[Chap 4] Back To Reach Your Love

waduhhhh,, maafkan saya readeerrsss.. saya baru isa update.. ini dikarenakan jadwal kuliah saya yang padat dan juga gara2 update’an yang menumpuk. sebenernya 2hari yang lalu bisa saya post. cuman belom sempat. hehehe.. mianhee my readerrs kalau ini terlalu pendekk,, belum dapet lebih nih😦  kalau begitu langsung dehh,, happy reading🙂

———————————————————————–

Tiffany POV
moment ini. Kenapa bisa membuatku kembali terpesona dengan wajahnya yg sedang tidur dihadapanku ini? Kenapa jantungku begitu cepat berdegup? Rasa apa ini? Siwan oppa! helpme. Lekaslah kembali. Aku tak ingin merasakan ini, aku takut jika harus lebih. Aku tersakiti dan aku paling tak suka jika hatiku ini sakit. Memang benar kalau aku benar2 cinta padanya. tapi itu dulu. But now,, I can’t love you again taeng. It’s so hurt  for me. Matanya masih tertutup rapat. And I still look at her. She’s really cute with face while she fell asleep. Mencoba kusadarkan diri. Berpaling dari tatapan bodohku ini padanya. aku menghembuskan nafas panjang, sangat lega. Mustahil jika aku kembali terpesona dengannya. Andweee fany~ahh! It’s not your’re style! You will not ask her to back. Aku tak mencintainya lagi. Jujur, aku sekarang hanya sayang padanya. hanya sayang. Tak lebih dari sayang seorang sahabat. Just a bestfriend.

Deg…deg…deg…

Jantungku berdentum dengan cepat, lembut, dan keras. Apa ini. Aku merasa hangat. Pesonanya masih sangat kuat, dan akibatnya aku merasa begitu nyaman dalam keadaan seperti ini. Why?? Kenapa bisa seperti ini??? Aku terus mengomel dalam hati. Tapi dalam kenyataanya, kini aku benar2 menikmati hangatnya tubuh seorang taeyeon, walaupun dalam keadaan dia tak sadarkan diri,, emm maksudnya dalam keadaan tidur yg itu wajar dilakukan olehnya. Menganggap teman yg seranjang dengannya sebagai guling. Sangat terlihat betapa canggungnya suasana ini. Hatikupun juga merasakan kecanggungan yg mendalam saat ini, bahkan hanya dengan seorang taeyeon yg tertidur dengan memelukku, mampu membuatku masuk dalam alam surga dunia dimana aku benar2 merasa sangat nyaman.

“fany~ahhhhh!!” suara teriakan terdengar begitu menggema diruanganku. Kulihat yuri menutup rapat mulutnya dengan tangannya. Sepertinya dia melihat apa yg sedang terjadi sekarang. Dia berjalan mendekat kearahku, duduk dikursi yg letaknya tak jauh dari ranjangku.

“apa yg terjadi? Kenapa_” tanyanya dengan wajah penasaran.

“pelankan suaramu yul. Dia bisa_” lucu sekali. Aku dan dia kini saling memotong pemcibicaraan kami berdua.

“ya..ya..ya.. aku tau kau paling benci jika tidurnya terganggu. Arrasso fany~ahh.. lalu ceritakan padaku, apa yg tengah terjadi sekarang.” Katanya dengan mendekatkan wajahnya padaku.

“tapi juga tak harus sedekat ini yul!” aku mendorong wajahnya mundur. “aku juga tak tau apa yg terjadi. Sepertinya sleepwalkingnya kambuh lagi yul.” Jelasku sambil kuberikan senyumanku.

Kurasakan pelukannya makin mengerat, makin mendekat, dan aku semakin bisa merasakan hambusan nafas hangatnya. Apa dia sedang bermimpi?

—————————-

Author POV

Setelah keluarnya yuri dari kamar tiffany, kembali memunculkan suasana hangat pada pemilik kamar ini. Masih dalam posisi yg sama. Tak ada pergerakan dari yg terbangun, tak lain dengan yg tertidur,, semakin mengeratkan jarak diantara keduanya. Begitu pemandangan yg indah, tak pernah terfikirkan oleh tiffany jika hari ini akan menjadi seperti ini. Dia memang merasa tak mencitai seorang kim taeyeon lagi. Tapi rasa sayangnya tak bisa dia sembunyikan. Begitu dalam kasih sayang tiffany pada seorang kim taeyeon. Dia tak ingin merasa menyesal dengan apa yang dulu sempat terjadi, mengakhiri hubungannya dengan kim taeyeon, dan berhasil dengan cepat move on dari keadaan. Lain dengan kim taeyeon, yang masih menyimpan dalam rasa cintanya untuk tiffany. satu cinta yg tak pernah mungkin bisa dia palingkan pada orang lain.

“eeemmmm..” taeyeon mengolet, mulai meregangkan otot2nya. Seketika itu tiffany kembali harus memalingkan pandangannya pada gadis yg tertidur disebelahnya.

Mata taeyeon yg sedikit demi sedikit mulai terbuka, mulai mengusap2 matanya, mengembalikan kesadarannya dari tidurnya. Menyadari terbangunnya taeyeon, tiffany berpura2 kembali terpejam. Tak ingin suasana canggung akan menghatam kembali.

“ehh?? Kenapa aku disini?” tersadar dari suasana kamar yg tak asing baginya, taeyeon segera terduduk, menengok kekanan dan kekiri. Dia sadar kali ini dia tak berada di kamarnya.

“mianhe fany~ahh..” setelah mengucapkan kata itu, taeyeon bergegas keluar dari kamar tiffany, meninggalkan gadis kebingungan yg masih tetap dalam posisinya. Frozen.

——————————

Taeyeon POV

Nafasku tersengal berat seperti orang sedang berlari-larian. Kenapa aku bisa tertidur disitu?? Aiiggoooo… aku menggaruk bagian belakang kepalaku yg tak gatal. Masih tenggelam pada rasa bingung. Berharap tea hangat pagi ini bisa menyadarkanku dari apa yg sebenarnya terjadi. Duduk tenang di dapur, menatap kosong kearah ruang tengah, menikmati tea hangat, kurasa hari ini hanya aku, yuri dan tiffany yg ada di rumah. Yuri yg masih sibuk berbicara dengan seseorang dalam telfon, dan tiffany,, mungkin dia juga sedang tertidur.

Kulihat yuri mendekat kearahku, terus menatap tajam kearahku. Ada apa dengannya? Dan seketika itu, pukulan ringan mendarat dikepalaku. “apppooo! Ya!” aku mengusap-usap kepalaku bekas jitakan dari yuri.

“wae!?” tanyanya dengan raut tak jelas.
“wae?? Harusnya aku yg bertanya. Kenapa kau memukulku dipagi hari seperti ini? Huh!?” balasku. Sesekali kuseruput tea hangatku.

“annii.. aku hanya ingin memukulmu. Kenapa?? Tak bolehkah?” masih dengan raut tak jelasnya. Anak ini sepertinya makin menyebalkan saja. Tapi sepertinya kelakuannya yg seperti ini terjadi jika dia sedang tidak dengan jessica. huh! Prankster!.
“tanpa alasan kau memukulku?? Kau pikir aku samsak untuk latian tinju? Ha?? Yg dengan bebas boleh dipukul.” Aku mengerucutkan bibirku.

“uhhh… rasanya aku ingin mencicipi bibir lembabmu itu taeng” dengan wajah gemas, dia menarik bibirku. Wajah gemas? Bukann! Itu wajah seorang prankster yg hobbynya hanya menggangguku setiap hari. Huh.

“menjijikan kau yul!” balasku.. dan selanjutnya sepi, tenang. Inilah yang membuatku tenang. Tapi kurasa sedikit membosankan juga.
“kenapa kau tak kuliah hari ini?? Bukankah seharusnya kau ada seminar?” tanyaku memcah keheningan yg sempat terjadi diantara kami.
“annii.. aku hanya malas. Why? Apa kau mau aku pergi seminar dan meninggalkan kalian berdua? Hahaha” yuri tertawa renyah. Aku mengerti maksudnya, sangat mengerti, dan aku tak berharap bisa berduaan di rumah dengannya. Karena itu akan sangat menyulitkanku, dan kembali membuka lukaku.

“yap! Lebih baik kau di rumah saja yul. Menemaniku selama sica tak ada di rumah. Arraa??” Tanya menepuk pundaknya dan berlalu menuju ke balkon ruang tengah.

“yaa!! Apa maksudmu?” kini dia mengikutiku. Hahaha.. benar2 protektif ni anak.

Aku duduk dikursi santai ditepi kanan balkon, dan yuri berada disebelah kiriku. Tea hangat pagi ini benar2 cocok untuk suasana yg cukup dingin. Sesekali tapi sering, kuseruput tea hangatku, sambil memainkan tablet yang kubawa. Kulirik yuri, dia sibuk dengan HPnya. Aku menghembuskan nafas panjang, beralih focus pada tabletku, memainkan game kesayanganku, aku tak pernah bosan dengan game konyol ini. Terhitung sudah 37 kali aku bisa menyelesaikan misi2nya. Kurasa aku harus mendownload game baru untuk mengisi waktu luangku yang sangat membosankan ini. Kenapa bisa bosan? Ya,, itu karena HP sepi, alasan anak muda sepertinya masuk akal. Tapi akhir2 ini, entah kenapa joon oppa begitu memperhatikanku. Menanyakan hal2 yg kurasa hanya dilakukan oleh orang yang sedang PDKT. Hmm.. entahlah. Aku belum bisa membuka kembali hatiku untuk orang lain.

“yaaa!! Apa kau tega meninggalkanku dengan sibuk bermain game seperti itu?” suaranya yg keras membuyarkan lamunanku yang kurasa aku sendiri lupa apa yg kulamunkan tadi.

“apa kau mau main juga?” aku berbalik bertanya sambil kuulurkan tablet milikku.

“ya! Taeyeon~ahh! Kau tau sendiri bukan? Game milikmu itu jauh dibawah gameku. Dan kurasa kau terlalu pro untuk memainkan game itu yang bahkan sica dan tiffany bisa dengan cepat menyelesaikannya.” Omelnya. Memang benar. Game ini benar2 sangat mudah. Sica dan tiffany yang sangat bodoh bermain game pun kurasa juga bisa menyelesaikannya.

“aku bukan menyukai gamenya yul. Kurasa aku jatuh cinta pada makluk lucu bermata tiga ini.” Aku memperlihatkan chapture character utama digameku ini.

“menjijikan! Jauhkan itu!” katanya, dan beberapa saat setelah itu, suasana diantara kami menjadi sepi, tenang, dan suram. Tak ada kata2 yg terucap dari bibir kami lagi, sama2 sibuk dengan gadget kami masing-masing.

—————————————-

Tiffany POV

“hoammm” aku menguap lebar dalam perjalannku yg sedikit ngelantur menuju ruang tengah. Sambil terus mengusap mataku yg berair karena masih sangat mengantuk. Setelah kejadian tadi pagi, aku benar2 kembali dalam alam mimpiku. Sungguh kejadian yg gila. Dan kali ini aku benar2 membutuhkan siwan oppa. aku tak mau kembali membuka luka lamaku. Sudah tertutup rapat dengan plester. 4 hari lagi aku ulang tahun. Apa siwan oppa melupakannya? Dia bilang dia akan kembali seminggu lagi.

Tak terasa obrolanku dengan lubuk hatiku membuatku tersandung sofa di ruang tengah. Aku mengaduh. Suasana sepi. Tak ada orang satupun di ruangan ini. Apa mereka pergi? Lalu? Apa yg harus kulakukan sekarang? Benar2 membosankan.
“yaa! Kau baru bangun??” suara barusan mengejutkanku hingga aku terjatuh di sofa dari posisi berdiriku.

“bisakah kau mengecilkan volume suaramu itu yul? Kau benar2 membuatku jantungan! Sial!.” Aku masih terus mengusap mataku yang berair.

“mianhe fany~ahh.. lekas makan! Apa kau tak merasa lapar? Jika-“
“hmm.. ya..ya,, yul aku akan makan. Aku sangat lapar sekali. Gomawo tawarannya.” aku benar2 sedang unmood sekarang. Huh! LDR yang begitu menyiksa. Aku berjalan menuju ke ruang makan. Tersedia sepiring nasi, bersama 3buah nugget di piring kecilnya.

“apa aku harus makan nugget untuk tiap hari yul? Tak bisakah kau membuatkanku menu baru?” kataku sedikit kesal dan menekan suaraku.

Sejenak dia mengacuhkanku dengan handphonnya. Dia tak mendengarku? Atau memang sengaja diam karena menyadari unmoodku? Ahh biarlah. Tak masalah. Yg penting kenyang. Aku menyantap perlahan makanan didepanku.

“yul! Pinjam headshettmu. Aku harus kembali latihan vocal. Miliku basah karena tercuci kemarin. Sial” suara kekanak2an muncul dari sebuah ruangan. Bereusaha tak terfokus padanya, aku kembali melahap sisa makananku, tapi sialnya, tak ada sisa dipiringku. Gezzzzz..

“ohh.. kau sudah bangun fany~ahh..” sapanya dengan nada biasa sambil berjalan menuju refrigerator. Aku mengangguk sebagai jawaban iya. Tak ingin teringat kejadian tadi pagi, dan mungkin- emm kurasa pasti dia tak akan membahas itu.

“mianhe fany~ahh.. tadi aku tertidur dikasurmu. Sleeping walkingku sepertinya kambuh. Hahaha” tawanya renyah.

“no problem taeng. Aku bisa mengerti.” Memalingkan pandanganku dari matanya yg sempat menatapku menuju ke tempat cuci piring. Kulihat yuri menahan tawa.
“yaa! Taeyeon~ahh.. alibimu sempurna. Layaknya conan yang ingin tidur bersama ran. Hahaha” yuri kembali berevolusi menjadi prankster yang kembali memasang taeyeon sebagai sasarannya. Aku tak terlalu memikirkan hal memuakan itu, dan lebih baik aku kembali kekamarku.

—————————-

Author POV
jalanan ibukota lenggang dengan kendaraan yg melaju, menimbulkan suasana santai bagi gadis yang mengendari mobilnya sendirian. Sambil mendengarkan music berlantun melalui sepasang headshet yang terpasang pada kedua telinganya, sembari menyanyi kecil bait demi bait.

Vibrasi handphonenya menghapus alunan music yang tadi berlantun, menimbulkan sedikit kekesalan diwajahnya.

“ne oppa? aku sedang dalam perjalanan sekarang. Kau sangat merepotkanku!” ucapnya pada orang diseberang sana.

“mianhe. Aku tak menyangka mobilku akan mogok begini. Tenanglahh. Aku seusai latihan nanti, aku akan membelikanmu sejumlah ice cream. Arraa??”
“ahhh… jinnjjjaa??? Aku akan segera sampai oppa. wait for me.” Gadis itu dengan sigap memutus sambungna telfon dan kembali terfokus pada jalanan, menambah kecepatannya diatas rata2.

Tak butuh waktu lama, gadis itu tiba ditempat tujuan dimana ia harus menjemput rekannya.

“oppaaa! Kajja! Lekas kita selesaikan latihan ini dan kutagih janjimu.” Celetuk gadis itu.

“yaa! Taeyeon~ahh! Apa kau akan datang secepat ini jika tadi aku tak menjanjikan es cream padamu?” Tanya sang oppa sarkatis.

“anddwwweee!” senyum evil mengembang diwajah taeyeon dan dengan cepat sebuah pukulan ringan mendarat dikepalanya.

Setelah percakapan singkat yg terjadi barusan, mereka berdua langsung bergegas menuju ke studio kampus. Le joon yang mengambil alih setir, dan taeyeon yang sibuk membolak-balik stopmap birunya. Senyap lebih tepatnya. Tak membutuhkan waktu banyak, kami pun segera tiba di lapangan parkir kampus. Riuh dengan mahasiswa/siswi  yang berlalulalang keluar masuk dengan kendaraannya.

“taeyeon~ahh,, joonie~ah.. akhirnya. Kupikir kalian tak datang.” BoA menyambut kedatangan kedua hobaenya dengan sangat excited, sedikit berbeda dari biasanya.

“hahaha.. sepertinya aku dan joon oppa yang selalu kalian tunggu. Mianhe.” Celetuk taeyeon.

“ya jelas lah. Kau dan orang itulah yang menjadi lakon utama disini. Jadi segera bersiap2. Sudah ada panggungnya disana. Kita langsung kesana.” Ujar yunho.

———————————-

Taeyeon POV

Prepare, latihann yang cukup panjang hari ini belum terlalu sempurna. Harus lebih mengunggulkan keseriusan dan kematangan para penyanyinya. Begitu juga denganku. Hari ini pendalaman dan penghayatanku kurang nendang. Seperti ada sesuatu hal yang mengganjal dan tersangkut dipikiranku.

“taeyeon~ahh,, kau lelah???” namja yang akhir2 ini terus memperhatikanku kembali berada disisiku setelah beberapa menit yang lalu harus pergi mengambil mobilnya.

“annii oppa. hanya sedikit. Bagaimana dengan mobilmu oppa?” tanyaku ringan, dan tanpa memandangnya, terfokus dengan handphone yang sedang menemaniku sedari tadi.

“sudah membaik. Dan sudah kubawa kemari.” Katanya. Dan selanjutnya dia terduduk disebelah kananku, sambil membawa secangkir.. emmhh.. aku tak begitu tau apa yg sedang dia minum.

Suasana hening kini terkuak. Aku yg terus menekan tombol2 layar handphoneku dan juga joon oppa yang sedari tadi memandang kearah depan. Tersadar, dan ternyata hari mulai sore. Aku harus pulang. Tubhku sudah penuh dengan keringat, sangat tak nyaman.

“oppa.. brarti kau sudah bisa pulang sendiri kan?? Aku harus segera pulang.” Kataku.

“arrasoo. Tenang saja taeng. Mobilku sudah kembali kok. hati2 ya!” kata joon oppa. dan aku mulai berjalan menuju tempat parkir kampus.

Akhirnya aku bisa bersandar nyaman di mobilku. Kusandarkan kepalaku dibantalan kursi, menenangkan dan mengistirahatkan seluruh tubuhku yang sedikit lelah. Setelah merasa nyaman, aku mulai memacu mobilku dengan kecepatan yg terhitung pelan. Jalanan cukup riuh dan ramai, kutepikan sedikit mobilku dari tengah jalan menghindari klason mobil lain yang akan berbunyi jika aku mengendari dengan kecepatan pelan seperti ini.

Ku hidupkan penghangat dalam mobil, masih berkutat dengan handphoneku, jessica benar2 mengejutkan.

“yahh! Waeyyyooo sica~ahh???” aku langsung mengangkat telfon darinya, tanpa menunggu nada deringku muncul.

“taeyeon~ahh! Apa kau lupa kalau 4hari lagi tiffany ulang tahun??? Haa??” suara dingin nan lembut diseberang sana mengomel.

“aku mengingatnya. Lalu?? Apa urusannya denganku?” jawabku tenang.”
“yahh! Kau ini benar2…ughhh! 4hari lagi kau itu perform dengan adegan kissing scenemu bukan?? Apa kau tak merasa bersalah dengannya?”

“merasa bersalah?? Memang aku salah apa? Dia yg bersalah.” Aku ikut mengomel.

“babo! Jika aku jadi tiffany, aku akan sangat sakit melihat kau berciuman seperti itu, bahkan jika aku tetap menjadi aku, aku pun akan merasa sakit!”

“aku tak mengerti maksudmu.” Jawabku enteng.

“taeyeon~ahhh.. yuri dan aku sependapat kalau aku dan dia tak setuju dengan adegan itu, dan aku sangat yakin jika kau menceritakannya dengan teman2 yg lain, mereka juga pasti susah untuk menyetujui itu.”

Aku termenung sesat. Mengabaikan suara2 disekitarku. Pening mulai merambat dikepalaku, rasanya sedikit berat dan pusing. Tiffany?? dia akan merasa sakit hati jika aku melakukan kissing scene ini? Benarkah? Kurasa itu sulit untuk kupercaya. Kenapa aku tak boleh melakukan hal ini? Ini hanya scene.. dan… dan aku juga yakin jika tiffany sering melakukan ini dengan kekasih barunya itu. hmmm….

Author POV
“taeyeon~ahh!?? Taeng?? Yahhh! Kim taeyeon! Kau sedang mengedara! Jangan melamun!!!” suara jessica dengan kencang memenuhi kamarnya. Tak terdengar jawaban dari arah seberang selama beberapa menit.

“brrraaaakkkkkkk!” suara benturan keras melengking ditelinga jessica. wajahnya shock parah..
“yahhh! Kim taeyeoooonnn!!!” dengan cepat jessica berlali keluar kamar, menyambar kuncinya yang tergeletak di dapur dan langsung bergegas mencari taeyeon, yg ia sendiri tak tau apa yg terjadi.

“sicaaaa! Mau kemana kauu!??” yuri dan sooyoung dengan cepat berlari menyusul jessica yg sudah masuk kedalam mobilnya

“ada apa dengannya??” Tanya sooyoung pada gadis yang terbengong disebelahnya.

“kim taeyeon. Ada sesuatu yang terjadi padanya” yuri kembali masuk dan sama seperti jessica dengan wwajah yang tak berbeda KHAWATIR.
“yuri~ahh! Aku ikut!” sooyoung pun dengan cepat mengikuti yuri masuk kedalam mobilnya.

____________________

Tiffany POV
masih kunikmati jus jeruk di tanganku, sambil memandang langit senja yang tiba2 mendung, dan ini pertanda bahwa hujan benar2 akan turun.

“pranggg” mataku terbelalak seketika saat gelas berisi jus jeruk ini lepas dari genggamanku.

“yaa! Kau ini.. akhir2 ini kau sering melamun.!” Sunny yang bersamaku mengomeliku.
pelayan yg tau kejadian ini dengan cepat membersihkan beling yang berjatuhan disekitarku.

Sedikit perasaan aneh menghampiriku, prasangka buruk, dan sangat tak nyaman. Kudengar sunny berterima kasih pada pelayan tadi. Aku masih terdiam, mataku masih tak mau berkedip. Apa yang terjadi? Apa ada sesuatu? Kenapa perasaanku begitu tak enak?

“why fany~ahh??” sunny mengguncang pundakku, dan menyadarkanku dari lamunan sesaat.

“ahhh… annii. Bisakah kita pulang sekarang?? Perasaanku tak enak saat ini.” Aku mulai berdiri, berjalan meninggalkan sunny

“wait me fany~ahh..” kudengar sunny sedikit berteriak.

Tak lama, aku dan sunny tiba di rumah. Yuri, jessica dan sooyoung yang seharusnya ada di rumah, kini tak ada sosok mereka.

“kemana orang2 rumah?” tanyaku masih celingukan diruang tengah.

Sunny muncul dari balik pintu kamarnya “my shikshin juga tak ada di kamarnya.” Kulihat sunny mengambil handphone diatas meja ruang tengah, dan berjalan masuk ke kamar. Aku masih duduk terdiam di ruang tengah, memandang kosong kea rah depanku, sama seperti tadi, aku masih diselimutin perasaan tak mengenakkan.

“whaaaattttttttt???” kudengar suara sunny berteriak dari dalamm kamar. Aku bergegas masuk.

“kenapa bisa seperti itu??” aku berdiri didaun pintu, menyaksikan kepanikan sunny.

“apa yang terjadi??” aku buka suara. Perasaan buruk yang tadi kurasakan, kini semakin menguat, membuatku susah bernafas.

Sunny menatapku lekat, sudah tak ada pembicaraan ditelfon dengan seseorang. Aku balik menatapnya, berusaha sedikit tenang dan menghilangkan perasaan burukku tapi tak bisa “why?? Apa ada sesuatu yang terjadi?” tanyaku

Sunny hanya diam dan malah menangis detik selanjutnya.

“sunny~ahh! Why?? Siapa yang tadi kau ajak bicara? Apa sooyoung??” dan dia hanya mengangguk sebagai jawabannya dan masih dengan isakkanya yang makin menjadi jadi.

“lalu apa yang tadi kalian bicarakan? Apa terjadi sesuatu dengan choi sooyoung??” aku terus bertanya padanya, mencoba menenangkan gadis mungil ini.

“bukan dengan choi sooyoung fany~ahh.. tapi. Tapi diaaaa..” setelah mengatakan begitu, dia kembali menangis.
“dia??? Nugu???” aku menekan suaraku meminta penjelasan.

“kim taeyeon kritis di rumah sakit fany~ahhhh!!!” kini dia berteriak dan kembali menangis. Dan seketika itu tenggorokanku tercekat, jantungku terasa berhenti.. jadi itu, jadi itu kenapa aku benar2 tak bisa lepas dari perasaan tadi yang benar2 buruk kurasakan. Tubuhku lemas seketika, kini aku yang merasa pelukanku untuk sunny berbalik dia yang memelukku erat.

————————————————

Author POV

Kekhawatiran menyelimuti mereka yang ada diluar ruangan, 3 gadis yang sedang menanti kabar baik dari sang dokter. Tak ada percakapan diantara mereka, saling diam dan terus melantunkan doa dalam hatinya, sangat berharap tak terjadi apa2 pada gadis mungil yang sedang kritis didalam sana.

1,2 jam berlalu, masih sama seperti tadi, tak ada satupun dari ketiga gadis tadi beranjak dari tempatnya.
dokter yang menangi oprasi dadakan keluar dari ruangan,

“ahhh.. bagaimana keadaan teman kami?” jessica dengan langkah cepat menghampiri sang dokter.

“apa dia baik2 saja? Apa masa kritisnya sudah berlalu???” belum sempat dokter menjawab, jessica kembali bertanya.

“sica~ahh.. tenanglahh..” sebagai kekasihnya, yuri berperran penting dalam menenangkannya.

“dia masih dalam keadaan koma. Pendarahan dibagian bahu, dan ada tanda2 gegar otak ringan. Dan yang kami sangat mengkhawatirkan jika akan terjadi kebutaan pada dirinya, kecelakaan ini cukup keras.” Dokter menjelaskan dengan wajah tampak ikut khawatir.

“apa separah itu dok?? Sampai kapan dia akan terus dalam keadaan koma??” sooyoung menyeringai.

Dokter berpikir sesaat sebelum berucap “kurasa lebih dari 1 minggu dia akan ada dalam keadaan seperti ini. Dan kami akan kembali mengadakan oprasi pada esok hari.”

“bantu dia dok.. dia begitu berarti bagi kami.” Jessica kembali berucap, kini dia menggenggam tangan sang dokter dengan penuh pengharapan.
“kami akan berusaha semampu kami. Apa kalian saudaranya??”

“yaa,, kami saudaranya. Keluarganya sudah kami hubungi, dan baru bisa hadir besok.” Jelas yuri.

“baiklahh,, kalian boleh menengoknya sekarang.”

————————————–

Tiffany POV
kenapa kepalaku begitu pusing?? Sulit untukku bisa benafas lega. Aku harus di rumah ketika dia dalam keadaan seperti ini. Apa aku jahat? Kenapa aku harus seego ini?? Kenapa aku mementingkan perasaanku daripada keadaannya yang saat ini benar2 dalam keadaan kritis. Sunny membujukku beberapa kali untuk ikut dengannya ke rumah sakit, tapi aku begitu bersikeras menolaknya. Ada apa dengan ku?? Dan hingga sekarang waktu menunjukan pukul 9, jessica dan yuri hanya diam. Bahkan mereka tak mengajakku dalam perbincangan tentang keadaan taeyeon, dan parahnya, saat ini kami berseberangan tempat duduk dimeja makan.

“apa dia baik2 saja?” kuberanikan diri untuk lebih dulu berucap. Tetap ada wajah kekhawatiran padaku.

“ehh? Kenapa kau harus bertanya padaku?” jawaban sarkatis kini keluar dari mulut jessica. kembali aku terpukul oleh kata2nya.

“sica~ahh.” Yuri mencoba menengahi pembicaraan jessica.

“fany~ahh.. kenapa kau begitu egois?? Hanya kau yang belum datang untuk menjenguknya. Kau dan dia.. aku tau masalahmu. Aku tau seorang hwang miyoung. Miyoung yang sangat egois untuk seorang mantan kekasih. Sampai sekarang pun kau tak berubah sama sekali miyoung~ahh.”

“sicaa~ahh,, jangan memojokkan dia seperti ini. Dia butuh waktu.” Yuri kembali harus menahan emosi seorang jessica.

“miyoung~ahh… apa kau tau? Dia benar2 membutuhkan kekuatan. Dia benar2 membutuhkan seorang teman untuk bersamanya saat ini. Apa kau benar2 tega hanya meninggalkannya bersama kami? Kau berperan penting untuknya.”

“sooyeon~ahh.. jebal.. you don’t understand my feeling right now. It’s really hurt for me. You know? My feelings get very messy when I heard she got this accident. But,, i’m so afraid with my feelings for her. I know taeyeon will refuse me. Because that I can’t go for her.” Kuungkapkan segalanya pada jessica, termasuk yuri. Entah dia mengerti atau tidak.

“miyoung~ahh.. if I were you, I still strong for her. I will give all of my feeling in deep of my heart for her. She’s really meaningfull for me. Yuri know about it. she can understand. Because of that, yuri never be jealous to her. Miyoung~ahh.. i know, right now you have another love, but you should to care about taeyeon. Please come with us for her.” Ucap jessica. aku merenung sesaat memahami kata2 jessica. entah kenapa sekarang aku benar2 menjadi orang bodoh dihadapannya. Jessica teman kecilku, aku tau dia mengerti segala hal tentang diriku. Dia yang selalu hadir saat aku sedang sedih. It’s true. Apa aku memang harus hadir untuk taeyeon saat ini?

-TBC-

33 thoughts on “[Chap 4] Back To Reach Your Love

  1. Aigoo knp mesta ada adegan kecelakaan lgi sih..
    Btw aq bingung..emangnya dulu ppany mutusin taeng itu krn apa sih ? #plakk

    wlopun rada tragis krn taeng kcelakaan tpi knp pas bagian JeTi ngmong english jdi lucu..wkwk

  2. Annyeong,,,,
    Akhirny, d’lnjut ugha nih ff favorite qu!
    Iya, qu stuju ma comen yg d’ats!
    Npa, russ da kcelaka2n pla? P lghee, taeng? N’ klo gk slh ptus ny gra2 fany jth cnta ma siwan ntuh yach? Heheh,,,
    Smoga, gk brlrut2 dah kritissny! Kan, 4hri lghe ultah ny fany n’ kissing scene ny taeng!
    Oya, kpan lee joon ma taeng? Mngkin… Kan fany ma siwan?
    Lnjutkn, next chap ny! Klo bsa, jngn trlalu lama yach? Heheh😀

    • annyeonngg🙂 jarang deh nemuin FF yang taengnya enggak menderita😀 selalu saja nemu kalau tentang taeng kecelaan lah, yg pasti disetiap FF TaeNy itu paling seru kalau taeng yg menderita duluan…
      gomawoooo udah mampiirrrr :))

  3. Sumpah si ppany bener2 egois pakek bgt pingin ngt nabok dia biar dia sadar gitu
    dia gampang bgt move on n ngejenguk tae aja gk mau gara2 dia takut ma perasaannya
    takut knp fany ah…? !takut klo kamu bakal jatuh cinta lg gitu ma si tae…? !
    baca ff ini emosi bgt ma ppany egois ma keras kepala bgt
    jgn bikin tae buta dong bikin dia amnesia aja tp cm amnesia sama ppany aja klo ma temen2 nya yg lain msh inget trus bikin jelous deh si ppany ma lee joon or ma sapa gitu n bikin siwan selingkuh biar tiffany sengsara n ngerasain gmn sakitnya tae
    kekeke*evil laugh*
    cepet dilanjut ya

  4. Ouhhh….
    Sakit hati q sama fany yang egois. Tidak sadarkah fany ƙªℓȏ taeng bnr2 kritis tp dia ƍäª mau jenguk.

    Kasian ƙªℓȏ smpe taeng buta utk bbrp waktu coz psti cuma sica yg merawat dia. Fany nya udh jahatin taeng.

    Thor…huwaaaaa q sedih taeng kcelakaan gara2 mikirin fany .
    Ok q setuju sama ide mrz_love-taeny. Biar fany nyesell

    Ditinggu kelanjutannya ya….

    Tks

    • iya, taeng kasian itu😦 kali ini saya harus menurunkan soyeoon untuk taeng dulu, gara2 tippany nya nakal😀 hahahaha.. sipp dehhh,, udah saya rencanakan juga kok🙂 ditungguin aja kisah selanjutnya.. thanks udah mampir2 u,u

    • karena taeng cinta ama pany, jadi dia kecelakaan dehh #hlooohhh??? :DD hahahahaha…
      sipp2, ilang ingatan aja deh taeng, biar sakit juga thu si tippany.
      thankyuu udah mampir2🙂 ditunggu kunjungan selanjutnya.

  5. Q sempet mikirin klo taeng mgkin hrus celaka biar mungkin pany ada rasa g tenang ternyata pas baca ke bawah ada..yeyeye main seru jadi bawaannya..bukan niat jahat atau gimana tapi ada adegan celaka tuh membuat geregetan dari sebuah cerita hehe

  6. Annyeong,,,,
    Updet jugaa,,,
    Haaa,taenggo knpa hrus kcelakaan,,ksian dia><
    Fany msih blum mnanggapi persaannya,yng sbnernya msih cnta dngan Taeyeon,tpi mlah mnganggap itu cuma biasa,, krena emng terlalu egois,,#apadah
    Heem,
    D tunggu lanjutannya thor,,,
    Fightaeng^^

    • iya nihh,, maaf updatenya lamaaa u,u
      kala taeyeon nggak celaka, tippany pun jelas nggak bakal jera deh :DD hahahaha.. banget! tippany egois banget itu ahhhh! u,u
      thankyu udah mampir2,, ditunggu lagi kunjungannya🙂

  7. Harus fany….
    Kaliankan taeny..
    Tidak terpisahkan (alah bahasa’a)
    Siwon biarin aja…. (Maap ya bwt para ELF)
    Lanjut…

  8. Ppani ppani tippani sadarlah taengoo sedang sekarat..jenguk dia..!! Walopun skrng dia mantan tapi kau pernah denger lagunya noah ngga yg separuh aku..?? nah itu kan mewakili perasaan kamu bgt buat taeyeon..kalo separuhmu pergi dr dunia ini kan kamu jdi setengah doang wkwkwkwkwk
    #apasih xDD
    lanjuttt thor😀

  9. Fany ah.. Jebal.. Jgn pikirin ego mu.. Kasihan tae lagi kritis.. Dia butuh km.. Fany ah!!
    Ishh jinjja.. Menyebelkan..
    Reader jadi ikutan emosi ke fany kaya yulsic =.=

  10. Jeti battle english conversation depan yul,.wakaka
    Yuri ngarti kgak tuh #dibacok yul

    Oomegaat, my kiddo wat hepen???
    aishh pake acara kritis pula, apalagi ditambah kemungkinan buta.
    Oh noooo #plak #heboh

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s