[chap 1] Back To Reach Your Love

 

 

wahhh… saya udah lama nggak pernah update nihh.. apa ada yg merindukan karya tangan saya?? hahahaha😀 tanpa basa-basi lagi mari dibaca ya. jangan lupa tinggalkan commentnya ^^ happy reading semua ^^

Main Cast : Kim Taeyeon, Tiffany Hwang.

Other Cast : All members SNSD,  Lee Joon [MBLAQ] , Siwan [ZE:A].

Genre : YURI.

Tiffany POV

Pagi ini, aku harus kerja bakti di kamar kostkuu karena hari ini aku harus pindah. Ingin rasanya aku menelfon seseorang yg selalu hadir saat aku membutuhkan, tapi aku tak yakin kalau dia sudah terbangun dari tidur cantiknya… tiba2, Hp di kasurku berbunyi.. kerena aku terfokus pada kerjaku, aku sedikit lama untuk mengangkatnya.

“yahhh! Kenapa kau lama sekali???  Kau akan pindah hari ini kan?? Apa kau perlu bantuanku nona?? Aku siap untuk membantumu. hehehe” katanya dalam telfon. Betapa terkejutnya aku saat dia mengangtakanya. Baru saja sebelum aku mengangkat telfon, aku sempat memikirkannya. Ehhhhh,, tak taunya dia sadar.

“kau sudah bangun taetae?? Aku berniat menelfonmu tadi, tapi kupikir kalau kau tak akan bangun pagi. Tumben sekali kau bangun pagi??” jawabku..

“sudahlahhh.. tunggu akuu, aku akan tiba disana 10menit lagi..” jawabnya. Itu membuatku semakin terkejut. Berarti dia memang sudah siap dari pagi untuk membantuku.. benar2 beruntung memeliki kekasih sepertinya.

Kuakhiri pembicaraan kami berdua setelah ku ucapkan kata terima kasih padanya..

Sambil menunggu kedatangannya, aku kembali mengepack2 barang2 yg penting yg harus ku masukan ke dalam kardus lebih awal, supaya tak tertinggal. Sebenarnya tanpa bantuan orang, aku bisa menghandle sendiri karena barangku tak begitu banyak, tapi karena kemarin aku harus melembur skripsiku, jadi aku memang membutuhkan bantuan.

Beberapa menit kemudian, terdengar pintu kamarku diketukk.. aku segera datang menghampiri pintu untuk membukakannya.

“apa yg harus aku bantu nona tiffany??” katanya saat kubuka pintunya.

Hahahaha.. aku tertawa kecil melihat tingkah dan perkataannya yg konyol dan seperti anak kecil itu. Aku dan dia adalah pasangan baru. Baru 2 bulan kami berhubungan, aku merasa sangat terlindungi saat bersamanya.. tak ada hal yg lebih menarik selain bersamanya. sebentar lagi, aku dan dia akan tinggal satu atap. Walaupun bukan hanya kami berdua saja. Tapii itu akan lebih menyenangkan jika bisa bersamanya terus.

“fany~ahh…  ini juga diangkut??” teriaknya dari dapur. Aku bergegas menghampirinya, , , kulihat dia sedang sibuk memasuk2an barang dikardus. Aku berjalan pelan untuk menghampirinya. . dengan sigap, aku memberikan pelukan terhangatku dari belakang. Dan dengan seketika dia tenggelam dalam pelukankuu. Menikmati pagi hari dengan kehangatan tubuhnya, memang menjadi sarapan yg akan aku rasakan setiap pagi mulai besok. Senangnya hatikuu.

“hmmm?? Why fany~ahh??” katanya.. dia menempelkan pipinya dipipiku, dan sedikit manja bergoyang manja dipelukanku, dengan menggoyang2kan pinggulnya yg ramping ke kiri dan ke kanan.

“aniiiooo… hari ini dinginn,, makanya aku butuh kehangatan secepatnyaa, karena selimutku sudah masuk kardus, jadi aku memelukmu saja untuk menghangatkan tubuhkuu..” candaku, aku ikut bermanja bersamanya.. sungguh menyenangkan jika setiap hari bisa selalu mendekapnya.

……………

Setelah lelah berberes-beres, aku mengajak taeyeon pergi untuk makann.. dia sudah ribut dan rewel karena kelaparan.. dengan manjanya, aegyonya, dan kekonyolannya saat rewel, aku merasa sedang mereawat seorang anak balita. Tapi aku tak pernah menyesal jadi kekasihnya, aku bahkan menyukai sifatnya yg seperti itu.

“fany~ahh,, kenapa kau terus memandangikuu??? Aku udah hampir habis, tapi makananmu masih saja utuhh, aku tinggal kalau lama!” celetuknya.. aduhhh, , aku memang sering lupa diri kalau sedang menatapnya serius. Memang sangat menawan sekali si taeyeon.

“hahaha.. mianhe taetae, aku terlalu berkonsentrasi kalau sedang menatapmu. Hahaha” jawabku.

“aigooo… kenapa bisa begitu sayang??” katanya dan lagi2 dilengkapi dengan aegyonya yg menggemaskann.

Setelah rampung dengan makanan kamii,, aku dan dia segera kembali ke kost2an untuk mandi dan segera beristirahat. Hari tak terasa sudah menjelang malam.

“fany~ahh,, buruann mandinyaa! Kenapa kau begitu lama di kamar mandi??” teriaknya dari luar kamar mandi.. aku memang lama kalau sedang mandi. Dia terus mengetuk-ngetuk pintu kamar mandi. Seperti tahanan di penjara yg meronta2 ingin keluar.

“yahhh! Kenapa harus teriak2 ??? kalau kau memang mau mandi, tinggal masuk aja kann?? Apa susahnya coba??” candakuu.. kepalaku muncul dari celah kamar mandi yg sedikit kubuka. kulihat dia langsung terdiam, dan wajahnya mulai merah memanas. Hahaha.. aku memang suka membuat pipinya merona dan malu.

“emhhh,, yasudahh.. akan kutunggu 10 menit lagi.” Katanya. Dia langsung memalingkan badan, dan bergegas menuju ke sofa ruang tengahh.. hahaha,, aku sedikit geli melihat wajahnya saat berhiaskan pesonanya yg sedang malu2…

Aku kembalii menyiram tubuhku dengan hangatnya air yg mengucur dari shower. Mulai membilas seluruh penjuru tubuhkuu.. sekilas pikirankuu teralih pada dirinya,, air inii masih kalah hangat dengan pelukannya.. pipiku mengembang, berhias senyum yg keluar dengan sendirinya..

Beberapa saat kemudiaannn,, aku keluar dari kamar mandii,, dan terlihat, gadis mungil itu terridur diatas sofa dengan mata yg ditutupi oleh handuk biru langit miliknya.. kucoba mendekat,, dan kusingkirkan perlahan handukk yg menutupi wajahnya dengan sangat perlahann.. wajahnya saat tidur memang sangat imutt,, pipinya yg chubby, membuatkuu semakin gemas padanyaa…

Tiba2 saja dia terbangun, dan sontak wajahnya berubah menjadi ketakutan seperti habis melihat hantuu…

“ahhhh.. jinnjjaa.. kau mengejutkankuu taetae~ahhh!” kataku.. tampak wajahnyaa mulai murung.

“waeyoo??” lanjutku.

Dia terdiam seperti patung. Apa mungkin dia baru saja mimpi burukkk??? Aku mulai mendekat, duduk disampingnya, dan merangkulnya.

“wae taetae~ahh???” tanyaku kembali.

“aku mimpi burukk fany~ahhh.. aiggoooo.. kau takkan meninggalkanku kannn???” katanya, membuatku terkejut setengah mati. Apa yg sebenarnya dia mimpikan barusan..
“mwo??”
“huuffff… aku bermimpi kalau kau akan pergi meninggalkanku bersama dengan seorang namja.”

“aiiggooo taetae~ahh.. aku tak akan meninggalkanmuuu..” kataku seraya memberikan wink mematikankuu yg selalu membuatnya tergila2.

Malam ini juga,, aku harus meninggalkan kost2ankuu ini beranjak menuju rumah yg ditempati taeyeon dan teman2nya.

Untungnya taeyeon membawa mobilnya, jadi aku tak harus repot2 untuk menyewa mobil pick-up. Dan untungnya, barangku juga ringan dan sedikit.

Perjalanan malam kami lalui bersama.. jam sekarang menunjukan pukul 22.00. udara dari AC membuatku sedikit menggigil. Tak sengaja mata kami bertemuu, saling pandang membuat eye contact yg dalam.

“kau kedinginann??” katanyaaa.. refleknya yg cepat, dia langsung mengambil jaket biru muda yg tersampir dikursi kemudinya.

Huuuuffff.. benar2 gadis yg baikk.. tak akan pernah aku berpaling darinyaa..

15menit kemudiannn,, kami sampai di sebuah rumah dengan cat berwarna putih cerah dan memiliki 2 lantai.. rumah ini yg jadi tempat tinggalku selanjutnya..

“let’s goo hunnyyy.. keburu pada tidur semuaa.” Ajak taeyeon..

Dia membuka pintu rumah ituu.. 3orang keluar dari dalam rumah.. aku membukukan badankuu memberi salam pada mereka..
“annyeoongg. Tiffany yaaa??” kata seorang gadis tinggi jangkung.

“annyeeoonngg.. akuu tiffany..” kataku memperkenalkan diri..
“tiffanyyy,, perkenalkann. Yg tinggi seperti tongkat itu sooyoung, yg disebelahnya yoona, dan disebelahnya adalah maknae seohyun. Dia dua tahun dibawah kita.??” kata taeyeon sambil memperkenalkan satu persatu teman2nya.

“senang berkenalan dengannmuu unnie..” kata seohyun.

“dimana yg laiinn?? Tanya taeyeon lagi.

“jessica dan yuri kupikir sudah tertidur, hyoyeon dan yg lainnya sedang menonton tivi..” jawab sooyoung.

“yasudahh.. yukk, bantu angkat2.” Perintah taeyeon.

Aku dan yg lain segera bergegas menurunkan barang2ku dari mobil.. sepertinya taeyeon berperan sebagai kepala di rumah inii.. seperti ketua saja. Teman2nya juga ngikut saja apa yg disuruhnya.

Kulihat 2 orang gadis sedang asyik bermain game station di depan tv.

“sunkyuu, hyoonieee! Bantu kamii.. kau tak lihat kami sedang angkat2???” kata taeyeon pada kedua gadis itu.
“ahhh.. arraasooo..” kata salah seorang gadis pendekk dan juga berambut pendekk, dia segera bergegas membantu.. benar2 taeyeon sangat dihormati di rumah inii..

“huaahhhh.. akhirnyaa kelar juga… gomawooo teman2” kataku berterima kasihh pada mereka yg sudah membantukuu, sambil memberikan eye smileku.

“woohhh.. cantik sekalii senyumannya.” Terdengar gadis pendekk dengan rambut coklat panjang menyeletuk.

“yahh hyooniee! Sampai kau macam2 dengannya, kuhajar kauu! Akan kulaporkan Nicole.” Ancam taeyeon.

“pantas saja kau tergila2 taeng.. hahaha” kata gadis pendek yg satunya.
“sunkyuuuu! Jgn buka kartu!” lanjut taeyeon.

“buka kartuuu?? Apa maksudmuu??” bisikuu pada taeyeonn.. dia meresponnya hanya dengan senyuman.

Malam ini adalah malam pertama aku tinggal di rumah inii.. lingkungan baru,, itu membuatku susah untuk tertidur.. padahal, jam sudah menunjukan pukul 2 AM, tapi diluar, di ruang tengah masih terdengar suara tivi walaupun samar2. Aku beranikan diri untuk menengok keluar.

Kubuka perlahan pintu kamarku, dan ternyata 3 orang gadis masih terjaga sambil menyaksikan pertandingan sepak bola. Entah club mana yg sedang main.

“ahhh unnie. kau belum tidur???” kata yoona yg menyadari kemunculanku. Yoona, hyoyeon, dann taeyeon?? Taeyeonn ternyata juga ikut begadang.

“mwooo!?? Miyoung,, kauu belum tidur??” kata taeng yg terkejut melihatku.

“aku belum bisa tertidurr. Laluu,, kenapa kalian juga belum tidur??” aku balik bertanya..

“hahahaha.. bergabung kemari,, Madrid VS Barcelona nihh,, kau ikut dukung Madrid miyoung~ahh! Yoong dan hyonie memojokanku karena mereka berdua mendukung barca.” Celetuk taeyeon.

Aku berjalan menuju sofa. Aku sama sekali tak paham tentang sepak bola eropa,, huuhh.. sepak bola di negaraku saja aku sama sekali tak paham, apalagi di eropa.

Taeyeon beranjak dari tempatnya, dan berjalan menuju sofa dimana aku terduduk..

“yahh miyoung~ahh.. aku kedinginan..” katanya manja..

“yahhh!! Ahjumaa! Mentang2 kekasihmu disini,, kau bebas mengiming-imingi kamii! Ahhhh jinjjja!” omel hyoyeon.

“tak pedulii!” celetuk taeyeon,.
“ambil saja selimut. Apa susahnya sekarang??” kataku.

Dia menggeleng2kan kepalanya, dengan disertai aegyonya yg membuatku semakin gemas padanya..

Taeyeon mendekatiku yg sedang duduk diatas sofa,, tangannya merangkul, menelusuri pundakku, menempelkan pipinya tepat menimpa pundakku.

“argghhh jinnjaa!! Taeng unnie bikin betek!! Ohh hyuniee,, bangunlahhh..” omel yoona, disertai hyoyeon yg melirik sinis. Hahaha.. aku hanya bisa tertawa. Melihat tingkah mereka, padahal baru semalam aku dekat dengan mereka,, sebelumnya aku memang hanya dekat dengan Jessica dan yg pasti taeyeon.

“apa yg akan kita lakukan besok?? Mumpung libur masih panjang.” Kata taeng memecah kesunyian. Aku menatap matanya, dan tersenyum sedikit. Benar2 bersinar. Sempurna.

“emhhhh,, kupikir kau harus membereskan kamarmu yg seperti kapal pecah itu taeng unnie.” celetuk yoona “uppssss” lanjut yoona sambil menutup mulutnya dengan kedua telapak tangannya. Aku menerka-nerka apa yg dimaksud oleh yoona.

“ada apa dengan kamarmu taeng??” aku berdiri dari tempatku,, namun tangan lembut nan halus meraihku.

“mau kemana?? Kau tak kasihan padaku yg sedang kedinginan?” erangnya. Kulihat kembali wajahnya yg dibuat2 menjadi wajah yg memelas.

“wait a minute . Aku hanya mau mengambil selimutku taeng. Aku juga kedinginan.” Kataku

Aku kembali ke kamarku untuk mengambil selimut berwarna pink kesayanganku, dan kembali menuju ke ruang tengah. Mataku sama sekali belum terkantuk. Ditambah lagi karena masih ada matahari yg bersinar sebelum pagi datang. Yaa,, dialah matahariku.

“lembutnya selimutmu ini pany~ahh,, selembut orang yg memiliki selimut ini.” Gombalan taeyeon pun keluar. Aku melting mendengarnya. “hahhaa” aku hanya tertawa malu mendengarnya.

“haiiihh! Tiffany~ahh.. hati2 dengan rayuannya itu.tandanya, dia ada maunya.” Sambut hyoyeon.

Aku masih menanggapinya dengan tertawa terbahak, sampai2 aku bertepuk tangan beberapa kali. Kebiasaanku jika sedang mendengar atau menyaksikan hal2 yg lucu2.

Kami berempat menghabiskan waktu semalaman, hingga pagi benar2 menampakkan warna cerah dibalik jendela.

“yahh! Kenapa kalian tidur disini!?” terdengar olehku suara teriakan seseorang wanita.

Aku masih memejamkan mataku, mencoba menenggelamkan suara tadi dengan bergumul bersama pundak seseorang gadis mungil disampingku. Sedikit kubuka sebelah mataku untuk melihat situasi yg terjadi sekarang. Gadis mungil dengan wajah seputih susu yg sekarang menjadi bantal bagiku, tertidur pulas dengan mulut yg sedikit terbuka.

“yahh! Banguun hyonie~ahhh… kau harus memasak untuk kami. Taenggo! Banguunn! Yoong! Teriak seekor lumba2 yg dengan cepat membangunkan kami serentak. Dolphin voice yg sangat dahsyat. Ya, sama sekali tak berubah. Seperti yg dulu.

“yahh! Lumba2! Haruskah kau berteriak seperti itu untuk membangunkan kami??” pekik gadis mungil disebelahku yg masih sibuk mengucek matanya.

“akkhh-. Tiffany?? ini benar kau??” katanya terpekik tiba2.

“ahhhh! Jinnjjja!! Kau lupa dengan teman lamamu??” Sahutku sedikit kesal. Jessica memang teman lamaku, sebelum aku mengenal taeyeon. Berkat dia aku bisa mendapatkan gadis mungil yg sekarang masih tertidur.

Jessica berlari ke arahku dan memelukku. Tak memperdulikan taeyeon yg sedang tertidur dipahaku “brukk!” aku tertimpa lumba2 berat yg sekarang berada diatasku

“yahhh! Sica~ahh! Kau ini apa2an sih? Tak liat orang sedang tidur disini?” omel taeyeon.  Kulihat wajah sebalnya yg menggemaskan.

“fany~ahhh.. kau tau, aku sangat merindukanmu.. kau ganti nomor hpmu pun tak mengabariku. Dan sekarang kutemukan kau berpacaran dengan gadis mungil, kecil, ingusan ini.” Jessica tertawa puas saat menemuka wajah taeyeon yg membuyat marah..

“sekali lagi kau menggoda di pagi buta ini, akan kusiksa yuri habis2an.” Taeyeon mendengus dan kembali lenyap kedalam lekuk perutku. Menggemaskan sekali gadis ini.. aku akan selalu disampingnya, menerangi hidupnya selama aku masih bisa membuka mataku. Kuyakin dia pasti berpikiran yg sama dengan apa yg kupikirkan.

____________________________

Taeyeon POV

3bulan sudah lamanya aku terhempas dalam kesedihan. Kenangan yg sungguh indah bersama dia seorang gadis yg sudah kuanggap sebagai bagian dari separuh hati dan jiwaku yg cintanya dulu begitu melekat dalam pikiranku, sentuhan lembutnya, bibirnya yg memabukan hasratku, kecupan manis yg selalu kunikmati sebelum aku masuk dalam mimpiku dan setelah aku membuka maataku di pagi hari. Kini semuanya mungkin telah menjadi debu yg hilang terhembus oleh kencangnya angin yg menderu. Hanya ada kesendirian yg kini berteman denganku.

“taeng~ahhh.. kau pagi ini belum makan. Anak2 sudah menunggumu dibawah.” Jessica duduk disampingku, mengelus punggungku seakan bisa menenangkanku. Selain tiffany, dialah yg bisa menenangkanku. Tapi mungkin sekarang susah untuk menenangkan aku yg terpacu oleh ego dan juga cinta dan benci yg terpendam dalam hatiku.

“aku tak lapar. Aku ingin tidur saja.” Kataku dengan tenang dan dingin. Suasana tiba2 sunyi. Dia masih terus2an mengusap punggungku.

“aku tau kau sakit hati sekarang. Tapi aku tak ingin jika tubuhmu pun juga sakit taeng.  Kau butuh pelukanku??” dia menawarkan diri untuk aku bisa lebih rileks dan mau untuk menuruti kata2nya. Aku terdiam sesaat, menatap matanya, dan dengan sendirinya aku jatuh dalam pelukan hangatnya. Kutahan peluh air mataku yg sudah tak terbendung lagi. “menangislah jika kau ingin menangis taeng. Jangan kau simpan dalam hati, yang akan membuatmu menderita. Aku siap untuk kau jadikan tumpuanmu. Sebagai seorang yg selama ini kau anggap adik.” Tak sengaja air mataku membasahi punggungnya. Dari dulu hingga sekarang hanya Jessica yg boleh melihatku menangis, aku bisa beracting senang, tertawa lepas saat bersama temanku, tapi saat tatapannya yg hangat yg aku bisa mengerti maknanya, aku bisa dengan cepat menangis dihadapannya saat aku seperti sekarang ini.

“mianhee sica~ahhh.. aku tak kuat lagi jika harus terus2an memakai topeng. Aku hanya bisa menangis saat mereka tak melihatku. Dan hanya kau yg mengerti saat ini apa yg kurasakan.” Isakkanku kini terdengar sangat jelas.

“sekarang, stop dulu air matamu itu. Kau makan dulu ya. Aku tak mau kau sakit.” Ucap Jessica dengan penuh kelembutan. Aku hanya menggeleng tanpa berucap.

“wae?? Kau harus makan taeng~ahhh.. kau mau aku bawakan makanmu kemari??” katanya. Dia melepaskan pelukannya, dan selanjutnya menyeka air mataku. Belum sempat aku berkata-kata dia keluar dari kamarku. “akan ku ambilkan makanmu kemari. Oke??” hanya kubalas dengan anggukan lemah.

Beberapa saat kemudia dia kembali muncul membawa nampan. Aku berdiri berniat untuk membantunya. “duduklahh, dan makan sekarang. Jangan sampai ada yg tersisa. Oke? Aku akan menemanimu sampai makanmu habis semua.” Katanya. Aku tersentuh dengan perhatiannya yg lebih padaku. Tapi kurasa ini sangat merepotkannya. Gara2 aku mungkin waktunya dengan yuri berkurang.

“jangan berpikiran aneh2.” Dia mengambi alih sendok yang baru saja kupegang. Dan detik selanjutnya, dia menyuapiku.

“sica~ahhh.. aku merasa sangat merepotkanmu. Aku tak ingin waktumu dengan yuri berkurang gara2 aku.” Dan akhirnya aku berucap seperti apa yg sempat tadi aku pikirkan.

“yuri bisa memaklumi taeng. Dia juga mengkhawatirkanmu kok. seminggu lebih kau menyendiri. Tidak di kampus, juga di rumah. Dia juga tau kalau hanya aku yg bisa menenangkanmu. Ya kan?” katanya lebih lembut.

“gomawooo.. kau memang yg terbaik.” Kataku.

———————————————–

Tiffany POV

Sepertinya aku terlambat bangunn.. teman2ku sudah berkumpul di meja makan.. kulirik jam dinding di atas tv, sudah menunjukan pukul 7. “pagi teman2..” aku menyapa mereka dengan senyumanku.

“pagi fany~ahh.. lekas makan. Sudah mendingin nih.” Kata sooyoung tanpa menatapku dan berkonsentrasi pada makanannya. Aku perhatikan wajah2 mereka. Aku merasa ada yg kurang disini. Bahkan aku jarang melihatnya saat makan pagi, siang, maupun malam. Taeyeon. Yaa. Dia tak terlihat beberapa minggu ini. Apa ini gara2 aku? Aku merasa sangat bersalah padanya. tak tersadar aku tertunduk lemas.

“haduuhhh. Malah tidur lagi ni anakk! Oii.. makann duluu. Kalau kau tak mau, aku tak keberatan jika kau memberikannya padaku.” Celoteh sooyoung.. dan seketika mulutnya dibungkam oleh sunny.

“fany~ahh.. makanlahh.. kau tak seperti biasanya,, ada apa???” aku menoleh kearah yuri yg menanyaiku.

“sepertinya aku sedikit lelah yul. Youngiee~ahh.. kau boleh memakan bagianku. Nanti aku akan keluar saja untuk mencari makan.” Ucapku sembari beranjak dari tempatku. Kondisi seperti ini lebih baik aku gunakan untuk mengurung diri di kamar.. kamar ini,,, aku dulu sering tertidur didalam sana. Aku behenti sejenak di dapan pintu kamar taeyeon.  Tiba2 saja pintu kamarnya terbuka. Sontak aku terkejut dan melangkahkan kakiku mundur.

“ahhh.. why fany~ahhh??” dan ternyata yg muncul bukanlah taeyeon. Melainkan…. Jessica????

“anniiooo sica~ahh.. kau mengaggetkanku. Hahaha” aku mencoba tak membuatnya curiga kalau aku sengaja berdiri di depan pintu kamar taeyeon.

“ohh.. kau sudah makan?” Tanya nya lagi. Aku hanya meresponnya dengan anggukan kecil.

“emmm.. kau sedang apa sica?? Kenapa kau membawa nampann itu?” tanyaku datar.

“ohh.. ini makanan untuk taeyeon. Dia blm mau keluar kamar,, makanya kubawakan makanannya.” Aku iri pada Jessica. dia bisa memberikan perhatiannya pada taeyeon.  Bodohnya aku dengan mudah melepasnya..

“fany~ahhh?? Kau tak apa2 kan??” ucap Jessica dan membuyarkan lamunanku.

“ahhh.. nee. Hahaha.. apa dia tidur??” kembali aku bertanya tentang taeyeon. Yg ujung2nya pasti akan membuatku menyesal.

“dia tidur setelah menyelesaikan makanya. Sepertinya jika dilihat-lihat dari lingkar matanya, lebih dari satu hari dia tak tidur.” Jelas Jessica. sudah kuduga,, ini akan sangat membuatku menyesal saja. “apa kau mau melihatnya??” sambung Jessica.

Aku berpikir sejenak.. kuakui memang aku sedikit rindu dengannya,, jarang sekali aku melihatnya di rumah maupun di kampus. Sangat jarang. Dan aku menganggukkan kepalaku. Jessica perlahan membuka pintu kamar taeyeon. Sosok mungil terbalut selimut biru tebal dengan wajah imutnya yg menawan,, dia tertidur bagaikan putri salju. “wajahnya terlihat sangat lelah bukan?” suara Jessica memecah kesepian. Kembali aku respon dengan anggukan lemah. Ya memang benar apa yg sica katakana. Dia terlihat kurang bersinar lagi. Ada pucat yg menutupi cahaya wajahnya,, dan itu membuatku sakit hati. Tapi kenapa aku berpikiran seperti ini?? Aku sudah benar2 melepasnya. Dan kini aku sudah memiliki seorang yg juga kucintai. Siwan oppa membuatku tergila2 padanya. dan kenapa aku masih merasa gadis ini begitu memikatku kembali??

“fany~ahhh… kita keluar saja yaaa?? Kasiann dia. Kita biarkan saja tertidur.” Jessica kembali membangunkanku dari lamunanku.

Aku mengagguk dan beranjak mengikuti Jessica keluar. Kusempatkan sebelum menutup pintu kamar ini, menengok kearahnya.. “mianhee taeng.” Batinku dalam hati.

Aku kembali ke kamarku, menggeleparkan tubuhku diatas kasur, merabah bawah bantalku. Tak sengaja aku menarik sesuatu dari bawah bantalku… figura foto saat2 dimana aku bersama gadis mungil itu. Berpelukan, bercanda tawa, berciuman, dan hal lain yg begitu menyenangkan. “huaahhh!” aku menghembuskan nafasku beratt.. kenapa dia sekarang terus hadir disetiap pikirankuu?? Bahkan siwan oppa tak terpikirkan olehkuu..

If I just breathe
Let it fill the space between
I’ll know everything is alright
Breathe
Every little piece of me
You’ll see
Everything is alright
If I just breathe

Handphoneku bergema memecah suasana sepi di kamarku. Kuraih dengan satu tangan dari atas meja..

“chagii~ahhh.. aku merindukannmuu!! Aku ingin mengajakmu makan pagi! Aku sangat lapar..” rengek orang disebrang sana, yg tak lain dan tak bukan adalah siwan oppa..

“opppaaa… akuu juga lapar,, segeralah datang. Ulat2 diperutku sudah pada protes nihh..” kataku manjaa.

“kau taauu,, aku sudah dibawah sekarang. Lekaslah keluar..” dengan cepat, aku keluar dari kamarku menuju ke ruang tengah dan kulihat dari jendela siwan oppa melambai-lambaikan tanganya kearahku.
“okee oppa. tak kusangka kau begitu cepat. Aku akan segera turun..!” aku bergegas berdandan, hanya sederhana saja, karena siwan oppa tak begitu menyukai make up yg berlebihan.

“Kaajaa!!” siiiwan oppa membukakan pintu mobil.

Taeyeon POV

“enngghhh…” aku meregangkan tubuhkuu, berguling2 kekanan kiri di atas kasurku. Kulihat keluar jendela, langit sudah mulai redup. Sepertinya aku tidur sudah lama. Kucoba berdiri, entah kenapa pusing mendominasi kepalaku. Rasanya berat jika berdiri, tapi aku tetap berusaha berdiri.

“praanngggg” kembali aku terjatuh tapi kali ini aku terjatuh dilantai, kepalaku terbentur meja kecil disamping tempat tidurku dan gelas kaca diatasnya jatuh. Untung saja tak mengenai kepalaku.

“taeyeon~ahhh.. kau kenapaa??” seseorang dari depan pintu bersuara sedikit berteriak. “yahhh! Kau ini kenapaa??” lanjutnya.

“yuri~ahhh! Ada apaa??” tambah seorang lagi dari kejauhan.
“Gwenchanaaa.. aku hanya terpeleset kok yul..” bohongku. Aku masih belum bisa berdiri, entah kenapa seperti tertimpa beban 100kg.

“yahh! Kau bilang gwenchanaa?? Badanmu panas begini” timpal yuri yg seketika meletakan punggung tangannya didahiku.

“aniiyooo yull.. lebih baik sekarang kau bantu aku berdiri dari pada ngomel!”

“taenggoo~ahhh.. gwenchanaa??” Jessica membantuku berdiri.

“badanmu panas sekalii.. yul,, ambilkan kompres.” Perintah Jessica pada yuri.

“aniiyoooo.. aku tak apa2. Mungkin setelah aku mandi aku lebih baikan.” Tapi perkataanku ditepis oleh keduanya. Yuri tetap keluar untuk mengambil kompres, dan Jessica menidurkanku di kasur. Entah kenapa keringat banyak mengucur dari berbagai penjuru tubuhkuu.. rasanya panas sekali.

“yahh! Makanya jangan terlalu memikirkan dia! Sudah tau kau dan dia tak ada hubungan lagi, tapi kenapa kau masih saja memikirkannya? Haa?” yuri datang2 mengomeliku dengan kata2nya.

“yuri~ahhh.. sudahlahh. Jangan menggodanya. Lebih baik lanjutkan makanmu tadi.” Kata sica.

“arrasoo bibehh.” Yuri keluar dari kamarku. Sebelumnya sempat memberikan kecupan didahiku.

“apa yg kaupikirkan sekarang?? Jangan bilang kau memikirkannya sungguhan!” Jessica menatapku tajam. Aku terdiam sesaat, membentuk kalimat2 yg akan kukeluarkan untuk menjawab pertanyaannya itu yg serasa akan membelah hatiku.

“anniiyyyooo.. kan aku sudah mengaatakannya padamu, setelah aku mandi, itu akan menyembuhkan pusingku ini.” Aku tersenyum hangat dan lebih tepatnya kupaksakan.

“kau masih mencintainya kan taeng?” pertanyaan itu.. bukan pertanyaan. Lebih tepatnya pernyataan yg kuartikan sebagai seribu pisau telah menusuk tembus ke hatiku.

“dia pun sama sepertimu taeng. Aku yakin dia masih memiliki rasa cinta yg besar padamu.” Lanjutnya karena mungkin dia menyadari aku terdiam bingung.

“jangan melawak sica,, itu tak akan bisa menghiburku..” kupikir dia tak bodoh untuk bisa mengartikan kata2ku.

“aku tak bodoh taeng. Hanya dengan melihat tatapannya saat kau tadi tertidur dan karena kau pucat, aku seakan sangat mengerti dia. Aku dan dia sudah lebih dari 5tahun berteman dekat. Aku yakin jika dia tau kau sakit seperti ini, mungkin dia tak akan jauh darimu. Tunggu saja taeng.” Jelasnya panjang lebar. Aku semakin tak mengerti apa yg dia jelaskan. Yg kutau hanyalah tiffany yg pergi meninggalkanku, berpaling kehati yang lain. Hanya itu.

“lekas lah kau mandi. Aku akan membuatkanmu bubur!” sambungnya. Aku mengagguk untuk menjawabnya.

Tiffany POV

“ooppaaa,, gomawo telah menemaniku seharian dengan kencan indah ini..” ungkapku dari balik jendela mobilnya..

“seharusnya aku yg berterima kasih padamu. Tidurlah yg nyenyak, jangan lupa,,,” terlihat dia diam sabil memamerkan senyumannya.
“apa yg harus kulupakan oppa??”
“jangan lupa membawaku di alam mimpimu fany~ahh..” katanya sambil tertawa.

“ahhh nee. Oppa. pasti!” kataku sambil kuperlihatkan senyumanku.”
“yasudahh,, masuklah. Kau akan kedingninan jika terlalu lama berdiri seperti itu.”
“oke oppa.. sampai bertemu besok.” Kataku padanya. dia melambaikan tangannya dan melajukan mobilnya.

Hari ini seperti tak ada beban pikiran diotakku. Serasa hilang tenggelam dalam kencan yg indah bersama Siwan oppa. aku melanjutkan langkahku masuk kedalam rumah.

“apa kau bawa makanan kecil untukku fany~ahh..” sooyoung membuka pintu rumah, tepatnya bukan membuka, namu memberi celah dan mengucapkan kalimat tadi.

“aku bawa kok. oleh2 untukmu yongie~ahh.. karena aku tau makananmu sudah habis tadi pagi.” Makanan ini serasa tiket untuk masuk kerumah.

“gomawoooo fany~ahhhhhh!!! Dia melompat kepelukanku dan mengguncang2 tubuhku. Ku gantungkan hoddieku, kutatap teman2ku yang lain. Jessica, Taeyeon, Yuri. 3 orang itu yg tidak ada diantara mereka., mungkin mereka sudah tidur. Tapi ini bahkan belum melebihi jam tidur mereka biasanya, bahkan masih sangat jauh. Ini masih pukul 9 malam. Kulirik kearah dapur. Hanya yuri. Dia menatapku, sedikit bergidik seperti menghindari tatapanku. Apa ada yang salah? Aku bertanya2 sejenak dalam hati masih berdiri dipinggiran pintu. Kuputuskan untuk ke dapur mengambil air sebelum kembali ke kamar.

“apa kencanmu menyenangkan fany~ahh??” dia menanyaiku, tapi tak menatapku. Tetap berkonsentrasi pada makanannya.

“ne.. apa ada yang salah denganku yul?” aku balik bertanya, mengeluarkan pertanyaanku yg sempat terucap dalam hati.

“yeahh!” katanya dingin. Aku mengerutkan keningku. “apaa??” tanyaku datar. Aku pikir dia akan mengomentari dandananku yg biasa2 saja saat pergi berkencan.

“kau akan tau setelah ini fany~ah..” dia beranjak dari tempat duduknya, menuju ke tempat cuci piring melewatiku begitu saja dengan auranya yang dingin. Hanya diam sekarang diantara kami. Aku memutuskan untuk kembali ke kamarku dan beristirahat sejenak. Sepertinya badanku terasa pegal.

“yahh! Apa kau tak mau menemaniku disini main game fany~ahh???” celotek sooyoung.
“bukankah kau tau kalau aku sama sekali tak mengerti fungsi dari tombol2 yg membuatmu senang itu? Yoona, sunny. Mereka kan partner mainmu selama ini yongie~ahh..” kuakui aku memang sangat gaptek dengan apa yg namanya game. Sekalipun aku belum pernah menekan tombol2 yang ada di stic itu.

“mereka berdua masih cupuu.. seandainya taeng sehat, dialah orang satu2nya yg bisa mengimbangi permainanku..” aku terkejut mendengar perkataanya. Taeyeon sakit???
tanpa bertanya lagi, aku segera menuju ke kamar taeyeon. Entah kenapa keringat tiba2 mengucur dari segala penjuru tubuhku. Berhenti sejenak didepan pintu kamar taeyeon. Kenapa aku harus merasa khawatir?? Kenapa jantungku berdegup dengan kencangnya??

Dengan perlahan kubuka pintu, kulihat ada Jessica disana sedang menunggui sambil mengompres taeyeon yg tertidur. Dia menatapku sesaat dan tersenyum padaku. Aku menghampiri sosok mungil itu, duduk dipinggiran ranjangnya. “apa dia baik2 saja??” bisikku pada Jessica.

“bolehkah aku bertanya fany~ahh??” dia bertanya seolah mengintimidasiku dengan tatapannya yg dingin namun tenang dan lembut.

“why??”
“dia begitu kehilangan dirimu, dia sangat mencintaimu, dia terlalu banyak memikirkanmu. sebagai sahabatmu dan sahabatnya, aku begitu kecewa terhadap hubungan kalian.” Katanya. Dadaku terasa sakit mendengarnya. Apa yg dikatakan Jessica itu benar?? Dia tak pernah sedikit pun memperlihatkan kesedihannya dihadapanku, aku sama sekali tak melihatnya di raut wajahnya. Aku sangat mengerti tatapannya. Kenapa Jessica bisa berkata seperti itu seolah dia paling tau segalanya tentang taeyeon??

“aku tau segalanya fany~ahh.. sejak kau mengakhiri hubungan dengannya, aku sering sekali mengunjunginya saat dia tidur. Dia menyebut namamu, bukan hanya sekali, beberapa kali fany~ahh..”

“kenapa kau begitu perhatian padanya sica~ahh??” aku melontarkan pertanyaan sepontan padanya. apa selama ini dia memendam rasa pada taeyeon? Hingga sebegitu perhatian terhadap taeyeon.
“karena aku sayang padanya. selama ini aku mengaggapnya sebagai kakakku. Dia yg dulu begitu perhatian padaku, dia selalu hadir saat dulu aku mengalami masa2 sulit. Dia adalah sosok yg sangat berharga untukku. sebagai kakak.”
“karena itu aku sama sekali tak cemburu padanya fany~ahh. Jessica meluangkan banyak waktunya untuk taeyeon dari padaku sekarang. Karena dia juga sosok kakak bagiku. Aku pun juga merasa sedih melihatnya yg terus2an menahan sakit hati.” Kata yuri tiba2 dari luar. Aku hanya bisa tertunduk diam. Hanya diam yg kubisa. Tak bisa menanggapi perkataan mereka.

“apa kau pernah melihatnya sakit selama ini fany~ahh???” Tanya Jessica sembari mengelus punggungku dan duduk disebelahku. Aku terdiam sesaat, mengingat masa lalu berasamanya, dan selama mengenalnya. Ingatan itu bahkan masih sangat hangat. Memang benar, dia sama sekali belum mengalami sakit. Dia terlihat sehat dan bersemangat.

Dengan menggeleng aku merespon pertanyaan Jessica.

“tapi kenapa dia tak memperlihatkan padaku, bahkan juga pada teman2 kalau dia sedih?” tanyaku.

“aku sudah menduga kau akan menanyakan itu fany~ahh..”kata Jessica dengan tenang, detik selanjutnya dia menghampiri taeyeon dan mengecup keningnya.

“lebih baik kita bicarakan diluar, supaya dia lebih tenang tidurnya.” Lanjutnya dan mengajakku serta yuri keluar dari kamar taeyeon.

Kami melewati ruang tengah, dimana sooyoung, yoona, seohyun, dan sunny sudah terlelap. Kutengok jam tanganku sudah pukul 11.09, ternyata hanya dengan sidikit obrolan saat di kamar taeyeon, tak sadar kami bertiga telah menghabiskan waktu selama 2jam.

Jessica mengambil tempat duduk paling pojok, aku disebelahnya, dan yuri berdiri ditepi pintu. Suasana balkon terasa begitu dingin.

“taeyeon hanya akan menyimpan kesedihannya sendiri, tak mau diumbar ke orang lain, bahkan kekasihnya. Dia susah untuk terbuka. Selama ini dia bisa menangis hanya saat berada di depanku. Karena mungkin orang yg dia kira bisa menenangkannya adalah aku. Tapi aku tak pernah berpikiran demikian. Aku rasa saat ini hanya kau yg bisa melakukannya fany~ahh..” jelas Jessica. entah kenapa aku merasa sangat iri pada Jessica. perhatiannya pada taeng sepertinya melebihiku saat dulu aku masih bersama taeyeon.

“fany~ahh..” timpal yuri. Aku menengok kearahnya. Dia berjalan, menepi pada tembok balkon. Posisinya sekarang dia membelakangiku dan Jessica, memandang kearah depan dimana kota seoul yg bergelimpang cahaya terlihat.

“apa kau masih memiliki rasa pada taeyeon?” sambung yuri. Dia berbalik menatapku dengan lekat.

Aku tertunduk lemas. Entah ini perasaan apa. Hatiku tiba2 terasa sakit mendengar pertanyaan yuri tadi. Kupikir aku tak mungkin memiliki rasa apa2 pada taeyeon lagi. Karena saat ini aku mencintai seorang diluar sana. Aku mencintai siwan oppa. aku yakin itu.

“anniyoo yul. Aku sudah tak mencintainya. Sekarang hanya siwan oppa yang aku cintai. Aku tak yakin jika taeyeon masih mencintaiku. Dan mungkin dia juga akan menemukan penggantiku. Mianhe.” Aku beranjak berdiri. Namun tangan Jessica menghentikanku. Dia berdiri mendekat padaku.

“aku melihat kebohongan dimatamu fany~ah. Kau mungkin bisa mengelak didepan yuri. Tapi kau tak bisa mengelak didepan temanmu ini. Aku sudah berteman denganmu lebih dari 5thn. Tapi aku tak akan memaksamu untuk memikirkan ini.” Katanya. Dia mengelus punggungku lembut, setelah itu pergi meninggalkanku.

-TBC-

34 thoughts on “[chap 1] Back To Reach Your Love

  1. awal yang indah berakhir dengan naas cuma bisa bilang gitu di chapter ini
    kenapa fany pake ninggalin taeng segala?jadi aja tae sakit😦

  2. Anyeong,,
    Slm kenal…

    Itu fany kenap bisa2nya dia lupa akan ucapannya tempo lalu kalo dy akan selalu menjaga taeng dan tidak akan meninggalkannya.
    Fany bedusta ternyata, jahat bangeudd dech

    YulSic q salut sama mereka karna sangat pengertian sama taeng.

    Thor …jgn lama2 ya updatenya,
    Cemunguudd……

    Tks

  3. Lam knal,,,,
    Fanyny tega bnget ninggalin tae demi namja itu ‘siwon’..
    Mmbwat tae sakit deh,,, ntung da sica ma yul seobangny.. Smoga,, cpet2 deh update ny! Seru bnget nih jadi mkin pnasaran… Skali lagi next chap d’tnggu bnget!!!
    See you,,,

  4. Ya pany kenapa ninggalin taeng sih??inget klian tuh taeny always,jangan gitu donk*koment g nyambung*kasian taeng..thor lanjutkan..

  5. kyaaaaaaaa!!!!!!!!!!!!
    ANDWAEEEEEEEEEEEEEE!!!!!!!!
    MWORAGOOO?!?!?!?!?
    Aigooo,Fany~ahh…
    apa yg membuatmu menjadi begitu egois sampai tega membuat Taetae semenderita itu?huh???hiks…hiks…hiks…:'(*authorteganianmisahinTaeNy*
    yah Siwan-ssi!!!segerelah menjauh dan menghilang!!!enyahlah kau sebelum TaeNy Shipper turun tangan!!!!!!!!!*pasangtampangbengissenggolbacok*
    jadi lemes bacanya kalau TaeNy-nya misah thor…:'(
    huaaaaahhh*larikepelukanSicaeomma*

  6. kyaaaaaaaaa!!!!!
    ANDWAEEEEEEEEE!!!!!
    MWORAGOOO?!?!?!?!?
    Aigooo,fany~ah…
    apa yg membuatmu begitu egois sampai tega membuat taeng appa semenderita itu???hiks…hiks…hiks…:'(
    *authorjuganiygsalah*
    yah Siwan-ssi!!!!!segeralah menjauh dan menghilang sebelum TaeNy Shipper turun tangan!!!!!*masangtampangbengis,senggolbacok*

  7. ohhh ini wepenya yaa..
    Salam kenal thor..
    Taeny yaaa.. Haha
    baiklah.. Saya akan sering main kesini..
    Ditunggu klanjutannnya..

  8. Wah author comeback ! yey🙂, lama gk nongol kemana aja thor?? taeny koq bisa putus?! ishh panny masih cinta juga tp tetep aja ngelak kasian tae jd depresi gtu ..😦 sica perhatian bngt si ..haha *jdiri plakk (digaplokyul) ..

  9. Annyeong,,,,,,
    Aku new reader,,,,,*bow
    Slam kenal author,,,FF Nya kren”,ma’f comentnya d sni saya bca marathon,,hheee
    *authorBuangMuka

    D sni ksian Tae nya,tega bnget Fany ninggalin gtu aja Tae dmi namja laen,,kkeke
    NEXT..

  10. Kenapa Taeyeon & Tiffany bisa pisah
    Dan waktu membacanya namanya Siwan selalu teringatnya sama Siwon
    hehehe ^.^
    Kasian Taeyeon ditinggalin sma Tiffany demi org lain

  11. Hallo thor.. New reader nih.. Hehehe

    Yahh… Fany pabo!! Tega bgt ninggalin taetae ku.. Liat noh.. Tae jadi sakit kan? Ishh.. Jinjja -.- #sabarr

  12. Yah Ppany! Mengapa kau meninggalkan Taeng? Taengnya jdi sakit deh..
    Tpi nanti YulSic akan menyatukan mereka kembali *hahaha* *bergaya ala powrangers*

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s