[Chap 2] Back To Reach Your Love

Tiffany POV

Angin malam menderu meniup helai2 rambutku.. rasa kantuk yg ku harapkan hadir, hingga kini tak kunjung hadir. Pikiran2 indah tentang cerita cintaku saat ini tenggelam dalam rasa bersalah yg besar padanya. kenapa tiba2 saja dipikiranku saat ini hanya dia yg hadir?? Dimana siwan oppa?? dimana kesenanganku bersama siwan oppa???

“kau belum tidur fany~ahh??” suara inii.. suara lembut yang dulu sering kudengar, yg sering menyenandungkan lagu2 indah sebelum aku tertidur. Kini mataku dengan matanya saling menatap. Sama sekali tak ada tanda2 kesedihan dimatanya. Apa yg sebenarnya terjadi?? Kenapa Jessica..? kenapa Jessica bisa bicara seperti tadi?? Dan kenyataannya sama sekali jauh.

“ahh.. taeng. Aku masih belum terkantuk. Kenapa kau bangun?? Bukankah kau sedang sakit??” aku tata tingkahku, mencoba bertingkah seperti biasanya. Terlihat dia berjalan sedikit ngelantur. Sepertinya dia memang belum sehat.

“gwenchanaa.. cuman sedikit pusing. Lalu,, apa yg kalakukan diluar situ? Masuklah. Kau akan kedingingan disitu.” Perhatiannya masih sama seperti dulu. Tapi nada bicaranya yg tenang tetap melekat. Aku tak bisa menemukan cara bicaranya yg dulu.

“yahh! Kau melamun??? Masuklahh..” aku tersentak kaget. Aku tak menyadari dia sekarang berada di depan mataku. Apa sih yang sebenarnya sedang kupikirkan hingga aku benar2 terpuruk sekarang?..
“ahhh. Ne taeyeon~ahh..” dia mendahuluiku masuk, dan langsung menuju ke dapur. Aku masih terbawa lamunanku. Kujatuhkan tubuhku di sofa, meraih remote tv.
“kau sudah makan?? Aku akan membuatkanmu makan jika kau belum makan. Mumpung aku juga lapar sekarang.”

“anniyoo taeng. Kau saja. Lagian aku juga baru saja makan.” Jawabku. Mataku terus tertuju padanya. entah kenapa perasaan ini benar2 mengikatku untuk tetap di tempat ini. Entah kenapa aku tak berniat pergi dari sini, menuju ke kamar untuk menenangkan diri.

Beberapa saat dia berada di dapur, aku hanya bisa melihatnya, kupikir bukan lagi melihatnya, tapi memantaunya. Sedari tadi sejak awal aku duduk disini, pandanganku sama sekali tak lepas dari dirinya. Apa yg sebenarnya terjadi padaku????

“fany~ahh! Ternyata kau masih disini.” Suaranya membuyarkan lamunanku, hingga aku terpelenjat sedikit kaget.

“waeyooo??” sambungnya. Mungkin karena melihat tingkahku. Tiffany!! sadarlahh.. apa yang sebenarnya terjadi padamu??

“anniyooo taeng. Aku terkejut. HPku tiba2 bergetar. Hahaha” aku mencoba berbohong. Sambil merogoh sakuku mengambil HP. Yaappp. Tak ada apa2 pada HPku. Itu hanya alibiku saja.

Kini kami terjebak dalam suasana canggung. Sepertinya bukan kami. Tapi hanya aku. Dia terlihat begitu menikmati makannya sambil menonton tv. Dan aku, aku terus menatapnya. Diam, tak ada kata2 yang terucap. Tapi aku masih tak mau beranjak pergi.

“wae fany~ahh??” Tanya nya membuyarkan kembali lamunanku.

“emm.. entahlah taeng. Sepertinya aku merasa aneh saat berada di dekatmu. Apa mungkin ini hanya perasaanku saja. Aku terlihat begitu canggung berada di depanmu” akhirnya ku keluarkan kata2ku.

“mungkin karena kita jarang berbincang2. Aku pun juga merasa seperti itu fany~ahh. Tapi kupikir ini lebih baik.” Jawabnya. Apa yg dia katakana barusan?? Lebih baik??

“emm maksudku, ini akan membaik jika kita kembali mengobrol satu sama lain.” Sambungnya, dan dia kembali menatap ke layar tv. Kupikir kata2nya yg barusan hanya untuk menutupi maksudnya yg sebelumnya.

————————————

Taeyeon POV

Yahh! Bodohnya mulutku ini. Apa maksudku tadi mengatakan hal bodoh itu?? Hampir saja aku kemakan perasaanku sendiri.

“taeyeon~ahh.. bolehkah aku bertanya sesuatu padamu??” dia kembali berucap.. entah kenapa saat dia mengatakan sesuatu atau bertanya padaku, jantungku serasa berdgup 10x lebih cepat. Dan pertanyaan kali ini. Apa yg akan dia tanyakan??
“hmm?? Tak ada salahnya jika kau bertanya padaku. Why?” kataku sedikit basabasi.

Dia terlihat sedikit berpikir. Dan itu benar2 membuatku semakin ingin berteriak CEPAT KATAKAN. Tapi hatiku tak sampai jika kulakukan itu.

“emmmhhh… apa yg kau rasakan sekarang?” ternyata hanya pertanyaan bodoh seperti ingin mengetahui perasaanku saja.

“entahlahhh.. saat ini bercampur aduk. Membuatku pusing dan penat.” Aku masih mencoba mengontrol emosiku padanya. aku beranjak pergi menuju dapur untuk mencuci piring yg kugunakan untuk makan tadi.
“pergilah tidur fany~ahh.. besok kau ada kelas kan??” aku kembali berucap. Sedikit perhatian mungkin tak masalah.

“arraassoo.. good night taeyeon~ahh..” dia menjawab. Aku hanya terdiam seketika. Suasana disekelilingku sekarang sepi, sunyi. Aku masih belum ngantuk untuk saat ini. Mungkin karena aku sudah terlalu lama tertidur. Kujatuhkan tubuhku disofa empuk, menatap kosong pada layar tv yg masih menyala. Blank, benar2 tak tau apa yg sekarang ada diotakku, lebih tepatnya bukan blank, but full. Aku merasa ada yg mengganjal, seperti ada sesuatu yg tertimpa buttku. Aku berdiri, dan kutemukan sebuah handphone, aku kenal bandul ini, dan juga casenya. Kupikir dia telah membuang semua pemberianku. Kutekan salah satu tombol, dan menyala. Seketika tenggorokanku rasanya tercekat. Wallpaper yg terpajang disini. Kenapa masih fotoku dengannya??

“taeyeon~ahh.. apa kau melihat HPku?” suara itu datang lagi. Tiffany menuruni tangga sedikit tergesa. Sepertinya dia melihat kalau aku sedang memegang handphonenya. Tanpa berkata2 ku ulurkan tanganku bersama HPnya.

“ohhhh.. gomawwoooo..” katanya. Sepertinya dia curiga padaku kalau aku melihat isi HPnya.

“tenang,, aku tak tau keylocked yg kau pasang.” Kataku tenang, membuat dia melepaskan padangannya dari HP itu.

“kenapa kau masih menyimpan bandul dan case itu?” tanyaku penasaran. “kupikir kau sudah membuangnya.” Kembali dengan jawabanku yg tenang.

“kenapa aku harus membuangnya?? Dan kenapa aku harus tak memakainya? Sedang kau juga masih memakai bandul dan case yg kuberikan.” Dia berucap. Aku hanya terdiam mencoba mencari kata2 untuk alibiku selanjutnya. Tapi kupikir kini aku kalah telak dengan ucapannya barusan.
“arrassooo.. kembali lah tidur fany~ahh..” lanjutku mengalihkan perhatian dan menyuruhnya menjauh dari situasi canggung ini.

“aku belum merasa ngantuk taeng. Bolehkah aku menemanimu?? Kurasa kau juga sama sepertiku.” Yahh! Kenapa kau tak mau menghindari situasi ini???
“kurasa aku merasa mengantuk sekarang. Aku akan kembali ke kamarku.” Aku berjalan meninggalkan tempatku. Tapi tangan lembut nan halus itu menghentikanku sebelum melaluinya.

“kenapa kau menghindariku taeng? Apa aku melakukan kesalahan besar?? Apa kau membenciku?? Apa kau sudah tak lagi menganggapku??” deg… jantungku terasa dipukul oleh ratusan petinju. Kau tak menyadiri kesalahamu fany~ahh!!?? Bodohnya dirimuu! Tapi aku pun juga bodoh! Kenapa aku tak bisa membencimu?? Kenapa aku tak bisa berhinti memendam rasa cinta yg masih menggebu2 dalam hatiku untukmu???!!

“kenapa kau hanya diam taeng?? Apa kau memang benar2 sangat membencikuu??” dia kembali bertanya.

“pertanyaan bodoh fany~ahh! Entah kenapa aku ingin sekali membencimuu! Tapi bodohnya akuu,, kenapa aku tak pernah bisa membenci selama ini!!?? Why!!???” kulepaskan genggamannya, dan berjalan pergi meninggalkannya. Kini air mataku berlinang. Dengan cepat aku meninggalkannya. Aku tak ingin dia melihat aku menangis. Kim Taeyeon! Kau benar2 bodoh! Kenapa kau masih mengharapkan gadis ituu, yang sama sekali tak memperhatikanmu, dan meninggalkanmu begitu saja! Haaa,, kenapaa Kim Taeyeon???!! Aku marah pada diriku sendiri,, aku benci pada diriku sendiri.

Dibalik pintu aku berdiri tersandar, begitu deras air mata yg memenuhi pipikuu, aku butuh Jessica sekaran. Aku butuh dia. Aku tak membutuhkan yg lain termasuk tiffany. hanya Jessica yg bisa membuatku bangun dari kondisi saat ini. Aku melangkah ke meja kecilku, meraih handphoneku, mengirim pesan ke seseorang yg saat ini sangat aku butuhkan. Kuharap dia ada sekarang.

Tak menunggu lama,, tiba2 vibration dari HPku muncul.

Me : Sica,, apa kau masih terbangun?? Aku membutuhkanmu sekarang. Aku sangat kacau. Yuri~ahh,, bolehkah aku meminjam sicamu untuk semalam ini saja??

Jessica : taeyeon~ahh! Kau ini benar2 mengganggu acaraku dengan Jessica! kali ini kubiarkan dia bersamamu… sebagai bayarannya belikan aku semangkuk es cream besok! Ok! Dia sudah berjalan menuju kamarmu. Tunggulah!

Aku tersenyum melihat balasan dari yuri. “tok…tok…tok…” seseorang mengetuk pintu kamarku. Dengan cepat aku turun dari atas kasurku.

“waeyooo??” yapp! Binggoo.. Jessica benar2 datang.

“masuklahhh…” kataku dengan nada parau.

“waeyoo?? Kenapa kau menangis?? Apa kau masih sakit?? Perlu kuambilkan obat??” Tanya nya bertubi2. Aku terdiam dan tertunduk sejenak.

“iyaaa.. aku sakit, dan rasa sakitnya lebih parahh dari pada yg tadi sica~ahh..” rengekanku makin terdengar jelas.

“ceritakan padakuu..” katanya. Tapi aku masih terdiam. Masih berpikir, apakah aku harus menceritakannya pada sica?? “bagaimana aku bisa menolongmu jika kau tak bercerita.” Sambungnya. Aku mendongakkan wajahku menatapnya. Kembali terdiam. Detik selanjutnya dia mengusap air mataku yg terus berjatuhan tanpa ada jeda. “waeyoo??” dia kembali bertanya.

Akhirnya kuputuskan untuk menceritakannya, menceritakan pada Jessica apa yg membuatku menangis. Dan saat ini yg membuatku menangis hanyalah dia,, tiffany hwang.

“taeyeon~ahh.. bukannya dia tak tau perasaanmu, tapi dia hanya ingin memastikan.” Jessica menjawabnya dengan enteng. Apa maksudnya memastikan? Memastikan tentang apa??
“kupikir dia bukan orang sejahat itu taeng. Dia tau apa yg kau rasakan sekarang, dia tahu segalanya tentangmu. Dia hanya ingin memastikan. Itu menurutku.” Jawab Jessica. kembali aku terhanyut dalam diam. Aku masih tak paham akan penjelasnya. Ini benar2 membuatku akan gila.

“selama ini kau menghindarinya bukan??” sica menjatuhkan tubuhnya dikasur. Aku menatapnya, kali ini dengan tatapan yg kacau. Sebenarnya aku tak bermaksud untuk menhindarinya, tapi entah kenapa, aku masih ingin merasa jauh darinya.

“kau hanya diam taeng?? Apa kau terintimidasi olehku?” sambung Jessica. aku menggelengkan kepalaku beberapa kali.

“aku hanya bingung harus menjawab apa . pikiranku sepertinya menyuruhku untuk bersikap labil. Dengan cara menjauhinya. Kurasa itu akan mengurangi luka dihatiku.”

“yahh! Jika kau melakukan itu,, sama saja akan menghancurkan hatimu dan hatinya. Apa dengan cara itu kau samapai sekarang bisa betah??” Jessica sepertinya tak setuju dangen pernyataanku. Tapi kali ini aku benar2 merasa bodoh mengatakan hal tadi. Kembali aku tertunduk lemas. Dia bangkit dari tidurnya.

“yasudahh,, sekarang lebih baik kau tidur taeng.. aku akan menemanimu.” Dia menidurkanku, menarik selimut hingga menutupi seluruh tubuhku.

“tunggu,, aku akan mengambil air. Hauskah kau? Akan kuambilkan sekalian.”
aku hanya menggeleng untuk menjawabnya.

—————————————

Tiffany POV

Sudah 1 jam lebih mungkin aku terdiam di tengah ruangan sepi ini. Bahkan selama ini TV yg menyala, aku tak mendengar jika ada suaranya. Aku terlalu sibuk mendengarkan hatiku yg berbicara padaku. Mendengarkan apa yg terjadi, mendengarkan segalanya tentang aku, kekasihku saat ini, dan tentunya dia. Dan dialah yg sekarang mendominasi pikiranku. Apakah dengan memutus hubungnku dengannya adalah merupakan hal yang sangat bodoh hingga aku terjerumus kedalam jurang kesedihanku sendiri?? Tapi kenapa baru saat ini aku menyadari hal itu?? Tapi aku sangat yakin jika sekarang aku sama sekali tak mencintainya lagi karena saat ini yg aku cintai hanyalah seorang siwan oppa yg menjadi kekasihku. Jessica mengatakan kalau aku masih mencintainya dan juga sebaliknya taeyeon juga masih mencintaiku. Apakah itu adalah pernyataan bodoh yang keluar dari mulut Jessica secara random??tidak mungkin jika sekarang aku kembali mempunyai rasa padanya, tepatnya mencintai seorang kim taeyeon lagi. Tak mungkin jika perasaan cintaku pada siwan oppa hanya sementara. Semua ini kulakukan karena kutahu saat dulu kita bersama, kau terlihat begitu asik dengan teman les vocalmu. Ya, joon. Kau bahkan sangat dekat dengannya. Dan kupikir kau mulai mencampakkanku. Apakah aku salah jika aku mumutus hubungan antara kau dan aku?? Kupikir yang kulakukan demi kebaikanku dan juga dirimu. Kau begitu dingin dan tenang sekali saat kau berdekatan denganku, seperti tak ada masalah saja. Jadi kupikir ini baik2 saja. Dan perkataan Jessica fix merupakan pernyataan yg bodoh dan sangat acak.

Aku mengambil sesuatu dari dalam tasku. Sekotak rokok, dan keluar menuju ke balkon. Itu yg menemaniku jika aku sedang stress. Ini ku lakukan karena dulu aku begitu stress saat taeyeon bersama dengan joon. Dan saat bersama dengan siwan oppa, aku bisa berhenti dari batangan2 bodoh ini. Dan sekarang kupikir aku benar2 sedang stress, dan tepaksa kembali aku harus bertautan dengan batangan ini. Aku mulai menyulut rokok dengan pematikku. Sudah lama sekali aku tak merasakan fantasi seperti ini. Malam yang dingin dengan ditemani oleh hal2 bodoh yg kupikir akan membuatku rusak, tak masalah jika hanya sekali duakali.

“yahhh! Apa yang kau lakukan bodoh!!!??” dengan tersentak aku dikejutkan oleh Jessica yg sudah berada di tepi pintu. Wajahnya sangat marah melihatku yang sedang memegan rokok.

“apa yang kau lakukan dengan benda seperti itu??? Haa!!!?? Kau ini sudah gila ya!!??” kembali Jessica menekanku dengan ucapan2nya dan raut wajah yg dingin.

“anniiooo.. kupikir ini hal benar. Aku sedang stress, dan ini yg bisa membantuku menghilangkan stressku!” aku berkata dengan sarkatis.

“aku tak menyangka kau seburuk ini fany~ahh! Apa taeyeon tau tentang ini??” masih dengan sikapnya yg dingin.

“kenapa harus taeyeon?? Apa hubungannya dengan dia?? Aku sudah tak bersamanya!” jawabku dengan sedikit membentak.
“apa oppamu itu yg mengajarimu seperti ini!?” dia bejalan mendekat, dan mengambil pak rokokku sambil memutar2nya.

“huh! Bahkan yg membuatku seperti ini bukanlah siwan oppa. tapi temanmu itu!” aku merebut pak rokokku, kubuang putung rokok yg masih lumayan panjang setelah itu pergi meninggalkannya.

“kau akan menyesal jika tau perasaan sesungguhnya dari seorang kim taeyeon.” Dia sedikit berteriak. Aku menengok kearahanya.

“aku tak peduli apa yg akan terjadi dengannya. Jika kau sayang dengan yuri, dan sayang dengan dirimu sendiri, menjauhlah dari orang itu. Dia bukanlah seorang yg setia!” setelah bicara demikian, aku meninggalkannya dan kembali ke kamarku.

————————————-

Author POV

Matahari mulai menampakan cahayanya yg redup, pagi yang masih dingin membuat aktifitas sedikit membosankan. Walaupun masih belum ada tanda2 salju akan turun, tapi dengan hawa dingin pekat yang menyelimuti kota seoul sudah mulai Nampak. Bahkan pagi hari ini bukan seperti pagi2 sebelumnya yang sedikit bersinar, sama halnya dengan gadis yg masih tertidur disuatu rumah.

“taeyeon~ahhh,, bangunlahh… hari ini kau ada kuliah??” Jessica membangukan gadis mungil disebelahnya.

“nothing sica~ahh,, kupikir aku akan tidur seharian ini. Apak kau ada kuliah hari ini??” dengan mata terpejam, dia menjawab pertanyaan Jessica.

“aku juga tak ada. Kalau begitu aku akan menemanimu tidur.” Jessica menyeringai, kembali masuk kedalam selimut.

“mwwooyaa!??? Yuri akan memarahiku jika kau melupakannya demi aku.” Taeyeon tiba2 tersadar dan terduduk.

“anniiyyyooo! Dia sudah berangkat kuliahh,, dan aku sudah memberinya semangat pagi..” katanya dengan riang memberikan senyuman pada taeyeon yang saat ini menatapnya.

“jinnnjjjaa?? Apa yg lainnya juga sudah berangkat??” Taeyeon kembali keposisi tidurnya, kini mereka saling menatap.

“neee.. hanya kau, aku, sooyoung dan yoona yg hari ini tak ada jadwal. Kupikir mereka pergi berbelanja. Dan nanti kita juga akan dipanggil untuk sarapan.” Ucap Jessica. sesekali Jessica menyibakkan poni taeyeon yg jatuh dimata gadis mungil itu. Memberikan perhatian pada seorang yg sudah dianggapnya sebagai kakak. Dengan cara beginilah taeyeon akan merasa tenang saat penderitaan menemuinya. Dan saat ini taeyeonlah yg sangat membutuhkan perhatian itu.

“sica~ahh.. aku semalam mendengar kau dan tiffany berdebat. Tapi aku tak tau apa yg kalian debatkan. Apa yg terjadi? Apa kau mendebatkanku??” taeyeon mengedipkan matanya beberapa kali berusaha mendapatkan jawaban dari Jessica.

“kau menggemaskan taeyeon~ahh..” Jessica terkikik kecil.

“yahh! Jangan mencoba mengalihkan topic sica~ahh!” taeyeon mengerutkan bibirnya.

“hmm.. hanya perdebatan masalah tidur taeng~ahh.. dia melamun didepan tv, dan saat kukejutkan dia malah marah.” Jessica mengatakan hal yg sama sekali tak terjadi saat dia berdebat hebat dengan tiffany semalam. Dan dia mengajukan kebohongan di depan taeyeon. Dia akan melihatnya menangis jika mengatakan sebenarnya apa yang terjadi semalam.

“jinnjjjaa??? Kau tak sedang membohongi ku kan??” taeyeon membulatkan matanya, menatap lekat kearah Jessica.

Jessica hanya mengagguk dengan senyuman yg mengembang. Dan dengan itu taeyeon pun sepertinya mempercayainya.

“apa kau sedang merindukannya taeng??” Jessica memulai bicara setelah beberapa menit terhening. Memecah lamunan taeyeon yang sedari tadi menatap langit2 kamarnya.

“ahhh?? Annniiyyooo.” taeyeon mengelak, dan langsung menutup wajahnya dengan selimut, meringkuk didalam selimut.

“aku tau itu. Tatapan kosong yg biasa kau lakukan saat kau sedang khawatir, bingung dan juga sedang merindukan seorang tiffany. benarkan?” Jessica ikut masuk dalam selimut dan mendapati wajah taeyeon yg memerah..

“yahhh! Ini perselingkuhann!” suara keras dari seseorang lain di dalam kamar taeyeon. Dan membuat taeyeon dan Jessica terbangun.

“sica!!! Apa kau berniat menghancurkan yuri!? Haaa!??” yeoja itu kembali berteriak.

“yahh! You’re so noisy youngi~ah! Kau pikir apa yg aku dan taeyeon sedang lakukan??” jessica balik membentak sambil menutup telinganya.

“bercumbuuu!!!” yeoja lain masuk dari belakang sooyoung.

“yahhh! Yoongi~ahhh!! Kau bilang apa?? Kau kenal dari mana kata2 itu??” kini jessica dalam mode icy nya.

“atau jangan2 seohyun sudah menjadi korban percumbuanmuu!??” taeyeon kini ikut serta.

“annniiiyyooo.. aku tau dari yuri appa.” Yoona tersenyum lebar.

“mwwooooo??” jessica setengah berteriak. Taeyeon yg kini disebelahnya dengan seketika meringkuk dibawah bantal menutup telinganya erat2, tak ingin dolphin voice sica merusak gendang telinganya.

“yahh! Kau belum sarapan saja suara melengkingmu itu hampir saja mematikan saraf ditelingaku! Lekas turun! Sarapan sudah siap!” sooyung dengan coolnya meninggalkan jessica dan taeyeon, serta menyeret yoona keluar kamar itu.

“kajjaa taeyeon~ahh!” jessica menarik taeyeon yg masih meringkuk dibalik bantalnya.

———————————–

Tiffany POV
secangkir kopi dan kertas2 bertumpukan diatas meja kantin ini. Dosenku memberikan beban yg begitu besar padaku karena kemarin aku sempat tak mengikuti kelasnya. Benar2 tak masuk akal! Dia pikir aku masih anak sekolahan apa?? Yang masih mendapat hukuman semacam ini. “huh!” aku mendengus sebal.

“fany~ahhh!!! Apa kuliahmu siang ini sudah selesai??” seseorang dari belakangku berucap. Seketika aku berbalik badan melihat kearahnya.

“I’m finish now, but I have a lot of work from the f*ck lecturer!” sepertinya kata2 itu memang sangat cocok untuk dosenku itu! Hanya bisa memberi tugas, tugas, dan tugas! “wae sunkyu~ahh!??”

“yahh,,, ternyata kau sedang sibuk ya?? Aku ingin mengajakmu melihat2 game2 baru hari ini. Sooyoung memintaku untuk membelikannya.. tapi jika kau sibuk aku akan pergi dengan yuri saja.” Sunny mendekati sambil menyeruput minumannya.
“mwooo!!??? Apa yg ada dipikiran anak itu?? Adakah yg lain selain game dan makanan tentunya!” aku mendengus kesal. Sepertinya moodku sedang buruk hari ini. Aku tak mungkin merokok ditempat umum seperti ini dan diketahui oleh teman2ku. Hanya jessica yg tau dan itu terjadi kerena tidak sengaja dia menemukanku.

“aku!” jawab sunny dengan penuh aegyo. Ughh! Benar2 ingin kumakan wajah itu. Tapi benar juga kalau dia memang hal yg indah dalam pikiran sooyoung.

“sunny~ahh! Wae?? Kau tau, dosen memarahiku karena HPku yg lupa ku silent..” dan kali ini stalkerku yg bisa dibilang anak buah dari jessica datang2 marah2. Huh!

“mianhee yuri~ahh.. habis kupikir kau sudah kosong.” Sunny kembali menegak minumannya. Kini yuri menatapku dengan intens, sempat 2-3detik kami berdua bertatap mata. Tapi aku memalingkan pandanganku kembali pada kertas2 menjengkelkan ini. Hari ini benar2 badmoodku merajai diriku. Jessica, Yuri. Orang2 yg begitu peduli pada perasaan taeyeon, tapi tak pernah peduli dengan perasaanku. Mungkin mereka tak menyadari kesalahan seorang taeyeon yg dia lakukan padaku. Mereka hanya melihat kesalahanku yg dengan tiba2 meninggalkan taeyeon. Bukannya aku membenci mereka berdua, emm bertiga mungkin. Aku tau jessica memang teman baikku sejak dulu, dan aku juga sudah mengenal dekat seorang yuri. Tapi aku hanya ingin mereka berhenti terus2an harus mengurusi masalah perasaan antara aku dan taeyeon.

“fany~ahhh! Apa yg kau lamunkan?? Aku sudah berteriak 3X dan tak ada jawaban sama sekali darimu!” suara yuri memecah lamunanku. 3X berteriak?? Benarkahh!??? Apa aku separah itu dalam hal melamun??

“ahh.. waeyooo??” aku menjawab cepat, berpura2 berkonsentrasi pada kertas2 ini.

“aku dan yuri duluan ya.  Apa kau mau sekalian kuantar pulang??”

“aku akan menunggu seohyun dan hyoyeon dulu saja.” Sebenarnya aku ingin cepat2 pulang kerumah dan tidur. Tapi jika harus 15menit bersama yuri, bisa2 aku akan dibunuh dengan kata2nya yg pasti akan membicarakan taeyeon.

“yahh!! Kau melamun lagi” yuri menepuk pundakku. Aku sedikit kaget. Apa yg sedang kulamunkan sih?? Benar2 gila.

“ahh.. nee. Mianhe, aku terlalu berkonsentrasi dengan kertas2 bodoh ini!” kembali aku memasang kedok. Aku tertawa dalam hati, menertawakan kelucuanku sendiri. Betapa bodohnya aku bisa melamun 2X dalam waktu tak lebih dari 1menit.

“seohyun dan hyoyeon sudah dari tadi sampai di rumah.” Kata yuri tenang, datar, dan yaaaa… cuek!

“ohhh jinnjjaaa!!??” jika sudah begini aku pun harus ikut dengan mereka. Mana mungkin aku akan pulang sendiri. Andai saja siwan oppa tak ada kerjaan hari ini. Pasti aku akan bersenang2 dengan dia.

“arrassooo.. aku ikut kalian.” Kukumpulkan kertas2 yg berserakan diatas meja café ini, kumasukan ke dalam tasku, rasanya seperti membawa beban 1kg. huh!

Selama dimobil, situasi tenang, diam dan itulah yg kuharapkan. Tak ada sepatah katapun yg terucap dari mulut yuri. Mungkin karena dia sibuk menyetir, beruntung sunny harus menghabiskan waktu dengan suara disebrang sana yg tak lain adalah sooyoung. Terdengar vibration HPku, kurogoh tasku, ternyata siwan oppa mengirim pesan.
Siwan oppa  : fany~ahh,, mianhe.. malam ini mungkin kita batal untuk makan malam. Meeting hari ini akan memakan waktu lama.

Aku menghela nafas pelan… makan malam batal. Dan aku akan berada dirumah seharian, ini akan menyiksaku. Aku kembali berpaut dengan HPku.

Me : ahhh.. no problem oppa. ingat makan oppa. dan jangan terlalu memforsir otakmu bekerja seharian. Dan juka ada waktu istirahat telfon aku juga ya oppa J

Akhirnya 15menit berlalu dengan menyenangkan dan akhirnya juga aku sampai dirumah. Kubuka pelan pintu rumah.

Sooyoung yg masih menempelkan Handphone ditelinganya, seohyun yg sibuk menonton tv, dan jessica yg saat ini menatapku dingin. Kuacuhkan tatapan itu, menghindari pembicaraan antara dia dan aku. Aku berjalan melewati ketiga temanku itu menuju dapur. Dan ternyata ada hyoyeon dan taeyeon yg sedang bercakap2 dimeja makan.

“kau sudah pulang? Makanlahh. Mumpung masih hangat.” Kata hyoyeon. Aku mengambil tempat duduk disebelahnya dan posisi ini berhadapan langsung dengan taeyeon. Kulihat dia begitu asik bermain PSP milik sooyoung, dan hyoyeon pun juga sibuk dengan HPnya. Kalau begitu aku bisa focus pada makananku dengan tenang..
“taeyeon~ahhh! Aku ngantukk!” rengek jessica dari ruang tengah. Haaaa??? Apa aku tak salah dengar? Atau ini hanya permainannya untuk bermain perasaan denganku??

Kini mataku dan matanya bertemu beberapa detik. Tak terlihat apa2 disana, hanya ketenangan yg muncul pada raut wajahnya.

“haiihhh! Kajjjaa!!” dan itu keluar dari mulut taeyeon. Apa mereka tega menghianati yuri?? Apa ini cuman sekedar untuk memanas2i aku??? Dann kenapa aku harus peduli?? Nah kann,, bodohh! Kenapa aku harus peduli!???? Aku membanting sendokku didalam mangkok yg isinya sudah habis kulahap.

“yahh! Apa yg kau lakukan?? Jantungku hampir copo!” hyoyeon mengomel. Aku mengelus punggung hyoyeon “mianhe hyonie~ahh.. hehe.. aku kembali ke kamar. Duluan ya..” aku mengacak2 rambut hyoyeon dan pergi menuju ke kamar.

Sejenak aku berhenti di depan kamar taeyeon. Lirih2 terdengar suara canda tawa didalam. Kenapa dengan tiba2 dadaku sakit?? Apa yg terjadi denganku?? Kenapa aku harus merasakan seperti ini?? Perasaan apa yg sebenarnya sedang melandaku??
“kau cemburu pada mereka??” suara ini,,, suara dingin yg membuatku malas untuk mendengarnya. Tapi aku merasa kata2nya benar.

“yu..yuri,, kapan kau datang??” aku sedikit tergagap. Mungkin karena menyadari kalau perkataan yuri itu sedikit benar. Tapi entahlah. Aku tak ingin cemburu pada jessica. takk akan!

“baru saja. Aku melihatmu berdiri disini, dan kupikir aku tau apa yg sedang kau pikirkan. Apa kau mau bercerita padaku??” yuri menawarkan diri. Kali ini kulihat senyuman tulus keluar dari raut wajahnya. Apa dia juga cemburu??
aku mengangguk pelan, dia menggandengku, berjalan melewati teman2ku yg lainnya. Menuju ke balkon.

“duduklah. Dan ceritakan apa yg sedang kau pendam saat ini. Aku bisa kau percaya seperti taeyeon mempercayai jessica.” tumben sekali dia seperti ini? Apa ini karena ada kecemburuan darinya??

“kau tak cemburu pada mereka yuri~ahh!??” aku bertanya. Kutatap matanya. Dia balik menatapku. Tatapan lembut yg jarang kulihat darinya.

“sedikit. Tapi kurasa aku tak perlu cemburu pada dia. Dia tak mungkin membuka gembok hatinya untuk orang lain. Bahkan untuk seorang jessica yg sejak dulu sudah dianggapnya sebagai adiknya. Bukanya tak mungkin. Tapi belum mungkin. Dia masih memiliki cinta pada seorang yg pernah mengisi hatinya. Dan dia tak berhasil mengusirnya dari otak, hati, dan juga hidupnya.” Jelas yuri dengan penuh keyakinan. Dia bersidakep menatap kelangit. Dan aku masih menatapnya saat ini.

“kenapa kau bisa mengatakan seperti itu?? Kenapa kau seyakin ini mengatakan hal yg sama sekali tak aku mengerti dari seorang kim taeyeon yuri~ahh??”

“hmm??” dia kini menatapku. Masih seperti tadi. Tatapan lembut, dan kalem. “apa dulu kau benar2 tulus mencintainya fany~ahh??” dia balik bertanya padaku.

“aku sangat mencintainya. Dan kini entah kenapa dia yg mendominasi otakku! Aku tak menginginkanya untuk terjadi. Aku sudah punya kehidupanku yg baru, dengan kekasihku yg baru juga. Apa yg harus aku lakukan???” aku tertunduk lemas. Kali ini aku benar2 nyaman bercerita dengan yuri yg sejak saat aku  dan taeyeon berakhir selalu kuanggap sebagai stalker.

“kembalilah padanya. aku sangat ingin melihat kau dan dia bersama. Aku iri pada kalian berdua. Dia begitu tulus mencintaimu, dan sebaliknya kau pun juga begitu tulus mencintainya. Dan aku sangat sedih saat hubungan kalian berakhir. Sejak saat itu aku mulai bersikap dingin padamu. Kurasa kau pun juga menyadarinya.” Dadaku kini terasa sangat nyeri mendengar perkataannya. Tuhan.. apa yg sebenarnya sedang menyelimutiku kali ini?? Kenapa aku semakin tersulitkan dengan ini?? Yg sebelumnya aku belum pernah merasakan ini.
“aku tak mungkin bisa untuk kembali padanya yul,, kini aku sudah berada dilain hati. Dan aku juga mencintai orang itu. Aku merasakan itu. Selama ini aku menganggapmu sebagai stalker. Tapi entah kenapa kali ini aku sangat nyaman bercerita denganmu..” aku mengungkapkannya.
“kau bukanya tak mungkin fany~ahh.. tapi waktumu belum sampai kearah tersebut. Aku yakin waktu itu akan tiba. Mianhe jika selama ini aku bersikap dingin padamu. Yasudah fany~ahh. Aku harus menjemput sunny. Dia sudah menelfonku. Jika kau ingin bercerita sesuatu, aku tak akan sungkan. Hubungi aku saja.” Dia tersenyum padaku, dan beranjak pergi.

-TBC-

akhirnya kelar juga ni part ^^ sorry terlalu lama. banyak project menuntut saya #curhat. yasudahh dehh,, sekian dulu kata penutup saya. semoga FFnya bagus. koment juga yaa.. buat masukan chap selanjutnya :)) thankyuuu para reader.

14 thoughts on “[Chap 2] Back To Reach Your Love

  1. Kyaaaa,,,,ahirnya d lanjut jug.
    Iya nih lama bgt ƍäª update ff ini. Bener2 galau sy dengan hub TaeNy ini.
    Wahh sica bd mmbuat taeng jinak #ditabok taeng
    Yuri jg trnyata dinginnya itu krn taeny berpisah ya.
    Jujur ya Thor q ƍäª suka ƙªℓȏ fany d pasangkan sm SUJU. Hehe

    Tetap cemangattt

    Tks

  2. sica sama taeng ko jadi kaya yang pacaran ya?kasian yurinya di antepin gitu aja
    jadi fany mutusin taeyeon gara gara taeyeon ddekket sama namja lain gitu?kan cuma deket ngga sampai pacaran aih fany fany

  3. Waah.. Ppany cembokur.. Yul’a tnang” aja tuh,,
    hmm.. Bner” complicated nih taeny.. Tpi itu taesica cuman nganggep kkaq adq kan? Jgn ampe dh tuh jd cnta😐

    cemungudt thor..
    Caaww..😉

  4. Yah pany tetep bersihkekeh (?) jd gemes sendiri ama pany ..haha
    tae udh dong galau’a ..ada sica tuh *plakk (icy yul keluar) .. idihh sica care banget deh ama tae .*mauu ..sumpah thor bikin greget ama pany ..ya lanjutkan thor🙂 itung2 hadiah stellah kau menghilang slama ini ..hihi fightaeng@

  5. Annyeong,,,,
    Owh jdi Fany mtusin Krena Tae dket ma Joon??hhaa,gtu ya,,,,dan skrang mlah Fany kyaknya mnyesal? Atow blum,,#apadeh
    Taeng ma Sica,,Fany ma Yul….,hdeuuh TaeNy Bner” Galau…..

    NEXT

  6. Biasa taeny salah faham mulu!!!
    Tae yg gx terbuka dengan prasaannya,fany yg egois mengambil keputusan tak berfikir ulang!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s