Tiffany Is My Mine part 9 (last part)

mianheee updatenya lama bangett… soalnya lagi dalam kondisi ujian nihh😦 hiks…hiks… jadi merasa bersalah sama reader yg nungguin (pede mode on)
okee dehhh… setelah FF ini, saya akan mencoba membuat FF YulSic,, jadiii,, yg baca comment ya! biar aku lebih semangat bikinnya..

happy reading ((: ^^ :))

Taeyeon POV

“taeyeon! Apa kau tak bisa mengenali suarakuu!???” Tanya gadis itu sambil memegang tanganku.

Siapaa diaa?? Siapa gadis inii!????? Aku bertanya2 dalam hati.. apa mungkinn dia amber!??? Tapi jika amber, tak mungkin! Apa mungkinnn?? Ahhh.. tak mungkin jika diaa ada disinii.. khan dia tak tau kalau aku masuk rumah sakit. Gumamku dalam hati..

“siapaaa kau??” Tanyaku lemah pada gadis itu. dia masih menggenggam tanganku.

“Taeng, kau sungguh tak bisa mengenaliku lewat suaraku ini yaa???” katanya. Aku semakin bingung dengan keadaan yg hening ini. Kenapa tak ada satupun teman2ku yang memberitahuku??

“bee…beenarkahh kauu??” Tanya seseoang, dan aku tau kalau itu suara Jessica.

“iya sicaa, teman2, ini akuuu.. krystal.” Jawabannya sungguh membuatku terkejut tak mengira. Kenapa dia bisa tau kalau aku disini??
aku terus bertanya2 dalam hati.

Normal POV

“bee… benarkah kauu??” Tanya Jessica pada gadis itu.

“iya sicaa, teman2, ini akuu.. Krystal.” Jawaban itu sangat membuat terkejut semua orang yg ada di ruangan itu.

“kenapa kau seperni ini krys???” Tanya hyoyeon.

“hahaha… aku sudah lama mengidap penyakit jantung, dulu khan aku sering sekali pinsan tiba2. Dan prediksi dokter, penyakitku ini sudah tak mungkin untuk disembuhkan. Dan karena penyakit ini juga, aku jadi seperti ini. Hanya bisa duduk di kursi roda, sekarang sepertinya aku hanya akan menunggu waktu saja.” Jelas krystal, dan membuat teman2nya berlari untuk memeluknya.

“kau kemana saja krys, sejak saat itu kau tak pernah muncul lagi bersama kami. padahal aku sudah menganggapmu seperti adikku sendiri.” Kata Jessica disertai tangisannya.

“yaa krys! Kenapa kau baru muncul sekarang!? Dan ditambah dengan keadaanmu yg seperti ini! Aku sangat sedih melihatmu seperti ini!” tambah sunny.

Ya memang benar, krystal adalah gadis yg paling memiliki sifat baik diantara mereka setelah taeyeon. Jessica, dan taeyeon sangat menyayanginya, sampai2 mereka berdua mengagap dia seperti adiknya, ya itu karena krystal yg paling muda diantara mereka. Jessica begitu terpukul melihat keadaannya yg seperti ini.

“teman2, mianheee,, aku berpikir kalau aku yg mengkhianati orang yg sangat baik padak, yg sering sekali merawatku seperti seorang kakak ini tak pantas untuk bersahabat dengan orang2 sebaik kaliannn.” Kata krystal. Dan kata2 itu membuat orang yg dimaksud oleh krystal menangis.

“hey, krys! Kau bodohhh! Bahkann aku sama sekali tak menyalahkanmu. Dulu sama sekali tak ada benci yg kupendam untukmu, itu karena kau adikku. Kau memang bodoh!” kata taeyeon.

“aku sangat menyesal meninggalkan kalian. Mungkin aku tak bisa lagi bersama kalian kalau taeyeon sudah sembuhh nanti..” katanya, dan secara tiba2 dia terjatuh tersungkur, entah apa penyebabnya,.

“krysrtalll!!!!! Ddooookkkteeerrrr!!!!” teriak semua orang yg ada diruangan itu, karena terkejut melihat krystal yg secara tiba2 terjatuh.

Dokter dan suster langsung datang dan langsung menggotong krystal untuk diperiksa.

Jessica, yuri, sunny, sooyoung, dan hyoyeon, yoona, dan seohyun pun langsung bergegas mengikuti krystal yg digotong.

Taeyeon POV

“ahhhh.. krystal.” Kataku pelan. Aku hanya bisa terduduk diam melihat krystal yg tiba2 jatuh pinsan. Aku inginn sekali mengikuti merekaa.. tapi apa daya dgn keadaanku yg sekarang. Gumamku dalam hati, air mataku pun mengalir.

“taeng,, kau tak apakann??? Kau inginn kesana??” kata tiffany. Ku kira dia juga ikut pergi kesana.

“fany~ahh… aku ingin sekali kesanaa…” sesalku.

Tiba2 tangan halusnya merangkulku, seperti hendak membantuku untuk berjalan.
“kubantuu taeng. aku akan menjadi mata untukmu.” Kata tiffany.

“tiffany.. kubantu.” Suara Nicole. Dia pun juga ikut membantuku berjalan.

Aku merasa anginnn dingin berhembus disekujur tubuhku, dan sedikit menggigil.

“taeng, kau tak apa kann??” kata tiffany.

“ahhh.. tak apa fany~ahh.. aku hanya sedikit kedinginan.” Jawabkuu.

Dan saat itu juga, dia menyelimutiku dengan jaketnyaa.. tiffany memang yg paling mengerti aku. Gumamku dalam hati.

“thanks fany~ahh…” kataku.

“tak harus berterima kasih seperti itu taeng.” jawab tiffany.

Beberapa saat kemudiaann.. kami pun sampai dimana teman2ku sedang berkumpul menunggu analisa dokter terhadap krystal.

“kasiannn krystal.. dia harus menjalani cobaan seberat ini.” Kata Jessica, isaknya terdengar jelas.

Beberapa saat kemudiannn dokter keluar dari ruangan krystal.

“bagaimanaa dokk keadaan nyaa??” kata hyoyeon.

“semakinn lemah.. detaknya semakin melemah.. dia perlu banyak sekali oxygen. Dan kami pihak RS sangat khawatir dengan keadaannya yg tak kunjung membaik. Kesempatan hidupnya semakin kecil. Dia masih bisa sadar, tapi itu belum membuktikan bahawa dia akan bisa lanjut hidup. Hanya takdir yg menentukan untuknya.” Kata2 dokter itu sangat membuat akuu semakinn sedihh.. yaa.. krystal memang seperti adikku sendiri. Aku sangat sayang padanya, walaupun tak seperti aku menyayangi seohyun. Tapi bagaimana pun juga dia adalahhh salah satu keluarga kami. gumamku dalam hati.

“dokterr…. Selamatkann teman kamiiii… kami sungguh masih inginnn bersamanya.” Kata Jessica yg begitu histeris mendengar perkataan dokter tadi. memang yg paling menyayangi krystal adalah Jessica dan akuu.

Aku hanya bisa terdiam dan menangis saat memasuki ruangannya sambil menggenggam tangan krystal yg begitu dingin ini. Kudengar tangisan histeris dari teman2 semua. Aku sangat ingin melihat wajah krystal. Badanku terasa hangat,, sangat hangat,. Kurasakan seorang dengan pelukan sangat hangat. Aku yakin dia tiffany yg begitu khawatir kalau keadaanku drop lagi.

Normal POV

“krys, sadarlahh.. kau harus sadar! kami sungguh mengharapkanmuu bersama kami lagi. Kumohonnn…” kata Jessica yg begitu sedih dengan keadaan krystal.

“biarkan dia istirahat dulu sicaa.. aku yakinn,, dia akan sadar. krystal sangat kuat kok..” hibur yuri.

“lebihh baik kita tinggalkan dia dulu. Kita berdoa saja demi kebaikannya. Pasti dia akan sadar. kita juga harus pulang kan. Besok kita kesini lagi untuk mengunjungi taeng dan krystal.” Ungkap hyoyeon.

Setelah itu, mereka pun kembali keruangan taeyeon, untuk mengantar taeyeon. Dan setelah itu bersama2 pulang kecuali tiffany yg selalu menunggu taeyeon.

Taeyeon POV

“aku sangat sedih dengan keadaan krystal, walaupun sekarang keadaanku juga seperti ini. Dia adalah gadis yg ceria dan baik hati, tapi kenapa dia sekarang harus menderita seperti itu??” kataku sedih.

“taeng~ahh… walaupun aku belum mengenal jauh krystal, aku juga merasa begitu. Tapi kita sebagai teman hanya bisa berdoa. Sekarang, kau juga harus istirahat taeng. staminamu masih sangat rendah.” Kata tiffany.

“fany~ahh.. terima kasih sudah mau menemaniku, masih mau bersamaku walau sekarang aku cacat.” Kataku sambil tertunduk sedih. Perasaanku campur aduk karena merasa bersalah kepada tiffany dan karena keadaan krystal yang mengkhawatirkan.
“sstttssss!!! Kau tak usah bicara seperti itu. aku akan selalu ada untukmu sekarang. Kau tak akan kesepian taeng, karena aku selalu disampingmu untuk merawatmu.” Kata tiffany.

“fany~ahh. Aku tak tau harus berkata apa untuk berterimakasih padamu. Aku sangat mencintaimuu….” Kataku sambil memegang kedua pipinya.

“hey2! Sudahlahh.. cintamu padaku sudah sangat cukup kokk.. hehehe”
“peluk akuu fany~ahh..” kataku manja.

………………………………

Kesokan harinya.

Normal POV

Pagi hari ini, teman2 taeyeon sudah datang menjenguknya.

“pagi taeng, pagi fany!” kata mereka bersamaan.

“lohh! Kalian kok sudah sampai sini??? Nggak ada kerjaan emang??” kata taeyeon yg terkejut.

“hahaha. Hari ini adalah hari khusus taeyeon. Jadi kami sengaja datang kesini, dan akan berada disini seharian. Hehehe” kata sunny.

“ohh yaa! Bagaimana keadaan krystal yaa!?? Aku ingin menengoknya.” Kata Jessica cepat.

“iyaa.. langsung ke ruangannya saja deh mending.” Kata sooyoung.

Setelah itu mereka membantu taeyeon untuk duduk di kursi rodanya, dan langsung menuju ke ruangan krystal.

Setelah sampai di depan ruangan krystal, Jessica mendahului untuk membuka pintu ruangan itu.

“ahhhh! Teman2..” kata krystal dengan wajah yg begitu pucat.

“krrryyyysssstaaalll…. Jessica pun langsung berlari untuk memeluk krystal.
“kauu sangat mengkhawatirkan kuu tau!!!!” kata Jessica dengan tangisan gembira.

“yaaahhh! Kau memang sangat membuat kami bingung krys!” tambah sooyoung.

“mianhe teman2 karena sudah membuat kalian khawatir. Ohh yaa.. bagaimana keadaanmu taeng? apa kau sudah lebih fit??” kata krystal.

“aku selalu fit krys! Dan aku senang bisa tau kalau kau sudah sadar.. aku sangat khawatir padamu.” Jawab taeyeon.

“hahaha. Taeng, kau bisa saja. Tadi pagi aku sempat mampir keruanganmu. Karena kupikir kau sudah bangun. Ehh ternyata masih tertidur, aku iri melihatmu yg bisa tertidur dengan ditemani oleh tiffany unnie.” Kata krystal.

“yahhh! Kenapa kau memanggilnya unnie, padahal tiffany dan kami kan umurnya sama. Tapi kenapa kami tidak kau panggil unnie!?!?” potong yuri karena irii tiffany dipanggil unnie, secara umur krystal lebih muda diantara teman2nya, dia seumuran dengan seohyun dan yoona, hanya tingkatnya saja yg setera dengan kami.

“hahahaha… itu karena aku belum begitu dekat dengan tiffany unnie. Dulu pertama kali aku bertemu kalian, aku juga memanggil kalian unnie kan?? Yasudahhh,, brarti sama saja donk.” Jawab krystal.

“hahahaha… krystal, panggil saja aku seperti kamu memanggil yg lainnyaa. Aku tak ingin mereka menjadi ANTIS TIFFANY. Hahahaha” canda tiffany dan membuat semuanya tertawa.

Tiffany POV

“hahahaha… krystal, panggil saja aku seperti kamu memanggil yg lainnyaa. Aku tak ingin mereka menjadi ANTIS TIFFANY. Hahahaha” candaku dan membuat semua tertawa.

Aku merasa aneh dengan krystal, dia begitu gembira, tapi ekspresi wajahnya seperti dia sedang ketakutan dan sedih. dan saat tadi, waktu Jessica masuk duluan, wajahnya tampak sedih sekali, tapi setelah aku dan taeng masuk, dia tersenyum melihat taeng. apa yg sebenarnya terjadi padanya??
“teman2, aku minta maaf pada kalian kalau dulu aku banyask sekali kesalahan pada kalian, dan aku sangat merepotkan kalian.” Kata krystal tiba2. Dan membuatku berpikir2, apa sebenarnya yg terjadi padanya?? Apa dia benar2 akan.. ahhhh!!!! Aku tak ingin berpikiran buruk. Gumamku dalam hati.

“heyy! Apa maksud perkataanmuu itu krys!!!???” Tanya Jessica bingung.

“ahhh… lupakaann.. ohh yaa,, aku inginn istarahat duluu, tadi kata dokter aku harus banyak istirahat supaya kesehatanku pulih.. hehehe” katanya mengalihkan pembicaraannya. Aku benar2 merasa, dia benar2 ketakutan. Apa sebenarnya yg terjadi padanya yaa??? Aku terus bertanya2 dalam hati.

“ohhh begituu… yasudahhh. Kau memang harus beristirahat supaya kau cepat sembuhh.. hehehe.. kami pamit dulu ya krys. Nanti malam kami akan kemari lagi untuk menengokmu..” kata hyoyeon.

Aku dan teman2 pun langsung meninggalkan ruangan krystal, dan kembali ke ruangan taeyeon.

“ohh yaa.. aku inginnn jalan2 ke tamann dulu boleh!??” kata taeyeon tiba2.

“ahhh,,, diluar sangat dingin taeng. kau bisa menggigil ntar.” Kata yuri.

“aku hanya ingin menghirup udara segar di luar. Lagian beberapa hari ini aku sama sekali tak menghirup udara segar di luar.” Katanya.

“diluar suhunya sangat rendah kakk. Kau bisa kedinginan.” Tambah seohyun.
“tak apa kok hyun~ahh.. walaupun sakit, aku tahan dingin kok.. hehehe. Tiffany, antar aku pliss..” kata taeyeon. Aku pun langsung meresponnya.

“ahh.. kalau memang itu yg kau inginkan yasudah..” jawabku, dan langsung membawa taeyeon keluar.

Teman2ku yg lain menunggu di kamar taeyeon.

@taman Rumah Sakit

“fany~ahh,, kau ingat kata2 krystal tadi tidak?? Aku merasa sepertinya dia akan pergi jauh saja.” Kata taeyeon. Ternyata taeyeon juga menyadari hal itu..

“iya taeng. aku pun juga berpikiran seperti itu. dia sangat gembira, tapi wajahnya begitu sedih dan ketakutan.” Jawabku.

“sayang aku tak bisa melihatnya. Apa prediksi dokter kemaren itu memang benar??” kata taeyeon. Akupun berusaha mengingat-ingat apa yg dikatakan dokter kemarin saat krystal down.

“ahhh taengg. Lebih baik kita berdoa untuknya.” Saat aku berbicara seperti itu, kulihat taeyeon, ternyata dia melipat tangannya membentuk posisi saat sedang berdoa, dan memejamkan matanya. Aku pun mengikutinyaa.

Beberapa saat kemudian

“fany~ahh,, sepertinya mulai dinginn.. kembali saja yukk.” Ajaknya.

“yasudah taeng. sekarang kan waktunya kau makan siang.” Aku pun langsung mendorong kursi roda yg diduduki oleh taeyeon ini menuju ke kamarnya.

@Ruangan Taeyeon.

Normal POV
“ahhh! kau sudah kembali taeng. suster sudah menyiapkan makanan untukmuu ni.. yuk segera dimakan.” Sambut Jessica.

“iyaa teman2. Tapi kalian juga makan ya!” jawab taeyeon.

“siaapppp dehh yaa.. hehehe…” jawab mereka serentak.

Mereka pun makan bersama dengan senang..

Di tempat lain..

Krystal POV

“huff.. dok, dadaku mulai terasa perih sekarang.” Keluh ku kepada dokter yg merawatku.

“ne.. krystal. Jantungmu memang sangat lemah, maafkan saya, karena saya tak bisa maksimal untuk menyembuhkan penyakitmu inii..” jawab dokter.

“ahhh.. bukan salah anda dok. Ini memang sudah takdir dari tuhan untukku. Mungkinn tuhan menyuruhku untuk menemani adikku disurga.” Jawabku. Tak terasa aku pun meneteskan air mataku. Penyakit yg kuderita ini sama seperti penyakit yg telah merenggut nyawa hara adikku.

“yasudahh.. lebih baik kau banyak istirahat saja. Aku akan merekomendasi permintaanmu tadi.” kata dokter dan lagsung keluar meninggalkan ruanganku.

Aku pun turun dari kasurku, dan mencoba untuk memandang bentangan alam luas lewat jendela. Udaranya begitu segar. Aku sangat sedih jika harus meninggalkan dunia inii. Aku masih ingin disini, aku masih ingin bermain bersama mereka, sahabat dan teman2ku. Tapi apa yg harus dikata jika tuhan sudah berkehendak. Gumamku dalam hati. Setelah puas melihat pemandangan aku pun menuju ke meja, untuk menuliskan diary ku.

Setelah kutulis semua yg kurasakan hari inii, aku pun menuju ke kasurku kembali untuk mengistirahatkan tubuhku.

In Dream

“yahhhh!!! Soyooung~ahh! Sakit taukk!” bentakku kepada sooyoung, karena dia menginjak kaki saat kami semua sedang bermain petak umpet.

“hahahaha… heyy sooyoung! Awas jika kaki adikku ini sampai terluka. Kupotong jatah makanmu di kantin.” Canda taeyeon.

“yahhh! Jika sampai kau potong jatah makan peliharaan kesayanganku ini, akan kubakar kau!” tariak sunny.

“kau tak akan mampu menandingi trio goddess yg sangat kuat ini sunny~ahh!” canda Jessica. Hari setelah pulang sekolah adalah hari dimana aku dan teman2 bermainn.. mereka semua begitu bersahabat, dan aku sangat beruntung memeliki teman seperti mereka. Sooyoung, Sunny, Hyoyeon, Yuri, Seohyun, Yoona, dan juga Taeyeon dan Jessica yg sudah aku anggap seperti kakak special untukku. Walaupun berbeda sekolah, tapi kami tetap bisa bermain bersama. Beruntung sekali ak bisa bertemu dengan mereka.

“krystal,, kau tak apa2 kann???” kata taeyeon padaku. Sepertinya aku kembali pinsan saat tadi aku kecapekan jalan.

“ahh taeng.. kenapa sekarang aku bisa berada di rumah??” Tanya ku bingung.

“hahahaha.. tadi aku menggendongmu krys. Mana tega aku harus membiarkanmu tergeletak di pinggir jalan begitu.” Jawab taeyeon.

Aku sangat tak menyangka dia sebaik itu. aku hanya bisa terkagum dengan sifatnya yg seperti malaikat.

……………………………………

Kubuka mataku perlahan, dan kutengok kearah jendela, ternyata sudah menjelang malam.

Kuregangkan tubuhku, sesaat kepalaku terasa pusing..

Aku inginn sekali bertemu dengan taeyeon dan teman2. Karena jika kutunda, aku akan menyesal jika tak bisa melihat mereka untuk selamanya. Gumamku dalam hati.

Aku pun duduk di kursi rodaku, dan kujalankan sendiri menuju ke kamar taeyeon. Hari2 terakhirku, aku ingin menghabiskan waktu bersama mereka. Jika memang tuhan masih berkehendak memberikan aku hidup yg lebih panjang, aku akan tetap melakukannya untuk dia yg begitu baik dalam hidupku.

Bagaikan bidadari yg selalu menolongku.

Kudorong kursi rodaku inii terus menuju ke kamar taeyeon. Tiba2, dadaku terasa sangat perih. Rasanya seperti akan berhenti.. aku bersuaha untuk menahan perih ini, tapi kenapa semakin kutahan, rasanya semakin menjadi2.

“aaaaaaarrrrrrrrrrgggggggggggghhhhhhhhhh” aku berteriakk sangat kencang, dan aku terjatuh di lantai.

@Kamar Taeyeon

Normal POV

“taeng, kau kenapa???” kata tiffany yg melihat ekspresi wajah taeyeon.

“aku merasa mendengar seseorang sedang mengerang.” Jawab taeyeon. Dia merasa seperti ada seorang gadis yg mengerang.

“ahhh taeng~ahh! Mana ada hantu jam segini. Biasanya hantu keluar jam 12malam keatas. Ini kan masih jam 8.” Sahut hyoyeon.
“heyyy! Aku serius hyo.. bukan hantu!” jawab taeyeon

“iyaa.. tadi aku juga mendengarnya kokk.” Tambah Jessica.

“yasudahhh.. lebih baik lupakan saja.. kita ke ruangan krystal yukk.. kita kan tadi sudah janji akan kesana mala mini.” Potong yoona.

“ohh iyaa.. yukk! Aku ingin bertemu dengannya juga nihh..” celetuk Jessica.

Mereka pun bergegas untuk pergi ke ruangan krystal, untuk mengunjungi dan menghiburnya.

Setelah sampai, ketika membuka pintu, mereka terkejut dengan keadaan ruangan krystal yg kosong, dan hanya ada seorang suster.
“suster, kemana krystal??? Kok dia tak ada??” kata Jessica.

“ohh! Kalian siapa nya krystal yaa???” jawab suster itu.

“kami teman2nya sus, bisa dibilang kami itu keluarganya krystal. Dimana krystal??” jawab yuri.

“sekarang hidupnya terancam, dia mengalami penyusutan paru2, dan penyakit jantung nya semakin menjadi-jadi. Sekarang dia sedang dioprasi untuk mengotopsi kerja jantungnya.” Kata suster itu dan membuat semuanya berhambur keluar menuju ke ruang operasi.

Wajah mereka sangat sedihh, terutama Jessica dan taeyeon yg mendengar kabar yg begitu menyedihkan.

mereka pun segera menuju ke depan ruang operasi untuk menununggu.. suasanya yg hening,, mereka semua memohon kepada tuhan, supaya krystal masih diberi kesempatan hidup lagi..

mereka masih terus mununggu, menunggu, dan menunggu.. yoona dan seohyun mulai tertidur, wajah mereka sayub2 karena kesedihan.

Beberapa saat kemudian, seorang laki2 dengan outfit serba hijau keluar dari ruang operasi.

Mereka pun langsung menuju ke dokter tersebut..

“dokkk!!! Bagaimana dengan krystal dokk?!??” Tanya Jessica sambil mengguncang2 tubuh dokter itu. tapi tak ada sepatah kata pun yg keluar dari mulut dokter itu. air mata mereka pun smakin kencang.

“dokk!!! Kenapa kau diam saja!!! Jawab pertayaan saya dokkk!!!” Jessica terus mendesak sang dokter untuk menjawabnya.

“mianhe semuaa.. tapi tuhan berkehendak lain. Krystal pergi meninggalkan kenangann2 indah bersama kalian. Dia pergi dengan senyuman bahagia.” Kata dokter. Tak disangka, dokter itupun ikut menitikan air mata dan langsung pergi meninggalkan taeyeon dan teman2.

“KRRRYYYSSSTAAAAALLLLLLLLLLLL!!!!!!” teriak Jessica sangat kencang,dan langsung bergegas masuk kedalam ruang operasi untuk melihat krystal yg sudah pergi dari dunia.
Taeyeon POV
“KRRRYYYSSSTAAAAALLLLLLLLLLLL!!!!!!” Jessica berteriak begitu kencang.

“Krystaaall,, kenapa harus secepat inii??? Aku rindu sekali denganmuu, tapi kenapa kau malah meninggalkanku?? Kenapa kau melakukan ini lagi padaku krys?? Kau benar2 jahat! Kau jahat sekali padaku yg dulu selalu merawatmu, menemani jika kau sedang sendirian,, tapi kenapa kau sekarang malah pergi begitu saja!!??? Haaaaaaaaa!!????????” gumamku dalam hati.. air mataku jatuh sangat derasnya.

“Aku tak mampu menahannya, aku sungguh merasa sangat kehilangan, aku kehilangan 2 orang yg begitu aku cintai!!! Kenapa terjadi padaku?? Aku begitu menyayangi ibuku, walaupun dia selalu membuatku muak, sekarang aku harus kehilangan krystal!!! Kenapa!!!?????” aku terus menggumam..

“Taeyeon, sudahlahhh.. ikhlaskan krystal, dia akan hidup bahagia disana dan dihatimu! Aku yakinn, krystal akan selalu melindungi kita sebagai teman2nya. Apalagi kepadamu dan Jessica yg sangat mencintai dia. Krystal pasti akan menjadi bidadari untuk kita.” Aku mendengar perkataan tiffany, dia langsung memelukku.

“iyaaa.. aku tak boleh sedihh, aku tau jika aku menangis untuknya, pasti dia juga akan sedihh!” gumamku dalam hati.
“krystalll…. Harus secepat inikah??” kata sooyoung.

Aku mulai menggenggam tangan krystal yg dingin, ku usap wajahnya… aku sebenarnya sangat ingin mendengaarnya bicara.

Kudengar semua teman2ku menangis penuh histeris.

“teman2!! Kenapa kalian menangis?? Kau tau, krystal tak pergi dari kita kokk.. dia selalu tinggal di hati kita. Dia selalu bersama kita, untuk apa kalian menangis?? Jika kalian menangis, krystal pun ikut sedih! kalian ingin jika krystal bahagia kan??” kataku tiba2 kepada teman2ku.

“yaa! Taeyeon benar.. lebih baikk, sekarang kita berdoa bersama untuk krystal. Supaya dia lebih bahagia lagi karena ada yg peduli padanya.” Tiffany membantuku meyakinkan teman2.

“benar yg dikatakan taeyeon dan tiffany. Lebih baik kita berdoa. Hanya dengan kekuatan doa saja kita bisa memudahkan krystal.” Jawab sunny.

Seketika itu juga, tangisan2 histeris tak kudengar lagi, hanya isakan2 saja yg menyeringi keheningan ruang operasi ini.. aku terus menggenggam tangan krystal. Setelah selesai kami berdoa untuknya,, kami pun berpamitan pada krystal. Semoga dia bahagia selalu disisi NYA.

Kami pun kembali ke kamarku untuk beristirahat. Kudengar isakan Jessica masih terdengar sangat jelas.

“sica~ahh! Tenanglahh,, kami juga sangat kehilangan. jgn terusan2 menangis, kita relakan krystal, dan kita yakini kalau krystal terus bersama kita sekarang.” Kata yuri.

“ya sica unnie.. lebih baik kita sekarang pulang, dan beristirahat, besok kita hadiri upacara pemakaman krystal.” Ajak seohyun.

“ya! Aku setuju dengan seohyun. Kita langsung pulang dan beristirahat saja.” Tambah hyoyeon.

“nee.. aku tak apa2 kokk… kita pulang saja, aku ingin menenangkan pikiran.” Ucap sica. Jessica sepertinya mulai sadar.

Mereka pun berpamitan dengankuu kecuali tiffany, yg memang setiap hari selalu menemaniku tidur.

“taeng, kau sudah tak apa2 kan??” Tanya tiffany

“ahhh,,. Tak apa fany~ahh.. aku jadi khawatir pada jessica. Dia yg paling tak bisa menerima ini semua. Sebenarnya aku pun juga begitu.. tapi aku sudah sadar kalau kita terus bersedih utnuknya itu malah membuatnya sedih pula.” Jawabku.

“yaa taeng~ahh! Lebih baik sekarang kau tidur, berdoalah dulu sebelumnya. Kita berdua berdoa untuk krystal bersama2.” Ungkap tiffany.

Dia menggenggam tanganku.. dan kami pun mulai berdoa.

Beberapa saat kemudiann..
“lebih enakan kan taeng.??” Tanya tiffany

“ne fany~ahh… hufftttdd… aku sudah kehilangan 2 krystal yg begitu berharga bagi hidupku. Aku tak ingin kehilangan lagi.. aku masih ingin bersama dengan ayahku, seohyun, teman2, dan juga kau.” Jawabku.

“ne taeng~ahh…” jawabnya. Dan tiffany pun memeluk ku. Dan memberikan ciuman di dahi ku.

Setelah itu, kami pun tertidur..

…………………………………

Ke esokan harinya

Normal POV
“hari inii, kita berkumpul bersama di tempat ini untukk berdoa dan memohon kepada tuhan, supaya sahabat kita, anggota keluarga kita yg sangat kita cintai ini bisa bahagia selalu bersamanya, disisinya, dokehidupan yg kekal bersama tuhan di surga” kata seorang pendeta yg memimpin upacara pemakaman krystal.

Terlihat disana, sanak sodara dan keluarganya hadir, dan juga sahabat2 krystal.

Peti tempat krystal tertidur pun mulai diturunkan. Dia benar2 akan pergi untuk selamanya..

……………………………………

Setelah proses pemakaman selesai, sahabat2 krystal masih berada di depan kubur krystal.

“hey krystal! Aku harap ka uterus bahagia disana. Aku ingin kau menjadi terang untuk kami yg masih berada disini.”  Kata Jessica.

“krys,, walaupun kita terpisah sangat jauhh.. tapi kami percaya bahwa kita bahwa kau selalu di hati kami.” tambah sooyoung

“hey cantik!!! Aku masih menyimpan bonekamu yg dulu pernah aku ambil. Akan kurawat itu baik2.” Kata yoona.

Semua mengucapkan selamat tinggal pada krystal. . .

Setelah mereka puas berada di depan kubur krystal, mereka pun hendak kembali ke rumah, karena hari ini pun,, taeyeon sudah diperbolehkan untuk pulang.

Tiba2 seorang laki2 datang dan menghampiri taeyeon.
“hai taeyeon..” kata laki2 itu, yg tak lain adalah dokter yg merawat krystal.

“ahhh.. dokter??? Kenapa anda bisa disini???” potong sunny.

“ahhh… tadi saya juga menghadiri upacara pemakaman inii,, dan aku ingin menyampaikan pesan dari seseorang untuk taeyeon. Bisa kita bicara sebentar??” jawab dokter itu..
“yasudahhh.. ayukkk..” jawab taeyeon.

“emmm.. biar aku saja yg membawa taeyeon. Hanya sebentar kok.” Kata dokter itu, mengambil posisi tiffany yg mendorong kursi roda taeyeon..

Mereka berjalan sedikit menjauh dari teman2nya.

“taeyeon. Krystal meninggalkan pesan, bahwa ia akan memberikan hadiah untukmu sebagai tanda trima kasih padamu yg selama ini selalu berada dekat dengannya, yg selalu memberikan kasih sayang padanya sebagai kakak yg baik. Dan juga sebagai tanda maaf atas pengkhianatannya kepadamu dulu.” Kata dokter. Kata2 itu membuatku berpikir memutar otakku kesana-kemari.

“maksud dokter?? Hadiahh apa dokk??” jawabku bingung.

“dia memberikan kornea matanya untukmu taeng. dia ingin kau bisa melihat kembali. Dia merelakan satu koreneanya untukmu.” Jawab dokter.

“apaaaa???! Apa yg kau katakana itu benar dokk???” tanyaku masi dalam kebingungan.

“yaa!! Kemarin, pagi2 hari, dia masuk ke ruanganku, aku juga bingung. Tumben sekali pagi2 dia datang ke ruanganku. “

Flashback

Normal POV

“dokter, selamat pagi.” Kata krystal.

“wahh.. krystal, kenapa pagi2 kemari??” Tanya dokter itu.

“emmm.. dokk,, kau bilang kalau hidupku hanya tinggal hitungan jam saja kann!?? Oleh karena itu, aku ingin kau mengabulkan permintaanku yg terakhir kalinya.” Kata krystal.

“emmm.. katakanlah krys. Mungkin saya bisa mengabulkan.”
“dokk,, aku ingin menyumbangkan kornea mataku untuk taeyeon.”

“taeyeon?? Maksudmu?? Gadis yg buta yg selalu kau kunjungi itu??” jawab dokter.

“nee dokk… aku berencana menyumbangkan sebelah kornea mataku untuknya, karena aku ingin membalas segala kebaikannya di masa lalu, dan juga sebagai tanda minta maaf atas pengkhianatanku yg dulu.”

“krystall,, jika memang hanya ituu.. dokter bisa melakukannya untukmu. Kau benar2 baik hati..”
“trima kasiiihhh dokk…” jawab krystal.

End Flashback

TTaeyeon POV

“jadi begitu. Dia ingin sekali jika kau bisa melihat kembali.” Jelas dokter.

“aku tak tau harus bagaimana dokk.. rasa senang dan sedih bercampur aduk menjadi satu.” Jawabku.

“yaa! Ibumu sudah ikut mendonorkan kornea matanya, dan sekarang krystal pun ikut mendonorkan. Jadi, besok datanglah ke rumah sakit, kau akan menjalani opereasi. Supaya kau bisa melihat kembali.” Kata dokter.

“ne dokk!” katakuu. Dokter itupun kembali mendorong kursi rodaku.

“terimakasih dokk..” kata ku pada dokter.
“nee… sampai jumpa semuaaa..” dokter itu berpamitan.

Kami pun segera pulang ke rumah..

……………….

Sesampainya di rumah, tiffany langsung membawaku ke kamar.

“beristirahatlah taeng.” katanya..

“fany~ahh.. buka jendelanya donk, aku mau menikmati udara segar nihh..” kataku.

“ahhh.. oke taeng.” jawabnya, sambil mendorong kursi rodaku menuju ke pinggiran jendela.

“fany~ahh… aku senang bisa kembali lagi, walaupun keadaanku seperti ini.” Kataku. Tiffany pun memelukku dari belakang.

“aku masih merasa bersalah pada mu taeng. mianhee..” katanya.

“fany~ahh…bukan salahmu kok.. itu salahku sendiri, karena aku terlalu berlebihan menanggapi pernyataanmu. Aku sadar, seharusnya aku tak melakukan hal sebodoh itu.. aku yg harusnya minta maaf. Jika memang kau tak mencintaiku lagi karena keadaanku yg seperti ini, aku bisa maklum kok fany~ahh. Orang cacad sepertiku memang tak pantas untuk mu yg masih sempurna.” Jawabku. Dia melepaskan pelukannya dan menampar pipiku keras.

“pllllaaaakkkk” tamparan itu mendarat di pipiku. Aku pun langsung memegang pipiku.

“taeng~ahh! Kau ini ngelantur yaa!!!! Bagaimana pun keadaanmu, aku akan selalu mencintaimu! Karena hanya kau yg sudah tidur dengankuu! Karena aku, kau jadi seperti ini! Aku bukan orang yg segampang itu meninggalkan orang yg begitu membuatku nyaman walaupun dia harus cacad!” bentaknya padaku.

Aku hanya terdiammm…

Dia mengelus pipiku. “mianhe taeng~ahh. Aku menamparmu terlalu kencang. Aku tak akan melakukannya jika kau tak bicara seperti tadi.” katanya dan kembali memelukku. Aku pun masih tetap terdiam.

Setelah terdiam terlalu lama, tiba2 fany menanyakan sesuatu.

“ohh ya taeng,, apa yg tadi kau dan dokter bicarakan???” Tanya nya.

“ohh.. emm.. entahlahh, aku harus senang atau sedih menanggapi perkataan dokter tadi.” jawabku.

“emang apa yg dokter itu bicarakan??” Tanya nya lagi.

“krystal mendonorkan sebelah korneanya untuk ku fany~ahh..”

“haaaa???? Sejak kapan dia mengajukan itu??”

“saat pagi hari sebelum kita menuju ruangannya kemaren.”
“ohh… aku iri pada krystal, seandainya saja aku boleh mendonorkan mataku, pasti akan kudonorkan untukmu taeng.” jawabnya.
“hey!! Aku tak akan mengijinkanmu fany~ahh! Jika kau melakukan itu, aku pasti akan membencimu!” jawabku sedikit membentak.
“kan aku bilang seandainya. Wuu!! Oh yaa, trus kapan kau akan menjalani oprasinya taeng??”

“besokk pagi fany~ahh.. huff” aku pun menghela nafas.

“ohh begitu taeng.. ya sudahh,, lebih baik kau sekarang tidur dulu, supaya kondisimu lebih membaik..” katanya.

Aku hanya mengangguk.

“hupppp!” dia mengangkatku dari kursi roda, dan menidurkanku di kasur.

“fany~ahh!!! Aku bukan anak kecil lagi tauukk!!” kataku.

“tumben kau menolakk kalau ku gendong tang??” canda tiffany.

Wajahku pun memerah. “yahhh! Hehehehe.. yadehh ahh!” kataku malu.

“dasar! Yasudah, lekas tidur!”

“trus, siapa yg menemaniku tidur???” tanyaku menyindir tiffany.

“aku panggilkan hyoyeon mau??” katanya..

“yaaaa!!! Kenapa menyebut namaku segala!!!” teriak hyoyeon dari ruang tengah yg mendengar namanya disebut2 oleh tiffany.

“hahahahaha…. Anniiooo hyonie~ahh!” teriak tiffany.

“aku tak mau kalau badanku digencet oleh tubuhnya! Beratt!” keluhku.

“bilang saja kalau kau memang ingin aku temani! Gitu aja pake ambal2 segala.”

“hehehehe..” aku hanya ketawa kecil.

“taeng bobok, oohhh taeng bobok.. kalau tidak bobok, taeng digigit sooyoung.” Canda tiffany sambil memberikan kecupan didahiku.

“ahhhh fany~ahh!! Kenapa digigit sooyoung??” kataku.

“alaahhh. Udah, sekarang kamu tidur oke! Daripada kutinggal nih!”

“iya2 ahh!” aku pun memejamkan mata dan tidur…

……………………………………..

Malam hari nya

Normal POV

Di ruang makan

“sooyoung~ahh! Udah 2 piring habis! Masih aja minta diambilin lagi.” Keluh sunny.

“honeyyy!! Kau tau kan, perutku ini terbuat dari apa?” jawabnya.

“aiggoooo… yaudahh dehh. Buat kamu apapun aku lakukan.” Jawab sunny.

“makasihhh honeyyy! Ntar malam kujatah dehh pokoknya!” canda sooyoung.

Di ruang TV

“hiiiiiiiiii…..” yuri melompat kepelukan Jessica.

“yul~ahh! Kau ini penakut sekalih sihh!?? Itukan cuman film!” Jessica menyingkirkan yuri yg memeluknya karena ketakutan.

“ahhh! tau ni, unni! Begitu saja takut!” celetuk seohyun.

“nohh liat! Apa yg dilakukan yoona!!” jawab yuri.

“yoong~ahh! Kau ngapain disituuu!!!???” sambil melihat yoona yg menonton dari balik sofa.

“hehehehe… tidak kokk! Aku hanya sedang main petak umpet bersama hyo unnie.” Elak yoona.

“hey! Seenaknya saja kau bicara! Dari tadi aku disini!” bantah hyoyeon yg sedang berduaan bersama Nicole.

“hahahaha.. yoong~ahh! Kalau kau takut, jgn bersembunyi disitu, bersembunyilah didalam selimut bareng sama yuri. Wkwkwk…” canda Nicole.

“yahhh nicc!!! Kenapa gua!? Gua kagak takutt! Gua cuman kaget!” sahut yuri.

Keadaan rumah sepertinya sudah ramai kembali.. ya, mungkin karena kepulangan taeyeon.
“annyeeong!” kata tiffany yg barusan masuk rumah sambil mendorong kursi roda yg ditumpangi taeyeon,.

“ahhh taeng, fany! Dari mana kalian??” Tanya hyoyeon.

“taeyeon mengajak ketaman, dia ingin berjalan2 keluar.” Jawab tiffany.

“hyonie~ahh! Kau seperti ummaku saja!” celetuk taeyeon.

“kenapa bisa seperti umma mu??” jawab hyoyeon.

“selalu saja bertanya aku dari mana. Hhuuuffttdd.. jadi kangenn dengan ummaku.” Jawab taeyeon.

“hahahaha. . . hyoyeonku memang pantas dipanggil umma ya.” Sahut Nicole.

“hey! Kenapa kau ikut mengejekku nic??” jawab hyoyeon.

“hahahahahaha” suasana rumah semakin menjadi ramai.

“ohh ya taeng, ngomong2, tadi waktu dipemakaman apa yg kau bicarakan dengan dokter?” Tanya Jessica.

“ohh.. sebenarnya aku juga bingung dengan yg tadi.” jawab taeyeon.

“emang apa yg dikatakannya?” tambah Jessica.

“emmm… krystal,,, mendonorkan korneanya untukku.” Jawab taeyeon ragu.

“whhhaaatttt!!!???” kata teman2nya bersamaan kecuali tiffany yg memang sudah mengetahuinya barusan.

“kenapa kau harus bingung taeng?? itukan kabar bahagia. Apalagi kau bisa merasakan kehadiran krystal di kehidupanmu nantinya.” Ucap Jessica.

“iyaa taeng. kau seharusnya bangga punya teman sebaik dia.” Tambah sooyoung.

“iya juga sihh.. aku juga ada pikiran seperti itu. tapi alsannya dia itu yg membuat aku sedih. masih masalah dulu antara aku dengan dia.” Kata taeng lemas.

“lupakan saja taeng. yg penting, kau bisa jaga baik2 peninggalan dari krystal.” Tambah Jessica.
……………………………

Malam harinya.

Tiffany POV
“kau belum ngantuk taebg~ahh??” tanyaku pada taeyeon yg sedang berdiri di depan jendela.
“ahhh fany.. belum kokk.. kupikir kau sudah tidur.” Jawab taeyeon.

“dari tadi aku terus memandangimu. Apa yg sedang kau pikirkan??”
“hahahaha…. Rahasiaa fany~ahh! Kau akan tau sendiri nanti.” jawab taeyeon.
“yahh! Katakana sekarang taeng. aku penasaran.” Kataku sambil melompat dari bed menuju kedekat taeyeon.
“hahahaha… tunggu saja setelah aku bisa melihat lagi.”

“aahhhhh… kalau kau pelit. Aku tak akan menemanimu tidur nanti.” jawabku mengancam.
“hey! Apa kau mau, aku lompat bunuh diri lagi??” aku pun terkejut.

“yahhh! Kenapa kau balik mengancam??” kataku.

“salahmu sendiri tak mau bersabar.. kekasihku ini memang tak bisa bersabar!” kata taeng bercanda.
“hahahaha… iya dehhh! Aku akan menunggu ceritamu besok, nahh,,, sekarang, lebih baikk kita tidur yuk taeng. aku tak sabar besok, bisa tau kalau kau bisa kembali melihat pesonaku yg memukau.” Candaku pada taeyeon.

Aku ingin sekali kalau taeyeon bisa kembali melihat. Hihihi.. gumamku dalam hati.

“yasudahhh.. yuukk tidurr!” kata taeyon.

……………………………………..

Keesokan harinya.

Taeyeon POV

“taeng~ahhh! ayo cepat makann..” teriak hyoyeon dari dapur.

“ahhh yaa! tunggu!” sahut tiffany yg masih bersiap2.

“taengg. Yukk langsung makan. Takut jika sooyoung menghabiskan jatahku lagi.” Celetuk tiffany.
“memang rakus sekali tu anak!” kataku.

Tiffany pun mendorong kursi rodaku menuju ke dapur.

“sekarang, kau harus makan yg banyakk, karena nanti kau akan menjalankan operasi.. oke taengg??!” goda yuri.

“yul~ahh! Kau sudah seperti istriku saja!” keluhku.

“yahhh taeng! siapa juga yg mau jadi istrimu. Lebih baik aku jadi istrinya nic.. ahh.. sica..” yuri lagi2 keceplosan.
“hahahahaha…. Siapa yg kau maksud yul!??” tanyaku cepat.

“sampai kau macam2 dengan Nicole, kuhajar kau yul!!” ancam hyoyeon.
“aku tak mau tidur denganmu lagi yull!! Aku betek sama kamu, betek, betek sama kamu!!!” kata Jessica.

“hahahaha… yurii~ahhh! ternyata kau suka denganku ya!??” tambah Nicole.

“wahh,, tak menyangka, ternyata yuri unnie sudah berpaling.” Timpal yoona.

“ahhhh,,, sicababy,, mianhee.. aku selalu salah mengucapkan antara namau dengan Nicole.. hehehehe”
“huh! Tak peduli.” Kata Jessica.

Sepertinya aku benar2 tak sabar ingin melihat kembali. Ingin melihat ekspresi wajah teman2ku ini..

Setelah selesai makann, kami segera berangkat ke rumah sakit.

………………………………..

Sesampainya di rumah sakit, aku dan teman2 langsung menuju ke ruang dokter yg bernama kim joong kook. Dia adalah dokter yg merawat krystal.

Sesampainya diruang dokter.

“ahhh taeyeon dan teman2. Aku sudah menunggu kalian.” Kata dokter itu.

“mianhe dokk, kami terlambat.” Jawab tiffany..

“tidak apa2 kok. Yasudahh,, kita langsung saja opreasinya??”
“taeng, gimana?? Apa kau siaap?” Tanya tiffany.
“nee.. aku sudah tak sabar lagi nihh..” kataku kegirangan.

“okee… kita langsung saja ke ruang operasi..” kami pun langsung menuju keruang operasi.. entah apa yg sekarang aku rasakan.. aku tak sabar ingin melihat langit lagi.. aku bosan hanya bisa menikmati kegelapan.

Normal POV

“akhirnyaa.. taeng bisa melihat juga nantinya… aku sudah tak sabar menunggunya.” Ucap tiffany.

“yaa! kami pun jugaa begitu..” celetuk yuri.

“lebih baik, sekarang kita tenang menunggu taeng. jgn mondar-mandir kayak sterika begitu donk fany~ahh!” tegur Jessica.

“kenapa kau jadi galak begitu sihh baby??” potong yuri.

“gara2 kamu yul! Aku masih betek!”

“yahhh sica~ahhh! kumohonn.. maafkan akuu.. apa kau mau aku melakukan hal senekat taeng??” kata yuri.
“mauuuuuuuuu!!!” potong hyoyeon.

“sudahhlahh! Masihh aja sempet2nya bercanda!” tegur sunny.

“stay calm kawann!” sooyoung bertingkah sok cool.

………………………………..

Beberapa jam kemudiann, dokter joong kook keluar dari ruang operasi..
“wahhhh! Bagaimana dokkk dengan taeng??” Tanya tiffany sambil menghampiri dokter joong kook.

“suksess!!! Dia sudah bisa mulai melihat.. tinggal menunggu proses istirahat saja.” Jawab dokter itu dengan bangga.

“waaahhh… syukurlahhh.. terima kasiihh dokk atas kerja kerasnya..” sahut Jessica.

@ruangan taeyeon

Normal POV
“wahhh!! Akhirnyaaa,, kau akan segera melihat taeng.” kata tiffany.

“iyaaa taeng.. kami ikut senang!” tambah Jessica.

“sudahh bisa dilepas kokk perbannya. Mari saya bantu.” Kata perawat yg menunggui taeyeon.
“ahhh.. terima kasihh suster.” Kata taeyeon.

Taeyeon POV

“sudahh bisa dilepas kokk perbannya. Mari saya bantu.” Kata perawat yg menunggui taeyeon.
“ahhh.. terima kasihh suster.” Kataku kegirangan.

Suster itu mulai melepas perban yg melingkar di mataku. Aku sungguh tak sabar bisa melihat tiffany kembali, dan juga teman2ku.

“yaakkkk! Silahkan buka mata anda nona.” Kata suster.

Aku mulai membuka mataku perlahan, dan mencoba melihat kesana kemari, cahaya mulai bermunculann,, sudah tak ada kegelapan lagi dipengelihatanku sekarang.
“tiffany…” kataku datar.

“yaaahhhh!! Taengg!!!” dia langsung cepat memelukku.

“yeeaaahhh! Akhirnya kau bisa melihat lagi taeng!” teriak teman2ku kegirangan.

“apa kau juga bisa melihatku lagi taeng?” Tanya yuri.

“bodoh kau yul! Kalau aku bisa melihat yg lain, kenapa aku tak bisa melihatmu?? Kalau kau setan, baru aku tak bisa melihatmu.”

“hahahahahaha…” teman2 ku sangat senang bisa tau kalau aku kembali melihat.. hmmm… thanks my mother. Aku akan menjaga baik2 peninggalanmu ini. Maafkan aku bu, kalau selama ini aku selalu memusuhimu. Tapi aku sadar, kau memang sangat berarti untukku. Dan aku juga berterima kasih padamu krystal. Kau sudah kuanggap sebagai adikku sendiri. Aku tak pernah sekalipun benci padamu. Jadi, aku akan terus menjagamu di kehidupanku ini.

…………………………………………………..

2tahun kemudiann.
Taeyeon POV

“teng…teng…teng…teng…” suara lonceng gereja berbunyi.

“selamat atas pernikahan kalian.. semoga hidup kalian selalu bahagia.” Kata seorang pendeta yg memimpin acara pernikahanku dengan tiffany.

“terimakasihhh..” kataku bersamaan dengan tiffany..

“wahahahaha!!! Akhirnyaa, kaliannn jadi juga yaa.. kini tinggal seohyun dan yoona yang belum.” Ucap hyoyeon.

“ahhhh.. unnie bisa saja. Tapi emang benar, kami akan menyusul kalian semua! Aku dan yoona akan segera menjadi seperti kaliaann!” kata seohyun.

“yahhh,, adikku yg satu inii ngotot juga ingin menikah. Hahahaha….” Kataku.

“iyaa unnie,, kami iri pada hyoyeon unnie, baru juga beberapa bulan kenal dengan Nicole unnie, ehhh,, malah udah nikah duluann! Sica unnie dan yuri unnie juga, selalu bertegkar, ehhh malah udah nikah dan punya anak lagi. Sunny unnie dan sooyoung unnie juga nihh. Dan yg terakhir, taeng unnie dengan fany unnie. Ahhhhhh… envy dehhh.” Jelas yoona panjang lebar dan sangat melar.

“sabar lahhh yoong! Selesaikan dulu studymuu.. semester ini kan yg terakhir untukmu, dan segera menikahlahh!” godaku pada yoona.

“hahahahahahaha” semua orang tertawa bahagia.

“fanybaby! Akhirnyaa,, kau bisa menjadi pelengkap hidupkuu.. kau memang berharga untukku fany~ahhh! aku selalu mencintaimuu!” kataku pada tiffany.

“taeng~ahhhh!!! Saranghaee!!!” kata tiffany dan langsung menciumm bibirkuu.

“ibuuu,,, aku harap kau juga senang dengan pilihanku ini. Dia begitu baik dan perhatian sekali padaku. Maaf jika selama ini aku tak pernah nurut padamu. Aku juga berjanji akan bekerja lebih giat, untuk membantu ayah, dan menjadi kakak yg baik untuk seohyun. Dan krystal, sekali lagi, kau adalahh teman yg berharga untukku. Semoga kau juga bahagia disana. Trimakasihh untukk kaliannn berdua. Mata inii akan kujaga baik2. Two krystal in my life.” Doaku pada tuhan.

-END-

21 thoughts on “Tiffany Is My Mine part 9 (last part)

  1. wah wah anakku juga pinter buat FF….
    sedih bgt.knp hrs crystal yg pergy bukan aku aja??? hik hik hik…. taeny akhirnya bersatu….
    feelnya dapen vent.. aku doakan mudah2an FF selanjutnya diterbitkan ke permukaan,,hehehh.
    love u vent n Fighting !!!!

  2. Horeee Happy ending Tapi kasian krystal hiks #peluk krystal
    semua RF bersatu dan bahagia🙂
    nice ff , dtnggu karya selanjutnya ^^

  3. K.E.R.E.N !!!!!!
    makanya lama updatenya ternyata ffnya keren banget..!!!
    hufftt… happy ending ternyata..🙂
    gmn ujiannya author? god luck ya.. n semangat terus berkarya!!!
    fighting!

  4. HORE …. berakhir dg Happy Ending!!! Selamat ya Buat Taeny. . . .Smoga lekas dpat anak..#Plaaaak!!dr mana??? tanya Taeng. . . . .Dari mana aja lah..hehehehe.Dan Kau Yoong, segera peristri Hyuni . . .hehehehe.Keren thor. . . .q puas bgt ama critamu ini. . .
    Lanjutkan Crita2 yang lain ya..Req YOONSTAL YAH . . .
    GUMAWO THOR…

  5. halo aku trmsk pembaca bru,dan kurasa aku akan srg mampir krn aku jg penggemar fanatic ff taeny couple..
    smoga makin byk ff taeny couple yg author bwt.

  6. wiiii kereeennn …

    suka bangett dengann persahabatan mereeekaa … aahhh jadi irii .

    yoong cepatlahh menikahh dengann hyunni .. kekeke’

    sica eomma dan yull apa dah punya baby?? nama baby ny siapa???

    taeng oppa , fany eonni jga harus pnya ank yahh .. kekeke

    skali lgi kereenn thorr … bye

  7. Unnie… Geregetan aku bacanya, ampe selimut yg aku gerogotin udah abis semua, sad bgt pas tau krystal pergi ;( huaaaa :”””(( unnie ffnya bikin air mata jatoh mulu nih, btw, daebak!!! Hwaiting!! ^^

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s