Tiffany Is My Mine Part 2


Hallooooo. . . balik lagi nihhh! Maaf kalau agak telat, ngak sesuai jadwal. Sibukk habisnyaa. Hehehehe…

Harap maklum ya kalau sambungan ceritanya anehh. Soalnya ngerjain sambil ngantuk2. Hehehe..

Langsung aja dehh. Check it! ^^

Taeyeon POV

Ke esokan harinyaa..

“hoaammmm!!!” aku kaget sekali, ternyata semalem aku dan tiffany tidur dengan bibir kami yg menempel. Aduhhh, mana garing ni bibir.

Tiffany tidur cantikk. Aku pun mencium pipinyaa.

“bangunn fany~ahhh! Udah jam 8 pagi nihh!” sambil mengelus rambutnya.

“eeemmhhh.. yahhh! Taeng! kita terlambat masuk ntar!” aku tersentak kaget.

“haa??? Kita hari ini libur cintaa!!” aku cubit pipinyaa. Wajah nya sangat lucu kalau habis bangun tidur.!

“ahhh!?? Yasudahh, tidur lagi aja yukk!” dia merangkulku bermaksud supaya aku tidur.

“fany, kau masih ngantuk yaa??” bisik ku pelann.
“eemmm.. mumpung libur taemg. Aku pengenn tidur sampai siang, lagian mumpung kau disini, jadi aku tak usah merindukanmu.” Dia bicara sambil matanya terpejam. Lucu dehh..

“yasudahh dehh, aku ikutan tidur saja.. aku mendekatkan wajahkuu, sekarng jarak wajah kami hanya 1cm, 1 mm mungkin. Hahaha

“taeng ahhh! Kenapa dekat sekalii.” Dia mendorong wajahku, hingga kepalu terbentur tembok.

“aaawww!! Hey fany~ahh! Kau jahatt!”

“maaf, maaf taeng! aku tak sengajaa..” aku langsung membokonginya.

“taukk!” jawabku ketus.

“taeng ahh!! Ayo donkk! Hadap sinii! Aku ingin melihatmu! Ayoo taeng!” sambil menggoyangkan tubuhku.

“malesss ahh! Kau jahat sekali!

Tiba2 dia memeluk ku dari belakang.
“yasudahh, kau ku jadikan gulingku sajaa!”

Yaa, aku cuman berpura2 marah, supaya aku bisa dimanja. Aku pun langsung membalikan badann. Pas bangettt! Bibir kami menempell..

“ehhhmmmm!!” 1,2,3,4,5,6,7,8,9,dst. Kami berciumann.aku melepaskan ciuman itu.

“fanyy, kenapa malah menciumku??? Aku lagi marah padamu! Lagi2 aku memalingkan badanku.

“heyyy byunn-taeng! yg memulai saja kamu! Kenapa kau malah menyalahkan aku!???”

“byuntaeng!!??? Jelek sekalii!????!!

“habis kau nafsu sihhh!”

“nggak papa dehh, yg penting kau suka khan!???” candaku, sambil memeluknya.

“tidurr lagi aja ahhh! Aku ngantukk! Peluk aku ya taeng!”
“tak akan aku lepas kan fany~ahh!”

Jam menunjukan pukul 2siang.

“hoaaaaaaaaaaaaamm!!! Haaa!??? Udah jam 2 siang!” aku melihat jam yg ada di tanganku.
“fanny! Bangunnn! Udah siang nihhh!!!” kugoyangkan kencang badannya.

“ahhhhh!!????” dia hanya mengolet.

“aku harus pulang sekarang, pasti orang tua ku mencari dehh.” Aku pun turun dari ranjang.

“kenapa kau pulang??? Aku masih ingin bersamamu taeng!”

“besok khan sekolah, kita masih bisa bertemu cintaa!”

“yasudahhh, yuk aku antar keluar.”

Kami pun turunn, terlihat yoona dan nenek sedang menonton TV.

“nekk, temanku mau pulang nihh.” Kata tiffany.

“ohhh, nak taeyeon mau pulang?? Tak makan dulu saja???” jawab nenek.

“enggak nekk, aku makan di rumah saja.. mari nekk, yoona, aku pulang dulu yaa..”
“hati2 kakkk taeng!” jawab yoona.

“taeng, hati2 yaa! I love You.!” Tiffany mencium pipiku,

“yeppp my fany! Bye!”

Aku pun segera menancap gas dan menuju kerumah.

Beberapa saat kemudiann, aku sampai di rumahh. Aku segera masuk rumahh. Terlihat seohyun sedang menonton TV, ayahku sedang membaca Koran.

“annyeon appa, seohyun!” kata ku.

“dari mana saja kau taeng!?? seharian tak pulang!???” Tanya papaku dengan nada marah.

“maaf aku tak menghubungi appa. Aku semalam menginap dirumah temenkuu pa.
“aku tak mau ikut campur jika nanti umma mu marahh!”

“nee!” aku langsung menuju ke kamarku.

Umma ku memang sangat ganas! Dia selalu mengekangku, selalu ikut campur urusanku! Padahal dia tak pernah di rumahh, dia selalu sibuk dengan pekerjaannya.

“kakakk, boleh aku masukk!?” seohyun mengetuk pintu kamarku.

“ada apa seoh!??? Masuk aja.”

“kakk, bisa tolong bantu aku sebentar??”

“bantu apaan???” aku turun dari bed ku.

“sinii kakk!” aku pun mengikutinya menuju kamarnya.

“tolong bantu aku selesein gameku donk kakk! Yg level ini sulit!”

Hedehhhhh!! Dipanggil cuman untuk nyelesein game doank! Dasar seobaby!

“hehh seohyun! Kau pikir kau ini kelas brapa!??? Kau udah 2SMA! Masih aja maen game beginian!” jawabku kecut.

“gak papa donk kakkk! Lagian mumpung masih liburan. Aku boesen dengan novel2 itu!”

Hufftdd! Apa bolehh buat, terppaksa aku menyanggupinya.

“nihhh udah bisa! Jgn ganggu aku lagi. Oke seobaby!” aku memamerkan wink ku.

“sok imut kauu taeng!” dia jengkel.

“kau bilang apa!??? Haaa!???!” dia memanggilku tak sopan, aku pun  jengkel.

“iyaa2 ahhh! Maaf kakk!”

Aku pun langsung berlalu menuju kamar. Belum sampe kamar, terdengar ad yang memanggilku.

“KIM TAEYEON!!! CEPAT KEMARI!” itu suara ummaku.. bakal dimarahi ini pasti. Aku pun turun ke bawah, dan menemui ummaku.

“kemana saja kau semalam!??? Haa!?? Bentak ummaku.
“aku menginap di rumah temenku maa!”

“seperti maling saja kau! Pergi tak ada kabar! Dasar anak bodoh!!!” kata2 kasar itu membuatku sakit hati!

“umma! Apa kau juga pernah mengurusiku!??? Apa kau pernah peduli pada ku dan seohyunn!!! Yang bodoh sekarang siapa KIM KRYSTAL??!!!”

“kurang ngajar kau! Anak tak pernah diuntung!!!!” tamparan keras mengenai pipiku.. appaku pun langsung memisah.
“heyy! Jgn kasar pada taeyeon! Dia itu anakmu! Bukan kerjaanmu!!!!” bentak appaku. Aku masih tertunduk diam. Aku menitikan air mataku.

“taeng, cepat naik! Biar appa yg mengurus ummamu ini!” suruhh appaku.

aku pun berlali ke atas, dan membanting pintu kamarku.

“kakk!? Kau tak apa kan!?? Boleh aku masuk!? Aku ingin menemani mu.” Terdengar suara seohyun dari luar kamar. Dia membuka pintu kamarku.

Diapun langsung memelukku, mencoba menenangkanku.

“kakk, sudahlahh, jangann menangis.”

“seohh! Aku ingin pergi dari rumah ini!!”

“akuu ikutt kakkk! Aku juga tak betah dengan tingkah umma yg selalu mengekang kita!”

Kami berdua menangis, kami tak betah tinggal di rumah ini. . . kami berencana untuk pergi dari rumahh.

Tengah malam nanti, kami berencana akan kabur dari rumahh.

Jam menunjukan pukul 12 malam. Kami berdua mengendap2 untuk keluar, aku melihat tas umma, terpaksa aku ambil semua uang yg ada di dompet umma. Aku lakukan ini karena aku tau kami tak akan bisa hidup tanpa uang sepeser pun di luar sana.

“kakkk, ayo cepat, keburru ada yang dengar.” Bisik seohyun.

“iyaaa2. . .”

Kami pun menuju garasi untuk mengambil mobil. Karena penjaga di rumah kami hanya bertugas pagi hingga jam 9 malam, kami pun santai mendorong mobil berdua keluar, supaya tak ada yg mendengar. Setelah lelah mendorong mobil keluar, kami pun segera tancap gas dan pergi dari rumahh dengan persiapan yg matang, kami membawa barang2 penting masing2.

Kami tiba di sebuahh taman kota. Ya aku tak bisa menentukan tempat untuk beristirahat, terpksa aku memilih taman ini. Dengan alasan lain, taman ini dekat dengan rumah tiffany.

Normal POV

“kakkk!? Kenapa disini??? Kenapa nggak nyari rumah saja?? Kita kan bawa uang umma.” Tanya seohyun

“jgn boros seoh! Sebenarnya tak bawa uang pun kita masih bisa makan dan hidup, kan kita masih bisa makan di mall umma.” Jawab taeyeon.

“yasudah kakk! Kenapa kita nggak kesana sajaa???”

“kita disini saja duluu.. nggak masalah kan tidur di dalam mobil??”

“yasudah dehh aku ngikut kakak saja.”

Mereka berdua malang sekali. Ini karena tingkah umma mereka yang sangat kejam.

Mentari pun datang. Taeyeon pun terbangunn..

“seohyunn~ahh! Bangunn lahh! Ini sudah pagi.” Taeyeon membangunkan adiknya.

“aaaaahhhhh!” seohyun hanya mengolet.

“kita harus cepat pergi. Pasti tiffany dan yoona lewat sini.” Taeyeon khawatir, jika tiffany tau, kalau dia kabur dari rumah.

“yasudahh kakk. Ayo brangkat.! Ehhh, tapi mau kemana???” Tanya seohyun.

“entahlahh, yg penting jalan dulu saja.” Jawab taeyeon.

Mereka pun segera pergi dari taman itu, tak tau kemana tujuan mereka.

@taeyeon’s home

“Bi!!????? Cepat kemari!!! teriak nyonya krystal memanggil pembantunya.

“iii-iya nyonya!???” bibi itu menjawab dengan terbata-bata.

“kemana mereka berdua!??? Kenapa tak ada di kamarnyaa!!????” nyonya krystal sangat marah!

“saya tidak tau nyonya..” bibi itu menjawab ketakutan.

“heyyyy!! KIM DONGHAE!!! Kemana anak2 mu yang tak tau diuntung ituu!!” nyonya krystal berteriak memanggil suaminya.

“itu gara2 kau krystal! Kau bukan ibu yang baik untuk mereka! Sudahh ahh! Urus saja sendiri! Aku mau ke kantor!!”

“heyy donghae!!! Apa maksudmuu!!! Mereka juga anakkmuu!!!” nyonya krystal semakin marah.

Namun tuan donghae tak menghiraukan perkataannya, ia terus berjalan menuju mobil untuk pergi ke kantornya.

“sialaannn! Dasar suami bodohhh!!! Anaak2 tak tau diuntung itu licikk juga! Sama seperti ayahnya!! Dia mengambil seluruh uangku di dompet!” nyonya krystal memeriksa isi tasnya, dan menemukan dompetnya kosong.

Di tempat lain, @Jeonju High School.

Tiffany POV

“kenapa hape taeng nggak aktif!??? Tumben sekali dia belum sampe sekolahh!??? Perasaanku sedikit tak enak.. apa yg terjadi padanya yaa???

Akuu pun bergegas keluar kelas dan mencari teman2 taeyeon.

Ahhhh! Ketemu, hyoyeon, sunny, yuri and jessica sedang duduk2 di kantin.

“haii semuaa!!” sapa kuu.

“haii fany.!” Jawab hyoyeon.

“hlohhhh!?? Taeng mana ??? kok nggak bareng??!!” Tanya sica.

“itu dia yang mau aku tanyakann. Hapenya mati, susah dihubungi.”
“kau tampak khawatir fany???” Tanya yuri..

“khan benar, sudah kuduga, kau menyukainya, sudahlahh, jujur saja dengan kami. kita semua kan sudah menjadi sahabat sekarang.” Ungkap jesica.

“emmmhhh.. yaa, aku suka padanya, dia juga suka padaku.” Jawabku

“dia suka padamu!?? Kenapa kau begitu yakin???” hyoyeon bertanya seperti lagaknya polisi.

“kami sudah jadiannnn kemaren malammm.”

“whhhhhhhhaaaaaaaaatttttttttt!!!??????” wajah mereka melongo.

“kkk-kau serius fany!??” sahut yuri.

“iyaaa.. makanya sekarang aku begitu khawatir. Mana sebentar lagi bel masuk.” Aku melihat jam tanganku.

“woaaahhhh!!! Chuckkaaee fany!” yuri member selamat padaku.

Bel masuk pun berbunyiii…. Aku lesu, begitu khawatir pada taeng. aku takut terjadi apa2 padanyaa.

“fany, ayo cepat, kenapa kau malah melamunnn!??? Kalau telat kita bisa dihajar sama si ryeowook.” Omel sica, dan membuyarkan lamunanku.

“ahhhh! Nee! Ayokkk!” kami pun berlari menuju kelas.

Saat pelajaran, pikiranku tak bisa focus. Aku terus melihat meja taeng yang kosong. Kemana diaa??? Apa dia sakit???

“fany~ahh! Ryeowook datang!” bisik sica menyadarkanku dari lamunanku.

“kau kenapa tiffany!?? Kau terlihat tak bersemangat hari ini!??? Apa kau sakit??” kata pak ryeowook.

“ahhh! Tidak pakk. Hanya sedikit pusing. Bolehkah saya izin ke kamar mandi??” aku ingin mencoba menenangkan diri sejenak di kamar mandi.

“yasudahhh, cepatlahh!” sahut pak ryeowook.

Aku berjalann menuju kamar mandi. Jalanku agak sempoyongan, mungkin aku benar2 pusing sekarang.. aku terus bergumam dalam hati.

Taeng, kemana kau sekarang??? Kenapa perasaanku nggak enak begini!?? Apa kau sakit!?? Aduhhhhh… sambil berkaca di washtaffel. Aku mencuci wajahku supaya tak terlihat pucat. Setelah sedikit tenang, aku kembali ke kelas.

“fany~ahh! Kau tak apa2 kan??? Kau benar2 sakit, atau gara2 memikirkan taeng!??” Tanya sica pelan.

“yaa, aku sedikit pusing sica. Aku tak bisa focus. Perasaan tak enak ini mengganggu kuu.”

“sudahhlahhh. Mungkin sekarang dia sedang sibuk di mall, nanti sepulang sekolah, kita kesana saja.”

“ahhhh ne sica.” Aku mencoba tersenyum padanya.

Bel pulang sekolah pun berbunyi. Aku, sica, yuri, sunny, dan hyoyeon langusung menuju ke mobil untuk bergegas ke mall. Semoga taeng memang ada disana, dan membuatku tenang.

“sicaa, bagaimana dengan adikmu??” Tanya yuri..

“emmhh, kita kesekolahnya dulu saja yaa. Kasian jika dia harus pulang jalan.” Jawabku.

“oke dehhh!” kami pun langsung menuju kesekolah yoona, ternyata dia sudah menunggu di depan gerbang sendirian.

“heyy yoon!!! Kenapa sendirian?? Mana seohyun!? Tanyaku.

“ahhhh! Kakak. Seohyun hari ini tidak masuk, aku hubungi pun tak bisa, hapenya tak aktif.” Yoona langsung naik ke mobil.

“lohhh!??? Kak taeng mana!?” Tanya yoona.

“dia sama seperti seohyun.” Jawab hyoyeon.

Kami pun langsung menuju mall. . . . sesampainya di parkiran, tiba2 saja.

“heyyy! Bukannya itu mobilnya taeyeon???” sunny menunjuk sebuah mobill Nissan SkyLine berwarna ungu dengan garis2 putih.

“yaa!! Itu mobil taeyeon. Brarti mereka memang ada disini!” jawabb hyoyeon.

“yeahhh! Aku agak lega sekarang.” Jawabkuu sambil mengelus dada.

Kami pun langsung menuju ke restaurant tempat biasa nongkrong.

Taeyeon POV.

“seoh! Aku booring nihhh!” kataku pada seohyun yang asyik bermain PSPnya.

“ahhhh!! Kenapa sulit sekali sihh??? Siall!!” dia malah menghiraukan omonganku.

“hey seobabo!!!”

“ahhhh kakkkk! Diam lahh duluu! Sulit nihh!”

“yahhh itulah seohyun! Kalau sudah dengan PSPnya, seperti dunia milik mereka.

Aku keluar dari restaurant, mencoba mencuci mata dengan melihat2 situasi sekitar. Dan aku tersentak kaget saat melihat gadis2 di elevator. Yaa! Itu teman2kuu, dan ada tiffany. Ini gawatt! Aku harus segera sembunyi.

“seohh! Teman2 datang kemari! cepat kita kabur!” ajaku pada seohyun dengan terburu2.

“aduhhhhh! Padahal tanggung!” keluh seohyun.

“udahlahhh! Khan masih bisa dilanjutin nanti! Cepat keburu mereka sampai kemari.

“pamannn!!! Jika ada yg mencariku, bilang saja tak ada!” aku menyuruh pamanku yg bekerja di restaurant itu untuk tidak menceritakan tentang keadaanku sekarang.

“kami pun berlari keluar dari restaurant, dan mencoba bersembunyi di balik hiruk pikuknya mall ini.

Terlihat disana, teman2ku dan pamanku sedang bercakap2..

“aduhhh! Kenapa mereka kesini sihh!!???” tanyaku pada diri sendiri.

“ya pasti kesini donk kak! Restaurant itu kan tempat kalian ngumpul!” jawab seohyun ketus.

“bener juga sihh.. yasudahh yukk, kita langsung cabut aja seoh!” sambil menarik tangan seohun.

@restaurant

Tiffany POV

“pamaann, taeyeon kesini ???” Tanya hyoyeon

“lohhh!!?? Biasanya khan bersama dengan kalian.” Jawab sang paman.

“dia tak masuk sekolah hari ini, seohyun juga tak masuk paman. Tapi kami lihat ada mobilnya di parkiran.” Jawab sunny.

“tapi mereka belum kesinii dari tadi. Coba kalian cari di tempat lain, mungkin mereka sedang jalan2 saja.” Tampaknya sang paman berbohong dehh. Aku bergumam dalam hati.

“yasudahh paman, jika mereka kesini hubungi saya ya pammann! Kami akan mencarinya disekitar sini dulu.” Jawab hyoyeonn.

Kami pun segera bergegas mencari taeyeon di dalam mall yg memiliki 3 lantai namun sangat luas..

“aku dengan sunny kebawah, fany dengan sica sekitar lantai 2, dan yuri dengan yoona mencari diatas.” Hyoyeon menyuruh kami berpencar, supaya mudah.

Aku dan sica pun segera bergegas menuju ke lantai dasar. Aku celingak-clinguk, namunn tak melihat taeyeon dimana2. Apa benar paman tadi berbohong???

“sica! Menurutmuu, apa paman tadi mengatakan hal yang benar??” aku menanyakan hal yg dari tadi aku pikirkan.

“maksudmu!?? Taeyeon tadi ke restaurant?? Taeyeon masih bersembunyi di restaurant?? Begitu maksudmu fany??” jawab sica.

“yaa… aku merasa paman tadi berkata bohong, sepertinya ada yg disembunyikan paman dari kita.”

“yasudahh, kita balik aja ke restaurant.” Ajak sica untuk menanyakan kembali kepada paman.

Sesampainya di restaurant, kami langsung menuju ke meja kasir, disana paman itu berdiri.

“permisi pamann, bisa kita bicara sebentar??” kata sica kepada sang paman.

“emhh, mau apa nona sica??” jawab paman itu.

Kami pun menuju ke meja kosong.

“begini apa benar tadi taeyeon tak kesini paman.??” Sica blak-blakan

“iyaa, biasanya dia kesini khan bersama dengan kalian.” Jawabnya agak ragu.

“pamann, berkata lahh jujut, aku tau dari raut wajah paman, kalau ada sesuatu yg sedang paman sembunyikann.” Aku menjelaskan

“iyaaa pamann, lebih baik kau bicara pada kami. kami sangat khawatir padannya.” Sahut sica.

“emhhh, , aku tak tahu sebabnya. Aku juga bingung, pagi2 sekali dia sudah sampai sini, aku juga terkejut, lalu aku mencoba bertanya

Flash back

Normal POV

“hlohh!!! Nona Taeyeon kenapa pagi2 sudah disini??” Tanya paman

“ahhh pamann! Aku lagi males masuk sekolahh, jadi aku kesini saja dehh.” Jawab taeyeon

“trus, , seohyun kenapa ikut???” paman melemparkan pertanyaan lagi.

“dia juga sama sepertiku. Ada sedikit masalahh di keluarga pamann.” Jawab taeyeon. Saat itu seohyun sedang tertidur.

End Flashback

Tiffany POV

“begituu ceritanya. Aku juga tak tau masalah apa yg sedang dialami nona taeyeon.” Jawab paman.

“tapi kenapa paman harus berbohong pada kami tadi??” Tanya ku.

“maaf non, aku hanya disuruh oleh nona taeyeon untuk tidak member tau kalian semua.”

“ahhhh!!?? Kenapa taeyeon begitu!??” sica kembali bertanya.
“saya juga tak tau, , yasudah nona, saya harus bekerja sekarang. Semoga nona taeyeon bisa ketemu” paman berpamitan dan kembali ke meja kasir.”

Kami pun keluar dari restaurant. Aku menelfon hyoyeon dan yg lainnya untuk segera berkumpu di depan restaurant.

“gimanaa?? Taeyeon ketemu!??” Tanya hyoyeon dengan nafas tersengal2.

“belumm. Lebih baik sekarang kita coba untuk ke rumahnya saja.” Jawab sica.

“iyaaa,, lebih baik kita ke rumahnya. Aku dan sica mendapat cerita dari paman.” Jawab kuu, sekaligus menyetujui pendapat sica.

“cerita apaa??” jawab yuri.

“sudahhhlahh, nanti kami ceritakan di mobil” jawabku..

Kami pun bergegas pergi dari mall dan langsung menuju ke rumah taeyeon. Aku dan sica menceritakan semua yg dikatakan paman saat di restaurant kepada teman2.

Sesampainya di depan rumah taeyeon, aku tercengang dengan apa yang aku lihat di depan mataku ini..

Waaahhhh! Baru pertama kali aku melihat rumah sebesar inii. Rumah taeyeon begitu megah, seperti istana saja. Gumamku sambil melamun.

“hey fany!? Kenapa melamun cepat turun!” perkataan hyoyeon membuyarkan lamunanku..

“ahhhh iyaaa..” jawabku singkat.

“tunggu, lebih baik yang masuk sebagian saja, jngn semua.” Sunny mengeluarkan pendapat.

“ohhyaaa. Benar juga kata sunny.” Jawab yuri.

“yg masuk fany, sica, hyoyeon saja. Aku, yuri dan yoona menunggu di mobil.” Kata sunny.

“yasudahh, yukk kita masuk!” ajakk sica.

Kami bertiga berjalan menuju pintu gerbang, dan menemui pak satpam yg menjaga.

“permisi pakkk, bisa kami bertemu dengan tuan Donghae??” hyoyeon bertanya pada satpam itu.

“ada keperluan apa???” Tanya sang satpam.

“emhh, kami mau menanyakan Sesutu yang penting padanya mengenai tayeon.” Aku mencoba ikut menjawab.

“ohhh begituu. . . tapi sayang, tuan donghae sedang tidak ada di rumah. Dia masih ada di kantornya sekarang.”

“kalau nyonya krystalnya ada??” tanyaa sica.

“aduhhh.. nyonya krystal juga masih di kantornyaa. Lebih baik kalian nanti kesini lagi saja. Biasanya tuan donghae pulang sekitar jam 7 malam.” Satpam itu menjelaskan.

“ohhh ya sudahh pakk, trima kasihh, nanti kami akan kesini lagi.” Jawabkuu dan berpamitan.
kami pun kembali ke mobil.

“gimana kakk!?? Kok tidak masuk kedalam??” Tanya yoona.

“orang tua taeng tak ada di rumah semua.” Jawabku.

“yasudahh, nanti malam atau besok, kita kesini lagi. Semoga besok taeyeon udah masuk lagi.” Kata hyoyeon.

kami pun kerumah masing2.  Jam menunjukan pukul 6 sore.

“lohhh! Kok jam segini kalian baru pulang???” Tanya nenek kepada kami berdua.

“maaf nekk, tadi tak mengabari nenek dulu. Tadi aku mengerjakan tugas, dari pada yoona jalan pulang sendirian, yasudah aku ajak saja.” Terpaska aku berbohong pada nenek.

“ohhhh begituu.. yasudahh, kalian cepat mandi, dan makann yaa.. nenek sudah masak makan untuk makan malam.”

“iyaaa nekk.!” Aku dan yoona menjawab bersama2.

Aku pun segera mandi. Setelah mandi aku langsung menuju meja makan bersama yoona.

“nekk, kok nggak ikut makan??” Tanya yoona.

“nenek sudah makan duluan tadi. Hehehe” nenek bicara tapi fokusnya ke tv deh.

“kakk, , , aku tadi coba telpon sehyun, tapi tetap tak aktif.” Kata yoona.

“aku juga yoon! Tadi aku coba telpon taeng, tapi juga tak aktif..” jawabkuu..

“sebenarnya masalah pa sihh kakkk!???”

“aku juga tak tau yoon! Paman di restaurant katanya juga tak tau masalahnya apa..”

“kau tampak khawatir yoon!?? Apa kau mengkhawatirkan seohyun???” tanyakuu, karena melihat yoona yg sepertinya tak nafsu makan.

“ahhhh!.. iyaa sihh kakkk. Waktu di sekolahpun aku tak bisa focus sama sekali.”

“samaaa yoon! Aku juga begituu.” Jawabku santai.

Makann kami pun selesai, kami membersihkan meja makan dan mencuci piring. Setelah selesai, aku langsung menuju kamar, yoona pun sepertinya murung.

“huffffffffffttd!!! Taeng kemanaa sihh kauu!?? Aku begitu merindukanmu! Aku khawatir padamu!!!” aku berbicara sendiri..

“kau membuatku mati rasa tau nggakk!!!!” akupun mulai menangis, sambil kugenggam kalung berbandul gembok ini.

Akuu inginn ke tamann kota dehh, nenangin pikiranku disana. Aku bergumam dalam hati. Aku membuka lemari pakaiankuu, kuambil jaket dan pergi menuju tamann supaya pikiran sedikit tenang.

“nekk, aku ke taman sebentar yaa.. mau cari anginn.. hehehe” aku minta izin pada nenek ku..

“diluar dinginn lho fany.. nanti masuk angin..” jawab nenek ku..

“ahhh tidak kokk nekk, cuman sebentar saja.”

“yasudahh sanna. Hati2 ya, gelap di luar.” Nenek ku begitu baik padakuu.

Aku pun keluar, mala mini nggak gelap kokk, bulannya purnama, sangat terang. Hmmm.. aku sangat merindukannya. Kenapa dia jadi beginii sihh??? Apa dia marah padaku?? Tapi aku salah apa cobakk?? Sepertinya tak mungkin kalau hanya gara2 aku. Atau dia sekarang sedang kena masalah besar?? Aku terus menggumam dalam hati dan terus memikirkannya, di dalam pikiranku sekarang hanyalah kim taeyeon. Taman sudah dekat, tapi belum sampai taman, aku melihat sebuah mobil yg familiar di mataku, yaa!!! Ini Nissan skyline ungu dengan corak putik. Aku pun segera berlari menuju mobil itu, kuintip jendelanya, tak ada orangnya, yg ada hanya tas2 dan peralatan lainnya. Tak ambil piker, aku langsung berlari masuk kedalam taman. Dari kejauhan kulihat 2 orang gadis duduk di dekat air mancur di tengah taman. Ya itu pasti taeyeon!!! Aku pun berlari. Dannn..
“HEYY KIM TAEYEONN!!!!” aku berteriakk. Gadis itu menoleh ke arahku.

Taeyeon POV

“HEYY KIM TAEYEONN!!!!” terdengar ada yg meneriakan namaku. Seohyun tak mendengar, karena dia tidur lelap. Aku pun menoleh dan manaku terbelalakk, ituuuu, tiffany!! Kenapa dia sampai sini?? Apa yg harus aku lakukan sekarangg. Aduhhhh.. tiffany pun dengan cepat menhampiri ku, nafasnya tersengal2. Aku pun beranjak dari tempat duduk. Dan menatapnya.

“kkk-kenapa kau disini fany~ah!??” ucapanku terbata2.

“kenapa kau bertanya seperti itu taeng!?? harusnya aku yg bertanyaa! Kemana saja kau taeng! teman2 mengkhawatirkanmu! Begitu juga aku! Aku sangat mengkhawatirkanmu!” dia sepertinya marah, aku sangat kaku sekarang. Kulihat dia menitikan air mata.

“fany~ah” aku memeluknya. Isaknya sangat jelas terdengar.

“fany~ah, sudahlah, jgn menangis.” Sambungku.

Dia tiba2 mendorongku, hingga aku terjatuh di rumput.

“taeng!!! kau tau perasaanku sekarang! Aku merindukannmuu! Kau tak bisa dihubungi, kau menghindar dari kami, kau ini anggap aku apa taeng!!????” tangisannya semakin deras. Matanya dibanjiri oleh air mata. Aku pun beranjak berdiri dan merangkulnya, kuajak dia ketempat lain, supaya seohyun tak terbangun.

“fany~ahh.. aku minta maaf bangett, aku udah ngak isa mikir lagi harus gimana, ini suliit, ini nyakitin bgt buat aku fany~ahh!” jelasku padanya.

“tapi kenapa kau tak cerita padaku taeng!?? kalau begini caranya, aku juga kena taeng.” dia masih menangis. Aku mengusap air matanya, aku tarik bahunya, sekarang kami bertatapan, tapi dia menunduk. Aku memegang pipinya yg penuh dengan air matanya., dan aku angkat kepalanya supaya aku bisa melihat matanya yg cantik.

“fany~ahh. Aku benar2 kehabisan akal, aku sedang ada masalah dengan keluargaku, aku dibenci oleh ibuku, karena itu aku tak bisa mengabarimu.” Jelasku padanya.
“aku bisa mengerti taeng, tapi kenapa seohyun juga ikut??” dia sudah mau menerima penjelasanku sekarang.

“yaa. Dia juga tak ingin melihatku dibenci, dia tak juga tak ingin melihat ibunya seperti itu, dia merasa ibunya bukan ibu yg baik.”

“trus, kenapa kau tak pulang kerumah saja??” Tanya nya cepat.

“uhh.. aku tak ingin pulang ke rumah itu fany~ahh! Yg aku miliki sekarang hanya seohyun.” Jawabku.

“taeng, , , kau mau tinggal di rumahku saja??” aku terkejut dengan tawaran tiffany.

“aahhhh~ tak usah fany~ahh. Aku tak ingin merepotkan keluarga muu” belum selesai aku bicara, dia memotongnya.
“kau tak kasihan dengan seohyunn, nenek ku pun pasti bisa mengerti, nenek ku sangat senang jika ada yg mengunjunginya. Jadi tak akan merepotkan. Ayolah taeng!”

Iyaa, benar yg dikatakannya. tapi, apa akan baik2 saja?? Jika aku tinggal di rumah fany, pasti besok aku disuruhnya masuk sekolah, bisa2 ibuku mencariku disana.

“taeng!?? gimana!? Kenapa kau malah melamun!??” Dia mengelus pipiku.

“ahhh! Tapi, aku belum bisa masuk sekolah fany~ahh. Aku takut jika ibuku mencariku disekolah.” Jawabku..

“yak au khan bisa menunggu di rumahku taeng! aku tak bisa membiarkanmu hidup seperti inii, aku tak mau my taeng hidup di jalan begini.” Perkataan tiffany menyentuh nadiku. Dia gadis yg sangat istimewa untukku. Aku beruntung bisa memilikinya.

“fany~ahh! Aku tak tau harus berbuat apa untuk berterimakasih padamu.” Aku tertunduk.

“cukup cintai aku saja taeng, itu udah lebih banget untukku..” di mengangkat kepalaku, dan tiba2 mencium bibirku. Kami berdua pun jatuh dalam ciuman yang indahh inii. Kami menikmatinya, aku bisa merasakan halusnya bibir tiffany. Aku benar2 telah mendapatkan pengganti amber, tiffany lebih dari amber, aku sangat mencintainya. Beberapa menit, tiffany melepaskan ciumannya.

“taeng, just love me please.” Dia menatapku

“I just love you. Because you my mine” jawabkuu, seraya mencium keningnya.

“yasudahh taeng, ini sudah malam, lebih baik kita cepat pulang.”
“ne fany~ahh..” dia menggandeng tanganku berjalan menuju seohyun.

“dia terlihat sangat lelah taeng.”

“seohyun, bangunnlahh.. kita pindah tempat yuukk!” aku menggoyang2kan tubuh seohyun.

“eeng—kemana kakk???” dia terbangunn.

“kerumahh yoona seobaby.” Aku tersenyum.

“ohh kerumah yoona, ayo kakk. APAAA??? Rumah yoona???” akhirny dia sadar, sudah bangunn deh.

“yappp.. kerumah ku seohyun~ahh” jawabb tiffany.
“lohh, kak fany, kok ada disini?? Tunggu kakk, aku bingung dehh.” Hahaha. Seohyun salah tingkah sekarang gara2 kebingungan.

“sudahlah! Jgn terlalu dipikirkan seohyun~ahh! Ayo segera berdiri dan menuju rumah yoona.” Katakuu..

Kami pun segera menuju rumah tiffany.. sebenarnya aku masih sedikit nggak enak sama tiffany. Tapi, karena dia memaksa, yasudah dehh.. lagian aku juga kangenn dengannya. Aku bergumam dalam hati.

Kami pun sampai di depan rumah tiffany. Dan segera masuk kedalam, karena hujan turun.

“annyeong nenek, , , aku ada temann nihh..” sapa tiffany pada nenek.

“woaahhh… teman fany yg kemaren yaa.. ayo masukk, di luar hujan.”
“iyaa nekk trima kasihh.” Jawabku..
“lhoo.. ternyata 2 orang yaa,.” Lanjut nenek. Seohyun hanya tersenyum.
“iyaa nekk, dia itu temannya yoona juga. Yoona dimana nekk!??” Tanya tiffany

“dia mungkinn sudah tidur.” Lalu, kami pun menceritakan apa yang aku dan seohyun sedang alami kepada nenek, supaya nenek bisa mengijinkan kami tinggal.

“ohh begituu. Tak apa2 kokk. Nenek juga senang jika fany dan yoona bisa punya teman. Tapi kenapa kamu belum berani sekolah??” jawab nenek seraya bertanya.

“kami takut jika ibu kami membawa kami pulang nekk, kami benar2 sudah tak ingin kembali kerumah itu. Jadi, gantinya sekolah, kami akan membantu nenek bekerja di rumahh. Hehehe” jawabbku sambil tersenyum pada nenek.

“yasudahh dehh, nenek sangat senang dapat tambahan cucu di rumah ini.” Aku senang karena nenek bisa menerimaku.

“trima kasihh nekk. “ jawabku dan seohyun bersamaan.

“sudah malam, sekarang kalian lebih baik tidur.” Suruh nenek.

“yuk taeng, seoh kita naikkk.” Ajak tiffany.

“nekk, kami tidur dulu yaa. Selamat malam..” kami bertiga mengucapkan selamat malam kepada nenek

“iyaaaa, tidur yg nyenyakk ya kalian..” balas nenek.

Kami masuk kemar yoona, yoona sedang tidur.
“yoon, kakak bawa kado untuk menemanimu tidur nihh.” Kata tiffany sambil menggoyang2 tubuh yoona.
“eng- apaan sihh kakk!?? Aku ngantuk, besok sekolah..” yoona masih setengah sadar.

“buka matamu dulu, dan liat apa yg aku bawa.” Tambah tiffany.
yoona pun membuka matanyaa. Dannn, , , ,
“SEOHYUNNNN!!! Apa ini mimpi!????” kata yoona

“hahahahaha.” Kami hanya tertawa, dan meninggalkan mereka berdua. Dan menuju ke kamar tiffany.

“fany~ahh, terimakasih atas segalanya yaa.. aku benar2.” Belum selesai aku berbicara dia langsung memelukku.

“taeng, aku merindukanmu, aku sangat merindukanmu” katanyaa.

“hahaha. Fany~ahh. Aku pun juga begitu.” Tiffany menjatuhkanku di ranjang, yaa,. Sekarang berbalik 360drjt. Tiffany jadi agresif.

Dia menindihku dengan tubuhnya, sekarang wajahku dan wajahnya sangat dekat, hingga hidung kami menempel. Dia langsung membungkam mulutku dengan bibirnyaa. . kembali kami tenggelam oleh ciuman inii.. tiffany begitu ganas melumat bibirku. Kami pun berguling-guling ria di atas bed. Ditariknya selimut hingga menutupi kami berduaa. Malam ini sangat indah untuk kami. ya tiffany, aku sangat mencintaimu. Aku takkan pernah berhenti untuk mencintaimu.

-TBC-

19 thoughts on “Tiffany Is My Mine Part 2

  1. Annyeong thor new readers imnida ^^
    yiah TBC , bgus thor aku suka ff.mu taeng tetep byuntaeng keke..
    Itu krystal maminya taeng ? Tp istrinya donghae apa taemin ? #plak bnyk nanya
    lanjut thor fighting ^^

    • mianheee, aku ngantukk… kenapa isa nulis taemin yahhh??/ ==” aduhh begonya guaa.. ni aku kebut dari td jam 1 , jadi maklum kalau ada salah2 tulis.. ehhh, tapi kenapa bisa taem yg muncull, padahal sama sekali nggak niat munculin nama kakak gua disitu ==” aduhhh2!

  2. eommanya taeng jahat amat sih😮
    Taeng… Daripada nginep di rmh pany, mending ke rmhku aja #plakk😄
    Ckckck… Pany kalo udah agresip ga ada yg bisa nandingin dehhhh~

    FF ini cukup bikin galauku berkurang… Hehe… Thanks chingu

  3. oppa ku part seru lanjutannya mana ?
    aku sukaa apalagi ada couple favoritku yoonhyun
    aku tunggu lanjutannya ya oppa

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s