Tiffany Is My Mine part 3


maaf kalau telat ngeupdatenya, soalnya barusan pulang holiday, langsung dilembur…

wkwkwk.. kalau aneh harap maklumm. okee..!

check it ^^

Ke esokan harinya

Normal POV

“taeng, bangunlahh.. kau yakin tak ingin berangkat sekolah???”  tiffany menggoyang2kan tubuh taeyeon sipaya bangun..

Namun taeyeon hanya mengolet dan menutup seluruh tubuhnya dengan selimut.
”taeng!! Oiii!” tiffany membuka selimut, dan mencium kening taeyeon.

“bangunlah sayangg. .” kata tiffany sangat lembut kepada taeyeon. Supaya ia terbangun.

“ahhhh… fanyy, , aku masih mengantuk!! Ehhh, , kenapa kau pakai seragam!?” kata taeyeon

“kau yakin tak ingin pergi sekolahh taeng???”

“yaa.. aku di rumah saja, aku akan membantu nenek membersihkan rumah, dan akan memasak makan yang paling enak untukmu.” Taeyeson menggoda tiffany dengan ciuman di pipi tiffany.

“thanks sayang.” Tiffany membalas  ciuman taeyeon di pipi taeyeon.

Di kamar yoona.

“seobaby! Kau tak mau sekolah??? Tanya yoona kepada seohyun yang sedang sibuk dengan PSPnya.

Namun tak ada sepatah katapun yang keluar dari mulut seohyun.

“seohyuunn~ahh! Kenapa kau tak menjawabku!??” bentak yoona. Dan membuat seohyun terkejut.

“ahhhh… young, kau cantikk sekalii. Hehehe” goda seohyunn, namun rayuannya itu malah membuat yoona marah

“kau ternyata emang lebih cinta PSPmu ketimbang pada ku!” yoona berpaling dari hadapan seohyun ke meja belajarnya untuk menata bukunya.

Sebuah tangan melingkar di perut yoona. Seohyun memeluknya dari belakang.

“yoon! Maafkan akuu.. aku mencintaimu lebih dari apapunn kokk!” kata seohyun sambil memeluk yoona.
”aku tak suka dibohongi!” ketus yoona.

“ayolahh yoon, maafkan aku. Aku janji dehh, akan selalu mendengarkanmuu, dan aku akan mengurangi waktu bermain PSP, hanya untuk mu saja dehh..”

“hmmm?? Ya.” Jawab yoona singkat.

“kau tak percaya padaku yoon??” lalu yoona melepaskan pelukan seohyun.

“aku percaya padamu seoh! Thanks yaa!” yoona mengecup bibir seohyun.

“yasudahh aku brangkat sekolah dulu yaa..” sambung yoona.

“yoon! Cepat pulang ya. Aku takut sendiriann.”

“ka nada kakakmu seoh!! Emang takut sama apaan?? Dipikir rumahku kuburan ya!???” jawab yoona

“bukann!! Dasar cantik2 bodo! Aku takut hatiku sendiriann yoon!” goda seohyun.

“ahhh!! Sialann kau! Pagi2 sudah bikin mukaku merah!”

Tiba2 tiffany berteriak memanggil yoona dar luar kamar.

“Yooonnnnnnaaaa!!! Ayoo cepat! Terlambat ntar!”

“ahhhh yaaa kakkk!!!” yoona dan seohyun pun keluar dari kamar.

“heyy! Kenapa mukamu begitu merah berseri yoon!? Tanya taeyeon.

“ahhh! Enggak kakk. Cuman perasaan kakak saja mungkin.” Jawab yoona

“yasudah ahh! Yukk brangkat!” Sahut tiffany.

“taeng aku brangkat sekolah dulu yaa! Seohyunn! Jaga kakakmu baek2 yaa..” pamit tiffany pada mereka.

“kenapa kau bicara seperti itu fany~ahh!”

“hahahaha” tiffany hanya tertawa dan langsung berangkat.

Tiffany POV

“yoon, ntar aku dan teman2 akan kerumah taeyeon untuk bertanya masalah tentang ibunya dan taeyeon. Lebih baik kau langsung pulang saja yaa.” Kataku kepada yoona.

“yasudah kakk..  tak apa2.”
aku pun langsung melajutkan perjalanan menuju kesekolahku.

@jeonju HS

Aku pun menuju kelas untuk meletakan tasku. Setelah itu aku langsung mencari teman2 untuk menceritakan kalau taeyeon ada di rumahku.

Aku menuju kantin. Aku melihat seorang sedang berdiri di gerbang kantin, sepertinya aku belum mengenalnya. Kulihat dari tadi dia memperhatikan orang2 yang sedang berkumpul di meja kanti sebelah situ. Dan ternyata yg sedang ia perhatikan adalah teman2ku. Kudekati dia,

“hello, kenapa kau seperti sedang mengintai??” kuberanikan diri untuk bertanya seperti ini.
”ahhh.. tak ada apa2 kok. Kau teman mereka ya??” tanyanya balik kepadaku..

“iyaaa, , aku sahabat2 merekaa. Ohh ya, siapa namamu!??”
”ahhh. Berarti kau sahabatnya sunny ya?? Emm, namaku sooyoung.”

Tunggu, , sooyoung??? Sepertinya aku pernah mendengar nama itu??? Aku menggumam dalam hati.

“ahhh.. yasudah akuu pergi dulu yaa. Salamkan kepada sunny yaa..” dia langsung meninggalkanku

“aahhh! Belum juga aku memperkenalkan diri, sudah maen pergi aja.”

Alu pun langsung menuju ke meja teman2.
”heyyy! Selamat pagi all! Senyumku sambil memarkan eye smile ku

“ahhh! Fany! Duduklahh..” jawab hyoyeon.

“ohh yaa, barusan aku bertemu seorang di depan situ, aku disuruh menyampaikan salam saja pada sunny.”

“salamm!??? Siapa fany~ahh??” Tanya sunny herann.

“emmm.. namanya sooyoung. Tapi” belum selesai aku bicaram sunny sudah langsung memegang pundakku kencang.
”fany! Kau tak bohongkan!??? Kemana dia sekarang??” sunny berkata sambil menggoyang2kan tubuhku.

“sunny~ahh! Sakittt tauk!” Aku pun melepaskan diri dari cengkeraman sunny.

“ahh maaf fany. Cepat2 jawab pertanyanku tadi” jawb sunny

“heii santai napa sihhh!???” jawab ketus si yuri.

“bersik kau yull!”

“emmm.. iyaaa, tadi dia kulihat seeding melihat kea rah kalian. Makanya aku beranikan diri untuk bertanya kepadanya. Namun belum sempat tadi kuperkenalkan diriku, dia maen kabur ajaa. Di menuju jalan ke taman belakang.” Jelasku panjang lebar kepada sunny. Dan sunny langsung saja nyelonong.

“heii.. kenapa dengannya???” tanyaku pada teman2 yang masih ada disitu.

“kau tau kan kejadiaan saat sunny menabrakmu dan marah!?” jawab Jessica

“tunggu. Sooyoung?? Jadi itu kekasih sunny!??” tanyaku cepat.

“nee! Ingatanmu lemot juga ya fany!” Jessica menjawab datar.

“sialan kau sica!” ketus ku.

“tunggu fany~ahh! Kenapa kau sekarang tak terlihat khawatir?? Padahal kekasihmu sedang menghilang.”

“itu dia yang mau aku ceritakan pada kalian. Sebenarnya taeng sudah ada di rumahku sekarang.”
”hhhhhhhhhaaaaaaaa!!!!????” mereka berteriak kaget bersamaan. Membuat seiisi kantin melihat kearah kami.

“nyantai napa sihh” keluhku.

“fany!??? Kau serius???” wajah mereka sepertinya terkejut namun senang.

“yaappp!! Semalem aku bertemu dengannya di tamankota.. sepertinya dia kemaren malam juga tidur disana.. yasudah dehh, ketimbang dia ngegembel., aku ajak saja dia tinggal di rumahku.” Jelasku panjang lebar.

“gimana kalau kita hari ini cabut sekolah saja??? Mumpung masih ada waktu 15 menit nihh. “ yuri mulai ngelantur nihh.

“heyy! Aku tak ingin jika besok si guru sok ganteng itu menyuruhku berdiri di depan kelas!” jawab Jessica ketus.

“tapi lebih baik jika nanti setelah pulang sekolah, kita menemui orang tua taeng, dan bicarakan tentang masalah ini. Siapa tau ntar taeng mau kembali ke rumahnya.”

“yaa! Aku setuju dengan tiffany!” ungkap hyoyeon

“yasudahh. Aku juga hanya bisa ngikut. Tapi aku ingin cepat2 melihatnya.” Kata yuri.

“yul! Kau sudah milik ku!” ketus sica.

“iyaaa2 ahh! Khan aku cumin ingin melihatnya.”

Bel masuk pun berbunyii.. kami segera bergegas untuk kembali ke kelas. Hari ini sepertinya temen2 juga sudah kembali senang, karena taeng sudah kembali. Untunglah waktu pelajaranku berjalan dengan lancar.

Bel pulang sekolah pun terdengar, kami semua langsung menuju ke mobil yuri untuk bergegas menuju rumah taeng, namun sunny tak datang2.

“heyY! Mana si sunny sihh????” Tanya hyoyeon.

“entahlahh,, tadi dia langsung keluar setelah selesai pelajaran.” Kata teman sekelas sunny yaitu yuri.
”yeahh.. aku yakin deeh. Sekarang pasti dia sedang mencari sooyoung.” Teguhh Jessica.

“ahhh! Yeah. Tadi aku juga melihat sooyoung langsung keluar setelah pelajaran.” Ungkap hyoyeon

“ya kita tunggu saja sebentar. Siapa tahu ntar sunny bisa kembali ceria setelah mendapatkan sooyoung kembali.” Tambah ku.

Beberapa menit kemudian.
”heyy teman2.. hehehe” sunny dateng2 langsung senyum2 tak jelas begitu

“hey soonkyu! Tingkahmu anehh! Kenapa kau senyum2 tak jelas begitu??” Tanya yuri.

“wahhh! Pasti sooyoung sudah kembali kepelukanmu yaa???” ungkap ku.. cantik sekali wajah sunny saat tersenyum. Gumamku dalam hati. huaaaa!!!!! Taeng, taeng, taeng. Ungkapku dalam hati sambil menggaruk2an kepalaku.

“kau kenapa fany~ah!???” kata sica, dan membuyarkan lamunanku.

“hahaha.. tak apa2 sica.”

“aku bawa teman nihh.. dia adalah kekasihku yang baru.” Katanya sambil tetap tersnyum

“haaaa??? Kekasih baru???” kami berempat bingung.

Tiba2 sosok gadis tinggi dan kurus, dengan rambut pendeknya keluar dari balik tembok.

“sooyoung!!” teriak hyoyeon.

“hehehe.. aku udah balikan sama sunny teman2.” Jelas sooyoung.

“wahhhh.. selamat yaa… ehh,,, mending langsung ke rumah taeng aja dehh. Keburu sore ntar.” Sahut ku.

“trus bagaimana dengan adikmu?? Ikut atau nggak si yoona??” Tanya yuri.

“tidakk, dia langsung aku suruh pulang kok.” Jawabkuu.

“yasudah, langsung brangkat yukk!” kata yuri.

Kami ber6 langsung menuju kerumah taeyeon untuk bertemu orang tua taeyeon.

Beberapa saat kemudian, kami telah sampai ke rumah taeyeon.

“trus, siapa nih yang mau masuk??? Nggak mungkin kalau semua, dikira ngeroyok” canda yuri.

“yaa.. seperti kemaren saja. Aku, tiffany, dan Jessica.” Jawab hyoyeon.

“oke dehh..” sahut Jessica.

“permisi pack, adakah tuan donghae di rumah??” tanyaku kepada penjaga rumah taeng.

“ohh ada.Adakeperluan apa yaa???” jawab penjaga itu.

“emmm, , , ada hal penting yang ingin kami sampaikan kepada tuan donghae tentang taeyeon.

“ohhh, begitu. Tunggu sebentar yaa.” Jawabnya sembari masuk kedalam rumah.

Setelah menunggu beberapa saat, akhirnya penjaga itu keluar.

“ayoo nona2 silahkan masuk.” Kata penjaga sambil membukakan pintu masuk.”

“iyaa pack. Terima kasih.” Jawab kami bersamaan.

Kami pun mulai memasuki halaman depan rumah taeng, sunggu besar seperti halaman istana, dan lebih luas dari pada rumahku mungkin. Aku menggumam dalam hati.

Kami pun mengetuk pintu rumah.

“tok..tok.tokk! permisii…” kata kami bersamaan.

“iyaaa.. tunggu sebentar.” Sahut seorang wanita dari dalam rumah.

“permisi bi, tuan donghaenya ada??” kata hyoyeon.

“ohh.. teman2 non taeyeon yaa??? Ayo, tuan donghae sudah menunggu kalian.” Diantarnya kami kesebuah ruangan.

“silahkan masuk.” Kata bibi itu.kami sepertinya memasuki sebuah ruang kerja. Dan terlihat disana seorang laki2 sedang menatap kea rah luar melalui jendela.

“permisi tuann.” Koor kami.

“yaa,, silahkan kalian duduk.” Jawabnya datar.

“terima kasihh tuan.”

“kami kesini bermaksud untuk bercerita dan sedikit bertanya mengenai hubungan taeyeon dgn anda dan juga ibunya.” Kata hyoyeon

“ya silahkan kalian ceritakan dulu.” Jawabnya sambil menghisap rokoknya.

“sekarang taeyeon ada di sebuah rumah, aku sudah berusaha bujukl dia supaya kembali kesini, namun dia menjawabnya hanya ‘tak akan pernah mau aku kembali ke neraka itu’ dia juga mengatakan kalau sangat membenci ibunya.” Jelasku panjang lebar.

“bolehkah saya mengetahui dimana dia tinggal sekarang nona??” Tanya nya.

“dia masih tak ingin di datangi oleh siapapun. Dan aku juga disuruh untuk merahasiakan alamat dimana dia tinggal sekarang.” Jawabku.

“ohh ya tuan. Sebenarnya ada apa sih antara taeyeon dengan ibunyaa??” sambung Jessica.

“tak ada apa2 kok. Semua terjadi hanya Karena kelelahan ibunya hingga ibunya marah kepadanyaa.. yasudah, aku titip dia pada kalian ya.. aku tak ingin melihatnya menjadi seorang gelandangan.” Kata tuan donghae sambil menaruh amplop tebal di meja untuk kami.

“ini sedikit uang untuk taeyeon. Kuharap dia bisa menerima ini.” Kata tuan donghae.

Ternyata isi amplop itu adalah uang untuk taeng. Gumamku dalam hati.

“ahh.. iya tuan, nanti kami akan berikanb ini ke taeyeon.” Jawabku.

“kalau begitu, kami pamit pulang dulu ya tuan.” Sambung hyoyeon

“yaaa.. trima kasih yaa. Tolong jaga taeyeon, jika ada apa2 kasih tau saya saja ya.” Jawab tuan donghae sambil memberikan karut namanya.

“iyaaa tuaan. Permisi.” Jawab kami bersamaan.

Kami pun langsung keluar dari rumah taeng dan menuju ke mobil.
”gimanaa? Ceritakan pada kami donk!” kata yuri penasaran.

“yaudah jalan dulu saja lahh.. ntar kita ceritakan di rumahku saja.” Jawabku. Huff.. hari ini memang lelah sekali yaa. Aku ingin cepat pulang, bertemu dengan taeng supaya bisa bersemangat lagi. Hehehehe. Gumamku dalam hati.

“hey fany~ahh! Kenapa kau malah senyum2 begitu! Buruan masuk mobil donk!” kjata Jessica, dan membuat lamunanku buyar, teman2 melihat tingkahku dan tertawa. Aku jadi malu.

Beberapa menit kemudiann. Kami pun sampai di rumahku. Terlihat taeng, seohyun, yoona, dan juga nenek ku sedang membersihkan halaman rumahku.

“haiiIiiiiiiiii!!!!!!! Taeyeonnnn!!!!” teriak sunny, hyoyeon, yuri, dan sooyoung. Mereka berlari dan langsung memeluk taeyeon, seperti para warga sedang menangkap seorang maling.

“hey! Kenapa kalian menyerbuku begini??” katanya sambil mendorong mereka mundur.

“taeng! Tak ada kau, rasanya sepi. Aku rindu sekali taeng!” sahut yuri, masih dia sendiri yg memeluknya.

“yul! Aku cemburu!!” bentak Jessica.

“hahaha! Yul~ahh! Jgn begi2 juga donk. Noh! Sica and fany cemburu padamu.” Kata taeng.

“hey taeng! Kenapa namaku kasu sebut juga???” jawabku.

“jadi kau tak cemburu juga fany~ahh??” Tanya taeng heran.
”buat apa cemburu!?? Huh!” jawabku datar, sambil berjalan menuju nenek untuk memberi salam.
”sialann kau fany!” kata taeng dengan nada marah.

“tunggu, sooyoung! Sunny! Kalian bersama lagi!??? Kalian balikann ya!???” tambahh taeng. Belum ada yg sempat menjawab, aku langsung memotong pembicaraan mereka.

“heyy! Lebih baik kita bicarakan di dalam saja yuukk!”

Kami semua pun masuk rumah, namun sebelumnya kami juga harus memberi salam kepada nenek ku dulu. Setelah itu, kami langsung menuju ke kamarku.

Normal POV

“kenapa baru jam segini kalian pulang??? Dari mana saja kalian??”

“ohh.. kami tadi makan2 dulu taeng. Hehehe” jawab yuri

“makan2? Acara apaan emang??” tanyanya kembali.

“khan sunny dan sooyoung barusan jadiann.. hehehe” jawab hyoyeon

“ohh ya taeng, kenapa kau tak berangkat sekolah saja??” hyoyeon menimpali.
”emhh. Kalau masalah itu diceritakan panjang ceritanya, aku belum mau sekolah dulu kalau masalahku ini selesai.” Jelasnya

“emang kau sedang ada masalah apa sihh??” Tanya Jessica, tiffany pun turun ke dapur untuk mengambil makanan dan minuman.

“emhh.. aku ada masalah sedikit di dalam keluarga. Hehehe” jawabnya.

“yuk disambi.” Canda tiffany.

Mereka pun saling mengobrol disana, tak terasa waktu sudah menunjukan jam 7 malamm. Hyoyeon, yuri, Jessica, sunny, dan sooyoung pun pulang.

Taeyeon POV

“hati2 yul! Jika ada apa2 pada yg lain, kau yg bertanggung jawab.” Candaku.

“huhh! Iya2, jgn lupa, besok kami tunggu di mall ya taeng!!” sahutnya

“oke dehhhh!!! Sipp pokoknya!”

“yasudah, kami pilang dulu ya fany, taeng, yoon, seoh! Titip salam untuk nenek!” pamit hyoyeon.

Mereka pun langsung berjalan pulang, yoona dan seohyun pun masuk kedalam rumah. Namun kulihat tiffany masih terpaku disebelahku, ditangannya kulihat sedang menggenggam sesuatu.

“hey fany, kenapa wajahmu kusut begitu?? Apa yg kamu sedang kamu pikirkan??” tanyaku sambil merangkulnya.

“ahh taeng, tak apa2 kokk. Hehehe.” Jawabnya.

“yakinn?? Trus apa yg sedang kamu pegang itu???” jawabku sambil menunjuk tangannya.

“emhh, sebenarnya, tadi aku dan teman2 pergi kerumahmu, kami menannyakan sebenarnya ada masalah apa kau dan ibumu, kami bertemu ayahmu taeng, dia menitipkan ini untukmu, sebaiknya kamu trima, ayahmu sangat mengkhawatirkanmu.” Jelas tiffany sambil memberikan sebuah amplop tebal kepadaku.

“fany! Kenapa kau malah ikut campur dalam urusannku sih??” emosiku mulai muncul padanya.

“bukan maksudku untuk ikut campur taeng, sebelumnya aku dan teman2 sudah membuat janji pada ayahmu untuk bertemu sejak kau menghilang, tapi aku tak memberi tau dimana kau tinggal sekarang kok.”

“fany! Ini masalahkuu! Aku tak inginn orang lain di luar keluargaku ikut campur dalam masalah ini! Lebih baik jika kau diammmm sekarang!!!!” nadaku sedikit kencang dan aku mulai marah.

“taeng,, maaf” belum selesai di bicara, aku meninggalkannya masuk.

Aku pun merebahkan tubuhku di ranjang. Apa omonganku tadi padanya terlalu kasar ya!?? Bodohnya akuu, tapi… iyaaa, aku tau kalau tiffany dan teman2 ada niat baik padaku. Disisi lain aku berterima kasih, tapi aku paling benci jika ada orang lain yang mencampuri urusan pribadiku.

Kudengar ada yg mengetuk pintu.

“taeng, maafkan akuu.. aku tak bermaksud mencampuri urusanmu kokk.” Tanya nya parau. Kenapa dia gampang sekali nangis yaa???
”fany, kenapa kau malah menangis begitu??” tanyaku. ku hampiri dia, dan ku peluk.

Namu dia hanya terdiam, hanya isak nya saja yg terdengar.

“fany~ahh. Maafkan aku jika perkataanku tadi membuatmu menangis sekarang. Aku emang paling tak suka jika ada orang yg mencampuri urusanku, termasuk jika orang itu adalah orang yang aku sayangi. Jelasku. Masih kupeluk dia erat, berusaha ku hentikan tangisannya.

“fany~ahh, , , kenapa kau mudah sekali menangis?? Jika kau menangis, hatiku rasanya sakit. Jadi berhentilah menangis fany!”

“aku tak bermaksud mencampuri urusanmu taeng, aku hanya se..sekedar khawatir padamu, kemaren waktu kau menghilang, aku sangat takut, maka dari itu aku dan teman2 kerumahmu untuk menanyakan hal itu, tapi tak ada orang tuamu di rumha, jadi kami membuat janji untuk bertemu, dengan keperluan untuk menceritakan tentang dirimu taeng” tangisannya semakin kencang.

“heyy! Kenapa malah makin kencang saja kau menangis. Iya2 aku minta maaf, udah donkk! Kau mau jika hatiku ini meledak dan aku mati berdiri gara2 tak kuat melihatmu yg sedang menangis ini!??”

“kau terlalu berlebihan taeng!! Bikin ilfeel” jawabnya ketus masih dalam isaknya, dan melepaskan pelukanku.

“kau tak mempercayaiku fany!?? Coba kau pegang dadaku! Rasakan, seperti ada explodednya didalam, jika kau menangis, makan akan semakin kencang. Dan booommmM!!!!! Meledak, mati dehhh!” jelasku sambil meletakan tangan tiffany di dadaku.

“ihhh,, aku gemas padamuu fany! Mukamu jika sembab lucu sekalii!!!” sambungku sambil mencubit pipinya..
”taeng~ahh! Kau ini kenapa sihh!?? Kau buat aku nangis tauk!!!” jawabnya ketus.

“trus, kalau aku mau minta maaf gimana caranya???” tanyaku sambil menjulurkan lidahku bermaksud menggodanya.

“piker aja sendiri.” Ia meninggalkanku di depan pintu dan menuju ke bed.

“ihhh!!! Tiffany. Kau mencobaiku yaa???” ku hampiri dia di bed. dan kududuki dia.

“taeng! Kau ini berat! Buruan turunn ahh!!” katanya sambil meronta2.

“maafkan aku dulu, baru aku turun.” Paksa kuu..

“iyaaa2 ahh!!! Udahh nii, buruan turunn! Berattt taeng~ahh!” dia masih meronta2.

“ciumm bibirkuu! Sebagai tanda kalau kau benar2 memaafkanku.” Godakuu.

“taeng~ahh! Kau ini pemaksaan! Ku laporin ke HAM ntar!!” bentaknyaa..

“kau dulua atau aku duluann!??” kataku sambil mendekatkan wajahku ke wajahnya. Namun dia hanya terdiam dan memejamkan matanya.

“ehhhh.. kenapa kamu malah menutup mata???” bingung ku..

“kau bodoh taeng!” aku terhentak dengan serangan tiffany yg tiba2 langsung mencium bibirku.

Hahahaha.. aku senang bersamanya, kata2ku tak ada kebohongan sedikitpun, yaaa. Hatikuu benar2 sakit jika melihat tiffany menangis, seperti ada yg memukul dadaku menggunakan sesuatu yg keras dan besar. Dia sangat berarti untukku, aku yakin tiffany lah yg terakhir untukku. Aku inginn terus bersamanya, aku tak ingin berjalan sendiri di dunia ini tanpanya. Tiffany hanya milikku.

Dia pun melepaskan ciumannya. Ternyata dia tertidur. Kutidurkan dia dipundakku, itulah tempat yg paling favorit jika sedang tidur.

Keesokann harinya, seperti biasa dia harus berangkat sekolahh. Aku masih tergeletak di bed.
”taeng, aku berangkat dulu ya! Jngn macam2! OK!! Sambil mengecup bibirku.
”aku tunggu di mall ya sayang.” katku

“iyaaa sayang.. yasudah brangkat dulu ya.” Jawabnya dan langsung menuju kebawah bersamaan dengan yoona yg keluar dari kamarnya bersama seohyun.

“kakkk, aku bosan di rumahh. Kita pergi2 aja yukk.” Kata seohyun.

“kamu bosan?? PSPmu??” jawabku. Seohyun mana mungkin bosan kalau udah sama PSPnya.

“yoona menyuruhku untuk mengurangi bermain PSP, katanya kapan aku dewasanya jika terus2an bermain PSP kayak anak kecil.”

“hahaha.. yoona benar juga thu! Yasudah, kita tunggu ntar pulang sekolah saja, aku masih ngntuk nihh. Pengen tidur.” Jawabku dan langsung masuk ke kamar untuk tidur.

Aku coba menghidupkan hapeku, woahhh. Banyak sekali pesan masuk. Ada 150 pesan. Kubuka, ternyata itu hanya ada nama amber dan ayahku!

“Haaaaaaaa??????? Amber mengirimi aku pesan??” kataku bingung.

Tertulis “taeng, aku merindukanmu, bisakah kita bertemu??”

“apa maksudnya si amber??? Apa aku harus menemuinya??” aku bertanya2, aku udah punya tiffany yg sangat aku cintai, kenapa disaat seperti ini amber hadir?” kulanjutkan bicaraku dengan gumaman dalam hati.

Tiba2 hape ku berbunyi..

You’re my everything to me
You’re my everything to me
haneul ui byeolcheoreom hwanhageh bichwojuri
geudaeneun naman ui sarang
yeonywonhan namanui sarang
uri saranghaeyo
geudae hanamyeon nan chungbunhaeyo

Ini amber, apa aku harus mengangkatnyaa?? Yasudah dehh aku angkat, gumamku bimbang.

“annyeonghaseyo?”

“taeng, kenapa kau susah sekali dihubungi?? Aku merindukanmu.” Katanya di telepon.

“maksudmu apa amber?? Bukanya kau sudah punya sulli??” jawabkuu.

“huh!! Jgn sebut nama itu lagi taeng! Dia sudah kubuang jauh dari kehidupanku. Dan sekarang yg ada dipikiranku hanya dirimu. Aku ingin bertemu denganmu taeng.”

“tapi amber, ,” belum selesai aku bicara, dia sudah memotongnya.

“aku tunggu kau di mall mu saja yaa… aku ingin bersamamu seharian taeng. Aku kesana pukul 11.” Gawatt, , , aku juga ada janji dengan tiffany dan teman2 disana.

“tapi amber!!” lagi2 dia memotong pembicaraanku.

“pokoknya aku tunggu sampai kau datang! Sudah yaa.. aku masih pelajaran.” Dia langsung menutup telponnya.

“hallo amber!??, amber???!” percuma, dia mematikannya.

Kurebahkan tubuhku di bed, sekarang aku tak tau harus berbuat apa. Apa aku harus menemui amber??? Tapi jika aku menemui amber, pasti masih bisa jika ada alasan kuat untuk pulang. Karena tiffany pulang pukul 1, masih bisa.

2 jam kemudian

“seohyun, aku mau keluar sebentar, kau tunggu di rumah dulu saja, jika nanti teman2 telpon, bilang saja, aku datang telat.Adakeperluan sedikit.” Kataku pada seohyun.

“iya!” thukan, kalau dia sudah sama PSP pasti jawabanya hanya begitu! Dasar anakk kecil.

“nenekk, aku keluar dulu yaa..” pamitku pada nenek sambil mencium tangannya, sama seperti yg dilakukan tiffany setiap akan pergi.

“iyaa nakk, hati2 yaa.” Jawab nenek.

Aku pun langsung menuju ke mall. Tapi aku sangat takut jika rasa yg dulu padanya muncul kembali. Sekarang aku sudah mempunyai tiffany, aku sangat2 mencintainya, aku tak ingin mengkhianatinya.

Sekarang aku sudah di parkiran, aku sangat gugup. Ku ambil hpku dank u massage dia.

Aku masih di dalam mobil menunggu balasan dari amber…

Nahhh! Dia membalas. Tertulis “aku sudah di restaurant paman taeng, ayoo cepat kemari!”

Aku pun langsung menuju ke restaurant.

Lalu, setelah aku sampai. . . .

“taaaaeyeeooonnn!!!!” amber berlari kearahku dan langsung memelukku erat. Aku tak bisa membalas pelukannya, pikiranku kacau sekarang, kupegang erat kalung berbandul kunci ini..

“taengg, kau makin cantikkk…” dia melepaskan pelukan dan merangkulku, kami berjalan menuju meja amber.

“emmhh, amber, jangann begini yaa..” latalu gugup. Aku mulai gelisah sekarang.

“kenapa taeng??” jawabnya, sambil memegang pipiku. Aku tak sanggup harus berkata2 dan berbuat apa sekarang, sungguh aku ingin menangis.

“emhh.. takk apaa kokk. Kau sudah pesann??” Kucoba mengalihkan perhatiann..

“udahhh,, kau kupesankan kimbap kesukaanmu taeng. Hehehe” jawabnya sambil memberikan wink padaku. Aku tak mengerti kenapa kejadian ini tiba2 saja terjadi.

“huufff” kuhembuskan nafasku.

“kenapa taeng?? Kau lelah yaa???” dia perpindah tempat duduk, dari di hadpanku, sekarang disebelahku.

“tidak apa2 kokk, cuman sedikit lelah saja, ntar setelah makan pasti juga baikan.” Kucoba memberi alasan, supaya dia tak curiga.

Makan pun akhirnya datang, kami pun langsung makann..

“taeng, ini.” Dia membersihkan bibirku yg berminyak karena kimbap.

“ahh amber, aku bisa sendiri kok.” Aku langsung memalingkan wajahku dan ku lap bibirku. Aku semakin terpuruk dalam keadaan sekarang.. Tuhannn, Bantu akuu.. aku menggumam.

“taeng, kau sudah selesai kann?? Setelah ini jalan2 yukk???” katanya.

Jam sudah menunjukan pukul 11.50.

“ahhh.. iyaa, tapi sebentar saja yaa. Soalnya aku sangat sibuk di rumah.” Aku terpaksa berbohong.

“iyaaa deh…” jawabnya

Kami pun selesai makann, dan langsung keluar restaurant.

“taeng, aku ingin membelikanmu sesuatu. Yukk!” ajaknyaaa

“ahhh..” aku hanya terdiam karena bingung. Kegelisahanpun semakin menyelimuti hati dan pikiranku.

Kami berputar2 di mall ini. Hingga waktu menunjukan pukul 12.45. 15menit lagi, pasti mereka langsung kemari.

“taeng, ituu! Took ituu, kesana yukk!!! Sambil menunjuk sebuah took dengan nuansa pink, diatasnya bertuliskan “Indigo accessories” ini adalah took dimana aku dan tiffany membeli kalung couple gembok dan kunci.

“ahhh.. iyaaa. Ayukk.” Aduhhhh…. Kenapa begini??? Kenapa dia bisa2nya membuat aku nyaman walau gelisah karena tiffany?? Padahal dia yg mengkhianati aku. Kenapa dia tak merasa bersalah sedikit pun??? Gumamku dalam hati, sambil melamun.

“taeng! Ini bagus yaa!!!” katanyaa. Namun aku masih tenggelam dalam lamunanku memikirkan tiffany.

“taeng?? Hello???” dia melambaikan tangannya di depan wajahku, bermaksud menyadarkanku dari lamunan. Tiba2 saja aku sadar dan

“ahhh!! Iya amber, itu bagus!” kataku tiba2 karena terkejut.

“yakin ini bagus taeng?? Yasudah , yuk langsung bayar. Hehehe” ternyata yg ia perlihatkan adalah kalung couple berbentuk love. aduhhh bodohnyaa!!! Mau taruh dimana thu kalung???? Kembali aku menggumam.

“ahhhh,,!” dia langsung menggandeng tanganku menuju ke kasir untuk membayar.

“taeng, cepat pake kalung inii, sini biar aku yg memakaikannya.” Gawaattt!!! Kalung tiffany, gimanaa nihhh…

“ahhh!! Kau sudah memakai kalung yaa???” tanyanya karena melihat kalungku.

“iii…iyaaa.. ini kalung kado ulang tahun dari seohyun.” Aku sangat terpaksa berbohong dan mengatakan seperti ini.

“ohh begitu, yasudah, tak masalahkan jika pake 2 kalung.” Dia langsung memakaikan kalung itu. Aku tertunduk dan menitikkan air mata sambil kugemgam bandul kunci ini.

“taengg! Kau cantik dengan kalung ini..” kata2nya sama seperti yg diucapkan oleh tiffany padaku. Ku husap mataku yg berair, dan kutahan titikan air mataku yang ingin keluar. Sekarang yg terlihat di dadaku hanya kalung dari amber, karena kalung tiffany kusembunyikan dibalik kaosku.

Jam sudah menunjukan pukul 13.05. pasti teman2 dan tiffany sudah jalan menuju kemari.

“taeng yukk!” kami pun keluar dari tokok itu, tiba2 saja kulihat dari kejauhan, tiffany dan teman2 berjalan bersamaan menuju ke restaurant. Langsung aku mencari alasan untuk pamit pada amber.

“ahhh. Amber, aku harus pulang sekarang, ibuku pasti khawatir karena tadi aku keluar tanpa izin.” Kataku.

“ahhh oke taeng! Tapi antar aku ke kamar mandi dulu yaa, aku kebelet pipis. hehehe.”
”iyaaa dehhh.. yuukk..” kami pun menuju ke kamar mandi.

@kamar mandi

Aduhhhh, amber lamaa nihhhh.. aku menunggunya di wastafel.

“hehehe.. akhirnya lega taeng!” dia berjalan menuju wastafel, kupikir dia mau mencuci tangan, namunn..

“taeng!” dia mencium bibirkuu, aku hanya berdiri kaku, tubuhku tak bergerak, aku tak berani membalas ciumannya itu, tapi… ahhhh!!! Kubalas ciumannya itu. Cukup lama kami berciuman. Tiba2,, aku mendengar suara benda terjatuh di pintu toilet.

“taeng!!!!” itu tiffany, dia menjatuhkan sebuah botol minumnya. Kulihat dia mulai menjatuhkan air matanya.

Tiffany POV
”huff… teman2 aku ke toilet sebentar yaaa..” sambil kusedot minuman di botol minumku ini, dan berjalan menuju ke kamar mandi.

Sesampainya di kamar mandi, aku tersentak hebat melihat kejadiannn yang sangat memukul seluruh tubuh dan jiwaku!
”Taaaeng!!!” kujatuhkan botol minumku, air mataku langsung deras mengalir. Aku melihat taeyeon sedang berciuman dengan seorang wanita.

“tiffanyyy, , , tunggu!!” dia berteriak, namun aku tak memperdulikannya, hatiku sangat sakit, aku terus berlari sambil menangiss. Ku copot kalung berbandul gembok ini, dan kubuang di jalan.

“tiffany, tunggu!! Dengarkann aku dulu!!!” dia masih mengejarku. Namun dia terjatuh karena mungkin tersandung sesuatu. Ini kesempatanku untuk berlari. Taeyeon! Dia sunggu tega membuat aku seperti ini. Aku tak habis pikir, bodohnya akuu ini. Aku terus berlari meninggalkan mall..

Taeyeon POV

“tiffanyyy!!!! Tunggu! Dengarkan akuu duluu!!!” dia terus berlari meninggalkanku

“braakkkk!!!” aku menabrak seseorang.

“maafkan saya tuan.” Kataku meminta maaf pada orang yg kutabrak.

“tiffany, maafkann aku.” Aku menangis sambil berjalan balik menuju kamar mandi untuk mengambil tasku.

Dan kulihat di depan kamar mandi, amber sedang berdiri sambil menggenggam sesuatu, bentuknya seperti kalung.

“taeng, kenapa kau tak bialang jika kau sudah punya kekasiihh??” kenapa dia malah menangis, harusnya yg menangis akuu!
aku tak menjawab pertanyaannya, aku langsung berjalan masuk menuju ke dalam dan mengambil tasku, setelah itu, aku langsung keluar, amber masih didepan menungguku! Aku tak inginn melihatnya!!!
”taeng! Gadis tadi kulihat menjatuhkan sesuatu.” Katanya sambil memberikanku kalung berbandul gembok.

Langsung kuambil dan kutinggalkan amber sendirian. Aku berjalan menuju ke restaurant. Aku masih menangis.

“nahhh!! Itu taeng!! Hai taeng!!!” sambut teman2ku. Tas tiffany masih disana. Brarti dia tidak balik kesini. Tiffany, dimana kauu.. maafkan akuu.. aku tak kuat menahan air mataku, aku terjatuh pingsan di restaueant.

Beberapa saat kemudian. . .

“emhhh…” aku membuka mataku pelan.

“taeng, kau kenapaa?” kata seseorang kepadaku. Aku tak bisa melihat jelas, pengelihatanku masih sayub2.

“taeng?? kenapa kau tadi menangis??” kata Jessica. pandanganku sudah normal, tapi kepalaku sangat pusing. Ternyata sekarang aku berada di rumah yuri bersama teman2.

“tiffany dimana???” tanyaku sambil kucoba untuk terduduk. Dan mengalihkan perhatian.

“dia belum balik taeng, tadi sewaktu kami sudah di restaurant, dia pamit ke kamar mandi, tapi setelah itu, dia tak kembali2. Kupikir setelah melihatmu, tiffany juga bersamamu. Ehh, ternyata tidak.” Jawab sunny

“hpnya tak bisa dihubungi nihhh!” kata hyoyeon.

“aduhh, , , kakak kemana yaa???” kata yoona khawatir.

“tunggu taeng, pertanyaanku tadi belum kau jawab. Kenapa kau menangis tadi sebelum pingsan??” Jessica kembali bertanya.

“emhh, sebenarnya yg membuat tiffany menghilang ituuu…” belum selesai berbicara, Jessica memotong??”
“siapaa taeng!?? akan kutampar muka orang yg berani membuat tiffany begitu.”

“emhh.. sica, tamparlah akuuu!” aku tertunduk menunggu tamparan dari sica.

“maksudmu apa taeng??” sahut yuri.

“kalau kau mau menamparku, tampar saja sica! Ini salahku.” Tak terasa, aku kembali menangis.

“taeng!!? apa yg kau lakukan padanya?” Tanya sica.

Aku pun menceritakan semua pada teman2. Dan, , ,

“plakkkkkk!!!” sica menamparku keras.

“sica! Kenapa kau menamparnya??” cegah hyoyeon.

Sunny langsung memelukku, aku menangis dipelukan sunny. Yuri memisah.

“taeng, aku tak menyangka kau setega itu pada gadis baik seperti tiffany! Kau bodohh taeng!!” bentak sica.

“sica~ahh! Sudahlahh! Yul cepat bawa sica keluar.” Kata hyoyeon.

Yuri membawa sica keluar dari kamar. Hyoyeon menghampiri ku.

“taeng, kenapa kau tega sekali pada tiffany??” Tanya hyoyeon pelan.

“aku tak tau hyoo!? Aku tak mengerti kenapa amber tiba2 seperti ini.. aku sudah benar2 lupa padanya, kenangan kami sudah tak ada lagi dipikiranku, tapii, , tapi tiba2 saja dia muncul kembali, dia tadi membuat ku begitu nyaman, walau aku sangat khawatir pada tiffany.” Jelasku.

“kakak taeng tega sekali.. kakak ku begitu cinta padamu kakk!! Tapi kenapa kau!” yoona menyambung, belum selesai dia bicara hyoyeon memotong.

“yoona, sudahlahh. Biar taeng tenang dulu, jgn ditambah beban lagi.” Kata hyoyeon

“sebaiknya kau hantar yoona dan seohyun pulang dulu soo!” sambung hyoyeon pada sooyoung.

“oke. Seoh, yoon kita pulang dulu saja, nanti biar kami yg mencari tiffany.” Kata sooyoung.

Mereka bertiga pun keluar.

“taeng, sekarang apa yg mau kau lakukan?? Tiffany menghilang entah kemana.” Kata sunny sambil memberikan tissue untuk ku.

“aku tak tau harus bagaimana. Sekarang, aku ingin mencarinya. Aku khawatir padanyaa.” Kataku.

Fany~ahh.. maafkan aku, aku tak bermaksud mengkhianatimuu.. kau dimana fany?? Aku sangat mencintaimu, lebih dari cintaku dulu keorang lain. Aku menggumam dalam hati.

Tiba2 yuri dan Jessica masuk kembali kekamar.

“taeng, maafkan aku. . . aku hanya kasihan pada tiffany.” Jessica meminta maaf dan memelukku.

“tak apa sica, memang tamparan tadi pantas untukku.”
“yasudah, lebih baik kita tunggu sooyoung kembali, dan setelah itu kita langsung mencari tiffany.” Timpa hyoyeon.

Beberapa saat kemudian setelah sooyoung kembali, kami pun langsung mencari tiffany, kami berpencar. Sunny dan sooyoung, yuri dan hyoyeon, serta aku dan Jessica.

“taeng, coba kau telpon seohyun aau yoona, dia sudah balik ke rumah atau belum.” Kata Jessica.

Aku segera mengambil hpku dari kantong “hallo yoon? Apa kakakmu sudah ada di rumah??” tanyaku kepada yoona lewat telepon.

“belum kak taeng, kami juga sedang mencarinya sekarang.” Jawabnya.

“yasudah, jika ketemu cepat kau hubungi aku yaa!”

“oke kakk!” aku langsung menutup telepon.

“dia belum kembali juga sica.” Aku tertunduk lelah.

“apa kau akan menyerah sekarang taeng!? ini kesalahanmu, aku sebagai sahabatmu dan juga fany, sebenarnya juga marah sekali padamu yg tega pada tiffany, tapi aku sadar, kalau taeyeon tak mungkin melakukakan ini dengan sengaja, aku tau kau sangat setia taeng, jadi aku tetap berharap kau dan dia tetap bersatu.” Nasehat  Jessica pada ku membuatku tergugah untuk terus mencari tiffany hingga ketemu.

“sica, aku takkan pulang jika tiffany belum ketemu, jadi jika kau ingin pulang duluan, tak apaa. Karena ini semua salahku.” Kataku pada Jessica.

“oke taeng!” jawab sica

-TBC-

12 thoughts on “Tiffany Is My Mine part 3

  1. huaaa… Taengoo, tega bgt ama Pany T^T
    Taeng ga bakal bisa nemuin Pany, kan Pany lg di rumah aku.. Hehe😀
    Yahhh… Aku kira bakalan end di sini, ternyata masi tbc😮
    Gpp deh, aku tunggu next chap! Hwaiting!😀

  2. Ah apaan sih si Amber??
    Ngerusak aja !!
    Taeng jg knp ngebales?? Gk bayangin deh pas fany mergokin mrk di toilet.
    Kasiaan bgt fany nya😦

    lnjutnya cepet ya oppa😉

  3. waduuuhhh, taetae-aaaah….
    kasian ppany kaan……
    ppanu lari kemana tuh gak pulang2….
    taetae!! ini emang salahmu, pokoknya tanggung jawab!! bawa eommaku pulang!!!
    taeng: iya *nunduk pasrah

    di tunggu lanjutannya authorr, fighting!!😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s