Love Never Say Sorry [2 shoot]

Ini FF judulnya terinspirasi dari drama Love Rain yg dibintangi olehh empok saya si yoong😀 wakakakak #digampar masa.
tapi ceritanya beda kok. Hehehe ^^ happy reading.

 

Ohh yaaa… My Love For You Perfectly masih belum isa update, soalnya kompi lagi soakkk… jadii,, sambil nunggu kompi bener lagi (lumayan lama sihh, gara2 harus ngumpulin duit buat benerinnya >.<) saya akan buat FF 1shoot and 2shoot dulu ^^

 

 

Love Never Say Sorry [2 shoot]

Genre : YURI, Romance

Cast : YulSic TaeNy

Other cast: Yoona, Sooyoung, Key, Jonghyun, all member SNSD, Nicole.

 

Shoot 1

Author POV

Hari2 yg dia lalui terasa sangat membosankan. Dia merasa jenuh dengan kehidupannya yg sekarang. Dia harus jauh dari orang tuanya, dia harus jauh dari teman2nya, dan dia juga harus jauh dari orang yg begitu berharaga dalam hidupnya. Dia selalu menyesal pada dirinya sendiri, perbuatan berdosa yg dia perbuat sendiri, mungkin sulit untuk dimaafkan oleh orang tua dan teman2nya, dan mungkin juga bagi kekasihnya. Pikirannya yg pendek menyebabkan dia terjerumus kedalam jurang kehidupan yg gelap. Dia harus mendekam dipenjara karena telah menggunakan barang haram yg sangat diharamkan di negaranya. Dan yg paling parahnya dia seorang gadis muda yg kehidupan kesehariannya adalah gadis yg baik hati, dan juga anak teladan di universitasnya.

“Yuri~ahh,, sudahlahh, kita jgn menyesal terus2an. Ini gara2 kita tak bisa menjaga hati. Lebih baik kita jalani saja dulu masa hukuman kita ini. Setelah keluar dari sini, kita berjanji tak akan mengulangi itu lagi.” Kata temannya yg bersama2 mendekam dibalik jeruji besi ini.

Yuri, Taeyeon, Yoona, Sooyoung adalah sekawanan gadis2 yg disegani di universitasnya. Tapi karena kejadiaan ini, mereka mungkin menjadi dibenci oleh teman2nya.

“hmm??” yuri hanya mendesah lemah.
“unnie, benar kata taeyeon unnie. lebih baik sekarang kita jgn terlalu banyak menyesal, kita rubah hidup kita setelah keluar dari sini. Jessica unnie juga pasti bisa memakluminya kokk.” Tambah yoona.

“apa yg membuatmu begitu yakin yoong?? Nyatanya hingga sekarang tak ada satu orangpun yg mengunjungi kita.” Jawab yuri sedikit membentak.

“itu mungkin karena yg lain masih belum percaya kalau ternyata kita melakukan hal yg bodoh seperti ini.” Tegas taeyeon.

“sudahhlahhh.. apa sihh yg kalian ini ributkan?? Dari hari kehari hanya menyesal saja. Lebih baik sekarang kita diam, menunggu hari2 terakhir didalam penjara bau ini!” sambung sooyoung.

Beruntung hukuman mereka tak begitu beraat. Hanya 8bulan mereka didalam penjara. Dan tinggal 2minggu 3hari lagi mereka bebas. Dan selama ini, belum ada anggota keluarg ataupun orang2 terdekat mereka yg mengunjungi mereka.

 

 

“taeng~ahh.. apa kau merindukan tiffany?” Tanya yuri. Yuri memang paling dekat dengan taeyeon dibandingkan dengan yoona dan sooyoung. Mungkin karena yoona yg masih 1thn dibawahnya dan juga sooyoung yg terlalu cuek.

“hmm?? Mungkin dia sudah bersama yg lain yul. Aku bisa maklumi itu. Aku memang tak pantas untuk bidadari seperti dia.” Kata taeyeon. Mata airnya mulai mengalir.

“taeng~ahh.. kenapa kau bilang seperti itu?? Dia kan sangat mencintaimu.” Jawab yuri.

“tapi aku sudah membuatnya kecewa dengan perbuatanku ini yuri~ahh! Apa kau yakin Jessica masih mencintaimu!? Haaa!?” bentak taeyeon tiba2, sambil mencengkeram kerah baju yuri. Suaranya itu membuat yoona dan sooyoung terbangun.

“heyyy! Apa2an kalian ini!?? Kau pikir ini jam brapa taeng!??” sooyoung memisah kedua sahabatnya itu.

Yuri POV

“heyyy! Apa2an kalian ini!?? Kau pikir ini jam brapa taeng!??” sooyoung membantuku melepaskan cengkeraman taeyeon yg sangat kencang hingga mencekik leherku.

Taeyeon langsung memalingkan wajahnya ke tembok. Kudengar isakan darinya.

“yuri~ahh! Baru kali ini aku melihat kalian bertengkar seperti ini.” Sooyoung berbisik ditelingaku.

“ini gara2 aku kok youngie~ahh.” Kataku meninggalkankan sooyoung dan menghampiri taeyeon. “unnie, ada apa dengan mereka??” kudengar dari kejauhan yoona berbisik kepada sooyoung.

“taeng~ahh, mianhee..” kataku dibalik punggu taeyeon. Dia tak memberi jawaban atas pertanyaanku. Sunyi. Aku berbalik badan, kulihat yoona dan sooyoung masih berdiri diam melihatku.

“taeng~ahh..”

“sudahlahhh lupakann! Kau tak bersalah. Mianhe tadi aku membentakmu.” Belum selesai aku bicara dia memotong pembicaraanku. Dia menjawab walaupun masih tetap membelakangiku, dan juga terdengar suaranya yg parau.

Aku merangkulnya “heyy! Aku tau kau merindukannya kan? “ kataku.

“jgn sok tau kau yul!” jawabnya datar.
“taeng~ahh.. kau tak bisa membohongiku dengan suara paraumu itu. Babo!” kataku.

“hmm?? Apa kau juga merindukannya yul??” dia balik bertanya kepadaku.
“taeng,, aku yakin Jessica masih mencintaiku, dan juga Tiffany masih mencintaimu. Percayalahh. “ aku masih tetap menghibur taeyeon yg sedang bersedih.
“yasudah taeng, sekarang kita tidur. Besok pagi2 kita harus membersihkan pekarangan.” Sambungku.
“nee.. mianhe yul, tadi aku terlalu kasar padamu.” Jawabnya.

“tak masalah kok taeng. Hehehe. Selamat malam taeng~ahh..”

………………………………………

Author POV

Universitas Jeonju… itu adalah universitas dimana yuri dan teman2nya belajar. Tak lain juga Jessica dan Tiffany juga. Mereka satu fakultas, sama2 di fakultas bahasa.

@Cafetarian.

Tiffany sedang sibuk dengan laptopnya. Dari tadi dia hanya terfokus pada laptopnya. Makanannya pun tak tersentuh.
“fany~ahh.. dimana Jessica??” Tanya seorang namja pada tiffany.
“aku juga belum melihatnya jong oppa. Mungkin dia sedang di lab bahasa.” Jawab tiffany datar, masih sibuk dengan laptopnya.

“ohh begitu. Yasudah. Sampaikan saja padanya. aku akan tunggu dia di warung depan. Kata jonghyun terburu2.

“neeee..” tiffany merespon.

Beberapa saat kemudiann, lagi2 seorang namja muncul dihadapannya. “hey tiffany. Apa kau sudah lama menungguku??” kata namja itu.

“sica~ahh. Cepatlah kewarung depan. Jong oppa sudah menunggumu disana. Tadi dia terlihat terburu2.” Jawab tiffany spontan.

“haa?? Hey2! Kau pikir suaraku ini suara perempuan apa??” Tanya namja itu.

“woooaaahhh! Hahahaha.. mianhe oppa. aku terlalu sibuk hari ini.” Jawab tiffany.

“masih dengan remidimu???”

“iya oppa. besok aku harus mengajukan angket. Jadi hari ini aku harus melembur.” Jawab tiffany. padangannya masih tetap tertuju pada laptopnya.

“hmmm.. yasudah kalau begitu… kau akan pulang dengan sica atau denganku??” Tanya key.

“emmhh… sepertinya aku akan menunggunya oppa. soalnya hari ini aku sudah janji untuk menemaninya di kontrakan. .

“ohh begitu. Yasudah, kalau begitu aku pamit. Aku harus latihan bersama teman2ku.” Kata key. Sebelum beranjak pergi, key mencium kening tiffany.

“hati2 oppa.” kata tiffany lembut…

Sepertinya tiffany memang sudah melupakan taeyeon sebagai kekasih lamanya. Diantara taeyeon dan tiffany memang belum ada kata putus. Key adalah seorang vocalis band. Digemari banyak gadis2 di kampus.

Jessica POV
“ahhhhh… ribet amat sihh ini.” Aku menggumam sendiri.. hari ini aku harus remidi ujian. Mana sekarang sudah 1jam berlalu,, hasilku juga belum maksimal, padahal tinggal 30menit lagi.

“Seandainya tiffany sekarang sedang bersamaku, pasti aku sudah selesaii dari tadi.” Aku terus menggumam.

Setelah 20menit berlalu, akhirnya selesai juga.

“bagus Jessica jung.. ini yg saya harapkan dari kemarin. Kenapa kau tak mengerjakan seperti ini kemarin??” Tanya dosen yg mengawasi.

“hahaha.. kemarin ada gangguan otak bu. Jadi aku harus remidi.” Jawabku.

Aku segera bergegas meninggalkan ruang dan berlari sekencang2nya menuju kantin. Pasti tiffany sudah meninggalku.

Aku celingak-celinguk didepan kantin. “ohhh!” aku melihat tiffany di bangku pojok. Bergegas aku menghampirinya.

“hey fany~ahh.. ayo kita pulang,, mataku tak sanggup menahan ngantuk.” Celetukku. Kulihat tiffany terus2an mengetik keyboard di laptopnya, dan tak menghiraukan omonganku.

“heyyyy miyoung~ahh! Ayoo pulangg!!!! Aku sudah ngantuuukkk!” kataku mengguncang2 tubuhnya.

“arrrggghhhh… iya2 ahhh..” katanya sedikit jengkel dan langsung menutup laptopnya. “ohhh yaaa.. jong oppa menunggumu di warung depan.” Sambung tiffany.

“woaaahh,, jinnjaaa??” jawabku kegirangan.

Tiffany hanya mengangguk. Kami berdua segera meninggalkan kampus..

“yahhh! Sica~ahh..” panggil seorang namja dari kejauhan sambil melambaikan tangannya..

Ternyata itu jong oppa. hehehe…

“oppaaaa.. apa kau sudah lama menungguku??” tanyaku.

“hahahaha.. tak masalahh.. ohh yaa, hari ini aku tak bisa menghantarmu pulang. Key sudah cerewet menungguku di studio, jadi aku harus kesana sekarang. Akan ku telfon kau nanti malam.” Kata jong oppa. sebelum dia pergi, dia menyempatkan menciumm keningku.

“bye sica, tiffany.” jong oppa berpamitan dan langsung memacu mobilnya. Jonghyun adalah kekasihku.. dia adalah seorang guitaris, bersama dengan key oppa pacar tiffany yg menjadi vocalis.

Aku dan tiffany melanjutkan jalan menuju kontrakankuu.. hari ini aku menyuruhnya untuk menemaniku. Karena adikku krystal pulang ke rumah selama beberapa hari.

“hoaaammmm…” aku menjatuhkan tubuhku diatas kasurku. Tiffany langsung dengan cepat membuka kembali laptopnya.

“emmmhhhh tiffany,, selama kau bersama key oppa, apa kau benar2 merasa nyaman??” tanyaku tiba2 kepada tiffany. dia memutar kursi putar di meja belajarku.

“maksudmuuuu??” Tanya nya dengan tatapan serius.

“taeyeon.” Jawabku singkat.

“kenapa dengannya??” jawabnya. Dan dia kembali menatap laptopnya.

“apa kau benar2 sudah melupakannya???” tanyaku. Aku bangkit berdiri.

“hmm???” dia mendesah ringan. Menyandarkan kepalanya diatas meja. Kutengok, ternyata dia sedang melihat album foto diHPnya saat bersama taeyeon dulu.
“fany~ahh,, akhir2 ini dia sering muncul dalam mimpiku. Apa artinya ya??” tanyaku, kembali kujatuhkan tubuhku keatas kasur.

“kenapa kau malah memimpikan taeyeon?? Kenapa tak yuri???” jawabnya polos.

“adduuuuhhhh.. kau inii.. dia yg aku maksud itu bukan taeng, melainkan yuri. Babo!” kataku

“ohhh.. hahaha.. entahlahh.. aku tak mengerti apa arti2 mimpi. Emmmhhh.. sepertinya dalam waktu 2 minggu ini mereka bebas kan??” kata tiffany sambil memandangi kalender.

“iyaaaa.. aku masih belum bisa memaafkan dia fany~ahh.”
tiffany hanya mengangguk. Wajahnya terlihat sedihh. Apa mungkin dia masih mencintai taeyeon. Dan sekarang, aku juga ikut mengingat2 dia. Yurii,, aku memang blm bisa memaafkan dia. Perbuatan bodoh yg dia lakukan itu membuatku sangat kecewa padanya. tapi disisi lain, perasaan cintaku padanya masih sangat kuat, ditambah lagi aku dan dia sampai sekarang belum putus. Tapi aku sudah beranjak ke hati yg lain.

“sica… apa kau benar mencintai jong oppa??” Tanya tiffany tiba2, membuyarkan lamunanku.

“haaa??? Apa maksud perkataanmu itu fany~ahh??”

“bagaimana dengan yuri?? Apa kau masih mencintainya???” timpal tiffany. aku hanya bias terdiam. Entah apa yg harus aku katakana padanya.
“sudah kudugaa.. aku harus mengatakannya. Selama aku bersama key oppa, aku merasa hatiku belum sepenuhnya mencintai key oppa. masih ada serpihan, bukan hanya serpihan, tapi sebagian hatiku masih bersama orang yg begitu aku cintai, ya, tak bisa kupungkiri kalau aku memang masih mencintainya walaupun sekarang dia adalah orang yg mengecewakan bagiku, dan juga bagi orang tua dan teman2 lain.” Jelas tiffany. jawaban tiffany itu membuatku termenung dalam2. Mungkin memang benar apa yg dikatakan olehnya. Menurutku memang hanya yuri yang mampu membuatku jatuh dalam cinta. Tapii,, saat ini dia benar2 membuatku kecewa, sangat kecewa.

“sudahlahhhh.. jangan dipikirkan lama2. Lebih baik sekarang kita tidur. Aku akan melembur nanti malam.” Tiffany menjatuhkan tubuhnya disampingku. Dan keadaan tiba2 sunyi. Kutengok tiffany, ternyata dia sudah tertidur pulas.

……………………………………..

Malam harinya.

“heyy sica! Banguunn! Sudah malam niii!” kurasakan tubuhku terguncang. Kubuka pelan mataku, dan kutemukan tiffany sudah berada di depan mataku. Aku meregangkan tubuhku, mencoba mengembalikan nyawaku.

“bangun dan cepat mandi, keburu dingin. Aku sudah memesan makanan, aku akan menunggumu.” Katanya.

Aku beranjak dari tempat tidur dan dengan sigap langsung menuju ke kamar mandi.

Beberapa saat kemudian…. Saat makan malam, rasanya ada yg mengganggu pikiranku. Aku tak tau apa. Tapi sejak tadi terbangun, pikiranku masih blank.

“hey sica. Kau kenapa sihh??? Sakit?” Tanya tiffany, dan membuyarkan lamunanku.

“aku membelikan makan bukan untuk kau mainkan, tapi untuk kau makan.” Sambungnya. Makanan di depanku hanya aku aduk2 saja dan belum sesendok pun masuk ke dalam mulutku.

“emmhhh??? Enggak kok. Aku hanya sedikit tak nafsu makan. Biaskah kau menyimpan makanan ini?? Akan kumakan nanti.” Kataku. Aku langsung meninggalkan tiffany menuju kamarku. Kembali kurebahkan tubuhku keatas kasur, kulihat jam sudah pukul 9 malam.

Kumasukan tanganku kebalik bantal, dan aku menemukan sesuatu disana.

“yuriii” kataku setelah melihat bingkai foto. Saat dimana aku dan yuri masih bersama dan saat2 yg bahagia bersamanya.

“itu fotomu dengannya saat di taman hiburan ya??” aku terkejut. Tiffany tiba2 ada dibelakangku.

“aku juga masih menyimpannya. Sica.. kau berniat akan mengunjunginya??” Tanya tiffany. pikiranku masih blank. Aku hanya bisa terdiam dan memandangi dalam2 foto yg ada di tanganku.

“aduuhhh.. aku bicara padamu berasa bicara dengan batu. Tanpa ada jawaban.” Omelnya. Kembali dia duduk di depan laptopnya.

“tiffany. apa yg harus aku lakukan saat yuri kembali??”

“kenapa kau malah bertanya padaku??? Jika aku balik, apa yg harus aku lakukan saat taeyeon kembali?” jawabnya.

“jadi??? Ahhhh… kenapa malah sekarang aku jadi terus2an memikirkan dia??” aku menggelengkan kepalaku.

………………………………………….

Author POV

2minggu kemudian, dan hari ini adalah hari kebebasan untuk Yuri dan teman2nya.

“sekarang apa yg akan kalian lakukan?? Apa kalian akan pulang ke rumah??” Tanya yuri pada teman2nya.

“kupikir memang lebih baik kita kembali ke rumah dulu, memohon maaf pada orang tua kita, dan setelah itu kita kembali ke kontrakan.” Jawab taeyeon.

“iyaaa.. lebih baiknya kita memang harus kembali ke orang tua kita dulu.” Tambah sooyoung.

“tapi unnie,, aku khawatir jika nanti saat aku sampai di rumah, appa dan umma tak akan mengaggapku, dan atau malah menerkamku dengan amarah.” Kata yoona.

“yoong,, sekecewanya apa mereka dengan dirimuuu,, dia tetap orang tua kita. Oleh karena itu, kita harus minta maaf.” Jelas taeyeon.

“yasudahhh.. yukk! Keburu hujan nii. Langit sudah mendung.” Kata yuri.

“bye semuaaa! Kita bertemu besok di kontrakan.” Tambah sooyoung.

“byeeee…”

Yuri dan taeyeon berjalan masuk kedalam taxi yg sama. Dan sooyoung dengan yoona. Karena rumah yuri dan taeyeon 1 komplek, berbeda dengan yoona dan sooyoung yg hanya searah.

Yuri POV
“taeng.. apa kau yakin mereka akan memaafkan kita??” tanyaku membuka pembicaraan.

“aku yakin pasti mereka akan memaafkanku yul. Pasti..” jawab taeyeon dengan yakin.

“dan satu lagi.. apa tiffany akan memaafkanmu??” aku menimpalinya pertanyaan lagi.

“hmmmm??” tanpa jawaban darinya.

“aku masih sangat khawatir pada sica. Akankah dia memaafkanku, dan juga akankah dia kembali kepelukanku??”

“hahahaha… aku mulai yakin kalau tiffany akan memaafkanku yul.” Jawabnya bangga.

“apa yg membuatmu seyakin ini??”

“tak adaa..” jawabnya datar.

“lalu?”
“hanya keyakinanku saja padanya. sudahlah yull.. aku tau Jessica, aku kenal Jessica, dia pemaaf.” Perkataan taeyeon itu belum sepenuhnya membuatku tenang. Aku ingin segera menemuinya.

 

“taeng.. aku duluann.. jangan lupa. Besok sudah saatnya kita kembali ke kontrakan.” Kataku pada taeyeon. Rumah taeyeon dan rumahku hanya terpaut 7 rumah.

“nee… fighting yull.. see you..” katanya sambil melambaikan tangan, tak enggan aku pun juga membalas lambaiannya..

“huuuuffffffff” aku menghembuskan nafas panjang sebelum membuka pintu rumahku.. tak pikir lama, aku langsung membukanya.

Suasana yg hening ketika appa dan ummaku menatapku tajam. Aku sudah siap untuk semuanya.

“aaa-aannyeong appaa, annyeeoong umma.” Kataku sambil tertunduk. Aku tak sanggup menatap mata mereka.

“kwonnn yuriii…” ucap ummaku. Terdengar suaranya yg terisak jelas. Aku mencoba menengadahkan kepalaku, mencoba menatap mereka berdua. .

“ne ummaa… “ kataku datar. Aku pun langsung berlari dan terjatuh tepat dibawah kaki umma dan appaku. Aku mulai memeluk kaki mereka, mulai dari umma, lalu ke appa, kembali ke umma, begitu seterusnya.

“appa,, umma,, mianhee. Aku mengecewakan kalian.. aku sangat minta maaf pada kalian. Kumohon kalian mau memaafkanku. Aku berjanji tak akan mengulangi perbuatan yg terlarang itu. Appaaaa.. ummaaa..” aku menangis sejadi-jadinya memohon maaf pada mereka.

“yuriii.. kami sama sekali tak pernah marah padamu. Tapi kami sangat kecewa pada awalnya. Kau tak bersalahh.. appa dan umma juga minta maaf padamu karena selama kau ditahan, kami berdua sama sekali tak menengokmu, itu bukan karena kami benci padamu, tapi itu karena kami tak tega melihatmu harus hidup seperti itu.. berjanjilah pada kami, kau tak akan melakukannya lagi. Kau tak ingin membuat keluargamu kecewa lagi kann???” jelas appaku. Aku bersyukur mereka mau memaafkankuu.. aku sangat bersyukur mempunyai orang tua sebaik mereka.

“ne appa, umma…. Aku tak mengulanginya lagi.” Kataku, langsung ku peluk mereka berdua. . aku takut jika mereka berdua terlalu banyak memikirkanku. Aku akan membahagiakan mereka.

……………………………………………

Jessica POV

“heyy sicaa.. kenapa kau dari tadi diamm?? Apa yg sedang kau pikirkan??”

“ahhh.. anniioo oppa. aku hanya sedang melamun menikmati alunan biola yg mereka mainkan.” Malam ini aku dan jong oppa berada di restaurant mewah. Ini adalah pertama kalinya aku dan jong oppa ngedate..

“ohh begituu.. jgn bilang kau ingin tidur ya!” ejek jong oppa.

Aku tertawa kecil saja. Padahal jong oppa bias tertawa lepas. Moodku mala mini sepertinya sedang tak ada. .

“emhh oppaa… setelah makan malam aku ingin langsung pulang saja. Tiffany menungguku di kontrakan, aku sudah berjanji akan membantunya menyelesaikan tgs remidi .” kataku. Sebenarnya memang begitu. Tapi aku tidak janji, karena ada date dengan jong oppa. mau gimana lagi karena moodku kali ini sedang jelak, lebih baik aku di rumah saja..

“ohhh begitu yaa?? Emmhhh.. yasudah, , akan kuantar pulang kau nanti. Hehehe” kata jong oppa sambil tersenyum kearahku.

“mianhe oppa, tak bisa menemanimu lama2..” kataku cemberut.

“tak apa2 sica~ahh… bersamamu sebentar saja aku sudah sangat bahagia kokk. Hehehe..” lagi2 dia tersenyum padaku. Aku tak menatapnya. Ada sedikit rasa enggan untuk membalas senyumannya.

 

“gomawooo oppaa.. sekali mianhe aku tak bisa menemanimu lebih lama lagi.” Kaataku. Aku mencoba tersenyum padanya.

“no problem sica. Masih banyak waktu kok. Hehehe” jawabnya “yasudahh.. aku duluan ya. Good night honey.” Lanjutnya.

“ne oppa.. hati2.” Jawabku. Kulihat mobilnya melaju meninggalkanku.

“hooaaammmmm..” aku langsung merebahkan tubuhku diatas kasur, dan tak kuperdulikan tiffany yg sibuk dengan laptopnya di tepi kasur.

“yahhh! Kau mau aku mati jantungan!????” omelnya.

“hari ini mereka bebas yaa??” celetukku.

“hmmm… iyaaa.. mungkin besok mereka sudah akan kuliah lagi. Tenanglahh sica~ahh.. kau tau, dari tadi tugaskuu tak selesai2 gara2 memikirkan itu juga.” Jelasnya.

“lalu kenapa kau malah menyuruhku tenang?? Kau nya saja sama sepertiku. Huh!” omelku.

Tiffany menjatuhkan tubuhnya tepat diatas perutku. “rasanya aku inginn menangis sica..” katanya. Dia menatapku dengan mata yg berkaca2.

“yahhh! Kau ini yg selalu menasehati, ehhh tapi malah nangis duluann! Yaa! tiffany~ahh.” Kataku mengguncang2 tubuhnya.

“mianhee sica~ahh.. tapi kali ini aku benar2 tak tau harus berbuat apa.” Katanya. Kudengar isakannya yg tak terdengar jelas. Dia menangis layaknya anak kecil yg ngebet ingin balon (wkwkwk xD)

“yahh! Tiffany~ahh.. kalau kau menangis, lalu apa yg harus aku lakukann???” aku terus mengomel di depannya.

“entahlahhh.. lebih baik sekarang kau juga ikut menangis saja sica.. kau juga tak tau apa yg harus kau lakukan kan???” celetuknya masih dalam isakan yg semakin jelas.

“huaaaaaa….” Aku berteriak..

Kami berdua menangis bersamaan dalam satu ruang (nggak kebayang deh kalau JeTi nangis barengan wkwkwk xD)

………………………………………….

Ke esokan harinya.

Yuri POV
“taeng~ahh.. hari ini kita kembali kuliahh.. apa yg akan terjadi hari inii??” kataku pada taeyeon yg masih setengah sadar.

“ehhmmmm.. hoaaammmm” kulihat tingkahnya yg anehh.

“yahhh! Taeyeon~ahhh!!!” aku mengguncang tubuhnya supaya tersadar.
“ehhmmm??? Why yull??” dia balik bertanya.

“aiiggoooo.. kau ini! Apa yg kau lakukan semalam?? Tidur jam brapa kau??”
“ohhh.. tadi malam sebenarnya aku ingin tidur lebih awal, tapi appa dan ummaku menyuruhku menemani mereka nonton drama hingga pukul 2 dini hari.”
“woaahhh!?? Jjiiinnjaa??”
dia hanya menganggukan kepalanya.

Tak terasa kami berdua sudah sampai di depan gerbang universitas jeonjuu. Aku sedikit ragu untuk melangkahkan kakiku masuk.

“yuriii~ahhh,, Taeyeon~ahh.” Teriak seseorang dari kejauhann di belakang kami.

Ternyata itu sooyoung dan yoona. “ahhhh! Youngie, Yoong!” kataku sambil melambaikan tangan.

“bagaimanaa??” Tanya sooyoung pada kami berdua.

“apanya?” jawab taeyeon singkat.
“orang tua kaliannn. Apa mereka memaafkan kalian?”
“pastinya donk.. tak mungkin mereka tak memaafkanku.” Jawabku bangga.

“unnie, aku juga begitu.. hehehe..” sambung yoona.

“hahaha.. yasudahh, masuk yukk.” Kata sooyoung.

“emmhh.. apa kau yakin ingin masuk??” tanyaku.

“lalu mau apa kita di depan gerbang seperti ini?? Yukk ahhh!” sooyoung mengait tanganku menarikku masuk melewati gerbang kampus.

 

“ehhh… bukanya merekaa..”

“iyaaaa.. mereka kann….”
“tak menyangka mereka kembali….”

Orang2 disekitar kami bercibir tentang kami berempat. Seperti melihat orang asing saja.

“biarkan saja yull.. lama2 juga akan kembali seperti biasa lagi kokk.” Kata sooyoung.

Orang2 melihat kearah kami saat kami berjalan di depan mereka.

“okee.. sampai bertemu lagi teman2..” kata sooyoung. Kami berbeda fakultas. Sooyoung di fakultas teather, yoona di fakultas bahasa bersama dengan taeyeon. Dan aku di fakultas kedokteran.

Author POV

“unnie, kau siap untuk masuk?” Tanya yoona pada taeyeon yg sangat gugup.

“emhh.. aku tak yakin akan baik2 saja. Kita satu fakultas dengan tiffany. apa yg akan aku lakukan jika melihatnyaa???” keluh taeyeon.

“unnie, ayolahhh.. semua akan baik2 saja. Aku yakin.” Kata yoona meyakinkan taeyeon.

Yoona mulai membuka pintu perlahan. Belum ada dosen di dalam. Kelas masih dalam keadaan sangat ribut.

Mereka berdua mulai memasuki kelas, dan tiba2 suasana ruangan sepi, sunyi, senyap. Semua mata tertuju pada mereka berdua.

Yoona dan taeyeon menundukan badan, memberi salam sopan pada mereka semua. Seisi kelas masih memandangi mereka berdua. Terlihat tiffany dan Jessica tertunduk diam.

Taeyeon melangkahkan kakinya menuju tempat kosong yg ada di paling belakang, yoona mengikuti dibelakangnya. 1,2,3 dan dia berhenti sejenak saat sampai pada meja ke empat. Tertunduk lemah, hanya itu yg bisa dia lakukan saat ini.

Tiffany POV

Seisi ruangan tiba2 senyap tanpa ada suara. Sesosok gadis bertubuh mungil, manis, dan tak asing bagiku. Dia kembali.. dia menatap mataku, tapi aku hanya bisa mengalihkannya.

“ffff-fany~ahhh..” kata Jessica tergagap. Aku tak ingin menjawabnya. Aku hanya bias tertunduk lemas.

Dia berjalan menuju kearahku. 1,2,3 meja dia lalui. Tapi dia berhenti tiba2 di meja nomer 4, ya meja itu adalah dimana aku sekarang berada.aku masih belum bisa menatapnya. Kim taeyeon….

“tiffany..” erang Jessica.

“why sica??” kataku lemas.

“diaaaa?? Taeyeon”

“why? Aku tau dia taeyeon. Lalu?” aku masih menyembunyikan rasa perih dihatiku. Aku berlagak kuat di depan Jessica.

Jessica tak menjawab. Dia memalingkan pandangannya dariku. Dan dia tiba2 saja terdiam.

………………………………..

Mata kuliah hari ini selesai. Seisi kelas sudah meninggalkan bangkunya. Hanya tinggal aku, Jessica, dan dua orang dibelakang. Tak lain salah satunya adalah taeyeon. Aku tak memperdulikan itu. Aku beranjak dari tempat dudukku, dan berjalan keluar.

“tiffany..” seseorang memanggilku. Suaranya yg lembut menyentuh hatiku. Aku berhenti seketika. Tapi aku tak menoleh kearahnya.

“tunggu…” katanya. Aku tetap tak memalingkan wajahku untuk memandangnya.

Sekarang dia tepat berada dibelakangku. “tiffany… apa kau benar2 marah padaku? Apa kau benar2 kecewa padaku??dan apakah kau sekarang benar2 membenciku? Sampai2 aku memanggilmu, dan kau sama sekali tak mau memandangku??” katanya. Aku masih termenung. Aku masih tak bisa menatapnya. Hatiku masih terasa perih.

“aku bisa pahami itu. Mianhe tiffany. aku.. akuu tak tau harus berbuat apa supaya kau memaafkanku. Aku hanya bisa meminta maaf padamu.” Terdengar jelas isak tangis dari suaranya.

Aku membalikan badanku, kutatap dia. Wajahnya penuh dengan air mata.

“taeng,,” kataku.. belum selesai aku berbicara. “fany~ahhh..” seseorang dari luar kelas memanggilku. Dan ternyata key oppa.

Kulihat taeyeon begitu terkejut. Dia memalingkan padangannya, dia membelakangiku.

“tiffany,, ayoo.. aku sudah memesan tempat untuk kita berdua makan.” Kata key oppa menghampiriku, dia menarik tangannku. Kulihat taeyeon jatuh tersujud dilantai. Ingin rasanya aku menghampirinya. Tapi, tapi aku tak bisa melakukan itu…

…………………………………………….

Yuri POV

Aku sudah bisa menyesuaikan diriku di kelas tadi. Teman2 sudah bisa menerimaku kembali. Rasanya senang jika tak ada yg menbenciku sekarang.

“yulll!!” teriak seseorang di belakangku.

“ahhhh.. youngie!” ternyata itu sooyoung. Dia berlari ke arahku. “makan yukk. Lapar nihh..” katanya.
“mana taeyeon dan yoona?” tanyaku.

“entahlahhh.. mungkin masih di kelas. Yukk ahh,, makan duluan. Aku sudah sangat lapar..” eluh sooyoung. Ya.. dia memang perut karet.

“oke2.” Jawabku.

Beberapa menit kami berada di kantin. “ahhh.. yoong. Here!” teriakku pada yoona yg tampak di depan gang menuju kantin.

“dari mana saja kau??” tanyaku.. “aku dari kelas unnie.” jawabnya sedikit gelisah..
“dimana taeyeon?” sambung sooyoung.

“emmhhh.. sepertinya nanti malam kita tak akan bisa melihat senyumannya.” Kata yuri.

“haaa?? Why!??” kataku dan sooyoung bersamaan.

“masalah dengan tiffany unnie. mungkin sekarang dia sedang menyendiri di taman. Aku tak tega melihatnya tadi. Apa yg harus kita lakukan unnie??” jelas yoona.

Tiffany?? ada apa dengan tiffany?? ohh yaa! Aku belum bertemu dengan Jessica…

“ohh ya yoong, apa kau melihat Jessica.” Tanyaku pada yoona.

“emhh? Tadi saat aku bersama taeng unnie, dia pergi bersama tiffany unnie.” jawabnya.

“ohh begitu ya? Emmhhh. Youngie~ahh. Kau sudah selesai dengan makanmu kan?? Pulang yuk!”
“ lalu bagaimana dengan taeyeon??” jawabnya.

“ohh iyaaa.. dimana dia sekarang?”

“akan kucoba telfon dia unnie.” kata yoona.

“gimana yoong??” tanyaku setelah beberapa saat yoona meletakkan hpnya di meja.

“tak ada jawaban darinya.” Keluh yoona.

“yasudahhh.. kita pulang duluan saja. Mungkin dia sedang melepas penatnya. Kita tunggu saja di rumah.” Kataku.

“yasudahh.. yukk ahh. Perutku kenyang, saatnya tidur.” Celetuk sooyoung.
………………………………………

Tiffany POV

“sica~ahh.. apa dia baik2 saja??” tanyaku pada Jessica.

“hmm??? Maksudmuu?” Jessica terduduk dari tidurnya.

“taeyeon..” aku memalingkan wajahku. Tak ingin air mataku dilihat oleh Jessica.

“tiffanyyy… “

Bodohnya aku kalau aku harus bercerita dan bertanya pada Jessica. Kita berdua masih dalam keadaan yg sama. Tapi sekarang aku lebih dari dia. Dia belum bertemu dengan yuri. Dan akuu, tadiii,, arrrgggggghhhh!

“sica~ahh.. aku keluar sebentar yaa.. aku ingin menenangkan pikiranku.” Aku beranjak dari tidurku, kuraih mantleku, dan bergegas pergi.

 

Malam ini dingin sekali… kulipatkan kedua tanganku tepat didadaku. Hembusan angin meniup rambutku, jalanan yg sepi. Hanya mobil yg berlalu – lalang, tak ada orang selain aku yg berjalan kaki. Aku menuju ke taman.

^TBC^

 

langsung aku sambung hari ini juga yaaa :)) kekekeke

9 thoughts on “Love Never Say Sorry [2 shoot]

  1. Gara2 pake barang haram n kyknya kebodohan mereka jadi masuk penjara..aaaaa
    jeti jadi ma jongkey tapi hanya setengah hati kyknya..fany bimbang dengan perasaanya..

  2. wah disini yoonyultaesoo jd nappeun yeoja ya thor ..?
    Bagus2, aku kasian ama tae yg tau kalo fanny udh punya yg laen ,, gimana klo yu juga tau ?? Makin runyem ..
    Haha gaje banget.. Fighting

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s