Tiffany Is My Mine Part 4


wahahaha.. akhirnya isa selesai nihhh. sibukk bangett, jadi susah ada waktu buat update.. hehehe.. maaf kalau nggak nyambungg,, pengenn akuu panjangin lagi soalnyaa.. jadi sedikit anehh. hehehe

yasudahh dehh, langsung nikmati sajaa. hehehe ^^

Di sebuah jembatan di jalan raya.

Tiffany POV

“apa yg aku lihat tadi beneran taeyeon?? Jika benar, kenapa dia tega melakukan ini padaku?? Aku sangat cinta padanya. Dia selalu bilang kalau tak akan mengkhianatiku, akan terus mencintaikiu, tapi kenapa sekarang dia malah memutar balikan perkataannya sendiri??? Bodoh sekali aku mempercayainya!! Bodoh sekali aku sangat mencintainya, yg nyatanya dia malah menyakitiku hingga seperti ini! Pengorbananku padanya selama ini sangatlah sia2. Tanda terimakasihnya padaku hanya dengan sebuah pengkhianatan besar! Aku tak ingin mengenalnya lagi, aku tak ingin mengingatnya lagi, dan aku tak akan ingin mencintainya lagi!” gumamku dalam hati.

Dadaku sangat sakit, air mataku tak terbendung, wajahku penuh dengan air mata yg mengalir deras.

” Aku berkata2 dalam hati, tangisanku tak bisa berhenti. “KIM TAEYEON! AKU MEMBENCIMU, AKU SANGAT MEMBENCIMU! AKU TAK MENCINTAIMU LAGI!” aku berteriak, kulemparkan batu ke sungai, dan tiba2 aku terjatuh. Di taman

Taeyeon POV

“aduhhh!” aku terjatuh karena tersandung sesuatu saat berjalan, perasaanku mulai tak enak sekarang.

“kau taka pa taeng? hati2 donk.” Sica membantuku berdiri

“sica, kenapa perasaanku tiba2 tak enak begini yaa??” tanyaku, isak tangisku belum bisa berhenti dari tadi.

“positif thinking saja taeng.” jawabnya datar. Kami pun melanjutkan berjalan mencari tiffany. Tapi tiba2 hp sica berbunyi. “ini dari yuri taeng.” katanya. “angkat sica! Siapa tau tiffany ketemu.”

“hallo yul?? Gimana??” kata sica dalam telpon, sica meloudspeeker, supaya aku juga bisa mendengar.

“nihil, sunny juga barusan telpon, tapi tak ada tanda2 tiffany.” Jawab yuri. “aduhhhh, dimana anak itu???” tambah sica.

“coba kau telpon yoona saja sica, ini juga sudah larut, kita cari lagi besok saja, lagian besok khan hari minggu.” Hyoyeon menyambung.

“tapi, jika ada sesuatu dengannya gimana???” tambahku dengan suara parau. “tenanglah taeng, dia gadis kuat! Dia pasti bisa jaga diri dengan baik. Besok kita cari bersama2.” Jawab hyoyeon.

“yasudah, lebih baik kita kembali kerumahku dulu saja.” Kata yuri.

“ne!” sica menutup telponya.

“taeng, pulang yukk.” Ajak Jessica. Aku masih terduduk lemas di bangku taman.

“sica, kau duluan saja, aku masih akan mencarinya..” aku berdiri dari tempat duduk dan berjalan meninggalkan jessica.

“taeng, kau terlihat tak sehat, lebih baik kau juga ikut kembali.” Bujuknya.

“tak apa sica, ini kesalahanku, dan aku juga yg akan bertanggung jawab mencarinya hinga ketemu.”

“tapi taeng…”

“tenang lahh sica, jika aku tak kembali besok pagi, kau langsung telfon aku saja. Ok! Sekarang kembalilah, yuri pasti mengkhawatirkanmu!” jawabku sambil mengelus rambut Jessica.

“hati2 taeng.” jawab sica. Aku pun langsung berlari melanjutkan mencari tiffany.

Di tempat lain, tiffany masih tergeletak pinsan.

Normal POV

“sepertinya aku kenal orang ini, kenapa dia malah tidur di pinggir jembatan gini??” kata seorang laki2 yg melihat tiffany tergeletak.

“inii, tiffany hwang. Kenapa dia sampai tidur disini??” sambung laki2 itu.

“heyy, tiffany, tiffany hwang… bangun lahh..” laki2 itu mengguncang2kan tubuh tiffany supaya terbangun. Namun tiffany tetap diam dan tak bergerak. “aduhhh!!! Kenapa badannya panas sekali, atau dia pingsan??”

laki2 itu tak ambil resiko, langsung menggendon tiffany, dia berjalan menuju suatu tempat sambil membopong tiffany. Sesampainya di tujuan, laki2 itu menidurkan tiffany, ternyata itu rumahnya. Dia mengompres tiffany, dan menungguinya hingga sadar. Beberapa saat kemudian…

“emhhhh..” tiffany mulai membuka matanyaa, dan ia terkejut dihadapannya ada seorang laki2, dia langsung meloncat dari kasur.

“tenang tiffany, ini saya.” Ternyata itu adalah guru tiffany, ya. Mr ryeowook. “kkk-kenapa aku ada di rumah bapakk??? Tunggu, jgn2 bapak menculik saya yaa???” Tanya tiffany panik.

“hey, hey, hey!!! Saya bukan orang seperti itu yaa! Kau kutemukan pinsan di tepi jembatan dipinggir jalan raya! Karena rumah saya dekat, jadi kubawa saja kau kesini.” Jelas pak ryeowook.

“iya, tadi memang saya berada dijembatan itu, tapi entah kenapa tiba2 saya merasa tertidur.” Jawab tiffany

“thu kan! Dipikir saya menculik!” keluh pak ryeowook.

“tapi bapak tak menyetuh apapun kann!???” tiffany masih tak percaya.

“astaga tuhannnn!!!! Hey tiffany hwang! Kau masih tak percaya pada guru mu sendiri!??? “ bentak pak ryeowook.

“bukan begitu pakk.. aduhh.. iyadehh, saya percaya bapakk.” Jawabku.

“tapi kenapa kau bisa sampai situ, dan masih mengenakan seragam?? Kau kabur dari rumah?? Dan matamu sembab begitu, sepertinya kau nangis terlalu lama yaa!??”

“ada sedikit masalah kok pak, tapi tak apa2. Saya sudah baikan, saya mau pamit pulang saja pak.” Tiffany beranjak dari tempat tidur.

“kau tak istirahat dulu saja, badanmu masih panas begitu.”

“tak apa2 pakk, aku takut jika orang rumah mengkhawatirkanku, lagian ini juga sudah larut. Terimakasih bapak sudah merawatku tadi, dan saya minta maaf jika menuduh bapak yg enggak2.” Ungkap tiffany.

“yasudahh, kalau kau tak mau menginap, tapi bapak khawatir jika ada apa2 padamu, di dekat sini banyak orang2 laki2 yg suka mabuk2, lebih baik kamu bapak antar saja.”

“emhhh, aku takut” belum selesai tiffany menjelaskan, pak ryeowook langsung memotongnya. “tak akan merepotkan kok.” Jawab pak ryeowook.

“te-terimakasih pakk.” Setelah sampai di depan rumah

“bapak, sekali lagi saya mengucapkan terimakasih yg sebesar2nya karena telah menolong saya.” Kata tiffany

“ne.. tak apa tiffany hwang! Lain kali lebih berhati2 saja yaa..”

“iyaa pakk..” “yasudah, saya pamit dulu.” Pak ryeowook memutar balikan motornya menuju rumahnya.

“hati2 pakkk..” jawab tiffany. . .

Tiffany POV

“huff.. untung ada pak ryeowook yg menolongku, kalau tidakm gimana nasibku tadi??” kataku pelan Jika aku kembali kerumah, pasti taeng sudah ada di rumah. Aku tak ingin bertemunya, lebih baik aku tak pulang malam ini, aku bermalam di taman saja. Gumamku dalam hati. Aku pun berjalan menuju ke taman. . . Setelah sampai, aku langsung menuju ke tempat dimana aku sangat nyaman berada di taman selama ini, yaaa, di dekat air mancur. Aku duduk terdiam, tak tau kenapa pikiranku langsung menyatu pada satu titik, yaitu taeyeon, aku ingin menghilangkan ingatan tentang tayeon, tetapi kenapa tak pernah bisa??? “kim taeyeon, kenapa kau selalu hadir di pikiranku?? Aku ingin membuangmu jauh dari pikiranku, dan terutama dari kehidupanku!!!! Kenapa susah sekalii!!???” aku berkata2 sendiri, tak terasa air mataku kembali turunn deras. Jujur, aku sangat mencintainya, aku tak percaya kejadian tadi adalah kesengajaan tayeon. .

tapi, kenapa dia bisa melakukan itu pada gadis tadi!?? Sebenarnya apa yg terjadi? Apa aku ada salah? Tapi tadi pagi kami baik2 saja.

Aku tersentak kaget, 2 tangan melingkar di leherku, ada seseorang yg memeluku dari belakang, sangat hangat. Aku tersadar dan kuhempaskan dia hingga terjatuh. Dannnn aku terkejut, sangat terkejut, sampai aku tak bisa berkata2.

Ternyata itu taeyeon, wajahnya sangat pucat, dan matanya pun juga sangat sembab, seperti dengan aku..

“mau apa kauu kemari!??” bentak ku. Dia hanya terduduk dibawah sambil menundukan kepalanya.

“aku tak inginn melihattmuu taengg!!!!! Pergi!!!” aku berteriak, hatiku rasanya sangat sakit. Aku mencintainya, sangat mencintainya, tak bisa kupungkiri, ini sangat menyakitkann.

“fany, , maafkan aku, aku tak bermaksud mengkhianatimuu.. akuu, , akuu”

“kau kenapa taeng!?? kau kenapa!???!!! Haaa!!” belum selesai dia berbicara, aku langsung memotong dan membentaknya.

“fany, , uhhhh..” katanyaa, aku tak banyakk berpikir panjang, aku langsung pergi untuk meninggalkannya. Air mataku berlinang berjatuhan, sempat kulihat taeyeon, dia hanya bersujud dan memukul2 tanah.

Akuu berlari pulang, aku tak inginn bertemunya lagi. Aku akan mengubur semua kenangan yg aku lalui dengannya. Taeng, aku tak ingin mencintaimu lagi.

Taeyeon POV

“tiffany, maafkan akuu. Bodohnya dirikuu inii. Aku tak punya hati. Benar yg dikatakan Jessica, akuu sangat tega menyakiti gadis yang hatinya sangat baik. Aku benci kau taeng!!!! AKU SANGAT MEMBENCIMU TAEYEON!!!!” aku berteriakk, tangisanku tak terhenti, kupukul keras tanah ini. Tak terasa, darah segar mengucur dari tangannkuu.

Aku tak merasakan sakit untuk ini, yg bisa aku rasakan sekarang hanyalah hatiku yang sangat menderita. Tiba2 saja, kulihat seohyun dan yoona berlari kearahku.

“kakakkkk!!” seohyun langsung memelukku.

“kakkakk, , kau tak apakann!? Kak tiffany sudah kembali ke rumah.” Sambungnya, kusembunyikan tanganku yg berdarah ini.

“kakk taeng, tangannmuu, , ,” kata yoona yang menyadari kalau tanganku berdarah.

“kakak! Kenapa tangannmu sampai begitu!??” seohyun sangat khawatir padaku. “seoh, tak apa kokk.. ini tak sebanding dengan sakit yg dialami tiffany.” Katakuu. “seoh, kakak sudah putuskan untuk kembali kerumah.” Sambungku. “apa kakak yakinn? Kalau memang yakin, aku akan ikut kakak kembali.” Jawabnya

“seoh, aku tak ingin kau juga kena marah ibu.” Cegahku.

“kakk, kita pergi bersama, jika kakak kembali, akupun juga akan kembali.” Jawabnya.

“aku inginn bersama kakak. Karena kakak yang selalu memperhatikanku.” Sambungnya.

“seohyun~ahh. . tapiii. . .” belum selesai aku bicara, seohyun langsung memotongnya. “kakkk. Tenanglahh, tak apa kokk.”

“yasudah kalau memang itu maumu. Yoon, sampaikan rasa trimakasih kami pada nenek yaa. Dan juga untuk kakakmu.” Kataku pada yoona

“ehhh… ba-baiklahh kakk.” Jawab yoona.

“ayoo seoh!” ajakk kuu. Seohyun menghampiri yoona dan memelukknya. Sepertinya seohyun masih ingin bersamanya.

“yoon, I love you!” kata seohyunn.

Kami pun segera berjalan menuju kerumahh. Kembali ke kehidupan yang sangat kami benci. Beberapa saat kemudain, kami pun sampai di rumah. Kupencet bel yang ada dip agar rumahku.

“ting…tong” bel pun kubunyikan. seseorang berjalan menuju gerbang, itu bibi. “nooo-noonaa taeyeon dan nona seohyun. Akhirnyaaa kalian kembalii, tuan sangat mengkhawatirkann nonaa.” Katanya sambil membukakan pagar.

“terima kasih bii. Apa ibu ada??” kataku.

“nyonya ada non, tuan dan nyonya sedang makan.” Jawabnya.

Kami pun masuk, kulihat disana ibu dan ayah sedang makann.

“nyonya, tuann. Nona taeyeon dan nona seohyun kemabali.” Kata bibi, dan itu mengagetkan ibu dan ayahku.

“huhhh! Kenapa kau kembali!? Sudah tak kuat hidup dijalanann dan terlantar!?? Ohh tunggu, tak mungkin kalian terlantar jika membawa uang curiann!” kata ibuku seraya membuang pandangan.

“krystal! Bisakah kau berhenti bicara seperti itu.!!!” Ayahku membela dan segera menghampiriku.

“Taeyeon, seohyun. Darimana saja kalian?? Ayah sangat mengkhawatirkan kaliaann.” Ayahku memelukku dan seohyun.

“maafkan kami ayahhh.” Jawab kami berdua. Aku pun melepaskan pelukan ayahku, dan berjalan menuju ke ibuku.

“mau apaa kauu!??” kata ibuku.

“bu, aku menyanggupinya!” jawabku.

“huhh! Apa yang membuatmu menyanggupinyaa!?? Aku tak ingin jika kau melakukannya terpaksa, karena anak seperti mu sebenarnya tak pantas untuk menjadi seperti kuu!” kata ibuku meremehkan.

“bu. Aku serius menyanggupinya, aku akan pergi ke London untuk belajar mengurus perusahaan.

“huhh! Baguslah jika kau ingin serius.” Kata ibukuu dengann nada tetap meremehkanku. Aku pun berjalan meninggalkan ibuku.

“taeng, apa kau sudah pikirkan dengan matang2 keputusanmu!? Bagaimana dengan sekolahmu!?” kata ayahhku.

“iyaa ayah, sudah aku putuskan matang2 kokk. Aku ingin membuktikan pada ibu kalau aku bukan anakk yang tak berguna.”

Aku pun naik menuju ke kamarku. kuregangkan badanku di ranjang. Tubuh ini rasanya berat sekali. Tiffany, aku menyesal atas semua inii. Aku yakin kau tak mencintaiku lagi, bukan aku menyerah, tapi, aku tak ingin menyakitimu lagi, aku akan pergi jauh2 darimu supaya kau tak menderita. Keputusanku menerima tawaran ibu dulu yang menyuruhku untuk ikut Ibu untuk belajar tentang dunia bisnis, supaya bisa menggantikan ibuku. kupikir tepat, aku juga ingin membuktikan pada ibu kalau aku bukan anak yg tak berguna.

“tokk…tokk…tokk. Kakakk. Bolehkan aku masuk?” kata seohyu di luar kamar. “masuklahh seohyun!”

“kakkk, apa kau benar2 ingin pergi?? Lalu bagaimana dengan kak tiffany?? Apa kau juga akan melupakannya kakk!?” Tanya seohyun

“seohyun~ahh.. aku sudah sangat yakin dengan keputusannku. Tentang tiffany, dia sekarang sangat membenciku, dia tak mungkin mencintaiku lagi seoh. Dan aku juga ingin membuktikan kepada ibu.” Jelasku.

“kakkk. Bolehkah aku ikut kakak???” tanyaa seohyun. Kupeluuk adikk kuu inii “seohyun~ahh.. kau disini saja, lanjuttkan sekolahmu, dan gantikan posisi ayah. Kau kan tau kalau ayah sudah tua, belajarlah dengan giat disini. Kalau kau ikut aku pergi, siapa yang akan menjaga ayah?? Trus bagaimana dengan yoona?? Yakann??”

“kakkk, aku akan sangat merindukannmu.” Katanyaa. Kupererat pelukanku padanyaa. Dia adalah adikku yg sangat aku sayangi. Ya. Pasti aku juga akan merindukannya. Ke esokan harinyaa, ini adalah hari terakhirku berangkat sekolah, besok aku sudah berangkat ke London bersama ibu untuk belajar mengelola perusahaan, supaya kelak aku bisa menggantikan posisi ibuku. Dan kuharap nanti aku masih sempat melihat tiffany di sekolah.

@jeonju high school

Kelas masih sepi, hanya aku yg badu datang. Aku sengaja datang pagi2 supaya aku bisa melihat tiffany. Beberapa saat kemudiann, gadis yang aku tunggu2 akhirnya datang, tiffany melihatku sekilas, namun setelah kubalas pandangannya, dia langsung membuang tatapannya dan berjallan keluar kelas. Yaa,, aku sadar dia memang sangat membenciku sekarang. Sekali lagi aku minta maaf fanyy. Tetesan air mataku kembali keluar. Kuyakin dia juga takkan merindukanku lagi dan tak akan mencariku lagi jika nanti aku pergi. Tiffany POV Pagi ini aku benar bad mood untuk berangkat sekolahh, aku sangat tak bersemangat, aku masih tak isa menunjukan senyumankuu.. aku masih sangat kacau.. hufffdd. Aku berjalan menuju kelaskuu, , aku sangat terkejut melihat gadis ituu.. huuhhh! Taeyeon, udah berubah pikiran ternyata diaa.. apa emang dia sudah kembali ke rumahnyaa?? Kenapa dia brani datang ke sekolah!??? Ahhh taukk dehh, bukan urusanku lagi. Dia melihatku, namun aku langsung membuang pandangannku.. masih sangat sakit hati inii… Aku pun berjalan santai menuju ke kantin. Aku ingin menunggu teman2 disini saja. Beberapa saat aku menunggu, akhirnya teman2 datang.

“hey tiffanyyyy!!!!!!” Jessica langsung berlari dan memelukku.

“kemana saja kau semalammm, kami sangat khawatir padamuu.” Kata yuri. “maaf teman2.” Jawabku datar..

“tiffany, apaa kau sudah baikan sama taeng!?” Tanya sooyoung

“fany, kami sedih jika harus melihat kalian berdua berjauhan.” Ungkap Jessica. “emhh.. aku tak tau sica.. mianhee.” Jawabku.

“fany, kami kenal taeng lebih lama dari pada kamu, aku yakin kejadian kemaren bukan taeng yg berminat. Aku yakinn, taeng adalah tipe gadis yg setia.” Jelas hyoyeon

“emhhh,, udahh yaa.. aku lagi nggak mood bahas itu..” aku beranjak dari tempat duduk dan beranjak pergi.

“fany, tunggu.. dia akan pergi jauhh, mungkin kita tak akan bertemu dia lagi.” Sahut Jessica menghentikan langkahku.

“mmm-maksudmu!??” tanyaku seketika itu aku berhenti berjalan, dan kembali kepada mereka.

“dia akan terbang ke London besok pagi, dia akan belajar disana bersama ibunya, ibunya begitu menuntutnya untuk bekerja.” Jelas sunny

Aku hanya terdiamm. Kenapa tiba2 rasanya begitu sakit mendengar cerita ini?? Kenapa aku merasa tak mau kehilangann!?? Ku akui emang aku belum bisa melupakannya. Tapi, , , rasanya sangat, sangat, sangat berat untuk menerimanya kembali. Aku udahh tak mauu lagi.. cukup ini aja yg membuatku trauma.. aku menggumam dalam hati.

“fanyy~ahh.. mungkinn ini terakhir kalianya kita bisa bersamanyaa.. besok dia sudah tak bersama kita lagi. Kami sebagai sahabat lamanya pun merasa sangat kehilangann. Apa kauu tak berpikiran begitu??” kata Jessica membuyarkan lamunankuu..

“emhh, entahlahh…” jawabku singkat, dan kali ini aku benar2 meninggalkan mereka.

Kenapa perkataan Jessica tadi sungguh membuatku mati rasa?? Apa yg harus aku lakukann?? Iyaa, emang mudah banget aku membencinya, tapi tak semudah itu menghilangkannya dari hatikuu..

“tiffany.” Seseorang memanggilku, aku langsung menengok kebelakang. Aku terkejut, ternyata taeyeon yang memanggilku.. aku harus berbuat apa sekarang??? Bingungku dalam hati.

“tiffany, akku menemuimu hanya untuk menyampaikan surat inii. Jika kau tak membutuhkannya, atau tak inginn membacanya kau boleh membuangnya kokk..” katanyaa, sambil menodongkanku sebah amplop berwarna pink.

Aku pun mengambil surat ituu. Entah apa yg mendorongku untuk menerima surat itu.

“yasudahh tiffany, aku harus pergi.. hehehe..” kulihat dia berlari, yaa! Sangat jelas. Diaa, dia, taeyeon menangiss. Kalau memang bener yg dikatakan teman2 tentang kesetiaannya, tapi kenapa hanya aku yg tak percayaa?? Kenapa?? Aku pun melanjutkan jalanku menuju ke kelas. Sambil kupandangi amplop berwarna pink inii.. apa sebenarnya isi dibalik amplop ini?? Tanggapku penasaran..

Bell pun berbunyi.. aku mempercepat jalanku, aku tak ingin di marahi oleh pak guru lagi,, sesampainya di kelas, aku langsung menuju ke bangku ku.. aku melihat Jessica, dia menatapku anehh..

“kenapa sica???” tanyaku berusaha ingin tau.

“emhh, tak apaa fany~ahh.” Dia tertundukk..

Ada apasihh sebenarnyaa??? Aku menengok kearah bangku taeyeon, tapi dia tak ada di tempatnya, tas nyapun tak ada..

fany~ahh, taeyeon pulang, dia harus bersiap2 untuk besok.” Jelas Jessica “ohhh..” jawabku singkat. Kenapa sekarang aku merasa sangat kehilangan!?? Tiffany!!!??? Kenapa kau malah jadi seperti inii?? Kenapa labil sekali??

“tiffany, aku menyayangimuuu..” taeyeon menciumm keningku, dia memelukku hangat, ini adalah pelukann yg paling hangat..

“TAE!!!” aku berteriakk. Ternyata barusan aku berimajinasi.

“tiffany hwangg, kau kenapaa??? Tanya guruku.. semua orang di kelas melihat ke arahku, ssambil memasang wajah bingung.

“ahhh… takk papa pakk, hanya terkejut karena kaki ku terjepit meja.” Aku mencoba member alasan..

“ohhh.. ya sudahh, tetap perhatikan, jangan banyak tingkahh..” jawab gurukuu. Huffftddd.. untung saja, jika aku tadi menyebut nama taeyeon, pasti aku akan malu besar. Uhhhh!!! Kenapa sihhh kepikiran dia!! Arrggghhh!!! Aku menggumam sambil menggaruk2 rambutku.

“hey fany~ahh!! Sudah ku dugaa, kau masih memikirkannya.” Ujar Jessica.

“emhhh… hanya sedikit kokk sica..” jaawbkuu dengan tak yakinn.

“jgn mengelakk, aku tau kau masihh mencintainya.” Jawabnya sambil mencubit pipiku.

“ahhhh! Sicaa! Tidakk kokk, tadi hanyaa.. hanyaaa..” kataku terbata2, belum selesai aku berucap, sica sudah memotongnya.

“hanyaa apaa tiffany!?? Hanya taeyon seorang yg kau cintai!? Hahaha” goda sicaa.

“sica~ahhh. . . aku sudah tak mencintainya, aku, aku akann… akan melupakannya sica.”

“woooo… kau yakinn dengan perkataanmu itu tiffany hwang??” Jessica bertanya seperti menginterogasi kuu..

“yapp…” jawabku lugas dan singkat..

Bel Pulang pun akhirnya berbunyi. Aku pun langsung menuju k kantin.

“heyy teman2,” sapa ku

“ahh kau tiffany, kenapa sendirian??.. mana Jessica Ku??” jawab yuri.

“dia sedang ngumpulin tugas yul. Dimana sunny and sooyoung?”

“ohh, mereka sedang beli kado. Hehehe” jawab hyoyeon.

“kado?? Untuk siapa? Apa ada yg berulang tahun sekarang??”

“bukan untuk ulang tahun kok fany.. kami berniat untuk membelikan kenang2an untuk Taeyeon. “

“ohhh.. yasudahh.. aku duluan pulang saja yaa..” aku berjalan mulai meninggalkan mereka, tiba2..

“fany~ahh.. tunggu.!” Aku berhenti berjalan dan berbalik. Sica memanggilku. “ntar malam kau ikut yaa..” kata Jessica.

“emmmhh. Kemana sica??” jawabkuu.

“nanti malam, kami akan ke rumah Taeyeon, kami mau mengadakan pesta perpisahan. Datang pliss..” bujukk Jessica.

“iyaa fany~ahh.. lupakan kejadian yg kemaren2. Sekarang, kita dukung saja taeyeon. Kalau emang kau udah nggak cinta padanyaa, jadilah sahabatnya saja.” Ungkapp yuri. Aku tersentuh dengan apa yg diucapkan yuri, tapi aku belum siap melihatnya lagi..

aku takut jika aku akan menangis kembali.

“emhh, maaf teman2, tapi kalian pasti ngerti perasaanku khan. Aku bener2 belum siap melihatnya, aku titip salam saja untuknya. Aku akan mendukungnya sebagai, sebagai sahabat.” Jawabku dengan senyum dan langsung berjalan meninggalkan mereka.

“maaf teman2. Hatiku masih berat untuk menerima, dan memaafkan taeyeon.” Gumamku dalam hati..

Pada Sore hari..

Taeyeon POV

“nonn.. ada teman2 mencari nona..” kata bibiku di depan pintu kamarku.

“suruh saja masuk bii..” teriak ku,..

“baiklahh nonn..”

“tok..tok!”

“masukk lahhh..” suruhku.. ternyata itu teman2kuu..

“heyy taeng.” mereka member salam bergantian..

“hey jugaa.. hehehe..” gadis itu tak terlihat bersama mereka. Aku melihat kearah pintu sedikit kecewa.

“dia tak ikut bersama kami taeng.” sahut Jessica yg sepertinya tau isi hatiku.

“kami sudah membujuknyaa. Tapi tenang taeng, dia menitipkan salam untukmu..” tambahh hyoyeon.

“ahhh.. bagus lahh kalau begitu..” jawabku lemas.

“dia mendukungmu sebagai sahabat taeng. dia titip salam seperti itu.” Kata Jessica. Aku hanya terdiammm lemas. aku ingin melihatnya sekarang, aku sangat merindukannya. Walaupun tadi aku sempat memegang tangannya.

“taeng, ayolahh, kami khan datang kemari untuk berpesta untuk yg terakhir kalinyaa. Kenapa kau malah kusut begituu..??” kata sunny.

“hahahha.. iyaa, maaf2 teman2. Nihh khan aku udah senyumm. Hehehe” jawabku.

“permisi semuaaa…” seohyun masuk ke kamarku.

“wahhhh.. yoona juga datang yaa.. kakakmu tetap tak mau datang yoon??” sahut hyoyeon

“enggak mau kakk. Kayaknya kak tiffany kecapean. Jam segini aja tadi dia masih tidur.” Jawab yoona

“wooaa!!! Thu anak emang kebo yaa.. wkwkwk” canda sooyoung, supaya suasana ramai. Tapi aku tetap saja kurang bersemangat.

“kakk,, udah siap semua thu.. yukk semua turun ke halaman belakang..” kata seohyun.

“asyikk nihh… ayo!, sicababy, cmon honey!” kata yuri..

“okayyy honey, , gendong!!” hahaha.. aku senang melihat tingkah mereka berdua. Mengingatkanku padanya.. andai saja aku tak berbuat bodoh. Huftd. Tiffany, , , aku berharap surat itu kau baca. Surat dimana aku tuliskan apa yg saat ini aku rasakan.

“heyy, malah melamunn..” sentak sooyoung dan membuyarkan lamunanku.

“ahh.. hehehe.. maaf soo, ,”

“hey taeng, hati2, kesambet ntar. Hahahaha” canda sunny.

Kami pun segera menuju halaman belakang rumahku. Malam ini adalah malam terakhir dimana aku berada di korea, dan juga malam terakhirku bersama sahabat2ku. Melihat mereka tertawa bersama, saat disana, pasti aku akan merindukan kalian..

“taeyeon, kami ingin mendengarkan kau bernyanyi nihh.. kami ingin mendapat kado terkahir darimu..” Jessica mengajukan permintaan padaku.

“yeahh taeng! kami ingin mendengar suaramu yang indah ituu..” tambah sunny.

“emhh.. baiklahh teman2, mau kunyanyikan apaa??? Request nihh hehehe” jawabku..

“lagu kesukaanku aja taeng! kau tau kann?? Hehehe” jawab Jessica.

“haa??? Almost maksudmu sica??” tanyakuu.

“yeahhhh… kau juga suka khan.. kami ingin mendengarnya darimuu.” Katanyaa.

“baiklahh, akan kunyanyikann.” Aku pun mengambil mic.

Ya. “almost” adalah lagu kesukaanku juga Jessica. Secara tak langsung juga, lagu ini aku persembahkan untukmuu. Tiffany.

Can you tell me, how can one miss what she?s never had? How could I reminisce when there is not past? How could I have memories of being happy with you, boy? Can someone tell me how can this be? How could my mind pull up incidents Recall dates and times that never happened? How could we celebrate love that?s too late And how could I really mean the words I?m about to say? I miss the times that we almost shared I miss the love that was almost there I miss the times that we used to kiss At least in my dreams just let me take my time and reminisce I miss the times that we never had What happen to us, we were almost there Who ever said it?s impossible to miss What you never had, never almost had you I cannot believe I let you go or what I should say is I should have grabbed you up and never let you go I should have went out with you, I should have made you my boo, boy Yeah, that is one time I should have broke the rules Should have went on the date, should have found a way to escape Should have turned almost into if it happen, now it?s too late How could I celebrate a love that wasn?t real? And if it didn?t happen, why does my heart feel? I miss the times that we almost shared I miss the love that was almost there I miss the times that we used to kiss At least in my dreams just let me take my time and reminisce I miss the times that we never had What happen to us, we were almost there Who ever said it?s impossible to miss What you never had, never almost had you

Tiffany, aku masih tak bisa menahan hatiku yg begitu rindu padamu. Hanya kau yg saat ini berkelana di pikiranku. Pikiranku dipenuhi oleh bayanganmuu. Aku rindu saat kita selalu bersama, aku rindu saat cinta selalu ada, aku rindu saat kita berciuman, dan aku merindukan saat kita saling memiliki.. Aku tak kuat menahan air matakuu, aku bersujud tak kuat menahan semuanya.. gara2 kebodohankuu, separuh hatiku lepas pergi.

Bodohnya akuu… Lagu ini sunggu membuat hatiku tersentuh, air mataku berlinang saat menyanyikann lagu ini..

“taeng, kau takk apaa??” kata hyoyeon. Teman2ku menghampirikuu.

“taeng, apa kau ingin bertemu dengannya??” tambah Jessica.

“aku sangat inginn bertemunyaa, walau hanya menatap wajahnya saja. Aku ingin melihatnya untuk terakhir kalinyaa. Aku tau dia sangat membenciku sekarang. Tapiii.. TAPI AKU SANGAT MENCINTAINYAAAAA!!” ungkapan perasaanku meluapp..

teman2ku bersimpati padakuu,, mereka ikut menangis.

“taeng, kalau kau memang sangat ingin bertemunyaa, kami akan antar kau sekarang.” Ungkap yuri..

“aku tak yakin bisa bertemu yull, bukan hanya itu, melihatnya pun tak akan mungkin..” aku menyerahh.. aku berdiri, dan berjalan menuju ke dalam rumah..

“kakkk taeng, aku yakin kau masih bisa bertemunya kokk..” tambah yoona. Aku berhenti berjalann..

“kenapa kau bicara begitu yoon??”

“biasanya jam segini, kak fany selalu duduk menyendiri di taman untuk menenangkan situasi hatinya, apalagi saat ini hatinya sedang sangat kacau. Sebaiknya kak taeng coba kesana.” Jelas yoona.

“kami dukung kau taeng. kami yakin dia masih ingin bertemu denganmu.” Tambah Jessica.

“baiklah.. aku juga sangat ingin bertemu dengannya..” jawabkuu..

“yasudahhh, yuk langsung jalan saja, keburu dia pulang.” Tambah hyoyeon. Kami pun segera menuju mobil.

Di dalam mobil aku hanya terdiam beku. Rasa senang, sedih, takut, khawatir, bercampur menjadi satu. Beberapa saat kemudain, kami sampai di taman. Kami berjalan bersama masuk ke tamann…. Terlihat disana seorang gadis sedang duduk di air mancur.

Gadis dengan rambut panjangnya yg indahh… ya itu tiffany. Dia disanaa..

“taeng, kami tunggu disini, kau datangi dia..” kata hyoyeon

“ahhhh.. okee..” jawabku kaget. . .

aku berjalan pelan menghampirinyaa, dadaku bedegup kencang. Entah apakah yg akan terjadi nanti saat aku mendekat?? Aku semakin dekat menuju tiffany, belum sampai tempatnya, tiffany berdiri dan berbalik. Aku sangat terkejut, matanyaaa.. yaa, matanya penuh sekali dengan air mata.

“taeng. kenapa km bisa disinii???” Tanya nya cepat sambil membersihkan air mata yg membasahi pipinya..

“emhhh…” aku hanya menggema, tak piker panjang aku langsung memeluknyaa.. hangatnya tubuhnya.

Aku sangat merindukan ini. Tapi, rasanya berbeda dengan saat dimana kita masih bersama. Sangat berbeda, dia tak membalas pelukanku.

“taeng, semangat yaa.. aku mendukungmu..” katanya sambil melepaskan pelukan dan langsung meninggalkanku.

Tiffany, apa kau tadi terpaksa mengatakan itu?? Apa kau memang belum memaafkan aku fany?? Gumamku dalam hati, tak terasa air mata ini berjatuhan deras di pipikuu. Aku pun berjalan meninggalkan tempat itu, ya, kesimpulannya memang benar, dia benar2 tak akan bisa memaafkanku.

-TBC-

21 thoughts on “Tiffany Is My Mine Part 4

  1. huaa :”( taeng…yg sabar ya *ngusap air mata.
    cepet ya bikin next chapnya..penasaran apa fany msh marah pas taeng udh pergi. sumpah ngenes bgt kl TaeNy kaya gitu X-(

  2. aku gk suka ff nya,masa taeng dijadiin cwok,emng mw taeny lesbian,ihhh,sbaiknya klw kmu bkin ff cwek dan cwoknya itu hrus bneran,bgusn klw kmu bkin sifany,haesica atau yg lain yg jlas jngan mengambil kisah cinta cwek ama cwek,nggak bnget

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s