[Chap 3] Back To Reach Your Love

Akhirnya saya bisa update juga setelah sekian lama bergumul dengan kegiatan saya sebagai compiler. banyak event2 SNSD yg harus saya kumpulkan. jadi susah deh nyari waktu luang buat nerusinnya. mianhe reader,, saya kelamaan updatenya.

yaudah deh, sekian dulu sambutan dari saya. saya ucapkan selamat membaca.

—————————————————————-

 

Taeyeon POV

Perlahan, pemandangan kamarku mulai terlihat, masih sedikit malas untuk terbangung dari tidur siangku ini. Aku masih ingin terlelap. Kutarik kembali selimut yg semula menutupi tubuhku. Rasa hangat mulai menusuk tubuhku. Mencoba kembali tertidur.

“yahh! Masih mau tidur juga!? Ternyata kau lebih malas dari pada aku ya!?” aku berpaling menghadap kearah pintu. Jessica ada disana. Pandanganku masih kabur. Kukucek mataku perlahan, mencoba mengembalikan kesadaranku dan mulai terduduk untuk meregangkan otot2ku.

“taeyeon~ahh! Lekas bangun! Kau pikir ini jam brapa!? Lekas mandi dan makan! Teman2 sudah menunggumu!”

“kenapa kau galak sekali!??” aku merespon. Mencoba berdiri, dan akhirnya terduduk kembali dikasurku. Sepertinya memang masih sangat malas untuk lepas dari bantal, dan kasurku.

“kau tau,, aku sudah membangunkanmu lebih dari 10X! huh! Benar2 seperti babi yg sedang tidur. Aku yg sering tidur dan mengantuk saja tak sampai seperti dirimu taeng.” Dia kembali mengomel. Sepertinya dia percuma mengomel seperti itu. Karena otakku masih blank.

“hahahaha” aku hanya tertawa. Dia keluar dari kamarku. Aku keluar mengikutinya. Mengambil handukku, dan menuju ke kemar mandi.

Air hangat yg mengucur dari shower membuatku rileks. Kubiarkan sejenak tubuhku ikut terhanyut bersama air hangat ini. Mencoba menghilangkan penat diotakku. Aku mulai menggosokan sabun kesseluruh tubuhku. Dan sedari tadi aku memejamkan mata. Menikmati lembut dan harumnya sabun. 20 menit sudah aku berada di dalam kamar mandi. Kuraih handukku menuju wastafle untuk menggosok gigi. Kutatap cermin didepanku, wajahku terpantul disana. Terdiam sejenak. Kini ingatanku tentangnya kembali terpantul bersamaan dengan wajahku yg terpantul disana.

=Flashback=

“taetae! Itu milikkuu! Tadi saat di market kan kau sudah mau menyerahkan sikat gigi itu! Kenapa kau memintanya kembali?? Huh! Curang!” dia memukul-mukul pundakku pelan, pertanda gemas padaku. Wajahnya lucu sekali.

“hahaha. Aku hanya bercanda fany~ahh.. nihh,, lekas gosok gigimu! Dan lekas kita tidur aku sudah sangat mengantuk.” Aku memberikan dia sikat giginya, berwana pink dari ujung bawah tangkai hingga pada bulu2 halus sikat itu.

“yeaahhh! Ini punyaku! Hehehe..” dia tersenyum padaku. Aku berdiam di depan kaca, menungguinya hingga selesai menggosok giginya. Kutatap dia melalui cermin. Wajahnya yg sangat lucu, pipinya yg penuh dengan busa.

“apa yg kau tertawakan??”

“nothing. Aku tertawa karena kau begitu lucu.” Aku mendekat padanya. kulingkarkan tanganku dipinggangnya. Kueratkan pegangan tanganku dipinggangnya. Kepalaku kini berada diantara pundak dan pipinya.

“taetae~ahh.. aku harus membersihkan busa2 ini dulu!” dia mengelus pipiku lembut, mempererat jarak antara pipiku dengan pipinya.

“baiklahh.. kutunggu ditempat tidur! Aku sudah sangat mengantuk. Sekilas kucium pipinya dan kembali ke tempat tidur.

=End Flashback=

Kini air mata kembali membasahi pipiku. Kutundukan kepalaku sejenak, berusaha menghilangkan ingatan itu. Ingatan yg sangat membuatku selalu merindukannya. Mencoba kembali focus menggosok gigiku. Aku sudah merasa menggigil disini. Kuselesaikan dengan cepat.

“taeyeon~ahh! Makananmu sudah siap!” hyoyeon sedikit berteriak setelah melihatku. Aku menghampirinya. Sunny, sooyoung, jessica, yuri, dan yonna dan juga yg pasti hyoyeon. Aku bergabung dengan mereka, mengambil tempat duduk disebelah yoona.

“dimana seohyun??” aku berucap tanpa memandang mereka.

“dia belajar unnie.” jawab yoona. Aku tak melihat tiffany. emhh.. mungkin dia sedang berkencan dengan oppanya.

“fany~ahh! Makanmu sudah siapp!” hyoyeon kembali berteriak. Ohhh.. ternyata dia ada dirumah. Biasanya dia jam segini belum sampai dirumah. Entahlahh,, aku tak harus peduli dengan kehidupannya lagi. Kini dia berada dihadapanku. Aku tak menatapnya, kembali terfokus pada makananku. Kulahap makananku sendok demi sendok, tak pernah kupalingkan pandanganku sedari tadi dari mangkuk berisi nasi dan lauk ini. Entah kenapa, aku ingin sekali lekas beranjak dari tempat ini, menghindari situasi tak mengenakan dihati, dan juga diotakku. Aku sudah ikut dalam keputusannya untuk mengakhiri hubungan kami. Entah apa salahku hingga dia tega melakukan hal ini. Dia selalu berkata jika dia akan terus disampingku, dan apapun masalahnya tak akan pernah berpaling ke yang lain. Dan nyatanya perkataannya itu hanyalah sebuah ilusi belaka yg mampu menghipnotisku untuk terus masuk kedalam jurang kesesatan dimana aku akan terus bersedih dibuatnya. Ya, aku tau kalau dia adalah malaikatku untuk selamanya. Selamanya. Tapi entah kenapa malaikat itu sekarang menjadi buruk! dia tetap berada dihatiku hingga saat ini. Sudah beberapa kali aku mengusirnya pergi tetapi kenapa aku selalu gagal? Apa yg menyebabkan dia begitu lekat dihatiku? Gila!

“pemandangan yg sangat tidak menyenangkan bukan!??? Aku yakin kalian berdua memikirkan hal yang sama! Tiffany memikirkan taeyeon dan sebaliknya taeyeon pun juga sedang mimikirkannya.” suara itu keluar lembut dari mulut sooyoung. Dan BINGGO! Saat ini aku memang sedang memikirkannya. Tapi aku tak yakin dengan dia. Huh! Masa bodoh! Aku tak peduli itu!

Mendengar itu kini mata kami bertemu. Hanya 1 detik. Aku tak mengiginkan lebih dari itu. Aku tak ingin lagi membuat eyecontact. Teman2 menyebutnya sebagai awesome love of eyecontact. Tak ada lagi sebutan seperti itu! tak ada cinta lagi didalam tatapan kami.
kini mulut sang shikshin terbungkam oleh tangan sunny yg berada disampingnya. Dan itu tak mempengaruhiku untuk harus berkata sesuatu.

“jaga mulutmu choi sooyoung!” yuri kini ikut menyeletuk. Dengan sedikit cengengesan dimulutnya. Aku tau sekarang teman2ku juga akan mengatakan hal yg sama jikalau jessica dan sunny tak ada disitu. Yuri dan sooyoung lah yg biasanya meramaikan hubunganku dengannya. Seperti membuat shipper untuk pasangan taeyeon dan tiffany. huh!

“setelah ini aku akan pergi. Hari ini aku, luna, jonghyun, dan joon oppa ada latian vocal untuk kontes yg diadakan oleh kampus. Kupikir aku akan terlambat pulang.” Aku beranjak dari tempat, memperlihatkan ekspresiku yg dingin, cuek, dan acuh.

“kau akan pulang jam brapa unnie?” kata yoona.

“entahlah yoong. Sepertinya akan larut. Waeyoo??” jawabku. Tanpa menatap sedikit pun kearah mereka. Terhanyut pada air yg mengalir ditempat cuci piring.

Setelah selesai, aku lekas kembali ke kamarku, mengambil barang2 dan berkas2, mengambil hodieku yg tergantung diruang tamu. “aku berangkat.” Hanya itu kata2 yg keluar dari mulutku. Kurasa cukup. Tak terdengar jawaban dari mereka. Mungkin aku yg terlalu terburu2 keluar dan tanpa memperhatikan mereka.

——————————————-

Author POV

Setelah perginya taeyeon menuju tempat les vocal. Yg tersisa sekarang hyoyeon, tiffany, yuri, sooyoung, jessica dan sunny. Duo maknae telah tenggelam dalam dunia mimpi mereka. Perbincangan diantara mereka terjadi begitu riuh membicarakan seorang kim taeyeon, terkecuali tiffany dan jessica. jelas jika jessica tak tertarik dengan pembicaraan ini, karena hanya dialah yg mengetahui kebenaran dibalik seorang kim taeyeon yg memendam bigitu banyak kesedihan. Dan juga tiffany, yg menghindari berbagai hal tentang taeyeon saat ini.

“kenapa dia bisa sedingin ini ya?? Bahkan dia mengalahkan seorang ice princes yg terkenal diseluruh kampus.” Celetuk hyoyeon disambut dengan glare mematikan dari jessica.

“dia kurang tidur??” dan kali ini jawaban bodoh keluar dari mulut sooyoung.  Sebenarnya tingkah mereka ini memiliki tujuan. Yaitu tiffany. mereka berharap tiffany akan menanggapinya, tapi ternyata applikasi yg mereka susun gagal. Tak ada kata2 yg juga turun dari mulut tiffany.

“dia kehilangan cinta.” Sepertinya mereka benar2 akan memojokan tiffany disini. Sunny kali ini mencoba memancing tiffany untuk berucap. Dan saat ini semua mata tertuju pada sosok diantara sooyoung dan hyoyeon. Tiffany. dia menatap teman2nya satu persatu.

“wae!?” dan hanya kata itu yg keluar dari mulut tiffany. yuri yg menyadari sifat dingin yg tiba2 keluar dari ucapan tiffany, mencoba mendekat dan menggeser tubuh hyoyeon.

“bukannya kami ingin mengintimidasimu fany~ahh,, kami peduli denganmu. Apa kau marah pada taeyeon?” yuri dengan lembut mengucapkan kata2 itu sambil mengelus rambut tiffany.

“kenapa aku harus marah? Apa yg dia lakukan hingga aku harus marah? Tak ada untungnya aku marah. Hidupnya sekarang bukan hidupku lagi kawan2.” Jelas tiffany dengan penuh kesanggupan dengan sedikit senyum miris.

“aku melihat perubahan wajahmu saat dia tadi menyebut nama lee joon.” Jessica benar2 tajam, dia bisa melihat apa saja yg tak terlihat olah mata telanjang orang lain (ngeliat setan juga isa donk ya? :D)

“sica, kau memang teman baikku sejak dulu. Kau tau segalanya tentang diriku. Tapi yg kau katakana barusan, aku sama sekali tak menyadari itu. Aku cemburu? Tidak. Aku tak peduli lagi teman2. Dia sekarang hanya sebatas sahabatku. Jadi berhentilah untuk menyatukan dia dengan ku.” Tiffany beranjak dari tempatnya dan pergi meninggalkan yg lain ke kamarnya.

“apa yg dia katakana itu benar???” celetuk sooyoung.

“aku akan mengurusnya. Mungkin dia memang butuh teman yg mendukungnya saat ini. Lebih baik kita berhenti untuk mengintimidasi mereka berdua. Toh ini juga untuk kebaikan mereka kan? Jika mereka ingin melalui jalan seperti ini, yasudah, kita dukung saja.” Dengan lancarnya yuri berkata. Dia beranjak dari tempatnya, dan sekarang dia menuju ke kamar tiffany. sepertinya dia mendapat sinyal dari tiffany. karena dia sempat melihat HPnya.

“aku ingin melihat TaeNy moment lagi, untuk menjadi referensi belajarku dengan bunnyku.” Sooyoun merengek dipangkuan sunny.

“choi sooyoung! Kau bisa meniru gaya kami! Dan kau jadikan sebagai referensi belajarmu dengan sunny.” Ucap jessica dan setelah itu jessica meninggalkan 3 temannya menuju ke kamarnya.

—————————————

Taeyeon POV

Kota ini tak pernah sepi, sekarang menunjukan pukul 22.00 dan aku baru akan memulai aktivitas ku. Jika bukan karena Changmin oppa yg menyuruhku datang untuk berlatih nyanyi malam ini, mungkin aku tak akan pergi. Joon oppa bahkan juga tak akan datang jika aku tak datang. Kali ini vibration HPku membuatku sedikit terkejut. Kupasang headshet ditelingaku

“annyeong oppa.. waeyoo??” kataku pada orang disebrang sana.

“dimana kau? Lama sekali. Jangan bilang kau tak datang! Aku sudah diruang tunggu selama 15 menit. Dan tak ada orang lain disini. Aku tak akan masuk jika kau belum datang.” Namja disebrang sana mengomeliku.
“oppa! aku sedang dalam perjalanan. Jadi tunggu sebentar oke!” kataku

“oke! Good baby” setelah kata itu, dia memutuskan sambungan.

Tak lebih dari 10 menit kemudian, aku sampai di gedung SM milik lee soo man ahhjjussi dimana dia juga pemilik universitas yg sekarang menjadi kampus dimana aku belajar.

“yahh! Kau lama sekali! Kau lihat berapa miscall, massage, dan voice mail dari BoA noona?” setelah aku sampai dia malah mengomeliku, bukanya memberiku salam atau memberi kopi, tapi malah mengomel.

“mianhe oppa! kajjaaa! Aku ingin lekas selesai dan tidur.” Aku menarik tangan joon oppa menuju ke studio.

Yonghwa oppa, BoA unnie, Changmin oppa. para pelatih kami sudah berdiri disana bersama dengan Luna, Jonghyun sudah ada disana.

“mianhee unnie, oppa.. aku terlambat.” Aku memberikan bow pada mereka.

“oke. Semua sudah berkumpul sekarang. Kita selesaikan ini dengan cepat. Taeyeonn~ah, Luna,, kau denganku, joon~ahh kau dengan BoA noona dan jonghyun~ahh, kau dengan yonghwa.” Changmin oppa dengan cepat memforsir kami yg ada disana.

Latihan berjalan dengan lancar. Changmin oppa benar2 handal dalam melatih aku dan juga luna. Tak begitu berat untukku bisa menyepadani apa yg dilakukan chanmin oppa. aku lebih salut terhadap suara BoA noona. Walaupun bukan leader di group kami, tapi dia bisa mengatur layaknya changmin oppa sebagai leadernya.

Latihan yg tak begitu melelahkan ini berakhir sudah. Dengan cepat aku menuju ke refrigerator untuk mengambil sebotol air dingin. Menyegarkan tenggorokanku yang 2 jam tadi kugunakan untuk mengeluarkan suara. Rasa lelah yg tak begitu mendominasi bisa menghilangkan penatku. Entah kenapa tadi aku terlalu menghayati lagu yg kubawakan.

“taeyeon~ahh…” terdengar seseorang memanggilku. Aku berbalik badan, mendapati BoA unnie, Yonghwa dan juga joon oppa.

“waeyo unn??” jawabku cepat. Kutempelkan botol air dinginku didahiku. Memberi penyegaran dikepalaku.

“kau dan joon akan memainkan sebuah peran dalam lagu yg akan kau bawakan.” Ucap BoA unnie.

“peran seperti apaa unnie?? tentu aku aku akan menyanggupinya demi kesuksesan bersama.” Kataku dengan penuh semangat.

“kau akan melakukan kissing scene dengan joon saat bagian terakhir lagu. Itu akan mengena dan mengungkap makna dibalik lagu yg akan kau bawakan bersama dengan joon.”

“whhhaaaattttttt!!!!????” aku berteriak dalam hati. Aku dan joon oppa akan melakukan kissing scene?? Hell it’s this!

“It’s not over. Itu adalah lagu yg kau pilih sendiri kan? Dan kupikir dengan sedikit memainka peran seperti ini kita bisa meraih sesuatu yg besar saat kita tampi besok. How?” kembali BoA unnie berucap. Dan aku masih saja diam membeku. Apa aku akan baik2 saja dengan melakukan itu?? Aku bahkan belum pernah melakukan kissing selain dengan dia. Hanya dia yg pernah merasakan bibirku. Tapi kenapa aku harus ambil pusing? Toh dia juga akan melakukannya bersama dengan oppanya.

“kalau itu memang bisa membuat kita sukses, aku akan melakukannya unnie.” aku menyanggupi dengan tersenyum.

“kau memang dongsaeng yg menawan taeyeon~ahh..” BoA unnie memelukku. Kurasa tak akan terjadi apa2 jika aku melakukannya. Toh aku dan joon oppa tak ada hubungan yang special. Dia dan aku hanya teman saja. Walau memang aku dan dia sangat dekat.

Setelah benar2 selesai, aku kembali menuju mobilku, menyandarkan kepalaku sejenak sebelum melaju pulang. Kulihat jam ditanganku, sudah menunjukan pukul 00.20. vibration HPku bergetar, segera kuambil dari dalam sakuku.

“hello??” kataku pada orang disebrang sana.

“taeyeon~ahh! Lekas pulang! Aku dan yuri sudah sangat mengantuk menungguimu pulang!” jessica mengomel.

“kan aku sudah bilang kau tidur saja duluan. Aku sedang dalam perjalanan sekarang. Kalau kau mau tidur duluan, tak masalah kok.” kataku.

“aku akan menunggumu.” Suara disana terlihat sangat lelah. Belum aku menjawabnya, tapi dia sudah memutus.

Kupastikan akan sampai rumah dalam waktu 7menit lagi. Jalan yg legang dan tak begitu ramai, membuat suasana tak membosankan tak seperti saat pagi dan siang hari. Kota ini sekarang sudah sangat penuh dengan manusia. Kunyalakan ipodku bersama dengan headshet yg menempel ditelingaku. Alunan music dari secondhand serenade terdengar begitu mulus ditelingaku. Lagu inilah yg akan kutampilkan bersama joon oppa. hmmm… kissing scene pertamaku, dan juga kissing pertamaku dengan orang lain. Dan bahkan aku belum pernah merasakan bibir namja, terkecuali appaku. Apa ini akan benar baik2 saja? Pikiranku melayang entah kemana untuk saat ini. Apa seharusnya tadi aku menimbang lebih dahulu sebelum memutuskannya. Bukan berarti apa2. Aku takut jika dia melihat scene ini. Wait! Kenapa kau harus takut kim taeyeon??? Kau siapanya dia memang?? Dan lagi apa dia akan peduli?? Tak akan taeyeon~ahh! Kini dia hanya sebuah kamu, bukan lagi kita. Dan aku, tetap menjadi aku. Sungguh menyedihkan hatiku ini. Bahkan yg sekarang aku khawatirkan adalah orang yg lain dan bukan diriku sendiri. Ternyata memang benar apa yg dikatakan jessica padaku. Bahkan aku sama sekali tak bisa menghancurkan pahatan dirinya dihatiku. Lagu ini terus bersenandung. Beriringan lembut menyentuh hatiku yg terdalam. Entah kenapa mudah sekali sebuah lagu bisa menyebabkan butiran air2 kecil dari mataku. Kusuap dengan cepat air mataku. Beberapa saat kemudia, aku sampai di rumah. Dengan sedikit melenggang aku berjalan.

Mulai kubuka pintu dengan kunci duplikat. Semua orang yg tinggal disini mempunyai kunci duplikat rumah ini. Memudahkan kami dan tidak merepotkan yg lain jika kami pulang terlalu larut.

Perlahan kubuka pintu. Kudapati jessica dan yuri masih terjaga didepan tv.

“akhirnya kau datang taeng. Bagaimana? Apa kau lelah? Apa kau sudah makan?? Aku baru saja memanaskan bubur kesukaanmu. Jadi makanlah sekarang.” Jessica dengan cepat memberondongku dengan kata2nya. Aku memang belum makan. Tapi kenapa tak merasa lapar?? Dan juga aku tak merasa begitu lelah. Aneh.

“tubuh tak lelah. Tapi kini pikiranku benar2 sangat lelah. Apa aku boleh makan sekarang?” aku berjalan menuju dapur. Kurasa mereka berdua mengikutiku berjalan menuju ke dapur.

“apa yg sedang kau pikirkan hingga membuat pikiranmu lelah??” sambut yuri.

“apa aku harus menceritakannya?? Ini rahasiaku.” Aku sedikit menggoda pada mereka. Kurasa memang hanya mereka yg harus tau tentang hari ini.

“jika kau tak bercerita, bubur itu kuambil alih!” death glare dari yuri membuatku bergidik.

“ambil saja nih! Hahahahaha” aku tertawa puas melihat tatap sebal dari mereka berdua.

“yahh! The lost kid! Kau benar2 akan kusumbangkan ke panti asuhan jika tak menceritakannya pada kami!”

“The lost kid?? Menyumbangkanku ke panti asuhan? Sebutan yg bagus untukku yuri~ahh! Tapi apa kau mau jika aku benar2 pergi kesana? Apa kau tak menyesal jika aku tak tinggal lagi dirumah ini?? Kau kan begitu menyayangiku.” Candaan ini begitu menghiburku. Jessica dan yuri lah yang bisa menghiburku. Mereka begitu berarti untukku. jika tak ada mereka, mungkin saat ini aku kamarku akan terendam oleh air mataku sendiri.

Kulihat wajah mereka tampak sangat ingin tau. Tak ada salahnya aku mencertiakan pada mereka berdua dulu.

“okee2,, akan ku ceritakan, sebelumnya aku minta kalian menciumku. Sica dipipi kananku, dan yuri dipipi kiriku. Hanya ini permintaanku, dan akan kuceritakan!” aku mendekatkan wajahku pada mereka, sambil kupejamkan mataku.

“aku tak ingin mencium pipimu. Aku ingin merasakan bibirmu taeng!” dengan cepat yuri mengecup sediikit bibirku.

“yahhh! Kau ingin sica membunuhku!?” marahku “aku pun juga menginginkannya taeng. Mendekat sini.” Aku mendekat pada jessica. kubiarkan bibirku disentuh oleh bibirnya. Aku memang sedang gila bibir saat ini. Hahahaha. . . tak masalah juga jika teman2ku yg menciumku. jika saja, ada dia yg selalu menciumku tanpa ku pinta. Ahhh!! Babo! Jangan dia lagi! Stop kim taeyeon!!!

“baru kali ini aku merasakan bibir yg begitu polos. Itu membuatku ketagihan taeng.” Yuri menggoda. Dan selanjutnya mendapat

“oke,, sekarang ceritakan pada kami.” Jessica menyangga dagu dengan kedua telapak tangannya, sedangkan yuri kali ini bersandar lemas dipundak jessica. Mereka berdua menatap mataku.

“saat aku perform minggu depan, aku dan joon oppa harus melakoni sebuah scene yg kurasa aku masih bingung untuk menjawabnya. Tapi aku sudah terlanjur menjawab iya.”

“scene?? Jangan bilang kau akan melakukan itu!??” jessica dengan cepat mengerti apa yg aku maksud dengan sebuah scene tadi.

“scene?? Scene apaa?? Semacam alat print?” otaknya yg lemot, dasar yuri!

“seobang! Kau ini! Taeyeon~ahh.. kenapa kau malah menyanggupinya??” kulihat wajah kekhawatiran dari jessica mulai muncul.

“entahlah… kurasa tak akan ada masalah dengan ini. Dan ini cuman scene. Dan tak lebih dari scene. Aku tak akan menikmatinya.” Kataku murung.

“scene?? Yg pernah kudengar dan kubaca diinternet cuman kissing scene. Apa yg kalian bicarakan tentang itu??” sambung yuri. Bahkan kecepatan berpikirnya lebih lemot dari pada speed download dari modem ku.

“sayang,,, kau bahkan lebih lemot dari modemku!” gerutuku pada yuri.

“sayang,,, kata2 scene itu begitu asing untukku! jadi harap maklum.” Sambung yuri sambil mencubit pipiku.

“tapii.. emm taeyeon~ahh.. aku sadar ada kecemburuan dimata tiffany saat kau tadi menyebut nama joon oppa. apa kau juga menyadarinya seobang??”
“yeahh! Aku menyadari itu.” Yuri ikut mengagguk berirama dengan jessica.

Sebenarnya aku benar2 tak mengerti jalan cerita ini. Antara aku dan dia. Antara cinta dan benci. Antara hati ke hati. Kami sudah berakhir disini, kami sudah selesai, kami sudah menjadi serpihan kecil, kami bukan satu lagi. Dia menghancurkan itu. aku menyanggupi itu. kuaikui aku sangat mencintainya hingga saat ini. Aku masih tak bisa menghapus bayang2 indah direlung hatiku yg terdalam. Aku bisa menghapus raut wajahku saat dulu bersamanya, dan itu takkan terlihat lagi kali ini, itu sangat mudah.

“taeyeon~ahh.. apa kau benar2 akan melakukan itu?? bibirmu itu belum pernah tersentuh oleh namja. Dan yeoja pun hanya dia dan ibumu, juga tadi aku dan jessica. kau sudah memikirkannya matang2?” yuri kini berubah serius, menatap tajam kearahku.

“aku tau itu.. aku juga merasa jika aku akan terus mempertahankan kemulusan bibirku ini.” Ucapku. Mereka juga sama sepertiku saat ini. Bingung, bimbang, dan tak tau langkah selanjutnya. Kali ini aku benar2 terjebak dalam kegalauan yg mendalam. Beberapa saat kami terdiam.

“kalian belum tidur??” sontak mata kami bertemu. Kali ini aku bisa menatapnya dalam. Menembus dinding hatinya. Kurasakan aku benar2 merasa ada disana. Sengaja kualihkan pandanganku turun pada coffee diatas mejaku. Dia berjalan mulai melewati meja makan dan menuju kea rah refrigerator. Masih dengan mengucek matanya sebagai syarat menyadarkan dirinya yg masih setengah sadar dari tidurnya. Mataku kini mengikuti langkahnya. Entah kenapa aku begitu tergoda dengan posturnya dia kali ini. Sangat cute. Dengan pajama pink yg sedikit kedodoran, sandal dengan kepala sapi, dan juga wajahnya yg sedikit bloated.

“bisakah kau berkedip taeng? Kasian matamu jika kau terus seperti itu” yuri membisikan kata2 itu sangat pelan ditelingaku. Segera kusadarkan diriku dari lamunan bodoh ini, sejenak menatap yuri yg cengengesan karena tingkahku barusan. Polos, innocent, itu kata2 yg pantas untuk diungkapkan padaku saat sedang melamun. Dia mengambil tempat dihadapnku, posisi kami sekarang 3 lawan 1. Aku, yuri, dan jessica berada disisi sebelah barat, dan dia berada di sebelah timur. Menghindari kecanggungan, aku beranjak dari tempatku, mengambil semangkuk serealku diatas refrigerator, dan kembali duduk. Ini pasti bisa mengalihkan pandanganku darinya. Perfecto!

“benar2 menyebalkan jam segini aku harus menyaksikannn pemandangan seperti ini! Woooaaahhhh! Harusnya aku tak lapar dan tak terbangun seperti ini.” Teriak seorang dari arah belakangku. Suara menyebalkan yg selalu mengganggu ketenanganku. Choi sooyoung! Kenapa jam segini orang2 pada bangun??

“yahh! Kim taeyeon! Bawa kemari sereal itu! aku harus makan dan tidur saat ini! Jebal!” keluhnya. Kupikir dia hanya sleepwalking. Tak kuperdulikan shikshin konyol itu, dan kulanjutkan kembali menyantap sereal ini. Jessica dan yuri kini berpindah tempat menuju ke ruang tengah. Hanya menyisakan aku dan juga dirinya di meja makan ini. Aku bersama serealku, dan dia bersama secangkir susu.

“taeyeon~ahh?” kudongakkan kepalaku memandang wajahnya. Dia memanggilku.

“apa kau tak lelah? Bukannya kau barusan pulang dari latihan vocal?” masih care terhadap diriku.

Aku terdiam sesaat memandang wajahnya. Kini kami membentuk kembali eyecontact. Sebatas tatapan muka.

“anniiooo.. kurasa aku akan menunggu rasa kantukku muncul. Lagian mereka berdua juga belum terlelap. Mereka menungguku. Dan kupikir mereka harus tertidur dulu sebelum aku. Kenapa kau bangun jam segini?” kurasa yang kulakukan adalah kesalahan. Berbicara dengan seorang tanpa melihat dirinya. Jarak berteman dengan kita sampai saat ini. Tak terelakan dengan terang2an muncul begitu saja. Bukan salahku dan kurasa bukan salahnya juga. Waktu yg tak bisa disalahkan pun sepertinya berperan sebagai pelaku.

“I don’t know. Aku terbangun begitu saja. Kurasa perutku lapar.” Ucapnya. Situasi seperti ini benar2 sangat menyiksaku jika terlalu lama. Apa dia tak merasakannya?? Melayang jauh, kemudian mendekat dan membentuk semacam virus. Itulah kedekatan kita sekarang. Membuang situasi canggung ini, aku menyalakan ipodku, kutempelkan headshet ditelingaku, menikmati alunan music yg bergejolak, sembari menghafal lyric dari lagu yg akan kutampilkan. “It’s Not Over”.

Kini dia menatapku, kualihkan pandanganku menuju sisi lain. Apa ada yg salah denganku. Kulepas satu headshet. Menunggu apakah dia akan mengatakan sesuatu.

“waeyoo?? Belum berakhir?” katanya. Omooo… apa tadi aku mengucapkan sesuatu? Menyanyikan potongan lagu itu?

“ahhh… aniioo. Aku hanya menyanyikan lagu yg kudengarkan.” Kataku. Selanjutnya kami kembali tenggelam dalam situasi diam. Dia mulai beranjak dari tempatnya menuju ke ruang tengah menyusul yuri dan jessica. kecanggungan pun berhasil terusir. Kuhembuskan nafas panjang dan setelah itu melanjutkan menghabiskan serealku yg tinggal setengah.

———————————-

Tiffany POV

Suara alarm dari batangan tipis disebelah kanan kepalaku membangunkanku dari dunia malam untuk menyambut cahaya cerah dipagi hari. Masih sangat malas rasanya untuk bangkit dari dunia nyamanku saat ini. Minggu ini adalah minggu terakhir kami kuliah. Jadi kurasa tak harus begitu menguras tenaga untuk hal ini itu. skripsi sudah kutuntaskan, hanya tinggal menunggu sidang, masih 2 hari lagi. Handphoneku kembali berdering. Kali ini deringan itu membuatku tersenyum lebar. Nada dering yg khusus untuk orang itu, hmm..

“annyyeooong oppa!” kataku kegirangan.

“ne fany~ahh.. oppa minta maaf. 2minggu ini oppa benar2 akan terkurung dalam dunia kerja. Hari ini aku akan berangkat ke jeju untuk melangsungkan meeting disana. Mianhee fany~ahh, aku tak bisa menemanimu kesana kemari untuk waktu dekat ini.”

“ahhhh.. oppa!” kataku dengan smirk penyesalan.

“aku janji akan menelfonmu setiap hari. Mengirim dan membalas pesanmu. Gwenchana??” aku terdiam sesaat sebelum menjawabnya.

“emmhh… arraaso oppa! tapi kau juga harus janji tak akan selingkuh disana!” pertanyaan standart yg akan diucapkan seorang wanita yg akan ditinggal cukup lama oleh kekasihnya.

“yahh! Kau pikir aku seplayboy itukah? Aku tak akan kemana2. Hatiku sudah tertata rapi disitu.” Jawabnya tenang.

“disitu?” aku balik bertanya.

“yaa.. sudah tersimpan didalam cintamu fany~ahh.. yasudahh aku harus mengurus keberangkatanku. Kau baik2 ya. I love you my bright.” Ucapnya.

“ne oppa. jaga diri baik2 ya. I love you too oppa.” setelah itu selesai sudah. 2 minggu?? Itu waktu yg sangat lama oppa! minggu ini pasti sangat menyebalkan! Benar2 sepi, tiap hari di rumah, hanya tidur, menontonton tv, makan, esoknya brangkat kuliah, setelah itu kembali lagi ke rumah. Benar2 mengesalkan.

Aku beranjak duduk, menyandarkan kepala dikepala kasur, menatap lekat jendela kamarku yg langsung menembus pemandangan luar jendala. Terlihat gedung2 di lataran kota seoul terpampang megah. Kuraih remote AC diatas meja kecil, meningkatkan suhu di kamarku, ternyata aku merasa kedinginan sekarang. Bodoh aku tak menyadari itu. aku masih malas untuk beranjak dari kasurku. Aroma bantal dan guling masih begitu pekat pagi ini. Nafsu berangkat kuliah pun tak ada, dan tak ada apa2 jika aku berangkat. Lebih baik aku melanjutkan tidurku, bermimpi sedang bersama siwan oppa. seulas senyum merekah dari gesturku, kembali merosot masuk kedalam selimut, memeluk erat gulingku.

Belum lama aku terpejam, seseorang masuk ke kamarku. Reflex cepat aku mengibaskan selimut yg menutupi seluruh tubuhku. Mendongak kearah pintu, memandang wajah lucu yg menyebalkan dipagi hari begini. Apa yang dia lakukan dengan tingkahnya itu? dia berjalan sedikit melantur. Aku terus memandanginya. Berjalan lurus melewati kasurku, dan jelas melewatiku menuju kedepan jendela. Kutatap intens gadis,, emm lebih tepatnya anak kecil itu. matanya masih terpejam, mulutnya sedikit terbuka. Apa dia sedang sleepwalking??? Aku terduduk, tatapanku terus tertuju padanya. kini dia berbalik arah, menghadapku, yang pasti masih dengan mata terpejamnya. Dan ini sangat jelas, dia tertidur sambil berjalan. Biasanya aku yang akan menghentikan tingkahnya itu, karena dulu kami sering tidur dalam satu kamar, bahkan dalam satu ranjang.

Dia semakin mendekat kearahku. Mulai naik diatas kasurku. Wajahnya lucu sekali. Aku sengaja tak menguluarkan sedikit pun suara. Aku menikmati pemandangan ini. Pemikiranku mengalir begitu saja. Seharusnya aku tak berpikiran seperti ini sekarang. Dia merengkuh didalam selimut hingga tubuhnya terselubung hilang dalam selimut. Menggeserkan tubuhnya semakin mendekat padaku. Dann selanjutnya…

Deggg…

-TBC-

20 thoughts on “[Chap 3] Back To Reach Your Love

  1. Whahahahahaha
    itu taeng pas endingnya pura2 itu..modus..wkwkwk

    btw joon itu siape ?
    Maklum kurang tw sm artis2 korea yg laen…hhehe

  2. annyeong reader baru

    ehm knp tae ma lee joon tk bs kah ma G.O oppa saja yg or sama Mir gitu*reader gk tau diri*
    kekeke

    ehm kasian tae dr chap awal kyknya dia itu yg bener2 tersakiti gitu ya udh gk tau dia salah apa trus diputus ppany,abis itu ngliet ppany dgn cepetnya nglupain dia trus bralih k siwan
    ppany nya egois nih gk mau ndengerin penjelasannya tae dulu sapa tu lee joon main putus aja -_-

    bikin ppany sadar thor klo dia itu cm butuh tae n bikin dia jeles sejeles2nya n nglakuin pa aja biar tae mau balik lg jgn smp tae nya yg minta balik k ppany
    *evil laugh,ditabok fanytastic* :p
    Cepet lanjut ya thor

  3. hehe lucu wktu baca yuri ma jessica cium bibir taeng,,gak bisa bayangin deh?
    Eh itu taeng mau ngapain masuk ke kamar tippany??
    Jadi gak sabar nunggu kelanjutanya thor…semangat!!!

  4. Dan slnjt’ny….yah,koq TBC.hikzzz
    #reader kcewa
    Ppany bangun’in Taeng gx thor??
    #reader pnsaran
    Jgn lma2 update thor…
    *wink

  5. Ommo, segitu parahnyakah sleepwalkingnya taeng? Ah itu pasti karena saking kepikiran fany kan jadi bisa masuk ke kamarnya?? huuu…
    lanjut thor!!!

  6. hehehe lucu ngebayangin sleepwalkingna taeng.. Mana akhir2 ini foto unyunya betebaran..
    Wew.. Dia bakal kissing ama joonie ya?
    Siiipp..
    Ditunggu lanjutannya😀

  7. Astaaaa,,,,,
    Knp bru hari ini q tw ƙªℓȏ ff ini da lnjut?
    Pdhl selalu ditunggu-tunggu nih.

    Jangan sampe ya kissing taeng melebihi kissingnya dgn fany, yg biasa aja deh bwt joon oppa. Hehe
    Kayanya fany bakal cerumbu dech ƙªℓȏ tw taeng sprti tu. Bkl tambah rame nihhh

    Jgn lama2 ya updatenya, bnr2 penasaran nih.
    Boleh nebak ƍäª ?kayanya tu taeng meluk fany dech ato lebihh

    Mksh udh lnjut ff ini

    Semangaaatttt

  8. Hhhhhaa,,tu yng tdur smbil jlan psti Tae dah,,hhaa iya kan,sapa lgi coba,,,
    Emmm,,Fany bner” dah,no coment buat Fany……..

    Lanjut dong Author,,,,,,,,,,d tunggu
    Fightaeng

  9. Hahahaa.. Yulsic nyium bibir tae.. Aku juga mau #plakk
    Selanjutnya knp? Apa tae nyium fany? Apa meluk?? Ahh itu ada deg nya..

  10. “Kusuap air mata” wakakaka, gw ngakak pas ada typo itu..
    Aah emang otak gw lagi seteres sihh #curcol

    Gw janji bakal ninggalin jejak, tapi nggak janji di tiap chap..hehe #bow

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s