku akan selalu disampingmu, untuk selamanya. Aku janji itu, kau begitu sempurna untukku. aku menginkan bisa terus bersamamu, tapi kupikir itu sangatlah mustahil.” Dia mengalungkan sebuah kalung dengan bandul kunci di leherku..

“taeyeon~ahh..” aku hanya bisa menyebut namanya..

“miyoung~ahh,,, aku akan baik2 saja, aku sangat berusaha disini, kuharap kau bisa menjaga dirimu baik2. Kita mungkin tak bisa bertemu lagi sampai saat nanti kau bisa melihatku disini. Dan kau harus bahagia kelak. Aku janji akan terus menjadi guardian angel yg selalu melindungi dan mendoakanmu. Hanya ini yg bisa aku ucapkan, aku tak bisa berlama2 disini, bangunlahh dan lanjutkan hidupmu. Saranghaee tiffany hwang…

*****

Aku terpenjat bangun, rasanya tubuhku melemas, sangat lemas. Hanya mimpi, hanya ilusi yang tadi menyelimutiku. Aku termenung sesaat, menghilangkan penat dan pusing yang sekarang mengurungku bersama kebosanan. Beranjak dari ruang tengah, mengambil pak rokokku di dalam tas, menuju ke balkon menikmati batangan2 rokok yang bisa menghilangankan stressku.

Entah kenapa aku bisa bergumul bersama batangan2 perusak tubuh ini, walaupun aku jarang menghisapnya, hanya disaat aku sedang merasa sedih, bosan, ataupun merasa tertekan seperti sekarang ini.

“braaakkk” aku terpenjak kaget mendengar pintu depan dibuka paksa. Aku segera berlali ke ruang tengah.

“fany~ahhhh..” kudengar suara yuri memanggilku. Kenapa dia kembali begitu cepat?
“why yuri~ahh??” wajahnya kusut, terlilhat sangat lelah, dann dia memegang hoodie pink milikku.

“lekas kau ikut aku fany~ahh.. palliiiwaa!!” dia menghampiriku, memaksaku, genggamannya ditanganku sangat kuat.

“kenapa aku harus ikut dengan mu yul??” kataku sedikit meronta, tapi kekuatannya tak sebanding denganku. Dia tak menjawabku, dan terus menarikku menuju mobilnya, memaksaky masuk ke dalam mobil.

Suasana kini sedikit mencekam untukku, entah kenapa aku sedikit ada perasaan khawatir.

“yuri~ahh,, kita mau kemana?? Emm.. kau mau mau membawaku kemana yul??” tak ada jawaban darinya, dia hanya terfokus pada jalanan, matanya tampak sangat terfokus pada jalanan.

“yuri-“ belum selesai aku berucap dia menghentikan mobilnya, menatapku lekat,, terlihat disana ada air mata. Apa ini??

“diamlah sebentar fany~ahh.. jeball… aku memintamu mengikutiku sajaa, tak usah banyak bertanya.” Suaranya bergetar. Dia melanjutkan melaju mobilnya menuju ketempat yg dia maksud dan aku tak tau mau kemana. Dia mulai menambah kecepatan, semakin lama dia mengendarai dengan kecepata tinggi. Aku menutup mataku, berpegang pada sabuk pengeman yang melingkar ditubuhku, aku tak bisa melihat kemana ini akan pergi, aku tak bisa melihat jalanan karena terlalu takut dengan lajunya mobil.

Beberapa saat setelah itu, kecepatan mengurang drastic, dan kini sudah ada di parkiran, parkiran rumah sakit tepatnya.

“keluarlah fany~ahh..” yuri menatapku, lekat. Sama seperti tadi.

“kenapa aku harus kesini? Aku ingin kembali yul.” Ucapku tanpa menatapnya. Sepertinya aku terlalu takut dengan ekspresinya sekarang.

“jeballl…”

“why?? Kenapa aku harus menurutimu? Aku ingin-“
“fany~ahhh!! Taeyeon meninggal! Lekas masukkk!!!!” dia berteriak, kembali mengeluarkan air mata, sekarang tatapannya melembut karena matanya yg penuh dengan air mata.

Dan seketika dadaku perih, sakit, sesak. Tenggorokanku tercekat.. taeyeon… kim taeyeon. Tiba2 air mataku jatuh dengan sendirinya.

“masuklah cepat. Teman2 sudah menunggumu.” Kami keluar dari mobil, berjalan lemah menuju kedalam. Yuri merangkulku, menuntuku berjalan, kepalauku masih pusing, apa ilusi tadi saat aku tertidur adalah pertanda dia memang sudah pergi? Perlahan mulai terlihat teman2ku yang menunggu diluar sebuah rungan yg pasti itu adalah ruang taeyeon.

Teman2ku menatapku, suasana kesedihan sangat terasa, aku merasa sangat bersalah sekarang. Aku bodoh! Hanya mementingkan egoku yang akhirnya aku harus kehilangannya.

“kenapa kau kemari fany~ahh!? Kenapa kau datang??” jessica menatapku dengan penuh benci.

Braaaakkk! Aku terdorong olehnya menghantam tembok. “kau senang sekarang? Kau puas keegoisanmu hilang karena dia telah tiada?? Haaaa!!!??? Kenapa kau hanya diam tiffany hwang?? Apa kau menyesal? Sepertinya tak mungkin! Tertawalah fany~ahh! Aku tau sekarang hatimu tertawa puas! Kau sangat kejam!!!” bentaknya dihadapan wajahku, aku menahan air mataku yang sudah membendung, kata2nya begitu menusuk2 jantungku.
“sica,, tenanglah, tiffany tak mungkin seperti itu. dia juga punya hati, ini bukan salahnya. Lepaskan dia.” Yuri turun tangan, genggaman jessica yg semula mencekikku kini bersimpuh dipelukan yuri.

Dokter yang menangini keluar dari ruangan. Teman2ku berbondong2 menghampiri.

“apa dia benar2 tiada dok?” isakan sooyoung terdengar sangat jelas.

“keajaiban lagi2 tampak padanya, dia masih bernafas, detak jantungnya masih berlanjut, 8menit dia tak bernafas, tapi setelah itu dia kembali netral, namun masih sangat minim, masih sangat lemah, jadi kuharap kalian tetap menungguinya, karena jika tak ada yang menungguinya, saya takut jika hal tadi terjadi terlambat ditangani.” Percakapan pendek antara teman2 dan dokter berlanjut diruangan dokter. Sooyoung dan sunny yang ikut, dan yang lainnya kembali keruangan taeyeon.

Aku masih terduduk diam di luar ruangan, merasa sangat bersalah. Bersandar lemah pada sandaran kursi rumah sakit.

“masuklahh fany~ahh..” yuri mengulurkan air minum padaku.
aku hanya menggeleng, aku belum ingin masuk, aku benar2 akan kacau jika aku masuk dan melihatnya dalam keadaan seperti ini.

“apa kau tak mau melihatnya?” tanyanya lagi.

“aku tak mau dia tambah menderita yuri~ahh..” jawabku. Sampai saat ini aku masih menahan air mataku.

“dia tak akan menderita lebih jika kau bersamanya, kau genggam tangannya, kau hadir disana untuk memberi kekuatan untuk gadis itu. aku yakin dia akan segera sadar dengan cara itu. hanya kau yang bisa dia kenali saat dia dalam keadaan seperti ini.” Yuri merangkulku, mengusap2 bagian belakang punggungku.

Kenapa harus aku yang menjadi tumpuannya, yang pasti bukan menurutku, menurut teman2ku.. apa aku begitu special untukknya? Kurasa aku tak seperfect itu untuknya, aku sangat yakin untuk kali ini, taeyeon tak lagi merasa ada aku dilubuk hatinya, dia telah memiliki seseorang special yg jauh lebih special dari pada aku. Dia bisa bahagia, aku pun begitu. aku lebih memilih untuk menyingkir dari sini dari pada aku harus menderita lebih lanjut. Biarlah teman2ku melempariku dengan berbagai kata2, aku memang egois masalah cinta.

“kenapa kau malah melamun?? Ayo masuk.” Yuri menarik tanganku.

“wait yull,, aku benar2 tak ingin masuk ke dalam. Jessica pun tak akan mengizinkanku untuk menyentuhnya, bahkan melihatnya pun dia akan melarang.”
“masalah sica biar aku y gurus, sekarang masuklah.” Aku tertarik maju, kekuatannya benar2 dahsyat.

Author POV

Suara dari alat2 medis yang menggema diruangan sangat mendominasi, isakan2 kecil terdengar bersahutan dengan suara teman2 taeyeon yang bercakap2. tiffany berjalan pelan, yuri masih menggandeng tangannya, berusaha melepas tapi dia tak bisa melawan. Yuri membuka gorden yang menutupi tempat gadis mungil itu berada. Tampaklah dia, peri kecil yang tergeletak lemah dikelilingi kabel2 yg menyambung ke berbagai penjuru tubuhnya.

Peri ini sempat pergi sesaat, tapi atas keajaiban dan kekuatannya dia bisa kembali. Kepercayaan dari teman2nya yang berusaha menguatkan sang peri untuk tetap bertahan dalam kehidupan, tak ingin hilang dari sisi dunia ini. Peri ini sungguh berharga bagi teman2nya.

“lihatlah, dia begitu lemah disitu, wajahnya penuh dengan kepucatan. Apakah kau benar tak merasa kasihan padanya?” yuri berbisik ditelinga tiffany.
dirinya tak menjawab pernyataan itu. dia terdiam melihat peri mungil itu terkapar lemah. Hatinya yg membatu karena cinta, menghilangkan rasa simpatiknya untuk mantan kekasihnya itu. tiffany masih belum tau hal yang sebenarnya terjadi, misunderstanding yg dia tangkap benar2 menyakiti dirinya, juga sang peri sendiri.

Dengan sedikit reflek tiffany berjalan mendekat, tangan lembutnya mengusap piluh yang mencucur didahi sang peri. Wajah tiffany yg sekarang tampak sedikit tenang. Ternyata masih ada rasa yang menyelubingi hatinya untuk memberikan kenyamanan untuk sang peri.

“huhh!! Seperti ini kah miyoung yg dulu aku kenal?” jessica menyeletuk saat dia melihat tindakan tiffany.

“apa kau sudah menyesal? Atau kau malah bersyukur karena keadaannya yang semakin memburuk? Keegoisanmu yang begitu besar itu membuatnya seperti ini.  Tanganmu itu kini benar2 akan menjadi racun untuknya. Kau benar2 keji fany~ahh..”
“sica~ahh,, jangan bicara seperti itu. ka uterus memojokkannya dari kemarin. Lebih baik sekarang kau istirahat. Aku tak ingin kau banyak bicara tentang dia, beri ruang untuknya untuk menyesalinya. Dia masih punya hati.” Yuri menarik jessica kepelukannya, berusaha membantu tiffany untuk dekat dengan sang peri.

Sangat cepat jessica luluh dipelukan yuri, hingga dia tertidur pulas dalam dekapan hangat. Teman2 yang lain pun sudah ikut pulas dalam mimpi. Kelelalahan yang menyelimuti mereka bisa terbalas dengan kembalinya sang peri.

Hanya menyisakan yuri dan tiffany saat ini. Sedari tadi tiffany terus mengusap dahi sang peri, memberi kenyamanan padanya, wajahnya tampak sedikit bersinar, kata2 yg jessica lemparkan untuk tiffany tadi benar2 tak ada dampaknya. Sang peri tau kenyamanan seperti ini hanya didapat dari tiffany. rasa cintanya yang masih sangat kuat. Lain dengan tiffany, walau tak ada cinta untuk taeyeon dihatinya tapi rasa sayangnya memang benar tak bisa dihilangkan, berusaha sekuat apapun, itu akan tetap sulit. Tapi dia masih mau bertahan seperti ini karena keteguhan cintanya pada seorang namja.

——————————

Tiffany POV

Rasa pegal kini menyelimuti tubuhku, tidur dalam posisi terduduk memang sulit untukku. kuregangkan tubuhku, membalikan semua kesadaranku. Tanganku terasa berat untuk diangkat. Dan ternyata masih terikat dalam genggaman taeyeon. Sejak kapan dia menggenggamku? Apa dia sudah sadar?? Aku berusaha melepas, tapi sebelum aku menarik, tanganku dihentikan oleh gerakan cepat dari yuri. Dia mengintitusikan untuk terus menggenggamnya, apa ada kabar terbaru dari kondisi taeyeon?
“yuri~ahh,, apa dia sudah sadar?” tanyaku. Di ruangan ini kini hanya tinggal aku, yuri dan jessica yang sedang tertidur, mungkin teman2 lainnya kembali ke rumah.

“dia mengiggau tadi, aku terus berjaga semalam. Aku tersenyum saat mendengarnya mengiggaukan namamu.” Katanya. Aku menimpalnya dalam hati, aku tau itu hanya godaan yuri. Secara logika sangat jelas taeyeon tak mungkin melakukan seperti itu, jelas2 joon oppa lah yang sanggup membuatnya seperti itu saat ini. Aku hanya diam menanggapi perkataan yuri tadi, aku tak ingin ambil pusing dengan itu semua.

Hari ini hari special untukku. hari ulang tahunku yang seharusnya bersama siwan oppa, dan seharusnya juga aku tak berada disini. Tapi mau bagaimana lagi, siwan oppa yang masih sibuk dengan pekerjaannya, dan gadis ini yang sedang sekarat. Sangat menyusahkan.. sepertinya rasa empatiku mulai turun lagi untuknya. Cukup semalam hingga aku menahan air mataku untuknya tak akan terulang lagi setelah ini. Dan satu lagi yang aku kesali, kenapa siwan oppa tak kunjung menelfonku? Apa dia lupa hari ini aku ulang tahun?? Sepertinya dia memang terlalu sibuk untuk urusan ulang tahun seperti ini, tapii ngomong2,, kenapa teman2ku juga tak mengucapkan sesuatu untukku?? ahhhh… mungkin gara2 gadis itu jadi mereka sangat focus merawatnya.

“fany~ahhh,, kau tak lapar?” suara lantang itu membuyarkan lamunanku.

“aku belum lapar yul. Kau makan saja dulu.. ohh yaa.. apa aku sudah boleh pulang?? Badanku benar2 lelah tertidur sambil duduk.” Aku ingin cepat2 sampai dirumah dan berguling2 dikasurku, disini sangat membosankan.

“aku dan jessica akan pulang duluan fany~ahh,, kau disini dulu menanti sooyoung dan sunny. Tunggulah 30menit saja. Arraa?” lagi2 dia bersikap layaknya kakakku. huuhH! Kenapa hal ini bisa terjadi padaku? Terkurung dalam ruangan yg penuh bau obat, dan suara dengungan yg menggema diseluruh ruangan. 30menit itu sangat lamaa jika dalam situasi seperti ini, jika siwan oppa menelfonkuu,, suasana akan menjadi sangat menyenangkan, serasa berseluncur di atas pelangi.

Kini hanya tinggal aku dan dia yg masih terbaring lemah, aku tak tau harus melakukan apa. Aku berharap sunny dan sooyoung segera datang.

“enngh-“ satu refleks kecil mundul dari dirinya, dan refleksku pun aku mendekat padanya. “taeyeon~ahh?” aku mencoba mencari jawaban darinya, apa ini tanda2 dia sudah sadar dari koma? Aku bergegas mencari dokter yg menangani taeyeon, pikiran burukku tentangnya kembali melayang hilang, yg ada sekarang hanya harapan untuk kesadaran gadis kecil itu.

————————-

Author POV
kabar gembira melambung didalam salah satu ruang di rumah sakit, peri mungil yang sudah 4hari koma dan sempat tak bernafas kini sadarkan diri walau masih dengan gerakan2 kecil. Dia masih damai tertidur, masih tetap berusaha kembali kekehidupan. Benar2 keajaiban Tuhan, analisa dokter yg mengatakan kalau kecil kemungkinan dia tersadar dalam waktu dekat kini hilang. Dokter bangga dengan kekuatan peri kecil itu.

“hebat. Gadis ini benar2 sangat kuat. Dia pasien terkuat yg pernah saya tangani selama hampir 20thn ini. Keinginannya untuk hidup sangat2 luar biasa. Walaupun masih dengan gerakan2 kecil, itu sudah sangat bisa membuat kalian tenang. Tapi ingat, tetap jaga dia sepanjang waktu, detaknya juga masih minimal. Kuharap kalian bisa diandalkan” kata dokter sebelum kembali keruangannya.

Ruangan kembali dipenuhi oleh teman2 terdekat taeyeon. Yg semula hanya tiffany kini hanya yoona yg tak ada disini.

“kau hebat taeyeon~ahh! Benar2 luar biasa. Tubuh semungil ini harus berusaha mempertahankan hidupnya dalam koma dan hampir tiada. Kami salut padamu taeng.” Jessica memberikan selamat untuk sleeping taeyeon, disertai dengan kecupan kecil didahinya.

“aku iri padamu taeng. Huh! Kali ini kau bisa diberi kecupan oleh sicababyku. Lekas buka matamu! Aku ingin segera menghajarmu kiddo!” celetuk yuri dan disambut pukulan ringan dari jessica.

Kebahagian kini benar2 menyelimuti mereka. Satu orang yg sedari tadi hanya berdiri diam, tenang dan sunyi menyendiri diujung ruangan. Hari ini dia berulang tahun, tapi tak mendapat banyak respon dari teman2nya bahkan kekasihnya, prasangka buruk yg kini menderu dipikirannya.

“wae fany~ahh??” seseorang yg selalu hadir untuknya kini muncul dihadapannya, dan itu membuat tiffany benar2 terpenjat kaget.

“taeyeon~ahh??” mataanya terbelalak tak percaya. Ilusi yg sering hadir akhir2 ini benar2 membuatnya tak tau apa2.

“kenapa kau murung? Kau tampak pucat fany~ahh..”

“kenapa kau kembali?” ucap tiffany sedikit gemetar.

“kenapa kau bertanya seperti itu? apa kau berharap aku harus mati?”

Tiffany terdiam sesaat. Dia tak menjawab apa yg tadi taeyeon katakan. Apa yg terjadi padanya kali ini benar2 diluar kendali otaknya. Tiffany menampar2 ringan pipinya, berusaha mengembalikan kesadarannya dari pikiran aneh yg 2hari ini menghantuinya.

“apa terjadi sesuatu denganmu fany~ahh??” yuri datang menghampiri tiffany yg sedari tadi terlihat gelisah diujung ruangan.

Tiffany terdiam, masih menundukkan kepalanya tak menjawab pertanyaan yuri. Dengan cepat yuri menarik tiffany keluar ruangan, merengkuhnya dalam rangkulan hangat.

“yul, mau kemana?”
“ikut saja, aku tau kau sedang gelisah dihari spesialmu. Aku akan menemanimu.” Yuri mengusap kepala tiffany.

“bagaimana dengan sica?”

“tenanglah. Saat ini taeyeon lebih berharga baginya. Makanya itu, aku pun juga akan seperti itu.” yuri tersenyum lembut.

“maksudmu yul?” Tanya tiffany dengan nada lemah. Sama seperti pertanyaan2 sebelumnya.

“jangan berpikiran aneh2. Aku dan sica bukan pasangan yg saling menyelingkuhi. Sudahlah kau tenang saja. Aku tau apa yg kau inginkan sekarang.” Yuri membukakan pintu mobil untuk tiffany. yuri memberikan perhatian pada tiffany disaat teman2nya sibuk merawat taeyeon.

————————–

Tiffany POV

Di dalam mobil aku terus terdiam, tak menikmati jalanan yg kami tembus. Membiarkan yuri mengajakku ketempat yg aku sendiri pun tak tau. Aku senang dengan sadarnya taeyeon dari koma walau masih dengan gerakan kecil. Tapi aku benar2 sangat sedih, hari ini hari special untukku, tapi tak ada seorangpun yg memberiku sedikit kesenangan, termasuk siwan oppa.

“nahhhh,, kita sampai fany~ahhh..” yuri mengguncang2 tubuhku. Kuarahkan pandanganku mengitartempat yg dimaksud yuri. Sebuah bar.

“dimana ini?” tanyaku lemah.

“ayo lekas keluar. Dan jangan banyak bertanya kujamin kau akan senang.. kajja!” yuri menarikku dari luar pintu.

Suasana gemerlap didalam bar sedikit membuatku enakan. Bar adalah tempat favoriteku untuk menyendiri, tapi kali ini ada yuri bersamaku. Dari mana dia tau kalau aku sangat suka bar? Entahlah aku tak menghiraukannya.

“fany~ahh..” yuri memanggilku untuk duduk di sofa diujung midfloor. Berjalan pelan sambil mengikuti irama music dari seorang DJ.

“apa kau mau minum nona?” Tanya seorang pelayan.

Sudah 4hari aku tak merasakan alcohol, dan juga batangan rokok. Tapi aku yakin yuri tak akan mengizinkanku. Dia sama seperti jessica. aiiggooo,, seandainya tadi aku berpikiran untuk pergi ke bar seorang diri.

“kali ini hanya ada kau dan aku, jadi kubebaskan kau mau minum atau merokok silahkan. Aku tau kau penat hari ini.” Apa aku tak salah dengar? Yuri yg overprotective mengatakan hal demikian?

“apa aku tak salah dengar yul?” aku mencoba mencari kepastian.

Yuri mengangguk cepat beberapa kali, tersenyum lucu kearahku. Aku mulai merasa nyaman bersamanya sejak dia memberikan sedikit perhatian untukku. yuri memang tipe orang yg penyayang, sama seperti sica.  Tak heran jika yuri dan sica bisa menjadi sepasang kekasih yg romantis, mereka berdua benar2 sangat cocok.

Mulai kutenggak gelas demi gelas minuman di meja. Menikmati bau2 alcohol yg menyengat, yuri pun ikut menikmatinya, dia adalah lawan terkuatku jika masalah minuman.

“yul, masih sadarkah kau?” aku melambaikan tangan didepan wajahnya, sudah botol ke 2 kami menikmati bersama.
“apa kau mengejekku fany~ahh?? Ini masih 2 botol. Tenanglah.” Hmm.. dari bicaranya dia belum mulai ngelantur. Tapi entah kenapa pack rokok yg tadi yuri berikan sama sekali tak tersentuh olehku. Aku merasa sedikit tak enak hati jika aku menghisap batangan2 itu didepannya.

Botol ke2 pun kini menyisakan 1 tenggak, dengan cepet yuri menyambar botol itu dan menegak dalam oneshoot, dia memang ahli dalam tehnik oneshoot, aku masih selevel dibawahnya.

“apa kau masih ingin minum??” aku hanya tertawa menanggapi tawarannya.

“yaa! Kenapa kau malah tertawa?? Aku serius fany~ahh. Apa kau sudah tak kuat minum?” yuri mulai menggodaku.

“kwoonie, aku bangga punya saingan minum sepertimu. Tambah lagi!” kataku tegas.

Pelayan kembali menghidangkan sebotol wine untuk kami, botol ketiga untuk malam ini. Hari ini benar2 sangat menyenangkan walau hanya bersama yuri. Sekilas aku bisa menghilangkan penatku. Kami beruda kembali berperang dalam tegukan gelas demi gelas.

“fany~ahh.. aku melihat dia. Siwan oppa bersama gadis lain, dia ada di meje panjang.” Suara yg sangat familiar, yg akhir2 ini hadir dalam pikiranku, kembali terdengar. Aku celingukan kekanan dan kiri mencari sosok siwan oppa. aku menggeleng2kan kepalaku, membalikan kesadaranku. Mungkin aku sudah mabuk.

“waeyyoo fany~ahh?? Apa kau sudah selesai?” Tanya yuri. Aku masih diam, menyandarkan tubuhku dibantalan sofa. Pikiranku saat ini benar2 membuatku mati rasa. Suara aneh yg terdengar nyata, apa ini hanya imajinasiku saja??

“yaa! Kenapa kau diam? Apa kau sudah benar2 mabuk?” yuri kembali merengkuhku dalam rangkulannya, tapi aku masih sama seprti tadi, masih diam.

“aku ke kamar mandi dulu yul. Sepertinya aku akan jackpot.” Aku meninggalkan yuri bergegas menuju kekamar mandi.

Deg…. Hatiku kini serasa ditusuk oleh pedang besar berukuran raksasa. Aku benar2 melihatnya, aku benar2 melihat sosok siwan oppa, bersama gadis dan sedang berciuman di depan meja panjang. Tubuhku sekarang terasa sangat ringan, sangat ringan layaknya kertas. Bruuukkkkk…

—————————–

Tiffany POV
tubuhku terasa terguncang2, kepalaku sangat pusing, dan benar2 lemah.

“fany~ahh, bangunlahh..” suara yuri mulai terdengar lemah ditelingaku. Sangat pelannn.

Perlahan aku membuka mataku, masih cukup berat. Memposisikan tubuhku dibantalan, entah sekarang aku berada dimana, tapi kurasa aku sudah tak berada di bar lagi. Masih kucoba membuka mata, dan benar, sekarang aku kembali berada dimobil yuri.

“apa yg terjadi yul?” tanyaku lirih.

“untung tadi aku berada dibelakangmu, jika tida, mungkin kepalamu sudah terbentur lantai bar. Harusnya aku yg bertanya. Apa yg terjadi?”

Mencoba mengingat kembali sesuatu yg terasa menyesakkan dihati. “entah nyata atau hanya ilusi, aku melihat siwan oppa berciuman dengan wanita lain yul.” Tak tersadar air mataku jatuh begitu saja, mendekap lututku sendiri, menenggelamkan kepalaku.

“kau melihatnya? Kurasa itu kenyataan fany~ahh.. aku juga melihatnya.” Yuri kini memelukku, lebih erat ,dan semakin membuatku merasakan kehangatannya. Hatiku saat ini benar2 sakit. Ingin rasanya aku mengakhiri hidupku. Kenapa aku harus kembali merasakan kesakitan seperti ini? Kenapaa harus aku yg selalu tersakiti? Saat ini aku tak punya lagi tempat bersandar untuk hatiku, dan sekarang cinta memang sudah tak bersahabat denganku, sekarang aku dan cinta telah jadi musuh. Cinta yg memusuhiku tapi aku tetap menginginkan cinta itu. aku selalu berharap memiliki ketulusan cinta dari seseorang, tapi ternyata tak semudah itu mendapatkan sebutir cinta yg tulus.

“fany~ahh.. aku masih bisa menjadi tempat bersandar untukmu. Kapanpun kau membutuhkanku aku akan selalu ada untukmu.” Yuri mengangkat kepalaku, wajahnya tampak tersenyum padaku.
“gomawooo yul.” Aku memeluknya, mencari kehangatan yang kubutuhkan, tapi ini belum cukup, sangat sakit. Hanya kata sakit yg kini melingkari sekujur fisikku dan juga hatiku.

-TBC-

19 thoughts on “[Chap 5] Back To Reach Your Love

  1. You know what author anda berhasil bikin aku nangis malem2 gara2 taetae smpt mau meninggal tp untung dia msh bs bertahan T.T

    arghhhh suer pingin bgt ngegetok kepala fany biar dia sadar biar keegoisannya berkurang
    she is soooo stubborn >.<
    dan hanya bs senyum malah ngakak gara2 siwan slingkuh makan tuh cintanya siwan yg sibuk "ngerjain" yeoja2 cantik br tau rasa kan gmn diselingkuhin beneran tae gk salah malah dimusuhin smp segitunya nyesek kan skarang
    wahahaha*evil laugh*
    dan lbh parahnya bisa2 nya fany berpikiran kyk gitu k taeng klo gara2 tae temen2 nya lupa ma ultah dia ._.
    suer seneng bgt fany sengsara d ff ini gk suka bgt ma sifat dia yg kyk gini terlalu kejam smoga ke sengsaraan dia tetap berlanjut
    kekeke
    #koment ku kejem amat ya buat ppany
    kekeke*ditimpukin fanytastic*

  2. ya ampun saia kira taetae bnran mnggl,,,smpe udh nangis bombay nii thor saya jm 12 mlm…T_T
    Tpi sykrlah dia msh bertahan,,
    Dsar ya fany km tuh emng gak punya hati,,rasain tuh siwan oppamu berselingkuh.
    Sudah balik lagi aja sama taetae,,hehe
    SEMANGAT ^^

  3. Wah..thor kau benar2 hampir membuat gue tertipu kirain taeng bener2 meninggal..-,-“..wah untungnya engga^0^..fany jahat banget parah segitu taeng lg sakit’a ga peduli sama sekali..T_T

    Wah chapter4’a aku kelewat nih gara2 alamat wepemu sempet hilang..u,u

  4. Hmm…
    Sedih banget, kirain taeng mau pigi selamanya. Itu fany ko egois bgt ya, biar sesakit apapun hatinya krn mengira taeng lbh milih si joon oppa TAPI kan skrg taeng lgi sekarat n lagian mereka kan satu group. Dsni bener2 sebel sama fany.
    Sicaa….aku salut padamu…..lalalala….
    Apa bnr taeng ada sesuatu sama joon oppa ?? Semoga tidak dan itu hanya salah paham aja .
    Ahirnya kan si siwon ktauan belangnya, hajar aja fany…..CAYO #plakk hehe..
    Maaf kepanjangan komennya ya,

    Ok selalu ditunggu kelanjutannya lhooo…
    Semangattttt…

  5. Yach,, tbc deh!!
    Syukur#ngeluss dada.. Akhirny, tae gk jdhee mninggal! Gto donks,, skrnng fany bsa ngrsain skit hti, kekekekk…
    FANY, KAMU TERLALU MEMAKAI EGOMU, JDHEE DPET PLJARAN TUH!
    Btw, jdhee fany mnta ptus ntuh gra2 nyngka tae pcrn ma joon yach? Kan, tae gk yach.. Cman sbgai oppany ya kan? Heheh,, bnyak nnya nih kykny… Tpi, klo kjdian gmna tuh?
    Moga d’chap slnjutkan jngn trlalu lma yach thor? Greget nih! Heheheh,,,
    N’ pnsran! Pa yg kan trjdhee!😉
    Cpat smbuh yach thor dree skitny!?
    ^^

  6. Untung taeyeon bisa bangun lg
    Kalau nggk aku bisa nangis darah….
    Sabar ya fany…
    Siwon emg gtu orng’a mending sma taeng aja lebih setia

  7. betul2 pintar km thor mengacak perasaan… masa tega banget bwt teayeon meninggal… bwt fany, sadar dong hanya taeyeon yg tulus mencintaimu…
    thor, jgn lama2 update part brktnya…

  8. Uuuh akhirnya taeng g jadi meninggal..
    Udah pany km kembali laghe ke taeng..km cuma salah paham aja..siwan nakal kan dia selingkuh..

  9. Busyet dah.. Aq bner” deg”an tdi,, qrain taengo bneran mninggal,,
    arwah’a taeng bsa jalan” ya? Tpi yg bsa liat cuman ppany,,
    taetae buruan sadar donk,, aq d sni sllu mnunggumu #plak#dtabokppany

    see u next chap..
    Caaww😉

  10. Annyeong,,,,
    Seeee,,,arghhhhh,bner” smpet Shock,tau Taeyeon mninggal,untung dia Bertahan,,kid taeyeon itu sngat kuat,,*jiah

    Hhaa Fany,Sikapmu bkin aku kesel ,,taeyeon Mmbutuhkanmu,,tapi Lihat ,hnya Memikirkan Siwan Oppa mu itu,,skarang dia Slingkuh,,,
    Sadarlahhh,,
    #knapaMarah”?? -___-

    D tunggu lanjutannya ya thor,,,,
    Fightaeng^^

  11. ya hmpir sja taeng mninggal.n fany tga bngt sma taeng.smpai fany nyangka taeng mrbut prhtian tman2nya.n mdah2 taeng cpat sdar..
    Dtnggu part slnjutnya.n smga author cpat smbuh..n hwaiting..

  12. Fany udh brubh jd ice neh critanya..ngga kasian bgt liat taeyeon nggeletak bgtu😦
    udh tinggalin tu siwan oppa, balik lagi sama taeyeon..satu2nya orng yg bisa ngasih cinta yg tulus ya cuma dia seorang #eaaa xDD
    seruuu..lanjut dh..penasaran kalo taeng bangun si fany mo gimana tuh sikapnya sm taeng..😀
    ehh thor, aq minta PW lewat fb ko blm dibls yh..?? Pdhl pengen baca ff yg dprotek..mwohoho
    bls dong.. *maksa*😀😀

  13. Ishh.. Fany ga sadar2 juga!!
    Tae sadar dari koma cuma buat km fany!!
    Aku kesel setiap kali baca POV tiffany yg bicara soal siwan oppa.. Ttg cintanya tae cuma buat joon oppa.. Ishh.. Jinjja ╰(◣﹏◢)╯
    km lbh milih namja itu daripada tae??
    Liat sekarang.. Km malah di hiyanatin kan? Nyesek kan?? Itu belom sebanding dgn sakit nya tae fany~ah..
    Jgn besarin ego mu fany eonni.. Jeball…

    Lanjut thor jgn lama2.. Jeball.. (˘ʃƪ˘)

  14. fany unnie kok kmu jhat bgt sieh??? +_+ huwaaaa…. aaaaaaaaaaaaaaaaa
    *nangisdipojokansambilmlukftotae*

    tae cpet smbuh,,, rbut fany lagi.. hwighting..!!!!!

    smoga fany dpat karma nya,,, karna khianatin tae(poor tae)..
    *mulaikluartanduk+snyumevil* hehehe…….

    lanjut thor… smangat…!!!!
    palli.. jangan lma2.. hehehe,,,
    soalny pnasaran bgt.. ^^*…

  15. Omegaat, ppany sumpah udah kelewatan pake BANGET. Masa cuma gegara ultah doang ampe gak mikirin tarng yang baru sadar. #Emosi gw

    Sumpaah, bias gw my ppany ternistakan banget di mari..wakakaka

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s